Sponspored Post, Job Review, Postingan Lomba, Special Request

Periplus Setiabudhi Bandung Bookstore

20-07-2017 Hits:69 Features Dipi - avatar Dipi

TEMPAT BELANJA BUKU IMPOR YANG MURAH, LENGKAP, DAN TERPERCAYA REQUEST POST   Teman-teman pernah dengar kalimat bijak, "Buku adalah jendela ilmu,"? Pasti pernah. Kalo yang ini pernah dengar ga?, "Membaca buku adalah obat...

Read more

Review Tas Busur, Sederhana dan Elegan

04-07-2017 Hits:136 Features Super User - avatar Super User

Tulisan ini disponsori oleh Vieneth Archery Store   Saya mulai bingung begitu mau pergi panahan. Apa pasal? Yaaa apalagi kalau bukan mau pakai apa bawa archery gearnya supaya nyaman ditenteng, digembol, digiwing...

Read more

Review Buku When The Moon is Low - Nadia…

29-06-2017 Hits:117 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : When The Moon is Low Penulis : Nadia Hashimi Penerbit : William Morrow Tahun Terbit 2015 Edisi Bahasa Inggris Jumlah Halaman 400 Harga Rp. 113.000 Dimensi :4,2 x 1 x 6,8 inci Berat : 0,44 kg Internationally Bestselling...

Read more

Cerita Dipidiff

Lodaya Range Archery

13-07-2017 Hits:175 Cerita Dipi - avatar Dipi

TEMPAT LATIHAN PANAHAN YANG NYAMAN BERSAMA PARA PELATIH YANG MURAH SENYUMAN   Setiap orang tentu punya olahraga pilihannya ya. Ada yang suka senam aerobik, zumba, tenis meja, golf, renang, dan masih banyak...

Read more

Warawiri dengan Angkot, Bis Damri, dan O…

13-07-2017 Hits:69 Cerita Dipi - avatar Dipi

  "Even though you are growing up, You should never stop having fun" - Nina Dobrev -   Boleh jadi waktu Nina Dobrev, artis berkebangsaan Kanada yang cantik itu, mengucapkan kalimat yang jadi quotes...

Read more

Cerita Kehamilan Trimester Kedua

09-06-2017 Hits:187 Cerita Dipi - avatar Dipi

    "Terimakasih Tuhan, kami (saya dan bayi di perut) sudah berhasil melewati trimester kedua kehamilan."   Penuh syukur rasanya mengingat tiap episode kehamilan. Cerita kehamilan tiap bumil memang berbeda. Kehamilan saya sendiri terhitung...

Read more

Warawiri dengan Angkot, Bis Damri, dan Ojeg Online

Published: Friday, 14 July 2017 Written by Dipi
0
0
0
s2sdefault

 

"Even though you are growing up, You should never stop having fun"

- Nina Dobrev -

 

Boleh jadi waktu Nina Dobrev, artis berkebangsaan Kanada yang cantik itu, mengucapkan kalimat yang jadi quotes di atas sebenarnya sedang berdiri menikmati keindahan air terjun Niagara, atau ia sedang terpaku pada keindahan malam di Kanada. Tapi quotes kadang-kadang bisa dipake untuk situasi yang jauh berbeda juga kan ya. Contohnya seperti saat ini, yakni saat saya bepergian ke kota dengan tiga macam alat transportasi umum, angkot, bis damri, dan ojek online, ternyata bisa juga merasa having fun 😁. Jangan tanya soal "growing up", usia 36 tahun udah cukup growing wing kali ya, jika tidak bisa dibilang matang di pohon 😂.

 

Masih ingat sekali waktu pertama kali saya tinggal di Bandung, yakni tahun 1999. Kala itu udara Bandung lebih sejuk dibanding saat ini. Bandung tidak macet, tapi transportasi memang lebih sedikit waktu itu. Angkot cukup sih, yang kurang justru bis-bis damri, kerasa banget sama saya karena waktu itu dengan bis damri lah saya pulang pergi ke kampus Universitas Padjadjaran di Jatinangor. Berdiri desak-desakan, mengejar bis, dan ga kebagian tempat sudah jadi makanan sehari-hari mahasiswa rantauan biasa seperti saya.

 

Nostalgia banget ya dan penuh histori kala itu, justru karena situasinya yang "nelangsa". Maka, ketika saya sudah bekerja, sudah menikah, dan punya kendaraan pribadi pun tetap saja ada semacam perasaan tak ingin lupakan angkutan umum. Bahkan kadang-kadang naik angkot, bis, delman, dan ojeg terasa lebih "having fun" ketimbang naik motor atau mobil pribadi. Yes yes, kalian boleh bilang saya "aneh atau kampungan", tidak apa-apa, sebab itu betul kok 😁.

 

Jadi, ketika baru-baru ini saya ada keperluan ke kota Bandung, yang mana cukup jauh jarak tempuhnya dari domisili saya yang di Cileunyi Kab. Bandung, saya putuskan untuk naik kendaraan umum saja. How does it feel yeah?! Saya penasaran dengan sensasinya, dengan nuansanya, dengan ongkosnya yang murah meriah. Toh sedang tidak diburu waktu, jadi monggo kalo mau diputer-puter ngikutin jalur trayek angkutan umum. Paling ujung-ujungnya lelah lalu akhirnya pesan taxi yang nyaman lalu tiba di tujuan atau malah pulang 😂.

