EMail: dianafitridipi@gmail.com

the girl with all the gifts

 

Judul : The Girl With All The Gifts

Penulis : M.R. Carey

Desain Sampul : Agung Wulandana

Jenis Buku : Novel – Sci Fiction - Horor

Penerbit : Mizan Fantasi

Tahun Terbit : 2017

Jumlah Halaman : 480 halaman

Dimensi Buku : 13,5 x 20 cm

Harga : Rp.95.000

ISBN : 978-602-61099-4-1

Edisi Terjemahan

Penerjemah : Angelic Zai Zai

 

Penulis Terlaris #1 New York Times

 

 

Sekelumit Tentang Isi

 

Melanie adalah gadis kecil yang sangat istimewa. Dr Caldwell memanggilnya "jenius kecil kami."

Setiap pagi, Melanie menunggu di dalam selnya untuk pergi ke kelas dan belajar. Ketika mereka menjemputnya, Sersan Parks selalu menodongkan pistol ke arahnya, sementara dua orang prajurit mengikat Melanie ke kursi roda. Melanie pikir mereka tidak suka padanya. Sambil bercanda Melanie bilang bahwa dia tidak akan menggigit kok, tapi mereka sama sekali tidak tertawa.

 

Melanie suka sekolah. Dia senang belajar tentang ejaan, hitungan, serta dunia di luar kelas dan sel anak-anak. Dia memberi tahu guru favoritnya, Miss Justineau, semua hal yang akan dia lakukan saat dia besar nanti. Melanie tidak paham mengapa ini malah membuat Miss Justineau terlihat sedih.

 

Melanie dan beberapa anak sebayanya hanya mengenal sel untuk tempat tidur, dan ruang kelas untuk belajar. Tentang dunia di luar sana, hanya mereka ketahui lewat kisah-kisah dari guru kesayangan mereka, Miss Justineau. Ketika satu per satu teman sekelasnya menghilang, Melanie berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dan ketika suatu insiden nyaris membuat Melanie mencelakakan Miss Justineau, gadis cilik ini dipaksa menghadapi kenyataan mengerikan tentang keistimewaan dirinya. Keistimewaan yang mengharuskan dia membunuh, atau dibunuh.

 

Melanie sadar bahwa ia dan anak-anak lainnya bukan manusia biasa, bahwa dunia sudah terjangkit virus fungus yang memakan otak manusia, dan bahwa kini nasib eksistensi manusia di muka bumi mungkin berada di tangannya.

 

Apa akhir cerita ini? Akan kah Melanie berhasil selamat atau justru berubah sepenuhnya menjadi zombie?

 

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

the girl with all the gifts

 

Mungkin pilihan disain cover ini menitikberatkan pada tokoh utamanya yang masih berusia anak-anak hingga baik warna maupun ilustrasi gambarnya pun terasa sekali kecenderungannya ke arah sana. Sebagai novel bergenre sci-fic-thriller atau ada beberapa yang mengkategorikannya pula sebagai buku horor, saya tadinya berharap disain covernya lebih serius dan rada mencekam. Tapi kembali lagi bahwa sebuah disain hakikatnya adalah selera, apa yang saya kurang setuju justru siapa tahu malah sangat disukai banyak orang.

 

Ilustrasi gambar di dalam buku tampak ada pada tiap awal bab. Sisanya buku ini layaknya novel umumnya yang dipenuhi kata dan kalimat.

 

the girl with all the gifts

 

 

Tokoh dan Karakter

Melanie sebagai anak adalah seorang gadis kecil berkulit tidak putih, jenius, dan berpikiran bijak seperti orang dewasa. Tapi jiwanya yang kanak-kanak kadang muncul seperti kebutuhan untuk disayangi dan diperhatikan. Melanie gadis yang baik dan jauh dari keinginan untuk mencelakakan orang. 

