EMail: dianafitridipi@gmail.com

Judul : The Productivity Project – Accomplishing More by Managing Your Time, Attention, and Energy

Penulis : Chris Bailey

Jenis Buku : Non Fiksi – Self Improvement

Penerbit : Crown Business

Tahun Terbit : Agustus 2017

Jumlah Halaman :  304 halaman

Dimensi Buku :  20.32 x 12.95 x 1.52 CM

Harga : Rp. 198.000

ISBN : 978-1-101-90405-3

Paperback

Edisi Bahasa Inggris

International Bestseller

Available at Periplus Setiabudhi Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi)

 

 

Sekelumit Tentang Isi

A fresh, personal, and entertaining exploration of a topic that concerns all of us: how to be more productive at work and in every facet of our lives.

Chris Bailey mendedikasikan hidupnya khusus untuk meneliti topik produktivitas ini selama setahun penuh. Dia bahkan menolak satu tawaran pekerjaan besar demi topik yang sudah menarik minatnya ini sejak ia masih remaja. Selepas mendapatkan gelar pendidikannya di bidang bisnis, ia membangun sebuah blog khusus yang berisi perkembangan projek produktivitas yang tengah ia garap.

Dalam upayanya untuk menuntaskan projek, Bailey melakukan hal-hal tertentu, mulai dari tidak mengonsumsi kafein dan gula, mengisolasi hidupnya selama 10 hari, hingga menggunakan smartphone hanya satu jam tiap harinya selama 3 bulan, yang semua itu ia lakukan untuk melihat pengaruh tindakannya terhadap kualitas dan jumlah pekerjaan yang ia tuntaskan.

Semua hal yang Chris Bailey alami dan teliti, kemudian ia tuangkan ke dalam buku The Productivity Project. Melalui buku ini Chris mengajarkan pada kita tentang cara bekerja penuh kesadaran, cara mengeliminasi hal-hal yang tidak penting, cara mengagendakan tugas-tugas secara efektif, cara meminimalisasi dan menghindarkan diri dari gangguan konsentrasi, cara menaklukkan penyakit menunda-nunda, dan the rule of three yang terkenal itu.

 

Yuk, kita intip daftar isinya.

Introduction

A New Definition of Productivity

PART ONE: LAYING THE GROUNDWORK

  1. Where to Start
  2. Not All Tasks Are Created Equal
  3. Three Daily Tasks
  4. Ready for Prime Time

PART TWO: WASTING TIME

  1. Cozying Up to Ugly Tasks
  2. Meet Yourself... From the Future
  3. Why the Internet is Killing Your Productivity

PART THREE: THE END OF TIME MANAGEMENT

  1. The Time Economy
  2. Working Less
  3. Energy Enlightenment
  4. Cleaning House

PART FOUR: THE ZEN OF PRODUCTIVITY

  1. The Zen of Productivity
  2. Shrinking the Unimportant
  3. Removing the Unimportant

PART FIVE: QUIET YOUR MIND

  1. Emptying Your Brain
  2. Rising Up
  3. Making Room

PART SIX: THE ATTENTION MUSCLE

  1. Becoming More Deliberate
  2. Attention Hijackers
  3. The Art of Doing One Thing
  4. The Meditation Chapter

PART SEVEN: TAKING PRODUCTIVITY TO THE NEXT LEVEL

  1. Refueling
  2. Drinking for Energy
  3. The Exercise Pill
  4. Sleeping Your Way to Productivity

PART EIGHT: THE FINAL STEP

  1. The Final Step

Afterword: One Year Later

 

Dengan membaca dan mempraktikkan buku ini kita akan dapat:

Identify the integral tasks in your work

Work on those tasks more effectively

Manage your time like a ninja

Quit procrastinating

Work smarter, not harder

Develop laserlike focus

Achieve zenlike mental clarity throughout the day

Have more energy than you have ever had before

And much more!

