Translate - Language

id Indonesian zh-CN Chinese (Simplified) nl Dutch en English tl Filipino fr French de German it Italian ja Japanese ko Korean ms Malay th Thai

Sejuta Rasa Kehamilan Pertama

Published: Wednesday, 28 June 2017 Written by Dipi

Mengingat kembali bagaimana sampai ini terjadi benar-benar membuat aku bersyukur. Bagaimana tidak bersyukur, aku telah menikah 7 tahun lebih dan belum juga dikaruniai keturunan, belum lagi ketambahan hasil keputusan medis yang menyatakan bahwa kami kemungkinan kecil untuk punya momongan. Jadi, ketika aku tahu kalau aku hamil, rasanya nano-nano sekali, bahkan seminggu pertama setelah test kehamilan dinyatakan positif, aku dan suami tetap merasa seperti tak percaya. 

 

Awal Kehamilan

Aku sendiri awalnya tidak sadar kalau sedang mengandung. Sebulan pertama kehamilan aku masih pergi ke kantor seperti biasa, berangkat dari rumah pukul 06.30 dan tiba di rumah kembali rata-rata pukul 20.00 WIB, itu belum termasuk aktivitas tambahan seperti panahan atau pergi kesana kemari bersama suami atau teman. Bahkan aku ingat sekali dua perjalanan luar kota yang kulakukan, satu perjalanan seorang diri dari Bandung ke Semarang untuk memberikan training Public Speaking di Universitas Negeri Semarang, dan satu lagi perjalanan berdua suami ke Cilacap mengunjungi bapak ibu mertua dan menziarahi makam kakek dan nenek. Kedua perjalanan tersebut aku lakukan seperti biasanya, tanpa ada keluhan, tanpa ada yang berbeda. Untungnya rencana hiking di daerah Purwokerto belum jadi terlaksana, kebayang kan bagaimana jika itu aku lakukan. Kudengar banyak cerita teman-temanku yang lain yang mengalami keguguran karena tak mengetahui bahwa dirinya sedang hamil sehingga beraktifitas seperti biasa yang ternyata tak baik akibatnya bagi kandungan. 

  

Cermati Siklus Bulanan

Inilah catatan pertama bagi kita yang sedang menunggu kehamilan, terutama jika kedua pasutri sehat-sehat saja dan memang menunggu datangnya momongan. Rajin cek kesehatan dan jika mendapati telat menstruasi maka cepat diperiksa agar kandungan cepat bisa kita jaga. Aku sendiri tidak melakukan itu karena sudah pasrah pada Tuhan, semua tindakan medis kami tak lakukan lagi, bahkan jadwal menstruasi sudah tidak lagi aku catat, tidak seperti dulu waktu 4 tahun pertama masa pernikahan kami. Tiga tahun berikutnya kami habiskan dengan berusaha terus bersyukur dan berbahagia, banyak berdoa, serta bersedekah.

 

Tanda-tanda Kehamilan

Pertengahan bulan Juni adalah bulan Ramadhan. Aku berpuasa seperti biasa, seminggu berjalan tiba-tiba ada bercak darah kutemukan di pakaian dalamku. Kupikir ini tanda aku mau menstruasi seperti biasa, jadi kubatalkan puasa, bahkan sempat bercanda dengan teman kantor soal makan siang bersama sambil sembunyi di sudut ruangan biar tidak ketahuan... hahaha. Tapi selain bercak itu nyatanya tidak ada lagi yang keluar. Kutunggu satu hari tak ada, lalu meneruskan berpuasa. Baru juga mulai puasa kembali bercak itu keluar, kali ini warna merah darahnya lebih segar. Aku yang belum sadar kalau aku hamil tetap saja berpikir bahwa itu tanda aku mau menstruasi. Jadi aku lalu makan siang... batal puasa lagi. Malamnya perutku terasa sakit, persis seperti kalau hendak mestruasi di hari pertama. Begitu tidak nyaman di bagian rahim sampai aku mengurut-urutnya pelan dengan tanganku dan minum air yang hangat untuk meredakan sakitnya. 

 

Ada yang aneh pikirku saat itu. Seumur hidup aku tidak pernah mengalami hal seperti ini, jadwal bulananku lancar seperti biasa. Aku mulai berpikir-pikir mungkinkah aku hamil? Aku baca di banyak literatur bahwa salah satu tanda kehamilan adalah bercak darah di awal kehamilan.

