EMail: dianafitridipi@gmail.com

with the end in mind

 

Judul : With The End in Mind

– Dying, Death, and Wisdom in an Age of Denial

Penulis : Kathryin Mannix

Jenis Buku : Non Fiksi

Penerbit : Harper Collins Publisher

Tahun Terbit : 2017

Jumlah Halaman : 216 halaman

Dimensi Buku :  21.60 x 13.50 x 0.00 cm

Harga : Rp. 258.000

ISBN : 978-0-00-824559-7

Paperback

Edisi Bahasa Inggris

 

Available at Periplus Setiabudhi Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi)

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Dr. Kathryn Mannix telah mempelajari dan mempraktikkan perawatan paliatif selama tiga puluh tahun. With The End in Mind adalah sebuah buku yang mengisahkan semua pengalamannya saat merawat para pasiennya tersebut. Mannix mengajak kita semua untuk mengenal kekuatan terapeutik yang membantu seseorang untuk menyambut kematian dengan keterbukaan dan pemahaman. Dengan merangkai berbagai detail pengalamannya sebagai konselor, dan melalui kisah-kisah pasiennya serta keluarga mereka, berikut kehidupan mereka yang khas, Dr. Mannix mengingatkan kita pada proses kematian manusia secara general, namun membawakannya pula dengan sentuhan yang personal.

With The End in Mind menjelaskan suatu kemungkinan bagi kita untuk menyambut kematian dalam damai, dengan persiapan yang baik, dan terus menjaga martabatnya hingga akhir.

Harus diakui, kematian telah menjadi sesuatu yang kita sering ingkari, karena kita lebih memilih berjuang mati-matian untuk melawannya daripada menerimanya sebagai suatu yang tak terelakkan dalam hidup kita. Buku With The End in Mind mengubah perspektif kita akan hal itu semua.

 

Kita intip dulu daftar isinya ya

Introduction

Reading the Label

Patterns

Unpromising Beginnings

French Resistance

Tiny Dancer

Wrecking Ball

Last Waltz

Pause for Thought: Patterns

My Way

That is The Question

Never Let Me Go

Hat

Take My Breath Away

Pause for Thought: My Way

 

Naming Death

Second-Hand News

Slipping Through My Fingers

Talking About the Unmentionable

The Sound of Silence

Every Breath You Take (I’ll Be Watching You)

Beauty and The Beast

Pause for Thought: Naming Death

 

Looking Beyond the Now

In The Kitchen at Parties

Please Release Me – A Side

Please Release Me – B Side

Travel Plans

With Love From Me to You

Pause for Thought: Looking Beyond the Now

 

Legacy

Something Unpredictable

The Year of The Cat

Post-Mortem

Needles and Pins

Lullaby

Pause for Thought: Legacy

 

Transcendence

Musical Differences

Deep Dreams

De Profundis

Perfect Day

‘Only the Good Die Young’

Pause for Thought: Transcendence

 

Last Words

Glossary

Resource and Helpful Information

 

Acknowledgements

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

Harus seperti apa ya disain buku non fiksi yang mengangkat topik sensitif tentang kematian (?). Sepertinya memang disain covernya bakal tak punya banyak pilihan. Dominasi warna putih tampak mewakili kematian dalam kedamaian.

 

Ukuran buku memang lumayan besar. Sebaliknya ukuran huruf relatif kecil dan terasa rapat karena jarang sekali ada ilustrasi gambar di buku, kecuali bagan yang sesekali muncul dalam bahasan. Buat teman-teman yang tidak begitu suka buku penuh tulisan, buku ini akan terasa agak melelahkan. Tapi kisah-kisah yang disampaikan Mannix menurut saya sangat menarik dan menyentuh sehingga meski halaman-halamannya penuh huruf, itu tak jadi masalah, sebab saya tenggelam dalam setiap ceritanya.

 

Opini

Untuk sebuah buku yang isi per bab nya bakal membahas banyak hal tentu saja saya mengharapkan adanya tulisan di awal tiap bab yang bisa menggambarkan apa sih yang akan dijabarkan di dalam bab. Nah, di buku ini selalu ada paragraf pembuka yang mengarahkan kita pada isi bab. Meski bukan berupa poin-poin, tapi cukuplah untuk memberikan gambaran singkat untuk para pembaca.

 

French Resistence

Sometimes, things that are right in front of our noses are not truly noticed until someone else calls them to our attention.

Sometimes, courage in about more than choosing a brave course of action. Rather than performing brave deeds, courage may involve living bravely, even as life ebbs. Or it may involve embarking on a conversation that feels very uncomfortable, and yet enables someone to feel accompanied in their darkness, like a good deed in a naughty world.

