Review Buku Tentang Kamu - Tere Liye

Created: Friday, 09 June 2017 Written by Dipi

 

Judul Buku : Tentang Kamu

Jenis Buku : Fiksi

Pengarang : Tere Liye

Penerbit : Republika

Tahun Terbit beserta Cetakannya : Cetakan Kedua Oktober 2016

Dimensi : 13,5 x 20,5 cm

Jumlah Halaman : vi + 524 Halaman

Harga Buku : Rp. 79.000

 

"Ada banyak hal-hal hebat yang tampil sederhana, bahkan sejatinya banyak momen berharga dalam hidup datang dari hal-hal kecil yang luput kita perhatikan, karena kita terlalu sibuk mengurus sebaliknya" - Zaman

 

Isi Cerita

Seorang wanita tua meninggal di Paris di sebuah panti jompo, Sri Ningsih namanya. Hidupnya sangat sederhana sehingga fakta bahwa ia meninggalkan warisan sebesar 19 triliun rupiah mengejutkan banyak pihak termasuk Zaman Zulkarnaen, satu-satunya pengacara asal Indonesia yang bekerja di firma hukum Thompson & Co. yang ditugaskan untuk mengurus hukum waris Sri Ningsih. Thomson & Co. adalah firma hukum yang sangat terhormat dan terpercaya, mereka terkenal sebagai pengacara-pengacara yang jujur dan amanah, lewat surat resmi Sri Ningsih memberikan mandat kepada Thomson & Co. untuk mengurus penyelesaian warisannya dengan seadil-adilnya.

 

Maka dimulailah penyelidikan Zaman pada kehidupan Sri Ningsih yang penuh misteri dalam usahanya untuk menyerahkan warisan ke tangan yang berhak karena saat itu surat wasiat Sri Ningsih tidak diketahui keberadaannya. Jika terlambat, maka seluruh harta warisan akan diambil Sri Ratu dibawah pemerintahan Inggris sesuai dengan hukum waris yang berlaku.

 

Penyelidikannya membawa Zaman ke panti jompo di Paris tempat terakhir Sri Ningsih menetap, disana ia bertemu dengan gadis pengurus panti yang cantik juga baik hati, Aimee namanya. Lalu petunjuk berikutnya membacanya ke Pulau Bungin Sumbawa Indonesia, berlanjut ke Madrasah Kiai Ma'sum di Surakarta, kemudian ke Jakarta (Pasar Senen, Monas, Pulogadung, dll), setelah itu kembali lagi ke London. Pada kenyataannya Zaman seolah kembali lagi ke titik nol, yakni ke panti jompo di Paris. Makin Zaman mengetahui masa lalu Sri Ningsih makin terbawa emosi dan empati Zaman padanya. Sri Ningsih yang kuat, yang tabah, yang bersih hatinya, sepanjang hidupnya telah melalui banyak episode kehidupan yang memilukan. Ia dianiaya, hidup terlunta-lunta, ditinggal mati orang-orang yang dicintainya, bahkan Ode di pulau Sumbawa menyebut Sri Ningsih sebagai "Anak yang dikutuk".

 

Tenggat waktu yang diberikan pemerintah untuk firma hukum semakin sedikit, urusan semakin pelik karena pada kenyataannya dari hasil penyelidikan Zaman sampai detik itu Sri Ningsih tidak memiliki ahli waris, dua anak dan suaminya meninggal, demikian pula dengan adik semata wayangnya, Tilamuta. Namun, tiba-tiba muncul firma hukum lain di London menghubungi Thompson & Co. menyampaikan bahwa mereka telah menemukan ahli waris sah Sri Ningsih. Tilamuta masih hidup! Sungguh tak dapat dipercaya! Bukankah Tilamuta telah mati dibunuh kelompok Musoh, mayatnya ditemukan terpotong-potong di sawah madrasah! Benarkah ini atau ini semua cuma penipuan warisan yang melibatkan penipu dan firma hukum yang rakus?!

 

Zaman hampir putus asa, kasus ini gelap baginya, tapi untuk menyerah Zaman pun tak ingin, terlebih lagi kini ia telah mengenal kehidupan Sri Ningsih yang luar biasa meskipun penderitaannya terus mendera, Zaman merasa amanah besar telah ditimpakan dipundaknya untuk menyelesaikan kasus ini.

 

Zaman harus menemukan surat wasiat Sri Ningsih. Sri Ningsih bukan perempuan bodoh, pasti ia sudah mempersiapkan segala hal dengan baik. Zaman hanya perlu berpikir tenang untuk kemudian menemukan petunjuk terakhir dimana surat wasiat itu berada serta memecahkan teka-teki keberadaan Timulata yang sebenarnya.