 

Miss Justineau, guru di tempat Melanie dan anak-anak lainnya dikumpulkan adalah seorang wanita yang penyayang. Tugas mengajarnya yang seharusnya cukup dilakukan secara profesional ternyata tidak bisa ia lakukan karena hati nuraninya yang lembut dan tulus. Ia sangat menyayangi anak-anak malang tersebut, dan dekat secara personal dengan Melanie. Gara-gara inilah ia jadi terlibat "masalah".

 

Sersan Parks yang tidak tampan sekilas terlihat sangat kejam. Tapi ia melakukannya karena tuntutan tugas. Sersan Parks adalah prajurit terlatih dalam bidangnya dan dapat diandalkan.

 

Dr. Caldwell jelas tokoh yang pantas dibenci. Wanita ambisius ini tega dan egois. Jenis-jenis tokoh yang ingin kita lempari batu secara personal jika bisa, dan berharap ia mati cepat, tapi sayang keberadaannya penting dalam alur cerita sehingga usianya awet hingga mendekati ending.

 

Deskripsi tokoh yang diberikan oleh penulis mencukup. Contohnya deskripsi Miss Justineau yang saya kutip di bawah di ini.

 

Tidak ada yang bosan pada hari Miss Justineau. Melihatnya saja sudah membuat Melanie bersemangat. Dia senang menebak apa yang akan dipakai Miss Justineau, apakah rambutnya digelung atau digerai. Biasanya digerai, rambutnya hitam, panjang, dan sangat bergelombang, sehingga tampak seperti air terjun. Tetapi terkadang, dia menggelungnya di tengkuk, kencang-kencang, dan itu juga bagus, karena membuat wajahnya semakin mencolok, dia hampir mirip patung di tepi kuil, yang menyangga langit-langit. Sesosok caryatid. Meskipun wajah Miss Justineau memang sudah mencolok lantaran warnanya yang sangat indah. Cokelat gelap, mirip pohon di gambar hutan hujan Melanie yang bibitnya hanya tumbuh dari abu hutan yang terbakar, atau seperti kopi yang dituang Miss Justineau dari termos gelas setiap jam istirahat. Hanya saja, warnanya lebih gelap dan pekat, dengan banyak paduan warna lain, jadi kau tak benar-benar bisa membandingkannya dengan apa pun. Yang bisa kau katakan hanya kulit Miss Justineau sangat gelap seperti kulit Melanie sangat terang.

 

...

 

Halaman 18  

 

Alur dan Latar

Dengan cerita beralur maju, novel ini bisa terbilang novel berkecepatan sedang alurnya. Bagian-bagian terbaiknya disumbangkan oleh adegan mencekam dikejar zombie beserta pertarungan yang seringnya kalah jumlah dan kalah cepat. Ending novel tertutup disertai penjelasan yang cukup logis.

 

Untuk latar cerita, novel ini melibatkan latar lab, sel, ruang kelas, area terbuka, pemukiman yang ditinggalkan penduduk serta latar imajinasi khas cerita bergenre sci-fiction. Detailnya cukup baik sehingga kita bisa mengimajinasikannya dalam pikiran kita.

 

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

 

Ada bagian di awal bab yang langsung membuat saya merasa penasaran. Paragraf yang saya kutipkan di bawah ini membuat saya menebak-nebak apa yang terjadi dan apa yang akan terjadi. Sebenarnya ada cukup banyak bagian yang memancing rasa penasaran juga selain yang saya kutipkan di bawah ini.

 

“Jangan ganggu aku! Jangan ganggu aku!” Kemudian, bunyi hantaman yang berulang-ulang sementara salah satu anak buah Sersan berseru, “Ya Tuhan, jangan – “ dan kemudian yang lain juga berteriak, lalu seseorang berkata, “Pegangi lengannya! Tahan dia!” dan setelahnya semua kembali sunyi.

 

Halaman 15

 

Di dalam novel ini disinggung-singgung tentang Pandora. Sepertinya Pandora memang termasuk topik yang cukup populer di antara penulis. Selain di novel ini, Pandora juga disebut-sebut dalam novel Truly Madly Guilty -nya Liane Moriarty.