 

Cek Kehamilan dengan Test Pack

Kebetulan sekali salah seorang tetanggaku adalah dokter umum, iseng-iseng paginya kuceritakan apa yang terjadi, lalu beliau menyuruhku membeli alat test pack untuk cek kehamilan. Wah, alat macam apa itu? Kalian sudah pernah dengar belum? Itu loh, alat sederhana yang bisa dibeli di hampir setiap apotik, gunanya untuk mengetes kehamilan dengan hanya mencelupkan alat test pack ke dalam urine. Aku sudah pernah pakai alat ini dulu sekali, bertahun-tahun yang lalu waktu baru-baru menikah, dan sekarang aku sudah lupa lagi. Test pack mengetes kehamilan dengan mengidentifikasi hormon kehamilan (hCG) yang terdapat di dalam urine, digunakan di urine pertama setelah bangun tidur karena urine pertama mengandung kadar hCG paling tinggi.

 

Test pack ada beragam merknya, juga beda-beda harganya, dari yang cuma bentuk batangan dari semacam plastik keras, sampai yang kelihatan rada elit dengan kemasan yang kelihatan mewah, padahal isinya ya begitu saja. Katanya sih harga menentukan tingkat keakuratan, artinya yang puluhan ribu lebih akurat dari yang Rp.10.000 ke bawah. Jenis manakah yang kubeli, tentu saja yang murah... hahaha. Pertimbanganku cuma satu, test pack hanya alat pengecekan awal yang mudah aku jangkau, nanti kalau ada waktu aku akan menyempatkan diri ke dokter kandungan untuk periksa kesehatan rahim secara keseluruhan. Lagipula ada beberapa cerita temanku yang katanya waktu dia memakai tes pack harga mahal malah tidak berhasil, dan kehamilannya diketahui ketika menggunakan test pack yang murah saja. Catatan berikutnya berarti soal test pack ya, test pack tidak harus yang mahal, yang penting kualitas produknya baik, dibeli di apotik resmi, dan tahu cara memakainya.

 

Cerita tentang memakai test pack juga agak lucu. Aku tidak paham apa itu garis dua, bagiku keterangan di bagian belakang kemasan benar-benar kurang jelas di bagian informasi tanda dua garis merah positif hamil. Pegawai apotik hanya wanti-wanti supaya gunakan urine pertama setelah bangun tidur agar identifikasi akurat. Jadi aku cobalah saat bangun waktu sahur. Urine dimasukkan ke dalam kaleng bekas, lalu alat test pack yang berbentuk batangan pipih dimasukkan ke dalam urine tersebut, perhatikan cara pakainya karena tidak semua bagian alat terendam urine, dan jangan terbalik antara bagian atas dan bawah alat test pack mana yang harus menyentuh urine. Setelah itu tunggu selama beberapa menit, baru kemudian diangkat, Mestinya kalo hamil akan ada dua garis merah di alat test pack, ini jelas sekali diterangkan di cara pemakaian produk. Namun sayangnya, aku gagal paham itu garisnya berapa... Hahaha. Lama aku termenung-menung sambil mencoba memahami arti garis-garis tersebut, garisnya membingungkan karena aku tak ingat awal test pack digunakan batas warnanya yang mana, kurasa ini efek bangun tidur dini hari, jadi kesadaran belum begitu penuh.

 

Akhirnya aku foto hasil test pack lalu kukirim ke seorang teman yang sudah berpengalaman dan satu lagi ke saudara iparku yang seorang bidan. Tak lama berselang chat ku dibalas teman, sambil menertawakanku yang gagal paham dia ucapkan selamat karena hasil test packku positif, lalu suruh aku besok paginya segera ke rumah sakit ke dokter kandungan untuk periksa lebih detail. Wow! Kusampaikanlah berita gembira ini kepada suami, yang ternyata ditanggapinya dengan muka datar tak percaya, untungnya dia setuju besok kami ke rumah sakit untuk periksa.

