Sponspored Post, Job Review, Postingan Lomba, Special Request

Periplus Setiabudhi Bandung Bookstore

20-07-2017 Hits:69 Features Dipi - avatar Dipi

TEMPAT BELANJA BUKU IMPOR YANG MURAH, LENGKAP, DAN TERPERCAYA REQUEST POST   Teman-teman pernah dengar kalimat bijak, "Buku adalah jendela ilmu,"? Pasti pernah. Kalo yang ini pernah dengar ga?, "Membaca buku adalah obat...

Read more

Review Tas Busur, Sederhana dan Elegan

04-07-2017 Hits:136 Features Super User - avatar Super User

Tulisan ini disponsori oleh Vieneth Archery Store   Saya mulai bingung begitu mau pergi panahan. Apa pasal? Yaaa apalagi kalau bukan mau pakai apa bawa archery gearnya supaya nyaman ditenteng, digembol, digiwing...

Read more

Review Buku When The Moon is Low - Nadia…

29-06-2017 Hits:117 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : When The Moon is Low Penulis : Nadia Hashimi Penerbit : William Morrow Tahun Terbit 2015 Edisi Bahasa Inggris Jumlah Halaman 400 Harga Rp. 113.000 Dimensi :4,2 x 1 x 6,8 inci Berat : 0,44 kg Internationally Bestselling...

Read more

Cerita Dipidiff

Lodaya Range Archery

13-07-2017 Hits:175 Cerita Dipi - avatar Dipi

TEMPAT LATIHAN PANAHAN YANG NYAMAN BERSAMA PARA PELATIH YANG MURAH SENYUMAN   Setiap orang tentu punya olahraga pilihannya ya. Ada yang suka senam aerobik, zumba, tenis meja, golf, renang, dan masih banyak...

Read more

Warawiri dengan Angkot, Bis Damri, dan O…

13-07-2017 Hits:69 Cerita Dipi - avatar Dipi

  "Even though you are growing up, You should never stop having fun" - Nina Dobrev -   Boleh jadi waktu Nina Dobrev, artis berkebangsaan Kanada yang cantik itu, mengucapkan kalimat yang jadi quotes...

Read more

Cerita Kehamilan Trimester Kedua

09-06-2017 Hits:187 Cerita Dipi - avatar Dipi

    "Terimakasih Tuhan, kami (saya dan bayi di perut) sudah berhasil melewati trimester kedua kehamilan."   Penuh syukur rasanya mengingat tiap episode kehamilan. Cerita kehamilan tiap bumil memang berbeda. Kehamilan saya sendiri terhitung...

Read more

Periplus Setiabudhi Bandung Bookstore

Published: Thursday, 20 July 2017 Written by Dipi
0
0
0
s2sdefault

TEMPAT BELANJA BUKU IMPOR YANG MURAH, LENGKAP, DAN TERPERCAYA

REQUEST POST

 

Teman-teman pernah dengar kalimat bijak, "Buku adalah jendela ilmu,"? Pasti pernah. Kalo yang ini pernah dengar ga?, "Membaca buku adalah obat bagi si dungu". Pasti ngga, soalnya itu kalimat karangan saya sendiri 😂. Siapa ya yang dungu? Yah dalam hal ini saya mengacu pada diri sendiri tentunya, tanpa bermaksud menjelek-jelekkan diri juga tapinya. Soalnya, makin banyak membaca memang terasa sekali makin banyak yang saya tidak taunya. Oleh karena itu, kalau ada yang tanya kenapa sih saya hobinya baca buku? Jawabannya adalah karena "si dungu" ingin "membuka jendela ilmu", biar meskipun sedikit tapi ada wawasan lah, supaya saya bisa "menua dengan elegan" sesuai harapan #tjakep 😁.

 

Karena hobi baca buku, akhirnya saya cukup akrab mengunjungi beberapa toko buku yang menurut saya "yahud". Biasanya diskonnya banyak dan sering, bukunya beragam, serta pelayanannya baik. Tapi, sejujurnya, alangkah sedikitnya pilihan toko buku di Bandung jika ingin membeli buku-buku impor yang belum diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Ssssttt... Bahasa Inggris saya ga begitu bagus kok, ini karena nekad aja 😁.

