Translate - Language

id Indonesian zh-CN Chinese (Simplified) nl Dutch en English tl Filipino fr French de German it Italian ja Japanese ko Korean ms Malay th Thai

Review Buku Satu Pembohong (One of Us is Lying) - Karen McManus

Published: Friday, 10 November 2017 Written by Dipi

 

Judul : Satu Pembohong

Judul Asli : One of Us is Lying

Penulis : Karen McManus

Jenis Buku : Novel

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : 2017

Jumlah Halaman : 408 halaman

Dimensi Buku : 20 cm

Harga : Rp. 89.000

Edisi Terjemahan

 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Nate, Abby, Bronwyn, Cooper, dan Simon dipanggil ke ruangan Mr. Avery untuk diperiksa dan mendapatkan detensi gara-gara saat razia ditemukan ponsel di tas mereka, padahal peraturan sekolah jelas-jelas melarang hal tersebut. Tentu saja mereka menyangkal, "Ada seseorang yang telah menjebak kami", seru mereka membela diri. Lima orang masuk ke ruangan detensi, tapi di ujung hari yang keluar hanya empat orang. Satu orang meninggal karena serangan alergi yang mematikan, sejenak setelah terjadinya tabrakan tepat di bawah jendela ruang detensi.

Kematian Simon mencurigakan menurut polisi. Obat anti alergi yang biasanya tersedia di ruang kesehatan tiba-tiba kosong persediaannya hari itu. Botol minum yang biasa Simon bawa kemana-mana hilang, sehingga Simon terpaksa minum dari gelas yang tersedia di ruangan. Simon memiliki banyak musuh karena situs About That yang dikelolanya menyebarluaskan gosip yang membuka aib orang-orang.

Berdasarkan analisis situasi, polisi mencurigai orang-orang yang berada di ruangan tersebut sebagai salah satu pembunuh. Siapakah di antara mereka yang melakukannya? Apakah polisi dapat menemukan pembunuh yang sebenarnya?

Sementara itu hidup keempat orang yang berada bersama Simon sebelum kematiannya berubah karena berbagai situasi yang menekan. Apalagi ternyata setelah kematian Simon tampaknya situs About That ternyata tetap berjalan dan menyebarluaskan aib lebih banyak lagi tentang mereka. Nate yang mengedarkan narkoba, Bronwyn yang menyontek saat ujian, Cooper yang menggunakan doping serta Abby yang berselingkuh dengan TJ. Masalahnya, admin yang menulis semua itu di About That tampak seperti orang-orang yang ada di dekat mereka.

Media mulai mengincar Abby, Nate, Bronwyn, dan Cooper untuk diwawancarai dan diekspos. Mereka dicaci maki dan masa depan mereka hancur. Cooper yang tadinya mendapatkan tawaran beasiswa dari banyak universitas kini bahkan terancam keluar dari olahraga yang telah ditekuninya sejak dulu. Beasiswa Yale yang diidam-idamkan Bronwyn pun tidak bisa ia dapatkan karena menyontek bagi siswa teladan tentu fatal akibatnya. Abby dijauhi teman-temannya di sekolah padahal sebelumnya ia berada di kelompok populer. Sedangkan Nate yang hidupnya memang berantakan, menganggap semua ini seperti lelucon, bersikap seolah tak peduli dan pasrah. Apakah mereka semua bisa keluar dari situasi yang menghancurkan hidup mereka ini? Seperti apa ya akhir ceritanya? 

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

 

Cover buku One of Us is Lying edisi terjemahan agak mengejutkan buat saya. Mungkin karena tadinya saya cenderung berekspektasi cover buku terjemahan biasanya terdapat ilustrasi gambar dan bukan cuma disain pada huruf. Biasanya buku impor yang demikian. Tapi pada kenyataannya saya menyukai cover ini, lantaran judulnya yang menggunakan ukuran besar dan secara makna pun sudah membuat penasaran. Sebab pertama kali saya melirik buku ini pun sebenarnya karena judulnya 😁. Apalagi setelah membaca tulisan The New York Times Bestseller.

Waktu saya lihat cover buku impornya ternyata disainnya lebih terkesan seram dibanding cover buku terjemahan. Terasa sekali unsur pembunuhan di dalam cerita. Bahkan terkesan sadis, padahal nyatanya tidak. Bagaimana pun juga urusan disain memang akan selalu kembali pada selera. Saya suka cover versi aslinya, maupun versi terjemahannya.

Picture : cover buku aslinya

 

Tokoh dan Karakter

Abby, Bronwyn, Nate, Connor adalah tokoh-tokoh yang ada di dalam cerita. Abby adalah gadis yang tadinya digambarkan sebagai pribadi yang penurut, tertutup, cantik tapi tidak menarik, kurang peduli kecuali itu berkaitan dengan Jake, ternyata seiring berjalannya cerita berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan mengesankan.

