EMail: dianafitridipi@gmail.com

book

Judul : My Absolute Darling

Penulis : Gabriel Talent

Jenis Buku : Novel thriller - fiksi

Penerbit : Riverhead Books

Tahun Terbit : Agustus 2017

Jumlah Halaman :  432chalaman

Dimensi Buku : 22.86 x 16.00 x 3.56 cm

Harga : Rp. 408.000* harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9780735211186

Edisi Bahasa Inggris

Paperback

 

INSTANT NEW YORK TIMES BESTSELLER 
LA TIMES BOOK PRIZE FINALIST
NBCC JOHN LEONARD PRIZE FINALIST
ONE OF THE NEW YORK TIMES'S MOST NOTABLE BOOKS OF 2017
ONE OF THE WASHINGTON POST’S MOST NOTABLE BOOKS OF 2017
ONE OF NPR’S ‘GREAT READS’ OF 2017
A USA TODAY BEST BOOK OF THE YEAR
AN AMAZON.COM BEST BOOK OF THE YEAR
A BUSINESS INSIDER BEST BOOK OF THE YEAR

 

Available at Periplus Bandung Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi @periplus_husein2 @periplus_husein1)

 

Sekelumit Tentang Isi

Turtle Alveston adalah seorang survivor. Pada usia empat belas tahun, ia menjelajahi hutan di sepanjang pantai utara California. Anak sungai, kolam pasang, dan pulau berbatu adalah tempat tinggal dan tempat persembunyiannya, dan dia dikenal berkeliaran bermil-mil. Tetapi sementara dunia fisiknya meluas, kepribadiannya justru tidak berkembang dan berkonflik: Turtle tumbuh terisolasi sejak kematian ibunya. Ia besar dalam asuhan ayahnya yang eksentrik, Martin. Keberadaan sosialnya terbatas pada sekolah menengah, di mana ia menolak untuk menunjukkan minat kepada siapa pun, baik siswa maupun guru.

Pada usia 14, Penyu Alveston tahu penggunaan setiap pistol di dindingnya. Dia tahu cara menjerat kelinci, mengasah pisau dan membelah tulang. Dia tahu bahwa ayahnya mencintainya lebih dari apa pun di dunia ini dan dia akan melakukan apa saja untuk selalu bersamanya. Tapi dia tidak tahu mengapa dia merasa sangat berbeda dari gadis-gadis lain di sekolah; mengapa garis antara cinta dan rasa sakit bisa begitu sulit untuk dilihat. Atau mengapa menjalin pertemanan bisa menjadi hal paling berani dan paling mengerikan yang pernah dia lakukan. 

Kemudian Turtle bertemu Jacob, seorang anak laki-laki sekolah menengah yang humoris dan cerdas, tinggal di sebuah rumah besar yang bersih, dan melihat Turtle seolah-olah dia adalah gadis yang istimewa. Dan untuk pertama kalinya, Turtle menyadari ada dunia yang lebih besar di luar sana: hidupnya bersama Martin kini tidak lagi terasa cukup, dan tidak aman. Termotivasi oleh pengalaman pertamanya dengan persahabatan sejati dan cinta remaja, Turtle mulai membayangkan dirinya melarikan diri dengan menggunakan keterampilan bertahan hidup yang ayahnya ajarkan.

Terkadang orang-orang yang seharusnya  dipercayai adalah orang-orang yang paling membahayakan. Dan apa yang telah diajarkan untuk ditakuti adalah hal yang akan menyelamatkan.

Novel ini mengisahkan keberanian dan perjuangan Turtle melawan belenggu penyiksaan. Kisah yang sangat menyentuh emosi saat menyimak perjuangan gadis remaja ini untuk menjadi pahlawannya bagi dirinya sendiri.

 

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

book

Siapapun yang pernah lihat cover buku ini pasti mengernyit dengan pilihan warna hijau kuningnya yang menyolok, ditambah ilustrasi dedaunan dan jenis huruf yang berbentuk miring. Yah, setidaknya kerumitan disain sampul memang mencerminkan kenjlimetan konflik tokoh utama cerita. Tampaknya ilustrasi dedaunan mengacu pada setting hutan yang memang menjadi salah satu latar dalam novel ini.

Ngomong-ngomong ukurun huruf dan spasi di novel ini cukup rapat. Bukunya sendiri lumayan tebal dengan 400an halaman. Jadi, buat pembaca berkacamata, ini agak lumayan melelahkan. 

