Translate - Language

id Indonesian zh-CN Chinese (Simplified) nl Dutch en English tl Filipino fr French de German it Italian ja Japanese ko Korean ms Malay th Thai

J.Co di Jatinangor Town Square

Published: Wednesday, 28 June 2017 Written by Dipi

 

Kurang lebih sudah 4 bulan aku tak ada aktivitas di luar rumah kecuali kalau sedang periksa ke rumah sakit. Sejak hamil 1 bulan harus pandai jaga diri dan kesehatan, tak boleh lelah-lelah supaya dede bayi sehat pertumbuhannya, selain itu mabok ngidam ternyata asyik juga ya, mulai dari mual, meriang, perut sakit, susah jalan, banyak pipis, dan lain-lain memang membuat ibu yang sedang hamil muda tak berdaya dan ingin disayang-sayang aja bawaannya di rumah... hahaha.

Tapi saat ini kehamilanku sudah 5 bulan, sudah segar loh rasanya, sakit dikit di kaki itu ringan karena maklum sedang menahan beban perut besar berisi bayi unyu. Makanya aku mulai melatih diriku untuk sedikit jalan-jalan di sekitar rumah, belanja, ikut arisan, lihat senam ibu-ibu di perumahan, juga pengajian di masjid terdekat. Kegiatan seperti ini membuatku segar kembali baik tubuh maupun jiwa. Ah senangnya!!! :D #ketawalebar.

Lama tak pergi ke Jatinangor Town Square (Jatos) membuatku agak pangling sedikit dengan perubahannya. Padahal kupikir cuma 4 bulan aku tak ke sana, tapi rupanya banyak yang sudah terjadi. Sebagai contoh, Toko Buku Trisera sekarang tutup, katanya sih akan diganti oleh Gramedia. Jatos memang makin ramai dikunjungi, sepertinya toko buku sekelas Gramedia mulai melirik Jatos jadinya. Lalu ada beberapa tempat makan (baca: tempat nongkrong) yang belum pernah kulihat ada di Jatos sebelumnya. Ada Breadtalk! Wow aku suka sekali breadtalk!, dan akhirnya pandanganku jatuh pada J.Co yang posisinya di deretan depan pintu lobby. Pintar sekali strategi posisinya ya. Dulu kuingat space ini masih kosong dan cuma diisi bangku untuk duduk atau pameran buku musiman. Jatos sendiri sebenarnya bukan mall yang besar.

Dengan total 4 lantai yang jarak dari ujung ke ujung tiap lantainya bisa kita kelilingi tanpa lelah (paling jalan santai 10 menit juga cukup), kadang aku merasa ini mall apa hypermarket sih. Namun karena posisinya yang berdekatan dengan kampus UNPAD, IPDN, ITB, IKOPIN, dan berbagai perumahan, dari awal berdirinya sampai sekarang jelas sekali mall ini berkembang pesat. Kalau kamu mau ke sini, cukup ambil arah lurus dari Cibiru menuju Cileunyi lalu ke Jatinangor. Hanya sekarang ada jalan satu arah begitu sampai di kampus IKOPIN, selepas jalan satu arah itu ambil belokan ke kanan dan Voila! Jatos sudah di depan mata. Alternatif kendaraan umum juga banyak, mulai dari bis TMB, bis DAMRI, angkot gedebage (warna hijau polet merah), dan angkot tanjung sari (warna cokelat) lewat tepat daerah Jatos. Supaya tidak bingung, turun di kampus UNPAD atau IKOPIN lalu tanya ke orang-orang di sekitar, kamu tinggal jalan kaki hitung-hitung olahraga untuk sampai ke Jatos.