 

Nah, takdir membawa saya ke Periplus Setiabudhi Bandung Bookstore, bertahun-tahun yang lalu tepatnya, saya telah menjadi pelanggan mereka. Meski saya adalah pelanggan lama, saya sebenarnya belum pernah ke toko mereka sama sekali. Pembelian buku selalu dilakukan lewat telepon atau online. Hingga beberapa waktu lalu, beruntung sekali saya akhirnya bisa berkunjung ke sana. 

 

Siang yang terik waktu saya tiba di Periplus, pas banget karena begitu masuk toko hawanya langsung adem. Tampak jelas spot Periplus yang luasnya kurang lebih 140 m persegi, berada di lantai satu Supermarket Setiabudhi, karena kaca tokonya yang tembus pandang membuat buku-buku terekspos jelas seperti ikan dalam akuarium. Mayoritas warna-warna display toko yang merah cerah membuat pikiran saya melantur sejenak, "Ini lagi imlek ya?". Tapi setelah diingat-ingat ini bulan Syawal, pikiran pun kembali fokus pada buku-buku bagus yang dipajang di rak-rak toko. Wuiihhh... Air liur mulai menetes ketika  melihat buku-buku bagus segitu banyaknya. Nah, ini baru pantes disebut toko buku nomor satu. 

 

Picture : Dimana-mana meriah dengan buku-buku diskon

 

Kalau teman-teman ke toko buku apa sih yang paling bikin antusias? Kalau saya sih diskonnya 😂. Kalau ada diskon rasanya seru gimana gitu ya. Nah, di Periplus Setiabudhi ternyata banyak banget buku-buku yang didiskon. Pantesan kalau saya lagi beli via chat whatsapp pasti pihak toko nawarin saya buat datang langsung ke lokasi, katanya sih biar leluasa pilih buku-buku diskonnya, dan itu ternyata benar.

 

Hari ini aja ada buku yang sampai didiskon 80%, wow buku apakah itu? Pasti buku-buku lama yang ga menarik. Umumnya kita nyangkanya gitu kan ya. Tapi voila! Saya dapat buku diskon murah pisan, buku Stephen Hunter yang cuma dibandrol Rp.52rb lalu didiskon lagi 30% jadi hanya Rp.35rb, harga aslinya Rp.148rb . What a bookstore 😘😘.

 

Puas berkubang dalam tumpukan buku diskon, saya mulai keliling-keliling di rak-rak yang lain. Ala emak emak norak gitulah gayanya, tiap nemu buku bagus dikit aja langsung teriak kegirangan, atau kalau ngga saya berdecak-decak kagum. Ckkk ckkk ckkk... duh kenapa malah jadi mirip suara cicak. Ah biar saja ya, itu bagian dari ekspresi senang kok 😂. Di rak buku anak-anak cover buku-bukunya ramai sekali, full colors dan ada beberapa buku yang edisi khusus kayak ada musiknya gitu. Bisa bunyi kalau dipencet-pencet. Moonlight senang sekali merhatiin buku ini.

 

Geser dikit ada buku-buku self motivation, buku-bukunya kekinian dengan disain cover yang ringkes ala cover buku luar negeri. Novel-novelnya juga lengkap, mulai dari yang horor, romantis, serius, fiksi, fantasi, kisah nyata, teenlit, chicklit, swuiittt swuuiiiiitttt lah pokoknya. Ada ga sih buku-buku edisi bahasa Indonesia? Oh ternyata ada teman-teman. Tapi jumlahnya tidak banyak, maklum Periplus itu distributor besar buku-buku impor original jadi mereka tidak terfokus pada buku-buku Indonesia.

 

Harga-harga buku di sana bervariasi, paling murah Rp.10rb dan ada juga yang harganya cukup mahal mencapai Rp. 2.200.000. Buku-buku bestseller fiksi maupun non fiksi banyak pilihannya di sini. Contohnya buku Harry Potter Cursed Child itu loh, itu sudah dari tahun lalu open order di toko ini. Waktu launchingnya bahkan ada spesial eventnya dimana krew toko semua pake kostum ala Harry Potter. Seru ya 😁.