 

Tokoh dan Karakter


Tokoh utama Turtle Alveston adalah gadis remaja yang pendiam, punya kecakapan dalam bertahan hidup di alam, pandai menggunakan senjata, introvert, dan penuh pertentangan batin akibat latar belakang keluarga yang berkonflik. Tapi ia seorang pemberani dan pejuang sejati. Pada dasarnya ia selalu berusaha mengikuti kebenaran.

Menggambarkan tokoh Martin tampaknya cukup dengan dua kata saja, "sakit mental". Kejam juga cocok untuk menggambarkan karakter Martin. Sedangkan Jacob adalah remaja yang polos, hidup normal, pintar, ceria, setia, dan jatuh cinta pada Turtle apa adanya. 

 

Alur dan Latar


Cerita beralur maju. Di awal agak terasa datar tapi makin lama makin menarik sekaligus mencekam. Sisi kehidupan Turtle yang kelam membuat kita menjadi terkejut dan syok. Ending menutup konflik utama dengan baik, sekaligus menyisakan sedikit tanya akan kelanjutan setelahnya. Tapi bukan jenis ending yang menyebabkan pembaca menjadi kesal tak tentu arah.


Bagian terbaik dari alur cerita adalah sisi-sisi emosional yang dibangun penulis untuk pembacanya, saat kita menyimak perjuangan hidup seorang gadis bernama Turtle dari cengkeraman ayahnya yang sakit mental. Ini kisah yang kejam dan menegangkan.


Latar terutama banyak mengambil hutan, alam, rumah-rumah penduduk sekitar, dan sekolah. Novel ini mendeskripsikan latarnya dengan sangat detail. Ini salah satu sebab mengapa buku ini juga menjadi setebal 400an halaman. Tapi kedetailan deskripsi latarnya menunjang cerita, membantu imajinasi, meski untuk yang tidak suka detail, ini akan cukup melelahkan.

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Bagian pertama yang saya baca dari novel ini adalah halaman pujiannya. My Absolute Darling banyak mendapatkan pujian dari tokoh-tokoh penting termasuk penulis berpengaruh. Salah satunya dari Stephen King.

“There are books we like well enough to recommend, but there are a few... that we remember forever. To my own shortlist I can now add My Absolute Darling, by Gabriel Talent.... This book is ugly, beautiful, horrifying, and uplifting.”
-      Stephen King -

 

Percakapan yang menarik dan cerdas antara Jacob n Brett juga sangat saya nikmati. Ini luar biasa menurut saya, dimana penulis dengan mudahnya mengubah latar emosi yang tadinya sendu dan kelam, lalu tiba-tiba berubah ceria dan lucu khas remaja begitu tokoh Jacob dan Brett masuk ke dalam alur cerita. Salah satu percakapan yang menarik dua tokoh ini saya kutipkan di bawah ini. Mereka suka mengutip quotes tokoh atau membuat anekdot atau analogi tertentu.

“Marcus Aurelius says,” Jacob continues, “That joy for humans lies in human actions: kindness to others, contempt of the senses, the interrogation of appearances, observation of nature and of events in nature.’ This --- loaning you my bag – satisfies all of those conditions. Please take it.”

Page 76

 

Percakapannya juga kadang lucu dan polos.

Brett says, “Jacob?”
“Yeah?”
“Jacob, do you think she’s a ninja?”
She says, “I’m not a ninja.”
Brett says, “She’s a ninja, isn’t she, Jacob?”
“I'm not a ninja,” she says.
“Hmmm...” Brett hems and haws. “Hmmmm...sort of, yes, actually, sort of a ninja.”
“No.”
“Where is your ninja school?” Brett asks.
“I didn't go to ninja school,” she says.
“She’s bound by covenants of secrecy,” Jacob observes.
“Or perhaps,” Brett says, “Perhaps, the animals of the forest taught her.”
“I'm not a ninja!” she yells.

The boys sit in chastened silence for a long moment. Then, as if her denial has given final proof to a theory tenuous, Brett says, “She’s a ninja.”
Page 80

 

Banyak paragraf yang berisi apa isi pikiran dan perasaan tokoh utama. Buat pembaca yang senang merenungkan kalimat-kalimat dalam cerita, buku ini akan terasa menarik. Baca novel ini memang harus santai dan diresapi karena sisi emosionalnya yang kental.

