Translate - Language

id Indonesian zh-CN Chinese (Simplified) nl Dutch en English tl Filipino fr French de German it Italian ja Japanese ko Korean ms Malay th Thai

Cerita Kehamilan Trimester Kedua

Created: Friday, 09 June 2017 Written by Dipi

 

 

"Terimakasih Tuhan, kami (saya dan bayi di perut) sudah berhasil melewati trimester kedua kehamilan."

 

Penuh syukur rasanya mengingat tiap episode kehamilan. Cerita kehamilan tiap bumil memang berbeda. Kehamilan saya sendiri terhitung mulus jika dibandingkan bumil lain yang masih harus terus bedrest atau terapi sampai berbulan-bulan. Tapi boleh ya, jika saya tetap ingin berbagi cerita dengan teman-teman semua. Semoga ada manfaatnya :).

 

Soal Asupan Makanan dan Selera Makan

Menginjak trimester kedua, yakni 14 - 28 minggu kehamilan rasa meriang, mual, muntah, perut sakit, sudah jauh berkurang. Pada trimester kedua bumil akan merasakan selera makannya bertambah, morning sickness berkurang, dan emosi menjadi stabil" - Tim Admin Grup Sharing ASI MPASI dalam buku Superbook for Supermom

 

Benar sekali tuh, saya sendiri merasa cukup bugar di bulan kelima. Makan berselera, jadi instruksi konsumsi buah, sayur, protein, dan karbo, termasuk susu bisa dilakukan dengan optimal. Pola makan bertahap nambah hehehe, senang rasanya makan dengan penuh selera seperti ini. Makan yang cukup membuat energi juga terasa bertambah. Tubuh sudah tidak selemah ketika hamil trimester pertama. Teman-teman yang sudah hamil juga bilangnya begitu, yakni kalau hamil trimester kedua itu adalah fase yang paling nyaman buat bumil. 

 

Aktivitas Harian

Mumpung sedang bugar-bugarnya, teman-teman sudah bisa melakukan beberapa aktivitas yang dulu biasa dilakukan. Saya sendiri mulai mengembalikan beberapa aktivitas ringan yang sempat ditinggalkan di awal kehamilan karena istirahat terus, di rumah melulu, makan dan tidur, itu membosankan lho. Nah, apa saja sih aktivitas yang bisa saya lakukan di trimester kedua ini? Tentu saya sebelumnya sudah konsultasi dengan dokter kandungan. Pilihan saya jatuh pada beberapa kegiatan hobi. Kalian juga pasti punya hobi masing-masing kan ya. Hobi kalian ini beberapa sudah bisa dilakukan lagi di hamil trimester kedua.

Hobi saya sebenarnya cukup banyak, namun sayangnya tidak semua bisa saya lakukan saat hamil. Panahan dan berkuda, juga traveling, hiking, dan kemping juga dilarang. Jadi yang aman akhirnya adalah meneruskan hobi membaca, menulis, menonton film. Untuk jalan-jalan pagi hari di sekitar rumah belum diijinkan dokter karena di trimester pertama saya ada riwayat rasa sakit di bagian bawah perut, lalu ini adalah hamil pertama sedangkan usia saya sudah 35 tahun. 

 

Gerak Janin dan Jenis Kelamin Bayi

Memasuki 5 bulan kehamilan, gerak bayi mulai terasa. Duh senengnya merasakan getaran-getaran dede bayi di perut. Rasanya bahagia gimana gitu. Kehamilan yang begitu nyata... Hahaha. Dede bayi kerasa geraknya masih sedikit. Sebenarnya dia aktif, tapi karena ukurannya masih mungil makanya bumil kadang terasa kadang tidak saat ia bergerak. Beberapa bumil yang lain katanya sudah merasakan gerakan bayi sebelum usia hamil 5 bulan.

Lalu, untuk jenis kelamin bayi baru kami ketahui di bulan keenam. Itupun dokter masih ragu-ragu, karena waktu di usg adik bayi malu-malu hahaha. Baru keliatan sedikit eh dianya udah putar posisi jadi nutupin area genital. Dokter perkirakan bayi saya laki-laki berdasarkan apa yang tampak di usg dalam waktu yang singkat itu.