 

Picture : Tanda garis dua berwarna merah pada test pack artinya kehamilan positif

 

Periksa Kehamilan dengan USG

Waktu itu rahimku makin sakit, aku tak kuat jalan lama, berdiri lama juga tak kuasa. Jadi sambil aku menahan sakit kami pergi ke rumah sakit, ikut antri ke dokter kandungan yang pasiennya lumayan banyak. Dokter tanya ada masalah apa, jadi kuceritakan test pack positif dan sekarang mau periksa detail. Jadi aku pun di USG. Sudah pada tahu USG kan ya? Itu loh, bagian perut (rahim) kita diolesi semacam lotion lalu ditempelkan alat deteksi yang kemudian tersambung ke monitor, di monitor kita bisa melihat kondisi rahim kita. Wow, ternyata memang sudah ada sesuatu di sana. Bentuknya seperti kantung kecil. Ada bayinya ga? Ya belum ada, kata dokter baru sekitar 4-5 minggu, jadi janin belum terbentuk. Dokter tidak dapat memprediksi usia kehamilan dengan pasti karena aku tidak ingat kapan terakhir jadwal menstruasiku. Aku tanya pada dokter, "Nanti ada dede bayi nya kan di sana?", yang dijawab dokter dengan formal, "Harusnya ada bu." Yah, aku tahu sebenarnya tidak semua kantung berisi janin, dan untuk kasus seperti aku dan suamiku, ada kemungkinan besar kantung itu tidak berisi janin karena sperma yang membuahi telur tidak berisi kromosom. Tapi meskipun begitu aku tetap senang dan berusaha berpikir positif, kecuali suamiku yang menanggapinya dengan biasa, kurasa beliau tak ingin terlalu bergembira dahulu karena khawatir kecewa. Memang berat bagi kami kalau harus menghadapi pukulan lagi jika memang itu terjadi.

 

 

 

Berdoa Senantiasa

Sampai titik ini manusia memang tidak punya daya upaya. Tidak ada yang bisa kami lakukan selain menunggu apakah kantung akan berisi janin atau tidak. Dokter meminta kami datang kembali 2 minggu berikutnya untuk memeriksakan keadaan kantung tersebut. Jadi, cuma berdoalah yang kami bisa, semoga ada janin lucu di dalam kantung unyu di rahimku. Aku sendiri langsung berhenti bekerja karena kondisi tubuhku semakin melemah dan aku ingin menjaga kandunganku sebaik mungkin. Catatan selanjutnya sudah jelas ya, banyaklah berdoa, senantiasa dan tak ada putusnya. 

 

Ibu Hamil harus Kuat dan Tabah

Selang 2 minggu aku periksa kembali, tentu saja di USG lagi. Tapi USG nya sedikit berbeda. Namanya USG transvaginal. Ada semacam alat deteksi berukuran panjang dengan diameter yg cukup besar, dimasukkan ke dalam alat kelamin ibu hamil, terus terang rasanya sedikit sakit dan menakutkan, tapi ibu hamil harus tabah, yang utama dipikirkan adalah kondisi kehamilannya. Tak lama alat itu bekerja, di monitor terlihat kondisi rahimku terdapat kista kecil yang kata dokter tidak berbahaya, dan kantung yang 2 minggu lalu kosong sekarang sudah berisi janin ukuran super mungil, 0.91 cm saja. Dokter ucapkan selamat dan beri aku beberapa vitamin juga obat penguat kandungan karena keluhan nyeri di rahimku tak kunjung reda. Umur kehamilanku saat itu 6-7 minggu. Catatan periode ini adalah ibu hamil harus tabah, meski sakit, tetap ikuti saran dan tindakan dari dokter, yang penting janin sehat.

 

Picture : Hasil USG 6-7 minggu tampak janin sudah mengisi kantung

 

USG transvaginal dilakukan oleh seorang dokter kandungan untuk memperoleh hasil pemeriksaan yang lebih cepat dan akurat terhadap kondisi pasien. Hanya saja memang pasien kurang merasa nyaman karena dilakukan dengan posisi duduk tertentu dan menggunakan alat periksa berbentuk cocor bebek yang dimasukkan ke dalam alat kelamin untuk dapat melihat jelas rongga vagina serta leher rahim. Kelainan seperti keputihan, radang pada vagina, radang leher rahim, dan lain-lain dapat terlihat jelas dengan pemeriksaan USG transvaginal. USG lewat vagina dapat menjangkau rahim, indung telur dan sekitarnya seingga dapat menilai kelainan lebih baik daripada USG biasa yang lewat perut. USG transvaginal kadang dilakukan di usia kehamilan dini untuk memastikan adanya kantung janin, lokasi kantung, serta usia kehamilan.