 

Kebenaran makin tampak di penghujung penyelidikan, sebagaimana kisah cinta Zaman yang tak terduga pada gadis sederhana yang dikenalnya akibat mengurus warisan Sri Ningsih.

 

Fisik Buku

Sudah kan memperhatikan disain cover buku Tentang Kamu? Sederhana ya. Gambar sepasang sepatu seolah bagaikan simbol dari isi buku, perjalanan kehidupan Sri Ningsih dari satu tempat ke tempat lainnya, dari pulau nelayan kecil di Sumbawa hingga kota Paris yang megah.

 

Didominasi warna coklat dan gradasinya, cover buku tampak sederhana, menggambarkan kesederhanaan hidup Sri Ningsih si tokoh utama cerita. Menurut saya, cover buku ini sangat pas dengan isi bukunya. Bahkan kisah cinta yang ada dalam cerita pun begitu penuh kesederhanaan.

 

Tokoh

Buku Tentang Kamu sepenuhnya menceritakan kehidupan Sri Ningsih, dengan Zaman sebagai tokoh pengantar. Barulah di akhir cerita, tokoh Zaman mengambil alih peran utama sudut penceritaan. Sekalipun buku ini berkisah tentang Sri Ningsih, namun kisah per bab nya dapat berganti-ganti "penuturnya". Kadang yang sedang berkisah Sri Ningsih langsung, kadang Zaman, kadang Ode, atau tokoh-tokoh lainnya. 

 

Sri Ningsih adalah wanita yang begitu baik dan tulus hatinya, membaca halaman demi halaman kisah Sri Ningsih membuat kita terhanyut pada emosi sedih dan takjub. Masih adakah orang seperti Sri di kehidupan nyata kita? 

 

Tapi Sri juga kadang lemah, kadang salah, dia bagaimanapun hanyalah manusia biasa. Justru karena karakter ini dimunculkan dalam kisah Sri, sosok Sri menjadi begitu wajar. Tak terasa dibuat-buat sebagai tokoh yang selalu "hebat" dari awal sampai akhir.

 

Zaman Zulkarnaen memegang peranan penting dalam cerita. Ia cerdas, punya integritas, latar belakang kehidupannya mendukung karakter tokoh Zaman dengan baik. Semua terlogikakan lewat kecakapan Tere Liye dalam menyusun percakapan demi percakapan serta kisah demi kisah dalam buku Tentang Kamu.

 

Hanya sayang, tampaknya cerita Zaman bisa sampai sekolah hukum di London tak disinggung sedikitpun oleh Tere Liye. Membuat saya merasa seperti ada yang kurang ketika selesai membaca buku.

 

Hakan pemuda yang dicintai Sri yang kemudian menikahinya adalah salah satu tokoh favorit saya. Sebagai pemuda ia berkorban untuk gadis yang ia cintai, perilaku konyolnya saat jatuh cinta membuat saya tersenyum dan tersenyum lagi. Dan ketika badai melanda rumah tangganya, Hakan adalah suami yang baik serta selalu penuh cinta pada istrinya sampai akhir hayatnya. Siapa wanita yang tak ingin dicintai seperti Sri dicintai oleh Hakan yang baik hati? Hakan you are the best.

"Aku berjanji, Sri. Aku akan membuatmu jatuh cinta lagi, lagi, dan lagi padaku. Agar kita bisa kembali melanjutkan hidup seperti dulu. Agar aku bisa menyaksikan Sri yang selalu riang. Sri yang selalu sederhana menatap kehidupan ini." Hakan menggenggam jemari istrinya." (Halaman 385)

 

Ah tak semua cerita indah kan ya. Pasangan suami istri, Sulastri dan Musoh adalah tokoh-tokoh antagonis yang sukses membuat saya seolah-olah merasakan secara langsung aura kebencian dan dendam yang dalam. Oh bodohnya memelihara dendam dan benci apalagi cemburu melihat kebahagiaan orang lain. Hmmm... kenapa Tere Liye tidak memperkuat karakter Murni anak Sulastri sedikit lagi saja, agar saya tak perlu merasa ganjil dengan keputusannya untuk mengkhianati ibunya di akhir cerita.

 

Rajendra Khan juga tokoh pelengkap yang berkesan di hati. Ia humoris dan usil. Percakapan-percakapan yang melibatkan Rajendra membuat saya tersenyum dan merasa santai.