 

Seperti kata Chris Bailey, produktifitas itu kita peroleh dengan mengelola 3 hal, yakni:

Three ingredients of productivity:

Time: I observed how intelligently I used my time, how much I got done throughout the day, how many words and pages I wrote/read, and how often I procrastinated.

Attention: I noted what I focused on, how well I focused, and how easily I was distracted

Energy: I scrutinized how much drive, motivation, and overall energy I had, tracking how my energy levels fluctuated over the course of an experiment.

Page 29

 

Produktif tidak hanya berimbas pada kesuksesan saja, tapi jelas menyumbang pula pada persentase kebahagiaan hidup. Pada akhirnya tujuan menjadi manusia yang produktif tidak hanya supaya jadi orang yang lebih berguna tapi juga lebih bahagia.

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

Disain covernya sederhana ya, isinya huruf melulu ?, tapi tidak heran juga sih, soalnya memang buku non fiksi model disainnya memang begini. Dan seperti biasa juga, semua hal yang membuat cover menjadi eye-catching biasanya pilihan warna dan tipe hurufnya. Untuk buku ini saya setuju cover biru muda ngejreng ini pasti cukup mencolok di display. Ada yang kepikiran kah tentang ukuran huruf pada kata productivity yang makin ke kanan makin besar? Mungkin itu ilustrasi makna isi buku ya, yang menggambarkan bahwa dengan membaca buku ini kita bisa mengubah hidup kita makin bertambah produktif setiap harinya.

Setiap Part nya dipisahkan secara jelas dengan tanda pergantian bagian di satu halaman seperti di bawah ini. Jadi saya sebagai pembaca dapat memetakan pengetahuan yang saya dapatkan dari bacaan dengan lebih baik. 

Picture : Model pembagian tiap Part pada buku

 

Opini

Hal pertama kali saya sadari dan yang membuat buku ini beda dari yang lain adalah adanya Estimated Reading Time di tiap bab, yang mana sesuai sekali dengan tema produktivitas yang dibahas di buku. Seolah-olah penulis hendak berkata, "Jangan baca lama-lama, kalau fokus kamu bisa selesaikan dalam waktu yang sudah terukur seperti yang ada di kolom Estimated Reading Time. Produktif dong!" ?.

Belum cukup dengan keunikan itu, begitu masuk Part One, kita akan diberikan satu catatan khusus tentang poin-poin yang bisa kita dapatkan dari bab tersebut, tentu beserta estimasi waktu membacanya. Efektif efisien sekali ya ?.

Picture : Catatan khusus di bagian awal tiap bab

Before each chapter, I’ve included a takeaway of what you’ll get out of it, you can prime your mind for what’s to come. I’ve also included an estimate of how long it will take you to read each chapter, based on an average reading speed of 250 words per minute.

Page 25

 

Dan di akhir bab kita diberikan juga semacam ringkasan tetapi lebih kena sasaran. Ringkasan ini disebut The Value Challenge yang isinya tentang tantangan apa yang harus kita lakukan setelah selesai membaca bab bersangkutan. Adanya poin ini menyebabkan buku The Productivity Project bukan hanya sebuah buku teori biasa, tapi juga yang bisa kita aplikasikan dalam kehidupan nyata. Selain itu isi bab juga jadi semakin mudah kita pahami.

Picture : Kolom ringkasan dan The Challenge buat para pembaca

 

 

Chris Bailey menjelaskan cara apa saja yang sudah ia praktikkan sehingga buku ini terasa valid dan nyata aplikasinya dalam kehidupan, alias bukan cuma teori kosong.

The idea behind the project was simple. For one entire year, I would devour everything I could get my hands on about productivity and write about what I learned on my website

For 365 days, I

Read countless books and academic journal articles on productivity, delving deep into the prevailing research on the topic

Interviewed productivity gurus to see how they live productivity every day

Conducted as many productivity experiments as I could, using myself as  a guniea pig to explore what it takes to become as productive as possible

Page 5-6

 

My productivity experiments included

Meditating for 35 hours a week

Working 90-hours weeks

Waking up at 5:30 every morning to see the impact on my productivity

Watching 70 hours of TED talks one week

Gaining 10 pounds of lean muscle mass

Living in total isolation

Drinking only water for a month

And many more

 

Gaya bahasa yang interaktif dan persuasif juga membuat saya merasa tidak bosan dan terus penasaran untuk menyimak isi buku hingga selesai.