 

Test Kesehatan Lengkap jika Perlu

Kami ingin benar-benar merawat kehamilan ini karena sadar kesempatan punya momongan mungkin tidak seperti orang lain, dan kami juga memelihara kucing kesayangan sejak 5 bulan lalu. Jadi di pertemuan kedua dengan dokter, kami langsung ajukan permintaan test kesehatan, mulai dari cek virus toxo, hiv, gula darah, golongan darah, kemampuan pembekuan darah, dan lain-lain. Total biaya test laboratorium mencapai kurang lebih 2 juta. Aku test darah hari itu juga di lab di rumah sakit yang sama, cuma diambil darahnya di lengan oleh pegawai lab dengan menggunakan jarum suntik ukuran sedang, lalu aku disuruh pulang karena hasil test membutuhkan waktu beberapa hari. Catatan : lakukan test kesehatan untuk memastikan kondisi bumil sehat, lebih baik tahu dari awal jika memang ada infeksi virus atau hambatan lainnya, sehingga bisa segera diterapi atau diambil tindakan kesehatan lainnya.

 

Pentingnya Support Suami

Kisah kehamilan tiap orang berbeda-beda. Ada yang kuat saja fisiknya, ada yang betul-betul kepayahan di tri semester pertama (1-3 bulan) sampai harus dirawat di rumah sakit. Aku sendiri cukup kepayahan di 3 bulan pertama karena nyeri di rahim, mual, dan meriang. Kadar gulaku juga tinggi, jadi harus atur asupan makanan dengan hati-hati, di samping itu selera makanku juga tidak baik. Berat badanku turun 1 kg dan naik 1 kg saja di bulan ketiga, padahal berat badanku sebelum hamil tak lebih dari 46 kg saja. Kondisi fisikku melemah dari magrib sampai malam. Tiduran diselimuti 2-3 selimut tebal karena badan tidak enak dan cenderung kedinginan. Semua dilayani suami yang baik hati. Bumil tidak boleh sembarang makan obat, untuk mengurangi keluhan meriang dan lain-lain, suamiku buatkan aku minuman jahe hangat. Catatan : support suami sangat dibutuhkan bumil di masa kehamilannya, bukan cuma melayani ini dan itu, tapi juga perhatian dan ucapan penuh kasih sayang membantu bumil untuk terus gembira dan tabah meski kondisi fisiknya kepayahan. 

 

Biaya Pemeriksaan Kehamilan sampai Melahirkan

Dokter menyuruh kami rutin periksa kehamilan 1 bulan sekali. Setiap kali cek, aku di USG, konsultasi, dapat vitamin dan obat, di total biayanya kurang lebih Rp. 500.000 tiap kali periksa, belum ditambah transportasi dan kadang makan di kantin rumah sakit karena kadang waktu periksa cukup lama dari pagi baru selesai setelah pukul 13.00 WIB. Tidak setiap bumil periksakan diri ke dokter kandungan di rumah sakit, bisa juga cukup di bidan, sehingga biaya lebih murah. Catatan : persiapkan biaya periksa kehamilan sampai melahirkan dengan baik, termasuk biasa persalinan, dan belanja kebutuhan barang-barang bayi dan ibu.

 

Bahan-bahan Alami untuk Obat dan Perawatan Tubuh

Sejak hamil kulit wajahku sangat sensitif, bahkan menginjak bulan kedua kulit wajah merah-merah dan berjerawat kecil-kecil, rasanya pedih dan seperti infeksi. Dokter kandungan sarankan aku untuk konsultasi ke tempat langgananku merawat kulit dan bertanya apakah kosmetik mereka aman untuk bumil. Tapi aku tidak sanggup pergi konsultasi ke sana karena fisikku lemah. Kulit tubuhku juga kering dan gatal. Akhirnya aku cari-cari informasi di internet bagaimana cara mengatasinya. Ternyata mudah sekali, untuk kulit tubuh aku masih bisa pakai baby oil, dan untuk wajah aku gunakan masker mentimun yang diparut, diselingi dengan masker endapan perasan parutan bengkuang, dan air sisa cucian beras digunakan untuk mencuci wajah. Daging lidah buaya yang dioleskan ke kulit wajah juga efektif menyembuhkan iritasi di kulit wajahku. Catatan : gunakan bahan-bahan alami untuk mengatasi berbagai keluhan di kulit selama hamil, selain lebih murah juga lebih sehat tentunya untuk bumil dan si jabang bayi.