 

Ide Cerita

Petunjuk-petunjuk penyelidikan Zaman diperoleh dari cerita orang-orang yang mengenal Sri, kadang dari diary Sri, kadang dari surat, kadang dari benda-benda tertentu, atau dari potongan percakapan. Keragaman ide yang dimiliki dalam buku membuat kisah ini menjadi sangat menarik untuk disimak. Jauh dari monoton.

 

Semacam teka-teki disiapkan pula di berbagai bagian. Membuat saya menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi. Tentu saja jawabannya disimpan di akhir cerita.

"Tetapi entah apa penyebabnya, sore itu aku mendadak di panggil bu Sri ke ruang kerjanya. Wajahnya pucat pasi, tubuhnya gemetar, dia terbata-bata menyuruhku menyiapkan skenario jika pabrik di jual segera. Aku tidak mengerti hendak bertanya ada apa, tapi ibu Sri Ningsih tidak memberikan kesempatan, menyuruhku segera melakukan. Aku ingat sekali ekspresi wajahnya, beliau seperti habis bertemu hantu - aku tidak berlebihan, seperti itulah harfiahnya."

 

Kejadian dimana Sri seperti melihat hantu lalu setelahnya bergegas pergi menghilang dari lingkungannya terus terjadi beberapa kali. Tidak cuma di Jakarta tapi juga di London.

 

Kisah Sri Ningsih sendiri sudah merupakan rangkaian ide cerita yang menarik. Tapi seperti biasa, Tere Liye juga telah menyiapkan penutup yang manis di tiap bukunya. Kisah tentang hidup Zaman, yang ada sedikit kesamaan dengan Sri. Benarkah keluarga tirinya memang dengan tulus menjalin kembali persaudaraan bahkan membagi harta warisan ayahnya padahal dulu Zaman dan ibunya dianiaya dan diusir dari rumah oleh mereka? Jawabannya ada di akhir cerita. 

 

Dibandingkan dengan novel-novel fiksi fantasinya, sejauh ini menurut saya novel fiksi berlatar sejarah yang dikarang Tere Liye jauh lebih baik kualitasnya. Seperti halnya novel Rindu, novel Tentang Kamu ada sedikit kesamaan dari latar cerita dan genre, dan kedua buku ini merupakan novel-novel berkualitas. Novel hujan yang berkisah tentang cinta berlatar masa depan bahkan kalah dalam dengan kisah cinta Sri dan Haikan.

 

Novel V Lestari yang kerap mengangkat topik misteri kehidupan ada juga kemiripannya dengan novel Tentang Kamu. Boleh jadi kalian yang menyukai karya-karya V Lestari akan suka pula dengan novel Tentang Kamu. Menurut saya novel Tentang Kamu bahkan jauh lebih menarik daripada novel-novel V Lestari yang sudah pernah saya baca.

 

Alur dan Latar

Sejujurnya saya begitu senang membaca novel ini sejak dari membaca halaman pertamanya. Simak saja rangkaian kalimat di bawah ini.

"Turis lokal sudah memenuhi taman membawa kamera keluaran terkini, riang sibuk berfoto, sendirian, bersama teman,  atau dengan keluarga kecil sambil mendorong stroller bayi. Ini hari libur, kedutaan dan perkantoran di sekitar Belgrave Square terkunci rapat, tapi memang bukan itu tujuan mereka. Para turis yang bersemangat itu hendak menuju Istana Buckingham, kediaman resmi Ratu Inggris. Radius beberapa kilometer dari istana, taman-taman kota mulai dari St. Jame's Park, Kensington Garden, Belgrave Square, hingga Travalgar Square, telah dipenuhi turis. Mereka bergerak menuju titik-titik yang sama sambil membawa bendera dan simbil-simbol kerajaan Inggris." (halaman 1)

Ya, berbeda ya dengan buku Tere sebelumnya. Tentang Kamu berlatar suasana kota London, Paris, Sumbawa, Jawa, dan Jakarta. Kadang narasinya mendeskripsikan latar sunset di perkampungan nelayan, kadang di London, panti jompo di Paris, Jakarta jaman dulu dan saat ini, bahkan pesantren dan beberapa peristiwa kericuhan bersejarah di masa lampau.

 

Saya merasa begitu dikayakan dengan imajinasi yang tak ada habisnya. Buku Tere Liye memang berbeda satu dengan lainnya, sehingga terasa selalu segar dan memikat. Yang menariknya lagi ada bagian dalam buku Tentang Kamu yang berhubungan dengan kisah dalam buku Rindu. Kapal Holland Blitar disebut-sebut disini, membuat saya merasa kisah ini seperti nyata karena bersambungan dengan kisah lainnya. Silahkan baca Review Buku Rindu disini.

