Translate - Language

id Indonesian zh-CN Chinese (Simplified) nl Dutch en English tl Filipino fr French de German it Italian ja Japanese ko Korean ms Malay th Thai

Review Buku Sihir Perempuan - Intan Paramaditha

Published: Thursday, 05 October 2017 Written by Dipi

 

Judul : Sihir Perempuan

Penulis : Intan Paramaditha

Jenis Buku : Kumpulan Cerpen

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : April 2017 (Pernah diterbitkan oleh Kata Kita pada 2005)

Jumlah Halaman : 366 halaman

Harga : Rp. 65.000

Penghargaan 5 Besar Khatulistiwa Literary Award (Kusala Sastra Khatulistiwa) Tahun 2005

 

  

Sekelumit Tentang Isi

Pemintal Kegelapan

Kisah tentang hantu wanita yang jatuh cinta pada seorang manusia. Tapi laki-laki itu kemudian meninggalkannya pergi. Hantu wanita itu lalu pergi menyendiri untuk memintal pakaian untuknya. Hanya saja bahan yang dipintal bukan lah benang. Aku mendengar cerita ini dari ibu saat aku masih kecil dan menanyakan apa yang ada di dalam loteng. Di sana lah tempat ia sedang memintal.  Siapakah hantu wanita itu? Apakah benar cerita ibu?

Vampir

Tentu saja bosku yang playboy itu selalu berkencan dengan banyak wanita. Semua wanita cantik tampaknya tidak ada yang lolos darinya. Hingga ia kemudian menawarkan diri untuk mengajakku pergi berdua, lalu mengantarku pulang. Yang ia tidak tahu cuma satu, aku bukan wanita biasa dan tak sepolos yang tampak.

Perempuan Buta Tanpa Ibu Jari

Orang-orang tahunya Larat lah yang menderita karena kami siksa. Ibu kami yang merupakan ibu tirinya pun mendapat tuduhan yang sama. Tapi itu terjadi bukan tanpa alasan. Larat perempuan berbudi yang pandai memanipulasi, hingga semua lebih sayang pada Larat, termasuk ayah. Ketika ayah meninggal, tentu saja kami membalikkan keadaan. Itu lumrah kan (?). Dan Pangeran pun kemudian mengundang semua gadis untuk datang ke pestanya. Pangeran sedang mencari calon istri. Kami kunci Larat di rumah, dan kami pergi ke pesta. Kami tak tahu Larat punya ibu peri yang memberinya sepatu kaca. Akankah kisah ini berakhir sama dengan dongeng Cinderella?

Mobil Jenazah

Aneh sekali, mobil itu selalu seperti sedang menungguku. Supirnya yang seorang pria setengah baya berwajah kaku tersenyum aneh dan bahkan beberapa kali menawariku tumpangan. Itu membuatku sangat ketakutan. Kenapa selalu ada mobil itu, mobil jenazah yang sama? Aku tidak mengerti. Aku yang seorang wanita sukses dengan kehidupan yang sempurna ini selalu membuat orang lain iri. Padahal aku pun menyimpan rahasia yang mereka tak pernah tahu.

Pintu Merah

Ketika ayah sakit, cuma aku anak yang merawatnya. Aku adalah satu-satunya anak perempuan ayah yang juga merupakan anak terakhir. Kakak-kakakku hanya memberikan uang untuk biaya pengobatan dan perawatan ayah, serta memberiku uang sebagai kompensasi telah merawat ayah. Sampai suatu ketika aku menemukan sebuah pintu merah di belakang rumah. Sumur di dalamnya terlihat gelap dan pekat. Ada sesuatu di sana. Tapi aku tak kuasa untuk tidak kembali, lagi dan lagi. Hingga suatu hari, akan kah aku bisa keluar dari pintu itu?

Mak Ipah dan Bunga-Bunga

Bunga-bunga Mak Ipah cantik sekali. Orang-orang menyebut Mak Ipah aneh, bahkan gila. Tapi setelah aku mengobrol dengannya, aku merasa tak ada yang gila dari diri Mak Ipah. Hingga suatu ketika aku tahu cerita di balik bunga-bunga itu. Sebuah cerita pembunuhan yang hanya aku saja yang tahu.

Misteri Polaroid

Hantu wanita mati terbakar yang ada di studio itu mulai mengganggu. Tiap kali pemotretan ada saja ulahnya untuk membuat kami kesal, terutama fotografer utama sekaligus pemilih studio. Tentu saja tak ada yang benar-benar percaya kisah itu. Kecuali aku, yang kemudian mengetahui cerita yang sebenarnya.

