EMail: dianafitridipi@gmail.com

the president is missing

 

Judul : The President is Missing

Penulis : Bill Clinton & James Patterson

Jenis Buku : Fiksi

Penerbit : Penguin Random House

Tahun Terbit : Juni 2018

Jumlah Halaman :  513 halaman

Harga : Rp.235.000

ISBN : 978-1-5387-1385-3

Paperback

Edisi Bahasa Inggris

 

#1 New York Times Bestseller

#1 USA Today Bestseller

#1 Wall Street Journal Bestseller

#1 Indie Bestseller

 

"President Duncan for a second term!" --USA Today

"This book's a big one." --New York Times

"Towers above most political thrillers." --Pittsburgh Post-Gazette

"The plotting is immaculate . . . the writing is taut." --Sunday Times (London)

"Ambitious and wildly readable." --New York Times Book Review

 

Available at Periplus Setiabudhi Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi)

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Presiden Duncan menghadapi ancaman begitu besar sehingga tidak hanya membahayakan Pennsylvania Avenue dan Wall Street, tetapi juga seluruh Amerika. Ketidakpastian dan ketakutan mencengkeram bangsa. Ada bisikan cyberterror dan spionase dan pengkhianatan di Kabinet. Bahkan Presiden sendiri menjadi tersangka, dan kemudian dia menghilang dari pandangan publik. . .

 

Presiden menghilang. Amerika mengalami shock. Tapi alasan dia hilang jauh lebih buruk daripada yang bisa dibayangkan siapa pun. Hanya presiden yang tahu alasannya dan untuk apa ia harus menghilang sementara.

 

Dipenuhi dengan informasi yang hanya diketahui oleh seorang mantan Panglima, buku ini adalah novel yang paling otentik dan menegangkan yang ada selama ini. Bermuatan politik, konspirasi, dan emosi.

 

Presiden Bill Clinton dan novelis laris James Patterson telah menulis sebuah buku thriller yang memukau, The President is Missing.

 

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

the president is missing

 

Ukuran buku yang lumayan besar itu sangat saya sukai. Memang iya sih jadi sedikit makan tempat saat disimpan di dalam tas. Tapi ukuran buku yang besar biasanya berhubungan dengan ukuran huruf dan spasi. Itulah mengapa saya bilang saya suka buku edisi paperback yang saya baca ini, soalnya ukuran huruf dan spasinya lumayan besar sehingga nyaman saat dibaca.

 

Disain cover rasanya tidak ada yang istimewa kecuali terlihat sekali menonjolkan nama 2 penulis yang terlibat di novel ini. Begitu terbaca huruf-huruf besar bertuliskan Bill Clinton dan James Patterson pasti hampir semua orang jadi penasaran dengan buku ini.

 

Model pembagian cerita dipisah berdasarkan waktu kejadian. Per babnya tidak berisi banyak halaman, bahkan ada yang hanya 2-4 halaman saja, tergantung pada kebutuhan alur cerita.

the president is missing

 

 

Tokoh dan Karakter

Rasanya akan banyak yang pro dengan tokoh Presiden Duncan di novel ini yang merupakan figur politik yang berkharisma, berprinsip, cerdas, patriotik, dan memiliki sisi lembut sebagai seorang suami, ayah, sahabat, dan kolega.

 

Lalu ada tokoh Nina, salah satu pelaku cyberteroris yang tak lama berada di dalam alur cerita karena terbunuh dalam suatu aksi kejar-kejaran. Sebagai gantinya ada Augie, kekasih Nina, yang pada akhirnya terus bersama presiden berusaha menggagalkan serangan virus yang dilancarkan oleh Suliman Cindoruk, kepala organisasi Son of Jihad.

 

Suliman Cindoruk kelahiran Turki beragama Islam tapi sekuler dan hidup jauh dari ajaran agama. Seks bebas, minuman, dan pembunuhan adalah hal yang ia lakukan dalam hidupnya. Termasuk melakukan cyberteroris untuk pihak tertentu dengan imbalan uang terbanyak. Motivasi Suliman tampaknya bukan cuma uang tapi juga dendam pribadi pada mantan tim cybernya yaitu Nina dan Augie.

