EMail: dianafitridipi@gmail.com

 

Upppsss... apanya ya yang kencang ya? Hahaha. Yah apalagi kalo bukan otot, kulit, lingkar perut, lingkar pinggul, dan bagian-bagian lain yang rentan menggelambir. Maklum lah, habis lahiran wanita pada umumnya memang begitu itu, banyak lipatan dan gumpalan yang ga jelas bentuk dan fungsinya. Sebelum lahiran pun kalau malas olahraga kadang bodi bentuknya begitu juga. Belum lagi soal daya tahan tubuh yang menurun. Intinya sih, ga penting berat badan mau berapa kilo, asal kencang dan sehat kan bagus-bagus aja menurut saya. Entah menurut Viky Burki #kayak yang kenal mba Viky aja ?

 

Nah, gara-gara pemikiran itulah makanya akhirnya saya memutuskan untuk ikut yoga dan nge-gym lagi. Eh kalo nge-gym baru pertama kali deng ?. Yoga sih sudah pernah. Dulu itu jaman saya rutin yoga harus diakui dalam waktu sebulan badan saya terasa bugar banget. Belum lagi bodi yang ngebentuk asyik, ramping dan kencang. Kalo sekarang sih memang masih langsing cuma bentuknya cenderung mirip botol minyak rambut orang aring. Bergerigi di pinggir-pinggirnya ?.

 

Makanya, begitu tau ada tempat yoga di Jatos, saya girang bukan kepalang. "Yes, inilah saatnya," pikir saya. Apalagi setelah tanya-tanya, di Global Gym ini ada sesi trial nya. Ideal banget kan ya jika kita bisa nyoba gratis dulu sebelum memutuskan untuk join in. Jadi member di Global Gym sendiri menurut saya ga mahal amat. Sebulan bayar 300 ribu dan bisa ikut kelas apapun yang ada selama periode itu. Ga cuma kelas yoga, ada salsa, cardio, dan yang pasti fitness pake alat-alat khusus itu. Saya sih sebenarnya ga tertarik untuk gunakan berbagai mesin di gym. Udah mentok banget di treadmill aja ?. Jadi sebenarnya saya ga nge-gym ya, lebih tepatnya saya numpang treadmill-an di sana ?.

 

Selasa siang saya berangkat ke Global Gym untuk trial. Rada telat setengah jam waktu tiba di sana, gara-gara saya ke dokter gigi dulu dan sempat nongkrong di rumah sakit tanpa hasil. Yes, dokter giginya ternyata bukan dokter yang biasa ngerawat gigi saya. Untung ternyata meski telat, peserta boleh saja masuk di tengah sesi yoga. Waktu itu instrukturnya ibu Inderayani.

 

Tanpa bermaksud ngomong porno, yang pertama kali saya catat dari ibu instruktur justru bodinya. Duh itu yang namanya badan asyik banget dilihatnya. Beliau terhitung berbodi berisi, tapi pinggangnya ramping, bokong padat, dan pas lihat wajahnya, eh ternyata sudah berusia lumayan senior pastinya. Artinya yoga memang bisa bikin badan kita bugar dan kencang. Lalu, arti keduanya adalah, kulit wajah tetap bagian yang memang butuh perawatan yang berbeda. Kerut dan elastisitasnya cenderung berbanding lurus dengan pertambahan umur meski digimanain juga.

 

Picture : bersama instruktur yoga

 

Teman-teman sudah pernah ikut yoga ga? Buat yang sudah, ya begitulah rasanya. Badan ditekuk, kadang ditarik, napas tahan lalu hembus (inhale exhale), dan fokus pada pose yang sedang dilatih. Tantangan terbesar buat saya di yoga sudah pasti gimana caranya bisa mencapai pose-pose yoga yang benar seperti yang dicontohkan instruktur. Lha, ya pasti gagal. Kan ini baru pertama kali lagi sejak dulu itu ?. Kalau dipaksa nanti malah cedera. Akhirnya banyak pose yang dilakukan ala kadarnya. Sebagian berhasil karena tubuh pada dasarnya sudah pernah dilatih kelenturannya, sebagian lagi nyangkut di tengah tahapan berikut napas yang ngos ngosan.