 

Apa kabar dede bayi dan hasil pemeriksaan kedokteran?

"Denyut jantung bayi dapat didengarkan melalui stetoskop pada minggu ke-12 sampai minggu ke-14. Pada minggu ke-14 alat kelamin bayi akan terbentuk sempurna. Bahkan, otak janin sudah bekerja pada minggu ke-16. Bayi mulai menumbuhkan rambut pelapis tubuh yang disebut lanugo" - Tim Admin Grup Sharing ASI -MPASI

 

Di usia 18 minggu bayi saya sendiri ukurannya 13,49 cm dengan berat 280 gram. Usia 23 minggu bayi ukurannya 18,57 cm dengan berat 643 gram. Usia 27 minggu panjangnya 22,79 cm dengan berat 1087 gram. Usia 29 minggu panjangnya 25 cm dengan berat 1558 gram. Trimester kedua kehamilan dokter kasih saya tambahan vitamin lagi. Trimester pertama dikasih vitamam 1 dan Prolacta with DHA, di trimester kedua ini ditambah lagi dengan Calnic Plus dan vitamamnya diganti jadi vitamam 2. Masing-masing diminum sekali sehari dan boleh aja berdekatan waktu makannya dengan minum susu. 

Dokter selalu bilang kondisi bayi bagus, jadi walau perawakan saya tak begitu besar hamilnya (secara genetis body memang cenderung slim dengan berat badan sebelum hamil stabil di 42-45 kg tinggi 158 cm), saya tidak khawatir bayi kurang beratnya. Yang khawatir justru keluarga, sampai-sampai saya diingatkan dan disediakan beragam makanan dan susu hamil. 

Bumil kalau dibegitukan kan malah jadi ga tenang ya hahaha. Rada panik dan ikut kepikiran jangan-jangan benar bahwa bayi kurus dan beratnya kurang. Tapi akhirnya saya putuskan untuk percaya pada dokter dan terus berpikiran positif. Saya juga menjelaskan hasil konsultasi dokter pada keluarga, bayi baik-baik saja kok, dan kalau mereka panik saya nya juga jadi stress dan tidak nyaman.

Oh iya, tekanan darah saya selama hamil cenderung selalu rendah. Hamil 4-6 bulan tekanan darah selalu 90/60 dengan penambahan berat badan 2 kilo saja tiap bulannya. Walhasil keluarga panik lagi. Padahal lagi-lagi dokter kandungan santai-santai saja dengan tensi saya yang segitu. Ketika saya konsultasikan pun jawaban dokter cuma singkat, "Tensi bumil beda-beda, ada yang memang cenderung rendah seperti ibu. Masih normal kok, asal jangan turun lagi dari ini atau tidak stabil naik dan turun." Soal berat badan juga tidak masalah kata dokter, segitu itu sudah sesuai dengan pertumbuhan janin.

Terus terang "kepanikan" dan "ekspresi kasih sayang dan perhatian" keluarga dalam bentuk berlebihan seperti ini sempat membuat mood saya ga bagus. Tapi bumil harus tabah donk... :), maklumi saja bahwa itu semua karena cinta dan pedulinya mereka pada saya dan jabang bayi.

 

Picture : USG Minggu ke-19

 

Picture : USG Minggu ke -27

 

Picture : USG Minggu ke -23

 

Picture : USG Minggu ke -29

 

Lemah dan Nyaris Pingsan

Menginjak 6 bulan menuju 7 bulan kehamilan tubuh saya kembali melemah. Sempat khawatir juga karena tiga kali saya merasakan pandangan gelap dan lemah secara tiba-tiba. Biasanya ini terasa di pagi hari. Aduh khawatirnya bukan main ya, saya segera istirahat, tiduran, lalu setelah merasa lebih kuat baru kemudian cepat makan atau minum untuk mengembalikan kekuatan. Pernah waktu itu kejadiannya waktu saya dalam posisi berdiri, kebayang bahayanya kalau sampai jatuh. Segera saya ambil posisi duduk di lantai sambil berpegangan di dinding.