Bronwyn tipikal gadis pintar, cantik, sedikit suka ikut campur urusan orang lain, aktif, dan mandiri juga pribadi yang sebenarnya oke. Kasus pencontekan yang ia lakukan hanya karena ia tergoda dan dilakukan tanpa niat. Connor idola banyak orang, karena ia tampan, atlet berbakat, tidak sombong, dan baik hati, tapi ternyata menyimpan rahasia besar berkaitan dengan kehidupan seksualnya.

Lalu ada pula Simon yang jelas jelas jahat dan sakit jiwa. Menarik juga bahwa Karen memutuskan tokoh dengan karakter antagonis seperti itu yang dijadikan "si mati" dalam cerita. Dan tokoh yang paling saya sukai di cerita ini ternyata jatuh pada Nate, si pengedar narkoba 😂. Kenapa bisa begitu? Yah, teman-teman silakan baca sendiri ceritanya ya. Mungkin kita akan memiliki pendapat yang sama.

Ada beberapa tokoh lainnya yang juga mendapat peran banyak di novel ini selain keempat tokoh di atas, contohnya Jake, Janae, Ashton, dan Maeve. Semuanya memberikan arti bagi alur sehingga bisa terbentuk jalan cerita yang baik dan menarik untuk disimak.

 

Alur dan Latar

Sinopsis yang menarik, awal cerita yang menggigit menurut saya sudah ditemukan pada buku One of Us is Lying. Persis seperti cerita bergenre misteri dan suspense, fakta diungkap oleh penulis satu-persatu. Kepingan puzzle dilemparkan kepada pembaca, membuat saya mulai bertanya-tanya sekaligus menebak-nebak alur cerita. Pada kenyataannya memang ada sedikit masa yang terasa membosankan bagi saya saat Karen melempar kepingan puzzle tersebut, rasanya seperti alur yang melambat, tapi itu tidak lama.

Saya akhirnya memang larut kembali dalam cerita yang ternyata membuka genre baru dalam buku ini 😁. Romance! Iya betul, di buku ini ada kisah cintanya. Dan kisah cintanya meski tak menjadi topik utama namun berhasil menyentuh emosi saya sebagai pembaca. Nice 😊. Alurnya rapih dan proposional. Penjelasan tentang berbagai misteri di akhir buku terasa logis. Action memang tak banyak, jangan berharap adanya aksi heroic berdarah-darah atau adegan sadis pada tokoh psikopat meski memang ada tokoh antagonis yang berkarakter sakit jiwa dalam novel ini.

 

Latar cerita banyak mengambil tempat-tempat di kota lokasi terjadinya pembunuhan. Ada sekolah, rumah sakit, rumah masing-masing tokoh utama, kantor polisi, kantor pengacara, dan lain-lain. Untuk deskripsi latar Karen tentu penulis yang memiliki kemampuan dalam hal tersebut. Latar yang paling saya ingat pada akhirnya adalah rumah Nate yang menyedihkan.

Rumah kami berada di sisi jauh Bayview, tipe rumah peternakan bobrok yang dibeli orang kaya untuk dirobohkan. Kecil dan reyot, hanya ada satu jendela di depan. Cerobongnya rontoh sejak umurku sepuluh. Tujuh tahun kemudian semua yang lain ikut bergabung: cat terkelupas, daun jendela tergantung miring, undakan beton di depan meretak lebar. Halaman kami juga sama parah. Rumputnya hampir selutut dan menguning setelah musim panas yang terik. Aku biasanya memotong rumput, kadang-kadang, sampai aku menyadari mengurus halaman hanya pekerjaan memuang-buang waktu dan tak ada habisnya.

Halaman 56

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Hal pertama yang saya perhatikan dari buku One of Us is Lying adalah ceritanya yang dibagi menjadi tiga bagian, dan judul tiap bagian itu menarik bagi saya. Bagian satu berjudul Simon Berkata, Bagian dua berjudul Petak Umpet, dan Bagian tiga berjudul Jujur atau Berani. Tiap bagian terdiri dari beberapa bab, dan di dalam tiap bab bisa terdapat lebih dari dua sudut pandang penyampaian cerita, kadang Abby, kadang Nate, Cooper, atau Bronwyn.

Agak membingungkan juga awalnya saat membaca di bab pertama karena saya belum memahami alur sama sekali. Tapi setelah dibaca terus, ternyata model seperti ini justru terasa menarik dan tidak membuat bosan, karena saya jadi bisa menyelami apa yang terlintas dalam pikiran dan perasaan berbagai tokoh utama yang terlibat.