 

ANGKOT

Tidak ada pertanyaan, "Mau diantar kemana Mba?", atau, "AC nya sudah pas belum?" saat saya naik angkot jurusan Cileunyi menuju Jatinangor. Yang ada ya naik ke angkot yang sedang ngetem, tunggu sabar, lalu teriakkan "kiri!" saat sudah tiba di tujuan yang diinginkan, bayar, terima kembalian, ucapkan terimakasih, selesai. Mau duduk di kursi manapun di angkot bebas asalkan memang kosong. Lumayan seneng di angkot menikmati angin sepoi sepoi yang berhembus dari jendela dan pintu mobil yang terbuka. Kebetulan supirnya tidak sedang putarkan lagu, jadi suara-suara yang terdengar hanya bunyi-bunyian lalu lintas. Rada panas tentunya, karena di luar cuaca memang sedang cerah-cerahnya.

 

Picture : Duduk manis di dalam angkot

 

Bertahun-tahun saya gunakan angkot, bisa di bilang sejak orok malah. Angkot pertama yaitu angkot yang body nya dari semacam kayu dan bentuk mobilnya hampir mirip kotak. Itu angkot khas daerah Palembang. Supir-supir di sana juga giat putarkan lagu, biasanya dangdut remix dan lagu nostalgia, otomatis suasananya jadi meriah sekali bagi para penumpang (baca : bising). Tapi memang begitu adatnya di sana. Angkot Bandung rada beda, ga pernah dengar dangdut remix, paling lagu pop dan semacamnya. Body angkot di Bandung seperti mobil biasa yang dicat ulang dan kursi-kursi penumpangnya diatur menghadap kanan dan kiri. Beda dengan angkot Palembang model dulu yang penumpangnya duduk menghadap depan seperti murid duduk berbaris menghadap papan tulis.

 

Banyak kenangan saya saat naik angkot di Bandung, beberapa cukup ekstrim seperti menyelamatkan diri dari kejaran orang gila di Kiaracondong, bertemu kakek-kakek yang mau grepe-grepe saat penumpang cuma saya dan dia di dalam angkot, dimintai nomor telpon sama cowok-cowok yang baru saja kenal di angkot, ditodong dan dimintai uang sama ibu-ibu yang berangasan, terkena muntahan balita yang mabok, dan lain-lain. Aduh, sekilas pengalamannya jelek semua ya. Tapiii, di angkot juga lah kenangan bersama laki-laki yang sekarang jadi suami saya banyak terdapat. Sebagai orang perantauan yang hidup prihatin beliau tak punya motor atau mobil saat itu. Jadi dia ajak jalan-jalan saya naik angkot saja, sampai di kota jajan mie ayam atau cemilan, lalu ngobrol-ngobrol, dan pulang dengan transportasi umum juga. Buat saya itu jauh lebih dari cukup, beliau sopan, ramah, cerdas, hangat pribadinya, dan saya jatuh cinta setengah mati karena kebaikan hatinya 😁.

 

BIS DAMRI

Sekarang saya sudah tiba di pool bis Damri. Hari ini saya mau naik bis Damri tujuan Elang via tol. Bis masih sepi, saya penumpang pertama rupanya. Kondisi bis yang rapih dan bersih dengan kursi-kursi berjok lembut berwarna ceria mengingatkan saya betapa bedanya bis damri yang dulu dengan sekarang. Dulu joknya keras warna hitam. Kursi-kursi rapatnya bukan main. Bisnya juga kebanyakan tidak berAC. Hampir jarang ditemui bis yang kosong dalam waktu lama. Umumnya kami penumpang selalu berebutan naik, sehingga kalau lagi penuh pernah saya berdiri berjam-jam di bis berdesak-desakan dengan penumpang lainnya. 

 

Picture : Bis Damri saat ini lebih bersih dan rapih

 

Suasana jadi makin rumit begitu pedagang asongan dan pengamen ikut masuk ke dalam bis. Badan rasanya sudah lelah sekali kejepit sana sini. Mau ambil ongkos di dalam saku kadang sampai susah saat kondektur menagih. Apalagi tas harus digendong di depan, waswas jadi korban pencopetan, meski uang di dompet sebenarnya tinggal recehan 😂. Beruntungnya kita di jaman sekarang ya, bis sudah lebih banyak jumlahnya, kondisi bis pun sudah cukup nyaman, ongkos terhitung murah. Jatinangor - Moh Toha Rp. 9.000. 

 

OJEG ONLINE

Kini saya sudah tiba di kota Bandung, kemacetan langsung menyapa begitu keluar dari pintu tol Toha. Pilih angkot lagi kah untuk tiba di tujuan? Ah sepertinya bakal terlalu menyita waktu dan energi. Order taxi gitu ya? Tapi tetap saja akan terjebak kemacetan meski memang nyaman berada di dalam mobil saat matahari mulai terik-teriknya. Setelah pikir-pikir, pilihan saya kemudian jatuh pada ojeg online. Cepat, bisa selap selip di jalan, dan ongkos jauh lebih murah. Toh hari sedang tidak hujan, dan panas sedikit tak masalah. Dengan aplikasi saya segera order ojeg online ke tujuan yang diinginkan. Lalu saya telpon-telponan dengan driver ojegnya untuk memastikan lokasi bertemu. Ojeg tiba dengan segera dan saya pun meluncur menembus kemacetan tanpa hambatan.

