Translate - Language

id Indonesian zh-CN Chinese (Simplified) nl Dutch en English tl Filipino fr French de German it Italian ja Japanese ko Korean ms Malay th Thai

Membuat Shibori

Published: Tuesday, 27 February 2018 Written by Dipi

 

Me time ya shibori time 😁🙌, pasti begitu kata para pecinta shibori. Teman-teman sudah pernah dengarkah tentang shibori? Jujur saja usia saya tahun ini 37, dan saya baru saja mendengar kata "shibori". Duh kemana saja ya saya? 😅. Tapi tak apa jika pun teman-teman sama seperti saya. Justru lewat tulisan ini saya ingin share sedikit pengalaman saya waktu membuat shibori beberapa waktu lalu. 😊

 

Untuk singkatnya, shibori adalah teknik pewarnaan kain dengan cara melipat, melilit, mengikat, lalu mencelupkan kain pada pewarna. Teknik ini berasal dari Jepang berabad-abad yang lalu (abad 8 ).

Waktu belajar membuat shibori, saya cukup terpesona dengan tekniknya yang aduhai beragamnya. Dari berbagai teknik tersebut (di literatur disebutkan ada ratusan jumlahnya) dihasilkanlah banyak sekali motif kain shibori yang cantik-cantik.

Enam macam teknik yang umum dikenal adalah kanoko shibori, miura shibori, kumo shibori, nui shibori, arashi shibori dan itajime shibori. Pada kanoko, kain diikat acak atau dilipat, atau kombinasi keduanya, baru dicelup. Motifnya nanti serupa bercak lingkaran. Pada miura kain diikat dengan benang dengan pola dan kekuatan ikatan yang tida seragam. Pada kumo, kain dilipat, diikat, dan dicelup hingga motifnya menbentuk serupa jaring laba-laba. Nui menggunakan jahitan berpola tertentu. Arashi menggunakan bantuan pipa, kain dililit di pipa, dan motif akhirnya nanti serupa badai yg indah. Pada itajime, kain dijepit di antara 2 potong kayu lalu diikat dan dicelup. Motif akhirnya berbentuk kotak-kotak.

Gara-gara motifnya yang khas mirip batik itulah di Indonesia shibori dikenal juga dengan sebutan batik Jepang. Teknik tye die (ikat celup) yg mendasari shibori juga terdapat pada batik negeri kita, sebut saja batik pelangi dari Palembang, tritik atau jumputan di Jawa dan sasarengan di Banjarmasin.

 

Kain shibori yang kali ini saya buat menggunakan teknik itajime dan kanoko. Satu kain 2 teknik tak apalah ya 😊. Prosesnya sebenarnya cukup sederhana. Kami menggunakan tutup botol dan teknik lipatan segitiga untuk shibori kami. Tak lupa karet-karet gelang digunakan untuk mengencangkan si tutup botol dan lipatan-lipatan tadi. Karet tersebut nanti akan memberikan motif tertentu juga pada kain. Bersama Bu Neneng, saya melipat dan mengikat kain tersebut dengan seksama. Bu Neneng sudah memiliki banyak pengalaman membuat shibori. Saya senang sekali beliau hari ini bisa datang untuk membuat shibori bersama. Terimakasih bu guru 😘.

 

Picture : proses mengikat dan melipat

Setelah beres proses ikat mengikat, maka tibalah saatnya untuk mewarnai kain. Bahan pewarna indigo dilarutkan ke dalam air dan campurkan larutan air garam. Setelah diaduk rata, kain kita celupkan pada bahan pewarna tersebut. Gunakan ember-ember kecil, atau kaleng bekas untuk proses mencelup. Sisa bahan pewarna bisa disimpan untuk project shibori lain hari 😊. Kita bisa gunakan sarung tangan agar tangan kita tidak terkena bahan pewarna, tapi jika pun tidak maka tak mengapa. Cukup pegang kain hati-hati saat mencelup. Warna yang digunakan bebas sesuai keinginan kita. Bisa hanya satu jenis warna saja atau beberapa warna sekaligus. Justru bagi sebagian orang kesenangan membuat shibori salah satunya terletak pada kebebasan bereksperimen warna dan motif yang bisa diterapkan pada kain.

Picture : Proses mencelup

Beres mencelup, kain dijemur hingga cukup kering, ditandai dengan tidak adanya lagi air yang menetes dari buntalan kain shibori tersebut. Kali ini cuaca agak mendung, hingga saya butuh satu hari untuk mencapai tahap itu. Tapi tidak masalah, kalau pun hujan dan tidak bisa dijemur di bawah sinar matahari, buntalan kainnya bisa kita letakkan di tempat mana pun asal terlindung dari air serta kondisi basah lainnya. Setelah kain cukup kering, buka ikatan pada kain, dan jemur kain dalam kondisi terpapar. Baru setelah kering sempurna, kain kita rendam dalam deterjen yang mengandung pelembut dan pewangi. Kita cuci dan bilas, lalu dijemur kembali hingga kering. Kain pun siap dipakai. Kain bisa kita jahit untuk taplak meja, kerudung, atau benda-benda lainnya.

