EMail: dianafitridipi@gmail.com

rainbirds

 

Judul : Rainbirds

Penulis : Clarissa Goenawan

Jenis Buku : Novel - Fiksi Sastra

Penerbit : Gramedia

Tahun Terbit : 2018

Jumlah Halaman :  400 halaman

Dimensi Buku :  20 cm

Harga : Rp. 89.000

ISBN : 9786020379197

Edisi Terjemahan

Soft Cover

Novel pemenang Bath Novel Award 2015

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Tahun 1994, Ren Ishida menerima kabar kakak perempuannya, Keiko, ditikam berulang kali hingga tewas di Akakawa, kota terpencil tempat kakaknya tinggal. Ia pun memutuskan untuk sementara pindah ke kota itu sambil mengurus pemakaman dan membantu polisi menyelidiki kematian Keiko.

Namun kemudian, tanpa sadar Ren seolah mengikuti jejak-jejak terakhir yang Keiko tinggalkan. Ia mengisi posisi pekerjaan Keiko di kursus bimbingan belajar Yotsuba. Ia bahkan menerima syarat aneh untuk tinggal di rumah politisi terkemuka, di kamar yang sebelumnya ditempati Keiko.

Gadis kecil yang terus-menerus muncul dalam mimpi, seorang siswi bimbingan belajar yang agresif, suasana suram, penuh misteri dan teka-teki sepanjang menyusuri Akakawa, membuat Ren penasaran ingin mengetahui apa yang sebenar-benarnya terjadi pada malam Keiko terbunuh.

Dan pada akhirnya penyelidikan yang Ren Ishida lakukan justru membuka masa lalu dirinya dan kunci masa depan hidupnya pula.

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

rainbirds

Mungkin untuk yang suka disain cover sederhana yang memberikan nuansa sendu akan suka dengan disain cover yang ini. Sesuai dengan situasi mental tokoh utama yang diceritakan kan ya. Burung rainbirds nya sendiri tak tampak terlihat di cover, mungkin karena dianggap tidak utama meski dipilih menjadi judul.

Saya jadi teringat salah novel yang juga mengambil nama burung sebagai judulnya, yakni Mugpie Murders karangan Anthony Horowitz yang saya baca tahun lalu. Buku bergenre suspense detektif itu jg kurang lebih ada kemiripan dengan Rainbirds yang mengangkat topik pembunuhan juga. Sekilas gaya-gaya disain buku Rainbirds mengingatkan saya pada buku-bukunya Harukin Murakami yang sastra novelis. Novel Rainbirds pun memang terasa unsur sastranya. Mungkin memang ada hubungan antara cover disain sederhana-sendu dengan gaya penulisan yang "nyastra".

 

Tokoh dan Karakter

Ren Ishida tokoh utama novel ini adalah seorang laki-laki tampan dengan latar belakang masa kecil yang suram dan broken home. Ishida besar oleh kasih sayang kakak perempuannya yang justru membuatnya ketika dewasa selalu membanding-bandingkan semua perempuan dengan sosok kakaknya. Selama bertahun-tahun Ishida hidup dalam kebimbangan meski ia sebenarnya cukup berhasil di bidang pendidikan.

Honda, teman kakak perempuan Ishida, adalah seorang guru di tempat bimbingan belajar. Sikapnya yang sangat peduli dan penuh perhatian pada Ishida membuat Ishida merasa berterimakasih sekaligus bertanya-tanya.

Putri Tuan Nakajima, seorang gadis yang juga murid di bimbingan belajar tempat Ishida bekerja jelas agresif pada Ishida. Ada rahasia yang ia dan keluarganya simpan yang ada hubungannya dengan misteri kematian kakak perempuan Ren Ishida.

Keluarga politikus, Tuan Katou dan istri yang hidup menyendiri dan penuh misteri, kaya tapi tidak bahagia, dibayang-bayangi oleh kematian putri tunggal mereka dan Nyonya Katao yang tidak sehat mentalnya.

Sepertinya sudah kelihatan ya kalau tokoh-tokoh yang terlibat dalam cerita memiliki rahasia masing-masing, dan seperti itulah novel Raindbirds adanya. 

 

Deskripsi tokoh pada Rainbirds cukup detail. Saya kutipkan satu contohnya di bawah ini:

Nyonya Itano pendek dan gemuk. Rambut cepaknya dicat pirang, tetapi bisa kulihat akarnya yang kelabu. Riasan wajahnya yang tebal didominasi warna merah muda. Perona mata merah muda, perona pipi merah muda lipstik merah muda. Dengan setelah apik warna lila, dia terlihat seperti tokoh kartun.

Halaman 187

 

Alur dan Latar

Alur cerita bisa dibilang maju dan mundur karena ada bagian-bagian yang flash back. Tapi sudut pandang cerita selalu dari Ren Ishida. 