 

Tapi saya muji banget ke ibu Inderayani karena beliau bisa bawakan kelas yoganya dengan santai, humor, dan terus memotivasi peserta. Jadi kita juga merasa nyaman dan semangat untuk terus mengikuti gerakan beliau hingga selesai. Kalau ada yang merasa mual dan pusing, itu wajar, karena kata beliau, mual dan pusing pertanda tubuh banyak kolesterol atau penyakit lainnya, dan yoga sedang memproses pembuangan zat-zat tersebut. Kalau kata saya sih mual pusing bisa juga karena masuk angin, telat makan, hamil, atau kayak saya yang mulai yoga di tengah-tengah sesi tanpa pemanasan yang cukup ?. Situ pusing? Ya iyalah, ngambil pose jungkir badan sampe ngebentuk setengah bolanya ga pake matras dan ga pemanasan ?. Tapi salah siapa ya datangnya telat. Udah syukur dibolehin ikut kelas dan ga disetrap.

 

Pose favorit tentu namaste, yang berdiri atau duduk sempurna sambil nangkupin tangan di dada ala Budha gitu. Mudah sih soalnya... hihihi. Atau pose yang lebih favorit lagi pas di akhir. Tidur terlentang dan mengatur nafas sedemikian rupa hingga tenang dan mengalir. Ok fix, efeknya ngantuk terus ketiduran ?.

 

Ruang kelas yoga di Global Gym agak remang-remang. Memang di setting begitu sih kayaknya. Rasanya jadi adem begitu masuk ke dalamnya. Di bagian depan ada panggung mini yang tingginya ga seberapa, cukup supaya kita bisa lihat instrukturnya dengan jelas. Daya tampung sekitar 50 orang kayaknya muat. Cuma matras yoganya terbatas, jadi harus gesit datang duluan kalau mau kebagian. Atau bawa matras sendiri biar aman. Seluruh dinding ruangan dilapisi kaca. Yoga sebenarnya bisa dilakukan di rumah juga. Tapi kayaknya beda aja kalau latihan yoga di ruangan khusus seperti ini. Setidaknya kaca-kaca besar yang ada bisa membantu kita untuk melihat sejauh apa tahapan pose yoga yang sedang kita latih.

Oh iya, di akhir sesi, pas lagi foto-foto, saya ketemu mba Dita, tetangga dekat rumah saya. Duh senengnya ketemu orang yang dikenal di tempat baru macam begini. Langsung saya peluk mesra ?. Saya celingukan ke peserta lainnya, siapa tau ada yang kenal lagi. Tapi kayaknya ngga ada deh. Untuk menambah teman, saya akhirnya berkenalan dengan sesama peserta lainnya. Ga ada waktu ngobrol sih sebenarnya. Begitu beres yoga, trus foto, lalu pada pulang. Buk ibuk banyak kesibukan kan ya.

 

Picture : bersama teman-teman yoga 

 

Di sini juga disediakan loker dan kamar mandi yang merangkap tempat ganti baju. Ruangannya terpisah di bagian paling belakang. Semua ruangan yang ada bersih dan cukup nyaman. Tapi kayaknya loker pria dan wanita lokasinya dicampur deh. Entahlah dengan tempat mandinya. Saya tidak begitu memperhatikan detail.

 

Dari latihan yoga saya ini ada beberapa hal yang jadi catatan saya. Mungkin bisa jadi tips juga buat kita bersama ya. Ini dia poin-poinnya.