 

Picture : Layanan Ojeg Online sebagai alternatif kendaraan umum di kota Bandung

 

Wuzzzz... Tak terasa sudah tiba di tujuan 😊. Praktis ya. Ongkos cuma Rp. 6.000. Drivernya pun ramah. Tak ada nego-nego alot soal ongkos. Semua terpampang jelas dari awal saat order di aplikasi. Berbeda dengan dulu, saat ojeg offline masih merajai angkutan umum di Bandung. Proses nego harga bisa alot sekali, dan yang tak pandai nego seperti saya sering kena harga tinggi. Saya bayar ongkosnya ke driver ditambah bonus. Tapi driver tolak bonus itu dengan halus. Katanya ia minta bintang 5 saja sebagai gantinya, biar kinerja dia dapat penilaian yang baik dari perusahaan. Komplain dan bintang yang sedikit bisa jadi masalah bagi driver ojeg, jika kinerja jelek mereka bisa kena suspend, ga boleh ngojek sampai batas waktu tertentu.

 

Hitung punya hitung total ongkos saya hari ini Rp. 18.000. Jauh lebih murah jika dibandingkan dengan kalau saya naik taxi online atau taxi offline. Taxi online bisa kena Rp.85.000 dan taxi offline kurang lebih kena charge Rp.150.000an. Wah bikin senyum terkembang kalau inget ongkos murah begini. Mana cepat pula sampai di tujuan. Tapiii catatannya menurut saya ya itu, pilih angkutan umum yang sesuai rute tujuan, pertimbangkan waktu, cuaca, bahkan kondisi tubuh. 

 

Sebagai warga negara yang tak punya banyak kemampuan dan kontribusi yang nyata untuk bangsa, entah mengapa saya jadi merasa punya andil sedikitttt dalam berpartisipasi di program pemerintah dengan cara naik kendaraan umum seperti ini. Lagipula saya pun cuma rakyat kecil yang dengan naik kendaraan umum jadi seolah turut membantu perekonomian sesama rakyat kecil. Meski sebenarnya saya pun suka merasa jengkel dengan angkot yang terlalu banyak serta sering sembarang parkir di jalanan dan bikin macet lalu lintas 😁. Hidup memang banyak dilemanya ya.

 

Akankah ke depannya saya naik angkot, bis damri, dan ojeg online lagi? Entahlah. Bagaimana dengan teman-teman? Tahun ini putra saya lahir. Makanya saya banyak bepergian dengan mobil atau taxi, sebab saya kasihan kalau anak saya yang masih kecil jadi hirup-hirup udara kota yang berpolusi. Belum lagi panas di Bandung kadang terik sekali. Namun pasti kalau Moonlight sudah lima tahun, cepat atau lambat kami akan bepergian juga dengan kendaraan umum. Siapa tau 5 tahun ke depan kemacetan Bandung sudah ada solusinya, dan angkutan umum pun sudah makin nyaman. Tidak ada yang tau persis tentang masa depan kan 😊.

 

"Even though you are growing up, You should never stop having fun" - Nina Dobrev. Yes Nina, I'm quite having fun today 😊. Warawiri naik angkot, bis damri, dan ojek online sambil nostalgiaan. Baru-baru ini saya kehilangan salah seorang yang saya sayangi dengan tulus. Rasanya saya sudah mengusahakan yang saya bisa selama dua tahun ini agar kami bisa berbahagia sesuai porsinya. Tapi endingnya sementara ini tak bagus. Saya yang salah, kehadiran saya rupanya memang tidak pernah membawa kebaikan dalam hidupnya. Saya juga kehilangan sepupu saya baru-baru ini. Kami punya banyak kenangan indah masa kecil. Tapi Tuhan punya rencana sendiri untuknya. Baru beberapa pekan lalu ia dipanggil olehNya setelah berjuang satu tahun melawan leukemia.

 

Jadi, yuk mulai lagi dari awal untuk mencoba bergembira dan menikmati hidup yang penuh warna ini. Having fun seperti kata Nina Dobrev, hanya saja cara saya ya ini sederhana, yaitu dengan warawiri jalan-jalan naik angkot, bis damri, dan ojeg online 😊.

 

 

0
0
0
s2sdefault

Lodaya Range Archery

Published: Thursday, 13 July 2017 Written by Dipi
0
0
0
s2sdefault

TEMPAT LATIHAN PANAHAN YANG NYAMAN BERSAMA PARA PELATIH YANG MURAH SENYUMAN

 

Setiap orang tentu punya olahraga pilihannya ya. Ada yang suka senam aerobik, zumba, tenis meja, golf, renang, dan masih banyak lagi. Tapi kalau saya sih kebetulan sukanya cuma yoga, panahan, dan berkuda. Please jangan tanya tentang berenang, saya dua kali tenggelam 😁, jadi cukup sudah renang-renangannya, nanti saja kalau Moonlight sudah cukup besar, tak bawa ke kolam renang bayi, saya bisa ikut renang di situ dengan alasan nemenin anak 😂. Di kolam renang bayi tak mungkin tenggelam kan ya 😢😅.