If that sounds like a daunting list, don’t worry – it’ll be a blast, and we’ll tackle it all one page at a time.

You ready? Let’s do this

Page 7

 

Pada bab awal Chris Bailey banyak menjelaskan tentang apa produktivitas itu dan menyamakan mindset kita para pembaca. Ini model biasa yang umum ditemui di buku-buku non fiksi pengembangan diri. Bagaimanapun mindset memang harus sama dulu sebelum kita masuk pada inti bahasan. Saya sendiri sangat tertolong di bab bab awal ini, karena ternyata apa yang saya pahami tentang produktivitas tidak semuanya sama dengan yang ada di dalam buku. 

Productivity is about how much you accomplish.

Page 13

 

Productivity isn’t about doing more things – it’s about doing the right things.

Page 33

 

A task, project, or commitment is important for one of two reasons: because it’s meaningful to you (it’s connected with your value) or because it makes a large impact in your work.

Page 31

 

Harus diakui kalimat-kalimatnya yang juga argumentatif membuat saya meyakini kebenaran teori, cara, dan tips yang penulis berikan. Beberapa kali bahkan saya merasa tersindir ?, soalnya apa yang dituliskan memang itulah kenyataannya.

At some level, everyone knows that not all task are equal – most people can see that they will accomplish more working on doing their taxes for an hour than watching a movie. But as the cliche goes, common sense isn’t always common action. Just because you know something to be true, doesn’t mean you’ll act on it – even though acting on what you kow is exactly what you have to do in order to become more productive.

Page 31

 

Dalam menjelaskan teorinya penulis tidak hanya menggunakan kalimat-kalimat saja, tapi juga diagram. Contohnya seperti di bawah ini.

Picture : Diagram aktivitas manusia dalam periode satu hari dan diagram unsur-unsur produktivitas

 

Yang mana diagram tersebut disertai pula dengan penjelasan berbentuk kalimat.

For example, getting enough sleep requires more time, but it boosts your energy and ability to manage your attention. Eliminating noise and distractions also takes time, but helps you manage your attention better because it provides you with more focus and clarity throughout the day. Changing your mindset takes energy and attention, but will let you get more done in less time.

Page 15

 

Bahkan ada juga yang disajikan dalam bentuk grafik.

Picture : Grafik Prime Time energi manusia

 

Dengan kombinasi huruf, diagram, dan grafik, tampaknya saya jadi merasa lebih tertarik, tidak cepat bosan, dan lebih mudah paham.

 

Banyak kalimat-kalimat bijak yang menyadarkan dan menginspirasi saya ketika membaca buku ini.

Simplicity makes it easier to evolve and innovate and deal with complexity.

Page 48

 

The most productive people take the time to not only understand what’s important, but also to simplify everything else.

Page143

 

The more you see yourself like a stranger, the more likely you are to give your future self the same workload that you would give a stranger, and the more likely you are to put things off to tomorrow – for your future self to do.

Page 71

 

At the end of most winters, I leave a 520 bill in my pocket, which completely forget about until I reach into my winter coat pocket the next year. While it's important to not be unfair to your future self, one of the awesome things you can do is treat your future self – whether that means saving for the future, saying no to eating pizza tonight, working out, learning calculus, putting on sunscreen, flossing, reading more – or leaving some money in your coat pocket to find six months later. You’ll feel incredible later on.

Page 74

 

Terdapat penjelasan ilmiah yang mendukung teori.

Your limbic systems is the emotional, instinctual part of your brain that includes, among other things, your pleasure center. Evolutionarily speaking, the limbic is an old part of your brain – like an animal, it’s what makes you instinctual and pushes you to give in to emotions and temptations. This is the part of your brain that tries to tempt you to put off doing your tasks to watch a few episodes of House of Cards.

