EMail: dianafitridipi@gmail.com

Judul : A Little Book of Ikigai –

The Essential Japanese Way to Finding Your Purpose in Life

ikigai

Penulis : Ken Mogi

Jenis Buku : Non Fiksi

Penerbit : Quercus Publishing

Tahun Terbit : Agustus 2017

Jumlah Halaman :  208 halaman

Dimensi Buku : 14.40 x 20.10 x 2.20 cm

Harga : Rp.245.000 *harga sewaktu-waktu bisa berubah

ISBN : 9781784689036

Hardcover

Edisi Bahasa Inggris

Available at Periplus Bandung Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi, @Periplus_husein1, @Periplus_husein2)

 

Sekelumit Tentang Isi


Buku ini berisi tentang bagaimana orang-orang Jepang bisa menjalani hidup yang panjang dan bahagia berkat keajaiban ikigai. Ikigai adalah filosofi Jepang yang membantu mereka menemukan kepuasan dan kegembiraan dalam hidup.

Usia pria Jepang menempati urutan ke-4 di dunia, sementara wanita Jepang menempati peringkat ke-2. Ini luar biasa. Tapi hal ini jadi tidak mengherankan ketika kita tahu bahwa ikigai tertanam dalam kehidupan sehari-hari mereka dan dalam segala hal yang mereka lakukan, entah itu ikigai dalam karir profesional mereka, dalam hubungan mereka dengan anggota keluarga, atau hobi mereka.

Ken Mogi mengidentifikasi lima pilar utama untuk ikigai:

Pillar 1: Starting small
Pillar 2: Releasing yourself
Pillar 3:Harmony and sustainability
Pillar 4:The joy of little things
Pillar 5:Being in the here and now
Page vii

Orang Jepang mengartikan ikigai sebagai 'alasan seseorang untuk bangun di pagi hari'. Ikigai adalah sesuatu yang membuat seseorang merasa antusias menjalani kehidupan.

Tapi bagaimana kita bisa menemukan ikigai kita sendiri? Bagaimana ikigai bisa berkontribusi pada kebahagiaan? Penulis Jepang yang juga ahli saraf, Ken Mogi, memberikan wawasan tentang cara hidup dengan ikigai. Ia juga menggabungkan penelitian ilmiah dan pengalaman pribadinya, serta memberikan narasi penuh warna tentang budaya dan sejarah Jepang di sepanjang pemaparannya.
 

Yuk kita intip daftar isinya:

Note to the Reader: The Five Pillars of ikigai
Chapter 1: What is ikigai?
Chapter 2: Your reason to get up in the morning
Chapter 3: Kodawari and the benefits of thinking small
Chapter 4: The sensory beauty of ikigai
Chapter 5: Flow and creativity
Chapter 6: Ikigai and sustainability
Chapter 7: Finding your purpose in life
Chapter 8: What doesn’t kill you makes you stronger
Chapter 9: Ikigai and happiness
Chapter 10: Accept yourself for who you are
Conclusion: Find your own ikigai

 
Ikigai bisa dimiliki oleh orang biasa dari semua lapisan masyarakat. Kita tidak harus menjadi pemain top untuk memiliki ikigai. Bahkan sebenarnya, ikigai dapat ditemukan di setiap tingkat hierarki yang ada dalam kehidupan sosial. Tidak harus jadi orang Jepang untuk bisa memiliki ikigai.

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

ikigai

Disain sampul buku ini sederhana. Dominasi warna putih yang seolah menggambarkan kemurnian dan kedamaian tampak cocok dengan makna ikigai yang erat dengan filosofi hidup manusia. Satu-satunya warna pendamping adalah warna merah bata pada gambar irisan diagram (menurut saya itu ilustrasi diagram kehidupan manusia) yang menonjolkan judul bukunya. Sederhana dan menarik.

Sampulnya hardcover dengan ukuran buku 14.40 x 20.10 x 2.20 cm dan jumlah halaman yang tidak terlalu tebal, buku ini terasa nyaman untuk dibaca dalam sekilas pengamatan.