 

Kehamilan adalah periode kehidupan yang sangat istimewa, ketika hadirnya buah hati di dalam rahim yang dikandung dalam waktu yang tidak sebentar. Cintanya ayah dan ibu, aku baru benar-benar mengerti ketika aku hamil. Benar-benar patut disyukuri karena nyatanya tidak semua wanita diberi karunia besar seperti ini, sebab aku pun sempat sudah memasrahkan takdir tidak memiliki keturunan sampai akhir. Aku merasa beruntung dan berbangga menjadi seorang ibu. Menjadi ibu berarti belajar jadi pribadi yang lebih kuat, tabah, sabar, penyayang, juga harus terus belajar dan menambah wawasan agar kelak dapat mendidik anak-anaknya dengan baik. Semoga kehamilanku lancar serta sehat, dan kelak anakku menjadi orang yang baik hati, taat beragama, cerdas, serta bermanfaat bagi masyarakat banyak.

 

Aku posting tulisan ini untuk menyemangati semua istri dan ibu yang sedang berikhtiar untuk bisa memiliki buah hati. Semoga segera dikabulkan harapan serta doanya oleh Tuhan dan jikapun belum atau bahkan tidak, maka tak menjadi soal, sebab jalan kebaikan menuju surgaNya bukan hanya dengan menjadi istri atau ibu. Keep your faith until the last.

 

0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh

Sponsored Post, Job Review, Special Request, Postingan Lomba

Review Buku The Language of Thorns -Midn…

30-11-2017 Hits:160 Features Dipi - avatar Dipi

Judul : The Language of Thorns Midnight Tales and Dangerous Magic Penulis : Leigh Bardugo Ilustrator : Sara Kipin Jenis Buku : Non Fiksi - Dongeng Penerbit : Imprint        Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman : ...

Read more

Review Buku Unfuck Yourself - Gary John …

29-11-2017 Hits:313 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : Unfuck Yourself Get Out of Your Head and Into Your Life Penulis : Gary John Bishop Jenis Buku : Non Fiksi - Pengembangan Diri Penerbit : HarperOne Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman :  224 halaman Dimensi...

Read more

Review Buku The Girl Who Takes an Eye fo…

23-11-2017 Hits:314 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Girl Who Takes an Eye for an Eye Penulis : David Lagercrantz Jenis Buku : Novel Penerbit : Quercus Publishing Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman :  368 halaman Dimensi Buku : 15.50 x 23.50 x...

Read more

Review Buku

Review Buku Alang - Desi Puspitasari

07-12-2017 Hits:56 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Alang Penulis : Desi Puspitasari Jenis Buku : Novel Penerbit : Republika Tahun Terbit : Juli 2016 Jumlah Halaman : 289 halaman Dimensi Buku : 135 mm x 205 mm Harga : Rp. 55.000   Sekelumit Tentang Isi Alang sangat mencintai dunia...

Read more

Review Buku Sirkus Pohon - Andrea Hirata

07-12-2017 Hits:50 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Sirkus Pohon Penulis : Andrea Hirata Jenis Buku : Novel Penerbit : Bentang Tahun Terbit : Cetakan Pertama Agustus 2017 Jumlah Halaman :  410 halaman Dimensi Buku : 20,5 cm Harga : Rp. 87.000    Winner General Fiction New York...

Read more

Review Buku Satu Pembohong (One of Us is…

10-11-2017 Hits:584 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Satu Pembohong Judul Asli : One of Us is Lying Penulis : Karen McManus Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman : 408 halaman Dimensi Buku : 20 cm Harga :...

Read more

Cerita Dipidiff

J.CO Jatinangor Town Square : Duduk Menu…

11-10-2017 Hits:612 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Book blogger juga manusia, yang terkadang tidak ada ide menulis, hilang fokus, pikiran lelah, serta kurang nafsu makan (padahal tadi sarapan sebakul 😅). Teman-teman pernah merasakan keadaan yang seperti itu...

Read more

Giggle Box Jatinangor - Alternatif Tempa…

11-10-2017 Hits:615 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Dulu sekali, tahun lalu tepatnya, saya pernah menulis tentang J.Co di Jatos. Waktu itu saya sedang hamil moonlight dan saat berkunjung ke sana saya cukup antusias untuk datang kembali mengingat...

Read more

Sudut Buku di Transmart Carrefour Cipadu…

08-10-2017 Hits:703 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Mungkin tidak semua orang seperti saya, yang setiap berkunjung ke mall atau supermarket pasti langsung mencari book corner. Tentu saya paling bahagia kalau di sana ada toko bukunya. Tapi jika...

Read more