Translate - Language

id Indonesian zh-CN Chinese (Simplified) nl Dutch en English tl Filipino fr French de German it Italian ja Japanese ko Korean ms Malay th Thai
Published: Monday, 02 October 2017 Written by Dipi

 

Judul : Dusta-Dusta Kecil

Judul Asli : Big Little Lies

Penulis : Liane Moriarty

Jenis Buku : Fiksi - Novel

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : Cetakan Kedua Mei 2017

Jumlah Halaman : 512 halaman

Dimensi Buku : 20 cm

Edisi Terjemahan

Harga : Rp. 95.000

The #1 New York Times Bestseller

 

Pirriwee Public School

...tempat kita hidup dan belajar di tepi laut!

Pirriwee Public adalah ZONA BEBAS PERISAKAN!

Kami tidak merisak.

Kami tidak mau dirisak.

Kami tdk pernah merahasiakan perisakan.

Kami berani mengungkap jika melihat teman dirisak.

Kami MENOLAK perisakan!

 

Terkadang, dusta-dusta kecillah

yang paling berbahaya

 

Sekelumit Tentang Isi

Madeline, Jane, dan Caleste segera menjadi sahabat ketika anak-anak mereka bersekolah di TK yang sama, yaitu TK Pirriwee Public School, dan dipertemukan dalam suatu insiden yang melibatkan terkilirnya kaki Madeline serta acara ngobrol-ngobrol di cafe di tepi laut. Jane yang penuh rahasia, Madeline yang selalu bersemangat sedikit sinis tapi setia kawan, serta Caleste yang cantik tapi terlihat seperti selalu melamun dan gelisah, memang kombinasi yang tak biasa sebagai sahabat, tapi nyatanya memang mereka selalu bersama hingga akhir, saling setia dengan cara mereka masing-masing.

Pada hari orientasi sekolah, Ziggy, putra Jane, dituduh melakukan perisakan terhadap Amabella, putri dari Renata. Sejak saat itu gosip-gosip terus beredar yang makin lama berkembang menjadi gosip yang makin jahat hingga seseorang membayarnya dengan nyawa. 

Masa lalu Jane yang melibatkan ayah biologis Ziggy yang jahat membuatnya merasa khawatir apakah Ziggy mendapatkan karakter perisak dari ayahnya. Sementara itu Caleste yang cantik dan kaya dan seolah tanpa cela ternyata menyimpan masalah besar sendiri dalam kehidupan rumah tangganya. Itulah sebabnya mengapa ia terlihat begitu gamang dan selalu melamun. Sedangkan Madeline yang terlihat selalu siap membantu siapapun serta cekatan juga menyimpan derita dari sejarah perkawinan pertamanya.

Apakah benar Ziggy yang melakukan perisakan tersebut? Bagaimana perasaan Jane selama menghadapi gosip yang makin jahat tersebut? Bagaimana cara Madeline dan Caleste membantu Jane? Siapa yang meninggal? Kecelakaan atau pembunuhan kah? Dusta apa yang disimpan oleh Caleste? Siapakah ayah Ziggy yang sebenarnya?

Tidak ada kehidupan seseorang yang benar-benar sempurna, semua menyimpan kesedihannya masing-masing, terkadang malah berdusta dengan dirinya sendiri, dan berdusta pada publik. Waktu yang akhirnya menguak itu semua, dengan ujung cerita yang tak terduga. 

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

 

 

Buku yang saya baca kebetulan versi cover movienya. Menarik juga saat menyimak ekspresi muka para wanita yang ada di cover buku, ekspresi sedang bergosip. Buku ini tebal dengan halaman berjumlah 500 lebih, tapi karena jalan cerita dan cara bercerita Liane Moriarty yang segar serta menarik, rasanya menamatkan buku ini bukanlah suatu perkara yang susah. 

 

Tokoh dan Karakter

Tiga tokoh utama cerita yakni Madeline, Jane, dan Caleste adalah tokoh yang sangat berbeda satu sama lain baik dari segi latar belakang maupun karakter. Lalu ada Perry, Ed, Nathan, dan Tom, mereka para pria yang mendukung jalan cerita dari awal hingga akhir. Disusul tokoh-tokoh pelengkap seperti Bonnie, Abigail, Ziggy, dan lain-lain. Semua tokoh yang diciptakan Liane terasa begitu hidup dan memainkan perannya masing-masing di sepanjang alur.

Tentu saja karakter yang paling mengejutkan adalah Perry. Laki-laki kaya yang sakit jiwa. Saya tak akan banyak membahasnya di sini, khawatir jadi membocorkan isi buku. Teman-teman baca sendiri ya untuk tahu lebih banyak tentang Perry. Dan karakter setia pada tokoh Ed sering membuat saya merasa tersentuh. Ini buku tentang permainan karakter tokoh. Rasanya hampir semua tokoh menyimpan kejutan di akhir cerita.