She thinks, I love him, I love him so goddamn much, but, but let me stay out. Let him come after me. We will see what he does, won't we? Here is a game we play, and I think he knows we play it; I hate him for something, something he does, he goes too far, and I hate him, but I am unsure in my hatred, guilty and self-doubting and hating myself almost too much to hold it against him; that is me, a goddamn slut; and so I trespass again to see if he will again do something so bad; it is a way to see if I am right to hate him; I want to know. So you take off and you ask yourself; should I hate him? And I guess you will have your answer when you come back, because he will respond to your absence in a way you can love or he will respond beyond all reason, and that will be the proof, but always, Turtle – and you know this – he is ahead of you in this game. He will look at you and know exactly how far he can go and he will take you right to the brink, and then he will see he has come to the brink and he will step back; but perhaps not, perhaps he will go too far, or perhaps there is no such calculation in him.
Page 80

 

Cukup banyak narasi juga tentang senjata shotgun dan pistol.

“If you’re saying zombies,” Turtle says. “I’d take a tomahawk, sure. Use all the weight you’d spend on pistol ammo for more 5.56.”
“A shotgun,” Jacob says.
“Can't carry enough ammo. For every shotshells you can carry, you could carry three or four rifle shells. Plus, shotguns reload slowly.”
Jacob says, “Couldn't you get an auto shotgun with a magazine, like they have for rifles?’
“Sure,” Turtle says, “but rifle shells are metal-jacketed and do well in magazines. Shotshells deform under pressure and jam if stored in mags. Plus, auto shotguns are finicky. When you’ve got to shoot a lot, carry a lot, and scavenge for ammo, 5.56 is king.”
Page 89

 

Deskripsi detail tentang apa yang dilakukan tokoh-tokohnya juga terasa sekali di dalam alur cerita. Tidak tiap penulis punya kemampuan untuk mendeskripsikan detail cerita, maka novel ini memang terasa bedanya.

He rises and walks aways. She puts her face in the grass. Then she struggles up and puts the spare magazine in her back pocket and follows him to the house. They climb up the porch steps together and he pitches his beer bottle out into the field. She goes to the fridge and takes out a  Red Seal and tosses it underarms across the counter and he catches it and bangs it open on the counter’s edge. She stands with the fridge door open, cracking eggs into her mouth, finishes the carton, discards it. They wait in silence. He offers her the beer. She drinks from it, cuffs her mouth.
Page 125

 

Bagian bagian yang kejam juga banyak terdapat di novel ini. Cukup detail untuk bisa membuat kita merinding, seperti adegan penyiksaan dan pelecehan seksual. Maka, buku ini tidak saya sarankan untuk dibaca kecuali pembaca dewasa.

Novel ini menjadi kontroversial di situs Goodreads dan Amazon. Sebagian pembaca menganggap kisah Turtle dan gaya penulisan Garbiel Talent yang detail deskripsi latar, tokoh, dan aksi terasa melelahkan dan bertele-tele, termasuk adegan pelecehan seksual dan kekerasan yang ada juga dianggap kejam dan menjijikkan, sehingga tidak layak dibaca karena terlalu vulgar. Tapi sebagian pembaca yang lainnya menganggap novel ini luar biasa karena alur ceritanya yang memang mencekam dan menimbulkan perasaan tidak nyaman.

Bagaimanapun juga sebuah buku tidak untuk semua pembaca. Akan selalu ada yang menyukai atau memilih untuk meletakkan kembali buku itu di raknya.

 

Siapa Gabriel Talent


Gabriel Tallent adalah penulis kelahiran New Mexico. Dia mendapatkan gelas B.A. dari Willamette University pada tahun 2010. Informasi tentang penulis ini masih sangat terbatas mengingat ia baru menulis satu novel. Tapi My Absolute Darling adalah sebuah debutan yang mencuri perhatian. Kita tunggu saja karya selanjutnya.

My Absolute Darling mendapatkan predikat Instant New York Times Bestseller, LA Times Book Prize Finalist, NBCC John Leonard Prize Finalist, One of The New York Times's Most Notable Books of 2017, One of The Washington Post's Most Notable Books of 2017, One of NPR's 'Great Reads' of 2017, a USA Today Best Book of The Year, an Amazon.com Best Book of The Year, a Business Insider Best Book of The Year.

