EMail: dianafitridipi@gmail.com

saint anything

Judul :  Saint Anything

Penulis : Sarah Dessen

Jenis Buku : Novel Romance

Penerbit : Elex Media Computindo

Tahun Terbit : Oktober 2017

Jumlah Halaman :  364 halaman

Harga : Rp. 69.800

Edisi Terjemahan

Penulis Terlaris #1 New York Times

 

Sekelumit Tentang Isi

Sydney hanyalah anak biasa, menganggap dirinya tak terlihat di mata siapa pun, terutama keluarganya sendiri. Penyebabnya adalah Peyton, kakak laki-laki Sydney, selalu menjadi segalanya. Perhatian orangtua mereka tertuju sepenuhnya kepada dirinya. Hingga suatu hari mobil polisi mendatangi rumah mereka dengan membawa kabar tak terduga. Peyton terlibat masalah besar, ada anak yang cedera parah, dan pada akhirnya Peyton harus dipenjara.

Semua pun berubah kacau. Sydney terombang-ambing di tengah masalah yang datang bertubi-tubi, dia mencoba mencari tempat yang pasti di tengah keluarganya. Tapi semua orang terlalu mengkhawatirkan Peyton. Terutama ibunya.

 

Di tengah kebimbangannya, Sydney bertemu keluarga Chatham yang heboh, yang memiliki kehidupan berbeda dengan keluarganya, dan yang ternyata bisa membuatnya merasa diterima dan ‘terlihat’ untuk pertama kalinya. Di sana pula lah ia bertemu Mac yang manis dan Layla.

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

 

Menurut saya disain covernya manis dan sederhana ya. Cocok sekali dengan karakter novelnya. Ilustrasi gambarnya tentu ada kaitannya dengan isi cerita. Teman-teman bisa cari tahu sendiri nanti tentang ini.

Soal ketebalan buku tampaknya tak jadi soal kalo kita bisa menikmati ceritanya kan. Dengan tiga ratusan halaman rasanya buku ini terhitung sedang saja ketebalannya. 

 

Tokoh dan Karakter

Tokoh paling menarik bagi pembaca wanita tampaknya tak pelak lagi bakal jatuh pada Mac. Laki2 baik hati, memang agak cool, tapi dia berpembawaan manis sekali. Tipe-tipe pelindung yang membuat para wanita jatuh hati.

Lalu Sidney sendiri adalah gadis dari keluarga berada, yang cantik tapi pribadinya tidak muncul krn lingkungan yang tidak mendukung. Tentu saja itu terjadi sebelum ia bertemu keluarga Catham. Sidney menurut saya gadis yang baik hati dan memiliki hati nurani. Ayah Sidney memiliki karir yang sukses sehingga sibuk dengan pekerjaannya dan mempercayakan keluarga di tangan istrinya. Ibu Sidney tipe organisator dan perfeksionis. Dengan caranya sendiri ia berusaha untuk menjadi seorang ibu yg baik.

Layla gadis yang ramai, karakternya hidup, ekspresif, peduli, berprinsip, berani, dan setia kawan. Dan sisanya masih ada beberapa tokoh lagi yang menunjang jalannya cerita. Menurut sya, buku ini sudah memiliki kekuatan dari unsur penokohannya.

Kekuatan penokohan ini sangat ditunjang pula oleh narasi yang ada. Karakter tokohnya digambarkan dengan cukup detail.

Ayahku bukan tipe yang biasa mengungkapkan perasaannya melaui sentuhan. Ayahku lebih sering menepuk bagu, atau memeluk singkat dengan tiga-tepukan-punggung. Selalu ibuku yang menarikku ke pangkuannya, mengusap rambutku, memelukku erat. Tapi saat ini, di tengah hari-hari ang paling menakutkan dan paling aneh ini, ayahku memelukku. Aku membalas pelukannya, mendekapnya sekuat tenaga, dan kami terus berpelukan hingga lama.

 

Halaman 17

 

Alur dan Latar

Bisa dibilang alur novel ini cukup pelan karena titik berat novel ada di pengolahan emosi pembaca. Untuk teman-teman yang suka pada novel yang menguras emosi dengan genre romance dan friendship, kemungkinan akan suka buku ini.

 

Cerita mengambil latar tempat yang sederhana yakni seputar kota tempat para tokoh tinggal, mulai dari sekolah, hingga swalayan. Rumah adalah salah satu latar yang paling sering muncul. Hal ini jadi mengingatkan saya pada latar-latar cerita drama keluarga juga.

