Sponspored Post, Job Review, Postingan Lomba, Special Request

Periplus Setiabudhi Bandung Bookstore

20-07-2017 Hits:69 Features Dipi - avatar Dipi

TEMPAT BELANJA BUKU IMPOR YANG MURAH, LENGKAP, DAN TERPERCAYA REQUEST POST   Teman-teman pernah dengar kalimat bijak, "Buku adalah jendela ilmu,"? Pasti pernah. Kalo yang ini pernah dengar ga?, "Membaca buku adalah obat...

Read more

Review Tas Busur, Sederhana dan Elegan

04-07-2017 Hits:136 Features Super User - avatar Super User

Tulisan ini disponsori oleh Vieneth Archery Store   Saya mulai bingung begitu mau pergi panahan. Apa pasal? Yaaa apalagi kalau bukan mau pakai apa bawa archery gearnya supaya nyaman ditenteng, digembol, digiwing...

Read more

Review Buku When The Moon is Low - Nadia…

29-06-2017 Hits:117 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : When The Moon is Low Penulis : Nadia Hashimi Penerbit : William Morrow Tahun Terbit 2015 Edisi Bahasa Inggris Jumlah Halaman 400 Harga Rp. 113.000 Dimensi :4,2 x 1 x 6,8 inci Berat : 0,44 kg Internationally Bestselling...

Read more

Cerita Dipidiff

Lodaya Range Archery

13-07-2017 Hits:175 Cerita Dipi - avatar Dipi

TEMPAT LATIHAN PANAHAN YANG NYAMAN BERSAMA PARA PELATIH YANG MURAH SENYUMAN   Setiap orang tentu punya olahraga pilihannya ya. Ada yang suka senam aerobik, zumba, tenis meja, golf, renang, dan masih banyak...

Read more

Warawiri dengan Angkot, Bis Damri, dan O…

13-07-2017 Hits:70 Cerita Dipi - avatar Dipi

  "Even though you are growing up, You should never stop having fun" - Nina Dobrev -   Boleh jadi waktu Nina Dobrev, artis berkebangsaan Kanada yang cantik itu, mengucapkan kalimat yang jadi quotes...

Read more

Cerita Kehamilan Trimester Kedua

09-06-2017 Hits:188 Cerita Dipi - avatar Dipi

    "Terimakasih Tuhan, kami (saya dan bayi di perut) sudah berhasil melewati trimester kedua kehamilan."   Penuh syukur rasanya mengingat tiap episode kehamilan. Cerita kehamilan tiap bumil memang berbeda. Kehamilan saya sendiri terhitung...

Read more

Warawiri dengan Angkot, Bis Damri, dan Ojeg Online

Published: Friday, 14 July 2017 Written by Dipi

 

"Even though you are growing up, You should never stop having fun"

- Nina Dobrev -

 

Boleh jadi waktu Nina Dobrev, artis berkebangsaan Kanada yang cantik itu, mengucapkan kalimat yang jadi quotes di atas sebenarnya sedang berdiri menikmati keindahan air terjun Niagara, atau ia sedang terpaku pada keindahan malam di Kanada. Tapi quotes kadang-kadang bisa dipake untuk situasi yang jauh berbeda juga kan ya. Contohnya seperti saat ini, yakni saat saya bepergian ke kota dengan tiga macam alat transportasi umum, angkot, bis damri, dan ojek online, ternyata bisa juga merasa having fun 😁. Jangan tanya soal "growing up", usia 36 tahun udah cukup growing wing kali ya, jika tidak bisa dibilang matang di pohon 😂.

 

Masih ingat sekali waktu pertama kali saya tinggal di Bandung, yakni tahun 1999. Kala itu udara Bandung lebih sejuk dibanding saat ini. Bandung tidak macet, tapi transportasi memang lebih sedikit waktu itu. Angkot cukup sih, yang kurang justru bis-bis damri, kerasa banget sama saya karena waktu itu dengan bis damri lah saya pulang pergi ke kampus Universitas Padjadjaran di Jatinangor. Berdiri desak-desakan, mengejar bis, dan ga kebagian tempat sudah jadi makanan sehari-hari mahasiswa rantauan biasa seperti saya.