Untuk pembaca yang suka pada penutup yang close ending, novel ini akan terasa sedikit mengecewakan. Tapi untuk yang suka sastra dan open ending, novel ini akan sesuai untuk mereka.

Latar cerita mayoritas menggunakan setting kota biasa, dalam cerita ini kota Akakawa. Apartemen, kantor polisi, gedung bimbingan belajar, halte, dan rumah menjadi latar yang digunakan di dalam cerita. Deskripsi latar cukup detail, sehingga bukan cuma tergambarkan fisiknya tapi juga suasananya.

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Karena ini buku debutan maka saya membaca halaman pujiannya sampai habis. Saya kutipkan dua yang saya pendapat setuju.

Debut dari Clarissa Goenawan menyeimbangkan kehalusan plot yang ditempa dengan perlahan dan potret dari hubungan yang rapuh, menjadikan novel ini mengundang untuk dibaca dan susah untuk dilepaskan – Publisher Weekly

Novel ini bagaikan cerita dalam mimpi, tentang misteri pembunuhan yang tidak biasa, berfokus pada pengembangan karakter dan nuansa perenungan diri. Sudah pasti menarik pembaca fiksi sastra. - Booklist

 

Lalu, bab Catatan Penulis juga merupakan bagian yang menurut saya wajib dibaca jika kita ingin tahu latar belakang ditulisnya novel ini. Selalu menarik untuk mengetahui apa yang membuat seorang penulis berhasil membuat tulisan yang bagus dan catatan mereka selalu menginspirasi diri saya.

Terimakasih sudah memilih Rainbirds. Kuharap kalian menikmati membacanya seperti ketika aku menulisnya. Dan jika kalian suka, berbagilah dengan seseorang. Teman, keluarga, atau rekan kerja, terutama mereka yang sudah begitu lama tidak membaca.

 

Ini kenyataan hidup.. Bagian dari fiksi romance yang sampai sekarang tidak bisa saya terima dalam logika tapi bisa saya pahami karena keberagaman umat manusia. Maka saya rekomendasikan novel ini untuk usia dewasa saja.

“Tidak masalah. Aku juga punya pacar, meski dia lebih sering berada di luar negeri.”

Tidak mengagetkan. Aku sudah menduga dia hanya ingin main-main.

“Berarti kita sama, kan?” Dia mengeluarkan notes dari tasnya, merobek satu halaman, dan mulai menulis. Dijejalkannya kertas itu ke tanganku sambil berkata, “Kali ini, aku akan mengatakannya dengan jelas. Ini nomorku, jangan hilang lagi.”

Halaman 115

 

Dia tersenyum jail, “Seksnya atau sarapannya?”

“Dua-duanya.”

“Kalau begitu, sepakat.” Dia berdiri dan membungkuk untuk mengambil tasnya. Bra putih berenda mengintip dari garis lehernya yang terkuak. “Aku ingin sekali mengobrol lebih lama denganmu, tapi aku harus pergi sekarang. Kutunggu teleponmu.”

Halaman 116

 

Kekuatan novel ini juga terletak dari sisi pengolahan emosi pembacanya yang berhasil.

Yang mati tak akan hidup lagi. Pada hari kematian kakakku, sebagian diriku juga ikut mati.

Hujan semakin deras, dan aku bertahan di sana, tak sadar akan waktu. Aku menunggu sampai hujan reda setelah membua mata. Aku menoleh ke jalan. Genangan air tampak berkilauan, memantulkan cahaya lampu-lampu jalan. Jadi inilah yang dilihatnya sebelum tewas. Aku bangkit dan berjalan pulang dengan kesedihan yang tak tertanggungkan.

Hal 120

 

Kalimat-kalimat yang membawa pembaca pada perenungan yang dalam memang bagian dari ciri khas fiksi sastra.

... kesedihan itu sendiri tak akan menyakiti siapa pun. Hal-hal yang kaulakukan ketika sedang sedihlah yang bisa menyakitimu dan orang-orang di sekitarmu.

Halaman 127

 

Kenalan adalah orang yang kita kenal, tapi teman adalah orang yang bisa kita andalkan.

Halaman 169

 

Yang pergi mungkin tidak keberatan, tapi yang ditinggalkan pasti akan merasa sangat sangat sedih.

Halaman 316

 

Ketika kita memasak untuk orang yang kita sayangi dan melakukannya dengan sepenuh hati, perasaaan kita akan muncul dalam masakan.