 

Picture : Tim Periplus Setiabudhi ramah-ramah ya

 

Mungkin akibat heboh dan banyak tanya ini itu akhirnya di toko saya didampingi langsung oleh manajernya yang dengan sabar melayani permintaan dan pertanyaan saya dengan baik. Semua staff toko Periplus Setiabudhi juga ramah dan siap membantu pengunjung toko yang hari ini tampak cukup ramai. Endingnya tentu saja kunjungan ini diakhiri dengan foto bersama 😁. 

 

Picture : Buku Play & Sound yang ada alat musiknya. Harga Rp.185rb

 

Picture : Buku anak sekaligus ada alat musiknya Harga Rp.148rb.

 

 


Picture : tas yang lagi dijual di Periplus, cantik juga ya. Harga Rp.135rb.

 

Picture : Periplus e-Kiosk, bisa pesan buku online pakai komputer itu dan bayarnya di cashier aja.

 

Akibat datang langsung ke toko, saya akhirnya jadi tau beberapa hal baru tentang Periplus Setiabudhi Bookstore. Pertama, di sana ternyata lagi menjual tas yang lucu-lucu motifnya. Lalu ada komputer khusus di toko yang bisa pembeli gunakan untuk memesan buku secara online jika buku yang diinginkan lagi tidak ready stock di toko. Bayarnya bisa di cashier, ga harus transfer seperti layaknya pembelian online. Duh, saya baru tau kalo bisa begitu. Lengkap ya pelayanannya kalo begitu. 

 

How to Get There

Tak perlu putar-putar kesasar kalo mau cari lokasinya. Patokannya Supermarket Setiabudhi Bandung ya. Lalu cari toko Periplus di lantai satu. Berikut ini saya sertakan foto peta dan bagian belakang supermarket, semoga bisa memudahkan teman-teman yang mau ke sana. Untuk kendaraan umum sepertinya angkot jurusan Setiabudhi lewat tuh di sana. Atau order taxi dan ojeg online saja ya. Waktu saya ke sana kebetulan lagi jadi ahli tebeng 😂, alias ikutan di mobil teman yang baik hati. Jadi saya tak begitu paham kendaraan umum apa yang melintas di sana.

 

Picture : Bagian Belakang Supermarket Setiabudhi, lebih dekat menuju Toko Periplus yang ada di lantai pertama

 

Picture : Peta Periplus (Google Map)

Periplus Setiabudhi Bandung, Supermarket Setiabudhi Building, Jl. Dr. Setiabudhi 42-46, Bandung 40142, WA 0877 8286 6060 / 022-2032084

 

Senang rasanya akhirnya bisa datang ke Periplus Setiabudhi mengingat saya sudah menjadi pelanggan mereka sejak 5-6 tahun yang lalu. Sejauh ini saya belum pernah merasa kecewa pada layanannya, termasuk ketika belanja buku via situs online mereka. Entah kapan bisa ke sana lagi mengingat Moonlight masih kecil dan saya tak berniat bawa dia main jauh sementara ini.

Hari kini sudah menjelang sore, cukup dulu di Periplusnya ya teman-teman. Yuk pulang dulu dengan buku di tangan dan hati riang 😘😘. Saya pamit dulu dan sampai jumpa di cerita warawiri saya yang lainnya. See you 😊.

 

 

0
0
0
s2sdefault

Review Buku When The Moon is Low - Nadia Hashimi

Published: Monday, 17 July 2017 Written by Dipi
0
0
0
s2sdefault

 

Judul : When The Moon is Low

Penulis : Nadia Hashimi

Penerbit : William Morrow

Tahun Terbit 2015

Edisi Bahasa Inggris

Jumlah Halaman 400

Harga Rp. 113.000

Dimensi :4,2 x 1 x 6,8 inci

Berat : 0,44 kg

Internationally Bestselling Author

Available at Periplus Setiabudhi Bandung Bookstore

 

 

The small man
Builds cages for everyone
He
Knows.
While the sage,
Who has to duck his head
When the moon is low,
Keeps dropping keys all night long
For the
Beautiful
Rowdy
Prisoners.
- "Dropping Keys" - by Hafiz
A Fourteenth-Century Sufi Poet

 

Sekelumit Isi Cerita

Ketika Fereiba lahir, ibunya meninggal, lalu ia dibesarkan oleh ibu tiri yang perlakuannya membedakan antara  anak kandung dengan anak tiri. Yang pasti Fereiba tidak sekolah karena ibu tirinya menyuruhnya untuk membantu pekerjaan di rumah. Sedang adik-adik tirinya berangkat ke sekolah dengan perut kenyang dan pakaian rapih. Jika kemudian di masa depan Fereiba bisa menjadi guru, itu karena kegigihannya sendiri.