 

Sebagai salah satu olahraga yang saya suka, panahan bagi saya adalah suatu kegiatan yang baper pisan, hayu weh panahan, dan selalu diupayakan untuk dilakukan, meski kadang waktunya sebenarnya ga ada, gear pernah ga punya, dan saya penderita radang sendi di bagian leher dan lengan (kanan dan kiri), yang herannya begitu dibawa panahan si sakit-sakit malah hilang. Demikian katanya kekuatan psikis bisa mengalahkan lemahnya kondisi tubuh.

 

Maka, demi kesehatan jiwa dan raga itu lah, pada suatu hari di bulan Juli, meluncurlah saya menuju salah satu area latihan panahan yang umum dikenal dengan nama Range Lodaya beralamatkan GOR Sepak Takraw Jalan Lodaya No. 22 Bandung. Tempat yang strategis sebetulnya untuk warga Kota Bandung, namun jadi terasa "kurang manis" bagi warga Kabupaten Bandung seperti saya. Jauhnya bikin lelah, sampe lokasi bisa narik busur dua rambahan aja udah syukur. Baiknya begitu sampai mampir ke kantin dulu untuk cemal cemil dan banyak jajan, setelah kenyang lalu pulang #eh. Trus kenapa tetap kesana? Sebab mendung tak selalu hujan kah? Oh bukan, saya kesana karena ada janji bicarakan proposal dengan salah satu coach senior di Range Lodaya.

 

"Jadi bertemu di Range Lodaya soal proposal Wa? 

"Iya dong"

"Bawa gear jangan"

"Ya bawalah, biar sekalian latihan" (*ngapain jauh-jauh ke range lalu ga latihan)

"Baiklah"

Readers 😊, meet Mister Abong alias Pak Bonny alias Wa Abong. Beliau adalah coach penunggu Range Lodaya. Teman-teman yang datang ke lokasi dengan wajah bimbang, hati galau, pikiran resah, saran saya temui beliau untuk mendapatkan pencerahan dan kegembiraan dalam archery. Waktu saya di sana pun bolak-balik Wa Abong ini menerima tamu baik yang datang sendiri maupun yang berkelompok satu keluarga. Semua ingin tau tentang archery di Lodaya, semua ingin dekat dengan Raisa. Poin yang terakhir abaikan ya. Lupakan Raisa.

 

Picture : Tampak Wa Abong lagi sibuk melayani pertanyaan calon member BACS yang datang

 

Tentang Range Lodaya

Tentu saja disamping Wa Abong ada coach-coach lainnya juga yang ga kalah mumpuni. Sekilas usia mereka ada yang muda-muda. Tak usah khawatir, mereka sudah pada lulus training coach kok. Tugas mereka mendampingi para archers yang sedang latihan memanah di Range Lodaya. Tak cuma archers yang dewasa, para pemanah mungil dengan ukuran badan belum juga lebih dari satu meter pun mendapatkan porsi perhatian dan bimbingan yang sama. Dan hari ini, range cukup ramai dipenuhi oleh pemanah usia anak-anak, remaja, dewasa, senior, baik laki-laki maupun perempuan. Di sisi-sisi area panahan terlihat para orangtua atau wali mereka, duduk menunggu dan menonton anak-anaknya latihan sambil bisa pesan es jeruk atau beragam jus dari kantin.

 

Picture : Bisa ikut nunggu, nonton, dan istirahat di sisi area panahan

 

Mushola, Kantin, Toilet, dan Area Parkir

Nah, ini dia poin penting lainnya dari sebuah lokasi. Ada kantin ga? Mushola gimana? Toiletnya bersih ngga? Tiga pertanyaan mendasar yang kerap ditanyakan ya itu tadi. Saya bantu jawab ya. Kantin ada, bisa pesan beberapa menu di sana, mulai dari nasi goreng, nasi ayam, sampai minuman seperti jus dan air mineral tentunya. Harga lebih mahal sedikit dibanding beli di penjual non lokasi. Contohnya es jeruk Rp.10.000, tapi rasanya enak, manis segar. Mushola cukup lah, luas kurang lebih 3x3m sepertinya, dikarpet bersih, ada sajadah dan mukena. Toilet tersedia untuk ladies dan gentleman. Maaf ga bisa kasih review toilet laki-laki, terlalu mencurigakan bila saya masuk ke sana. Untuk toilet perempuan kondisi bersih, namun toilet bisa dibilang harus diperbaiki. Ga ada kaca di toilet, bu ibu dan mba-mba bawa kaca kosmetik ya kalau mau rapih-rapihkan pakaian atau kerudungnya.