 

“Itu Pandora,” jawab Miss Justineau. “Dia perempuan yang sangat luar biasa. Semua dewa memberkatinya dan memberinya anugerah. Itulah arti namanya –‘ gadis pemilik segala anugerah’. Jadi dia pintar, berani, cantik, lucu dan semua hal lain yang kalian inginkan. Tapi dia memiliki satu kelemahan kecil, yaitu dia sangat – amat sangat – ingin tahu.”

 

Halaman 18

 

Adegan-adegan yang disukai salah satunya yang berkaitan dengan makhluk aneh juga banyak terdapat di novel ini. Mirip sekali penggambarannya dengan jika menyimaknya dalam versi film. Terasa hidup dalam imajinasi. Tapi tidak heran juga sih, sebab M.R. Carey adalah penulis dari X-Man movie dan Constantine movie.

 

“Jangan,” kata Miss Justineau. “Jangan lakukan itu padanya.” Tetapi, Sersan tak merespons atau menatapnya.

 

Melanie duduk dua baris di belakang Kenny, dan dua deret jauhnya, jadi dia bisa melihat semuanya. Kenny berubah kaku, dan kemudian mulutnya menganga lebar, mulai menggigit ke arah lengan Sersan, yang tentu saja tak bisa diraihnya. Dan, air liur mulai menetes dari sudut mulutnya, tapi tidak terlalu banyak karena tak ada yang pernah memberi anak-anak minuman, jadi liurnya kental, hampir padat, dan menjuntai di ujung dagu Kenny, bergoyang-goyang, sementara Kenny mendengus dan mengatup-ngatupkan mulutnya ke lengan Sersan, serta mengeluarkan semacam erangan bercampur rintihan.

 

Dan meski itu buruk, keadaan semakin parah lagi – karena anak-anak di kedua sisi Kenny juga mulai berskap sama, seolah-olah tertular Kenny, dan anak-anak di belakangnya berkedut dan gemetar seakan-aka ada yang menusuk perut mereka keras-keras.

 

Halaman 22

 

Selain itu ada pula latar yang aneh dan mengerikan khas buku sci-fiction. Contohnya yang ini.

 

Otak dalam stoples. Kultur jaringan dengan tungkai dan organ manusia yang masih bisa dikenali menciptakan gumpalan mirop awan dari zat seperti jamur abu-abu. Tangan dan lengan bawah – milik anak-anak, tentu saja  -- dikuliti dan dibelah, dagingnya disemat  ke belakang dan potongan plastik kuning diselipkan untuk memisah-misahkan otot dan menyisakan struktur interior terpampang untuk diperiksa. Ruangan itu berantakan dan menimbulkan klaustrofobia, kerai diturunkan untuk menjauhkan dunia luar pada jarak optimal secara klinis. Cahaya – putih murni, sangat terang – berasal dari tabung-tabung fluoresens yang berderet berdekatan di langit-langit.

 

Halaman 59

 

Ada terdapat detail ilmiah yang melengkapi dasar logika cerita. Kontennya tidak terlalu rumit seperti buku-bukunya Michael Critcton, jadi buat yang tidak begitu suka dengan detail ilmiah, tidak usah khawatir.

 

Enam sampel jaringan. Lima agen pewarna tersedia, yaitu cerium sulphate, ninhydrin, D282, bromocresol, dan p-anisaldehyde. Caldwell menaruh harapan besar pada D282, karbosianin lipofilik fluoresens yag keefektifannya terbukti dalam menampilkan struktur halus neuron sebagai relief. Tapi dia takkan mengabaikan agen lainnya karena sudah tersedia. Masing-masing dari mereka punya potensi mendapatkan data berharga.

 

Halaman 338

 

Catatan kaki juga terdapat pada novel ini. Footer yang menjelaskan kata-kata atau situasi khusus yang memerlukan penjelasan tambahan.