  • Ikuti yoga dari awal sesi. Hindari mulai di pertengahan tanpa pemanasan. Hindari cedera.
  • Jauh lebih baik gunakan matras untuk menghindari cedera dan pastinya lebih nyaman beryoga di atas matras.
  • Bawa matras sendiri biar aman, siapa tau rebutan matras lawan emak berbodi besar trus kalah. Kan sedih.
  • Tidak memaksakan pose yoga jika tidak mampu. Hindari cedera. Bila terasa pusing dan mual lebih baik istirahat sejenak.
  • Pakai pakaian yang nyaman, menyerap keringat, dan ..... tetap trendi #apasih.
  • Pastikan semua barang disimpan di loker kecuali hape kalau memang butuh koneksi kontinyu. Kunci loker jangan diletakkan di sembarang tempat. Nanti lupa loh.
  • Boleh bawa air minum ke dalam ruang kelas. Jadi siapkan bekal air yang cukup. Jaga tubuh jangan sampe dehidrasi. Sebab jajan minuman di tengah sesi itu tidak memungkinkan.
  • Tak usah riweuh repot rempong selfie di sesi yoga. Nanti juga ada yang motoin dan ada sesi foto bersama. Foto-fotonya bisa kita minta filenya. Problem solved.

 

Ruang gym terang benderang. Treadmill sengaja diletakkan di paling sisi dan menghadap keluar jendela kaca yang berpemandangan pohon dan area mall Jatos. Baru kali ini saya pakai treadmill. Ternyata begitu ya rasanya, seperti lari di eskalator yang arahnya kebalik ?. Tapi asyik sih, ga lama saya langsung menikmatinya. Pencet-pencet angka untuk naikin kecepatan dan sudut kemiringin. Rada belagu gitu, lupa kalau pemula ?. Soalnya pas nengok ke kanan ada wanita muda yang lihai banget lari di treadmillnya, pake headset, dan lari cukup cepat serta lama. Dan di sebelah kiri ada pria muda yang wajahnya terawat ala pria metroseksual, yang juga jalan santai di treadmillnya sambil sibuk pencet-pencet hapenya.

 

Picture : suasana ruangan gym

 

Semua orang kayaknya natural banget di atas treadmill. Like they were born to be there. Yang ga luwes ya cuma saya pastinya. Dua puluh menit pertama langsung stop dan duduk di sisi sambil puyeng. Nyerah? Oh tidak. Minum sebentar trus lari lagi. Mososih saya kalah sama wanita muda dan pria metroseksual. #narik napas putus putus # Gustiiiii... kenapa hidup gini gini amat , mestinya mereka angkat beban sana, jangan di sebelah saya.. bikin panas aja ??.

 

Picture : demikianlah adanya

 

Akhirnya wanita di samping kanan pun usai berlari. Ia pindah bersepeda statis di ujung ruangan. Dan pria metroseksual tampak limbung dengan hapenya, kemudian memutuskan berhenti lalu duduk di sudut nun jauh di sana. Dengan penuh kelegaan saya tekan tombol STOP pada mesin treadmill. Fffiiuuhhh... demi apa coba saya berlari kesetanan seperti dikejar mba Viky Burki begini. Ya demi harga diri lah ya, harga diri yang ga tinggi-tinggi amat sebenarnya. Lebih cenderung harga diri yang ga logis justru, seperti halnya dulu waktu esde saya menang lomba makan kerupuk lawan cewek yang bandonya bermotif totol totol lebih banyak dari bando yang saya pake. Ga banget kalo saya sampe kalah sama dia. Please deh, itu kan ga penting padahal kan ya. # soal jumlah totol di bando maksud saya.

 

Nah, beres deh olahraga hari ini. Yoga selesai, treadmill-an juga beres. What next? Pasti teman-teman pada menduga saya trus rehat lalu maem dan minum yang banyak ya. Ah tidak, kan saya masih harus ke dokter gigi tadi yang belum usai urusannya. Ah endingnya ga happy ya ?. 