....

Page 46

 

Juga penemuan atau teori pendukung dari lembaga atau tokoh lainnya.

The American Psychological Assosiation (APA) recently named nine of  the very best stress-relief strategies. Unlike quick fixes like shopping, gambling, drinking, an eating that dont actually reduce the cortisol levels in your body (the hormone your body produces in response to stress), the nine strategies the organization recommends all actually reduce your cortisol levels.

...

Page 174

 

An interesting  study conducted by Harvard psychologists Matthew Killingsworth and Daniel Gilberth found that we spend 47 percent of our waking hours (!!) in this daydreaming mode.

...

Page Chapter 18

 

Dan sekali lagi, teori serta tips ini menjadi meyakinkan karena sudah dipraktikkan semua oleh penulis.

Over the last decade or so, and especially during my project, I experimented with using dozens of to-do list and task-management apps that deal with the tasks and projects I’ve captured, and although many of them have worked well, there isnt one I recommeded above the others. In my experience, it doesn't matter how you organize your tasks and projects, as long as you find it helpful and user-friendly.

Page 151

 

Solusi dan trik yang diberikan juga jelas dan dapat diaplikasikan. Contohnya seperti ini:

For example, if the trigger is:

Boring: I got to my favorite cafe for an afternoon on Saturday to do my taxes over a fancy drink while doing some people watching.

Frustating: I bring a book to the same cafe, and set a timer on myphone to limit myself to working on my taxes for thirty minutes – and only work for longer if I’m on a roll and feel like going on

Difficult: I research the tax process to see what steps I need to follow, and what paperwork I need to gather. And I visit the cafe during my Biological Prime Time, when I’ll naturally have more energy.

....

Page 64

 

Here are a few great websites I’ve discovered over the last few years, and a couple that friends of mine have recommended – whether you’re looking for someone to work with you on a constant basis or on a per task basis (I dont have an affiliation with any of them, and have used them all)

  • Fancy Hands (FancyHands.com) for hiring virtual assistants
  • Zirtual (Zirtual.com) for hiring virtual assistant

....

Page 340

 

If you want to dive even further into externalizing the open loops in your head, here are a few more of my favorite ways to do so:

  • Notepads everywhere: I love capturing ideas as they come to me, but because I shut my phone off between 8 p.m and 8 a.m, it;s not always possible to capture them on my phone.

.....

Page 155

 

Buku The Productivity Project jelas bukan cuma buku yang berisi teori, tapi juga buku yang aplikatif. Memang ada hal-hal di dalam buku yang tidak bisa saya adopsi mutlak karena perbedaan latar belakang kasus, dan situasi. Tapi banyak hal dalam buku yang saya terapkan dalam kehidupan saya, dan hasilnya positif. Setidaknya beberapa tugas yang tadinya saya selalu tunda-tunda kini sudah mulai terlihat progress penyelesaiannya.

Beberapa konsep dan strategi yang paling saya sukai di dalam buku ini adalah konsep dan strategi pemanfaatan Prime Time, menghindari penundaan, model pengorganisasian data dan memori, serta topik distraksi konsentrasi. Semuanya ada dibahas di dalam buku. Teman-teman silakan baca sendiri ya di bukunya ?.

Untuk penutup opini ini, saya ingin mengutip satu rangkaian kalimat yang menurut saya menarik.

I think the best to measure productivity is to ask yourself a very simple question at the end of every day: Did I get done what I intended to?

Page 29 

 

Siapa Chris Bailey

Chris Bailey adalah seorang penulis asal Kanada. Ketertarikannya pada topik produktivitas dimulai dari saat ia duduk di bangku sekolah menengah atas. Terutama setelah ia membaca buku David Allen yang berjudul Getting Things Done.

