Translate - Language

id Indonesian zh-CN Chinese (Simplified) nl Dutch en English tl Filipino fr French de German it Italian ja Japanese ko Korean ms Malay th Thai

Review Film Inferno

"There is a switch. If you throw it, half the people on earth will die, but if you don't, in 100 years, the human race will be extinct. You are humanity's final hope" - Bertrand Zobrist.

 

Kalimat yang diucapkan oleh Zobrist, seorang jutawan yang percaya bahwa bumi sedang dalam ancaman kepunahan karena populasi manusia yang sudah melebihi kapasitas sumber kehidupan, merupakan awal dimana cerita dalam film ini dimulai. Zobrist bukan cuma kaya tapi juga memiliki banyak pengikut yang mempercayai teori psikopatnya tersebut. Melalui sebuah video youtube Zobrist menyebarluaskan teorinya ini, ia benar-benar seorang megalomaniak. Sebuah bom berisi virus yang dapat menjadi wabah dunia dan membunuh lebih dari setengah populasi manusia telah disimpan Zobrist di sebuah tempat dan akan meledak pada waktu yang telah ditentukan. Apakah Zobrist sudah meledakkannya? Tentu saja belum. Zobrist sendiri meninggal dalam suatu aksi kejar-kejaran dengan pihak yang menginginkan kepemilikian bom tersebut untuk kepentingan pribadinya. Kematian Zobrist meninggalkan teka-teki tempat persembunyian bom yang sangat rumit, cuma Professor Robert Langdon lah yang mampu untuk memecahkannya.

 

 

Sutradara : Ron Howard

Produser : Brian Grazer, Michael De Luca, dan Adrea Giannetti

Penulis : David Koepp

Pemeran : Tom Hanks (Professor Robert Langdon) , Felicity Jones (Dr. Sienna Brooks), Omar Sy (Christopher Bouchard) , Ben Foster (Bertrand Zobrist), Irrfan Khan (Harry Sims - The Provost), Sidse Babett Knudsen (Elizabeth Sinskey)

Musik : Hans Zimmer

Distributor : Columbia Pictures

Difilmkan dari Buku INFERNO karya Dan Brown

 

Buku keempat dari pengarang Dan Brown akhirnya resmi diputar versi filmnya di bioskop-bioskop Indonesia. Buku pertama Dan Brown yang berjudul Da Vinci Code, dan buku kedua, Angles & Demons sukses meledak di pasaran, kali ini buku keempat yang berjudul Inferno kembali dilirik studio. Buku ketiga yang berjudul The Lost Symbol rupanya tidak difilmkan karena studio menilai ada kesamaan dengan National Treasure dalam alur ceritanya.

 

Inferno, bercerita tentang aksi penyelamatan dunia dari ancaman wabah virus yang disiapkan oleh Zobrist (diperankan oleh Ben Foster). Kalau kalian pernah menonton The Da Vinci Code dan Angels & Demons, kalian kurang lebih pasti bisa menebak seperti apa alur ceritanya, sekalipun demikian tetap saja Inferno adalah film yang menarik untuk ditonton karena keapikan dan kecerdasan penyusunan detail plot film yang melibatkan teka-teki rumit karya Dante Alghieri dan karya-karya seni bersejarah lainnya. Baik buku maupun filmnya memang tidak menyuguhkan alur dan action sebagai kekuatan utama, namun kepelikkan dalam pemecahan teka-teki simbol serta setting film yang indah lah yang ditonjolkan mereka. Untungnya screenwriten David Koepp bisa mengambil unsur-unsur inti dari buku Inferno - Dan Brown, sehingga meskipun banyak plot dalam buku tidak dapat dituangkan dalam film, namun film Inferno tidak kehilangan esensi cerita.

 

Beberapa kritikus menyampaikan bahwa versi buku dan versi filmnya cukup jauh berbeda, buku Inferno mengedepankan horor akibat wabah yang melanda dunia sedangkan film Inferno malah menonjolkan kisah asmara antara Langdon dan Elizabeth. Tidak ada pakem yang menyebutkan buku dan film harus sama tentunya, pada kasus Inferno pilihan jatuh pada tambahan nuansa romantis mungkin disebabkan oleh upaya untuk menambah nilai soul pada film sehingga tidak melulu berisi aksi berdarah dan horor semata (yang mana ini justru disukai penonton film thriller mania dan horor follower).