 

Bach, seorang wanita pembunuh bayaran yang cantik tapi kejam, bekerja untuk pihak tertentu demi uang dan harapan masa depan yang lebih baik untuk bayi yang sedang dikandungnya. 

 

Carolyn, Kathy Brandt, Alex Trimble dan sederet nama-nama tokoh lainnya yang berada di lingkungan terdekat presiden sebagai staf dan pejabat, juga nama-nama tokoh berpengaruh di beberapa negara seperti Russia dan Israel menjadi bagian dari tokoh-tokoh yang terlibat dalam cerita.

 

Deskripsi fisik yang mencukupi selalu jadi penyerta tiap kemunculan para tokoh. Contohnya deskripsi Bach di bawah ini.

 

The woman sizing up her entire five-foot-nine-inch frame with envy, from her knee-high chocolate leather boots to her flaming red hair, before checking their husbands to se what they think of the view.

 

She will be memorable, no doubt, the tall, leggy, busty red-head, hiding in plain sight.

 

...

 

The walk is agonizing, but she only shows it in her wincing eyes, concealed by Ferragamo sunglasses

 

Page 24

 

atau deskripsi Nina di bawah ini,

 

The girl enters the room wearing work boots, torn jeans, and a gray long-sleeved T-shirt bearing the word PRINCETON. She is waif-thin, with a long neck, prominent cheekbones and narrow eyes spread apart in a way that suggests eastern Europe. Her hair is in one of those styles I never understood, the right side of her head shaved in a military buzz cut with longer hair hanging over it, down to her bony shoulders.

 

A cross between a Calvin Klein model and a Eurotrash punk rocker.

 

Page 85

 

Jumlah tokoh yang terlibat cukup banyak tapi tak satupun yang terasa janggal. Karakter tokoh muncul dengan baik, sebagaimana yang kita harapkan dari sebuah buku yang berada di urutan atas New York Times Bestsellers.

 

Alur dan Latar

 

The President is Missing mayoritas beralur maju. Hanya ada flash back satu dua kali saat presiden Duncan sedang bercerita tentang masa awal perkenalannya dengan istrinya atau masa lalu sebelum ia menjadi presiden. Dari sisi alur, buku ini page turner, konfliknya bagus, konten berisi, tapi penulis bisa membawakannya dengan cara yang sederhana. Endingnya tertutup dan all problem solved.

 

Adegan tegang maupun yang emosional diolah dengan seksama pula. Sehingga di dalam novel ini bukan cerita dramatis tentang serangan teroris saja yang bisa kita rasakan, tapi juga sisi emosionalnya, seperti rasa sedih, haru, dan semangat yang terbangkitkan.

 

Namun harus diakui ide cerita termasuk sensitif karena mengangkat topik konspirasi negara-negara (Russia, Saudi, dll), juga agama (Islam dan jihadnya). Beberapa reviewer di Goodreads dan Amazon menyatakan rasa kepenasarannya tentang sejauh mana sisi realita dalam novel ini. Apakah plot konspirasi berasal dari pemikiran Bill Clinton (?). Meski di awal novel sudah terdapat statement dari penulis bahwa tokoh dan alur cerita murni fiksi.

 

Membaca novel The President is Missing juga berarti menyimak berbagai aksi tembak-tembakan, pembunuhan, dan kejar-kejaran.

 

Latar White House menjadi salah satu latar yang banyak dipakai di dalam novel dengan detail-detail yang mencukupi. Apakah latar ini memang diketahui oleh publik atau ada peran Bill Clinton di dalamnya (?) Jadi penasaran kan ya 

 

Finally we reach the subbasement, where there’s a one-lane bowling alley, a bunkerlike but well-furnished operations center that Dick Cheney occupied afer 9/11 and a couple of other rooms designed for meeting around simple tables or sleeping on cots.

 

We pass the doors and head toward a narrow tunnel that connects the building to the Treasury Department, just to the east, on 15th and Pennsylvania. What exactly is beneath  the White House has been the subject of myth and rumor going back to the Civil War, when the Union Army feared an attack on the White House and plans were put together to evacuate President Lincoln to a vault in the Treasury Building as a last resort. The real work on the tunnel didnt begin until FDR and World War II, when an air assault o the White House became a real possibility. It was designed in a zigzag pattern precisely to mitigate the impact of a bomb strike.