 

Nostalgia banget ya dan penuh histori kala itu, justru karena situasinya yang "nelangsa". Maka, ketika saya sudah bekerja, sudah menikah, dan punya kendaraan pribadi pun tetap saja ada semacam perasaan tak ingin lupakan angkutan umum. Bahkan kadang-kadang naik angkot, bis, delman, dan ojeg terasa lebih "having fun" ketimbang naik motor atau mobil pribadi. Yes yes, kalian boleh bilang saya "aneh atau kampungan", tidak apa-apa, sebab itu betul kok 😁.

 

Jadi, ketika baru-baru ini saya ada keperluan ke kota Bandung, yang mana cukup jauh jarak tempuhnya dari domisili saya yang di Cileunyi Kab. Bandung, saya putuskan untuk naik kendaraan umum saja. How does it feel yeah?! Saya penasaran dengan sensasinya, dengan nuansanya, dengan ongkosnya yang murah meriah. Toh sedang tidak diburu waktu, jadi monggo kalo mau diputer-puter ngikutin jalur trayek angkutan umum. Paling ujung-ujungnya lelah lalu akhirnya pesan taxi yang nyaman lalu tiba di tujuan atau malah pulang 😂.

 

ANGKOT

Tidak ada pertanyaan, "Mau diantar kemana Mba?", atau, "AC nya sudah pas belum?" saat saya naik angkot jurusan Cileunyi menuju Jatinangor. Yang ada ya naik ke angkot yang sedang ngetem, tunggu sabar, lalu teriakkan "kiri!" saat sudah tiba di tujuan yang diinginkan, bayar, terima kembalian, ucapkan terimakasih, selesai. Mau duduk di kursi manapun di angkot bebas asalkan memang kosong. Lumayan seneng di angkot menikmati angin sepoi sepoi yang berhembus dari jendela dan pintu mobil yang terbuka. Kebetulan supirnya tidak sedang putarkan lagu, jadi suara-suara yang terdengar hanya bunyi-bunyian lalu lintas. Rada panas tentunya, karena di luar cuaca memang sedang cerah-cerahnya.

 

Picture : Duduk manis di dalam angkot

 

Bertahun-tahun saya gunakan angkot, bisa di bilang sejak orok malah. Angkot pertama yaitu angkot yang body nya dari semacam kayu dan bentuk mobilnya hampir mirip kotak. Itu angkot khas daerah Palembang. Supir-supir di sana juga giat putarkan lagu, biasanya dangdut remix dan lagu nostalgia, otomatis suasananya jadi meriah sekali bagi para penumpang (baca : bising). Tapi memang begitu adatnya di sana. Angkot Bandung rada beda, ga pernah dengar dangdut remix, paling lagu pop dan semacamnya. Body angkot di Bandung seperti mobil biasa yang dicat ulang dan kursi-kursi penumpangnya diatur menghadap kanan dan kiri. Beda dengan angkot Palembang model dulu yang penumpangnya duduk menghadap depan seperti murid duduk berbaris menghadap papan tulis.

 

Banyak kenangan saya saat naik angkot di Bandung, beberapa cukup ekstrim seperti menyelamatkan diri dari kejaran orang gila di Kiaracondong, bertemu kakek-kakek yang mau grepe-grepe saat penumpang cuma saya dan dia di dalam angkot, dimintai nomor telpon sama cowok-cowok yang baru saja kenal di angkot, ditodong dan dimintai uang sama ibu-ibu yang berangasan, terkena muntahan balita yang mabok, dan lain-lain. Aduh, sekilas pengalamannya jelek semua ya. Tapiii, di angkot juga lah kenangan bersama laki-laki yang sekarang jadi suami saya banyak terdapat. Sebagai orang perantauan yang hidup prihatin beliau tak punya motor atau mobil saat itu. Jadi dia ajak jalan-jalan saya naik angkot saja, sampai di kota jajan mie ayam atau cemilan, lalu ngobrol-ngobrol, dan pulang dengan transportasi umum juga. Buat saya itu jauh lebih dari cukup, beliau sopan, ramah, cerdas, hangat pribadinya, dan saya jatuh cinta setengah mati karena kebaikan hatinya 😁.

