EMail: dianafitridipi@gmail.com

 

Judul : Sirkus Pohon

Penulis : Andrea Hirata

Jenis Buku : Novel

Penerbit : Bentang

Tahun Terbit : Cetakan Pertama Agustus 2017

Jumlah Halaman :  410 halaman

Dimensi Buku : 20,5 cm

Harga : Rp. 87.000

  

Winner General Fiction New York Book Festival 2013 USA

Winner Buchawards 2013 Germany Die Regenbogen-Truppe 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Aku, anak bungsu yang pengangguran dan bukan tamatan SMA ini jadi bulan-bulanan kehidupan. Bukannya aku malas, tapi aku hanya tidak tahu mau membawa hidup ini kemana. Hingga akhirnya aku bertemu dengan Dinda. Gadis cantik yang tak banyak bicara dan penyuka delima itu benar-benar membolak-balikkan duniaku. Sekarang aku punya tujuan hidup. Bekerja, lalu menikah dengan Dahlia. Kalau bisa kerja yang pakai seragam dan gajian tiap bulan. Itu baru namanya kerja tetap. Masalahnya adalah dimana aku bisa mendapatkan pekerjaan seperti itu (?).

Belum lagi Taripol berbuat ulah di sana-sini. Membuatku tertimpa masalah, mulai dari disangka maling TOA, hingga urusan duit jual beli pohon delima sakti yang digadang-gadang mampu membuat menang pihak tertentu dalam pemilihan pemimpin desa. Tapi Taripol kawan baikku sejak dulu. Setidaknya, meski dia kriminal, aku harus membantunya sekali dua.

 

Di kantor pengadilan agama tempat Tegar mengantarkan ibunya menandatangani surat cerai, Tegar bertemu dengan gadis cantik itu. Kala itu ia masih kecil, bahkan menanyakan namanya saja tak terpikirkan olehnya. Tapi wangi si gadis terus menghantui, wajahnya terbayang bikin hidup Tegar tak tenang, hingga lepas SMA ia bahkan terus berusaha mencari jejak si gadis yang seperti hilang di telan bumi. Tegar ingin bertemu lagi.

Sejak kejadian dorong-mendorong serobot-menyerobot di area bermain gedung pengadilan agama itu, Tara tidak bisa melupakan laki-laki kecil yang membelanya waktu itu. Bukan main gagahnya ia waktu melindungi Tara. Tara jatuh cinta seketika di usia yang sangat muda. Lukisan yang ia buat bahkan ia pamerkan di gedung pameran, dengan harapan laki-laki itu datang dan ia bisa bertemu lagi dengannya. Berbagai cara ia lakukan untuk mencari jejaknya, tapi hingga lulus SMA nasib baik belum juga berpihak padanya. Tara rindu, rindu pada sosok yang ia bahkan tidak tahu namanya.

Sirkus Blasia menyatukan mereka semua. Aku, Tegar, Tara, bahkan Taripol. Kami keluarga di sana. Kami saling menjaga. Tapi sirkus harus dibubarkan, karena ibunya Tara terlilit hutang yang bukan salahnya. Semua harta di sita termasuk aset sirkus.

 

Bagaimana nasib Sirkus Blasia kedepannya? Dapatkan bangkit lagi seperti semula? Apakah "Aku" akhirnya bisa menikahi Dinda? Seperti apa kisah cinta "Aku" dan Dinda pada akhirnya? Bagaimana dengan Taripol? Apakah ia memang kriminal bejat tak tahu diuntung? Apa peran Taripol dalam cerita ini?

Lalu, Tegar dan Tara, seperti apa kisah cinta mereka akan berjalan? Kapan, dimana, dan dengan cara apa akhirnya mereka bisa menemukan satu sama lain?

Cinta akan selalu memihak mereka yang menunggu.

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

Terus terang disain covernya terasa tak biasa menurut saya ?. Mencolok mata. Warna putih polos yang lalu ada gambar pohon beserta badut-badut sirkus, iya sih, sesuai sekali dengan judulnya. Tapi bikin keliru, sebab terasa pula seperti sampul buku cerita anak-anak. Mungkin pilihan gambarnya jadi demikian karena sirkus dan badut terasosiasi erat kesan ceria dan kegembiraan.