 

Ada ilustrasi gambar di tiap akhir bab yang tentunya berhubungan dengan topik bahasan di bab tersebut. Adanya gambar ilustrasi-ilustrasi ini membuat buku ikigai terasa ringan seperti membaca sebuah buku cerita fiksi.

ikigaI

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini + Opini

Di dalam buku ini banyak cerita tokoh-tokoh Jepang yang memiliki ikigai. Ken Mogi cukup luwes dalam menyampaikan kisah para tokoh dan kita pun dapat dengan mudah menarik kesimpulan dan makna dari cerita. Buat yang suka dengan narasi model story telling, gaya penulisan Ken Mogi akan terasa mengalir dan menarik. Tapi untuk yang lebih suka buku dengan pola pembahasan yang detail, mendalam, lengkap dengan poin-poin strategi atau solusi, buku ini mungkin akan terasa tidak memuaskan dan terlalu ringan.

Beberapa cerita para tokoh dalam buku ini, saya kutipkan sedikit di bawah ini. Tokoh-tokoh yang diceritakan sangat beragam mulai dari tokoh "kuliner", peneliti dan ahli botani, pesumo, dan masih banyak lagi.

Sukiyabashi Jiro is proudly headed by Jiro Ono, who is, as I write this, the world’s olderst living three-Michelin-star chef, at the age of ninety-one. Sukiyabashi Jiro was already famous among Japanese connoisseurs before the first Michelin Guide for Tokyo in 2012, but that publication definitely put the restaurant on the world gourmet map.

Although the sushi he produces....

Page 4

 

Hiroki Fujita, who trades in tuna in Tokyo’s famous Tsukiji fish market, is no stranger to the ethos of getting up early in the morning. He gets up at 2.00 am, and prepares to go to work, ...

Page 22

 

 

Ada referensi lainnya yang juga disertakan Ken Mogi untuk mendukung dan melengkapi topik bahasannya.

In a TED talk titled ‘How to live to be 100+’, American writer Dan Buettner discussed ikigai specifically as an ethos for good health and longevity. At the time of writing, Buettner’s talk has been viewed more than three million times. Buettner explains the traits of the life styles of five places in the world where people live longer. Each ‘blue zone’, as ....

Page 8

 

A key study concerning the health benefits of ikigai published in 2008 (Sense of Life Worth Living (ikigai) and Mortality in Japan: Ohsaki Study, Sone et al. 2008) was conducted by researchers at the Tohoku University medical school based in Sendai city in northern Japan. This study involved...

Page 10

 

 

Buku ini ditulis dengan berdasarkan pengalaman observasi pribadi penulis saat sedang studi di Jepang.

For a couple of years in the middle of the 1990s, I was doing postdoctoral research in the Physiological Laboratory at the University of Cambridge. I was lodging in a house owned by an eminent professor. When he showed me the room I would be staying in, he pointed to a chair and explained that it had sentimental value for him:

...

This is just a small example, but it is a powerful one. Ikigai is like the professor’s chair. It it about discovering, defining and appreciating those ...

Page 17

 

Dan di akhir chapter ada paragraf yang mengarahkan kita ke bab berikutnya dan sedikit kesimpulan atau penutup topik bahasan di bab yang bersangkutan. Misalnya,

Throughout this book, while reviewing ways of living, culture, tradition, mindsets and philosophy of life in Japan, we will discover sugestions for good health and longevity that are entrenched within ikigai and you can ask yourself along the way:

What are your most sentimental values?
What are the small things that give you pleasure?
...
Page 18

 

 

 
Ini agak sedikit memusingkan bagi pembaca yang lebih suka buku yang penjabarannya sistematis. Di buku Ikigai, model penjelasan tidak ditulis Ken Mogi poin per poin pillar ikigai, tapi menyebar dan disisipkan di dalam cerita-cerita yang disampaikan. Lalu kalimat yang penting (biasanya bagian dari pilar ikigai) ditebalkan.

IKIGAI

I myself used to take a 6.20 m train to go to my senior high school. I would sit in the same carriage every time. There were always some familiar faces in the seats nearby. What was remarkable, and cheering, was that every morning several office workers would be playinig shogi (Japanese chess) together, enjoying themselves on their commute. This shogi club was something like the radio taiso club, using the power of community to enhance the motivation for an early commute (the third pillar of ikigai, harmony and sustainability). To this day, I remember the sight as something close to the image of perfect happiness.

