EMail: dianafitridipi@gmail.com

 

Me time ya shibori time ??, pasti begitu kata para pecinta shibori. Teman-teman sudah pernah dengarkah tentang shibori? Jujur saja usia saya tahun ini 37, dan saya baru saja mendengar kata "shibori". Duh kemana saja ya saya? ?. Tapi tak apa jika pun teman-teman sama seperti saya. Justru lewat tulisan ini saya ingin share sedikit pengalaman saya waktu membuat shibori beberapa waktu lalu. ?

 

Untuk singkatnya, shibori adalah teknik pewarnaan kain dengan cara melipat, melilit, mengikat, lalu mencelupkan kain pada pewarna. Teknik ini berasal dari Jepang berabad-abad yang lalu (abad 8 ).

Waktu belajar membuat shibori, saya cukup terpesona dengan tekniknya yang aduhai beragamnya. Dari berbagai teknik tersebut (di literatur disebutkan ada ratusan jumlahnya) dihasilkanlah banyak sekali motif kain shibori yang cantik-cantik.

Enam macam teknik yang umum dikenal adalah kanoko shibori, miura shibori, kumo shibori, nui shibori, arashi shibori dan itajime shibori. Pada kanoko, kain diikat acak atau dilipat, atau kombinasi keduanya, baru dicelup. Motifnya nanti serupa bercak lingkaran. Pada miura kain diikat dengan benang dengan pola dan kekuatan ikatan yang tida seragam. Pada kumo, kain dilipat, diikat, dan dicelup hingga motifnya menbentuk serupa jaring laba-laba. Nui menggunakan jahitan berpola tertentu. Arashi menggunakan bantuan pipa, kain dililit di pipa, dan motif akhirnya nanti serupa badai yg indah. Pada itajime, kain dijepit di antara 2 potong kayu lalu diikat dan dicelup. Motif akhirnya berbentuk kotak-kotak.

Gara-gara motifnya yang khas mirip batik itulah di Indonesia shibori dikenal juga dengan sebutan batik Jepang. Teknik tye die (ikat celup) yg mendasari shibori juga terdapat pada batik negeri kita, sebut saja batik pelangi dari Palembang, tritik atau jumputan di Jawa dan sasarengan di Banjarmasin.

 

Kain shibori yang kali ini saya buat menggunakan teknik itajime dan kanoko. Satu kain 2 teknik tak apalah ya ?. Prosesnya sebenarnya cukup sederhana. Kami menggunakan tutup botol dan teknik lipatan segitiga untuk shibori kami. Tak lupa karet-karet gelang digunakan untuk mengencangkan si tutup botol dan lipatan-lipatan tadi. Karet tersebut nanti akan memberikan motif tertentu juga pada kain. Bersama Bu Neneng, saya melipat dan mengikat kain tersebut dengan seksama. Bu Neneng sudah memiliki banyak pengalaman membuat shibori. Saya senang sekali beliau hari ini bisa datang untuk membuat shibori bersama. Terimakasih bu guru ?.

 

Picture : proses mengikat dan melipat

Setelah beres proses ikat mengikat, maka tibalah saatnya untuk mewarnai kain. Bahan pewarna indigo dilarutkan ke dalam air dan campurkan larutan air garam. Setelah diaduk rata, kain kita celupkan pada bahan pewarna tersebut. Gunakan ember-ember kecil, atau kaleng bekas untuk proses mencelup. Sisa bahan pewarna bisa disimpan untuk project shibori lain hari ?. Kita bisa gunakan sarung tangan agar tangan kita tidak terkena bahan pewarna, tapi jika pun tidak maka tak mengapa. Cukup pegang kain hati-hati saat mencelup. Warna yang digunakan bebas sesuai keinginan kita. Bisa hanya satu jenis warna saja atau beberapa warna sekaligus. Justru bagi sebagian orang kesenangan membuat shibori salah satunya terletak pada kebebasan bereksperimen warna dan motif yang bisa diterapkan pada kain.

Picture : Proses mencelup

Beres mencelup, kain dijemur hingga cukup kering, ditandai dengan tidak adanya lagi air yang menetes dari buntalan kain shibori tersebut. Kali ini cuaca agak mendung, hingga saya butuh satu hari untuk mencapai tahap itu. Tapi tidak masalah, kalau pun hujan dan tidak bisa dijemur di bawah sinar matahari, buntalan kainnya bisa kita letakkan di tempat mana pun asal terlindung dari air serta kondisi basah lainnya. Setelah kain cukup kering, buka ikatan pada kain, dan jemur kain dalam kondisi terpapar. Baru setelah kering sempurna, kain kita rendam dalam deterjen yang mengandung pelembut dan pewangi. Kita cuci dan bilas, lalu dijemur kembali hingga kering. Kain pun siap dipakai. Kain bisa kita jahit untuk taplak meja, kerudung, atau benda-benda lainnya.

Picture : Proses menjemur kain shibori

 

Salah satu filosofi terbaik yang saya pelajari dari shibori adalah filosofi mendasarnya orang Jepang, yakni bagaimana menemukan keindahan dalam ketidaksempurnaan. Motif kain shibori jelas menunjukkan hal tersebut. Pola-pola pada kain memang bisa kita rancang, namun pada akhirnya belum tentu juga persis seperti yang kita prediksikan. Belum lagi motif-motif kain shibori memang cenderung tidak seragam. Bulatan atau kotak-kotak yang tercetak pada kain pasti tidak seukuran, apalagi jika kita mengombinasikan beberapa teknik sekaligus dalam satu kain. Meski demikian, kain shibori tetap terlihat indah dan unik ?.

