Translate - Language

id Indonesian zh-CN Chinese (Simplified) nl Dutch en English tl Filipino fr French de German it Italian ja Japanese ko Korean ms Malay th Thai

Review Buku Baper In Love - Samandayu

Created: Friday, 09 June 2017 Written by Dipi

 

Judul Buku : Baper in Love

Jenis Buku : Fiksi (Teenlit)

Pengarang : Samandayu

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit dan cetakannya : Cetakan pertama November 2016

Dimensi Buku : 20 cm

Jumlah Halaman : 288 halaman

Harga Buku : Rp.64.000

 

Isi Cerita

Kamar kos kosan milik ibunya Nina disewa oleh dua orang cowok tampan, Refan dan Nico. Ternyata mereka adalah murid baru di sekolah Nina. Nina belum pernah jatuh cinta dan memang tak tertarik untuk pacaran. Tapi rasa suka perlahan mulai tumbuh dalam hatinya pada Refan dan Nico. Nico pribadi yang ramah, jago main piano, dan penulis novel, sedangkan Refan jago olahraga dan pandai bermain musik juga menyanyi. Refan dan Nico pun memberikan perhatian yang sama pada Nina, membuat Nina bingung pada perasaannya sendiri. Belum lagi sahabat Nina juga jelas-jelas menyukai Refan.

 

Namun Nico menyimpan suatu rahasia dalam hidupnya, rahasia yang sudah Nina curigai sejak ia membaca kisah-kisah dalam novel yang Nico tulis. Sikap Refan yang cenderung dingin padanya serta protektif terhadap Nico juga membuat Nina bertanya-tanya, ada apa sebenarnya dengan kakak beradik ini. Lalu muncullah Ira yang selalu perhatian pada Nico. Ira yang jago nyanyi juga bersekolah di sekolah yang sama. Ada rasa cemburu dalam hati yang Nina tidak pahami. Apalagi Nico juga tampak semakin dekat dengan Ira. 

 

Kisah cinta remaja Nina tak lagi sederhana. Ada dua orang yang ia sukai, namun ia sendiri bingung dengan perasaannya. Lalu ada sahabatnya yang juga menyukai Refan, dan ada Ira yang sangat perhatikan dengan Nico. Mungkinkah cinta Nina akhirnya berakhir bahagia? Atau Nina akhirnya kehilangan semuanya? 

 

Fisik Buku

Sejak pertama mengamati cover buku Baper in Love saya sudah tertarik. Warnanya biru tosca terang membuat mata tak mudah memalingkan pandangan. Segar, benar-benar bergaya muda, sesuai dengan genrenya yang merupakan novel teenlit cinta-cintaan. Apalagi kalau nanti kalian sudah membuka halaman demi halaman, di tiap awal babnya ada ilustrasi cantik yang membuat betah memandang halaman tersebut. Sisanya memang seperti halaman buku biasanya, hitam putih tanpa gambar ilustrasi. 

 

Picture : Gambar ilustrasi di awal bab

 

Ide Cerita dan Gaya Bahasa

Poin yang unggul dari novel ini adalah kemampuannya membangkitkan rasa penasaran pembaca hampir di tiap akhir babnya. Padahal ceritanya memang ringan saja, khas novel teenlit lainnya. Dengan gaya bahasa anak muda jaman sekarang, Samandayu berhasil membuat saya ingin melanjutkan membaca dari bab ke bab sampai akhirnya menamatkan cerita. Sebagai contoh, di bab 6, Samandayu menuliskan adegan dimana Refan sedang jalan ke mall dengan Nina, lalu Refan bercerita kalau ada cewek di sekolah yang dia sukai, tapi tidak diceritakan siapa cewek yang dimaksud. Siapa kah cewek itu? Nah, jadi lumayan penasaran kan ya untuk menyimak bab selanjutnya.

 

Saya sendiri dari awal tidak berekspektasi novel ini akan rumit idenya, karena sudah paham gaya cerita teenlit ya harusnya demikian. Justru kalau terlampau rumit dia jadi keluar dari genre, masuk ke genre fiksi dewasa. Cerita cinta anak SMA, dengan konflik bersama sahabat atau teman sekolah yang jatuh cinta juga pada orang yang sama, klasik namun selalu asyik untuk disimak. Harus pula ada lucu-lucunya karena itulah dunia remaja. Lalu cowok-cowoknya keren, punya kepandaian ini itu, wajah tampan, sensasional, kalau perlu pandai musik dan jago basket, wah idola masa remaja banget nih... hahaha. Idola saya versi remaja dulu. Nah semua karakter tokoh ini kita dapatkan di novel Baper in Love karya Samandayu. 

