EMail: dianafitridipi@gmail.com

Judul : The Language of Thorns Midnight Tales and Dangerous Magic

Penulis : Leigh Bardugo

Ilustrator : Sara Kipin

Jenis Buku : Non Fiksi - Dongeng

Penerbit : Imprint       

Tahun Terbit : 2017

Jumlah Halaman :  288 halaman

Dimensi Buku : 23.62 x 15.75 x 2.54 CM

Harga : Rp. 270.000

Edisi Bahasa Inggris

#1 New York Times - Bestselling Author

Available at Periplus Setiabudhi Bandung Bookstore (ig @Periplus-setiabudhi)

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Enam cerita dongeng ada di dalam buku ini.

1. Ayama and The Thorn Wood

Cerita tentang sebuah kerajaan yang Rajanya mengasingkan putra mahkotanya karena fisiknya yang menyeramkan. Lalu Ayama, anak kedua dari pasangan suami istri yang hidup sederhana di desa, yang juga tak secantik kakaknya, diperlakukan lebih seperti pembantu daripada seorang anak. Ketika desa-desa di kerajaan tersebut diteror oleh kematian dan rusaknya ladang-ladang kebun sumber pangan, semua menyalahkan monster itu sebagai penyebabnya.

Tidak ada yang berani menghadapi monster tersebut. Ayama diutus untuk menemui sang monster, untuk bernegosiasi. Sang monster memberi syarat pada Ayama, jika ia bisa menceritakan padanya suatu kisah yang bisa membuatnya merasakan emosi selain benci atau marah, maka ia akan melepaskan Ayama dan mengabulkan permintaannya. Dapatkah Ayama menyampaikan kisah seperti yang diminta? Atau ia akhirnya mati ditangan monster tersebut?

2. The Too-Clever Fox

Rubah itu sangat cerdik. Ia sudah pernah lolos beberapa kali dari bahaya karena otaknya yang cerdik itu. Hingga kali ini hutan dalam bahaya, karena ada pemburu yang sangat lihai sedang mengintai mereka semua. Pemburu yang kedatangannya tak terendus baunya, tak ada jejaknya, tak terdengar suaranya. Satu per satu hewan-hewan perkasa di hutan terbunuh. Maka sang rubah pun turun tangan. Hanya saja kali ini apa yang ia lihat tidak seperti yang ia duga. Dapatkan sang rubah menyelamatkan teman-temannya dari si pemburu? Bahkan kali ini kecerdikannya hampir tiada guna.

3. The Witch of Duva

Penyihir di dalam hutan itu kelihatannya baik, meski ia tak pernah menunjukkan kehangatan lebih untuknya. Setidaknya ia jauh lebih menyukai penyihir itu daripada ibu tirinya. Ayahnya jelas-jelas sudah jatuh diperdaya oleh perempuan itu. Belum lagi ada banyak anak perempuan yang hilang di desa. Tinggal bersama penyihir di hutan jauh lebih aman. Tapi ia rindu rumahnya, rindu pada ayahnya. Apa yang akan terjadi jika ia pulang ke rumah? Apa yang terjadi pada anak-anak perempuan yang hilang di desa mereka?

4. Little Knife

Seorang laki-laki yang tak punya kepandaian, keberanian, dan kecerdikan, tapi sangat beruntung karena memiliki teman berwujud air yang dapat ia ajak bicara seperti manusia, jatuh cinta pada gadis tercantik yang pernikahannya disayembarakan oleh ayahnya. Dapatkah ia mengalahkan semua peserta sayembara dan menikahi si gadis? Cara apakah yang akan ia tempuh untuk bisa memenuhi syarat sayembara tersebut? Kisah dengan akhir yang tak terduga, dengan pesan moral sebagai penutupnya.

5. The Soldier Prince

6. When Water Sang Fire

Author's Note

Dua dongeng terakhir tidak akan saya ceritakan sedikitpun di sini ya ?, agar teman-teman bisa mencari tahu sendiri dengan membaca bukunya langsung.

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

Bisa dibilang ini buku dengan disain cover dan ilustrasi yang paling saya sukai di tahun 2017 ?. Saya tahu saya subjektif, memang sejak kecil saya suka buku dongeng, dan jatuh cinta pada ilustrasinya yang menawan. Buku yang saya baca adalah edisi hardcover dengan model sampul terpisah. Huruf-hurufnya timbul, bahan kertasnya kasar nyaris berserat seperti kain, dan perpaduan warna gelapnya dengan biru muda dan emas terang jelas memanjakan mata saya si pecinta ilustrasi jaman lampau ?.

Sungguh tepat pilihan disain dan warnanya dengan isi dongeng yang bernuansa gelap, agak mencekam, berbahaya, tapi kok ya memikat hati. Bahkan jika kita lepaskan kertas covernya dan melihat ke bagian depan-luar buku ini, kita masih saja akan dimanjakan dengan ilustrasi yang lain lagi. Siapa sih ilustrator buku ini? Oh Sara Kipin. Cepat-cepat saya catat nama tersebut di dalam ingatan saya ??.