Page 33

 

... Japan has a large population of people expressing their own kodawari. There are many artisanal farmers who devote all their time, efforts and ingenuity to creating the best and tastiest produce. They get the soil right, plan and execute optimum pruning and watering, and choose the variety of produce to be planted very carefully. They go an incredible length, propelled by their strong sense of starting small.

Page 43

 

Kenyataan yang tak terbantahkan juga menjadi salah satu hal yang membuat tulisan Ken Mogi terasa persuasif. Misalnya,

Needless to say, a value system centred on just the top few cannot be sustained, because somebody has got to be the underdog, in order for someone to be at the top. In today’s world, where humans are increasingly forced to compete in a global context, we need to consider the implications and repercussions of this obsession with winning the competition. A mindset with the drive to win can lead to great innovations. The same mindset can also lead to excessive stress and instability, both for individuals and society.

Page 115

 

Banyak kalimat di dalam buku yang bisa dikutip dan dijadikan book quotes. Misalnya,

It is no good trying to be like others, even if there is peer presure. So there is every reason to relax, and just be oneself.

Page 182

 

It is only natural you should be yourself, because each one of us has slightly different colours.

Page 183

 

 

Di bagian akhir buku ada kesimpulan yang mengulang apa saja 5 pillar ikigai beserta pertanyaan –pertanyaan penting seperti "Do you have some insight that would help you sort out the problems in life? dan "Are you more inclined now to try things, by small steps, while not necessarily seeking immediate external rewards?".

 

Buku A Little Book of Ikigai memang benar-benar sesuai dengan judulnya. Ini bukan buku yang seratus persen aplikatif. Isinya lebih cocok jika dimasukkan ke dalam kategori buku mindset. Membentuk pola pikir, mengubah pola pikir, menginspirasi, memotivasi, adalah beberapa hal yang terasa menjadi nafas dari buku ini. Tentu saja pembaca yang berharap buku ini bisa menjadi panduan yang jelas untuk mereka memiliki ikigai, mungkin lengkap dengan tips, strategi, dan poin-poin yang jelas serta sistematis, akan merasa buku ini dangkal dan ringan, seperti gaya bahasan buku yang cuma permukaannya saja. Hal ini dikemukakan juga oleh beberapa perivew di Goodreads.

 

Tapi, menurut saya, jika pembacanya suka pada gaya bercerita, yang mengalir, dan ringan saja, buku ini justru kemungkinan besar sesuai harapan. Meski secara filosilofi ikigai tidak jauh berbeda dari filosofi hidup lainnya, buku A Little Book of Ikigai memiliki kelebihan tersendiri, terutama bagi mereka yang menyukai budaya dan sejarah Jepang atau sedang mencari informasi tentang negara Jepang karena di dalam buku ini ada cerita-cerita pula tentang hal-hal tersebut, misalnya sejarah, tokoh, dan filosofi sumo, situasi kehidupan orang-orang Jepang sehari-hari, ada pula tentang upacara minum teh Jepang, dan lain-lain. Di Amazon, buku ini mendapatkan respon yang sangat bagus sebagai salah satu buku pengembangan diri yang dilengkapi cerita, budaya, tradisi yang ada di Jepang.

 

Siapa Ken Mogi


Kenichirō "Ken" Mogi adalah seorang ilmuwan Jepang. Dia adalah peneliti senior di Sony Computer Science Laboratories dan profesor tamu di Tokyo Institute of Technology. 

Setelah lulus dari Universitas Tokyo pada tahun 1985 dengan gelar dalam bidang sains dan pada tahun 1987 dengan gelar sarjana hukum, Mogi menerima gelar Ph.D. pada tahun 1992 dengan tesis "Mathematical Model of Muscle Contraction".

Ken Mogi telah menerbitkan lebih dari 50 buku, sebagian besar ditulis dalam bahasa Jepang. Buku-bukunya tidak hanya membahas tentang ilmu otak tetapi juga mencakup bahasan filsafat, sejarah, seni, pendidikan, dan linguistik. Buku-bukunya telah sering digunakan sebagai sumber ujian masuk universitas. Bukunya "Nō to Kasō" (脳 と 仮 想, "Otak dan Imajinasi") telah menerima penghargaan Hideo Kobayashi 2005, dan buku lain "Ima Koko kara Subete no Basho e" (今 こ こ か ら す べ て の 場所 へ, "From here, to Everywhere ") telah menerima penghargaan akademis Takeo Kuwabara 2008.