Cukup kaget juga waktu menemukan banyak ilustrasi gambar di dalam buku. Karena saya memang menyukai gambar-gambar visual, ilustrasi ini menjadi poin lebih bagi buku Sirkus Pohon ?.

Picture : Berbagai ilustrasi di tiap halaman babak, di awal bab, dan di beberapa halaman isi.

 

Di bagian akhir buku, kita akan menjumpai halaman-halaman yang berisi pujian terhadap karya-karya Andrea Hirata lainnya, sederet penghargaan, dan dokumentasi buku-buku Andrea Hirata dalam versi terjemahan bahasa di berbagai negara.

Picture : Halaman bagian belakang buku yang berisi pujian terhadap karya Andrea Hirata,

penghargaan, dan edisi-edisi terjemahannya dalam bahasa asing

 

Tokoh dan Karakter

Bisa dibilang semua karakter tokoh di buku ini sangat menarik. Begitu hidup dengan tingkah polahnya, dengan kalimat-kalimat percakapannya, dan dengan perannya yang "cantik" di tiap alur cerita.

Aku atau Hobri, Taripol, Tara, Tegar, Dinda, Intruktur Listrik, dan beberapa tokoh lainnya lagi, memainkan adegan tiap babak dengan baiknya. Rasanya saya ingin bertepuk tangan tiap menyelesaikan bacaan per babaknya. Suatu "pertunjukan" yang spektakuler, meski dihadirkan dalam bentuk buku bacaan dan bukan pementasan.

 

Alur dan Latar

Pasalnya alur ceritanya memang patut diacungi jempol, kadang betukar-tukar antara Aku, Tara, dan Tegar, dengan gaya penuturan yang sesuai dengan tokoh yang sedang bertutur. Konfliknya khas daerah, sekaligus terasa kekinian dan kekota-kotaan ?, percintaannya menyentuh dan terasa manis serta lucu, dan semua cerita kemudian ditutup sekali tepuk, memberikan konklusi pada tiap-tiap pertanyaan yang berkelebatan di benak saya sebagai pembaca. Di akhir buku saya ter "oh - oh" akibat pemahaman yang datang terlambat ?. Benar-benar novel yang luar biasa.

Latarnya yang mengangkat kehidupan Melayu Belitong, lengkap dengan warung kopinya yang kesohor membuat imajinasi pembaca sangat hidup, cocok pula dengan gaya bahasa yang dipilih penulis.

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Ahai, ini dia karya Andrea Hirata yang terbaru, membuat saya bertanya-tanya seperti apa sih "kualitasnya" mengingat buku-buku beliau yang sebelumnya memang bisa dikatakan tak pernah gagal. Dan, ketika saya sampai di halaman bab pertama buku ini, tahulah saya bahwa buku ini akan termasuk buku yang saya sukai. Sukses? Wah itu sih sudah pasti.

Gaya bahasanya yang ke-Melayu-melayuan itu benar-benar antik ?, pilihan katanya juga tidak sembarang meski seolah dibubuhkan asal oleh yang nulis buku. Cerdas.

Benci nian aku pada delima itu. Lihatlah pohon kampungan itu, ia macam kena kutuk. Pokoknya berbongkol-bongkol. dahan-dahannya murung, ranting-rantingnya canggung, kulit kayunya keriput, daun-daunnya kusut. Malam Jumat burung kekelong berkaok-kaok di puncaknya, memanggil-manggil malaikat maut. Tak berani aku dekat-dekat delima itu karena aku tahu pohon itu didiami hantu.

Bab 1

 

Seolah menegaskan ini cerita yang seperti pertunjukan saja, bagian-bagian dalam kisah dipisah menjadi beberapa BABAK bukan bab. Tiap babak berisi beberapa judul, yang tiap judulnya berisi sedikit saja halaman, kadang hanya tiga halaman saja.

