Translate - Language

id Indonesian zh-CN Chinese (Simplified) nl Dutch en English tl Filipino fr French de German it Italian ja Japanese ko Korean ms Malay th Thai

Membuat Batik Kepret Motif Lingkaran dan Ornamen Daun

Published: Tuesday, 20 February 2018 Written by Dipi

http://www.iredil.com.br/anthem/[TRANSLITN]-415.html

 

Mana yang pecinta batik hayooo tunjuk tangan? 😁🙌. Kalo teman-teman suka banget sama kain tradisional ini berarti kita sama. Bukan cuma motif dan warnanya saja yang bikin jatuh hati, tapi nilai budayanya buat kita juga sangat tinggi. Kalo sudah nyimak buku batik, rasanya ini mulut mau menganga saking takjubnya, tiap motif ada makna dan ada cerita. Tapi, tinggalkan dulu topik itu karena di postingan kali ini saya mau cerita tentang hal yang lain, yakni tentang batik kepret yang beberapa minggu lalu saya buat bersama teman-teman.

Batik kepret katanya sih jenis batik modern. Teknik batik ini ditemukan dan dikembangkan oleh Pak Yahya yang punya pemikiran "gimana caranya bisa menciptakan motif batik tapi dengan cara yg lebih sederhana tanpa canting". Akhirnya memang kita jadi menggunakan sapu lidi dan bukannya canting, yang notabene lebih sederhana, mudah didapat, dan murah biaya. Iiiih seneng deh sama yang berbiaya ekonomis, asyikk... 🙌😁.

 

Maka pada suatu pagi yang cerah di musim penghujan itu, datanglah Ibu Akih dan Ibu Neneng ke rumah saya untuk membatik bersama. Urusan membatik kepret sih sudah jadi makanan sehari-hari Bu Akih. Medsosnya rame sama foto-foto aktivitasnya membatik berikut hasil batikan kepretnya. Mantap jiwa 🙌. Bu Neneng sendiri lebih mendalami teknik shibori, ikat dan jumput kain. Tapi batik kepret pun beliau bisa membuatnya.

 

Kami punya satu kain mori polos warna putih berukuran 2 m untuk digarap hari itu. Alat-alat sudah saya siapkan, antara lain kompor portabel, wajan, sapu lidi, dan kuas. Jadi Bu Akih dan Bu Neneng tinggal fokus bawa kain, pewarna, malam, dan beberapa bahan lainnya. Setelah ngeteh dan ngemil sebentar kami langsung terjun mengerjakan batik.

 

Untuk membuat pola pada kain, Bu Akih membawa obat nyamuk jadul yang melingkar-lingkar itu. Lalu saya dan Bu Neneng dengan agresif memotel-motelin daun nangka mini yang ada di halaman untuk pola tambahan 😅😅. Senangnya membatik kepret ya gitu, bebas bereskperimen. Begitu malam mencair mulailah malam dikepret-kepretkan ke kain dengan bantuan sapu lidi. Prosesnya bikin lengan dan pinggang lumayan pegal.

 

Picture : lagi asyik mengepret-ngepretkan malam

 

Beres dikepret kain lalu diwarnai lalu dilapisi penguat warna. Bebas sih mau diwarnai model seperti apa. Bisa seperti lapisan pelangi, atau bulat-bulat, atau acak corak. Pada batik kepret tidak ada pakem tertentu. Makanya batik ini dirasa cocok banget buat yang gemar berkreasi, senang petualangan, suka kejutan, dan hobi selfie. Poin terakhir jelas mengacu pada diri saya sendiri yang mabuk dokumentasi pribadi di tengah sibuknya ngebatik 😅😅. Ampuuuuun!.

Picture : mewarnai batik

 

Nah, sampe sini proses batik dihentikan dulu. Soalnya kita harus menunggu sampe kain kering. Lamanya tergantung cuaca juga. Untuk proses selanjutnya saya kerjakan sendiri tanpa dua partner dan guru tercinta. Ah, easy lah ya. Toh kita tinggal melorod kain kok. Enjoynya sama, tapi ngelorod batik cukup sendirian saja. Kalo bertiga nanti malah rebutan 😅.

 

Kain saya kering sempurna di hari kedua. Jadi saya siapkan air mendidih yang di dalamnya telah dilarutkan soda abu. Matikan api kompornya lalu masukkan kain dan aduk-aduk 5-10 menit. Berikutnya kain tinggal dikucek-kucek bolak-balik hingga semua malam lepas. Awalnya warna pada kain luntur begitu, tapi setelah bilasan ketiga tampak kain sudah tidak ada lunturan warna lagi. Kalau sudah sampai pada tahap ini, kain tinggal direndam dalam deterjen yang ada pelembutnya sebentar. Bilas lagi lalu keringkan kain batiknya.

Picture : Proses melorod kain batik kepret, dijemur, hingga eksis jadi seprei kasur ruang mainnya Moonlight

 

Cukup satu hari saja untuk mengeringkan kain. Matahari lagi bersinar sangat cerah soalnya. Sorenya saya sudah asyik menyetrika kain batik, dan keesokan paginya kain batik itu sudah rapi menghias ruang main Moonlight, sama saya dijadikan seprei 😂😘😘.