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Pengolahan sisi emosi dari cerita menurut saya sangat baik. Kalimat-kalimat yang dipilihnya sederhana tapi tepat untuk  menggambarkan perasaan para tokoh. Ada terasa kemiripannya dengan novel Turtles All Way Down - John Green dari narasinya. Contohnya saya kutipkan di bawah ini. 

Ada enam acara berbeda - di antaranya Dallas, Los Angeles, dan Chicago - yang cukup untuk membuatku menonton dua acara setiap hari demi mengisi waktu setelah pulang sekolah hingga makan malam. Aku merasa sangat terlibat dengan acara itu, seolah-olah acara itu adalah teman-teman dekatku, dan aku sering berbicara ke arah televisi seolah mereka bisa mendengarku, atau memikirkan topik atau masalah mereka bahkan ketika aku sedang tidak menonton. Ini jenis kesepian yang ganjil, ketika merasa kalau sebagian teman-teman dekatku tidak pernah tahu kalau aku ada. Tapi tanpa mereka, rumah ini terasa kosong, bahkan meskipun Mom ada, yang membuatku merasa hampa seperti ketika diriku semakin cemas ketika menunggu saat turun dari bus setelah pulang sekolah. Hidupku hampir selalu terasa datar dan menyedihkan. Entah kenapa rasanya lebih menenangkan ketika aku hanyut dalam kehidupan tokoh lain.

Halaman 7 

 

Adegan-adegan emosional yang digarap dengan baik dijabarkan dengan detail.

Kami akan menghadapi banyak sekali hal, yang melelahkan dan tak asing lagi, dan hal-hal baru yang jauh lebih buruk. Kakakku tidak akan pernah kembali sama. Aku tidak akan pernah menjalani hari tanpa sekali pun teringat David Ibarra. Ibuku akan berusaha tegar, tapi sesuatu sudah hilang dari dalam dirinya. Aku tidak akan pernah bisa menatapnya tanpa merasakan kalau sesuatu itu sudah lenyap. Begitu banyak hal yang tidak akan pernah kembali sama. Tapi pada saat itu, aku hanya memeluk ayahku dan memejamkan mata rapat-rapat, mencoba membuat waktu kembali berhenti. Namun gagal.

Halaman 18

 

Aku menelan ludah dengan susah payah. Lalu, entah bagaimana, kata-kataku meluncur keluar. "Kakakku dipenjara karena mengendarai mobil dalam keadaan mabuk. Dia membuat seorang anak lumpuh. Dan aku benci dia karena perbuatan itu."

Ketika berbicara, aku menyadari betapa lama dan eratnya aku menahan semua kalimat itu sampai-sampai aku merasakan luasnya tempat kosong yang kini tertinggal. Begitu lapang hingga aku tidak bisa memikirkan ata-kata lain untuk menjelaskannya. 

Halaman 61

 

"Kurasa orangtuaku menganggap Peyton sebagai korban, entah dari sudut pandang mana. Dan aku tidak menyukai itu. Itu membuatku mual. Itu rasanya... salah."

"Kau merasa bersalah?"

"Ya," jawabku, ketegasan dalam satu kata itu membuatku terkejut. Seolah pengakuan sederhana itu membuat kekalutan jiwaku pergi, dan menguap. "Ya. Sangat. Setiap hari."

"Oh, Sayang." Mrs. Chatham mengulurkan tangan dan menggenggam tanganku. Di ruang sebelah, popcorn mulai meletus, mengeluarkan aroma mentega yang mengingatkanku pada film dan suasana sepuang sekolah di setiap siang yang sepi. "Kenapa kau merasa harus menanggung perbuatan kakakmu?"

"Karena seseorang harus melakukannya," kataku. Aku menatap mata wanita itu, hijau bercorak cokelat, mirip mata Layla. "Itu sebabnya."

Alih-alih menanggapi, Mrs. Chatham hanya meremas tanganku. Aku bisa saja menarik tanganku dan dia akan memaklumnya. Tapi ketika Layla masuk beberapa menit kemudian dengan popcorn-nya, dia masih melihat kami bergenggaman tangan. Akhirnya, aku sudah melepas banyak bebanku. Jadi kurasa masuk akal kalau saat ini aku hanya ingin menggenggam tangan seseorang.

Halaman 160 

# hati-hati untuk teman-teman yang ga begitu suka novel yang banyak melibatkan emosi dan paragraf panjang tentang perasaan dan pikiran si tokoh, novel ini mungkin akan terasa membosankan.

