EMail: dianafitridipi@gmail.com

Judul : Kemarau (The Dry)

Penulis : Jane Harper

Jenis Buku : Novel

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : November 2017

Jumlah Halaman :  440 halaman

Dimensi Buku :  13,5 x 20 cm

Harga : Rp. 95.000

Edisi Terjemahan

International Bestseller

ABIA Australian Book of the Year (2017)

The Indie Book Awards Book of the Year (2017)

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Tentu saja tragedi pembantaian keluarga Luke Hadler membuat resah seisi kota Kiewarra. Diduga Luke sendiri yang membunuh istrinya, Karen, dan putranya, Billy. Satu-satunya yang selamat adalah si bayi Charlotte yang menangis kencang dari balik box bayinya kala polisi tiba di lokasi kejadian.

Agen polisi Federan Aaron Falk berusaha mengusut kasus ini bersama Sersan Greg Raco, lebih disebabkan karena permintaan pribadi ayah dan ibu Luke daripada tugas kepolisiannya tentu saja. Luke adalah sahabat masa kecilnya. Mereka punya rahasia bersama. Dulu itu Luke berbohong, Falk berbohong, dan Ellie Deacon mati. Kini mungkin ada yang mengetahui rahasia itu. Meski penduduk Kiewarra tidak menyambut kehadirannya kembali di kampung halamannya tersebut, Falk memutuskan untuk tetap mencari tahu, dan makin ia menyelidiki makin terseret ia ke dalam berbagai rahasia termasuk peristiwa kematian Ellie di masa lalu.

Dapatkah Falk dan Raco memecahkan misteri pembantaikan keluarga Luke? Benarkan Luke yang melakukan pembunuhan terhadap istri dan putranya sendiri? Apakah rahasia kematian Ellie akan terungkap di akhir cerita? Berlatar belakang kota Kiewarra yang suram, kering, dan murung, kasus Luke Hadler terasa meresahkan. Dan ketika fakta-fakta mulai terungkap, ternyata semua yang terjadi di luar dugaan kita.

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

Ya, memang kira-kira setebal itu lah buku The Dry. Cukuplah, tidak terlalu tipis dan tidak terlalu berlebihan juga. Edisi terjemahan yang saya baca memiliki disain cover menyala dengan ilustrasi gambar pohon yang mengasosiasikannya dengan latar cerita kota Kiewarra yang kering kerontang, tragedi pembantaian yang kejam, serta peristiwa kebakaran. Apakah saya suka disain ini? Kesan saya terhadap disain justru bukan suka atau tidak suka. Saya cenderung merasa terganggu dengan disainnya sebagaimana saya pun merasa terganggu dengan kasus di dalam cerita bukunya. Meski ini cuma fiksi, tapi pembantaian keluarga yang melibatkan terbunuhnya seorang anak kecil tak pelak lagi membangkitkan perasaan marah dan tercekam dalam saat yang bersamaan.

 

Tokoh dan Karakter

Falk, pria yang berpembawaan tenang, sedapat mungkin menyimpan emosinya di balik ekspresi dan tindakan yang terukur. Sebagai investigator ia cerdas, mampu menilai suatu kasus dari sudut pemahaman yang berbeda. Pada dasarnya hatinya lembut, dan ia pun pria yang baik. Sayangnya, tragedi masa kecil serta latar belakang keluarga membuat karakternya menjadi lebih rumit.

Sersan Raco polisi yang berdedikasi, tak kenal menyerah, setia kawan. Bertugas di Kiewarra dan berhadapan dengan kasus pembantaian keluarga Luke Hadler tidak membuatnya gentar, tapi ia memang lelah, terutama karena investigasi mereka yang berjalan dengan pelan. Banyak keganjilan tapi tak ada jawaban bagi banyak pertanyaan di benaknya.

Grant Dow dan Dow Deacon, dua tokoh antagonis yang punya badan besar, tukang berkelahi, selalu mencari-cari kesalahan, mabuk-mabukan, dan suka mengintimidasi dan mencurangi siapa pun yang bisa dicurangi. Tapi untuk urusan membunuh, mampukah mereka melakukannya?

Mr. Whitlam, kepala sekolah tempat Billy belajar dan tempat dimana Karen bekerja, baru saja pindah ke kota Kiewarra untuk memulai hidup barunya bersama istri dan putri tercinta mereka. Di hari pembantaian itu terjadi, harusnya Billy berada di rumah Whitlam, bermain bersama anaknya, dan aman dari jangkauan si pembunuh.