 

 

Banyak hal yang patut untuk direnungkan dari kisah-kisah di buku ini. Membaca buku ini seperti membuka sudut pandang baru bagi saya untuk memaknai kehidupan.

Bereaved people, even those who have witnessed the apparently peaceful death of a loved one, often need to tell their story repeatedly, and that is an important part of transfering the experience they endured into a memory, instead of reliving it like a parallel reality every time they think about it.

And those of us who look after very sick people sometimes need to debrief too, it keeps us well, and able to go back to the workplace to be rewounded in the line of duty.

Page 48

 

Atau dari kalimat-kalimat sepenggalannya yang sangat mengena.

So, if most deaths are at the end of a period of escalating all-health, and if even then majority of sudden deaths are as a result of a acknowledged significant illness, why are we still so often unready?

Part : Slipping Through My Fingers

 

Mannix jelas piawai membawa emosi pembaca ke dalam kisah-kisah yang ia tuliskan. Salah satu kekuatan buku ini juga terletak pada hal tersebut.

Kisah-kisah yang Mannix tuturkan terasa lucu dan begitu hidup.

He had expected that he would hate this, that he would be a burden, and that he would rage against the indignity of immobility. But to his surprise, he found that he was still a man who could Get Things Done. The vegetable garden he had planned was tended by his wife and son, with Eric nearby as adviser (“That’s not a weed, it’s a row of parsnips, you turnip!”), and they relished their outdoor time together.

Page 63

 

Tapi memang lebih banyak sedih dan harunya. 

Nelly gazes at Joe. He moves backwards slightly, as though fearful of what she might say. Nelly, though, is now a woman on a mission.  This is her moment.

“I’m dying, Joe,” she tells him simply, and he drops his head and begins to son. “I’m dying, and we both know I am.”

Page 142

 

Bukan cuma berisi hal-hal yang menguras emosi, With The End in Mind juga disertai pemaparan medis yang cukup detail.

Drugs to supports is failing hearth are running through an IV line. He is breathing without medical help; an oxygen mask is strrapped to his face. The story suggests a stroke, and maybe another heart attack. His chances of survibing are slim; of surviving to become well, remote. There are hard decicions to be made.

....

Etc

Page 119

 

Salah satu bab yang saya suka adalah bab for Thought yang ada di tiap akhir bagian. Isinya kurang lebih berupa poin-poin renungan yang didapatkan dari menyimak semua kisah pada bab yang bersangkutan.

 

Personally, ada bagian dalam buku ini yang mengingatkan saya pada pengalaman saya sendiri sewaktu menunggui almarhumah ibu saya di saat terakhirnya.

“Sometimes, even unconscious people are aware of sounds around them, so he may be able to hear your voices and be glad that you’re here.

Page 122

# Jadi itu rupanya, meski beliau dalam keadaan koma tapi meneteskan air mata saat mendengar suara saya. Demikian pun saat saya mengantarnya pergi dengan doa.

 

Di akhir bagian selalu ada satu paragraf penutup yang berisi hikmah. Salah satunya saya kutipkan di bawah ini.

By being open and honest, we hope that we have made it safe for our children to ask their questions, voice their anxieties, and recognize their sadness at the finality of death. It hasn’t  made them maudlin; it hasnt made them afraid of taking risks and seizing life’s opportunities, they seem to have survived our efforts intact.

Every family, will find its own way to deal with the Facts of Life; we need to remember that the Facts of Death are just as important to acknowledge and discuss.

Page 133

 

Komposisi buku ini terasa pas dengan dijabarkannya sudut pandang medis beserta teori ilmiah ditambah pengalaman pribadi dengan pendekatan yang terasa dalam dan sangat menyentuh.

 

Buku ini menginspirasi saya bahwa mati bukanlah hal yang menakutkan dan penuh duka semata, tapi juga bisa begitu indah dan damai.

 

Siapa Kathryn Mannix

Dr Kathryn Mannix telah menghabiskan karir medisnya bekerja dengan orang-orang yang memiliki penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Dimulai dengan perawatan kanker dan berganti karir menjadi pelopor kedokteran paliatif, ia telah bekerja sebagai konsultan perawatan paliatif dalam tim di rumah perawatan, rumah sakit dan di rumah pasien sendiri. Mannix berupaya untuk mengoptimalkan kualitas hidup bahkan ketika kematian semakin dekat. Dia sangat tertarik dengan pendidikan publik, dan setelah memenuhi syarat sebagai Terapis Perilaku Kognitif pada tahun 1993, ia memulai klinik CBT pertama di Inggris (mungkin dunia) khusus untuk pasien perawatan paliatif, dan merancang pelatihan 'CBT First Aid' untuk memungkinkan rekan perawatan paliatif untuk menambah keterampilan baru untuk repertoar mereka untuk membantu pasien.