 

Picture : Kantin

 

Fasilitas tempat parkir lumayan muat untuk 10 mobil plus motor. Tapi kalau lagi ramai, area parkir jadi padat juga sih sehingga kadang sulit untuk keluar. Kadang harus wowo-woro supaya Bapak X mundurkan mobil dulu agar kendaraan kita (terutama mobil) bisa keluar dari area parkir. 

 

Picture : GOR Sepak Takraw tampak depan dan area parkirnya

 

Detail Range Lodaya dan Biaya-Biaya

Kembali ke area archery 😊, Range Lodaya nyatanya memang indoor. Panjangnya 21 meter dan lebar 15 meter sehingga bisa mendukung panahan berjarak 20 m, 10 m, dan 5 m. Tersedia cukup face target dengan bantalannya yang kokoh di tiap jarak panah tersebut. Range Lodaya buka setiap hari Senin - Rabu dari pukul 11 siang sampai 3 sore, dan Kamis dari pukul 2 siang sampai pukul 6 sore. Range Lodaya ini adalah salah satu Range milik Bandung Archery Club & School (BACS). Kita bisa memanah di sini dengan membayar iuran anggota Rp.100rb/tahun dan Rp.150rb/bulan (free latihan 10x/bulan di range BACS area manapun) untuk member BACS atau membayar Rp.60rb/2 jam untuk non member. Tak perlu khawatir jika tak memiliki perlengkapan panahan. Tinggal sewa dan bayar Rp. 15rb kok. Busur-busur yang dapat disewa merupakan standard bow bermerk, antara lain cartel dan optimo. Dengan menyewa gear kita sudah mendapatkan satu bow, 3 arrow, 1 arm guard, dan 1 fingertab. Itu sudah mencukupi untuk panahan. 

 

Picture : Suasana panahan

 

Harus diakui bahwa area panahan di Bandung cukup banyak. Bahkan sebenarnya ga harus ke range juga, di rumah pun saya bisa panahan, yakni memanah menyerong, target diikat di kursi teras, kepanasan, dan tiap sekian menit tetangga komen "Wah, si teteh jago euy, #padahal jelas arrow saya lagi ngaco terbangnya, belum lagi ada lima atau enam anak-anak kecil yang kelewat antusias menyaksikan adegan menegangkan ini sambil ceriwish nanya-nanya "Tante, ini apa namanya?" Lalu sentuh-sentuh kuiver saya hingga konsentrasi pun buyar karena mereka berdiri terlalu dekat... duh bahaya pisan!!.. Apapun itu poinnya ya itu tadi, saya pribadi tetap suka panahan di Range Lodaya meski banyak alternatif area panahan lainnya.

 

Kalau ditanya alasannya maka jawaban saya sederhana sih. Dengan latihan di Range Lodaya saya bisa sekaligus bersilaturahim dengan sesama pemanah, berguru pada archer senior, dan ber-hepi-archery ria dibimbing coach yang ramah dan murah senyum. Selintas ramah dan murah senyum seperti hal yang sepele ya. Padahal Kotler bilang service excellence is an important value which every company should has. Sepertinya murah senyum dan ramah adalah bagian dari layanan yang dimiliki oleh BACS Range Lodaya. Selain itu, sebenarnya tempat ini jadi terasa tak begitu jauh dari rumah saya yang berada di daerah Cileunyi, dengan catatan saya harus tempuh jalur tol Cileunyi lalu keluar di tol Moh Toha. Bahkan dengan kendaraan umum total ongkosnya ga lebih dari Rp.30rb. Bagaimana kalau naik taxi atau taxi online? Yah waktu itu pernah juga pake taxi online dari Lodaya ke Cileunyi lewat tol dan waktu itu kena charge sekitar Rp.80rb-an.

 

How to Get There

Untuk mencapai lokasi Range Lodaya BACS di GOR Sepak Takraw Jalan Lodaya No 22 Bandung, teman-teman bisa gunakan taxi dan ojek online yang banyak tersedia di kota Bandung. Bisa juga naik angkot atau bis tapi jadi muter-muter dulu ngikutin trayek angkutannya. Bisa juga pakai kendaraan pribadi tentunya. Ongkos di Bandung bervariasi tergantung jenis transportasi dan jarak. Menurut saya sih ojeg online termasuk transportasi yang paling murah dan cepat dibanding yang lainnya mengingat Bandung saat ini cukup banyak titik macetnya. Tapi pastikan cuaca lagi cerah ya, sebab kalau hujan naik ojeg pasti kurang nyaman. Untuk ancer-ancer lokasi, GOR Sepak Takraw ini berdekatan dengan Pusat Jualan Buku Palasari, kawasan jual buku yang populer di Kota Bandung.

 

Picture : Peta Range Lodaya di GOR Sepak Takraw

 

 

Teman-teman tertarik untuk panahan? Lokasi di kota Bandung bukan? Cari tempat yang nyaman dan pelatihnya ramah-ramah ga? Saya rekomendasikan Range Lodaya ya 😊. Coba datang dan mainkan panahmu di sana 😊. Carilah Wa Abong, jangan Raisa #eh. Sampai jumpaaaa ya di sana.

 

 

0
0
0
s2sdefault

Cerita Kehamilan Trimester Kedua

Created: Friday, 09 June 2017 Written by Dipi
0
0
0
s2sdefault

 

 

"Terimakasih Tuhan, kami (saya dan bayi di perut) sudah berhasil melewati trimester kedua kehamilan."