 

...

 

Page 95

 

Ada latar-latar lain juga di luar White House, misalnya yang ini,

 

Augie and I head down. The basement is neat and well appointed, as one would expect in Carolyn’s home. There is a large open playroom furnished with beanbag chairs as well as a desk and chair and couch; there is also a TV mounted on the wall, a wine cellar, a movie room with a projection screen and deep, lush seats, a full bathroom in the hallway, a bedroom, and Carolyn’s office in the back. Her office contains a horseshoe-shaped desk topped with multiple computers, a large corkboard on the wall, several file cabinets, and a larga flat-screen tV.

 

Page 188

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

 

Beberapa kalimat dalam buku lekas saya tandai untuk dikutip, apalagi kalau bukan buat bahan perenungan ke depannya.

 

At some point, theres nothing you can do but jump in and fight back.

 

Page 3

 

... over the limits will keep you from making the most of what you can do. Meanwhilem you keep looking for chances to push the limits back, to do as much as you can for as many as you can, every day. Even on the bad daysm there’s always something good you can do.

 

Page 118

 

If you are obliged to receive the enemy’s fire, fall or squat down ‘til its over.

 

Page 156

 

 

Ada bagian yang saya suka dari buku Small Great Things - Jody Picoult yang saya baca tahun lalu, yakni bagian dimana persidangan berlangsung dan tanya jawab antara pengacara dan saksi atau terdakwa dibeberkan. Dalam adegan seperti ini rasanya saya jadi tenggelam dalam suasana sidang beserta emosi-emosi para tokohnya. Kali ini bagian tersebut terdapat juga di buku The President is Missing. Politik dan adu cerdik terasa dalam suasana sidang yang memanas. Topik yang dibawakan bukan hanya aktual tapi juga sensitif.

 

I nod. “Russia has given support to the SOJ from time to time, yes. We’re condemned their support of the SOJ and other terrorist organizations.”

 

“The Son of Jihad has committed acts for terror on three different continents, is that correct?”

 

“That’s an accurate summary, yes.”

 

“They’re responsible for the deaths of thousands of people?”

 

“Yes.”

 

“Including Americans?”

 

“Yes.”

 

“The explosions at the Bellwood Arms Hotel in Brussels that killed fifty-seven people, including a delegation of state legistators from California? The hacking of the air-traffic control system in the republic of Georgia that brought dow three airplanes, one of them carrying the Georgian ambassador to the United States?

 

“Yes,” I say. “Both of those acts occured before I was president, but yes, the Son of Jihad has claimed responsibility for both incidents ---“

 

“Okay, then let’s talk about since you’ve been president. Isn’t it true that just a few months ago, the Son of Jihad was responsible of haching into Israeli military systems and publicly releasing classified information on Israeli convert operative and troop movements?”

 

“Yes,” I say. “That’s true”

 

Page 6

 

# dari percakapan ini sudah semacam ada gambaran bahwa topik buku ini bakal nyerempet tentang Islam, Israel dan konspirasi dunia.

 

Tapi coba baca yang satu ini,

 

Here we go.

 

“Yes, Suliman Cindoruk is the leader of the SOJ,” I say.

 

“The most dangerous and prolific cyberterrorist in the world, correct”

 

“I’d say so.”

 

“A Turkish-born Muslim, is he not?”

 

“He’s Turkish-born, but he’s not Muslim,” I say. “He is a secular extreme nationalist who opposes the influence of the West in central and southeastern Europe. The ‘jihad’ he’s waging has nothing to do with religion.”

 

“So you say.”

 

“You say every intelligence assessment I’ve ever seen,” I say. “You’ve read them, too, Mr. President. If you want to turn him into an Islamophobic rant, go ahead, but it’s not going to make our country any safer.”

Page 7

 

 

Cara menutup chapter yang selalu bikin penasaran atau berkesan menjadi bagian yang selalu ada dalam novel ini.

 

“Did you order that counterattact, Mr. President? He asks. “And if so, why? Why would an American president dispatch US forces to save the life of terrorist?

 

Page 13

 

I’m thinking about whether we’ll still have a country on Monday.