 

Hal lain yang saya suka dan saya anggap menarik adalah beberapa puisi yang terdapat dalam novel Baper in Love. Puisi-puisinya bagus menurut saya. Berikut saya tuliskan satu buah puisi yang terdapat dalam novel,

Kamar Patah Hati

"Daun berguguran di sudut kamar,

pertanda cinta yang makin mengakar.

Tembok jadi biru, bau empedu

Sakit hatiku semacam kesedihan yang dingin seperti akar dari batu.

Apalah daya, badan kian ringkih.

Disembelih waktu, dilamun-lamunkan kipas dari surga.

Harus aku apakan hati yang sudah patah?

Pada lembab permukaan pintu dan jendela, di semerbak aroma-aroma luka.

Berharap dia datang dan tahu semua perasaan hatiku

tanpa pernah kuucapkan.

Dengan begitu aku bisa mati tenang disampingnya." (Halaman 65)

 

Sayangnya di beberapa bagian di sana-sini di dalam novel ada semacam keganjilan yang saya temukan. Kalimat yang kurang cocok untuk menggambarkan respon suatu tokoh atau yang semacam itu. Saya yang membacanya kadang jadi mengernyitkan dahi, persis seperti kalau sedang naik motor di jalanan mulus lalu tiba-tiba ada polisi tidur yang membuat perasaan nyaman dan mengalir menjadi terganggu tiba-tiba. Contohnya seperti di bawah ini,

"Nicolas kecewa karena kedatangan Refan membuat percakapannya dengan Nina terhenti. Yang lebih memedihkan adalah saat ia mendapati Nina dan Refan saling pandang. Jelas ada makna di balik pandangan itu. Nicolas berharap apa yang dipikirkannya hanya sebatas prasangka. Namun, suara hatinya mengatakan hal yang sama. Nina dan Nicolas sama-sama jatuh cinta"

Rasanya ada yang ganjil, harusnya bukan Nina dan Nicolas yang sama-sama jatuh cinta, tapi Nina dan Refan, karena jelas-jelas kalimat ini diucapkan oleh Nico saat melihat Refan dan Nina bersama.

 

Emosi dan Karakter Tokoh

Di samping poin-poin menarik dalam novel Baper in Love, ada juga banyak bagian dalam cerita yang menurut saya masih bisa dikembangkan oleh penulis, terutama di pengembangan ide pada paragraf yang dapat membangun emosi pembaca. Baper in Love menyimpan banyak bagian cerita yang sedih, namun dalam cukup banyak bab Samandayu tampak tergesa-gesa menyelesaikan alur cerita sehingga saya merasa kurang dapat diemosinya. Entah pula kalau saya termasuk pembaca yang rewel dan sulit berimajinasi ya :). 

 

Kalau saja Samandayu agak santai di bagian-bagian yang berpotensi membangkitkan emosi pembaca, saya kira ia mungkin berhasil, karena di beberapa bagian yang bernuansa humor nyatanya bisa dinarasikan Samandayu dengan lebih baik.

 

Namun terlepas dari itu semua, saya bisa menikmati gaya muda karakter Nina yang polos dan lucu, serta karakter remaja penuh semangat dan keren-keren seperti Nico dan Refan.

 

Alur dan Latar

Saya tak hendak berlama-lama beropini tentang latar ya, karena bagi saya latarnya sudah cukup sesuai untuk cerita. Suasana sekolah, kos-kosan, rumah sakit, mall, pertunjukan musik semuanya wajar.

 

Alur cerita novel ini sebenarnya maju dan mundur sebab ada bab dimana cerita berbalik ke jaman dulu awal dimana Nico dan Refan bertemu serta akhirnya menjadi saudara bagi satu sama lain, juga ada cerita yang mengisahkan bagaimana Nico bisa mengenal Nina dan Ira. Namun meski alur tampak agak maju mundur begini, kita yang membaca tidak akan merasa kesulitan.

 

Dalam beberapa bagian Samandayu lebih banyak bernarasi dengan kalimat-kalimat tanpa percakapan. Itulah yang menyebabkan saya merasa dia agak terburu-buru dalam menyelesaikan bab-bab dalam novelnya. Alur cerita pun jadi cepat berlalu karena model penulisan yang seperti demikian.

 

Pesan Moral

Dari novel Baper in Love saya jelas jadi bernostalgia masa muda, rasanya segar juga mengingat cinta masa-masa dulu waktu remaja. Ada nilai persahabatan yang disampaikan oleh Samandayu dalam novel. Persaudaraan dan kasih sayang jelas dapat kita ambil dari karakter Nico dan Refan yang saling menjaga, menyayangi, bahkan mengalah untuk satu sama lain. 

 

Sedangkan karakter utama Nina bagi saya awalnya tampak seperti seorang perempuan yang plin plan dalam perasaannya. Suka Nico tapi suka Refan juga. Tapi dalam kehidupan nyata kebingungan seperti ini memang lumrah terjadi kadang-kadang ya. Emosi memang untuk beberapa situasi agak sulit dipahami. 