Halaman 396

 

Novel pemenang Bath Novel Award 2015 ini dipuji-puji sebagai novel debutan yang patut diperhitungkan. Gaya tulisannya yang ringkas dan sederhana, deskripsi tokoh dan latar tempat yang tidak berkumpul di satu paragraf menjadi beberapa ciri khas gaya penulisan Clarissa di Rainbirds. Untuk ukuran cerita yang ada adegan tokoh terbunuh, sejauh ini belum ada yang terasa spesial atau wah atau mencekam, tapi herannya kok bacanya nagih ya. Daya tarik novel Rainbirds memang dari paragraf-paragrafnya yang ringkas tapi hidup.

Pola cerita buku ini mengingatkan saya pada Turtles All Way Down nya John Green dan gaya menulisnya Murakami.

 

Siapa Clarissa Goenawan

Clarissa Goenawan adalah penulis Singapura kelahiran Indonesia. Cerita pendeknya telah memenangkan penghargaan dan muncul di beberapa majalah sastra dan antologi di Singapura, Australia, Inggris dan Amerika. Rainbids adalah novel pertamanya.

Rainbirds mendapatkan rating 3,8 di situs Goodreads dengan review berjumlah 2 ribuan.

 

Rekomendasi

Saya rekomendasikan novel ini pada pembaca usia dewasa yang suka pada buku bergenre fiksi sastra. Bukan topik pembunuhan yang jadi ide utama cerita, tapi kehidupan dan sisi emosi para tokohnya yang justru menjadi poin penting isi novel ini. Rainbirds kemungkinan besar akan disukai pembaca yang senang pada cerita berunsur misteri, yang suka berkontemplasi, merenungkan kalimat-kalimat pada cerita, merefleksikannya pada kehidupan nyata. Kalimat-kalimatnya sederhana tapi penuh makna.

 

My Rating :4/5

 

 

Review Buku The Rosie Effect - Graeme Si…

10-10-2018 Hits:79 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : The Rosie Effect Penulis : Graeme Simsion Jenis Buku : Non Fiksi – Romance Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Januari 2018 Jumlah Halaman :  464 halaman Dimensi Buku :  13.5 x 20 cm Harga...

Read more

Owsa, Hijab Nyaman dan Trendi

04-10-2018 Hits:98 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Ini judul sejujurnya ga muluk-muluk. Believe it or not, untuk urusan hijab, saya merasa diri saya sebagai seseorang yang cukup konservatif, bahkan bisa dibilang kurang up date. Mungkin juga karena secara karakter...

Read more

Review Buku My Absolute Darling - Gabrie…

01-10-2018 Hits:136 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : My Absolute Darling Penulis : Gabriel Talent Jenis Buku : Novel thriller - fiksi Penerbit : Riverhead Books Tahun Terbit : Agustus 2017 Jumlah Halaman :  432chalaman Dimensi Buku : 22.86 x 16.00 x 3.56 cm Harga...

Read more

Review Buku Who Says You Can't Do? You D…

24-09-2018 Hits:154 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Who Say You Cant Do? You Do Penulis : Daniel Chidiac Jenis Buku : Non Fiksi – Self Improvement Penerbit : Harmony Tahun Terbit : Januari 2018 Jumlah Halaman :  368 halaman Dimensi Buku :  20.32 x...

Read more

Review Buku Rainbirds - Clarissa Goenawa…

12-09-2018 Hits:311 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Rainbirds Penulis : Clarissa Goenawan Jenis Buku : Novel - Fiksi Sastra Penerbit : Gramedia Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman :  400 halaman Dimensi Buku :  20 cm Harga : Rp. 89.000 ISBN : 9786020379197 Edisi...

Read more

Review Buku The President is Missing - B…

12-09-2018 Hits:218 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : The President is Missing Penulis : Bill Clinton & James Patterson Jenis Buku : Fiksi Penerbit : Penguin Random House Tahun Terbit : Juni 2018 Jumlah Halaman :  513 halaman Harga : Rp.235.000 ISBN :...

Read more

Review Buku With The End in Mind - Kathr…

12-09-2018 Hits:186 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : With The End in Mind – Dying, Death, and Wisdom in an Age of Denial Penulis : Kathryin Mannix Jenis Buku : Non Fiksi Penerbit : Harper Collins Publisher Tahun Terbit : 2017 Jumlah...

Read more

Review Buku The Girl With All The Gifts …

12-09-2018 Hits:217 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Girl With All The Gifts Penulis : M.R. Carey Desain Sampul : Agung Wulandana Jenis Buku : Novel – Sci Fiction - Horor Penerbit : Mizan Fantasi Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku Semua Anak Bintang - Munif C…

11-09-2018 Hits:195 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Semua Anak Bintang Menggali Kecerdasan dan Bakat Terpendam dengan Multiple Intelligences Research (MIR) Penulis : Munif Chatif Jenis Buku : Non Fiksi – Psikologi & Pendidikan Anak Penerbit : Kaifa Tahun Terbit : Juli 2017 Jumlah...

Read more