EMail: dianafitridipi@gmail.com

buku

Judul : Jalan Masih Panjang - Long Way Down

Penulis : Jason Reynolds

Jenis Buku : Young Adult – Puisi - Fiksi

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : 2018

Jumlah Halaman :  320 halaman

Dimensi Buku :  20 cm

Harga : Rp. 82.000

ISBN : 9786020385297

Edisi Terjemahan

  

Newbery Medal Nominee (2018), National Book Award Nominee for Young People's Literature (2017), Odyssey Award Nominee (2018), Los Angeles Times Book Prize Nominee for Young Adult Literature (2017), Edgar Award for Best Young Adult (2018), Michael L. Printz Award Nominee (2018), Rhode Island Teen Book Award Nominee (2019), Coretta Scott King Award Nominee for Author Honor (2018), Goodreads Choice Award Nominee for Poetry (2017), NAACP Image Award Nominee for Youth/Teens (2018)

 

Sekelumit Tentang Isi


Untuk semua pemuda dan pemudi
yang berada dalam rumah tahanan di seluruh negeri,
yang pernah bertemu denganku, dan yang tidak.
kalian dicintai.

Will menyaksikan kakaknya, Shawn, tewas ditembak. Kesedihan yang dirasakannya sulit untuk dijabarkan. Di lingkungan mereka, ada Peraturan ketika seseorang ditembak. 
NO. 1: MENANGIS 
Jangan. Apa pun yang terjadi. 
NO. 2: MENGADU 
Jangan. Apa pun yang terjadi. 
NO. 3: MEMBALAS DENDAM 
Lakukan. Apa pun yang terjadi. 

Namun, peluru bisa memeleset. Bisa saja kau menembak orang yang salah. Dan selalu ada orang lain yang juga mengikuti Peraturan...

Buku ini berisi puisi yang memiliki alur cerita layaknya novel. Jason Reynolds, sang penulis mengisahkan 60 detik waktu yang dibutuhkan seorang anak untuk memutuskan apakah dia akan membunuh orang yang membunuh saudaranya. Enam puluh detik itu berupa perjalanan lift sebanyak 7 lantai yang dilakukan Will sambil mengantongi pistol yang akan dia gunakan untuk membunuh.

Di tiap lantai, masuklah orang-orang yang dikenal Will, tapi orang-orang ini sudah mati. Dan begitulah yang terjadi di sepanjang perjalanan turun, ketika lift berhenti di setiap lantai, dan di setiap pemberhentian, masuklah seseorang yang terhubung dengan saudaranya yang mati ditembak, lalu mereka memberikan sepotong cerita yang lebih besar daripada yang Will pikir ia tahu. Kisah yang mungkin tidak pernah Will ketahui akhirnya ... jika Will keluar dari lift itu.

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

buku

Disain covernya yang dominan warna kelabu sesuai dengan tema cerita. Ilustrasi gambar tombol-tombol pasti mengacu pada tombol yang ada di lift, latar cerita buku. Sebenarnya apa sih yang membuat buku ini menarik dari sisi disain cover. Saya agak bingung. Karena nyatanya buku ini terlewati begitu saja di rak toko buku, dan tidak akan saya lirik kalau bukan karena rekomendasi salah seorang rekan saya. Ternyata isi bukunya cukup unik.

 

Ilustrasi gambar sedikit terdapat di buku ini. Hanya ada di awal buku dan halaman pergantian bab. Beberapa buku puisi yang saya baca biasanya ada ilustrasi gambar dan ada pula yang tidak.

buku

buku

 

Tokoh dan Karakter


Buku ini punya tokoh utama bernama Will. Remaja laki-laki yang hidup di lingkungan yang keras. Tampak karakter Will yang belum sepenuhnya dewasa, bahkan cenderung masih kekanakan. Yang pasti Will anak yang baik, berusaha membela kakaknya, ia pun mencintai ibunya.

Shawn, kakak Will yang tertembak mati tak banyak diceritakan di sini kecuali sebagai tokoh pelengkap. Lalu ada Buck, kawan Shawn semasa ia masih hidup. Ada seorang gadis remaja dari masa lalu Will, bahkan ada ayahnya Will. Mereka semua sudah meninggal tapi punya peran dalam cerita di tiap lantai dimana lift itu turun.