 

Pesan Moral

Bukan buku Tere Liye kalau tak kaya dengan kalimat bijak dan pesan moral. Dari membaca novel Tentang Kamu, kita belajar tentang karakter sabar, teguh, tekun, sederhana, serta kebaikan hati. Semuanya tersampaikan melalui tokoh Sri Ningsih dan kisahnya. Kita belajar memeluk rasa sakit dan kepedihan serta takdir hidup yang kadang terasa kejam.

"Terimakasih banyak atas pelajaran tentang kesabaran. Bapak, akhirnya aku memahaminya. Apakah sabar memiliki batasan? Aku tahu jawabannya sekarang. Ketika kebencian, dendam kesumat sebesar apapun akan luruh oleh rasa sabar, gnung-gunung akan rata, lautan akan kering, tidak ada yang mampu mengalahkan rasa sabar. selemah apa pun fisik seseorang, semiskin apapun dia, sekali di hatinya punya sabar, dunia tidak bisa menyakitinya. Tidak bisa.  Terima kasih banyak untuk tempat yang telah mengajarkan pelajaran ini. Di sini, di tempat di mana rumah-rumah saling bersinggungan atap, tiada tanah, rumput, apalagi pepohonan yang terlihat oleh elang yang terbang tinggi. Di sini, di mana rumah-rumah yang tumbuh dari atas permukaan laut, perahu tertambah di tiang-tiang, dan kambing-kambing mengunyah kertas. Terimakasih." (Diary Sri Ningsih, Halaman 48)

"Saat kita sudah melakukan yang terbaik dan tetap gagal, apa lagi yang harus kita lakukan. Berapa kali kita harus mencoba hingga tahu bahwa kita telah tiba pada batas akhirnya? 2x, 5x, 10x, atau berpuluh-puluh kali hingga kita tak dapat menghitungnya lagi? ... Aku sekarang tahu jawabannya." (Diary Sri Ningsih)

 

Melalui tokoh Zaman kita dapat belajar memaafkan namun tak pula lantas mudah dibohongi. Zaman juga berani dan menepati janji.

Kisah cinta Sri dan Hakan memberikan kita sebuah pemahaman tentang arti cinta dan pernikahan.

Sulastri dan Musoh membawa pesan moral tentang kebencian, iri hati, dan dendam yang sia-sia serta justru menghancurkan diri mereka sendiri.

Selain itu ada kisah persahabatan juga sentilan-sentilan tentang kehidupan sosial pula.

"Apa arti persahabatan? Apa pula arti pengkhianatan? Apakah sahabat baik akan mengkhianati sahabat sejatinya? Bapak, Ibu, ternyata Sri bukan sahabat yang baik. Sri telah mengkhianati teman baik. Sri harus memilih, sahabat sejati atau kebenaran.... Bertahun-tahun kejadian tersebut telah belalu, tapi Sri tetap tak bisa mengusir rasa bersalah. Di sini, di perkampungan santri dekat pabrik gula, dengan loji, kereta lori, cerobong.... " (Halaman 141)

 

Rekomendasi

Buku ini cocok itu pembaca yang menyukai buku gemuk berisi. Itu istilah saya untuk buku berhalaman tebal yang di dalamnya kita dapat memetik banyak pesan moral dan wawasan tentang berbagai hal.

 

Buku ini tidak seberat buku-buku non fiksi yang menyebutkan detail informasi tempat, proses, atau kejadian, tapi jelas bukan pula buku yang kosong tanpa riset terlebih dahulu. Proporsional adalah kata yang tepat, tak membuat kening kita berlipat lalu pusing melanda, namun cukup ringan tapi semua terlogikakan dengan baik.

 

Kisah hidup Sri Ningsih yang banyak menderita dibawakan oleh Tere Liye dengan sangat baik, membuat pembaca hanyut dalam emosi. 

 

Novel ini cocok untuk pembaca yang menyukai latar belakang sejarah, kasus hukum dan intriknya, penyelidikan serta petualangan. Juga pembaca yang suka pada kisah cinta sederhana yang manis serta dalam rasanya. Bukan cinta remaja yang patah satu tumbuh seribu atau selewatan saja.

 

Pembaca remaja dan dewasa dapat membaca buku Tentang Kamu. Untuk anak-anak mungkin agak melelahkan karena bukunya tebal mencapai 524 halaman. Selain itu ada beberapa bagian dalam cerita yang agak sadis dan mengerikan sehingga tak cocok untuk dibaca anak-anak.