Picture : Tiga bagian yang terdiri dari beberapa bab

 

Picture : Dalam satu bab terdapat dua atau lebih sudut pandang penyampaian cerita

 

Selalu menarik minat saya saat di dalam cerita disebutkan beberapa judul buku seperti yang saya kutipkan kalimatnya di bawah ini. Ulysses? Saya belum pernah dengar dan baca buku itu. Setelah saya cari informasinya di Google, ternyata James Joyce memang seorang penulis berpengaruh di abad 20 😊.

Maeve meringkuk di bangku jendela, mengetik di laptop, sedangkan aku menggeletak di ranjangnya dengan Kindle memampangkan Ulysses karya James Joyce. Novel itu berada di urutan pertama dalam daftar 100 Novel Terbaik Modern Libary dan aku bertekad menamatkannya sebelum semester ini berakhir, tapi kemajuanku lamban. Dan aku tak bisa berkonsentrasi. (Bab 5)

 

Beberapa hal di dalam cerita juga membuat saya berpikir dan merenung.

"Cooper," Noony menggenggam tanganku di kedua tangannya yang kecil dan ringkih, diselingi urat nadi biru menonjol. "Keely gadis cantik dan manis. Tapi kalau bukan dia yang kaucintai, artinya memang bukan. Dan itu tidak apa-apa."

Halaman166

# Iya sih, cinta pada akhirnya bukan soal fisik saja. Yang cantik dan tampan belum tentu bisa membuat saya jatuh cinta. Dan tidak apa-apa kan kalau tidak jatuh cinta 😊.

 

Pertahanan yang baik adalah serangan yang baik.

Halaman 221

# Nah, ini filosofi kehidupan yang ada benarnya. Tapi masalahnya adalah serangan yang seperti apa yang bisa disebut sebagai serangan yang baik?

 

Beberapa adegan cerita juga membuat saya larut dalam emosi.

Belum pernah aku merasa terjebak seperti itu seumur hidup. Kupikir aku akan merasa seperti itu lagi di ruang duduknya hari ini, menunggunya untuk kembali mengatakan bahwa aku tidak cukup baik. Namun aku tak merasakan itu, sekarang juga tidak. Untuk pertama kalinya sejak waktu yang sangat lama, aku merasa bebas.

Halaman 239

# Karena cinta yang membutakan, kadang bisa membuat orang sampai melupakan arti kebebasan dan tidak menjadi dirinya sendiri. Hingga akhirnya ia menyadari hal tersebut, meski sebelumnya harus merasakan sakit hati dan kesedihan yang luar biasa.

 

Telepon itu berdengung sebelum aku sampai di luar. Ketika menatap layar dan melihat nomor Bronwyn - walaupun dialah satu-satunya yang pernah meneleponku di ponsel ini - aku merasakan sensasi kelegaan sangat besar. Seakan-akan aku tadi membeku dan seseorang menyelubungkan selimut di tubuhku.

Halaman 253

# Bagian ini terasa sedih sebenarnya. Hidup Nate memang berantakan, dia menjadi brengsek karena harus bertahan hidup. Ia hidup dalam kesepian. Dan tidak ada yang bisa menghangatkan hatinya karena ia takut semua pada akhirnya akan pergi meninggalkannya, seperti ayahnya yang pemabuk, atau ibunya yang pergi pergi ketika ia masih kecil.

 

Membaca buku ini membuat saya juga bertanya-tanya apakah Karen secara pribadi memang mendukung orientasi seksual sesama jenis, khususnya gay, karena penggambarannya yang positif tentang itu di dalam One of Us is Lying. Lalu, sebagai penutup, epilog yang dipilih Karen ternyata memang lebih menegaskan genre yang tadinya tidak begitu terlihat di awal cerita. Mistery, suspense (sejujurnya bagi saya ini lebih mirip suspense daripada thriller), dan romance young adult memang terasa terkombinasi di dalam cerita, tak heran di salah satu situs Karen disebutkan sebagai penulis bergenre fiksi kontemporer 😊.

 

Siapa Karen McManus

Karen M. McManus memiliki hobi menulis sejak masih sekolah, tapi baru setelah menikah dan memiliki anak, ia memutuskan untuk menyelesaikan satu novelnya hingga selesai. Pada kenyataannya One of Us is Lying memang novel debutnya, yang ternyata langsung mendapatkan tanggapan yang sangat positif hingga akhirnya menjadi New York Times Bestseller. Penulis buku beraliran misteri thriller young adult ini berlatar belakang pendidikan di bidang jurnalistik. Thriller atau suspense? Saya cenderung memasukkan novel ini ke genre suspense. Bagaimana menurut teman-teman?

One of Us is Lying memperoleh rating 4 bintang dengan poin 4,06 di situs Goodreads, bahkan Amazon mencatat pencapaian yang lebih baik lagi untuk buku ini, yakni 4,5 bintang. Novel One of Us is Lying juga akan diangkat menjadi TV Series.

