EMail: dianafitridipi@gmail.com

buku

Judul : The Underground Railroad

Penulis : Colson Whitehead

Alih Bahasa : Airien Kusumawardani

Disain Sampul : Erson

Jenis Buku : Fiksi Sejarah / Fiksi Sastra

Penerbit : Elex Media Computindo

Tahun Terbit : 2018

Jumlah Halaman :  344 halaman

Harga : Rp.78.800

ISBN : 9786020476339

Edisi Terjemahan

 

Pulitzer Prize for Fiction 2017

Hurston Wright Legacy Award for Fiction 2017

The Rooster – The Morning News Tournament of Books (2017)

NAIBA Book of The Year for Fiction (2017)

Andrew Carnegie Medal for Fiction (2017)

Arthur C. Clarke Award (2017)

Oprah’s Book Club Selection (2016)

National Book Award for Fiction (2016)

Goodreads Choice Award for Historical Fiction (2016)

Man Booker Prize Nominee for Longlist (2017)

John W. Campbell Memorial Award Nominee for Best

Science Fiction Novel (2017)

Kirkus Prize Nominee for Fiction (2016)

PEN/JEAN Stein Book Award Nominee (2017)

 

 


Sekelumit Tentang Isi

 

One of the Best books of the Year: The New York Times, The Washington Post, NPR, The Boston Globe, The Seattle Times, HuffPost, Esquire, Minneapolis Star Tribune

Cora adalah seorang budak di perkebunan kapas di Perkebunan Randall, Georgia. Hidup sebagai budak rasanya bagai di neraka, bahkan lebih parah bagi Cora. Dia dikucilkan di antara sesamanya, para budak Afrika, juga dilukai. Ketika seorang budak dari Virginia, Caesar, datang dan memberitahukan mengenai Jaringan Kereta Api Bawah Tanah, Cora pun mengambil risiko untuk kabur dari Perkebunan Randall.

Namun keadaan tidak berjalan sesuai rencana. Dalam perjalanan menuju utara, mereka diburu. Perhentian pertama Cora dan Caesar adalah Carolina Selatan, sebuah kota yang tampaknya seperti surga, tetapi sebenarnya teramat membahayakan kaum kulit hitam. Para pemburu budak pun tak menyerah mengejar Cora. Mau tak mau, dia harus terus berlari, demi kebebasannya. Akankah Cora merdeka?

Dalam konsep cerdas Colson Whitehead, Underground Railroad bukanlah sekadar kiasan: para insinyur dan konduktor mengoperasikan jaringan rahasia dari jalur dan terowongan yang sebenarnya di bawah tanah Selatan. Cora memulai perjalanan yang mengerikan dari satu negara ke negara lain, dihantui oleh ancaman kematian, seperti Gulliver di tiang gantungan. Colson Whitehead dengan gemilang menciptakan kembali teror-teror era sebelum perang, ia menenun kisah, dari penculikan orang Afrika secara brutal hingga janji-janji yang tidak pernah ditepati hingga kini. Underground Railroad adalah kisah mencekam tentang kehendak seorang wanita untuk menghindari kengerian perbudakan — dan ini perenungan bagi kita semua tentang salah satu sejarah penting dunia.

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

buku


Kenapa ya disainnya merah tua begitu. Mungkinkah karena ingin mengindikasikan isi novelnya yang kelam dan banyak adegan penyiksaan (?). Disain cover ini terasa muram menurut saya. Dan itu pasti gambar ilustrasi kereta api bawah tanah yang diceritakan di dalam novel. Buku ini tidak terlalu tebal. Hanya 300an halaman. Tidak ada ilustrasi gambar di dalamnya. Tapi biarlah begitu saja, toh ini fiksi sejarah, yang lebih baik cukup diimajinasikan saja. 
 

Tokoh dan Karakter
Tokoh Cora memberikan inspirasi pada kita tentang keberanian, hati nurani, dan perjuangan. Cora bertahan dalam kengerian penindasan perbudakan.

Caesar, pemuda yang mengajak Cora kabur dari tanah pertanian tempat mereka diperbudak dan disiksa, adalah segelintir pemuda kulit hitam yang sempat mengenyam arti pendidikan, bisa membaca dan menulis, dan karenanya ia berbeda dengan budak lainnya.