Meski sudah berusaha menjaga kekuatan tubuh dengan asupan gizi juga tertib minum berbagai vitamin dari dokter kandungan, akhirnya saya kecolongan juga. Hari itu masih pagi waktu saya merasa badan saya keluar keringat dingin. Memang malamnya tidur tidak cukup, sering terbangun lalu tidak bisa tidur lagi. Tapi hari itu ada jadwal periksa ke dokter kandungan, makanya saya paksakan diri untuk mandi, menyetrika, dan lain-lain.

Namun begitu sudah berdandan rapi saya nyatanya tidak bisa bangkit dari tempat tidur. Saya pikir dengan duduk agak lama kekuatan akan pulih kembali. Apalagi saya sudah sarapan nasi dan lauk sepiring ditambah susu. Tapi ternyata makin lama saya merasa agak sesak di bagian dada. Ganti baju yang longgar juga tidak membantu.

Taxi sudah datang menjemput, saya paksakan bangun dan berjalan, tapi cuma kuat sampai ruang tamu. Akhirnya saya ambil keputusan tidak jadi berangkat, taxi pun dibatalkan. Nah, karena pandangan saya mulai gelap, maka saya berusaha kembali ke kamar untuk tiduran, tapi di tengah jalan rupanya pandangan makin gelap, saya cepat-cepat ambil posisi duduk, tubuh seperti tidak ada tenaga. Sayup-sayup terdengar suara bibi dan ibu yang panik. Ada tangan-tangan yang menyangga tubuh saya.

Sekian menit saya sadar lagi. Dibantu dengan dipapah kanan dan kiri, saya berjalan pelan ke kamar dan tiduran. Kaki-kaki saya diolesi ibu dengan minyak kayu putih dan diurut. Kata ibu kaki saya dingin sekali. Nyatanya seluruh tubuh saya sebenarnya berkeringat dingin. Saya minta diselimuti dua lapis dan disiapkan teh manis hangat. Setelah minum dua teguk saya pejamkan mata. 

Kurang lebih satu sampai dua jam badan mulai terasa hangat. Baru setelah cukup kuat saya minta tolong disiapkan makan. Pertanyaan saya waktu itu cuma satu ke bibi yang membantu menyiapkan makanan, "Bi, waktu tadi saya jatuhnya bagaimana? Kena ke perut ga?". Lega rasanya waktu dengar jawaban bibi, "Nyaris neng, keburu dipegangin bibi. Jadi aman." Syukur alhamdulillah, Allah melindungi kami.

Sorenya bu bidan datang ke rumah karena saya ingin periksa keadaan bayi. Hasilnya bagus, detak jantung bayi kuat, dan semua baik-baik saja.

Esoknya ketika konsultasi ke dokter kandungan, saya sampaikan situasi ini. Kalian tahu apa kata dokter? Katanya saya harus lebih banyak lagi "makan dan minum". "Bayinya menyerap energi ibu jadi ibu harus imbangi. Kalau terasa begitu lagi, segera minum yang manis, dan banyak istirahat," demikian kata dokter.

Duh anakku, kau mau membesar dan tumbuh kuat :). Silahkan ambil yang terbaik dalam tubuh ibumu ini. Kutekad mau makan dan minum lebih banyak dan bergizi lagi.

 

Sering BAK

Awalnya terasa sangat tidak nyaman karena urusan BAK ini jadi meningkat frekuensinya, terutama di malam hari. Mulai terasa sekali di bulan keenam kehamilan. Badan jadi kurang segar karena tidur terganggu. Tapi ini hal yang wajar kok. Dokter kandungan bilang itu karena rahim membesar sehingga menekan kandung kemih dan akibat adanya peningkatan hormon kehamilan.

Segera BAK ya kalau terasa, jangan ditahan karena nanti malah mengakibatkan infeksi kandung kemih. Menjelang sore sebaiknya hindari konsumsi minuman yang berkafein seperti kopi dan teh yang bersifat diuretik (merangsang BAK). Hal serupa disarankan oleh Tim Admin Grup ASI-MPASI dalam buku Superbook for Supermom.