Jamie Sullivan, teman Luke yang pendiam, tinggal berdua dengan neneknya yang nyaris pikun di rumah pertanian yang tersembunyi. Sullivan menembak kelinci bersama Luke di hari kejadian tersebut. Tapi tentu saja Sullivan berbohong.

Permainan tokoh dan karakter di dalam buku The Dry menarik untuk disimak. Masing-masing memiliki perannya di dalam cerita. Masing-masing memiki misteri masa lalu, termasuk Gretchen, mantan pacar Luke yang cantik dan populer.

 

Alur dan Latar

Bisa dibilang The Dry adalah sebuah kisah yang memiliki alur cerita campuran, maju dan mundur. Ketika kita sedang enak-enaknya menyimak masa sekarang, tiba-tiba kita di bawa sekian tahun lalu, saat tokoh-tokoh cerita masih berusia remaja dan misteri kematian Ellie sedang menghadang, usai bercerita tentang masa itu, kita kemudian kembali melanjutkan masa yang tadi di awal sedang diceritakan.

Meski begitu, sebagai pembaca saya tidak merasa terganggu dengan alur yang seperti ini. Saya pikir ini karena disebabkan pemilihan waktu pergantian alur yang tepat, model huruf yang dibedakan, hingga pilihan paragraf penghubung yang tepat. Lagipula, untuk novel suspense berteka-teki seperti The Dry, permainan alur maju mundur memang diperlukan untuk menambah rasa penasaran maupun memperjelas latar belakang kasus pembunuhan yang ada. Para penyuka novel misteri, suspense, maupun thriller, pasti sudah maklum, bahkan mungkin menyukai tipe-tipe alur cerita yang seperti ini. Alurnya rapi dan proporsional.

Dengan latar kota Kiewarra yang kering kerontang dilanda kemarau berkepanjangan, kasus Luke Hadler makin terasa mencekam. Pembunuhannya sendiri sudah terkategori biadab. Dan keadaan kota serta kondisi psikologis masyarakatnya yang setengah gila karena tekanan lingkungan yang keras melengkapi alur cerita hingga ke ujung-ujungnya. Tentu saja deskripsi kota Kiewarra digambarkan oleh Jane Harper dengan baik. Ini memang novel debut yang luar biasa.

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Buku-buku misteri dan suspense bagi saya selalu rumit. Masalahnya saya suka berekspektasi berlebihan sejak awal. Berharap bahkan di halaman pertamanya pun sang penulis sudah dapat menyuguhkan adegan yang menarik, entah itu aneh, mencekam, atau menggelikan. Beberapa buku ternyata tidak demikian, kita harus menunggu satu-dua bab berlalu baru kemudian bisa menemukan hal-hal menarik tersebut. Tapi untuk buku The Dry, saya langsung terpesona oleh prolognya. Cerita tentang lalat, narasi yang tak pernah saya duga sebelumnya, kelihatannya sepele (sudut pandang lalat), tapi justru bagi saya memunculkan perasaan mual pada lokasi pembantaian tersebut, dan betapa kejamnya kasus pembunuhan keluarga Hadler. Saya langsung berpikir, ini pasti buku yang bagus.

Pertanian itu bukannya belum pernah melihat kematian, dan lalat hijau tidak mendiskriminasi. Bagi mereka bangkai tidak ada bedanya dengan jenazah.

Kemarau pada musim panas menyisakan banyak pilihan bagi lalat. Mereka mencari-cari mata yang tak berkedip dan luka-luka lengket ketika para petani Kiewarra menodongkan senapan ke ternak yang kurus. Tidak ada hujan berarti tidak ada makanan. Dan tidak ada makanan berarti harus mengambil keputusan sulit, ketika kota kecil itu mendidih di bawah langit biru yang memanggang setiap harinya.

...

Setidaknya para lalat hijau senang. Walaupun penemuan hari itu agak tidak biasa. Dagingnya lebih kecil dan mulus. tidak apa-apa. Toh yang ini sama saja dengan yang lainnya. Mata seperti kelereng. Luka basah.

Mayat yang ada di lahan terbuka merupakan yang paling segar. Lalat-lalat butuh sedikit waktu lebih lama untuk menemukan dua jenazah lain di dalam rumah pertanian, meskipun pintu depan terbentang mengundang. Lalat-lalat yang terbang melewati hidangan pertama di lorong dihadiahi hidangan lainnya, kali ini di dalam kamar tidur. Yang ini lebih kecil, dan tidak banyak saingan yang mengerubutinya.