 

Alur dan Latar

Saya teringat pada buku Sad Girls karangan Lang Leav yang juga menceritakan tentang topik dusta, buku Liane Moriarty yang ini juga punya topik yang sama tapi dengan sudut bahasan dan genre yang berbeda. Alur cerita di Dusta-dusta Kecil tidak sesederhana Sad Girls. Pada awal, pembaca akan diajak menikmati alur mundur, yang kemudian bertahap maju. Endingnya cantik, dan alur ceritanya rapih serta proporsional. Disana-sini ada rahasia yang tersimpan dalam kisah kehidupan Madeline, Jane, dan Caleste, yang secara bertahap dibuka satu-persatu hingga akhir bab. 

Baca juga "Review Buku Sad Girls - Lang Leav."

 

Tak banyak deskripsi latar yang ada dalam cerita, pusat latar ada di kota dimana TK Piriwee School berada. Tapi jangan ragukan deskripsi latarnya, Liane Moriarty jelas pandai dalam hal tersebut. Jika ada penulis yang mampu mengambil latar sederhana lalu mengemasnya dalam cerita hingga terasa luar biasa, maka Liane Moriarty adalah salah satu orangnya. Saya ingat, pernah menonton film yang berjudul Panic Room, latarnya hanya di satu rumah, tapi jalan ceritanya bisa begitu menegangkan. Nah, itulah yang saya rasakan ketika membaca buku ini. Di buku ini salah satu latar yang saya suka adalah cafe di tepi laut miliknya Tom.

Dindingnya yang tidak rata berwarna biru cerah, dengan rak buku kuno berisi buku-buku bekas. Lantai kayunya berkilau keemasan tertimpa cahaya pagi dan Jane menghirup aroma kopi, kue yang sedang dipanggang, laut, dan buku tua. Bagian depan kafe seluruhnya berupa kaca, dan kursinya ditata sedemikian rupa sehingga di mana pun kita duduk, kita akan tetap menghadap pantai, seakan kita duduk di sana untuk menyaksikan pertunjukan laut. 

Halaman 31

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Sejauh ini saya sudah membaca dua buah buku karangan Liane Moriarty, dan kedua-duanya selalu punya keunikan. Tak banyak penulis yang memiliki kemampuan dalam menulis novel yang cara menampilkan ceritanya bisa sedemikian spesial seperti Liane. Khusus untuk buku Dusta-Dusta Kecil saya sudah memberikan beberapa catatan, bagian mana saja yang saya anggap menarik serta unik.

 

Hampir di tiap awal bab selalu ada catatan kecil yang menunjukkan waktu kejadian. Misalnya pada bab 8, ada tulisan "Lima bulan sebelum malam kuis, lalu di bab 24, ada tulisan "Dua bulan sebelum malam kuis" begitupun bab-bab lainnya yang tulisan keterangan waktunya makin mendekati malam kuis. Sebagai pembaca tentu saya jadi makin penasaran dan sedikit tak sabar, "Ada apa sih dengan malam kuis?". Jika tidak terdapat tulisan seperti itu, maka Liane akan memulai babnya dengan suatu percakapan yang berunsur gosip. Membaca buku ini membuat saya jadi sedikit merasa seperti ikut bergosip :P.

 

Kalimat-kalimat dialog sudah ada sejak awal cerita. Ini sempat membuat saya bingung juga sih, karena seolah dipaksa masuk ke dalam alur cerita yang saya belum tahu jelas pangkal dan ujungnya. Tapi untungnya saya termasuk tipe pembaca yang penasaran, jadi saya teruskan saja membaca dan membaca hingga akhirnya paham. Oh, ternyata kalimat-kalimat dialog itu memang berhubungan dengan jalan cerita. Itu menggambarkan percakapan-percakapan yang terjadi di belakang layar. Gosip-gosip yang beredar. Biasanya akan berhubungan dengan topik yang sedang diceritakan di bab bersangkutan. Akhirnya karena sudah menemukan koneksi antara kalimat dialog dengan model narasi kisah di buku, saya malah kemudian menikmatinya, rasanya jadi lebih nyata. Ibu-ibu bergosip memang nyata terjadi kan ya di kehidupan yang asli.

 

Hal lain yang sangat memikat dari buku ini adalah gaya berceritanya yang penuh humor, padahal kalimatnya seolah tidak dimaksudkan untuk melucu. Satu kata dari saya untuk gaya penulisan Liane Moriarty, "luwes", itu dia!. Dia penulis lihai. Membaca buku Dusta-dusta Kecil seperti menyantap makanan lejat, yang setelah kita nikmati lantas kita merasa puas.