 

Buku ini bercerita tentang seorang ibu (Fereiba) yang berusaha menyelamatkan keluarganya di tengah kerusuhan di Afganistan. Waktu itu situasi di Afganistan benar-benar sudah sangat tidak kondusif. Sebenarnya sudah banyak saudara dan tetangga mereka yang pindah ke luar negeri, tapi suami Fereiba, Mahmood, memutuskan untuk tinggal lebih lama demi project pekerjaannya yang sangat penting bagi rakyat saat itu.

 

Ketika tentara Taliban menggelandang suaminya pergi dan jenazahnya ditemukan beberapa hari kemudian, Fereiba tidak punya pilihan. Ia harus pergi menyelamatkan keluarganya. Sebab tetap tinggal berarti mati kelaparan dalam keputusasaan. Padahal Fereiba baru saja melahirkan anaknya yang ketiga, dua anak lainnya pun masih kecil-kecil. Bagaimana ia bisa membawa mereka semua menembus penjagaan Taliban yang ketat di perbatasan? Akankah ia bisa bertahan di tiap negara yang dilaluinya hingga tiba di London? Sungguh berat bagi Fereiba.

 

Tapi ia pribadi yang kuat, kisah masa kecilnya pun penuh derita. Ditempa perihnya kehidupan Fereiba tabah menjalani semua cobaan yang dihadapinya selama perjalanan panjang itu. Anaknya sakit keras, tidur beratapkan bintang, kekurangan makanan, sudah biasa ia jalani, tapi tidak ketika putra sulungnya, Salim, menghilang di suatu hari.

 

Fereiba berharap "one day we will have a place to call home". Perang membuatnya kehilangan suami dan banyak hal. "There is no home" bagi Fereiba. But someday maybe she will have a place to call home, sebuah tempat yang bisa disebut rumah untuknya dan untuk anak-anaknya berkumpul kembali. Berhasilkah Fereiba tiba di Inggris? Bagaimanakah nasib Saleem? 

 

Fisik dan Cover Buku

Buku Nadia Hashimi ini terhitung berukuran mungil, kertas mass paper bound ringan, muat di dalam tas tanpa banyak menyita tempat. Covernya bernuansa sendu, potret seorang perempuan yang duduk membelakangi, memandang bulan di malam hari. Persis seperti judulnya "when the moon is low". Sekali lihat pun kita sepertinya bisa menebak arah cerita, "ini pasti sedih deh kisahnya", dan tebakan itu benar.

 

Tokoh dan Karakter

Fereiba sebagai tokoh utama dalam buku mengambil banyak porsi sudut pandang cerita. Karakter Fereiba kecil maupun dewasa, dibangun dengan baik oleh Nadia sebagai penulis. Yang menarik adalah adanya pertukaran tokoh utama yang tidak saya duga sebelumnya. Ya, Saleem lah yang menjadi topik penting di akhir-akhir cerita. Menarik untuk disimak bahwa Nadia begitu berhasil mengubah sudut pandang cerita dari Fereiba menjadi Saleem dengan cara yang bisa dibilang sangat luwes.

 

Alur dan Setting

Di buku ini alur mundur berjalan begitu cepat, tapi hanya di bab awal sebagai prolog. Sisanya cerita beralur maju. Ada bab di awal yang akan berhubungan sangat erat dengan bab akhir, ini kisah tentang seorang kakek misterius yang ditemui Fereiba semasa kecilnya. Siapa kakek itu? Kita hanya akan tau jika membaca buku ini sampai bab-bab akhir. Bab penutup bahkan butuh konsentrasi penuh. Ada kejutan menunggu di sana tentang Salim. Sebuah kejutan yang bisa bikin kita bilang "oohhh, ternyata begitu". Dan itu hanya akan kita pahami kalau kita menyimak kisah dalam buku ini dengan baik. Hebat bukan Nadia Hashimi 😂.