 

Saya senang sekali ada hal-hal tentang makanan disebutkan di dalam buku ini :D. Ini kesenangan yang sifatnya subjektif sih, karena salah satu ketertarikan saya adalah dunia kuliner, jadi tiap ada bagian cerita yang melibatkan makanan, saya jadi lebih merasa tertarik. Bukan cuma di novel ini, novel Lara Jean juga banyak membicarakan makanan dan resep-resepnya :). 

Berikutnya adalah proses bertingkat yang rumit, dimulai dengan meratakan kantung kertas untuk mengubahkan menjadi alat makan dan diakhiri dengan tiga cocolan saus dengan ukuran sama di atas setiap lapisan tisunya. Di saus pertama, Layla menambahkan merica. Saus berikutnya, garam. Dan yang ketiga, bahkan tak dikenal yang diambilnya dari tas, dikemas dalam tabung kecil.

Halaman 71

 

Cerita tentang persahabatan antara Layla dan Sidney juga sangat menyentuh perasaan. Lebih karena makna perbuatannya daripada susunan kata-katanya. Contohnya saya kutipkan di bawah ini.

Setelah lampu-lampu dimatikan, kami mengobrol sebentar, lalu tanpa sadar aku terlelap. Ketika aku terjaga, waktu menunjukkan pukul dua dini hari. Ketika aku berguling ke samping untuk mengecek Layla, gadis itu tidak ada di tempatnya. Dengan bingung, aku bangkit dengan bersandar pada siku dan mengucek-ucek mata, lalu melihat Layla. Dia memindahkan kasurnya hingga rapat ke pintu yang tertutup - tapi tidak terkunci - dan meringkuk di atasnya. Selalu berjaga-jaga, memastikan keadaan aman. Aku mendapatkan tidur yang paling nyenyak setelah berbulan-bulan lamanya.

Halaman 99

 

Ada kalimat-kalimat yang membuat saya berpikir dan merenungkan kebenarannya.

"Hubungan akan berkembang, seperti juga kita. Ketika kau mengenal seseorang, bukan berarti kau tahu segalanya tentangnya. Bahkan kakakmu sendiri."

Halaman 301

"Belum tentu seseorang tidak memikirkan sesuatu meskipun tidak pernah membicarakannya. Bahkan kadang itulah sebabnya mereka enggan membicarakannya."

Halaman 302

... aku baru menyadari hal yang paling mengejutkan. Bukan soal kekecewaanku, tapi ketika aku tidak sendirian saat aku terpuruk. Kau bisa saja terpuruk di depan orang-orang yang kau tahu akan sanggup kembali membangkitkanmu.

Halaman 333

 

Cukup surprise juga ya waktu membaca bagian yang menyebut-nyebut tentang tempe :D, rasanya tiba-tiba "Indonesia sekali".

Aku berjalan ke lemari, menurunkan botol-botol bumbu yang Mom perlukan, dan membawakannya. Isi wajan lebar itu belum pernah kulihat sebelumnya. Aku bahkan tidak tahu apa itu 'tempe'. Tapi kelihatannya tidak terlalu menggugah selera. Tapi aku menahan pendapat itu ketika menyerahkan bumbu-bumbunya. Mom mengernyit membaca buku masakannya, lalu membuka tutup botol jintan. 

Halaman 324

 

Siapa Sarah Dessen

Sarah Dessen adalah penulis asal Amerika. Latar pendidikan dan awal karirnya sempat biasa-biasa saja hingga ia kemudian mengambil kuliah di suatu universitas dan mendapatkan penghargaan tertinggi di bidang Creative Writing. Buku pertamanya ia tulis disela-sela bekerja di sebuah restoran pada tahun 1996 dengan judul That Summer. Setelah itu karir menulis Dessen makin berkembang hingga ia bisa meraih pencapaian sebagai The New York Times Best Seller. Sarah bahkan kemudian mengajar di University of North Carolina. Beberapa novelnya meraih Best Fiction for Young Adults: That Summer (1997), Someone Like You (1999), Keeping the Moon (2000), Dreamland(2001), This Lullaby (2003), Just Listen (2007), and Along for the Ride (2010). 

Novel Someone Like You adalah salah satu juara dari "School Library Journal Best Book" award pada tahun 1999.

Tahun 2017, Dessen dianugerahi penghargaan Margaret A. Edwards Award untuk novelnya yang berjudul Dreamland (2001), Keeping the Moon (2000), Just Listen (2007), The Truth About Forever (2004), Along for the Ride (2010), What Happened to Goodbye? (2011), and This Lullaby (2003).

Sebagian besar novel Sarah Dessen mengangkat topik problematika jiwa remaja dan pergulatannya ketika mereka mengalami masa duka dan kehilangan.