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan kepada pecinta novel bergenre misteri dan thriller atau suspense yang tokoh-tokoh ceritanya masih terbilang remaja (young adult), meski jalan cerita romance-nya lebih cenderung masuk kategori dewasa (terdapat sexual content). Membaca buku ini akan membuat kita penasaran akan siapa pelaku pembunuhan yang sebenarnya. Buat pembaca yang menyukai tipe pembunuh sakit jiwa tapi tidak ingin membaca cerita yang mengeksploitasi kesadisan, buku ini sepertinya akan cocok untuk itu.

Pesan positif di dalam buku tentang persahabatan, cinta kasih, dan keluarga menjadi sisi yang baik untuk disimak. Kualitas terjemahannya bagus sehingga kita bisa menikmati jalan cerita dengan baik. Memang ada satu atau dua typo di dalam buku, tapi tidak berpengaruh pada kenyamanan membaca.

Catatan : Untuk pembaca usia dewasa, bukan remaja dan anak-anak. Terdapat sexual content (eksplisit), penggambaran positif terhadap gay, narkoba, dan adegan kekerasan.

 

0
0
0
s2sdefault

Comments   

0 #1 Wahab 2017-11-12 05:20
kayaknya harus beli bukunya, biar biar bisa masuk ke alur cerita,, btw oke lahbuat reviewnya

REPLY
Yang bikin penasaran... siapa sih pelakunya? :D. Terimakasih sudah membaca review saya ya :).
Quote

Add comment


Security code
Refresh

Sponsored Post, Job Review, Special Request, Postingan Lomba

Kenangan Dongeng Tempo Dulu - Indonesia …

18-11-2017 Hits:88 Features Dipi - avatar Dipi

  Halo teman-teman, apa kabar semuanya? Semoga pada sehat wal afiat ya. Yang mau kerja besok, hari ini bersantai dulu lah sejenak, mengumpulkan energi buat seminggu, biar semangatnya membara dan mudah-mudahan...

Read more

Review Buku The Sun and Her Flowers - Ru…

15-11-2017 Hits:125 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Sun and Her Flowers Penulis : Rupi Kaur Jenis Buku : Puisi Penerbit : Andrews McMeel Publishing   Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman : 256 halaman Dimensi Buku : 19.56 x 12.45 x 2.03 CM Harga : Rp...

Read more

Review Buku The Four Tendencies - Gretch…

02-11-2017 Hits:224 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Four Tendencies The Indispensable Personality Profiles That Reveal How to Make Your Life Better (and Other People's Better, too) Penulis : Gretchen Rubin Jenis Buku : Non Fiksi - Humaniora Penerbit...

Read more

Review Buku

Review Buku Satu Pembohong (One of Us is…

10-11-2017 Hits:265 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Satu Pembohong Judul Asli : One of Us is Lying Penulis : Karen McManus Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman : 408 halaman Dimensi Buku : 20 cm Harga :...

Read more

Review Buku Rahasia Sang Suami (The Husb…

13-10-2017 Hits:388 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Rahasia Sang Suami Judul Asli : The Husband's Secret Penulis : Liane Moriarty Jenis Buku : Fiksi - Novel Terjemahan Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2016 Jumlah Halaman : 496 halaman Dimensi...

Read more

Review Buku Sihir Perempuan - Intan Para…

05-10-2017 Hits:458 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Sihir Perempuan Penulis : Intan Paramaditha Jenis Buku : Kumpulan Cerpen Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : April 2017 (Pernah diterbitkan oleh Kata Kita pada 2005) Jumlah Halaman : 366 halaman Harga...

Read more

Cerita Dipidiff

J.CO Jatinangor Town Square : Duduk Menu…

11-10-2017 Hits:365 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Book blogger juga manusia, yang terkadang tidak ada ide menulis, hilang fokus, pikiran lelah, serta kurang nafsu makan (padahal tadi sarapan sebakul 😅). Teman-teman pernah merasakan keadaan yang seperti itu...

Read more

Giggle Box Jatinangor - Alternatif Tempa…

11-10-2017 Hits:390 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Dulu sekali, tahun lalu tepatnya, saya pernah menulis tentang J.Co di Jatos. Waktu itu saya sedang hamil moonlight dan saat berkunjung ke sana saya cukup antusias untuk datang kembali mengingat...

Read more

Sudut Buku di Transmart Carrefour Cipadu…

08-10-2017 Hits:444 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Mungkin tidak semua orang seperti saya, yang setiap berkunjung ke mall atau supermarket pasti langsung mencari book corner. Tentu saya paling bahagia kalau di sana ada toko bukunya. Tapi jika...

Read more