Halaman berikutnya dan berikutnya lagi juga masih sama indahnya. Kertas yang berwarna, model huruf yang meliuk-liuk seperti tanaman sulur yang merambat di kastil kastil kuno, amboi ini dia tipe buku dongeng yang lama tak saya temui sejak terakhir saya membacanya sewaktu saya masih kecil. Hati saya jadi terasa hangat mengingat itu semua ?.

Di sepanjang halaman selalu ada ilustrasinya dan di tiap akhir dongeng akan ada dua halaman penuh bergambarkan subjek dan topik dongeng yang baru saja diceritakan. Kertasnya terasa tebal dan licin, bukan seperti kertas buku novel (paperback), serta tidak ada satu halaman pun yang tak berwarna. 

Lalu ada gambar peta di halaman akhir buku. Peta apakah itu? Peta itu ada kaitannya dengan dongeng-dongeng yang telah diceritakan. Kita semua tahu, Leigh Bardugo memang menciptakan "dunia" khusus untuk cerita-ceritanya. Silakan teman-teman perhatikan petanya lalu menyimpulkannya sendiri ya ?.

Tokoh dan Karakter

Bagian lain yang juga memikat dari buku ini adalah permainan tokoh beserta karakternya yang tidak semudah itu untuk ditebak, kecuali kita baca ceritanya hingga akhir. Yang di awal terlihat baik, bisa jadi malah jahat, yang kelihatannya kejam malah sebenarnya melindungi. Tapi ada juga yang digambarkan di awal sebagai si cantik nyatanya memang cantik. Tokoh-tokohnya tak cuma manusia, tapi ada juga hewan-hewan, duyung, bahkan boneka kayu. Yang pasti, Leigh Bardugo mengolah tokoh dengan karakter tergelap yang pernah ada. Tak heran sub judul buku ini bertuliskan Midnight Tales and Dangerous Magic.

 

Alur dan Latar

Ini dongeng original, dengan alur yang cantik, menggelitik, tidak umum, dan punya gaya. Membaca The Language of Thorns membawa saya pada dunia yang berbeda, dunia dongeng-dongeng kerajaan dan putra mahkotanya, desa-desa jaman lampau, lautan dan pantai, hutan dan sungai, rumah penyihir, pesta-pesta minum, dan masih banyak lagi. 

Memang benar bahwa dongeng-dongeng Leigh Bardugo ini banyak mengingatkan saya pada dongeng-dongeng terkenal dunia. Raja yang jahat, kisah duyung, hewan di hutan yang cerdik, boneka prajurit, kue jahe, penyihir di hutan, dan sayembara untuk si gadis cantik rasanya memang ada di dongeng-dongeng sebelumnya. Sepertinya Leigh Bardugo memang terinspirasi dari mitos, legenda, hikayat, dan dongeng-dongeng ternama. Namun, yang menjadi pembeda di sini adalah alur ceritanya yang pada akhirnya membuat dongeng Leigh Bardugo tetap terasa original.

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Bisa dipastikan saya sangat menyukai tiap hal dalam buku ini. Tapi dari sisi tulisan, saya mencatat beberapa hal lain yang tak kalah berkesannya.

Apalah artinya dongeng tanpa pesan di dalamnya. Saya selalu berharap di balik cerita yang penuh fantasi itu, ada nilai moral yang tersembunyi. Pakemnya dongeng memang begitu. Mungkin ini semua hanya pendapat pribadi saya juga ?, jadi ketika saya menemukan pesan-pesan tersebut, saya segera membuat catatan. Beberapa pesan tersebut adalah sebagai berikut:

Pesan pertama di salah satu dongeng di buku ini adalah tentang kehampaan,

"Emptiness cannot be banished, and so some days we wake with the feeling of the wind blowing through, and we must simply endure it as the boy did."

Page23

 

tentang kebebasan,

Koja darted forward and nudged her trembling hand once with his muzzle, then slipped back into the wood. "Freedom is a burden, but you will learn to bear it. Meet me tomorrow and all we be well."

Page 69

 

atau dongeng lainnya justru mengingatkan saya tentang kebodohan dan kedangkalan cara berpikir.

If you are lucky, you will find your friends again. They will put you on the back and soothe you with their laughter. But as you leave  that dark gap in the trees behind, remember that to use a thing is not to own it. And should you ever take a bride, listen closely to her questions. In them you may hear her true name like the thunder of a lost river, like the sighing of the sea.