Sejak Porselen Berpipi Merah itu Pecah

Bukan cuma manusia yang punya perasaan, kucing dan boneka perempuan yang terbuat dari porselen itu pun bisa. 

Sang Ratu

Legenda Sang Ratu bukan isapan jempol. Jika berhasil menguasai Sang Ratu, maka kekayaan dan kekuasaan akan berada di tangan. Tapi sebaliknya, jika salah langkah sedikit saja, hidup akan hancur seketika.

Untuk cerpen Jeritan Dalam Botol dan Darah, saya sengaja tidak menceritakannya ya, teman-teman silakan membaca sendiri bukunya.

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

 

Pilihan covernya terasa agak menyeramkan ya 😁. Didominasi dengan warna merah dan hitam, lalu ada gambar seorang wanita dengan cincin tengkorak yang sangat tereskpos. Menurut saya disain ini sangat sesuai baik dengan judul maupun isi. Bukunya tidak tebal, dan ukurannya tidak besar. Cocok untuk jenis buku sekali baca, yang biasanya saya pilih untuk dibaca pada saat menunggu antrian, atau dalam perjalanan di bis, pesawat terbang, dan kapal laut.

Yang menarik adalah adanya ilustrasi gambar di tiap bab yang bertema sesuai dengan isi cerpen. Gambar-gambar dengan nuansa kelam membuat kita yang melihat seketika merasa "horor" 👻.

Picture : Ilustrasi tiap cerpen sesuai sekali dengan judul dan isi ceritanya

 

Tokoh dan Karakter

Semua cerpen mengangkat tokoh wanita dengan latar belakang dan karakter yang berbeda. Memang sudah disebutkan dalam sinopsis buku bahwa Sihir Perempuan sebenarnya bercerita tentang perempuan yang bisa menjadi apa saja: ibu, anak, karyawati yang baik, hingga boneka porselen. Hanya kisah para perempuan tersebut bukan kisah yang indah, melainkan terpintal oleh kegelapan yang dibawakan Intan dalam perspektif feminis.

 

Alur dan Latar

Meski ini cerpen, saya kadang merasa alurnya kadang mundur dan kadang maju. Tapi tidak bisa disebut benar-benar mundur karena ini bukan novel. Latarnya beragam, mulai dari sebuah desa di Sumatera, kamar kos di kota, hingga hotel dan rumah biasa. Deskripsi latarnya mencukupi. Teman-teman akan bisa mengimajinasikannya dengan baik.

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Saya mengenal tulisan karya Intan Paramaditha untuk pertama kali saat membaca buku Kumpulan Budak Setan yang ia tulis bersama Eka Kurniawan dan Ugoran P. Dari situlah awal keterpikatan saya pada penulis unik yang satu ini. Makanya ketika buku Sihir Perempuan dicetak oleh Gramedia, saya langsung memasukkannya ke dalam list review buku-buku di blog saya.

Baca juga: "Review Buku Kumpulan Budak Setan"

 

Tentu saja ternyata buku Sihir Perempuan bukan buku horor. Ya sih, cerpen-cerpennya memang ada sedikit nuansa tersebut. Tapi ini sebenarnya cerita tentang wanita dengan karakter dan kehidupannya. Pernah baca buku yang berkesan horor tapi berasa sastra? Saya belum. Baru kali ini saya menemukannya di buku Sihir Perempuan.

 

Gaya tulisan tiap cerpennya terasa berbeda, dan tiap cerpen punya ide masing-masing. Maka buku ini terasa memikat, karena ketidaksamaan tersebut jelas menjauhkan pembaca dari rasa bosan.

Di satu cerpen Intan bermain dengan plot yang tak tertebak dan membuat saya jadi berpikir, "ini kisah hantu atau hanya analogi?"

Kutajamkan penglihatanku. Kubawa ingatanku pada masa-masa kami masih menikmati misteri loteng itu, mengucapkan selamat datang pada imajinasi liiar tanpa batas dan malam-malam meringkuk di balik selimut. Tiba-tiba kusadari aku tengah merinding. Aku memang melihat Ibu. Ya, perempuan itu . Rambutnya terurai, wajahnya penuh guratan pedih, matanya nyalang seperti bola api yang menari-nari melumatkan siapa pun yang menatap. Hantu perempuan yang memendam cinta, rindu, sakit, nafsu, amarah, memintal gairah pekat tanpa henti, tanpa selesai.