A Little Book of Ikigai mendapatkan rating 4.5 di Amazon dan 3.52 di Goodreads.

 

Rekomendasi
Buku ini saya rekomendasikan kepada pembaca yang menyukai buku bergenre pengembangan diri yang ringan nyaman dibaca karena gaya penulisannya berbentuk story telling. Isinya memberikan wawasan tentang cara hidup dengan ikigai. Isi buku ini menggabungkan penelitian ilmiah dan pengalaman pribadi penulis, serta memberikan narasi penuh warna tentang budaya dan sejarah Jepang di sepanjang pemaparannya. Tidak ada tips dan strategi poin per poin, dan pemaparannya terasa tidak sistematis pula. Tapi untuk yang mencari buku pengembangan diri yang berfokus pada pembentukan dan pengubahan pola pikir, motivasi serta inspirasi, buku ini akan sesuai untuk kebutuhan itu.

My Rating : 4/5

 

 

 

 

Review Buku A Little Book of Ikigai - Ke…

26-11-2018 Hits:112 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : A Little Book of Ikigai – The Essential Japanese Way to Finding Your Purpose in Life Penulis : Ken Mogi Jenis Buku : Non Fiksi Penerbit : Quercus Publishing Tahun Terbit : Agustus 2017 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku Jalan Masih Panjang (Long Wa…

04-11-2018 Hits:293 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Jalan Masih Panjang - Long Way Down Penulis : Jason Reynolds Jenis Buku : Young Adult – Puisi - Fiksi Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman :  320 halaman Dimensi Buku...

Read more

Sebuah Review untuk Streetcoffee Blitar

21-10-2018 Hits:341 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Ini bukan kali pertama saya menggenal brand kopi Streetcoffee Blitar. Sekitar 2 tahun lalu saya juga sudah mencicipi kopi-kopi produksi Streetcoffee Blitar dalam beberapa varian.     Jadi, ketika Oktober tahun ini saya...

Read more

Review Buku The Underground Railroad - C…

19-10-2018 Hits:323 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : The Underground Railroad Penulis : Colson Whitehead Alih Bahasa : Airien Kusumawardani Disain Sampul : Erson Jenis Buku : Fiksi Sejarah / Fiksi Sastra Penerbit : Elex Media Computindo Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman :  344...

Read more

Review Buku Kisah-Kisah dari Negeri Penu…

17-10-2018 Hits:263 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Kisah-Kisah dari Negeri Penuh Bahaya Tales From The Perilous Realm Penulis : J.R.R Tolkien Jenis Buku : Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2015 Jumlah Halaman :  464 halaman Dimensi Buku :  20 cm Harga :...

Read more

Review Buku The Rosie Effect - Graeme Si…

10-10-2018 Hits:534 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : The Rosie Effect Penulis : Graeme Simsion Jenis Buku : Non Fiksi – Romance Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Januari 2018 Jumlah Halaman :  464 halaman Dimensi Buku :  13.5 x 20 cm Harga...

Read more

Owsa, Hijab Nyaman dan Trendi

04-10-2018 Hits:455 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Ini judul sejujurnya ga muluk-muluk. Believe it or not, untuk urusan hijab, saya merasa diri saya sebagai seseorang yang cukup konservatif, bahkan bisa dibilang kurang up date. Mungkin juga karena secara karakter...

Read more

Review Buku My Absolute Darling - Gabrie…

01-10-2018 Hits:496 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : My Absolute Darling Penulis : Gabriel Talent Jenis Buku : Novel thriller - fiksi Penerbit : Riverhead Books Tahun Terbit : Agustus 2017 Jumlah Halaman :  432chalaman Dimensi Buku : 22.86 x 16.00 x 3.56 cm Harga...

Read more

Review Buku Who Says You Can't Do? You D…

24-09-2018 Hits:512 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Who Say You Cant Do? You Do Penulis : Daniel Chidiac Jenis Buku : Non Fiksi – Self Improvement Penerbit : Harmony Tahun Terbit : Januari 2018 Jumlah Halaman :  368 halaman Dimensi Buku :  20.32 x...

Read more