 

Setting cerita sangat bervariasi, mulai dari rumah masa kecil Fereiba, sekolah, kebun belakang rumah, kota-kota di Afganistan, pelabuhan, perbatasan negara, kapal, masjid di turki, terowongan kereta api, rumah sakit di London, dan lain-lain. Semua setting dideskripsikan dengan baik oleh Nadia. Sebagai pembaca saya tidak pernah mengalami kesulitan mengimajinasikan beragam latar tersebut saat sedang membaca.

 

Diksi

Jelas bahwa pilihan kalimat yang dirangkai oleh Nadia untuk menjadi cerita adalah salah satu kekuatan utama buku ini. Tidak ada kalimat yang bertele-tele atau berlebihan mendayu-dayu, dan ini cukup mengherankan karena banyaknya adegan emosional bahkan bait-bait puisi yang terdapat dalam buku. Piawai sekali bukan, tak heran jika Nadia Hashimi menyandang predikat International Bestselling Author.

 

Apa yang MaDip Suka

Dari situ aja udah terlihat bahwa buku ini bakal bikin hati remuk pembacanya seperti buku See You in The Cosmos (baca Review Buku See You in The Cosmos). Bahkan sepertinya bakal lebih sedih, mengingat perang memang tidak ada yang bikin bahagia manusia. Serupa dengan kisah Anne Frank, yang sembunyi dari Nazi, trus mati di camp pengungsian. Sama sekali bukan kisah yang bahagia. Bedanya Anne Frank adalah kisah nyata sedangkan Fereiba hanyalah tokoh fiksi belaka.

 

Cukup banyak puisi-puisi dalam buku The Moon is Low. Beberapa bahkan berupa puisi romantis atau bait-bait puisi dari para pujangga nyata yang terkenal. Pembaca yang gemar akan puisi dan merenungkan maknanya seperti saya pasti akan suka. Contohnya seperti di bawah ini.

 

As you tread to the temple of your supreme pursuit.

(Saat kamu melangkah menuju kuil tertinggi dari pengejaranmu (cita-cita/mimpi)

A hundred peaks may binder your route
(Seratus puncak mungkin akan menghadang di perjalananmu)

With the hatchet of persistence, conquer each
(Dengan kapak ketekunan, taklukkan tiap puncak tersebut)

And bring your aspirations within your reach
(Dan bawa aspirasimu dalam pencapaianmu)

Yaaah kira-kira begitulah terjemahan kasar puisi Ibrahim Khalil dalam buku When The Moon is Low. Puisi ini dibacakan seorang laki-laki kepada Fereiba yang kala itu sedang gundah gulana karena mau dijodohkan oleh keluarganya sedang ia sebenarnya belum ingin menikah. Puisi ini menyemangati dan menghibur hati Fereiba saat itu. Ah romantisnyaaa 😅.

 

Selain itu ada banyak kalimat yang bagus untuk dijadikan quotes atau catatan. Contohnya seperti di bawah ini.

# Love grows wildest in the gardens of hardship.

Fereiba menikah 6 tahun lebih namun belum juga punya keturunan. Masa-masa pernikahan yang berat buat Fereiba dan suaminya. Sampai suatu ketika Fereiba meminta maaf pada suaminya karena mungkin suaminya tidak akan pernah menjadi seorang ayah akibat rahimnya yang mandul. Tapi suami Fereiba malah memeluknya erat penuh kasih sayang dan berkata "Jangan pernah bicara seperti itu lagi."

Pada saat itu lah Fereiba memahami "Love grows wildest in the gardens of hardship". Mahmood bukanlah pria yang dulu merayunya dengan puisi dan menjanjikannya banyak impian manis, tapi Mahmood adalah pria yang selalu ada bersamanya di masa-masa senang maupun susah, selalu mendukungnya, dan mempercayainya. Cintanya pada Mahmood kian dalam justru karena banyaknya kesulitan yang ia hadapi bersama Mahmood - love grows wildest in the gardens of hardship.