 

Meski dikemas dalam kalimat yang sederhana, nyatanya banyak bagian dari cerita yang membuat saya benar-benar tersentuh secara emosi. Salah satunya saat Madeline mendapati anak sulungnya yang bernama Abigail memutuskan untuk pindah ke rumah mantan suaminya, Nathan. Padahal Nathan di masa lalu telah tega meninggalkan Madeline membesarkan Abigail seorang diri. Saat Nathan pergi meninggalkan mereka, Abigail bahkan masih bayi.

Tapi tahu tidak? Dia tidak menebus dosanya. Sekarang dia punya Bonnie, yang lebih manis, lebih muda dan lebih cantik daripada aku. Dia punya anak perempuan baru yang bisa menulis semua huruf, dan sekarang dia punya Abigaol! Dia lolos dari hukuman. Dia sama sekali tidak menyesal."

Madeline kaget mendengar suaranya sendiri pecah. Ia pikir ia hanya marah, tapi sekarang ia sadar dirinya terluka. Abigail sudah pernah membuatnya marah. Anak itu membuatnya kecewa dan kesal. Tapi ini pertama kalinya Abigail menyakitinya. 

"Seharusnya dia paling sayang padaku," kata Madeline kekanakan, dan ia berusaha tertawa, sebab itu hanya gurauan, tapi ia memang serius mengatakan itu. "Kupikir dia paling sayang kepadaku!"

Ed meletakkan buku dan merangkul Madeline. "Kau mau aku membunuh si brengsek itu? Menabraknya? Aku bisa menjebak Bonnie sebagai pelakunya."

"Ya, tolong lakukan," kata Madeline di bahu Ed. "Pasti menyenangkan sekali."

Halaman 115

 

Kisah cinta Jane yang tak terduga juga memberikan kesan yang manis, menambah warna-warni pada jalan cerita. Ada satu kalimat yang saya suka pada buku ini. Sebuah quotes yang indah.

Orang-orang yang kita sayang tidak pernah pergi, mereka duduk di sebelah kita setiap hari." Halaman 495

 

Ah, cinta kok kalau makin sederhana makin dalam maknanya ya. Setidaknya begitulah yang terasa ketika menyimak bagian ini.

Tom tiba-tiba memegang lengan Jane. "Ya, Tuhan."

"Apa?" tanya Jane. Tom sedang menatap ke laut seakan sedang melihat sesuatu.

"Kurasa aku mendapatkan pesan," Ia memegang kening dengan jari. "Ya! Ya, benar. Dari Victor!"

"Victor?"

"Victor Berg, yang senang berjalan-jalan di tanjung ini!" kata Tom tak sabar. Ia menunjuk plakat dengan jarinya. "Vic, Sobat, ada apa?"

"Astaga, kau aneh," kata Jane ringan.

Tom menatap Jane. "Kata Vic, kalau aku tidak bergerak cepat dan mencium gadis ini, aku tolol sekali."

"Oh!" kata Jane. ...

Tapi Tom sudah menciumnya, satu tangan memegangi wajahnya, tangan yang satu lagi menyingkirkan sandwich dari pangkuan Jane dan meletakkannya di bangku di sebelahnya, dan ternyata benih itu sama sekali belum hancur, dan ciuman-ciuman pertama tidak selalu membutuhkan kegelapan dan alkohol. Ciuman pertama bisa terjadi di tempat terbuka, dengan udara dingin dan matahari hangat menerpa wajah, dan segala sesuatu di sekitar terasa begitu jujur serta nyata,...

Halaman 496

 

Siapa Liane Moriarty

Liane Moriarty adalah penulis asal Australia yang buku-bukunya sudah terjual lebih dari enam juta eksemplar di seluruh dunia dan diterjemahkan ke dalam 39 bahasa. Buku lainnya yg berjudul The Husband's Secret juga mendapat predikat #1 New York Times Bestseller, bahkan #1 UK Bestseller.

Keenam buku yang dikarang Liane Morarty juga mendapatkan predikat international best-selling novel. Keenam buku tersebut adalah Three Wishes, The Last Anniversary, What Alice Forgot, The Hypnotist's Love Story, The Husband's Secret, dan Big Little Lies. Dua judul terakhir bahkan merupakan 1 New York Times Bestsellers. Buku The Husband's Secret diangkat menjadi film dan Big Little Lies menjadi film seri HBO dengan Nicole Kidman dan Reese Witherspoon sebagai bintangnya.

Ide cerita pada buku Big Little Lies Liane dapatkan dari sebuah wawancara yang ia dengar di radio tentang seorang wanita yang orangtuanya mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Karena topiknya yang cukup sensitif ini, Big Little Lies mendapatkan cukup banyak kritik dan perhatian saat diterbitkan. Isu rumah tangga dan kemampuan Liane dalam mengemas gaya berceritanya dalam humor yang seimbang adalah salah satu sebab buku ini menjadi sangat sukses. Goodreads mencatat banyak pujian pada review bukunya. Poin 4,27 tentu bukan sembarang pencapaian yang bisa diperoleh oleh penulis dan karyanya.