Mabel, ibu Cora yang pergi meninggalkan Cora begitu saja sewaktu Cora kecil menyimpan kisah yang tragis dan memilukan. Ajarry, nenek Cora, orang yang kisah-kisah hidupnya menginspirasi Cora, membentuk sebagian pribadinya. Arnold Ridgeway, pemburu budak yang melarikan diri ini terobsesi pada Mabel dan Cora. Hanya dua budak inilah yang mencoreng nama hebatnya sebagai pemburu yang selalu berhasil menangkap budak yang kabur. Di dalam novel ini banyak sekali tokoh yang terlibat, baik yang memiliki peran inti, atau hanya muncul di beberapa adegan saja, hingga yang hanya disebut sekali lewat. Untuk pembaca yang tidak begitu suka dengan novel yang jumlah tokohnya banyak, mungkin ini akan terasa membingungkan.

 

Alur dan Latar
Alur cerita novel kombinasi maju dan mundur. Tapi mudah dipahami karena dipisah dengan judul khusus chapter atau penanda lainnya.

Latar sejarah saat perbudakan terjadi di Amerika adalah latar yang ada di novel ini. Wilayah-wilayahnya meliputi, Georgia, South Carolina, North Carolina, Indiana, dan Tennessee.

Deskripsi latar mencukupi untuk bisa kita imajinasikan dalam pikiran.  Contohnya latar Museum di bawah ini.

Cora sering sekali melihat Museum Keajaiban Alam tersebut saat berjalan-jalan, tetapi tidak pernah tahu tempat apa gedung luas batu kapur itu. Gedung itu membentang hampir satu blok. Patung-patung singa menjaga tangganya yang panjang dan rendah, seolah sedang memandang penuh dahaga ke arah air mancur yang sangat besar. Begitu Cora masuk ke area museum, suara air berkecipak meredam suara-suara jalanan, membawanya ke dalam museum yang teduh.
Halaman 115

Latar area perkebunan dan desa yang berisi deskripsi penyiksaan juga ada. Namun saya simpan untuk Anda baca sendiri.

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Ada satu halaman tertentu yang berisi informasi imbalan atas budak yang kabur. Ini menjadi semacam penanda juga buat kita, bahwa cerita sudah masuk ke bab berikutnya.

buku

Picture: halaman tertentu yang berisi informasi imbalan atas budak yang kabur

 

Alur cerita dipecah-pecah dan ditandai dengan satu halaman khusus yang bertuliskan salah satu nama tokoh atau lokasi tempat cerita terjadi.

buku

Picture: halaman khusus

 

Quotes-quotes dalam novel ini banyak yang berisi tentang perjuangan, penderitaan, kebebasan, atau malah belenggu. Salah satunya saya kutipkan di bawah ini.

Bebas tidak ada kaitannya dengan rantai atau seberapa luas ruang yang kau miliki.
Halaman 192

 

Kejam adalah kata yang sesuai untuk isi cerita novel ini. Beberapa bagian cerita memang mendeskripsikan adegan sadis dengan gamblangnya. Maka buku sebaiknya hanya dibaca oleh pembaca dewasa saja.

... dengan usus dikosongkan ketika leher mereka patah. Luka dan cedera menjijikkan menandai kulit-kulit mayat yang paling dekat dengan Cora, keduanya disinari oleh cahaya lentera sang agen. Salah satu mayat sudah dikebiri, lubang mengerikan menganga di tempat kelaminnya dulu berada. Mayat yang lain adalah seorang wanita. Perutnya membuncit.

Halaman 163

 
Ada catatan kaki yang menjelaskan kata, istilah, atau situasi tertentu sehingga kita bisa lebih memahami cerita yang tengah disampaikan.

buku

Picture: catatan kaki

 

Ada juga informasi karya lain Colson Whitehead di bagian akhir halaman. Bisa jadi referensi kita jika penasaran dengan karya-karya Whitehead yang lainnya.


 
Kisah Cora dalam The Underground Railroad membuat saya teringat kembali pada masa kekejaman perbudakan di dunia. Bukan suatu kebetulan bahwa perbudakan juga masuk ke dalam topik yang dibahas oleh Yuval Noah Harari di bukunya Homo Deus (non fiksi), buku yang baru saja saya baca beberapa minggu lalu. Sehingga masih intens terasa betapa manusia bisa begitu tidak manusiawi dalam memperlakukan sesamanya.


Perjuangan Cora jelas menginspirasi. Meski ini fiksi, tapi pesan yang disampaikan oleh penulis terasa nyata. Bahwa dalam keadaan sesulit apapun, harapan dan perjuangan selayaknya tak pernah padam.
 

Siapa Colson Whitehead


Colson Whitehead adalah penulis terlaris New York Tim dengan karya-karyanya The Noble Hustle, Zone One, Sag Harbor, The Intuitionist, John Henry Days, Apex Hides the Hurt, dan satu koleksi esai, The Colossus of New York, Finalis Pulitzer Prize dan penerima beasiswa MacArthur dan Guggenheim ini tinggal di New York City.