 

BIS DAMRI

Sekarang saya sudah tiba di pool bis Damri. Hari ini saya mau naik bis Damri tujuan Elang via tol. Bis masih sepi, saya penumpang pertama rupanya. Kondisi bis yang rapih dan bersih dengan kursi-kursi berjok lembut berwarna ceria mengingatkan saya betapa bedanya bis damri yang dulu dengan sekarang. Dulu joknya keras warna hitam. Kursi-kursi rapatnya bukan main. Bisnya juga kebanyakan tidak berAC. Hampir jarang ditemui bis yang kosong dalam waktu lama. Umumnya kami penumpang selalu berebutan naik, sehingga kalau lagi penuh pernah saya berdiri berjam-jam di bis berdesak-desakan dengan penumpang lainnya. 

 

Picture : Bis Damri saat ini lebih bersih dan rapih

 

Suasana jadi makin rumit begitu pedagang asongan dan pengamen ikut masuk ke dalam bis. Badan rasanya sudah lelah sekali kejepit sana sini. Mau ambil ongkos di dalam saku kadang sampai susah saat kondektur menagih. Apalagi tas harus digendong di depan, waswas jadi korban pencopetan, meski uang di dompet sebenarnya tinggal recehan 😂. Beruntungnya kita di jaman sekarang ya, bis sudah lebih banyak jumlahnya, kondisi bis pun sudah cukup nyaman, ongkos terhitung murah. Jatinangor - Moh Toha Rp. 9.000. 

 

OJEG ONLINE

Kini saya sudah tiba di kota Bandung, kemacetan langsung menyapa begitu keluar dari pintu tol Toha. Pilih angkot lagi kah untuk tiba di tujuan? Ah sepertinya bakal terlalu menyita waktu dan energi. Order taxi gitu ya? Tapi tetap saja akan terjebak kemacetan meski memang nyaman berada di dalam mobil saat matahari mulai terik-teriknya. Setelah pikir-pikir, pilihan saya kemudian jatuh pada ojeg online. Cepat, bisa selap selip di jalan, dan ongkos jauh lebih murah. Toh hari sedang tidak hujan, dan panas sedikit tak masalah. Dengan aplikasi saya segera order ojeg online ke tujuan yang diinginkan. Lalu saya telpon-telponan dengan driver ojegnya untuk memastikan lokasi bertemu. Ojeg tiba dengan segera dan saya pun meluncur menembus kemacetan tanpa hambatan.

 

Picture : Layanan Ojeg Online sebagai alternatif kendaraan umum di kota Bandung

 

Wuzzzz... Tak terasa sudah tiba di tujuan 😊. Praktis ya. Ongkos cuma Rp. 6.000. Drivernya pun ramah. Tak ada nego-nego alot soal ongkos. Semua terpampang jelas dari awal saat order di aplikasi. Berbeda dengan dulu, saat ojeg offline masih merajai angkutan umum di Bandung. Proses nego harga bisa alot sekali, dan yang tak pandai nego seperti saya sering kena harga tinggi. Saya bayar ongkosnya ke driver ditambah bonus. Tapi driver tolak bonus itu dengan halus. Katanya ia minta bintang 5 saja sebagai gantinya, biar kinerja dia dapat penilaian yang baik dari perusahaan. Komplain dan bintang yang sedikit bisa jadi masalah bagi driver ojeg, jika kinerja jelek mereka bisa kena suspend, ga boleh ngojek sampai batas waktu tertentu.

 

Hitung punya hitung total ongkos saya hari ini Rp. 18.000. Jauh lebih murah jika dibandingkan dengan kalau saya naik taxi online atau taxi offline. Taxi online bisa kena Rp.85.000 dan taxi offline kurang lebih kena charge Rp.150.000an. Wah bikin senyum terkembang kalau inget ongkos murah begini. Mana cepat pula sampai di tujuan. Tapiii catatannya menurut saya ya itu, pilih angkutan umum yang sesuai rute tujuan, pertimbangkan waktu, cuaca, bahkan kondisi tubuh. 