 

Page 22

 

Plot plot tentang politik dan media, mewarnai alur cerita.

 

I suppose if I turned on the Food Network right now, they’d be saying that when I let them visit the White House a month ago and told them my favorite vegetable is corn, I was secretly trying to curry favor with senators from Iowa and Nebraska who are part of the bloc itching to remove me from office.

 

Fox News, over the banner TURMOIL IN THE WHITE HOUSE, claims that my staff is sharply split on whether I should testify, the yes-testify crew led by the White House chief of staff, Carolyn Brock, the don’t-testify faction headed by the vice president, Katherine Brandt. “Plans are already under way, as a contingency,” says a reporter standing outside the White House right now, “to claim that the House bearings are a partisan charade to give the president an excuse to change his mind and refuse to attend.”

 

On the Today show, a color-coded map shows the fifty-five senators in the opposing party as well as the senators from my party who are up for reelection and who might feel pressure to be part of the twelve defectors necessary to convict me at an impeacment trial.

 

CNN says that my staff and I are calling in senators as early as this morning to lock them down as not-guilty votes in the impeachment trial.

 

Good Morning America sayas that White House sources indicate that I’ve already decided not to run for reelection and that I will try to cut a deal with the House Speaker to spare me impeachment if I agree to a single term in office.

 

Where do they get this crap? I have to admit it’s sensational. And sensational sells over factual every day.

 

Page 33 

 

Sisi kehidupan personal presiden Duncan yang menyentuh melengkapi alur cerita sehingga terasa proporsional dan tetap membumi.

 

Up in the private residence, I open one of the dresser drawers, which contains only a single item: a picture of Rachel. I have plenty of those around here, photos of her vibrant and happy; mugging for the camera or hugging or laughing. This one is for me only. It was taken less than a week before she died. Her face is blotchy from treatments; she as only wisps of hair in her head. Her face is almost skeletal. To most people, this would be hard to look at – Rachel Carson Duncan at her absolute worst, finally succumbing to a ravaging disease. But to me, it’s Rachel at her best, her strongest, her most beautiful – the smile in her eyes, her peace and reslove.

 

Page 91

 

Emosinya yang nyata pada jiwa patriotisme membangkitkan emosi tersendiri dalam jiwa saya sebagai pembaca, padahal saya bukan warga negara Amerika dan bukan pula presiden.

 

“I volunteered as a Ranger, fully knowing the hazards of my chosen profession...”

 

The utter destruction of a nation of three hundred million people. These hundred million people, ruined and desperate and terrified, everything stolen from them – their safety, their securitym their savings, their dreams – everything shattered by a few geniuses with a computer.

 

“My country expects me to more further, faster and fight harder than any other souldier...

 

“... I will shoulder more than my share of the task, whatever it may be, 100 percent and then some...”

 

Page 363

 

Ternyata Indonesia disebut-sebut juga ya dibuku ini. Hanya disinggung sedikit sih. Tentang apa dan bagaimananya silakan teman-teman baca sendiri nanti.

 

Karena ini tentang cyberterrorist, asyik juga untuk menyimak bagian yang berhubungan dengan cyber technology. Contohnya seperti ini.

 

“Here: you type in www. cnn. com, but the network converts it to a routing number to direct traffic. A flood attact sends bogus traffic to the network and everwhelms it, so the network stalls or crashes. In October of 2016, a DdoS attact shut down many servers, and thus many prominent websites in America, for nearly an entire day. Twitter, Playstation, CNN, Spotify, Verizon, Comcast, not to mention thousands of online retail operations, were all disrupted.

 

“And then the corruption of the BGP tables – the border gateway protocol tables. The service providers, such as, for example, AT&T – they will essentially advertise service, then AT&T will advertise in those tables.

 

...

 

“The problem is that these BGP tables are set up on trust. You may recall that several years ago, VelaTel...

 

Page 275

 

# yang suka dengan fakta terutama yang berhubungan dengan cyber tech, bagian ini pasti asyik untuk disimak, dan buat pembaca yang bingung, bisa di skip aja kok :D.