Setelah menyelesaikan studinya di bidang bisnis, ia kemudian mulai menggarap topik produktivitas dengan melakukan eksperimen, riset, membangun blog, dan lain-lain. Ia mengujicoba ulang berbagai teori produktivitas yang sudah ada dan menambahkan hal-hal baru yang lalu ia tuangkan semuanya di dalam buku.

The Productivity Project menjadi buku non fiksi bestseller di Kanada, dan versi buku audionya juga menjadi top-selling.

Buku ini mendapatkan rating 4.4 di situs Amazon dan 4.2 di situs Goodreads.

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan pada pecinta buku non fiksi genre pengembangan diri yang mencari serta membutuhkan buku yang berisi penjelasan dan strategi untuk menjadi manusia yang lebih produktif dengan cara-cara yang aplikatif dalam kehidupan nyata. Bahasanya yang sederhana tapi berisi membuat buku ini lebih mudah dipahami. Secara khusus, penulis mendedikasikan satu masa dalam hidupnya sendiri untuk mengujicobakan banyak teori produktivitas yang sudah ada, sehingga apa yang terdapat di dalam buku ini bukan lagi disebut teori melainkan sebuah strategi.

Jika kamu merasa banyak bekerja tapi sedikit tugas yang terselesaikan, atau kamu yang terjebak dalam kebiasaan menunda-nunda, atau kamu yang ingin mengubah hidupmu menjadi pribadi yang lebih sukses dan bahagia, buku ini sangat saya rekomendasikan untuk dibaca.

My Rating: 5/5

 

 

Review Buku Aroma Karsa - Dee Lestari

08-07-2018 Hits:102 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Aroma Karsa Penulis : Dee Lestari Jenis Buku : Fiksi Penerbit : Bentang Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman :  710 halaman Dimensi Buku :  13,5 x 20 cm Harga : Rp. 125.000 ISBN : 978-602-291-463-1 Soft Cover                                                                                       ...

Read more

Review Buku A Sweet Mistake - Vevina Ais…

24-05-2018 Hits:121 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : A Sweet Mistake Penulis : Vevina Aisyahra Jenis Buku : Novel Young Adult Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Desember 2017 Jumlah Halaman : 248 halaman Dimensi Buku :  13,5 x 20 cm Harga : Rp. 59.000 ISBN...

Read more

Review Buku The Productivity Project - C…

01-04-2018 Hits:805 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : The Productivity Project – Accomplishing More by Managing Your Time, Attention, and Energy Penulis : Chris Bailey Jenis Buku : Non Fiksi – Self Improvement Penerbit : Crown Business Tahun Terbit : Agustus 2017 Jumlah...

Read more

Review Buku The Silent Corner - Dean Koo…

30-03-2018 Hits:823 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Silent Corner Penulis : Dean Koontz Jenis Buku : Novel Suspense Penerbit : Random House Tahun Terbit : Oktober 2017 Jumlah Halaman :  576 halaman Harga : Rp. 143.000 ISBN : 978-0-345-54679-1 Mass Market Paperbound Edisi Bahasa Inggris New York...

Read more

Review Buku Gentayangan - Intan Paramadh…

29-03-2018 Hits:895 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Gentayangan Penulis : Intan Paramadhita Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Oktober 2017 Jumlah Halaman :  512 halaman Harga : Rp. 125.000 ISBN : 978-602-03-7772-8 Edisi Soft Cover Karya sastra bidang prosa terbaik pilihan...

Read more

Review Buku Magnus Chase and The Sword o…

29-03-2018 Hits:881 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Magnus Chase and The God of Asgard - The Sword of Summer Penulis : Rick Riordan Jenis Buku : Novel Fantasy Penerbit : Disney Book Group Tahun Terbit : 2015 Jumlah Halaman :  499 halaman Dimensi Buku...

Read more

Review Buku Rich People Problems - Kevin…

29-09-2017 Hits:2185 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Rich People Problems Penulis : Kevin Kwan Jenis Buku : Fiksi - Novel Penerbit : Random House USA Inc Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman :  384 halaman Dimensi Buku : 15.60 x 23.20...

Read more