Bubur Sum2x Mang Edi, Manisnya Pas di Lidah

 

Salah satu jajanan lagi yang rutin kolar-kilir melintas di depan rumah saya adalah bubur sumsumnya mang Edi. Entah persisnya sejak kapan jajanan ini beredar di sini, karena waktu masih aktif bekerja dan kuliah saya sangat jarang berada di rumah kecuali malam, maka baru setelah resign karena hamil lah saya jadi hafal berbagai jajanan sekitar. 

 

Bunyi klentingan gelas dipadu sendok menjadi ciri khas kedatangan mang Edi. Sejak hamil saya jadi pelanggan beliau, itu sudah hampir 2 tahun berarti. Biasanya mang Edi melintas di rumah sekitar pukul 9 - 10 pagi, jam yang pas dimana saya biasanya mulai sedikit lapar kembali setelah sarapan pagi. Awalnya saya agak ragu dengan jajanan ini mengingat saya bukan termasuk penyuka bubur. Tapi setelah mencoba sekali kok malah ketagihan ya 😂. Soalnya menurut saya enak sih, makanya saya putuskan untuk review di blog 😂. Padahal belum tentu mang Edi dagangannya lewat depan rumah teman-teman. 

 

Apa yang bikin MaDip suka?

Apanya sih yang bikin suka? Kita mulai saja langsung dari rasa ya. Tekstur buburnya lembut dengan rasa gurih yang pas. Lalu siraman gula merahnya tak kurang dan tak lebih, jika diaduk maka takarannya terasa pas, manisnya pun sedang saja, sehingga ga bikin enek, dan giung. Sebagai bonus, ada candil di dalam buburnya, tiga sampai empat bola candil yang terbuat dari ubi rambat dan aci bertekstur kenyal bikin bubur sumsum semakin nikmat saat dikudap. Sudah bisa kebayang sedikit-sedikit kan seperti apa rasanya ya teman-teman 😊.

 

 

Kemasan dan Harga

Bubur sumsum mang Edi dikemas dalam gelas plastik bertutup disertai sendok plastiknya. Gelas kecil dihargai Rp.3.000 dan yang lebih besar Rp. 5.000. Duh, jajanan yang enak dan murah meriah ya. Mang Edi selalu sajikan dagangannya dalam kondisi hangat. Mantap sekali tuh!. Tak heran cukup banyak yang beli bubur ini di perumahan saya. Sekali beli bisa sekaligus untuk semua anggota keluarga 😁.

 

Picture : bubur sumsum dalam kemasan kecil

 

Gerobak dagangan mang Edi terhitung bersih dan rapih. Beliau layani tiap pelanggannya dengan cepat namun tak terburu-buru. Senyum selalu terkembang di bibirnya disertai ucapan terimakasih yang tak pernah beliau lupakan setelah proses jual beli selesai dilakukan. Keramahan beliau juga salah satu poin yang disukai oleh kami sebagai pelanggannya. Mang Edi berdagang setiap hari di perumahan Villa Pajajaran Permai Cileunyi dan sekitarnya. Tak sampai sore dagangan selalu sudah habis katanya. Laris manis ya 😊. Berdagang adalah salah satu cara mencari rejeki yang sering disebut-sebut dalam ajaran umat Islam. Ada 12 pintu rejeki yang terbuka bagi para pedagang yang jujur katanya. Ah mang Edi, semoga Mamang termasuk di dalamnya ya. Dagangan habis, barokah pun didapat. Sukses terus untuk bubur sumsumnya ya 😊.

 

 Picture : Mang Edi dan gerobaknya

0
0
0
s2sdefault

Comments   

0 #1 Khairulleon 2017-07-17 07:15
Aku jarang makan bubur sumsum karna disini jarang ada yang jual,
Biasanya aku makan bubur sumsum pas lagi buka puasa aja, sleebihnya ga pernah muehe.
jadi bisa dibilang bubur sumsum cuma aku makan setahun sekali pas Ramadhan haha sedih ya ..

REPLY :
Jangan sedih ah.. sini main Bandung. tak suguhin bubur sumsum tiap hari hahaha.
Quote

Add comment


Security code
Refresh

Sponsored Post, Job Review, Special Request, Postingan Lomba

Review Buku The Hate U Give - Angie Thom…

04-08-2017 Hits:290 Features Dipi - avatar Dipi

  REQUESTED POST Judul : The Hate U Give Penulis : Angie Thomas (stunning John Green) Jenis Buku : Fiksi (novel) Penerbit Walker Books Tahun Terbit 2017 Jumlah Halaman 437 Dimensi Buku (L x W x H) : 13.10...

Read more

Review Buku Option B - Sheryl Sandberg

31-07-2017 Hits:253 Features Dipi - avatar Dipi

REQUESTED POST Judul : Option B Penulis : Sheryl Sandberg Genre : Non Fiksi - Self Development Penerbit : Ebury Publishing Edisi : Pertama Tahun 2017 Jumlah Halaman : 240 halaman Dimensi Buku : 13,4 x 21,5...

Read more

Review Buku The Subtle Art of Not Giving…

27-07-2017 Hits:506 Features Dipi - avatar Dipi

Judul : The Subtle Art of Not Giving a F*uck Penulis : Mark Manson Penerbit : Harper One Edisi : Pertama Tahun 2016 Jumlah Halaman : 240 halaman Harga : Rp.256.000 Edisi Bahasa Inggris New York Times...

Read more

Review Buku

Review Buku Pengakuan Eks Parasit Lajang…

11-08-2017 Hits:134 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Pengakuan Eks Parasit Lajang Penulis : Ayu Utami Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia Tahun Terbit : Cetakan Pertama Februari 2013 Jumlah Halaman : 306 Buku ini dibaca di iPusnas   Sekelumit Isi Cerita Gadis ini berlatar...

Read more

Review Buku Rindu - Tere Liye

23-07-2017 Hits:280 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul Buku : Rindu Jenis Buku : Fiksi Pengarang : Tere Liye Penerbit : Republika Tahun Terbit beserta Cetakannya : Cetakan XL Oktober 2016 Dimensi Buku : 13,5 cm x 20,5 cm Jumlah Halaman : 544 halaman Harga Buku :...

Read more

Review Buku Tentang Kamu - Tere Liye

09-06-2017 Hits:505 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul Buku : Tentang Kamu Jenis Buku : Fiksi Pengarang : Tere Liye Penerbit : Republika Tahun Terbit beserta Cetakannya : Cetakan Kedua Oktober 2016 Dimensi : 13,5 x 20,5 cm Jumlah Halaman : vi +...

Read more

Cerita Dipidiff

Toko Buku di Grand Griya Cinunuk Bandung

19-08-2017 Hits:49 Cerita Dipi - avatar Dipi

  "Mall dan supermarket terbaik adalah yang memiliki toko buku di dalamnya. Titik." Yang ga setuju ya harap maklum ya 😂, kebetulan yang komentar gitu adalah seorang book lover yang juga book...

Read more

Panahan di Range Batununggal Bandung Arc…

17-08-2017 Hits:113 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Malam telah cukup larut waktu saya kontak-kontakan dengan coach Robert. Beliau ini coach pertama saya di dunia archery. Coach istimewa, tiada bandingan galaknya... Hahaha (ini tuh pujian 😁). Kenapa galak?...

Read more

Warawiri ke Posyandu

25-07-2017 Hits:382 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Masa depan memang misteri. True banget ya. Ini terjadi setidaknya dalam hidup saya. Why? Itu karena mana pernah saya berpikir akan berkunjung ke posyandu, sambil bawa anak pula. Why? Sebab...

Read more