 

Penuh syukur rasanya mengingat tiap episode kehamilan. Cerita kehamilan tiap bumil memang berbeda. Kehamilan saya sendiri terhitung mulus jika dibandingkan bumil lain yang masih harus terus bedrest atau terapi sampai berbulan-bulan. Tapi boleh ya, jika saya tetap ingin berbagi cerita dengan teman-teman semua. Semoga ada manfaatnya :).

 

Soal Asupan Makanan dan Selera Makan

Menginjak trimester kedua, yakni 14 - 28 minggu kehamilan rasa meriang, mual, muntah, perut sakit, sudah jauh berkurang. Pada trimester kedua bumil akan merasakan selera makannya bertambah, morning sickness berkurang, dan emosi menjadi stabil" - Tim Admin Grup Sharing ASI MPASI dalam buku Superbook for Supermom

 

Benar sekali tuh, saya sendiri merasa cukup bugar di bulan kelima. Makan berselera, jadi instruksi konsumsi buah, sayur, protein, dan karbo, termasuk susu bisa dilakukan dengan optimal. Pola makan bertahap nambah hehehe, senang rasanya makan dengan penuh selera seperti ini. Makan yang cukup membuat energi juga terasa bertambah. Tubuh sudah tidak selemah ketika hamil trimester pertama. Teman-teman yang sudah hamil juga bilangnya begitu, yakni kalau hamil trimester kedua itu adalah fase yang paling nyaman buat bumil. 

 

Aktivitas Harian

Mumpung sedang bugar-bugarnya, teman-teman sudah bisa melakukan beberapa aktivitas yang dulu biasa dilakukan. Saya sendiri mulai mengembalikan beberapa aktivitas ringan yang sempat ditinggalkan di awal kehamilan karena istirahat terus, di rumah melulu, makan dan tidur, itu membosankan lho. Nah, apa saja sih aktivitas yang bisa saya lakukan di trimester kedua ini? Tentu saya sebelumnya sudah konsultasi dengan dokter kandungan. Pilihan saya jatuh pada beberapa kegiatan hobi. Kalian juga pasti punya hobi masing-masing kan ya. Hobi kalian ini beberapa sudah bisa dilakukan lagi di hamil trimester kedua.

Hobi saya sebenarnya cukup banyak, namun sayangnya tidak semua bisa saya lakukan saat hamil. Panahan dan berkuda, juga traveling, hiking, dan kemping juga dilarang. Jadi yang aman akhirnya adalah meneruskan hobi membaca, menulis, menonton film. Untuk jalan-jalan pagi hari di sekitar rumah belum diijinkan dokter karena di trimester pertama saya ada riwayat rasa sakit di bagian bawah perut, lalu ini adalah hamil pertama sedangkan usia saya sudah 35 tahun. 

 

Gerak Janin dan Jenis Kelamin Bayi

Memasuki 5 bulan kehamilan, gerak bayi mulai terasa. Duh senengnya merasakan getaran-getaran dede bayi di perut. Rasanya bahagia gimana gitu. Kehamilan yang begitu nyata... Hahaha. Dede bayi kerasa geraknya masih sedikit. Sebenarnya dia aktif, tapi karena ukurannya masih mungil makanya bumil kadang terasa kadang tidak saat ia bergerak. Beberapa bumil yang lain katanya sudah merasakan gerakan bayi sebelum usia hamil 5 bulan.

Lalu, untuk jenis kelamin bayi baru kami ketahui di bulan keenam. Itupun dokter masih ragu-ragu, karena waktu di usg adik bayi malu-malu hahaha. Baru keliatan sedikit eh dianya udah putar posisi jadi nutupin area genital. Dokter perkirakan bayi saya laki-laki berdasarkan apa yang tampak di usg dalam waktu yang singkat itu.

 

Apa kabar dede bayi dan hasil pemeriksaan kedokteran?

"Denyut jantung bayi dapat didengarkan melalui stetoskop pada minggu ke-12 sampai minggu ke-14. Pada minggu ke-14 alat kelamin bayi akan terbentuk sempurna. Bahkan, otak janin sudah bekerja pada minggu ke-16. Bayi mulai menumbuhkan rambut pelapis tubuh yang disebut lanugo" - Tim Admin Grup Sharing ASI -MPASI

 

Di usia 18 minggu bayi saya sendiri ukurannya 13,49 cm dengan berat 280 gram. Usia 23 minggu bayi ukurannya 18,57 cm dengan berat 643 gram. Usia 27 minggu panjangnya 22,79 cm dengan berat 1087 gram. Usia 29 minggu panjangnya 25 cm dengan berat 1558 gram. Trimester kedua kehamilan dokter kasih saya tambahan vitamin lagi. Trimester pertama dikasih vitamam 1 dan Prolacta with DHA, di trimester kedua ini ditambah lagi dengan Calnic Plus dan vitamamnya diganti jadi vitamam 2. Masing-masing diminum sekali sehari dan boleh aja berdekatan waktu makannya dengan minum susu. 