Halaman 10

 

Di cerpen yang lain Intan menulis dengan gaya tulisan yang melibatkan percakapan dengan suara hati penuh misteri. Ujung cerpennya pun membuat saya menduga-duga apa nasib bos playboy yang sebenarnya. Digigit vampir atau apa?

Lalu ia duduk di kursi rotan konvesionalku, minum segelas air putih. Dibukanya satu kancing kemejanya dan dilonggarkannya dasinya - dasi yang benar-benar salah.

Lihatlah leher laki-laki itu. Sukakah kau pada es krim vanda? Kecap kebekuannya dengan lidahmu dan ia akan lumer dalam mulut.

Aku mendengarnya memanggil namaku. Ia seperti berguman, tapi aku menangkap kata-kata terakhirnya."Sebetulkan kita sudah saling tahu apa yang terjadi."

Halaman 20

 

Intan pun dengan lihai bermain dalam dongeng. Memutar sudut pandang legenda Cinderella dengan alur ciptaannya sendiri. Pernah menonton film Maleficent yang mengangkat dongeng Putri Aurora dalam sudut pandang dan ide cerita yang berbeda? Kalau pernah, ada satu cerpen di buku ini yang mengangkat dongeng dengan cara yang serupa.

Sejak saat itu kami menjadi legenda; Larat perempuan berbudi yang mendapat suami, aku si saudara tiri perempuan bertingkah yang hidup payah. Sejak kejadian itu kami hidup dalam kemisklnan untuk membiayai Ibu yang sakit-sakitan. Ia mati dengan mata terbelalak; masih tak rela menerima cercaan orang sekitar dan kenyataan bahwa kami akan selamanya jadi perawan tua.

Halaman 32

 

Di cerpen berikutnya Intan menyiapkan ending yang mulus. Meski bukan ide yang original, tapi tetap terasa menarik, karena gaya berceritanya yang beralur sangat rapih.

Kutatap dinding lekat-lekat

Maju,

Mundur

Ke kiri

ke kanan-

Tak ada bayangan di sana.

Halaman 46

 

atau teman-teman ingin membaca cerpen yang membingungkan?, contohnya yang kalimatnya saya tuliskan di bawah ini. 

Kini ia tahu. Sumur itu adalah matanya. Tidak ada yang bisa mengukur kedalamannya, tak ada yang memahami apa yang tengah beriak-riak di sana.

Halaman 59

 

Tidak semua cerpennya membuat gamang dan merenung. Nyatanya ada satu kisah yang cukup gamblang untuk disimak, bahkan gaya bahasanya jelas-jelas agak "kejam" dan "mengerikan".

Aku bekerja di malam hari saat kampung ini terlelap. Memotong-motong tubuhnya di bawah sinar petromaks. Sayang ia tak lagi merasakan sakit.

Halaman 74

 

Di atas semuanya, cerpen inilah yang menurut saya paling menonjol. Legenda Sang Ratu Kidul. Klasik, klenik, mistik. Mitos.

Nenggih Kanjeng Ratu Kidul

Ndedel nggayuh nggegana

Umara marak maripih

Sor prabawa lan wong angung Ngeksiganda

Halaman144

Tengadahlah pada Bapa langir, tunduklah pada Ibu bumi.

Halaman 145

Mereka dedemit yang bahu-membahu. Persaudaraan perempuan-peremp;uan halus yang tak terpecahkan.

Halaman 154

 

Memang ada kemungkinan bagi pembaca yang lebih suka cerpen yang sederhana dan mudah dicerna, buku Sihir Perempuan pasti bukan buku favoritnya. Tapi kalau teman-teman adalah pembaca buku sastra, atau pembaca yang suka dengan imajinasi, cerpen yang memberikan kesempatan pada pembaca untuk memiliki perspektif yang berbeda, serta pembaca yang suka berpikir, maka buku Sihir Perempuan adalah salah satu buku yang tepat untuk dibaca.

 

Siapa Intan Paramadhita (?)

Intan Paramadhita lahir di Bandung tahun 1979. Ia seorang pengarang yang juga akademisi. Sihir Perempuan ia terbitkan pada usia 25 tahun, sebelum pergi ke Amerika Serikat untuk melanjutkan sekolahnya. Hingga kini Intan masih di sana, setelah mendapat gelar doktor dari New York University, ia bekerja sebagai dosen kajian media dan film di Macquarie University, Sidney.