Sebagai yang pertama tiba di TKP, lalat-lalat itu mengerubuti dengan puas dalam hawa panas selagi genangan darah mennghitam di ubin dan karpet. Di luar, jemuran bergeming di tali jemuran, kering dan kaku karena matahari. Sebuah skuter anak-anak tergolek di jalan setapak dari batu. Hanya ada satu jantung manusia yang masih berdetak dalam radius satu kilometer dari pertanian itu.

Karena itulah tidak ada yang bereaksi ketika jauh di kedalaman rumah, bayi itu mulai menangis.

Halaman 8

  

Teman-teman pasti mengerti bahwa bagian terpenting dari novel misteri dan suspense salah satunya adalah proses bagaimana kepingan teka-teki dibuka satu per satu dan fakta-fakta dijabarkan dengan pelan namun pasti. Jika waktunya tidak pas, ceritanya akan menjadi aneh, terkesan buru-buru atau malah terlalu lambat dan mengada-ada. Kalimat yang dipilih juga tidak boleh sembarangan karena harus dapat membangkitkan rasa penasaran pembaca. Di bagian ini saya mendapati Jane Harper memiliki kemampuan untuk itu. Ada keraguan pada kasus itu, keganjilan, mungkin bukan Luke yang membunuh dan lalu bunuh diri, mungkin ini suatu kasus pembunuhan.

"Pelurunya," kata Raco akhirnya. "Dari senapan yang membunuh keluarga Hadler. Tidak cocok."

"Tidak cocok dengan apa?"

"Dengan merek peluru yang digunakan Luke Hadler. Sudah digunakan selama bertahun-tahun, sejauh yang kutahu. Tiga peluru yang membunuhnya dan keluarganya adalah Remington. Satu-satunya amunisi yang kutemukan di seantero properti ini adalah Winchester."

Halaman 53

 

"Sidik jarinya jelas," kata Falk.

Raco menangkap nada bicara Falk. Mendongak dari catatan-catatannya.

"Ya, betul-betul solid. Orang-orang tidak butuh diyakinkan lebih jauh setelah melihatnya."

"Sangat solid," kata Falk, mendorong laporan itu ke meja ke arah Raco. "mungkin terlalu solid? Orang ini diduga baru membantai keluarganya. Seharusnya dia berkeringat dan gemetaran seperti pecandu. Aku pernah melihat sidik jari dalam kondisi yang lebih buruk diambil sebagai barang bukti."

Halaman 72

  

Deskripsi latar tempat kejadian perkara yang diberikan juga sangat mencukupi. Apa artinya cerita pembunuhan sadis jika latar tempat kejadiannya gagal untuk diimajinasikan. Tapi sekali lagi Jane Harper berhasil memberikan kita apa yang kita butuhkan. Sebuah deskripsi latar yang seolah hampir nyata untuk sekadar diimajinasikan.

"Jenazah anak laki-laki itu sudah dipindahkan,"kata Raco. "Tapi kau bisa melihat bagaimana keadaan kamar ini saat ditemukan."

Di dalam foto-foto tersebut, kerai terbuka lebar, menumpahkan cahaya ke dalam TKP mengerikan di bawahnya. Pintu-pintulemari baju terpentang dan baju-baju didorong ke samping dengan kasar. Kotak mainan rotan yang besar dijungkirbalikkan. Di ranjang, selimut bermotif pesawat luar angkasa kusut masai di satu sisi seakan disingkap untuk memeriksa apa yang ada di baliknya. Karpet sebagian besar warna cokelat krem, kecuali salah satu sudut tempat genangan merah-hitam kental menyerap dari belakang keranjang cucian besar yang dijungkirbalikkan.

Sejenak Falk mencoba membayangkan momen-momen terakhir Billy Hadler. Meringkuk di belakang keranjang cucian, urin panas mengalir menuruni kakiya sewaktu ia berusaha meredam suara napasnya yang terengah-engah.

Halaman 62

 

Agak terkejut juga ketika saya mendapati sesuatu tentang Indonesia disebut-sebut di buku ini. Tapi Bali memang pulau yang terkenal kan ya :), dan lokasi cerita yang berada di Australia tampak tak begitu jauh dari negara kita ketimbang jika cerita ini terjadi di benua Eropa sana. Silahkan teman-teman baca sendiri buku ini untuk mengetahui hal apa lagi tentang Indonesia yang disebut-sebut di dalam cerita.

Sepupu Ellie. Mereka punya mata yang sama, tapi Falk tahu sama sekali tidak ada kesamaan sifat antara Ellie dan pria itu. Dow berhenti di depan meja Falk dan Raco, sosok berlemaknya menghalangi pandangan. Kaus pria itu mengiklankan merek bir dari Bali.