 

Selain itu, buku ini membuat saya berfikir tentang penduduk Afganisthan yang hidupnya hancur akibat perang Taliban. Kenyataannya tentu lebih parah dari yang diceritakan di buku bukan? 

 

Rekomendasi

Saya rekomendasikan untuk pembaca usia dewasa lebih disebabkan karena ceritanya yang kompleks. Ada beberapa adegan kekerasan, cerita tentang kehidupan pelacur, topik seksual, dan tindak kriminal di dalam buku ini. Tipe pembaca yang suka pada quotes-quotes dan puisi pasti akan sangat menyukai buku ini. Kisah yang sedih dan bikin terharu dengan topik utama perjuangan seorang ibu juga menjadi pertimbangan pembaca dalam memilih buku ini sebagai bacaan.

 

Teman-teman yang berminat untuk memiliki buku ini bisa mengontak ig @periplussetiabudhibandung atau datang langsung ke toko bukunya ya 😊. Happy Reading semuanya 😊.

 

0
0
0
s2sdefault

Review Tas Busur, Sederhana dan Elegan

Published: Wednesday, 05 July 2017 Written by Super User
0
0
0
s2sdefault

Tulisan ini disponsori oleh Vieneth Archery Store

 

Saya mulai bingung begitu mau pergi panahan. Apa pasal? Yaaa apalagi kalau bukan mau pakai apa bawa archery gearnya supaya nyaman ditenteng, digembol, digiwing kesana kemari. Maklum, meski sudah emak-emak, saya masih muter bagai gasing. Dulu sempet sih "ngewadahin" busur pake tas dukung biasa, alhasil ujung handle dan limbs masih nongtot nyembul di ujung tas, trus biar ga jatuh akhirnya diikat pakai tali rafia 😁. Tapi akhirnya repot sendiri karena bolak balik harus ngebenerin posisi bow dan arrownya juga ngiket lepas tali rafia.

 

Sampai akhirnya saya punya tas bow produknya Vieneth Archery Store 😘. Bow bukan cuma bisa "tak gendong kamana-mana" dengan nyaman, tapi juga rasanya stylish gitu loh. Yang lebih senengnya lagi ternyata kapasitas tasnya memungkinkan untuk muat cukup banyak macam gear.

Oleh karena itu, saya posting dong review bow bag nya. Biar apa? Biar ga panik? Oh bukan, itu sih jawaban saya tahun 2016 silam. Untuk tahun 2017 dan seterusnya, bila ada yg bertanya "biar apa?", Maka jawaban saya adalah "biar elegan" 😁. Yuk disimak detail reviewnya ya di bawah ini.

 

Nilai Guna

Ngapain juga ya punya barang stylish doang tapi nilai gunanya ga ada. Maka poin pertama yang bikin saya suka sama tas busur ini adalah kegunaannya yang mencukupi bagi para archer untuk membawa gearnya. 

 

Tas busur vieneth berkapasitas 3 slot besar. Masing-masing kompartemen dipisah dengan resleting yang berukuran sedang dan nyaman dipegang. Dua buah bow take down bisa muat dalam busur ini, dengan catatan dilapisi sesuatu yg empuk agak tidak bergesekan satu sama lain atau nyimpennya di kompartemen yang berbeda. Busur yang bisa disimpan di dalam tas adalah jenis busur standard, recurve, atau traditional recurve take down yang seperti punya saya.

 

 

 

Tas bow vieneth berdimensi 100cm x 40cm dengan ukuran kompartemen besar kurang lebih 80x40 cm. Saya sendiri simpan bow epic hawk saya beserta fingertab, arm guard, dan bow stringer di satu slot, lalu slot besar lainnya untuk tube berisi arrow plus quiver. Slot yang satu lagi untuk kartu member club, pena, dan catatan skor karena ukurannya yang rada ramping.

 

Disain

Suka deh dengan warna gelap motif daun ke-army-army-an pada bagian luar tas. Selain itu ada juga logo vienethnya yang menunjukkan tas ini punya brand dan bukan produk sembarang. Original cihuyy 👍😁. 