 

Sebagai warga negara yang tak punya banyak kemampuan dan kontribusi yang nyata untuk bangsa, entah mengapa saya jadi merasa punya andil sedikitttt dalam berpartisipasi di program pemerintah dengan cara naik kendaraan umum seperti ini. Lagipula saya pun cuma rakyat kecil yang dengan naik kendaraan umum jadi seolah turut membantu perekonomian sesama rakyat kecil. Meski sebenarnya saya pun suka merasa jengkel dengan angkot yang terlalu banyak serta sering sembarang parkir di jalanan dan bikin macet lalu lintas 😁. Hidup memang banyak dilemanya ya.

 

Akankah ke depannya saya naik angkot, bis damri, dan ojeg online lagi? Entahlah. Bagaimana dengan teman-teman? Tahun ini putra saya lahir. Makanya saya banyak bepergian dengan mobil atau taxi, sebab saya kasihan kalau anak saya yang masih kecil jadi hirup-hirup udara kota yang berpolusi. Belum lagi panas di Bandung kadang terik sekali. Namun pasti kalau Moonlight sudah lima tahun, cepat atau lambat kami akan bepergian juga dengan kendaraan umum. Siapa tau 5 tahun ke depan kemacetan Bandung sudah ada solusinya, dan angkutan umum pun sudah makin nyaman. Tidak ada yang tau persis tentang masa depan kan 😊.

 

"Even though you are growing up, You should never stop having fun" - Nina Dobrev. Yes Nina, I'm quite having fun today 😊. Warawiri naik angkot, bis damri, dan ojek online sambil nostalgiaan. Baru-baru ini saya kehilangan salah seorang yang saya sayangi dengan tulus. Rasanya saya sudah mengusahakan yang saya bisa selama dua tahun ini agar kami bisa berbahagia sesuai porsinya. Tapi endingnya sementara ini tak bagus. Saya yang salah, kehadiran saya rupanya memang tidak pernah membawa kebaikan dalam hidupnya. Saya juga kehilangan sepupu saya baru-baru ini. Kami punya banyak kenangan indah masa kecil. Tapi Tuhan punya rencana sendiri untuknya. Baru beberapa pekan lalu ia dipanggil olehNya setelah berjuang satu tahun melawan leukemia.

 

Jadi, yuk mulai lagi dari awal untuk mencoba bergembira dan menikmati hidup yang penuh warna ini. Having fun seperti kata Nina Dobrev, hanya saja cara saya ya ini sederhana, yaitu dengan warawiri jalan-jalan naik angkot, bis damri, dan ojeg online 😊.

 

 

0
0
0
s2sdefault

Comments   

0 #3 Zakia Maharani 2017-07-18 02:47
Guess what? Saya baru tahu penulis blognya berusia 36 taun? Sumpah saya kira masih 20an. Hampir saja saya panggil Dipi tanpa sapaan Kak di depannya. Hehehe

Tapi bicara soal angkutan umum, saya selaw banget naik apapun kecuali bis. Nggak tau kenapa kalo naik bis, saya takut banget dan gabisa handle diri sendiri. Nggak bisa seperti kak Dipi yg menikmati naik bis meskipun desek2an.

Saya mendingan naik angkot atau taxi. Dan karena bbrp taun belakangan ada transportasi onlen. Itu semakin membantu saya dalam pergi kemana mana. Hihihi

REPLY :
Lha.. itu efek foto kayaknya hahaha.. aslinya udah banyak kerutan hihihi. Btw, saya jg kadang ada saatnya ga bs nikmati kendaraan umum sama kyk Zakia. Paling nyaman mmg order ojeg online dan taxi ya. ?
Quote
0 #2 Andi Nugraha 2017-07-16 12:02
Betul teh, udara Bandung dulu sama sekarang memang berbeda. Lebih suka yang dulu :)

Duh, Teh, pengalaman di dalam angkot banyak banget ya. Sampe pernah di todong gitu. Memang ada aja orang yang memanfaatkan situasi dalam angkot buat berbuat kejahatan..

Melihat foto di bis itu dalamnya gak beda jauh dengan Trans Jogja lho teh. Dan sama terlihat bersih juga. Dengan gitu malah penumpang jadi nyaman. Selain kebersihan harus yang utama, kan kebersihan juga sebagian dari iman.