Picture : Daftar isi buku yang dibagi menjadi tiga babak

 

Serius kah buku ini? Oh tidak. Jelas bahwa narasinya akan menggelitik sudut bibir kita hingga ingin tersenyum terus. Meski paragraf yang dibaca selintas sebenarnya serius. Komedi satire, humor polos warga desa di pulau Melayu nun jauh di sana, konflik dengan alur cerita yang bikin "ngikik", dan bahkan penggambaran seekor tokek pun bisa begitu lucu. Cuma di Sirkus Pohon saya bisa menemukan tokek tua buncit yang gampang tersinggung ?.

Berupa-rupa serangga, unggas, hewan melata,. dan binatang pengerat betah berlindung, berteduh, berpadu kasih, bernafkah, bersarang di pohon nangka belanda, kenari, dan kemiriku, tapi tak seekor pun mau berubah di pohon delima itu. Satu-satunya hewan yang mendiaminya adalah seekor tokek yang sangat besar, tua, buncit, dan gampang tersinggung.

Halaman 4

 

Kukuatkan hatiku, aku berbalik. Berat rasanya meninggalkan orang-orang yang kucintai itu. Namun, keputusan  harus diambil, demi masa depanku dengan Dinda. Kulangkahkan kaki untuk pindah ke rumahku sendiri, nun di situ, sepelemparan batu saja, tiga rumah dari rumah orang tuaku.

Halaman 117

 

Kurasa itu pepatah kau tukang las dan kurasa itulah sebabnya dalam dunia otomotif, bangsa kita kalah sama Jepang.

Halaman 17

 

Lalu, nuansa Melayunya juga terasa kental sekali, sebagian karena Andrea Hirata memilih untuk mempertahankan gaya bahasa orang-orang sana. 

Lalu datanglah Taripol. Tanpa ba bi bu dia bilang mau mengajakku nonton pelem Stepan Segel (sekuat apa pun kami mengerahkan kemampuan untuk menyebut nama orang berambut aneh dan tak pernah kalah berkelahi itu, hanya itu yang mampu kami bunyikan). Dia yang akan membayar karcisnya. Oh, nonton pelem, aku paling suka!

"Ada syaratnya," kata Taripol. "Esok siang kau harus mengantar corong TOA ke satu alamat."

"Ojeh, Bos! kataku.

Halaman 24

 

Tak pernah pula terpikirkan oleh saya bahwa ada penulis yang cukup berani memasukkan banyak kata yang tak ada arti hanya untuk menirukan bunyi-bunyian di tempat kejadian di suatu bagian dari alur cerita, yang herannya justru malah membuat cerita makin lebih menarik, lucu, dan mencengangkan.

Inspektur meraih radio panggil di atas meja. Sregrh, nging, srookg, bla ... jemput ... srek ... srok ... srrk ... nging ... lapan enam. Dan ... srrgh.

Sejurus kemudian, nguing, nguiiing, zreeedm nguing, brak, bruk, trak, trong, ngok, ngik, bleh, bleh, bleh

Halaman 32

 

 

Di tengah berbagai kelucuan para tokoh, pada dasarnya Sirkus Pohon banyak mengangkat fenomena kehidupan yang nyata. Bagian-bagian tersebut menjadi suatu pokok pemikiran yang baik untuk direnungkan.

Akan tetapi, semua pintu tertutup. Mencari kerja sudah sulit bagiku sebelum skandal corong TOA, apalagi setelah itu. Aku terhalang reputasi yang buruk dan teradang kata-kata keramat: "SMA atau sederajat". Namun, halangan reputasi itu paling berat. Ada toko yang di kacanya ada karton bertuliskan "Menerima karyawan", tanpa tambahan kalimat keramat itu, begitu aku lewat, seseorang lekas-lekas membalikkan karton itu.

Kuyakinkah khalayak bahwa aku bukan pencuri, bukan pula anggota mafia geng Granat, tak ada yang percaya. Maka, mencari kerja bagiku sama susahnya dengan mencari jarum dalam tumpukan jerami, dan jarumnya tak ada. Kini aku mengerti mengapa Taripol tak pernah berhenti mencuri. Aku juga tahu ada beberapa lagu yang mengisahkan susahnya orang yang terlanjur tercemar namanya untuk diterima kembali. Namun, semua itu hanya indah saat didendangkan pakai gitar kosong, di perempatan jalan.