Deskripsi tokoh yang biasanya dituangkan dalam bentuk narasi kini diganti dalam bentuk puisi. Contohnya seperti ini.

NAMAKU ADALAH
Will.
William.
William Holloman.

Tapi bagi teman-teman
dan orang orang
yang mengenalku
mengenalku,

Hanya Will,
Jadi panggil aku Will,
karena setelah kuceritakan
apa yang akan kuceritakan

Kau bakal
ingin menjadi temanku
atau tidak
ingin menjadi temanku
sama sekali.

Yang mana pun,
kau akan mengenalku
mengenalku.


Halaman 10

 

Alur dan Latar


Alur cerita ada maju dan ada mundurnya. Antara satu adegan cepat bergulir ke adegan lainnya, mungkin ini disebabkan karena ceritanya yang berbentuk puisi, jadi ringkas dan cepat selesai dibaca. Untuk ukuran sebuah kumpulan puisi yang membentuk satu cerita, buku ini menurut saya cukup berhasil memiliki alur yang jelas, bahkan memiliki bagian-bagian yang membuat pembaca penasaran dan terlibat secara emosi. Ending pun ditutup dengan baik.

Latar tempat berupa suasana kota dan rumah menjadi latar cerita di buku ini. Tapi mayoritas cerita terpusat pada lift yang sedang meluncur turun dengan Will di dalamnya.

Deskripsi latar juga dituangkan dalam bentuk puisi. Contohnya seperti yang satu ini.

KAMAR KAMI: KOTAK, BERCAT KUNING
Dua ranjang:
          satu di kiri pintu,
          satu di kanan.

Dua laci pakaian:
          satu di depan ranjang di kiri pintu,
          satu di depan ranjang di kanan.

Di tengah, TV kecil.

Sisi Shawn di kiri:
          sempurna, hampir.

Sisiku, di kanan:
          mirip kandang babi, seringnya.

Di dinding Shawn terpajang:
          poster Tupac,
          poster Biggie.

Di dindingku terpajang:
          anagram yang kucoret-coret dengan pensil
          sekiranya Mom menyuruhku

Menghapusnya:
          SCARE = CARES’

Halaman 44 

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Sisi emosi yang biasanya diolah oleh penulis dalam bentuk narasi, oleh Jason Reynolds kini diolah dalam bentuk puisi. Tentu bukan hal yang mudah, apalagi kalau pembaca kebetulan tidak begitu menyukai puisi. Meskipun demikian, menurut saya pengolahan emosi Long Way Down cukup baik. Dengan catatan ada baiknya membaca buku ini sampai tuntas dan tidak berjeda terlalu lama jika harus meninggalkannya.

Beberapa puisi dalam cerita yang memiliki muatan emosional saya kutipkan di bawah ini.

KESEDIHAN INI
Sangat sulit
dijabarkan.

Bayangkan terbangun
dan ada seseorang,
orang asing,

Mengikatmu erat-erat,
menjejalkan catut
ke dalam mulutmu,
mencengkeram gigi

Di bagian belakang,
gigi yang besar
dan penting,
lalu mencabutnya.

Bayangkan ketukan
di kepalamu,
tekanan yang mendesak
di telingamu,
darah yang menggenang.

Namun bagian terburuknya,
yang amat sangat buruk,
lidahmu akan terus-menerus
menyusuri
tempat kosong yang baru itu,

Halaman 14

 

AKU MERASA INGIN MENANGIS
Dan merasa seperti
ada orang lain yang
terjebak di balik wajahku

Tunju kecil memukul
belakang bola mataku
kaki menendang
kerongkonganku di titik
tempat ludah mulai
tertelan.

Tenanglah, bisikku kepadanya.
Tegarlah, bisikku kepada diriku.

Sebab menangis
melanggar

Peraturan

Halaman 38

 

Puisi yang ada di buku ini bisa sangat pendek dan bisa pula cukup panjang. Salah satu puisi terpendek saya kutipkan di bawah ini.