   

Professor Langdon masih diperankan oleh Tom Hanks, dengan kualitas aktingnya yang luar biasa, menjadi unsur penguat dalam film. Meskipun ada kritikus film yang berpendapat kalau Tom Hanks sudah teralu tua untuk memerankan Prof. Langdon, saya secara pribadi senang tokoh Langdon tetap diperankan oleh Hanks. Tom Hanks telah memerankan tokoh Langdon sejak The Da Vinci Code dan Angles & Demon, sehingga begitu terpatri dalam benak saya bahwa Langdon dan Hanks adalah satu kesatuan. Pergantian aktor akan mengubah rasa film secara keseluruhan. Hanya saja memang dari plot film tampaknya fisik Hanks sudah tak semuda dalam penggambaran di buku, sepertinya studio harus bekerja keras di naskah sehingga alur masih tampak sesuai untuk tokoh utama setua Hanks.

 

Film ini juga didukung oleh aktor-aktor kawakan lainnya, seperti Felicity Jones si cantik gigi kelinci yang bermain dalam The Amazing Spiderman 2, Irrfan Khan yang bermain dalam Jurassic World, Omar Sy yang berperan dalam X-Man Days of Future Past, Ben Foster yang bermain dalam X-Man The Last Stand, dan Sidse Babett Knudsen yang juga bermain dalam film A Hollogram for The King. Dalam arahan direktor Ron Howard pemenang sutradara terbaik di Academy Award, film Inferno diolah menjadi suatu film yang sangat layak untuk ditonton penggemar film thriller, action, dan petualangan.

 

Professor Langdon kali ini tidak beruntung karena terbangun di rumah sakit Florence di Italia dalam keadaan hilang ingatan. Dr. Sienna Brooks membantu Langdon kabur dari kejaran wanita berseragam polisi dan menyembunyikan diri di apartemennya. Disinilah Langdon menemukan sebuah tabung kecil dalam pakaiannya yang ternyata berisi petunjuk pertama lokasi bom virus yang disiapkan oleh Zobrist untuk memusnahkan sebagian populasi manusia di bumi. Sebuah gambar Peta Neraka karya Sandro Botticelli, yang sebenarnya adalah penggambaran neraka bagi para pendosa kehidupan, tampaknya telah diubah sedikit sehingga tidak sesuai dengan karya aslinya. Petunjuk-petunjuk selanjutnya membawa mereka ke berbagai tempat mulai dari Italia sampai Turki. Serangkaian setting museum yang indah, taman berpintu rahasia, bahkan kubah masjid disuguhkan dalam film membuat penonton dimanjakan secara visual artistik.

  

Sementara itu pengejaran terhadap Langdon terus berlangsung, baik oleh pihak musuh maupun Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang bermaksud mencegah penyebaran wabah virus ciptaan Zobrist. Perusahaan intel swasta dibawah pimpinan the Provost, akhirnya bergabung dengan WHO dan Prof. Langdon dalam menemukan lokasi bom dan mencegah peledakannya. Sementara itu pengkhianatan dari orang terdekat justru membayangi alur film sampai akhir. 

 

Musik latar pada film Inferno ditangani oleh produser dan komposer film kenamaan asal Jerman, Hans Zimmer, yang sebelum ini telah mengkomposisi banyak film ternama, sebut saja The Lion King, Gladiator, The Last Samurai, The Dark Night, 12 Years of Slave, dan film-film lainnya. Saya teringat sekali betapa banyak adegan pada film Gladiator yang begitu berkesan salah satunya bukan hanya karena didukung oleh aktor hebat namun juga oleh musik latar yang sangat cocok dengan adegan yang sedang berlangsung. Zimmer meraih banyak penghargaan maupun nominator dalam Academy Awards, Golden Globe Awards, Grammy Awards, dan Satellite Awards. Jadi, tidak ada keraguan bagi Zimmer dalam mengkomposisi musik latar untuk Inferno dan ini terbukti dari berbagai review film Inferno dalam dan luar negeri, hampir tidak ada kritik yang ditujukan pada kualitas musik latarnya. 

 

Inferno banyak berisi adegan action yang tidak layak ditonton oleh usia anak-anak. Kategori film ini memang lebih tepat di usia remaja dan dewasa. Adegan action tidak disajikan secara vulgar, tidak ada darah yang berceceran atau kepala tertembus peluru yang jelas tampak dalam film. Adegan romantis Prof. Langdon bersama Elizabeth juga dikemas dalam adegan drama biasa, kecuali pada scene yang menceritakan hubungan khusus antara Brooks dan Zobrist di awal film. Bagaimana pun juga lebih bijak jika menonton film sesuai umur.