Novel terakhir Colson Whitehead yang berjudul The Underground Railroad menjadi buku pilihan Oprah's Book Club.

The Underground Railroad mendapatkan rating 4.03 di situs Goodreads dan 4.1 di Amazon.

 

Rekomendasi
Novel ini saya rekomendasikan hanya kepada pembaca usia dewasa, yang mencari novel bergenre fiksi sejarah dengan topik perbudakan, penindasan, kekejaman, perjuangan, dan harapan. Jumlah tokoh yang terlibat dalam novel ini cukup banyak, alur ceritanya kombinasi maju dan mundur, cukup cepat berganti antara satu adegan ke adegan lainnya, konflik tersebar hampir di tiap chapter, puncak konflik disimpan rapi di akhir, cerita ditutup dengan baik, tapi tetap dengan ending yang terbuka. Latar sejarah yang mewarnai cerita cukup detail, maka hati-hati untuk pembaca yang tidak begitu suka sejarah, mungkin akan merasa lelah atau bosan, kecuali tidak keberatan untuk melompati saja bagian-bagian tersebut. Kualitas terjemahan mendukung, sehingga kita bisa menyimak cerita dengan baik.
Catatan : konten kekerasan, kekejaman, sadis saat penyiksaan para budak terhitung detail.

My Rating : 4/5

 
 
 

Review Buku Jalan Masih Panjang (Long Wa…

04-11-2018 Hits:64 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Jalan Masih Panjang - Long Way Down Penulis : Jason Reynolds Jenis Buku : Young Adult – Puisi - Fiksi Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman :  320 halaman Dimensi Buku...

Read more

Sebuah Review untuk Streetcoffee Blitar

21-10-2018 Hits:149 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Ini bukan kali pertama saya menggenal brand kopi Streetcoffee Blitar. Sekitar 2 tahun lalu saya juga sudah mencicipi kopi-kopi produksi Streetcoffee Blitar dalam beberapa varian.     Jadi, ketika Oktober tahun ini saya...

Read more

Review Buku The Underground Railroad - C…

19-10-2018 Hits:146 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : The Underground Railroad Penulis : Colson Whitehead Alih Bahasa : Airien Kusumawardani Disain Sampul : Erson Jenis Buku : Fiksi Sejarah / Fiksi Sastra Penerbit : Elex Media Computindo Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman :  344...

Read more

Review Buku Kisah-Kisah dari Negeri Penu…

17-10-2018 Hits:122 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Kisah-Kisah dari Negeri Penuh Bahaya Tales From The Perilous Realm Penulis : J.R.R Tolkien Jenis Buku : Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2015 Jumlah Halaman :  464 halaman Dimensi Buku :  20 cm Harga :...

Read more

Review Buku The Rosie Effect - Graeme Si…

10-10-2018 Hits:276 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : The Rosie Effect Penulis : Graeme Simsion Jenis Buku : Non Fiksi – Romance Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Januari 2018 Jumlah Halaman :  464 halaman Dimensi Buku :  13.5 x 20 cm Harga...

Read more

Owsa, Hijab Nyaman dan Trendi

04-10-2018 Hits:256 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Ini judul sejujurnya ga muluk-muluk. Believe it or not, untuk urusan hijab, saya merasa diri saya sebagai seseorang yang cukup konservatif, bahkan bisa dibilang kurang up date. Mungkin juga karena secara karakter...

Read more

Review Buku My Absolute Darling - Gabrie…

01-10-2018 Hits:274 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : My Absolute Darling Penulis : Gabriel Talent Jenis Buku : Novel thriller - fiksi Penerbit : Riverhead Books Tahun Terbit : Agustus 2017 Jumlah Halaman :  432chalaman Dimensi Buku : 22.86 x 16.00 x 3.56 cm Harga...

Read more

Review Buku Who Says You Can't Do? You D…

24-09-2018 Hits:300 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Who Say You Cant Do? You Do Penulis : Daniel Chidiac Jenis Buku : Non Fiksi – Self Improvement Penerbit : Harmony Tahun Terbit : Januari 2018 Jumlah Halaman :  368 halaman Dimensi Buku :  20.32 x...

Read more

Review Buku Rainbirds - Clarissa Goenawa…

12-09-2018 Hits:492 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Rainbirds Penulis : Clarissa Goenawan Jenis Buku : Novel - Fiksi Sastra Penerbit : Gramedia Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman :  400 halaman Dimensi Buku :  20 cm Harga : Rp. 89.000 ISBN : 9786020379197 Edisi...

Read more