PERATURAN
NO.1: MENANGIS
Jangan.
Apa pun yang terjadi.
Jangan.
Halaman 39

 

Di luar dugaan ada juga quotes bukunya, tapi tak banyak.  Contohnya,

HAL LAIN MENGENAI PERATURAN
Peraturan ada bukan untuk dilanggar.
Peraturan ada untuk dituruti oleh
Pelanggar.
Halaman 43

 

 

Ada catatan-catatan kaki yang menjelaskan hal-hal tertentu.

 buku

Picture: catatan kaki pada buku

 

Kemampuan Jason Reynolds dalam menulis kumpulan puisi yang membentuk satu cerita diakui banyak reviewer di situs Goodreads maupun Amazon. Tidak heran, sebab Jason Reynolds memang penulis #1 New York Times. Reviewer yang memberikan rating tinggi pada buku ini menyebutkan bahwa meski cerita disusun dari kumpulan puisi, alur cerita, penokohan, dan emosinya tersampaikan dengan baik kepada pembaca. Ada semacam emosi yang gelap dan penuh kemarahan di sepanjang alur cerita. Dan itu semua hanya bisa dilakukan oleh Jason Reynolds sebagai penulisnya.

Beberapa reviewer yang kurang menyukai buku ini memang tidak begitu suka puisi dan menganggap buku ini terlalu cepat selesai, membingungkan, dan kurang memuaskan dari sisi imajinasi.

Saya pribadi menganggap ini karya yang unik karena memang jarang sekali ada cerita yang disusun dari rangkaian puisi. J.R.R Tolkien pernah menulis cerita juga dalam bentuk puisi, judulnya Tom Bombadil. Tapi ceritanya sangat singkat dibanding Long Way Down. Dalam hal rima dan pemilihan kata untuk disusun menjadi puisi, saya lebih menyukai Tom Bombadil karya J.R.R. Tolkien. Namun harus diakui Long Way Down bukan karya biasa.


 

Siapa Jason Reynolds


Jason Reynolds adalah penulis dari Amerika. Ia menulis novel dan puisi untuk genre young adult dan middle-grade. Novelnya yang berjudul Ghost mendapatkan penghargaan sebagai National Book Award Finalist for Young People's Literature.

Jason Reynolds mulai menulis puisi pada usia sembilan tahun. Dia fokus pada puisi selama sekitar dua dekade berikutnya, lalu menerbitkan beberapa koleksi puisi sebelum ia menerbitkan novel pertamanya sendiri, When I Was The Greatest, pada tahun 2014. Ia memenangkan Coretta Scott King / John Steptoe Award kategori New Talent untuk karya pertama prosanya dan tujuh novel lainnya dalam empat tahun berikutnya, termasuk Ghost (2016) dan dua buku lagi yang menjadi seri larisnya di New York Times, Patina (2017) dan Sunny (2018); As Brave As You (2016) memenangkan Kirkus Prize pada tahun 2016, NAACP Image Award for Outstanding Literary Work for Youth/Teen pada tahun 2017, dan Schneider Family Book Award tahun 2017.

Reynolds kembali menulis puisi ketika menulis buku Long Way Down (2017), sebuah novel dalam syair yang mendapatkan penghargaan Newbery Honor book, a Printz Honor Book, dan best young adult work by the Mystery Writers oleh America's Edgar Awards. Buku ini juga finalis pada NAACP Image Award untuk kategori Outstanding Literary Work for Youth/Teens.

Long Way Down bercerita tentang seorang anak berusia 15 tahun yang melihat saudaranya ditembak hingga mati. Ini mengingatkan Reynolds pada pengalamannya sendiri yang memiliki seorang teman yang dibunuh ketika Reynolds berusia 19 tahun. Reynolds tergerak untuk menulis buku tersebut karena kunjungannya ke pusat-pusat penahanan remaja, di mana dia sering bertemu dengan anak-anak yang terjebak dalam lingkaran kekerasan yang, dalam keadaan yang sedikit berbeda, mungkin menjadi terjadi pada dirinya sendiri.