Dokter selalu bilang kondisi bayi bagus, jadi walau perawakan saya tak begitu besar hamilnya (secara genetis body memang cenderung slim dengan berat badan sebelum hamil stabil di 42-45 kg tinggi 158 cm), saya tidak khawatir bayi kurang beratnya. Yang khawatir justru keluarga, sampai-sampai saya diingatkan dan disediakan beragam makanan dan susu hamil. 

Bumil kalau dibegitukan kan malah jadi ga tenang ya hahaha. Rada panik dan ikut kepikiran jangan-jangan benar bahwa bayi kurus dan beratnya kurang. Tapi akhirnya saya putuskan untuk percaya pada dokter dan terus berpikiran positif. Saya juga menjelaskan hasil konsultasi dokter pada keluarga, bayi baik-baik saja kok, dan kalau mereka panik saya nya juga jadi stress dan tidak nyaman.

Oh iya, tekanan darah saya selama hamil cenderung selalu rendah. Hamil 4-6 bulan tekanan darah selalu 90/60 dengan penambahan berat badan 2 kilo saja tiap bulannya. Walhasil keluarga panik lagi. Padahal lagi-lagi dokter kandungan santai-santai saja dengan tensi saya yang segitu. Ketika saya konsultasikan pun jawaban dokter cuma singkat, "Tensi bumil beda-beda, ada yang memang cenderung rendah seperti ibu. Masih normal kok, asal jangan turun lagi dari ini atau tidak stabil naik dan turun." Soal berat badan juga tidak masalah kata dokter, segitu itu sudah sesuai dengan pertumbuhan janin.

Terus terang "kepanikan" dan "ekspresi kasih sayang dan perhatian" keluarga dalam bentuk berlebihan seperti ini sempat membuat mood saya ga bagus. Tapi bumil harus tabah donk... :), maklumi saja bahwa itu semua karena cinta dan pedulinya mereka pada saya dan jabang bayi.

 

Picture : USG Minggu ke-19

 

Picture : USG Minggu ke -27

 

Picture : USG Minggu ke -23

 

Picture : USG Minggu ke -29

 

Lemah dan Nyaris Pingsan

Menginjak 6 bulan menuju 7 bulan kehamilan tubuh saya kembali melemah. Sempat khawatir juga karena tiga kali saya merasakan pandangan gelap dan lemah secara tiba-tiba. Biasanya ini terasa di pagi hari. Aduh khawatirnya bukan main ya, saya segera istirahat, tiduran, lalu setelah merasa lebih kuat baru kemudian cepat makan atau minum untuk mengembalikan kekuatan. Pernah waktu itu kejadiannya waktu saya dalam posisi berdiri, kebayang bahayanya kalau sampai jatuh. Segera saya ambil posisi duduk di lantai sambil berpegangan di dinding.

Meski sudah berusaha menjaga kekuatan tubuh dengan asupan gizi juga tertib minum berbagai vitamin dari dokter kandungan, akhirnya saya kecolongan juga. Hari itu masih pagi waktu saya merasa badan saya keluar keringat dingin. Memang malamnya tidur tidak cukup, sering terbangun lalu tidak bisa tidur lagi. Tapi hari itu ada jadwal periksa ke dokter kandungan, makanya saya paksakan diri untuk mandi, menyetrika, dan lain-lain.

Namun begitu sudah berdandan rapi saya nyatanya tidak bisa bangkit dari tempat tidur. Saya pikir dengan duduk agak lama kekuatan akan pulih kembali. Apalagi saya sudah sarapan nasi dan lauk sepiring ditambah susu. Tapi ternyata makin lama saya merasa agak sesak di bagian dada. Ganti baju yang longgar juga tidak membantu.

Taxi sudah datang menjemput, saya paksakan bangun dan berjalan, tapi cuma kuat sampai ruang tamu. Akhirnya saya ambil keputusan tidak jadi berangkat, taxi pun dibatalkan. Nah, karena pandangan saya mulai gelap, maka saya berusaha kembali ke kamar untuk tiduran, tapi di tengah jalan rupanya pandangan makin gelap, saya cepat-cepat ambil posisi duduk, tubuh seperti tidak ada tenaga. Sayup-sayup terdengar suara bibi dan ibu yang panik. Ada tangan-tangan yang menyangga tubuh saya.

Sekian menit saya sadar lagi. Dibantu dengan dipapah kanan dan kiri, saya berjalan pelan ke kamar dan tiduran. Kaki-kaki saya diolesi ibu dengan minyak kayu putih dan diurut. Kata ibu kaki saya dingin sekali. Nyatanya seluruh tubuh saya sebenarnya berkeringat dingin. Saya minta diselimuti dua lapis dan disiapkan teh manis hangat. Setelah minum dua teguk saya pejamkan mata. 

Kurang lebih satu sampai dua jam badan mulai terasa hangat. Baru setelah cukup kuat saya minta tolong disiapkan makan. Pertanyaan saya waktu itu cuma satu ke bibi yang membantu menyiapkan makanan, "Bi, waktu tadi saya jatuhnya bagaimana? Kena ke perut ga?". Lega rasanya waktu dengar jawaban bibi, "Nyaris neng, keburu dipegangin bibi. Jadi aman." Syukur alhamdulillah, Allah melindungi kami.