 

Biaya-Biaya

Kontrol hamil di trimester kedua masih sebulan sekali. Tentu biaya seperti ini berbeda-beda ya tergantung dimana kita melakukan pemeriksaan kehamilan. Namun sebagai gambaran, saya periksa di dokter spesialis kandungan RS Hermina di Bandung untuk tiap bulannya membutuhkan biaya kurang lebih Rp. 700.000 dengan rincian Rp. 456.000 untuk obat-obatan resep (suplemen vitamam 2, calnic plus, dan Prolacta with DHA, masing-masing untuk dikonsumsi selama satu bulan), Rp. 244.000 untuk konsultasi dokter, dan Rp. 72.000 untuk USG 2D.

 

Ibu hamil butuh menjaga moodnya tetap stabil, penuh semangat, dan bahagia. Stress ibu bisa dirasakan juga oleh bayi kita. Kan kasihan ya kalau adik bayi sampai stress. Oleh karena itu berkonsultasilah dengan dokter ahli untuk mendapatkan informasi dan saran yang tepat, sedangkan saran dan komentar dari pihak lain kita terima sebagai masukan :). Jangan terlalu banyak pikiran, waspada namun tetap bahagia :).

 

 

 
 
0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh

Sponsored Post, Job Review, Special Request, Postingan Lomba

Review Buku The Language of Thorns -Midn…

30-11-2017 Hits:160 Features Dipi - avatar Dipi

Judul : The Language of Thorns Midnight Tales and Dangerous Magic Penulis : Leigh Bardugo Ilustrator : Sara Kipin Jenis Buku : Non Fiksi - Dongeng Penerbit : Imprint        Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman : ...

Read more

Review Buku Unfuck Yourself - Gary John …

29-11-2017 Hits:313 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : Unfuck Yourself Get Out of Your Head and Into Your Life Penulis : Gary John Bishop Jenis Buku : Non Fiksi - Pengembangan Diri Penerbit : HarperOne Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman :  224 halaman Dimensi...

Read more

Review Buku The Girl Who Takes an Eye fo…

23-11-2017 Hits:314 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Girl Who Takes an Eye for an Eye Penulis : David Lagercrantz Jenis Buku : Novel Penerbit : Quercus Publishing Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman :  368 halaman Dimensi Buku : 15.50 x 23.50 x...

Read more

Review Buku

Review Buku Alang - Desi Puspitasari

07-12-2017 Hits:56 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Alang Penulis : Desi Puspitasari Jenis Buku : Novel Penerbit : Republika Tahun Terbit : Juli 2016 Jumlah Halaman : 289 halaman Dimensi Buku : 135 mm x 205 mm Harga : Rp. 55.000   Sekelumit Tentang Isi Alang sangat mencintai dunia...

Read more

Review Buku Sirkus Pohon - Andrea Hirata

07-12-2017 Hits:50 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Sirkus Pohon Penulis : Andrea Hirata Jenis Buku : Novel Penerbit : Bentang Tahun Terbit : Cetakan Pertama Agustus 2017 Jumlah Halaman :  410 halaman Dimensi Buku : 20,5 cm Harga : Rp. 87.000    Winner General Fiction New York...

Read more

Review Buku Satu Pembohong (One of Us is…

10-11-2017 Hits:584 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Satu Pembohong Judul Asli : One of Us is Lying Penulis : Karen McManus Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman : 408 halaman Dimensi Buku : 20 cm Harga :...

Read more

Cerita Dipidiff

J.CO Jatinangor Town Square : Duduk Menu…

11-10-2017 Hits:613 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Book blogger juga manusia, yang terkadang tidak ada ide menulis, hilang fokus, pikiran lelah, serta kurang nafsu makan (padahal tadi sarapan sebakul 😅). Teman-teman pernah merasakan keadaan yang seperti itu...

Read more

Giggle Box Jatinangor - Alternatif Tempa…

11-10-2017 Hits:615 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Dulu sekali, tahun lalu tepatnya, saya pernah menulis tentang J.Co di Jatos. Waktu itu saya sedang hamil moonlight dan saat berkunjung ke sana saya cukup antusias untuk datang kembali mengingat...

Read more

Sudut Buku di Transmart Carrefour Cipadu…

08-10-2017 Hits:703 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Mungkin tidak semua orang seperti saya, yang setiap berkunjung ke mall atau supermarket pasti langsung mencari book corner. Tentu saya paling bahagia kalau di sana ada toko bukunya. Tapi jika...

Read more