Karyanya yang lain adalah kumpulan cerpen horor Kumpulan Budak Setan yang ditulis bersana Eka Kurniawan dan Ugoran Prasad, serta naskah drama Goyang Penasaran. Novel pertamanya yang berjudul Gentayangan baru saja diterbitkan oleh Gramedia di bulan ini (Oktober 2017).

Intan mendapatkan penghargaan Cerpen Terbaik Kompas 2013 untuk karyanya "Klub Solidaritas Suami Hilang". Setelah beberapa cerpennya diterjemahkan dalam bahasa Inggris dan Jerman dalam Spinner of Darkness & Other Tales (2015), kumpulan cerpennya dalam bahasa Inggris akan segera beredar.

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan kepada pembaca yang menyukai buku kumpulan cerpen yang bertopik tidak biasa, ada kesan horornya, alurnya rapih, penuh misteri, ending yang tak tertebak, ide cerita yang segar, serta sedikit bergaya bahasa sastra, dan tentu saja membuat pembaca berpikir dan merenung.

Catatan : tidak ada konten erotis. Ada topik seksual (implisit) dan kekerasan.

 

0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh

Sponsored Post, Job Review, Special Request, Postingan Lomba

Review Buku The Sun and Her Flowers - Ru…

15-11-2017 Hits:98 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Sun and Her Flowers Penulis : Rupi Kaur Jenis Buku : Puisi Penerbit : Andrews McMeel Publishing   Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman : 256 halaman Dimensi Buku : 19.56 x 12.45 x 2.03 CM Harga : Rp...

Read more

Review Buku The Four Tendencies - Gretch…

02-11-2017 Hits:179 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Four Tendencies The Indispensable Personality Profiles That Reveal How to Make Your Life Better (and Other People's Better, too) Penulis : Gretchen Rubin Jenis Buku : Non Fiksi - Humaniora Penerbit...

Read more

Review Buku Asrama - Muhammad Fatrim (Gi…

28-10-2017 Hits:520 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : Asrama Penulis : Muhammad Fatrim Jenis Buku : Novel (Horor) Penerbit : Penerbit Haru Tahun Terbit : Cetakan Pertama September 2017 Jumlah Halaman : 296 halaman Dimensi Buku : 19 cm Harga : Rp. 67.000 ISBN...

Read more

Review Buku

Review Buku Satu Pembohong (One of Us is…

10-11-2017 Hits:214 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Satu Pembohong Judul Asli : One of Us is Lying Penulis : Karen McManus Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman : 408 halaman Dimensi Buku : 20 cm Harga :...

Read more

Review Buku Rahasia Sang Suami (The Husb…

13-10-2017 Hits:342 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Rahasia Sang Suami Judul Asli : The Husband's Secret Penulis : Liane Moriarty Jenis Buku : Fiksi - Novel Terjemahan Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2016 Jumlah Halaman : 496 halaman Dimensi...

Read more

Review Buku Sihir Perempuan - Intan Para…

05-10-2017 Hits:423 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Sihir Perempuan Penulis : Intan Paramaditha Jenis Buku : Kumpulan Cerpen Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : April 2017 (Pernah diterbitkan oleh Kata Kita pada 2005) Jumlah Halaman : 366 halaman Harga...

Read more

Cerita Dipidiff

J.CO Jatinangor Town Square : Duduk Menu…

11-10-2017 Hits:322 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Book blogger juga manusia, yang terkadang tidak ada ide menulis, hilang fokus, pikiran lelah, serta kurang nafsu makan (padahal tadi sarapan sebakul 😅). Teman-teman pernah merasakan keadaan yang seperti itu...

Read more

Giggle Box Jatinangor - Alternatif Tempa…

11-10-2017 Hits:337 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Dulu sekali, tahun lalu tepatnya, saya pernah menulis tentang J.Co di Jatos. Waktu itu saya sedang hamil moonlight dan saat berkunjung ke sana saya cukup antusias untuk datang kembali mengingat...

Read more

Sudut Buku di Transmart Carrefour Cipadu…

08-10-2017 Hits:406 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Mungkin tidak semua orang seperti saya, yang setiap berkunjung ke mall atau supermarket pasti langsung mencari book corner. Tentu saya paling bahagia kalau di sana ada toko bukunya. Tapi jika...

Read more