 

Dari Nina kita bisa belajar tentang kebaikan hati, cantik tapi ga gengsian, cantik tapi ga nyadar kalau dia cantik, polos seperti anak-anak. Lalu Nina juga adalah seorang yang perhatian.

 

Rekomendasi

Novel ini saya rekomendasikan untuk pembaca yang membutuhkan bacaan yang ringan dan gampang dicerna. Jumlah halaman bukunya pun tak tebal hanya 288 halaman saja. Pada pembaca yang ingin membaca kisah cinta remaja juga cocok membaca novel ini. Tentu saja kategori usia bukan di pembaca anak-anak meskipun ada nilai persahabatan dan persaudaraan yang baik sebagai pesan moral dalam buku ini. Novel Baper in Love tidak ada kata-kata kasar atau yang beradegan dewasa. Ada adegan perkelahian remaja tapi tidak brutal dan sadis.

 

Spesial untuk Samandayu

Samandayu sudah berpulang ke sisi Tuhan. Beliau seorang blogger senior, karya-karyanya sudah pula beberapa kali dipublikasikan di berbagai media cetak. Novel Baper in Love adalah novel pertama Samandayu, yang ternyata tak bisa ia saksikan sendiri peluncurannya karena ia telah tiada. Menulis bukan hal mudah menurut saya, oleh karena itu saya sangat mengapresiasi novel Baper in Lovenya, sungguh suatu perjuangan yang besar untuk bisa memiliki buku sendiri dan diterbitkan pula oleh penerbit berkelas seperti Gramedia Pustaka Utama.

0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh

Sponsored Post, Job Review, Special Request, Postingan Lomba

Review Buku The Language of Thorns -Midn…

30-11-2017 Hits:160 Features Dipi - avatar Dipi

Judul : The Language of Thorns Midnight Tales and Dangerous Magic Penulis : Leigh Bardugo Ilustrator : Sara Kipin Jenis Buku : Non Fiksi - Dongeng Penerbit : Imprint        Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman : ...

Read more

Review Buku Unfuck Yourself - Gary John …

29-11-2017 Hits:313 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : Unfuck Yourself Get Out of Your Head and Into Your Life Penulis : Gary John Bishop Jenis Buku : Non Fiksi - Pengembangan Diri Penerbit : HarperOne Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman :  224 halaman Dimensi...

Read more

Review Buku The Girl Who Takes an Eye fo…

23-11-2017 Hits:314 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Girl Who Takes an Eye for an Eye Penulis : David Lagercrantz Jenis Buku : Novel Penerbit : Quercus Publishing Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman :  368 halaman Dimensi Buku : 15.50 x 23.50 x...

Read more

Review Buku

Review Buku Alang - Desi Puspitasari

07-12-2017 Hits:56 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Alang Penulis : Desi Puspitasari Jenis Buku : Novel Penerbit : Republika Tahun Terbit : Juli 2016 Jumlah Halaman : 289 halaman Dimensi Buku : 135 mm x 205 mm Harga : Rp. 55.000   Sekelumit Tentang Isi Alang sangat mencintai dunia...

Read more

Review Buku Sirkus Pohon - Andrea Hirata

07-12-2017 Hits:50 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Sirkus Pohon Penulis : Andrea Hirata Jenis Buku : Novel Penerbit : Bentang Tahun Terbit : Cetakan Pertama Agustus 2017 Jumlah Halaman :  410 halaman Dimensi Buku : 20,5 cm Harga : Rp. 87.000    Winner General Fiction New York...

Read more

Review Buku Satu Pembohong (One of Us is…

10-11-2017 Hits:584 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Satu Pembohong Judul Asli : One of Us is Lying Penulis : Karen McManus Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman : 408 halaman Dimensi Buku : 20 cm Harga :...

Read more

Cerita Dipidiff

J.CO Jatinangor Town Square : Duduk Menu…

11-10-2017 Hits:613 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Book blogger juga manusia, yang terkadang tidak ada ide menulis, hilang fokus, pikiran lelah, serta kurang nafsu makan (padahal tadi sarapan sebakul 😅). Teman-teman pernah merasakan keadaan yang seperti itu...

Read more

Giggle Box Jatinangor - Alternatif Tempa…

11-10-2017 Hits:615 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Dulu sekali, tahun lalu tepatnya, saya pernah menulis tentang J.Co di Jatos. Waktu itu saya sedang hamil moonlight dan saat berkunjung ke sana saya cukup antusias untuk datang kembali mengingat...

Read more

Sudut Buku di Transmart Carrefour Cipadu…

08-10-2017 Hits:703 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Mungkin tidak semua orang seperti saya, yang setiap berkunjung ke mall atau supermarket pasti langsung mencari book corner. Tentu saya paling bahagia kalau di sana ada toko bukunya. Tapi jika...

Read more