 

 

Tasnya bisa digiwing ala ksatria jaman baheula atau disandang di bahu seperti remaja usia belasan. Herannya begitu diamati, kok cocok aja ya buat archer laki-laki mapun perempuan. Kesannya gagah dan elegan. Mudah-mudahan Vieneth nanti keluarin produk variasi warna. Kebayang kalo ada warna pink, pasti Syahrini dan Cinta Laura antri beli (emang mereka panahan?).

 

 

Ukuran tas juga pas untuk tinggi dan berat badan saya yang 158cm/50kg ini. Tas ga kegedean dan ga kekecilan. Ukurannya pasti sudah dipertimbangkan ya sama Vieneth bukan cuma dari sudut pandang fungsi tapi juga keelokan performa.

 

Kualitas Bahan dan Jahitan

Karena bahannya yang bagus dan jahitannya yang rapih, maka tas busurnya keliatan kayak yang mahal. Paling seneng kalo liat produk yang kualitas jahitannya bagus. Soalnya indikator buat umur pakai juga kan ya. Nah, tas bow vieneth ini bisa dicek sendiri nih sama teman-teman, jahitannya rapih pih pih. Ga ada benang melayang-layang atau sisa kain yang lupa ga kepotong. 

Picture : Jahitan terlihat rapih

 

Tas busur ini dibuat dari bahan ripstok waterproof yang tentu aja tahan terhadap air. Jadi kalau pun hujan atau terciprat cairan, busur dan perlengkapan panahan kita tersimpan aman di dalam.

 

Harga

Apalah daya saya ini kalo soal finansial, jangan yang mahal-mahal ah 😁. Untungnya harga tas busur ini termasuk bersahabat. Cukup dengan Rp. 250.000 archery gear tersimpan aman dan archer yang pake juga bisa tampil penuh "gaya". 

 

Nah, teman-teman butuh tas busur yang oke buat busur take down dan perlengkapan panahan lainnya? Kalau saya sih senang pake produk tas busur dari vieneth. Yuk diorder aja langsung kalau minat 😁😉.🎯

 

 

0
0
0
s2sdefault

Review Buku

Review Buku Baper In Love - Samandayu

09-06-2017 Hits:289 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul Buku : Baper in Love Jenis Buku : Fiksi (Teenlit) Pengarang : Samandayu Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit dan cetakannya : Cetakan pertama November 2016 Dimensi Buku : 20 cm Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku Tentang Kamu - Tere Liye

09-06-2017 Hits:178 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul Buku : Tentang Kamu Jenis Buku : Fiksi Pengarang : Tere Liye Penerbit : Republika Tahun Terbit beserta Cetakannya : Cetakan Kedua Oktober 2016 Dimensi : 13,5 x 20,5 cm Jumlah Halaman : vi +...

Read more

Review Buku Kumpulan Budak Setan

08-06-2017 Hits:213 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Kumpulan Budak Setan Jenis Buku : Kumpulan Cerpen Horor Pengarang : Eka Kurniawan, Intan Paramaditha, Ugoran Prasad Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Cetakan : Cetakan Kedua Agustus 2016 Dimensi Buku : 14 cm...

Read more

Ragam Review

Bubur Sum2x Mang Edi, Manisnya Pas di Li…

14-07-2017 Hits:62 Ragam Review Dipi - avatar Dipi

  Salah satu jajanan lagi yang rutin kolar-kilir melintas di depan rumah saya adalah bubur sumsumnya mang Edi. Entah persisnya sejak kapan jajanan ini beredar di sini, karena waktu masih aktif...

Read more

Sarapan bersama Brownies Pandan Coklat H…

09-07-2017 Hits:116 Ragam Review Dipi - avatar Dipi

  Bangun pagi di masa menyusui selalu dicekam rasa lapar 😅. Termasuk juga Senin pagi ini. Cek cek isi lemari makan dan kulkas, ternyata hanya memberikan rasa kecewa yang makin mencekamkan...

Read more

Review Cemilan Gem Rose Ayoma - Biskuit …

02-07-2017 Hits:136 Ragam Review Dipi - avatar Dipi

  "Bukan cuma lagu yang bisa mengingatkan pada masa lalu, kue jadul pun bisa" Yuhuuu... MaDip punya cemilan ini nih. Biskuit gula jaman baheula. Dapat dikasih dari isi parcel yang saya terima...

Read more