Teh Dipi selfie terus nih. Mantap..hehe
Kalau di Jogja, naek trans jogja cukup bayar 3.500 mau kemanapun itu..hehe
Tapi gak bisa turun di sembarang tempat, harus di haltenya..

Aku sendiri sampe saat ini belum mencoba naik layanan online, Teh. Baik itu ojek ataupun taxi. Karena aku belum merasa membutuhkannya. Dan, memang betul kalau naik taxi itu harganya wow sekali. Apalagi taxi online. Betul kata teh Dipi tuh, sampe diatas 100k kan lumayan..hehe

REPLY
Waahhh lebih murah di Yogya ya ternyata. Cuzzz aahh suatu waktu mudah2an bisa kesana dan mencoba.
Hussshh.. jgn keras2 bilang bilang soal selfie ?. Itu foto pendukung aja. Sekalian biar emak emak ini bisa eksis xixixi.
Iya, cobain Di... Naik yg online ojeg... Murah. Klo taxi mmg nyaman sih tapi harus siap anggaran cukup besar. Saya sih lg kangen naik delman dan becak malah.
Quote
0 #1 khairulleon 2017-07-16 09:42
Transportasi yang masih jadi andalanku sampe sekaarang ya angkot.
karna di Bogor jumlah ngkot banyak bnget.
makanya iga salah kalau Bogor dijuluko kota seribu angkot.
Tapi biasanya saking banyaknya angkot jalanan jadi macet, dan jalan satu-satunya supaya cepet sampe ya mesen ojek onlen muehe.

Teh dipi pantesan bisa cakep selfie di dami ternyata emang orang oertama toh yang dateng wkwk

REPLY
tau aja knp bisa foto rapih di damri. Klo banyak orang kan malu.. udah mamak mamak masih aja ingin eksis rul... ?. Tapi biarin gpp ya. Istighfar aja lah ya rul. Hahaha
Quote

Add comment


Security code
Refresh

Review Buku

Review Buku Baper In Love - Samandayu

09-06-2017 Hits:290 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul Buku : Baper in Love Jenis Buku : Fiksi (Teenlit) Pengarang : Samandayu Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit dan cetakannya : Cetakan pertama November 2016 Dimensi Buku : 20 cm Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku Tentang Kamu - Tere Liye

09-06-2017 Hits:179 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul Buku : Tentang Kamu Jenis Buku : Fiksi Pengarang : Tere Liye Penerbit : Republika Tahun Terbit beserta Cetakannya : Cetakan Kedua Oktober 2016 Dimensi : 13,5 x 20,5 cm Jumlah Halaman : vi +...

Read more

Review Buku Kumpulan Budak Setan

08-06-2017 Hits:214 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Kumpulan Budak Setan Jenis Buku : Kumpulan Cerpen Horor Pengarang : Eka Kurniawan, Intan Paramaditha, Ugoran Prasad Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Cetakan : Cetakan Kedua Agustus 2016 Dimensi Buku : 14 cm...

Read more

Ragam Review

Bubur Sum2x Mang Edi, Manisnya Pas di Li…

14-07-2017 Hits:63 Ragam Review Dipi - avatar Dipi

  Salah satu jajanan lagi yang rutin kolar-kilir melintas di depan rumah saya adalah bubur sumsumnya mang Edi. Entah persisnya sejak kapan jajanan ini beredar di sini, karena waktu masih aktif...

Read more

Sarapan bersama Brownies Pandan Coklat H…

09-07-2017 Hits:117 Ragam Review Dipi - avatar Dipi

  Bangun pagi di masa menyusui selalu dicekam rasa lapar 😅. Termasuk juga Senin pagi ini. Cek cek isi lemari makan dan kulkas, ternyata hanya memberikan rasa kecewa yang makin mencekamkan...

Read more

Review Cemilan Gem Rose Ayoma - Biskuit …

02-07-2017 Hits:137 Ragam Review Dipi - avatar Dipi

  "Bukan cuma lagu yang bisa mengingatkan pada masa lalu, kue jadul pun bisa" Yuhuuu... MaDip punya cemilan ini nih. Biskuit gula jaman baheula. Dapat dikasih dari isi parcel yang saya terima...

Read more