 

Tapi memang itu yang saya lakukan. Dengan badan berpeluh dan terasa lelah, saya kembali menuju rumah sakit. Saya antri dengan sabar, duduk pun dengan tawakal, pasrah ketika bor gigi yang berbunyi ngiung-ngiung itu masuk ke rongga mulut selagi saya menganga lebar-lebar. Perawatan gigi itu something banget lah. Tapi hasilnya sepadan. Itu aja sih yang penting. Sebab hidup memang begitu, harus tabah, harus kuat, harus siap menghadapi situasi yang ga selamanya enak, nyaman, dan indah. Yang penting kita pastikan semua itu berujung pada hal-hal yang baik. Awal yoga bikin badan remuk, treadmill-an bikin napas ngos ngosan dan kepala pusing, perawatan gigi rasanya ngilu, tapi kalau nanti badan saya jadi bugar, sehat, ramping dan kencang, ... Nah, itu barulah berujung "hal-hal yang baik" namanya. Sepadan dong ya.

Sekian cerita saya kali ini, rada singkat padat dan akurat ?. Terimakasih buat yang sudah menyimak ?.

Teman-teman olahraganya apa? Yoga juga kah?

 

Review Buku Perfect - Cecilia Ahern

13-09-2018 Hits:71 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Perfect Penulis : Cecilia Ahern Jenis Buku : Fiksi. Young Adult. Penerbit : HarperCollins Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman :  432 halaman Dimensi Buku :  19.80 x 12.90 x 0.00 cm Harga : Rp...

Read more

Review Buku Rainbirds - Clarissa Goenawa…

12-09-2018 Hits:95 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Rainbirds Penulis : Clarissa Goenawan Jenis Buku : Novel - Fiksi Sastra Penerbit : Gramedia Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman :  400 halaman Dimensi Buku :  20 cm Harga : Rp. 89.000 ISBN : 9786020379197 Edisi...

Read more

Review Buku The President is Missing - B…

12-09-2018 Hits:62 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : The President is Missing Penulis : Bill Clinton & James Patterson Jenis Buku : Fiksi Penerbit : Penguin Random House Tahun Terbit : Juni 2018 Jumlah Halaman :  513 halaman Harga : Rp.235.000 ISBN :...

Read more

Review Buku With The End in Mind - Kathr…

12-09-2018 Hits:49 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : With The End in Mind – Dying, Death, and Wisdom in an Age of Denial Penulis : Kathryin Mannix Jenis Buku : Non Fiksi Penerbit : Harper Collins Publisher Tahun Terbit : 2017 Jumlah...

Read more

Review Buku The Girl With All The Gifts …

12-09-2018 Hits:56 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Girl With All The Gifts Penulis : M.R. Carey Desain Sampul : Agung Wulandana Jenis Buku : Novel – Sci Fiction - Horor Penerbit : Mizan Fantasi Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku Semua Anak Bintang - Munif C…

11-09-2018 Hits:51 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Semua Anak Bintang Menggali Kecerdasan dan Bakat Terpendam dengan Multiple Intelligences Research (MIR) Penulis : Munif Chatif Jenis Buku : Non Fiksi – Psikologi & Pendidikan Anak Penerbit : Kaifa Tahun Terbit : Juli 2017 Jumlah...

Read more

Magnus Chase and The God of Asgard – The…

10-07-2018 Hits:44 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Magnus Chase and The God of Asgard – The Hammer of Thor Penulis : Rick Riordan Jenis Buku : Novel - Fantasi Penerbit : Disney-Hyperion Tahun Terbit : Oktober 2016 Jumlah Halaman :  480 halaman Harga :...

Read more

Review Buku Aroma Karsa - Dee Lestari

08-07-2018 Hits:210 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Aroma Karsa Penulis : Dee Lestari Jenis Buku : Fiksi Penerbit : Bentang Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman :  710 halaman Dimensi Buku :  13,5 x 20 cm Harga : Rp. 125.000 ISBN : 978-602-291-463-1 Soft Cover                                                                                       ...

Read more

Review Buku A Sweet Mistake - Vevina Ais…

24-05-2018 Hits:229 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : A Sweet Mistake Penulis : Vevina Aisyahra Jenis Buku : Novel Young Adult Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Desember 2017 Jumlah Halaman : 248 halaman Dimensi Buku :  13,5 x 20 cm Harga : Rp. 59.000 ISBN...

Read more