"Mereka menyaksikan tubuh bergelimpangan di lorong-lorong kelas, lantai asrama. Darah menggenang di ruang depan rumah Kiai Ma'sum, lebih banyak korban lagi di sana tidak ada untuk menginjakkan kaki kecuali darah mengenai." (Halaman194)

 

Kalau kalian menyukai novel bergenre misteri yang penuh teka-teki, kemungkinan besar kalian pun akan menyukai novel ini.

  

 

0
0
0
s2sdefault

Comments   

0 #1 YELLI 2017-08-12 15:21
Aku udah lama banget pengen baca buku ini mbak, penasaran banget dengan cerita2 Tereliye ini.

Terima kasih ulasannya mbak, semakin inginlah memiliki buku ini.

REPLY
Selamat membaca. Tak akan kecewa, insyaAllah :)
Quote

Add comment


Security code
Refresh

Sponsored Post, Job Review, Special Request, Postingan Lomba

Review Buku The Hate U Give - Angie Thom…

04-08-2017 Hits:290 Features Dipi - avatar Dipi

  REQUESTED POST Judul : The Hate U Give Penulis : Angie Thomas (stunning John Green) Jenis Buku : Fiksi (novel) Penerbit Walker Books Tahun Terbit 2017 Jumlah Halaman 437 Dimensi Buku (L x W x H) : 13.10...

Read more

Review Buku Option B - Sheryl Sandberg

31-07-2017 Hits:253 Features Dipi - avatar Dipi

REQUESTED POST Judul : Option B Penulis : Sheryl Sandberg Genre : Non Fiksi - Self Development Penerbit : Ebury Publishing Edisi : Pertama Tahun 2017 Jumlah Halaman : 240 halaman Dimensi Buku : 13,4 x 21,5...

Read more

Review Buku The Subtle Art of Not Giving…

27-07-2017 Hits:506 Features Dipi - avatar Dipi

Judul : The Subtle Art of Not Giving a F*uck Penulis : Mark Manson Penerbit : Harper One Edisi : Pertama Tahun 2016 Jumlah Halaman : 240 halaman Harga : Rp.256.000 Edisi Bahasa Inggris New York Times...

Read more

Review Buku

Review Buku Pengakuan Eks Parasit Lajang…

11-08-2017 Hits:134 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Pengakuan Eks Parasit Lajang Penulis : Ayu Utami Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia Tahun Terbit : Cetakan Pertama Februari 2013 Jumlah Halaman : 306 Buku ini dibaca di iPusnas   Sekelumit Isi Cerita Gadis ini berlatar...

Read more

Review Buku Rindu - Tere Liye

23-07-2017 Hits:280 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul Buku : Rindu Jenis Buku : Fiksi Pengarang : Tere Liye Penerbit : Republika Tahun Terbit beserta Cetakannya : Cetakan XL Oktober 2016 Dimensi Buku : 13,5 cm x 20,5 cm Jumlah Halaman : 544 halaman Harga Buku :...

Read more

Review Buku Tentang Kamu - Tere Liye

09-06-2017 Hits:506 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul Buku : Tentang Kamu Jenis Buku : Fiksi Pengarang : Tere Liye Penerbit : Republika Tahun Terbit beserta Cetakannya : Cetakan Kedua Oktober 2016 Dimensi : 13,5 x 20,5 cm Jumlah Halaman : vi +...

Read more

Cerita Dipidiff

Toko Buku di Grand Griya Cinunuk Bandung

19-08-2017 Hits:49 Cerita Dipi - avatar Dipi

  "Mall dan supermarket terbaik adalah yang memiliki toko buku di dalamnya. Titik." Yang ga setuju ya harap maklum ya 😂, kebetulan yang komentar gitu adalah seorang book lover yang juga book...

Read more

Panahan di Range Batununggal Bandung Arc…

17-08-2017 Hits:113 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Malam telah cukup larut waktu saya kontak-kontakan dengan coach Robert. Beliau ini coach pertama saya di dunia archery. Coach istimewa, tiada bandingan galaknya... Hahaha (ini tuh pujian 😁). Kenapa galak?...

Read more

Warawiri ke Posyandu

25-07-2017 Hits:382 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Masa depan memang misteri. True banget ya. Ini terjadi setidaknya dalam hidup saya. Why? Itu karena mana pernah saya berpikir akan berkunjung ke posyandu, sambil bawa anak pula. Why? Sebab...

Read more