Tema utama yang diangkat novel-novelnya terutama keterasingan,  kesendirian dalam keluarga dan lingkungan sosial, serta perubahan yang progresif para tokoh ceritanya.

 

Berikut novel-novel karya Sarah Dessen:

1996 – That Summer

1998 – Someone Like You

1999 – Keeping the Moon (also known as Last Chance)

2000 – Dreamland

2002 – This Lullaby

2004 – The Truth About Forever

2006 – Just Listen

2008 – Lock and Key

2009 – Along for the Ride

2010 – Infinity (novella)

2011 – What Happened to Goodbye

2013 – The Moon and More

2015 – Saint Anything

2017 – Once and For All

 

 

Novel Saint Anything mendapatkan rating 4.05 di situs Goodreads dan 4.5 di Amazon.

 

Rekomendasi

Novel ini saya rekomendasikan  pada pembaca usia remaja dan dewasa yang mencari novel yang mengangkat topik problematika kehidupan remaja dan pergulatan jiwanya ketika mereka mengalami masa duka dan kehilangan.

Tema utama yang diangkat novel ini adalah keterasingan,  kesendirian dalam keluarga dan lingkungan sosial, serta perubahan yang progresif para tokoh ceritanya. Komposisi isi novel ini adalah romance, persahabatan, dan keluarga.

 

My Rating 4/5 

 

 

Review Buku Titip Rindu ke Tanah Suci - …

19-10-2018 Hits:3 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Titip Rindu ke Tanah SuciPenulis : Aguk Irawan MNCover : ResoluzyJenis Buku : Novel ReligiPenerbit : Republika PenerbitTahun Terbit : Desember 2017Jumlah Halaman :  366 halamanHarga : Rp.78.000ISBN : 978-602-0822-87-7   Sekelumit Tentang...

Read more

Review Buku The Rosie Effect - Graeme Si…

10-10-2018 Hits:96 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : The Rosie Effect Penulis : Graeme Simsion Jenis Buku : Non Fiksi – Romance Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Januari 2018 Jumlah Halaman :  464 halaman Dimensi Buku :  13.5 x 20 cm Harga...

Read more

Owsa, Hijab Nyaman dan Trendi

04-10-2018 Hits:111 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Ini judul sejujurnya ga muluk-muluk. Believe it or not, untuk urusan hijab, saya merasa diri saya sebagai seseorang yang cukup konservatif, bahkan bisa dibilang kurang up date. Mungkin juga karena secara karakter...

Read more

Review Buku My Absolute Darling - Gabrie…

01-10-2018 Hits:148 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : My Absolute Darling Penulis : Gabriel Talent Jenis Buku : Novel thriller - fiksi Penerbit : Riverhead Books Tahun Terbit : Agustus 2017 Jumlah Halaman :  432chalaman Dimensi Buku : 22.86 x 16.00 x 3.56 cm Harga...

Read more

Review Buku Who Says You Can't Do? You D…

24-09-2018 Hits:164 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Who Say You Cant Do? You Do Penulis : Daniel Chidiac Jenis Buku : Non Fiksi – Self Improvement Penerbit : Harmony Tahun Terbit : Januari 2018 Jumlah Halaman :  368 halaman Dimensi Buku :  20.32 x...

Read more

Review Buku Rainbirds - Clarissa Goenawa…

12-09-2018 Hits:324 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Rainbirds Penulis : Clarissa Goenawan Jenis Buku : Novel - Fiksi Sastra Penerbit : Gramedia Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman :  400 halaman Dimensi Buku :  20 cm Harga : Rp. 89.000 ISBN : 9786020379197 Edisi...

Read more

Review Buku The President is Missing - B…

12-09-2018 Hits:231 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : The President is Missing Penulis : Bill Clinton & James Patterson Jenis Buku : Fiksi Penerbit : Penguin Random House Tahun Terbit : Juni 2018 Jumlah Halaman :  513 halaman Harga : Rp.235.000 ISBN :...

Read more

Review Buku With The End in Mind - Kathr…

12-09-2018 Hits:206 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : With The End in Mind – Dying, Death, and Wisdom in an Age of Denial Penulis : Kathryin Mannix Jenis Buku : Non Fiksi Penerbit : Harper Collins Publisher Tahun Terbit : 2017 Jumlah...

Read more

Review Buku The Girl With All The Gifts …

12-09-2018 Hits:234 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Girl With All The Gifts Penulis : M.R. Carey Desain Sampul : Agung Wulandana Jenis Buku : Novel – Sci Fiction - Horor Penerbit : Mizan Fantasi Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman...

Read more