Halaman 78

 

Kesuraman latar cerita tak hanya dideskripsikan Jane Harper lewat rangkaian kaliman yang gamblang, tapi juga lewat situasi lain. Penulis yang piawai ?.

"Astaga, beberapa gambar dan lukisan ini sangat muram," gumam Raco.

Falk paham maksud Raco. Ada gambar keluarga manusia garis yang semua wajahnya dberi mulut melengkung ke bawah dengan krayon.Lukisan seekor sapi dengan sayap malaikat. Toffee Sapiku di surga, judul di bawahnya dalam tulisan tangan gemetar. Dalam setiap gambar lanskap, ladang-ladang diwarnai cokelat.

Halaman111

"Sobat, kalau semua masalah di wilayah sini ditangani seperti tadi, aku akan menjadi laki-laki bahagia," kata McMurdo, mengusap-usap cambangnya. "Sayangnya di tempat semacam ini kecenderungannya lebih ke arah adu jotos."

Halaman 170

 

Alur yang bercampur dengan masa sekarang dan masa lalu berada di bab yang sama. Tapi tidak membingungkan karena penempatannya yang sesuai dan penggunaan jenis hurufnya yang berbeda sehingga kita mengerti ketika alur berubah jalan ceritanya.

 

 

Deskripsi fisik tokoh-tokohnya disampaikan dengan baik dalam kemasan kalimat-kalimat yang luwes.

Karen menutup pintu di belakangnya. Ia memilih kursi yang paling dekat dengan meja Whitlam. Ia duduk tegak dan menyilangkan pergelangan kakinya dengan rapi. Baju terusan lilitnya tampak bagus tapi sederhana, dengan motif apel-apel putih samar berlatar merah. karen adalah tipe wanita yang raut muda dan cantiknya diperlembut oleh umur dan memiliki dua anak membuat tubuhnya tidak terlalu ramping, tetapi memiliki daya pikat tersendiri. Dia bisa dengan mudah menjadi bintang iklan supermarket untuk peran ibu yang mengerjakan segalanya. Siapa pun akan mempercayai merek detergen atau sereal yang direkomendasikan oleh Karen Hadler.

Halaman 117

 

Tidak ada sisi humor, kelucuan lebih sering terasa karena pilihan kata, penggambaran situasi, atau sesuatu yang terasa ironi.

Sandra Whitlam adalah wanita ramping berkulit pucat dengan mata hijau besar yang memberi kesan dia kaget permanen.

Halaman 231

# saya baru tahu jika ada kaget permanen di dunia ini ?

 

Terdapat pula beberapa adegan yang terasa benar adanya, sehingga saya catat untuk direnungkan.

Falk menatapnya. Willis mungkin sudah menunggu dua puluh tahun untuk merasa menang terhadap seseorang dan tidak bakal menyia-nyiakan kesempatannya, Falk menyadari. Ia membuka mulut untuk berdebat, tapi lalu mengurungkan niatnya. Cuma buang-buang energi.

Halaman 272

"Oh. Aku ikut prihatin." Rita menatap Falk, matanya bersimpati. "Tetapi tentunya itu tidak membuat perkataanku tadi salah? Kematian jarang mengubah perasaan kita terhadap seseorang. Malah, sering kali kematian memperkuat perasaan itu."

Halaman 278

 

Berbeda dengan kasus pembunuhan Edmond Krisch di buku Origin - Dan Brown yang baru-baru ini juga saya review, kasus Luke Hadler dan misteri kematian Ellie di buku The Dry terasa lebih ringan disimak karena tidak ada konflik konspirasi dan berbagai informasi ilmiah sebagai pelengkap cerita. The Dry lebih menyerupai One of Us is Lying - Karen McManus yang mengangkat kasus pembunuhan biasa di masyarakat pada umumnya, meski pembantaian keluarga Luke Hadler di The Dry memang lebih sadis dan intens dibandingkan kasus di One of Us is Lying.

Baca juga : "Review Buku Origin - Dan Brown"

Baca juga : "Review Buku Satu Pembohong (One of Us is Lying)"

 

Ada beberapa typo di buku ini. Kesalahan yang memang kecil dan tidak berpengaruh pada jalan cerita. Namun, kadang terasa mengganggu untuk pembaca yang menyukai detail kesempurnaan pada sebuah buku ?.

 

Siapa Jane Harper

Jane Harper adalah seorang penulis fiksi asal Australia. Novel debutnya yang berjudul The Dry menjuarai berbagai awards termasuk ABIA Australian Book of the Year (2017) dan The Indie Book Awards Book of the Year (2017). Novel ini juga segera akan diangkat menjadi film layar lebar.