Halaman 46

 

Beberapa kalimat dalam alur cerita bahkan punya makna yang lebih dalam lagi. Ah, saya catat segera sebagai quotes.

"Orang-orang yang berkata tentang diri mereka sendiri, melebih-lebihkan, orang-orang yang berkata tentang orang lain, mengurang-ngurangi." Halaman 51

Sering kulihat wajahku di depan kaca, tapi pantulan rupanya tak berjiwa. Barangkali karena manusia berkaca hanya untuk satu tujuan, yakni ingin melihat dirinya indah.

Halaman 63

 

Bagian ini lucu dan ironis serta terasa getir, sebab kebetulan saya tahu lagunya. Di bagian ini, Tegar sedang "bercerita" tentang ayahnya yang pergi meninggalkan ia dan ibunya karena kepincut wanita lain.

Mendengar lagu nostalgia Barat yang biasa didengar ayahnya di radio, sinetron. dahulu si ayah suka mendengar lagu "To All the Girls I've Loved Before," Julio Igelsias. Jika Ibu lihai bahasa Inggris, dari lagu itu seharusnya Ibu sudah bisa mengendus kecenderungan bedebah suaminya. Halaman 66

 

Kenapa judulnya malah Sirkus Pohon, sedangkan di dalam cerita jelas-jelas disebutkan nama sirkusnya adalah Sirkus Blasia. Rupanya pertanyaan saya itu terjawab di halaman 86. Di sana ada suatu penjelasan yang filosofis sekali. Teman-teman silakan temukan sendiri bagian tersebut ya ?.

 

Bagian ini membuat saya sedih, penggambaran seorang ayah di mata anaknya. Seketika, teringatlah saya pada ayah saya di Palembang sana, sama tuanya, dan sama sayangnya pada anak-anaknya.

Kami berjalan pulang. Ayah di depanku. Pilu aku melihat langkahnya yang lambat terantuk-antuk, bajunya yang lusuh, celana panjangnya yang buruk, kedodoran, dan sandal jepitnya yang telah putus diikat karet. Orang-orang memperhatikan kami, seorang tua, menyandang kas papan berisi minuman ringan, berjalan diikuti badut. kami melewati komples perumahan karyawan PN Timah, lalu melewati perumahan guru, lalu tibalah di jalan panjang yang sepi, yang membelah padang ilalang. Ayah terus berjalan, tak berkata-kata. Ayah yang tak pernah berhenti menyayangiku meski aku selalu menyusahkannya. Cuit-cuit bunyi sandal jepitnya membuatku getir.

Halaman 279

 

Cinta yang manis, cinta pertama, cinta yang penuh perjuangan dan pengorbanan, cinta itulah yang ada diceritakan di buku ini, berikut rindu yang memang lebih seringnya sulit untuk terucap.

... cinta akan selalu memihak mereka yang menunggu.

Halaman 306

Usai menulis, dipandanginya surat yang panjang itu dan dia memarahi dirinya sendiri, mengapa susah sekali menulis: Aku rindu.

Halaman 320

 

Siapa Andrea Hirata

Andrea Hirata adalah pemenang pertama New York Book Festival 2013, untuk The Rainbow Troops, Laskar Pelangi edisi Amerika, penerbit Farrar, Straus & Giroux, New York, kategori general fiction, dan pemenang pertama Buchawards 2013, Jerman untuk Die Regenbogen Truppe, Laskar Pelangi edisi Jerman, penerbit Hanser Berlin. Dia juga pemenang seleksi short story majalah sastra terkemuka di Amerika, Washington Square Review, New York University, edisi winter/spring 2011 untuk short story pertamanya Dry Season. Bersama nobelis sastra Orhan Pamuk dan Nadine Gordimer, Andrea Hirata terpilih dalam proyek Windows on The World, 50 Writers 50 Views, Matteo Pericoli, Penguin New York. Andrea lulus dari Program Master (M.Sc.) bidang teori ekonomi, Sheffield Hallam University, United Kingdom, dengan beasiswa. Pada tahun 2015 dia dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa di bidang sastra dari University of Warwick, United Kingdom. Tahun 2017, Andrea menerima penghargaan budaya dari pemerintah Prancis untuk karyanya Les Guerriers de L'arc-en-ciel (Laskar Pelangi edisi Prancis, penerbit MEcure de France).