Selagi mikir-mikir masalah rute Jatos itu aku celingukan liatin menu-menu J.Co. Duh! lagi ga ingin makan donat. Kusimak isi etalase satunya lagi, nah ada kue-kue yang pas untuk dicemil. Aku pilih Red Velvet Stroberi dan minum teh cammomile hangat untuk santapanku kali itu. Mba J.Co melayani dengan ramah. Senang sekali dilayani dengan ramah ya... hehe. Setelah membayar di kasir aku mencari tempat duduk, aku minta minuman teh ku diantar saja karena aku tak kuat berdiri lama menunggu menu. Kulirik kursi-kursi J.Co untuk mencari posisi yang nyaman. Ada dua set kursi dan meja di depan counter dan kasir mereka, didisain cantik sehingga meskipun kecil dan berdesakan namun tetap nyaman. Sekilas kulirik adakah stop kontak di sana, ternyata tidak ada, jadi tidak kupilih. "Apa saya bisa duduk di dalam ruangan J.Co di sana?," tanyaku pada pegawai J.Co sambil menunjuk area duduk yang lebih eksklusif di seberang etalase mereka. "Oh iya mba, silahkan, nanti teh nya diantar ke sana ya," jawabnya.

Pengunjung tak begitu banyak hari itu, tapi juga tidak bisa dibilang sepi. Aku sudah agak pesimis mendapatkan tempat yang enak sambil bisa charge HP. Kulihat sudah ada beberapa remaja (kuduga mahasiswa) yang asyik duduk ngemil sambil wifi gratis dan hening sendiri di depan laptop masing-masing. "Wah, pasti sudah kehabisan tempat yang ada stop kontaknya nih," batinku. Eh! Tapi ternyata tidak loh! Luar biasa juga nih J.Co. Dia sengaja memberikan tempat khusus yang berupa kursi-kursi berderet, tiap kursi ada stop kontaknya. Aku yang terbiasa nongkrong di tempat makan lain, tadinya hanya berpikir ada beberapa spot saja yang tersedia stop kontak. Tapi ini beda!. Pandainya J.Co mengikuti jaman, kita sekarang sudah sulit lepas dari smartphone dan laptop kita, kemana-mana di bawah, kemana-mana update status dan foto. Budaya nongkrong bareng teman juga makin melekat di kalangan remaja dan dewasa, dan Jatos yang dekat dengan lokasi kampus jelas segmen mereka berada di usia remaja serta anak-anak kuliah yang hobi wifi, dan nongkrong. 

 

Aku sendiri meski sudah merasa tak lagi muda tetap menyukai suasana menulis dan mencari inspirasi dengan cara berkunjung dan berlama-lama di cafe-cafe tertentu. Menyegarkan otak dan membunuh jenuh. Variasi yang menyenangkan ketika sudah tak dapat lagi berpikir saat menulis di rumah. Blogger yang lain pasti juga merasakan hal itu kan ya ... hahaha. Bertemu dengan teman, ngobrol ringan, tukar ide, juga sering dilakukan di kafe-kafe yang bersahabat. Aku rekomendasikan deh J.Co di Jatos. Sejauh ini kulihat oke. Terutama karena stop kontaknya yang banyak itu... hehe.

 

 

Aku yakin sebagian besar dari kalian sudah tau jenis menu yang disediakan oleh J.Co. Ada donat mini dengan berbagai toping dan isi, ada kue-kue yang manis enak salah satunya seperti red velvet yang kupesan ini. Lalu untuk minumnya ada juice, aneka minuman dingin, per-kopi-an, dan teh. Mereka ga sedia minuman mineral, aku sudah tanya dari awal tapi bilangnya tidak menjual jenis minuman tersebut. Harga standard antara 10.000 - 50.000 ke atas. Aku pesan red velvet dan teh cammomile di total jadinya sekira Rp. 50.000. Lalu aku cukup merasa senang juga karena ketika teh pesananku diantar ternyata aku dapat bonus donat mentega yang nikmat. Nah, cobain pesan teh cammomile ya, sebab ada bonus donat free... :D.