Jane Harper berlatar belakang pendidikan English and History di University of Kent di Canterbury. Ia memiliki pengalaman di bidang jurnalistik di Darlington & Stockton Times di County Durham, dan menjadi jurnalis senior di Hull Daily Mail, bahkan bekerja pula untuk Herald Sun di Melbourne. 

Cerita pendek yang ia karang pada tahun 2014 menjadi salah satu dari 12 cerita terpilih pada Big Issue's annual Fiction Edition. Pengalaman ini lah yang kemudian memacu dan menginspirasinya untuk menjadi penulis yang lebih serius.

The Dry #Aaron Falk1 mendapatkan poin 4,4 di Amazon, dan 4,06 di Goodreads. Sedangkan novel keduanya yang berjudul Force of Nature #Aaron Falk2 mendapatkan rating 4,3 di Amazon dan 4,03 di Goodreads. 

 

Rekomendasi

Novel ini saya rekomendasikan kepada pembaca usia dewasa yang menyukai novel bergenre misteri dan suspense, dengan kasus pembantaian yang sadis sebagai topiknya. Rahasia masa lalu yang kelam, sesuatu tentang seseorang yang mati tanpa sebab yang pasti, misteri-misteri orang-orang di sekeliling, kebohongan-kebohongan yang terungkap satu persatu, dosa-dosa yang harus dibayar pada akhirnya.

Dengan alur yang rapi serta proporsional teka-teki terjawab satu persatu. Tidak ada latar ilmiah atau konflik konspirasi rumit di dalam cerita ini yang dapat membuat kening berkerut. Jane Harper mengangkat kasus pembunuhan berlatar belakang kehidupan masyarakat pada umumnya. Meski selintas terlihat sederhana namun tetap memikat, dan yang pasti sangat menghibur. Kualitas terjemahannya juga bagus.

 

Catatan : hanya pembaca dewasa. Unsur kekerasan dan pembunuhan yang sadis terdapat di cerita ini.

 

My Rating : 4/5

 

 

 

Review Buku Aroma Karsa - Dee Lestari

08-07-2018 Hits:112 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Aroma Karsa Penulis : Dee Lestari Jenis Buku : Fiksi Penerbit : Bentang Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman :  710 halaman Dimensi Buku :  13,5 x 20 cm Harga : Rp. 125.000 ISBN : 978-602-291-463-1 Soft Cover                                                                                       ...

Read more

Review Buku A Sweet Mistake - Vevina Ais…

24-05-2018 Hits:131 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : A Sweet Mistake Penulis : Vevina Aisyahra Jenis Buku : Novel Young Adult Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Desember 2017 Jumlah Halaman : 248 halaman Dimensi Buku :  13,5 x 20 cm Harga : Rp. 59.000 ISBN...

Read more

Review Buku The Productivity Project - C…

01-04-2018 Hits:809 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : The Productivity Project – Accomplishing More by Managing Your Time, Attention, and Energy Penulis : Chris Bailey Jenis Buku : Non Fiksi – Self Improvement Penerbit : Crown Business Tahun Terbit : Agustus 2017 Jumlah...

Read more

Review Buku The Silent Corner - Dean Koo…

30-03-2018 Hits:831 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Silent Corner Penulis : Dean Koontz Jenis Buku : Novel Suspense Penerbit : Random House Tahun Terbit : Oktober 2017 Jumlah Halaman :  576 halaman Harga : Rp. 143.000 ISBN : 978-0-345-54679-1 Mass Market Paperbound Edisi Bahasa Inggris New York...

Read more

Review Buku Gentayangan - Intan Paramadh…

29-03-2018 Hits:901 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Gentayangan Penulis : Intan Paramadhita Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Oktober 2017 Jumlah Halaman :  512 halaman Harga : Rp. 125.000 ISBN : 978-602-03-7772-8 Edisi Soft Cover Karya sastra bidang prosa terbaik pilihan...

Read more

Review Buku Magnus Chase and The Sword o…

29-03-2018 Hits:887 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Magnus Chase and The God of Asgard - The Sword of Summer Penulis : Rick Riordan Jenis Buku : Novel Fantasy Penerbit : Disney Book Group Tahun Terbit : 2015 Jumlah Halaman :  499 halaman Dimensi Buku...

Read more

Review Buku Rich People Problems - Kevin…

29-09-2017 Hits:2207 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Rich People Problems Penulis : Kevin Kwan Jenis Buku : Fiksi - Novel Penerbit : Random House USA Inc Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman :  384 halaman Dimensi Buku : 15.60 x 23.20...

Read more