Karya Andrea Hirata dalam bahasa Indonesia : Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah Karpov, Padang Bulan, Cinta di Dalam Gelas, Sebelas Patriot, Laskar Pelangi Song Book, Ayah, dan Trilogi Sirkus Pohon. Karya dalam bahasa asing : The Rainbow Troops. Der traumer, Dry Season.

Rating Goodreads untuk buku Sirkus Pohon mencapai poin 4,10.

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan pada pembaca usia remaja dan dewasa yang menyukai novel tentang kehidupan, keluarga, cinta, persahabatan, konflik masyarakat bawah, dengan latar Melayu yang kental, bahasa yang menggelitik sarat humor, pilihan kata yang cerdik dan asyik, alur cerita yang proporsional dan penyelesaian yang memuaskan. Bahkan buku ini dilengkapi dengan ilustrasi gambar yang baik. Meski beberapa reviewer menyebutkan ini bukan karya yang terbaik, tapi saya bersikeras tidak ada yang tidak saya sukai dari buku ini. 

 

Review Buku Aroma Karsa - Dee Lestari

08-07-2018 Hits:112 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Aroma Karsa Penulis : Dee Lestari Jenis Buku : Fiksi Penerbit : Bentang Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman :  710 halaman Dimensi Buku :  13,5 x 20 cm Harga : Rp. 125.000 ISBN : 978-602-291-463-1 Soft Cover                                                                                       ...

Read more

Review Buku A Sweet Mistake - Vevina Ais…

24-05-2018 Hits:131 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : A Sweet Mistake Penulis : Vevina Aisyahra Jenis Buku : Novel Young Adult Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Desember 2017 Jumlah Halaman : 248 halaman Dimensi Buku :  13,5 x 20 cm Harga : Rp. 59.000 ISBN...

Read more

Review Buku The Productivity Project - C…

01-04-2018 Hits:809 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : The Productivity Project – Accomplishing More by Managing Your Time, Attention, and Energy Penulis : Chris Bailey Jenis Buku : Non Fiksi – Self Improvement Penerbit : Crown Business Tahun Terbit : Agustus 2017 Jumlah...

Read more

Review Buku The Silent Corner - Dean Koo…

30-03-2018 Hits:831 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Silent Corner Penulis : Dean Koontz Jenis Buku : Novel Suspense Penerbit : Random House Tahun Terbit : Oktober 2017 Jumlah Halaman :  576 halaman Harga : Rp. 143.000 ISBN : 978-0-345-54679-1 Mass Market Paperbound Edisi Bahasa Inggris New York...

Read more

Review Buku Gentayangan - Intan Paramadh…

29-03-2018 Hits:901 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Gentayangan Penulis : Intan Paramadhita Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Oktober 2017 Jumlah Halaman :  512 halaman Harga : Rp. 125.000 ISBN : 978-602-03-7772-8 Edisi Soft Cover Karya sastra bidang prosa terbaik pilihan...

Read more

Review Buku Magnus Chase and The Sword o…

29-03-2018 Hits:887 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Magnus Chase and The God of Asgard - The Sword of Summer Penulis : Rick Riordan Jenis Buku : Novel Fantasy Penerbit : Disney Book Group Tahun Terbit : 2015 Jumlah Halaman :  499 halaman Dimensi Buku...

Read more

Review Buku Rich People Problems - Kevin…

29-09-2017 Hits:2207 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Rich People Problems Penulis : Kevin Kwan Jenis Buku : Fiksi - Novel Penerbit : Random House USA Inc Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman :  384 halaman Dimensi Buku : 15.60 x 23.20...

Read more