 

the girl with all the gifts

 

The Girl with All the Gifts adalah buku thriller yang sensasional, akan sangat sesuai jika dibaca oleh para penggemar buku-buku Stephen King, Justin Cronin, and Neil Gaiman. Pada 2014 novel ini dinominasikan sebagai novel horor terbaik untuk Goodreads Choice Award dan pada 2015. Novel ini juga nominasi novel terbaik untuk Arthur C. Clarke Award, dan novel horor terbaik untuk August Deleth Award. The Girl with All the Gifts telah diangkat ke dalam film layar lebar pada tahun 2016 dengan judul yang sama, dibintangi oleh Gemma Arterton dan Glenn Close.

 

Siapa M.R.Carey

 

Mike Carey adalah penulis komik, novel, dan naskah film berkebangsaan Inggris. Dia telah menulis Lucifer dan Hellblazer (difilmkan dengan judul Constantine). Carey menyelesaikan adaptasi komik Neverwhere karya Neil Gaiman. Dia juga telah menulis naskah film berjudul Frost Flowers, yang segera diproduksi oleh Hadaly Films dan Bluestar Pictures.

 

Novelnya yang berjudul The Girl With All The Gifts kali pertama terbit pada tahun 2014 dan menerima pujian dari para kritikus. Novel ini diangkat ke layar lebar dan dirilis pada tahun 2016, dibintangi oleh Gemma Artenton, Glenn Close, Paddy Considine, dan Sennia Nanua.

 

 

Setelah serangkaian pekerjaan singkat untuk perusahaan komik independen, termasuk komik biografi Ozzy Osbourne dan fantasi band Pantera, Carey memperoleh pekerjaan tetap pada 2000 AD, di mana ia menciptakan seri asli Th1rt3en dan Carver Hale.

 

Untuk Vertigo Imprint dari DC Comics, Carey menuliskan seluruh plot dari buku komik yang kemudian bukunya mendapatkan nominasi Eisner Award Lucifer. Carey juga menulis novel grafis The Sandman Presents: The Furies dengan John Bolton dan Hellblazer: All His Engines bersama Leonardo Manco.

Carey adalah penulis X-Men Legacy dan Ultimate Fantastic Four untuk Marvel Comics.

 

Pada tahun 2008 Carey menulis untuk sejumlah judul yang berbeda, storyline crossover "Secret Invasion", yang mencakup sebuah cerita delapan halaman dalam satu-shot anthology Secret Invasion: Who Do You Trust ?, dan mini-seri empat edisi, Secret Invasion: X-Men. Pada tahun yang sama ia mulai menulis Queen's Rook, yang pertama dari Comix Comission dari Virgin Comics di MySpace, di mana pengguna dapat menyarankan ide-ide untuk sebuah komik yang kemudian akan dibuat. Dia juga menulis "Dark Deception", sebuah arc cerita crossover yang muncul di X-Men: Legacy dan Wolverine: Origins, ia menceritakan kembali kisah asli Beast di X-Men: Origins, ia menulis sebuah Kisah Iceman di X-Men: Manifest Destiny, adaptasi buku komik Ender's Shadow, dan seri Vertigo Comics The Unwritten.

 

 

Novel prosa pertama Carey, The Devil You Know, dirilis di Inggris oleh Orbit Books pada bulan April 2006. Sekuelnya, Vicious Circle, diterbitkan pada bulan Oktober 2006, dan tiga novel berikut dalam seri, Dead Men Boots, Thicker Than Water, dan The Naming of the Beast, diterbitkan masing-masing pada bulan September 2007, Maret 2009 dan September 2009.

 

 

Film fitur pertama Carey adalah kisah hantu erotis Frost Flowers. Carey juga mengerjakan serial TV The Stranded, co-production pertama antara Virgin Comics dan jaringan Syfy.

 

 

Pada tahun 2011 ia menulis sebuah crossover antara X-Men Legacy dan Mutan Baru berjudul Age of X. Pada bulan Agustus 2011, Marvel mengumumkan final X-Men-Legacy karya Mike Carey.