 

Buku With The End in Mind mendapatkan rating 4.7 di Amazon dan 4.55 di situs Goodreads.

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan kepada pembaca semua usia yang mencari buku yang membahas tentang kehidupan pasien di saat terakhir hidupnya, untuk memahami seperti apa pikiran dan perasaan si pasien, dan bagaimana sebaiknya pihak keluarga menyikapi masa-masa tersebut. Buku ini tidak dimaksudkan oleh penulis untuk membuat sedih dan putus asa para pembacanya, terlebih jika yang membaca sedang menghadapi situasi yang sama. Kathryn Mannix menuliskan ini semua untuk membantu kita untuk menyambut kematian dengan persiapan yang sebaik mungkin, meminimalkan resiko, disertai harapan dapat pula menginspirasi dan menyemangati mereka yang sedang berjuang di masa-masa tersebut.

 

My Rating : 5/5

 

 

Review Buku Titip Rindu ke Tanah Suci - …

19-10-2018 Hits:2 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Titip Rindu ke Tanah SuciPenulis : Aguk Irawan MNCover : ResoluzyJenis Buku : Novel ReligiPenerbit : Republika PenerbitTahun Terbit : Desember 2017Jumlah Halaman :  366 halamanHarga : Rp.78.000ISBN : 978-602-0822-87-7   Sekelumit Tentang...

Read more

Review Buku The Rosie Effect - Graeme Si…

10-10-2018 Hits:95 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : The Rosie Effect Penulis : Graeme Simsion Jenis Buku : Non Fiksi – Romance Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Januari 2018 Jumlah Halaman :  464 halaman Dimensi Buku :  13.5 x 20 cm Harga...

Read more

Owsa, Hijab Nyaman dan Trendi

04-10-2018 Hits:110 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Ini judul sejujurnya ga muluk-muluk. Believe it or not, untuk urusan hijab, saya merasa diri saya sebagai seseorang yang cukup konservatif, bahkan bisa dibilang kurang up date. Mungkin juga karena secara karakter...

Read more

Review Buku My Absolute Darling - Gabrie…

01-10-2018 Hits:148 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : My Absolute Darling Penulis : Gabriel Talent Jenis Buku : Novel thriller - fiksi Penerbit : Riverhead Books Tahun Terbit : Agustus 2017 Jumlah Halaman :  432chalaman Dimensi Buku : 22.86 x 16.00 x 3.56 cm Harga...

Read more

Review Buku Who Says You Can't Do? You D…

24-09-2018 Hits:163 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Who Say You Cant Do? You Do Penulis : Daniel Chidiac Jenis Buku : Non Fiksi – Self Improvement Penerbit : Harmony Tahun Terbit : Januari 2018 Jumlah Halaman :  368 halaman Dimensi Buku :  20.32 x...

Read more

Review Buku Rainbirds - Clarissa Goenawa…

12-09-2018 Hits:324 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Rainbirds Penulis : Clarissa Goenawan Jenis Buku : Novel - Fiksi Sastra Penerbit : Gramedia Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman :  400 halaman Dimensi Buku :  20 cm Harga : Rp. 89.000 ISBN : 9786020379197 Edisi...

Read more

Review Buku The President is Missing - B…

12-09-2018 Hits:231 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : The President is Missing Penulis : Bill Clinton & James Patterson Jenis Buku : Fiksi Penerbit : Penguin Random House Tahun Terbit : Juni 2018 Jumlah Halaman :  513 halaman Harga : Rp.235.000 ISBN :...

Read more

Review Buku With The End in Mind - Kathr…

12-09-2018 Hits:206 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : With The End in Mind – Dying, Death, and Wisdom in an Age of Denial Penulis : Kathryin Mannix Jenis Buku : Non Fiksi Penerbit : Harper Collins Publisher Tahun Terbit : 2017 Jumlah...

Read more

Review Buku The Girl With All The Gifts …

12-09-2018 Hits:231 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Girl With All The Gifts Penulis : M.R. Carey Desain Sampul : Agung Wulandana Jenis Buku : Novel – Sci Fiction - Horor Penerbit : Mizan Fantasi Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman...

Read more