 

Bab terakhir sebelum epilog yang berisi pidato presiden Duncan disusun dengan begitu seksama. Bagaimana suatu susunan kalimat bisa membangkitkan begitu banyak emosi pada saat yang bersamaan, mulai dari rasa sedih, bangga, terharu, dan semangat yang hebat.. mungkin hanya penulis sekaliber James Patterson dan Bill Clinton yang bisa membuatnya.

 

Epilognya sendiri menutup cerita dengan rapi.

 

Dan tampaknya banyak sekali pihak yang terlibat dan berjasa dalam penulisan novel ini. Mulai dari orang-orang dekat presiden dengan jabatan yang tidak rendah, hingga mereka yang berkontribusi  dalam support mental sang penulis.

 

Beberapa reviewer di Goodreads memang menganggap novel ini di bawah standar justru karena alur ceritanya yang cukup mainstream ala movie tempo kini. Jelas, ide cerita soal teroris sudah bukan hal baru. Ada pula reviewer yang menganggap kolaborasi Bill Clinton dan James Patterson inilah yang menjadikan novel ini lemah secara kualitas. Suatu kolaborasi yang tidak masuk akal. Tapi apapun itu, pada kenyataannya banyak pujian dan pencapaian yang diterima oleh The President is Missing, salah satu diantaranya novel ini menjadi urutan pertama New York Times Bestseller dari bulan Juli hingga review ini saya publikasikan. Mayoritas pembaca mengakui bahwa novel ini page turner dan menghibur. Soal kolaborasinya mungkin juga ada unsur marketing di sana, tapi itu sah-sah saja.

 

 

Siapa Bill Clinton dan James Patterson

 

Bill Clinton

 

William Jefferson "Bill" Clinton adalah Presiden Amerika Serikat yang ke empat puluh dua, menjabat dari tahun 1993 hingga 2001. Dia adalah presiden termuda ketiga, yang lebih tua dari Theodore Roosevelt dan John F. Kennedy. Ia menjadi presiden pada akhir Perang Dingin, dan dikenal sebagai presiden baby boomer pertama, karena ia lahir pada periode setelah Perang Dunia II. Bill Clinton adalah suami dari Senator Amerika Serikat junior dari negara bagian New York dan kandidat Demokrat dalam pemilihan presiden AS tahun 2008, Hillary Rodham Clinton.

 

Bill Clinton terpilih sebagai presiden Amerika Serikat pada tahun 1992, dan ia menjabat hingga tahun 2001. Setelah meninggalkan Gedung Putih, ia mendirikan Clinton Foundation, yang membantu meningkatkan kesehatan global, meningkatkan kesempatan bagi perempuan dan perempuan, mengurangi obesitas dan penyakit yang dapat dicegah, menciptakan peluang ekonomi dan pertumbuhannya, serta mengatasi dampak perubahan iklim. Bill Clinton adalah penulis sejumlah karya nonfiksi, termasuk My Life, yang merupakan buku terlaris internasional nomor 1. Ini adalah novel pertamanya.

 

 

James Patterson

 

James Patterson menerima "Literarian Award for Ourstanding Service to the American Literary Community from the National Book Foundation Award". Patterson memegang Guinness Worl Record untuk buku terlaris nomor 1 New York Times, dan bukunya telah terjual lebih dari 375 juta kopi di seluruh dunia. Patterson menciptakan "a new children’s book imprint, JIMMY Patterson" yang memiliki misi yang sederhana, yakni: “Kami ingin membuat setiap anak yang selesai membaca sebuah buku terbitan Jimmy mengatakan “PLEASE GIVE ME ANOTHER BOOK.”

 

 

James Brendan Patterson adalah seorang penulis dan filantropis Amerika. Karya-karyanya antara lain adalah Alex Cross, Michael Bennett, Women's Murder Club, Maximum Ride, Daniel X, NYPD Red, Witch and Wizard, Private series, serta banyak novel thriller, non-fiksi dan roman yang berdiri sendiri. Buku-bukunya telah terjual lebih dari 300 juta kopi dan dia adalah orang pertama yang menjual 1 juta e-book. Pada 2016, Patterson menduduki daftar Forbes daftar penulis dengan bayaran tertinggi selama tiga tahun berturut-turut, dengan penghasilan $ 95 juta. Penghasilan totalnya selama satu dekade diperkirakan mencapai $ 700 juta.