Terpikirkan oleh saya bahwa filosofi ini bisa diterapkan juga dalam kehidupan. Hidup manusia tidak ada yang 100% sempurna. Pasti ada kurangnya, ada sedihnya, dan lain sebagainya. Tapi jika kita bisa menemukan keindahan dalam ketidaksempurnaan tersebut, hidup akan terasa lebih bahagia, lebih banyak bersyukurnya, dan lebih bermakna ?.

Beberapa hal yang menjadi catatan saya dari proses pembuatan shibori kali ini saya tuliskan di bawah ini :

  • Lebih baik mencoba teknik di kain berukuran kecil. Setelah teknik dirasa mantap dan sesuai keinginan, baru terapkan di kain yang lebih besar sesuai kebutuhan
  • Pastikan mengikat kain dengan erat agar pola yang terbentuk bagus. Pewarna tidak meleber kemana-mana
  • Gunakan sarung tangan bagi yang tidak suka tangannya jadi ikut berwarna-warni setelah membuat shibori
  • Pewarna indigo menghasilkan warna yang lembut dan samar-samar. Untuk yang menyukai warna cerah, tebal, dan mencolok maka harus menggunakan jenis pewarna lain. Tapi indigo termasuk pewarna yang paling ramah lingkungan
  • Menerapkan lebih dari satu teknik shibori pada kain ternyata menghasilkan motif yang indah juga, maka beranikan diri untuk terus bereksperimen pada teknik.

 

Teman-teman, demikian cerita saya tentang membuat shibori kali ini. Terimakasih sudah menyimak sampai selesai ya. Lain waktu saya akan berbagi pengalaman saya yang lainnya saat membuat shibori dengan teknik atau warna yang berbeda ?. Sampai bertemu lagi di lain cerita ya.

 

 

Review Buku Jalan Masih Panjang (Long Wa…

04-11-2018 Hits:131 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Jalan Masih Panjang - Long Way Down Penulis : Jason Reynolds Jenis Buku : Young Adult – Puisi - Fiksi Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman :  320 halaman Dimensi Buku...

Read more

Sebuah Review untuk Streetcoffee Blitar

21-10-2018 Hits:211 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Ini bukan kali pertama saya menggenal brand kopi Streetcoffee Blitar. Sekitar 2 tahun lalu saya juga sudah mencicipi kopi-kopi produksi Streetcoffee Blitar dalam beberapa varian.     Jadi, ketika Oktober tahun ini saya...

Read more

Review Buku The Underground Railroad - C…

19-10-2018 Hits:212 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : The Underground Railroad Penulis : Colson Whitehead Alih Bahasa : Airien Kusumawardani Disain Sampul : Erson Jenis Buku : Fiksi Sejarah / Fiksi Sastra Penerbit : Elex Media Computindo Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman :  344...

Read more

Review Buku Kisah-Kisah dari Negeri Penu…

17-10-2018 Hits:178 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Kisah-Kisah dari Negeri Penuh Bahaya Tales From The Perilous Realm Penulis : J.R.R Tolkien Jenis Buku : Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2015 Jumlah Halaman :  464 halaman Dimensi Buku :  20 cm Harga :...

Read more

Review Buku The Rosie Effect - Graeme Si…

10-10-2018 Hits:362 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : The Rosie Effect Penulis : Graeme Simsion Jenis Buku : Non Fiksi – Romance Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Januari 2018 Jumlah Halaman :  464 halaman Dimensi Buku :  13.5 x 20 cm Harga...

Read more

Owsa, Hijab Nyaman dan Trendi

04-10-2018 Hits:313 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Ini judul sejujurnya ga muluk-muluk. Believe it or not, untuk urusan hijab, saya merasa diri saya sebagai seseorang yang cukup konservatif, bahkan bisa dibilang kurang up date. Mungkin juga karena secara karakter...

Read more

Review Buku My Absolute Darling - Gabrie…

01-10-2018 Hits:340 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : My Absolute Darling Penulis : Gabriel Talent Jenis Buku : Novel thriller - fiksi Penerbit : Riverhead Books Tahun Terbit : Agustus 2017 Jumlah Halaman :  432chalaman Dimensi Buku : 22.86 x 16.00 x 3.56 cm Harga...

Read more

Review Buku Who Says You Can't Do? You D…

24-09-2018 Hits:364 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Who Say You Cant Do? You Do Penulis : Daniel Chidiac Jenis Buku : Non Fiksi – Self Improvement Penerbit : Harmony Tahun Terbit : Januari 2018 Jumlah Halaman :  368 halaman Dimensi Buku :  20.32 x...

Read more

Review Buku Rainbirds - Clarissa Goenawa…

12-09-2018 Hits:557 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Rainbirds Penulis : Clarissa Goenawan Jenis Buku : Novel - Fiksi Sastra Penerbit : Gramedia Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman :  400 halaman Dimensi Buku :  20 cm Harga : Rp. 89.000 ISBN : 9786020379197 Edisi...

Read more