My Absolute Darling mendapatkan rating 3.66 di Goodreads dan 3.6 di Amazon.

 

Rekomendasi


Buku ini saya rekomendasikan kepada pembaca dewasa saja, yang mencari buku dengan genre thriller, bertokoh psikopat, sakit mental, dengan topik kekerasan seksual, mental, dan verbal pada anak, serta memiliki pesan moral perjuangan dan keberanian tokoh utama. Romance mengambil porsi sangat kecil pada alur cerita. Detail narasi sangat terasa pada deskripsi aksi para tokoh, latar, maupun situasi sekitar. Agak melelahkan bagi pembaca yang tidak begitu suka paragraf-paragraf yang panjang, tapi akan menarik bagi pembaca yang suka menikmati cerita yang rinci. Banyak paragraf yang berisi alur pikiran dan perasaan tokoh utamanya karena novel ini memang mengolah sisi emosi pembaca.

Warning: terdapat detail kekerasan fisik, verbal, dan seksual.

 

My Rating 4/5

 

 

Review Buku Titip Rindu ke Tanah Suci - …

19-10-2018 Hits:3 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Titip Rindu ke Tanah SuciPenulis : Aguk Irawan MNCover : ResoluzyJenis Buku : Novel ReligiPenerbit : Republika PenerbitTahun Terbit : Desember 2017Jumlah Halaman :  366 halamanHarga : Rp.78.000ISBN : 978-602-0822-87-7   Sekelumit Tentang...

Read more

Review Buku The Rosie Effect - Graeme Si…

10-10-2018 Hits:100 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : The Rosie Effect Penulis : Graeme Simsion Jenis Buku : Non Fiksi – Romance Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Januari 2018 Jumlah Halaman :  464 halaman Dimensi Buku :  13.5 x 20 cm Harga...

Read more

Owsa, Hijab Nyaman dan Trendi

04-10-2018 Hits:114 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Ini judul sejujurnya ga muluk-muluk. Believe it or not, untuk urusan hijab, saya merasa diri saya sebagai seseorang yang cukup konservatif, bahkan bisa dibilang kurang up date. Mungkin juga karena secara karakter...

Read more

Review Buku My Absolute Darling - Gabrie…

01-10-2018 Hits:150 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : My Absolute Darling Penulis : Gabriel Talent Jenis Buku : Novel thriller - fiksi Penerbit : Riverhead Books Tahun Terbit : Agustus 2017 Jumlah Halaman :  432chalaman Dimensi Buku : 22.86 x 16.00 x 3.56 cm Harga...

Read more

Review Buku Who Says You Can't Do? You D…

24-09-2018 Hits:166 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Who Say You Cant Do? You Do Penulis : Daniel Chidiac Jenis Buku : Non Fiksi – Self Improvement Penerbit : Harmony Tahun Terbit : Januari 2018 Jumlah Halaman :  368 halaman Dimensi Buku :  20.32 x...

Read more

Review Buku Rainbirds - Clarissa Goenawa…

12-09-2018 Hits:328 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Rainbirds Penulis : Clarissa Goenawan Jenis Buku : Novel - Fiksi Sastra Penerbit : Gramedia Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman :  400 halaman Dimensi Buku :  20 cm Harga : Rp. 89.000 ISBN : 9786020379197 Edisi...

Read more

Review Buku The President is Missing - B…

12-09-2018 Hits:232 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : The President is Missing Penulis : Bill Clinton & James Patterson Jenis Buku : Fiksi Penerbit : Penguin Random House Tahun Terbit : Juni 2018 Jumlah Halaman :  513 halaman Harga : Rp.235.000 ISBN :...

Read more

Review Buku With The End in Mind - Kathr…

12-09-2018 Hits:208 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : With The End in Mind – Dying, Death, and Wisdom in an Age of Denial Penulis : Kathryin Mannix Jenis Buku : Non Fiksi Penerbit : Harper Collins Publisher Tahun Terbit : 2017 Jumlah...

Read more

Review Buku The Girl With All The Gifts …

12-09-2018 Hits:242 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Girl With All The Gifts Penulis : M.R. Carey Desain Sampul : Agung Wulandana Jenis Buku : Novel – Sci Fiction - Horor Penerbit : Mizan Fantasi Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman...

Read more