 

 

Pada bulan November 2015, Patterson menerima Penghargaan Sastra dari National Book Foundation. Patterson telah menyumbangkan jutaan dolar dalam bentuk hibah dan beasiswa dengan tujuan mendorong orang Amerika dari segala usia untuk membaca lebih banyak buku.

 

 

Patterson dahulu bekerja sebagai seorang eksekutif periklanan di J. Walter Thompson. Setelah pensiun dari iklan pada tahun 1996, ia mencurahkan waktunya untuk menulis. Pengaruh terbesarnya, katanya, mungkin adalah novel debutnya, Thomas Bridge, karya Evan S. Connell pada tahun 1959. Patterson menerbitkan novel pertamanya pada tahun 1976 berjudul The Thomas Berryman Number. Novel-novel yang menampilkan karakter Alex Cross, seorang psikolog forensik sebelumnya dari Polisi Metropolitan Washington DC dan Biro Investigasi Federal, yang sekarang bekerja sebagai psikolog swasta dan konsultan pemerintah. Novel itu menjadi novel paling populer dan seri detektif AS terlaris dalam sepuluh tahun terakhir. Patterson telah menulis 147 novel sejak tahun 1976. Dia telah memiliki 114 novel New York Timesbestselling, dan memegang rekor New York Times untuk buku terlaris # 1 New York Times sebagai seorang penulis tunggal, yang juga merupakan juara Guinness World Record. Dalam beberapa tahun terakhir novel-novelnya telah terjual lebih banyak daripada karya-karya Stephen King, John Grisham, dan Dan Brown. Buku-bukunya telah terjual sekitar 305 juta kopi di seluruh dunia. Pada tahun 2008, ia menggantikan Jacqueline Wilson sebagai penulis yang paling banyak dipinjam di perpustakaan Inggris. Dia mempertahankan posisi ini setidaknya sampai 2013. Pada 2018, ia bekerja dengan Stephen David Entertainment di serial televisi kriminal, James Patterson's Murder Is Forever.

 

Penghargaan yang diraih oleh Patterson termasuk the BCA Mystery Guild's Thriller of the Year, the International Thriller of the Year award, dan the Children's Choice Book Award for Author of the Year. James Patterson adalah penulis pertama yang memiliki No 1 judul baru secara bersamaan di daftar buku dewasa dan anak-anak terlaris The New York Times, dan memiliki dua buku di daftar sepuluh teratas NovelTracker pada saat yang sama. 

 

Patterson mendirikan James Patterson PageTurner Awards pada tahun 2005 untuk menyumbangkan lebih dari $ 100.000 tahun itu kepada orang-orang, perusahaan, sekolah, dan institusi lain yang menemukan cara asli dan efektif untuk menyebarkan kegembiraan dari membaca buku. 

 

Pada bulan September 2009, Patterson menandatangani kesepakatan untuk menulis atau menulis bersama 11 buku untuk orang dewasa dan 6 untuk dewasa muda pada akhir 2012. Forbes melaporkan kesepakatan itu bernilai setidaknya $ 150 juta, tetapi menurut Patterson, perkiraan itu tidak akurat.

n September 2009.

 

Patterson bekerja dengan berbagai rekan penulis, seperti Candice Fox, Maxine Paetro, Andrew Gross, Mark Sullivan, Ashwin Sanghi, Michael Ledwidge, dan Peter de Jonge. Pada Mei 2017, diumumkan bahwa Patterson juga menulis buku fiksi kejahatan  bersama mantan Presiden AS Bill Clinton. Patterson mengatakan novelnya, The President is Missing, akan memberikan tingkat detail yang hanya dapat ditawarkan oleh mantan Presiden AS. Patterson sering mengatakan bahwa berkolaborasi dengan yang lain membawa ide-ide baru dan menarik ke ceritanya.

 

Pada tahun 2017, sarjana humaniora digital bernama Simon Fuller dan James O'Sullivan menerbitkan penelitian yang menunjukkan bahwa Patterson tidak melakukan banyak penulisan yang sebenarnya ketika berkolaborasi dengan penulis lain. O'Sullivan kemudian melakukan analisis yang sama pada The President is Missing, sebuah kolaborasi antara Patterson dan Bill Clinton; di sini O'Sullivan menyimpulkan bahwa Patterson melakukan sebagian besar penulisan, di samping akhir novel.