 

Pada Januari 2014, ia menerbitkan novel lain yang berjudul The Girl With All The Gifts. 

 

The Girl with All The Gifts mendapatkan rating 4.3 di Amzon dan 3.94 di situs goodreads.

 

 

Rekomendasi

Novel ini saya rekomendasikan kepada pembaca remaja dan dewasa yang menyukai genre sci-fiction dan thriller. Adegan perkelahian dan dikejar zombie adalah salah satu adegan yang memacu adrenalin dalam novel ini. Alur cerita dominan maju dengan kecepatan sedang. Latar imajinatif dan dideskripsikan dengan baik. Ending tertutup dan novel ini diterjemahkan secara luwes sehingga enak dibaca.

 

My Rating : 4/5

 

 

Review Buku The Rosie Effect - Graeme Si…

10-10-2018 Hits:79 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : The Rosie Effect Penulis : Graeme Simsion Jenis Buku : Non Fiksi – Romance Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Januari 2018 Jumlah Halaman :  464 halaman Dimensi Buku :  13.5 x 20 cm Harga...

Read more

Owsa, Hijab Nyaman dan Trendi

04-10-2018 Hits:98 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Ini judul sejujurnya ga muluk-muluk. Believe it or not, untuk urusan hijab, saya merasa diri saya sebagai seseorang yang cukup konservatif, bahkan bisa dibilang kurang up date. Mungkin juga karena secara karakter...

Read more

Review Buku My Absolute Darling - Gabrie…

01-10-2018 Hits:136 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : My Absolute Darling Penulis : Gabriel Talent Jenis Buku : Novel thriller - fiksi Penerbit : Riverhead Books Tahun Terbit : Agustus 2017 Jumlah Halaman :  432chalaman Dimensi Buku : 22.86 x 16.00 x 3.56 cm Harga...

Read more

Review Buku Who Says You Can't Do? You D…

24-09-2018 Hits:154 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Who Say You Cant Do? You Do Penulis : Daniel Chidiac Jenis Buku : Non Fiksi – Self Improvement Penerbit : Harmony Tahun Terbit : Januari 2018 Jumlah Halaman :  368 halaman Dimensi Buku :  20.32 x...

Read more

Review Buku Rainbirds - Clarissa Goenawa…

12-09-2018 Hits:310 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Rainbirds Penulis : Clarissa Goenawan Jenis Buku : Novel - Fiksi Sastra Penerbit : Gramedia Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman :  400 halaman Dimensi Buku :  20 cm Harga : Rp. 89.000 ISBN : 9786020379197 Edisi...

Read more

Review Buku The President is Missing - B…

12-09-2018 Hits:218 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : The President is Missing Penulis : Bill Clinton & James Patterson Jenis Buku : Fiksi Penerbit : Penguin Random House Tahun Terbit : Juni 2018 Jumlah Halaman :  513 halaman Harga : Rp.235.000 ISBN :...

Read more

Review Buku With The End in Mind - Kathr…

12-09-2018 Hits:186 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : With The End in Mind – Dying, Death, and Wisdom in an Age of Denial Penulis : Kathryin Mannix Jenis Buku : Non Fiksi Penerbit : Harper Collins Publisher Tahun Terbit : 2017 Jumlah...

Read more

Review Buku The Girl With All The Gifts …

12-09-2018 Hits:217 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Girl With All The Gifts Penulis : M.R. Carey Desain Sampul : Agung Wulandana Jenis Buku : Novel – Sci Fiction - Horor Penerbit : Mizan Fantasi Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku Semua Anak Bintang - Munif C…

11-09-2018 Hits:195 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Semua Anak Bintang Menggali Kecerdasan dan Bakat Terpendam dengan Multiple Intelligences Research (MIR) Penulis : Munif Chatif Jenis Buku : Non Fiksi – Psikologi & Pendidikan Anak Penerbit : Kaifa Tahun Terbit : Juli 2017 Jumlah...

Read more