Page 139

 

Siapa Leigh Bardugo

Leigh Bardugo adalah #1 New York Times - Bestselling Author untuk novel fantasi dan ia juga adalah pencipta Grishaverse. Dengan lebih dari satu juta eksemplar terjual, Grishaverse-nya terdapat di sepanjang karya-karyanya, mulai dari buku Shadow and Bone Trilogy, the Six of Crows Duology, dan The Language of Thorns - serta akan lebih banyak lagi terdapat di buku-buku selanjutnya. Cerpennya dapat ditemukan dalam berbagai antologi yang termasuk ke dalam Some of the Best from Tor.com dan The Best American Science Fiction and Fantasy 2017. Karya-karyanya yang lain adalah Wonder Woman; Warbringer dan Ninth House. Leigh lahir di Yerusalem, dibesarkan di Los Angeles, lulus dari Universitas Yale, dan memiliki pengalaman bekerja di bidang periklanan, jurnalisme, dan bahkan makeup serta efek khusus. 

Siapa Sara Kipin

Sara Kipin adalah ilustrator yang terkenal dengan karya fantasinya yang menggambarkan karakter feminin yang kuat. Gayanya terinspirasi oleh animasi awal dan lukisan romantis. Sara merupakan lulusan seni di Maryland Institute College.

 

The Language of Thorns mendapatkan 4,52 poin di Goodreads dan 5 bintang di Amazon.

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan untuk pembaca usia remaja dan dewasa yang menyukai cerita dongeng, yang berharap pada kisah dengan akhir yang tak usah selalu bahagia asalkan penuh makna, yang ingin menyimak dongeng original, dengan alur yang baik serta proporsional, yang cinta pada buku dengan disain dan ilustrator yang indah serta mengena sesuai topik cerita, yang ingin berfantasi bebas tentang kerajaan, putra mahkota, gadis cantik, hutan berbahaya, penyihir, berikut kecerdikan tokoh-tokoh ceritanya dalam menyelesaikan konflik, serta masih banyak lagi.

Sesuai seperti subjudul bukunya, yakni "Midnight Tales and Dangerous Magic" maka demikianlah kisah dongeng buku ini terasa. Penghianatan, pengorbanan, balas dendam, dan cinta, menjadi bagian yang nyata ada pada tiap dongengnya.

 

Review Buku Jalan Masih Panjang (Long Wa…

04-11-2018 Hits:131 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Jalan Masih Panjang - Long Way Down Penulis : Jason Reynolds Jenis Buku : Young Adult – Puisi - Fiksi Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman :  320 halaman Dimensi Buku...

Read more

Sebuah Review untuk Streetcoffee Blitar

21-10-2018 Hits:211 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Ini bukan kali pertama saya menggenal brand kopi Streetcoffee Blitar. Sekitar 2 tahun lalu saya juga sudah mencicipi kopi-kopi produksi Streetcoffee Blitar dalam beberapa varian.     Jadi, ketika Oktober tahun ini saya...

Read more

Review Buku The Underground Railroad - C…

19-10-2018 Hits:212 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : The Underground Railroad Penulis : Colson Whitehead Alih Bahasa : Airien Kusumawardani Disain Sampul : Erson Jenis Buku : Fiksi Sejarah / Fiksi Sastra Penerbit : Elex Media Computindo Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman :  344...

Read more

Review Buku Kisah-Kisah dari Negeri Penu…

17-10-2018 Hits:178 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Kisah-Kisah dari Negeri Penuh Bahaya Tales From The Perilous Realm Penulis : J.R.R Tolkien Jenis Buku : Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2015 Jumlah Halaman :  464 halaman Dimensi Buku :  20 cm Harga :...

Read more

Review Buku The Rosie Effect - Graeme Si…

10-10-2018 Hits:362 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : The Rosie Effect Penulis : Graeme Simsion Jenis Buku : Non Fiksi – Romance Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Januari 2018 Jumlah Halaman :  464 halaman Dimensi Buku :  13.5 x 20 cm Harga...

Read more

Owsa, Hijab Nyaman dan Trendi

04-10-2018 Hits:313 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Ini judul sejujurnya ga muluk-muluk. Believe it or not, untuk urusan hijab, saya merasa diri saya sebagai seseorang yang cukup konservatif, bahkan bisa dibilang kurang up date. Mungkin juga karena secara karakter...

Read more

Review Buku My Absolute Darling - Gabrie…

01-10-2018 Hits:340 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : My Absolute Darling Penulis : Gabriel Talent Jenis Buku : Novel thriller - fiksi Penerbit : Riverhead Books Tahun Terbit : Agustus 2017 Jumlah Halaman :  432chalaman Dimensi Buku : 22.86 x 16.00 x 3.56 cm Harga...

Read more

Review Buku Who Says You Can't Do? You D…

24-09-2018 Hits:364 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Who Say You Cant Do? You Do Penulis : Daniel Chidiac Jenis Buku : Non Fiksi – Self Improvement Penerbit : Harmony Tahun Terbit : Januari 2018 Jumlah Halaman :  368 halaman Dimensi Buku :  20.32 x...

Read more

Review Buku Rainbirds - Clarissa Goenawa…

12-09-2018 Hits:557 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Rainbirds Penulis : Clarissa Goenawan Jenis Buku : Novel - Fiksi Sastra Penerbit : Gramedia Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman :  400 halaman Dimensi Buku :  20 cm Harga : Rp. 89.000 ISBN : 9786020379197 Edisi...

Read more