 

Hari sudah hampir sore ketika aku pulang. Yes, aku nyaman disini. Nanti kalau ada kesempatan aku mau datang lagi, sambil bawa laptop dan lanjut menulis buku sampai muntah :D. Wifi gratis akses kencang sangat menyenangkan. See you again at J.Co Jatos.

 

 

0
0
0
s2sdefault

Comments   

0 #1 Adi Pradana 2017-07-29 10:03
Asik nih dpt free donat. Dimakan sambil wifi-an gratis super kencang... Wuzzzz... Hehehe.

Salam kenal mbak.

REPLY
Salam kenal juga. Wuzzz.. meluncur BW ke blognya Adi Pradana ah. :)
Eh, ga bs diakses. URL nya udah benar kah?
Quote

Add comment


Security code
Refresh

Sponsored Post, Job Review, Special Request, Postingan Lomba

Review Buku The Language of Thorns -Midn…

30-11-2017 Hits:160 Features Dipi - avatar Dipi

Judul : The Language of Thorns Midnight Tales and Dangerous Magic Penulis : Leigh Bardugo Ilustrator : Sara Kipin Jenis Buku : Non Fiksi - Dongeng Penerbit : Imprint        Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman : ...

Read more

Review Buku Unfuck Yourself - Gary John …

29-11-2017 Hits:313 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : Unfuck Yourself Get Out of Your Head and Into Your Life Penulis : Gary John Bishop Jenis Buku : Non Fiksi - Pengembangan Diri Penerbit : HarperOne Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman :  224 halaman Dimensi...

Read more

Review Buku The Girl Who Takes an Eye fo…

23-11-2017 Hits:314 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Girl Who Takes an Eye for an Eye Penulis : David Lagercrantz Jenis Buku : Novel Penerbit : Quercus Publishing Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman :  368 halaman Dimensi Buku : 15.50 x 23.50 x...

Read more

Review Buku

Review Buku Alang - Desi Puspitasari

07-12-2017 Hits:56 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Alang Penulis : Desi Puspitasari Jenis Buku : Novel Penerbit : Republika Tahun Terbit : Juli 2016 Jumlah Halaman : 289 halaman Dimensi Buku : 135 mm x 205 mm Harga : Rp. 55.000   Sekelumit Tentang Isi Alang sangat mencintai dunia...

Read more

Review Buku Sirkus Pohon - Andrea Hirata

07-12-2017 Hits:50 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Sirkus Pohon Penulis : Andrea Hirata Jenis Buku : Novel Penerbit : Bentang Tahun Terbit : Cetakan Pertama Agustus 2017 Jumlah Halaman :  410 halaman Dimensi Buku : 20,5 cm Harga : Rp. 87.000    Winner General Fiction New York...

Read more

Review Buku Satu Pembohong (One of Us is…

10-11-2017 Hits:584 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Satu Pembohong Judul Asli : One of Us is Lying Penulis : Karen McManus Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman : 408 halaman Dimensi Buku : 20 cm Harga :...

Read more

Cerita Dipidiff

J.CO Jatinangor Town Square : Duduk Menu…

11-10-2017 Hits:613 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Book blogger juga manusia, yang terkadang tidak ada ide menulis, hilang fokus, pikiran lelah, serta kurang nafsu makan (padahal tadi sarapan sebakul 😅). Teman-teman pernah merasakan keadaan yang seperti itu...

Read more

Giggle Box Jatinangor - Alternatif Tempa…

11-10-2017 Hits:615 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Dulu sekali, tahun lalu tepatnya, saya pernah menulis tentang J.Co di Jatos. Waktu itu saya sedang hamil moonlight dan saat berkunjung ke sana saya cukup antusias untuk datang kembali mengingat...

Read more

Sudut Buku di Transmart Carrefour Cipadu…

08-10-2017 Hits:703 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Mungkin tidak semua orang seperti saya, yang setiap berkunjung ke mall atau supermarket pasti langsung mencari book corner. Tentu saya paling bahagia kalau di sana ada toko bukunya. Tapi jika...

Read more