 

Berikut adalah buku-buku karya Liane Moriarty lainnya :

Dewasa

  • Three Wishes (2004)
  • The Last Anniversary (2006)
  • What Alice Forgot (2010)
  • The Hypnotist's Love Story (2011)
  • The Husband's Secret (2013)
  • Big Little Lies (2014)
  • Truly Madly Guilty (2016)

Anak-anak

  • The Petrifying Problem with Princess Petronella (2009)
  • The Shocking Trouble on the Planet of Shobble (2009)
  • The Wicked War on the Planet of Whimsy (2010)

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan pada pembaca usia dewasa yang menyukai novel tebal dengan gaya bahasa yang luwes, humoris, dan ringan, bertopik misteri dalam kehidupan sehari-hari, konflik rumah tangga, isu kekerasan, gosip-gosip jahat, dengan penutup yang bahagia, berbalut kisah cinta yang manis dan sederhana. Jika teman-teman mencari buku dengan anti klimaks yang tak terduga, silakan untuk mencoba membaca buku ini. Terjemahannya juga bagus, sehingga kita sebagai pembaca bisa menikmati jalan cerita dengan baik.

 

Catatan : Pembaca usia 17+. Tidak ada konten erotis. Terdapat adegan kekerasan.

 

 

0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh

Sponsored Post, Job Review, Special Request, Postingan Lomba

Review Buku The Language of Thorns -Midn…

30-11-2017 Hits:160 Features Dipi - avatar Dipi

Judul : The Language of Thorns Midnight Tales and Dangerous Magic Penulis : Leigh Bardugo Ilustrator : Sara Kipin Jenis Buku : Non Fiksi - Dongeng Penerbit : Imprint        Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman : ...

Read more

Review Buku Unfuck Yourself - Gary John …

29-11-2017 Hits:313 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : Unfuck Yourself Get Out of Your Head and Into Your Life Penulis : Gary John Bishop Jenis Buku : Non Fiksi - Pengembangan Diri Penerbit : HarperOne Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman :  224 halaman Dimensi...

Read more

Review Buku The Girl Who Takes an Eye fo…

23-11-2017 Hits:314 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Girl Who Takes an Eye for an Eye Penulis : David Lagercrantz Jenis Buku : Novel Penerbit : Quercus Publishing Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman :  368 halaman Dimensi Buku : 15.50 x 23.50 x...

Read more

Review Buku

Review Buku Alang - Desi Puspitasari

07-12-2017 Hits:56 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Alang Penulis : Desi Puspitasari Jenis Buku : Novel Penerbit : Republika Tahun Terbit : Juli 2016 Jumlah Halaman : 289 halaman Dimensi Buku : 135 mm x 205 mm Harga : Rp. 55.000   Sekelumit Tentang Isi Alang sangat mencintai dunia...

Read more

Review Buku Sirkus Pohon - Andrea Hirata

07-12-2017 Hits:50 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Sirkus Pohon Penulis : Andrea Hirata Jenis Buku : Novel Penerbit : Bentang Tahun Terbit : Cetakan Pertama Agustus 2017 Jumlah Halaman :  410 halaman Dimensi Buku : 20,5 cm Harga : Rp. 87.000    Winner General Fiction New York...

Read more

Review Buku Satu Pembohong (One of Us is…

10-11-2017 Hits:584 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Satu Pembohong Judul Asli : One of Us is Lying Penulis : Karen McManus Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman : 408 halaman Dimensi Buku : 20 cm Harga :...

Read more

Cerita Dipidiff

J.CO Jatinangor Town Square : Duduk Menu…

11-10-2017 Hits:613 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Book blogger juga manusia, yang terkadang tidak ada ide menulis, hilang fokus, pikiran lelah, serta kurang nafsu makan (padahal tadi sarapan sebakul 😅). Teman-teman pernah merasakan keadaan yang seperti itu...

Read more

Giggle Box Jatinangor - Alternatif Tempa…

11-10-2017 Hits:615 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Dulu sekali, tahun lalu tepatnya, saya pernah menulis tentang J.Co di Jatos. Waktu itu saya sedang hamil moonlight dan saat berkunjung ke sana saya cukup antusias untuk datang kembali mengingat...

Read more

Sudut Buku di Transmart Carrefour Cipadu…

08-10-2017 Hits:703 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Mungkin tidak semua orang seperti saya, yang setiap berkunjung ke mall atau supermarket pasti langsung mencari book corner. Tentu saya paling bahagia kalau di sana ada toko bukunya. Tapi jika...

Read more