Sorenya bu bidan datang ke rumah karena saya ingin periksa keadaan bayi. Hasilnya bagus, detak jantung bayi kuat, dan semua baik-baik saja.

Esoknya ketika konsultasi ke dokter kandungan, saya sampaikan situasi ini. Kalian tahu apa kata dokter? Katanya saya harus lebih banyak lagi "makan dan minum". "Bayinya menyerap energi ibu jadi ibu harus imbangi. Kalau terasa begitu lagi, segera minum yang manis, dan banyak istirahat," demikian kata dokter.

Duh anakku, kau mau membesar dan tumbuh kuat :). Silahkan ambil yang terbaik dalam tubuh ibumu ini. Kutekad mau makan dan minum lebih banyak dan bergizi lagi.

 

Sering BAK

Awalnya terasa sangat tidak nyaman karena urusan BAK ini jadi meningkat frekuensinya, terutama di malam hari. Mulai terasa sekali di bulan keenam kehamilan. Badan jadi kurang segar karena tidur terganggu. Tapi ini hal yang wajar kok. Dokter kandungan bilang itu karena rahim membesar sehingga menekan kandung kemih dan akibat adanya peningkatan hormon kehamilan.

Segera BAK ya kalau terasa, jangan ditahan karena nanti malah mengakibatkan infeksi kandung kemih. Menjelang sore sebaiknya hindari konsumsi minuman yang berkafein seperti kopi dan teh yang bersifat diuretik (merangsang BAK). Hal serupa disarankan oleh Tim Admin Grup ASI-MPASI dalam buku Superbook for Supermom.

 

Biaya-Biaya

Kontrol hamil di trimester kedua masih sebulan sekali. Tentu biaya seperti ini berbeda-beda ya tergantung dimana kita melakukan pemeriksaan kehamilan. Namun sebagai gambaran, saya periksa di dokter spesialis kandungan RS Hermina di Bandung untuk tiap bulannya membutuhkan biaya kurang lebih Rp. 700.000 dengan rincian Rp. 456.000 untuk obat-obatan resep (suplemen vitamam 2, calnic plus, dan Prolacta with DHA, masing-masing untuk dikonsumsi selama satu bulan), Rp. 244.000 untuk konsultasi dokter, dan Rp. 72.000 untuk USG 2D.

 

Ibu hamil butuh menjaga moodnya tetap stabil, penuh semangat, dan bahagia. Stress ibu bisa dirasakan juga oleh bayi kita. Kan kasihan ya kalau adik bayi sampai stress. Oleh karena itu berkonsultasilah dengan dokter ahli untuk mendapatkan informasi dan saran yang tepat, sedangkan saran dan komentar dari pihak lain kita terima sebagai masukan :). Jangan terlalu banyak pikiran, waspada namun tetap bahagia :).

 

 

 
 
0
0
0
s2sdefault

Review Buku

Review Buku Baper In Love - Samandayu

09-06-2017 Hits:289 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul Buku : Baper in Love Jenis Buku : Fiksi (Teenlit) Pengarang : Samandayu Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit dan cetakannya : Cetakan pertama November 2016 Dimensi Buku : 20 cm Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku Tentang Kamu - Tere Liye

09-06-2017 Hits:178 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul Buku : Tentang Kamu Jenis Buku : Fiksi Pengarang : Tere Liye Penerbit : Republika Tahun Terbit beserta Cetakannya : Cetakan Kedua Oktober 2016 Dimensi : 13,5 x 20,5 cm Jumlah Halaman : vi +...

Read more

Review Buku Kumpulan Budak Setan

08-06-2017 Hits:213 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Kumpulan Budak Setan Jenis Buku : Kumpulan Cerpen Horor Pengarang : Eka Kurniawan, Intan Paramaditha, Ugoran Prasad Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Cetakan : Cetakan Kedua Agustus 2016 Dimensi Buku : 14 cm...

Read more

Ragam Review

Bubur Sum2x Mang Edi, Manisnya Pas di Li…

14-07-2017 Hits:62 Ragam Review Dipi - avatar Dipi

  Salah satu jajanan lagi yang rutin kolar-kilir melintas di depan rumah saya adalah bubur sumsumnya mang Edi. Entah persisnya sejak kapan jajanan ini beredar di sini, karena waktu masih aktif...

Read more

Sarapan bersama Brownies Pandan Coklat H…

09-07-2017 Hits:116 Ragam Review Dipi - avatar Dipi

  Bangun pagi di masa menyusui selalu dicekam rasa lapar 😅. Termasuk juga Senin pagi ini. Cek cek isi lemari makan dan kulkas, ternyata hanya memberikan rasa kecewa yang makin mencekamkan...

Read more

Review Cemilan Gem Rose Ayoma - Biskuit …

02-07-2017 Hits:136 Ragam Review Dipi - avatar Dipi

  "Bukan cuma lagu yang bisa mengingatkan pada masa lalu, kue jadul pun bisa" Yuhuuu... MaDip punya cemilan ini nih. Biskuit gula jaman baheula. Dapat dikasih dari isi parcel yang saya terima...

Read more