Bibliography
·         Let Me Speak-- (2001)
·         SELF with Jason Griffin (2005)
·         My Name Is Jason. Mine Too.: Our Story. Our Way. with illustrations by Jason Griffin (2009)
·         When I Was The Greatest (2014)
·         The Boy in the Black Suit (2015)
·         All American Boys with Brendan Kiely (2015)
·         As Brave as You (2016)
·         Ghost (Track Book #1) (2016)
·         Patina (Track Book #2) (2017)
·         Miles Morales: Spider-Man, with illustrations by Kadir Nelson (2017)
·         Sunny (Track Book #3) (2018)
·         Long Way Down (2018)
·         For Every One (2018)

Buku ini mendapatkan rating 4.38 di situs Goodreads dan 4.8 di situs Amazon.

 

Rekomendasi
Buku ini saya rekomendasikan pada pembaca remaja dan dewasa yang menyukai puisi atau mencari novel unik yang disusun dari sekumpulan puisi, dengan topik kekerasan lingkungan pergaulan remaja dan jalanan. Alur cerita dalam puisi maju dan mundur. Buku ini disertai sedikit ilustrasi gambar. Ending tertutup. Beberapa bagian cerita mengajak pembaca untuk merenung dan cerita di buku ini memang memiliki pesan tersendiri, yakni pilihan ada di tangan kita.


My Rating: 4/5

 

 

 

 

Review Buku Jalan Masih Panjang (Long Wa…

04-11-2018 Hits:65 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Jalan Masih Panjang - Long Way Down Penulis : Jason Reynolds Jenis Buku : Young Adult – Puisi - Fiksi Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman :  320 halaman Dimensi Buku...

Read more

Sebuah Review untuk Streetcoffee Blitar

21-10-2018 Hits:149 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Ini bukan kali pertama saya menggenal brand kopi Streetcoffee Blitar. Sekitar 2 tahun lalu saya juga sudah mencicipi kopi-kopi produksi Streetcoffee Blitar dalam beberapa varian.     Jadi, ketika Oktober tahun ini saya...

Read more

Review Buku The Underground Railroad - C…

19-10-2018 Hits:146 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : The Underground Railroad Penulis : Colson Whitehead Alih Bahasa : Airien Kusumawardani Disain Sampul : Erson Jenis Buku : Fiksi Sejarah / Fiksi Sastra Penerbit : Elex Media Computindo Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman :  344...

Read more

Review Buku Kisah-Kisah dari Negeri Penu…

17-10-2018 Hits:122 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Kisah-Kisah dari Negeri Penuh Bahaya Tales From The Perilous Realm Penulis : J.R.R Tolkien Jenis Buku : Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2015 Jumlah Halaman :  464 halaman Dimensi Buku :  20 cm Harga :...

Read more

Review Buku The Rosie Effect - Graeme Si…

10-10-2018 Hits:276 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : The Rosie Effect Penulis : Graeme Simsion Jenis Buku : Non Fiksi – Romance Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Januari 2018 Jumlah Halaman :  464 halaman Dimensi Buku :  13.5 x 20 cm Harga...

Read more

Owsa, Hijab Nyaman dan Trendi

04-10-2018 Hits:256 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Ini judul sejujurnya ga muluk-muluk. Believe it or not, untuk urusan hijab, saya merasa diri saya sebagai seseorang yang cukup konservatif, bahkan bisa dibilang kurang up date. Mungkin juga karena secara karakter...

Read more

Review Buku My Absolute Darling - Gabrie…

01-10-2018 Hits:274 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : My Absolute Darling Penulis : Gabriel Talent Jenis Buku : Novel thriller - fiksi Penerbit : Riverhead Books Tahun Terbit : Agustus 2017 Jumlah Halaman :  432chalaman Dimensi Buku : 22.86 x 16.00 x 3.56 cm Harga...

Read more

Review Buku Who Says You Can't Do? You D…

24-09-2018 Hits:300 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Who Say You Cant Do? You Do Penulis : Daniel Chidiac Jenis Buku : Non Fiksi – Self Improvement Penerbit : Harmony Tahun Terbit : Januari 2018 Jumlah Halaman :  368 halaman Dimensi Buku :  20.32 x...

Read more

Review Buku Rainbirds - Clarissa Goenawa…

12-09-2018 Hits:492 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Rainbirds Penulis : Clarissa Goenawan Jenis Buku : Novel - Fiksi Sastra Penerbit : Gramedia Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman :  400 halaman Dimensi Buku :  20 cm Harga : Rp. 89.000 ISBN : 9786020379197 Edisi...

Read more