 

Ending film Inferno semacam antiklimaks yang cantik dan menyenangkan dimana kebenaran menang melawan kejahatan, membuat banyak penonton bernapas lega dan puas. Ada satu kalimat yang dikeluarkan oleh Robert Langdon yang menjadi populer sebagai quote film Inferno yakni "The greatest sins in human history were committed in the name of love", yang artinya "Dosa terbesar dalam sejarah umat manusia dilakukan atas nama cinta", tepat sekali bukan? Memang cinta bisa menjadi alasan hidup yang mulia namun di sisi lain banyak kejahatan yang terjadi karena cinta yang salah kaprah. Film ini menyimpan moral tersendiri bagi penontonnya, tentu saja berupa pesan kemanusiaan dan pelestarian alam.

  

Inferno usai sudah, mari kita tunggu peluncuran buku terbarunya Dan Brown  yang berjudul "Origin" bulan September 2017. Masih lama sekali untuk kita bisa kembali menikmati karya Dan Brown, dan jauh lebih lama lagi untuk bisa menikmati filmnya. 

 

0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh

Sponsored Post, Job Review, Special Request, Postingan Lomba

Kenangan Dongeng Tempo Dulu - Indonesia …

18-11-2017 Hits:92 Features Dipi - avatar Dipi

  Halo teman-teman, apa kabar semuanya? Semoga pada sehat wal afiat ya. Yang mau kerja besok, hari ini bersantai dulu lah sejenak, mengumpulkan energi buat seminggu, biar semangatnya membara dan mudah-mudahan...

Read more

Review Buku The Sun and Her Flowers - Ru…

15-11-2017 Hits:125 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Sun and Her Flowers Penulis : Rupi Kaur Jenis Buku : Puisi Penerbit : Andrews McMeel Publishing   Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman : 256 halaman Dimensi Buku : 19.56 x 12.45 x 2.03 CM Harga : Rp...

Read more

Review Buku The Four Tendencies - Gretch…

02-11-2017 Hits:231 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Four Tendencies The Indispensable Personality Profiles That Reveal How to Make Your Life Better (and Other People's Better, too) Penulis : Gretchen Rubin Jenis Buku : Non Fiksi - Humaniora Penerbit...

Read more

Review Buku

Review Buku Satu Pembohong (One of Us is…

10-11-2017 Hits:275 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Satu Pembohong Judul Asli : One of Us is Lying Penulis : Karen McManus Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman : 408 halaman Dimensi Buku : 20 cm Harga :...

Read more

Review Buku Rahasia Sang Suami (The Husb…

13-10-2017 Hits:394 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Rahasia Sang Suami Judul Asli : The Husband's Secret Penulis : Liane Moriarty Jenis Buku : Fiksi - Novel Terjemahan Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2016 Jumlah Halaman : 496 halaman Dimensi...

Read more

Review Buku Sihir Perempuan - Intan Para…

05-10-2017 Hits:470 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Sihir Perempuan Penulis : Intan Paramaditha Jenis Buku : Kumpulan Cerpen Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : April 2017 (Pernah diterbitkan oleh Kata Kita pada 2005) Jumlah Halaman : 366 halaman Harga...

Read more

Cerita Dipidiff

J.CO Jatinangor Town Square : Duduk Menu…

11-10-2017 Hits:370 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Book blogger juga manusia, yang terkadang tidak ada ide menulis, hilang fokus, pikiran lelah, serta kurang nafsu makan (padahal tadi sarapan sebakul 😅). Teman-teman pernah merasakan keadaan yang seperti itu...

Read more

Giggle Box Jatinangor - Alternatif Tempa…

11-10-2017 Hits:394 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Dulu sekali, tahun lalu tepatnya, saya pernah menulis tentang J.Co di Jatos. Waktu itu saya sedang hamil moonlight dan saat berkunjung ke sana saya cukup antusias untuk datang kembali mengingat...

Read more

Sudut Buku di Transmart Carrefour Cipadu…

08-10-2017 Hits:454 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Mungkin tidak semua orang seperti saya, yang setiap berkunjung ke mall atau supermarket pasti langsung mencari book corner. Tentu saya paling bahagia kalau di sana ada toko bukunya. Tapi jika...

Read more