 

Buku The President is Missing mendapatkan rating 4.3 di situs Amazon dan 3.96 di situs Goodreads.

 

Rekomendasi

Novel ini saya rekomendasikan kepada pembaca usia dewasa yang suka pada novel suspense / thriller berlatar topik politik Amerika, konspirasi dunia, Russia, hingga Saudi Arabia, yang juga mengangkat topik aktual ancaman cyber terorisme berikut Jihad umat Muslim yang disalah-persepsikan. Adegan aksi, kejar-kejaran, pembunuhan dan tembakan, serta ketegangan akibat adanya pengkhianatan orang dalam juga mewarnai alur cerita novel ini. Ada sisi emosional yang terasa personal dalam novel ini. Alur cerita bergulir dengan cepat. Konflik dibangun dengan baik dan diselesaikan dengan rapi.

 

My Rating : 5/5

 

Review Buku The Rosie Effect - Graeme Si…

10-10-2018 Hits:77 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : The Rosie Effect Penulis : Graeme Simsion Jenis Buku : Non Fiksi – Romance Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Januari 2018 Jumlah Halaman :  464 halaman Dimensi Buku :  13.5 x 20 cm Harga...

Read more

Owsa, Hijab Nyaman dan Trendi

04-10-2018 Hits:95 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Ini judul sejujurnya ga muluk-muluk. Believe it or not, untuk urusan hijab, saya merasa diri saya sebagai seseorang yang cukup konservatif, bahkan bisa dibilang kurang up date. Mungkin juga karena secara karakter...

Read more

Review Buku My Absolute Darling - Gabrie…

01-10-2018 Hits:131 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : My Absolute Darling Penulis : Gabriel Talent Jenis Buku : Novel thriller - fiksi Penerbit : Riverhead Books Tahun Terbit : Agustus 2017 Jumlah Halaman :  432chalaman Dimensi Buku : 22.86 x 16.00 x 3.56 cm Harga...

Read more

Review Buku Who Says You Can't Do? You D…

24-09-2018 Hits:151 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Who Say You Cant Do? You Do Penulis : Daniel Chidiac Jenis Buku : Non Fiksi – Self Improvement Penerbit : Harmony Tahun Terbit : Januari 2018 Jumlah Halaman :  368 halaman Dimensi Buku :  20.32 x...

Read more

Review Buku Rainbirds - Clarissa Goenawa…

12-09-2018 Hits:306 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Rainbirds Penulis : Clarissa Goenawan Jenis Buku : Novel - Fiksi Sastra Penerbit : Gramedia Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman :  400 halaman Dimensi Buku :  20 cm Harga : Rp. 89.000 ISBN : 9786020379197 Edisi...

Read more

Review Buku The President is Missing - B…

12-09-2018 Hits:216 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : The President is Missing Penulis : Bill Clinton & James Patterson Jenis Buku : Fiksi Penerbit : Penguin Random House Tahun Terbit : Juni 2018 Jumlah Halaman :  513 halaman Harga : Rp.235.000 ISBN :...

Read more

Review Buku With The End in Mind - Kathr…

12-09-2018 Hits:182 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : With The End in Mind – Dying, Death, and Wisdom in an Age of Denial Penulis : Kathryin Mannix Jenis Buku : Non Fiksi Penerbit : Harper Collins Publisher Tahun Terbit : 2017 Jumlah...

Read more

Review Buku The Girl With All The Gifts …

12-09-2018 Hits:213 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Girl With All The Gifts Penulis : M.R. Carey Desain Sampul : Agung Wulandana Jenis Buku : Novel – Sci Fiction - Horor Penerbit : Mizan Fantasi Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku Semua Anak Bintang - Munif C…

11-09-2018 Hits:192 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Semua Anak Bintang Menggali Kecerdasan dan Bakat Terpendam dengan Multiple Intelligences Research (MIR) Penulis : Munif Chatif Jenis Buku : Non Fiksi – Psikologi & Pendidikan Anak Penerbit : Kaifa Tahun Terbit : Juli 2017 Jumlah...

Read more