 

Dari pembuatan batik ini ada beberapa poin yang menjadi catatan saya.

  • Menurut saya, motif lingkaran dari cetakan obat nyamuknya signifikan terlihat, tapi untuk motif daun memang kurang muncul. Analisis yang paling masuk akal sih itu disebabkan oleh kurang rapatnya kepretan malam di area yang ada daunnya.
  • Proses pelorodan juga rada kelamaan dan kain sempat direbus di kompor berapi kecil. Warna jadi makin banyak yang hilang.
  • Lalu, saat mewarnai, meskipun kita murni bereksperimen pada motif batik yang dibuat, tapi harus tetap ada kesamaan pola warna agar ketika batiknya selesai dibuat, tak tampak bagian warna yang nyeleneh sendiri. Atau sekalian saja acak coraknya sehingga motif jadi ramai warnanya.

Senang sekali bisa ngebatik lagi setelah sekian lama vakum. Next time saya mau coba buat batik kepret yang motif dan warnanya beda. Kebetulan sudah ada yang ngorder kain seprei batik kepret juga. Jadi pas banget untuk bikin batik lagi secepatnya. Alhamdulillah. 😘😘.

Terimakasih ya teman-teman sudah menyimak postingan ini 😊. Yuk kita ngebatik bareng 😘.

 

0
0
0
s2sdefault

Sponsored Post, Job Review, Special Request, Postingan Lomba

Review Buku The Productivity Project - C…

01-04-2018 Hits:668 Features Dipi - avatar Dipi

Judul : The Productivity Project – Accomplishing More by Managing Your Time, Attention, and Energy Penulis : Chris Bailey Jenis Buku : Non Fiksi – Self Improvement Penerbit : Crown Business Tahun Terbit : Agustus 2017 Jumlah...

Read more

Review Buku The Silent Corner - Dean Koo…

30-03-2018 Hits:708 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Silent Corner Penulis : Dean Koontz Jenis Buku : Novel Suspense Penerbit : Random House Tahun Terbit : Oktober 2017 Jumlah Halaman :  576 halaman Harga : Rp. 143.000 ISBN : 978-0-345-54679-1 Mass Market Paperbound Edisi Bahasa Inggris New York...

Read more

Review Buku Magnus Chase and The Sword o…

29-03-2018 Hits:763 Features Dipi - avatar Dipi

Judul : Magnus Chase and The God of Asgard - The Sword of Summer Penulis : Rick Riordan Jenis Buku : Novel Fantasy Penerbit : Disney Book Group Tahun Terbit : 2015 Jumlah Halaman :  499 halaman Dimensi Buku...

Read more

Review Buku

Review Buku Into The Water - Paula Hawki…

06-04-2018 Hits:419 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Into The Water Penulis : Paula Hawkins Jenis Buku : Novel Suspense Penerbit : Noura Books Publishing Tahun Terbit : September 2017 Jumlah Halaman :  480 halaman Harga : Rp. 89.000 ISBN : 9786023853366 Edisi Terjemahan Penulis Terlaris #1 New...

Read more

Review Buku Gentayangan - Intan Paramadh…

29-03-2018 Hits:794 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Gentayangan Penulis : Intan Paramadhita Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Oktober 2017 Jumlah Halaman :  512 halaman Harga : Rp. 125.000 ISBN : 978-602-03-7772-8 Edisi Soft Cover Karya sastra bidang prosa terbaik pilihan...

Read more

Review Buku The Girl Who Drank the Moon …

20-03-2018 Hits:1000 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : The Girl Who Drank The Moon Penulis : Kelly Barnhill  Jenis Buku : Novel Fantasi Penerbit : Bhuana Ilmu Populer Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman :  420 halaman Harga : Rp. 115.000 ISBN : 978-602-394-731-7 Edisi...

Read more

Cerita Dipidiff

Bubur Kacang Ijo untuk Moonlight

10-03-2018 Hits:1393 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Usia Moonlight sudah 12 bulan sekarang. Sebagai emak-emak pada umumnya, hati saya pun gembira sekali melihat perkembangan anak. Moonlight sudah cukup lancar jalannya, dia sehat, aktif bermain, makannya bagus, dan...

Read more

Batik Kepret Motif Bunga dan Lingkaran

08-03-2018 Hits:1555 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Sudah hampir satu bulan kayaknya sejak terakhir membatik. Kok rindu ya 😅. Kain mori sudah ready, malam dan pewarna juga masih cukup untuk satu batik lagi. Jadi kayaknya kondisi sudah...

Read more

Membuat Shibori

27-02-2018 Hits:2030 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Me time ya shibori time 😁🙌, pasti begitu kata para pecinta shibori. Teman-teman sudah pernah dengarkah tentang shibori? Jujur saja usia saya tahun ini 37, dan saya baru saja mendengar...

Read more