Picture : Proses menjemur kain shibori

 

Salah satu filosofi terbaik yang saya pelajari dari shibori adalah filosofi mendasarnya orang Jepang, yakni bagaimana menemukan keindahan dalam ketidaksempurnaan. Motif kain shibori jelas menunjukkan hal tersebut. Pola-pola pada kain memang bisa kita rancang, namun pada akhirnya belum tentu juga persis seperti yang kita prediksikan. Belum lagi motif-motif kain shibori memang cenderung tidak seragam. Bulatan atau kotak-kotak yang tercetak pada kain pasti tidak seukuran, apalagi jika kita mengombinasikan beberapa teknik sekaligus dalam satu kain. Meski demikian, kain shibori tetap terlihat indah dan unik 😘.

Terpikirkan oleh saya bahwa filosofi ini bisa diterapkan juga dalam kehidupan. Hidup manusia tidak ada yang 100% sempurna. Pasti ada kurangnya, ada sedihnya, dan lain sebagainya. Tapi jika kita bisa menemukan keindahan dalam ketidaksempurnaan tersebut, hidup akan terasa lebih bahagia, lebih banyak bersyukurnya, dan lebih bermakna 😊.

Beberapa hal yang menjadi catatan saya dari proses pembuatan shibori kali ini saya tuliskan di bawah ini :

  • Lebih baik mencoba teknik di kain berukuran kecil. Setelah teknik dirasa mantap dan sesuai keinginan, baru terapkan di kain yang lebih besar sesuai kebutuhan
  • Pastikan mengikat kain dengan erat agar pola yang terbentuk bagus. Pewarna tidak meleber kemana-mana
  • Gunakan sarung tangan bagi yang tidak suka tangannya jadi ikut berwarna-warni setelah membuat shibori
  • Pewarna indigo menghasilkan warna yang lembut dan samar-samar. Untuk yang menyukai warna cerah, tebal, dan mencolok maka harus menggunakan jenis pewarna lain. Tapi indigo termasuk pewarna yang paling ramah lingkungan
  • Menerapkan lebih dari satu teknik shibori pada kain ternyata menghasilkan motif yang indah juga, maka beranikan diri untuk terus bereksperimen pada teknik.

 

Teman-teman, demikian cerita saya tentang membuat shibori kali ini. Terimakasih sudah menyimak sampai selesai ya. Lain waktu saya akan berbagi pengalaman saya yang lainnya saat membuat shibori dengan teknik atau warna yang berbeda 😊. Sampai bertemu lagi di lain cerita ya.

 

 

0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh

Sponsored Post, Job Review, Special Request, Postingan Lomba

Review Buku The Productivity Project - C…

01-04-2018 Hits:422 Features Dipi - avatar Dipi

Judul : The Productivity Project – Accomplishing More by Managing Your Time, Attention, and Energy Penulis : Chris Bailey Jenis Buku : Non Fiksi – Self Improvement Penerbit : Crown Business Tahun Terbit : Agustus 2017 Jumlah...

Read more

Review Buku The Silent Corner - Dean Koo…

30-03-2018 Hits:504 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Silent Corner Penulis : Dean Koontz Jenis Buku : Novel Suspense Penerbit : Random House Tahun Terbit : Oktober 2017 Jumlah Halaman :  576 halaman Harga : Rp. 143.000 ISBN : 978-0-345-54679-1 Mass Market Paperbound Edisi Bahasa Inggris New York...

Read more

Review Buku Magnus Chase and The Sword o…

29-03-2018 Hits:572 Features Dipi - avatar Dipi

Judul : Magnus Chase and The God of Asgard - The Sword of Summer Penulis : Rick Riordan Jenis Buku : Novel Fantasy Penerbit : Disney Book Group Tahun Terbit : 2015 Jumlah Halaman :  499 halaman Dimensi Buku...

Read more

Review Buku

Review Buku Into The Water - Paula Hawki…

06-04-2018 Hits:203 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Into The Water Penulis : Paula Hawkins Jenis Buku : Novel Suspense Penerbit : Noura Books Publishing Tahun Terbit : September 2017 Jumlah Halaman :  480 halaman Harga : Rp. 89.000 ISBN : 9786023853366 Edisi Terjemahan Penulis Terlaris #1 New...

Read more

Review Buku Gentayangan - Intan Paramadh…

29-03-2018 Hits:615 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Gentayangan Penulis : Intan Paramadhita Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Oktober 2017 Jumlah Halaman :  512 halaman Harga : Rp. 125.000 ISBN : 978-602-03-7772-8 Edisi Soft Cover Karya sastra bidang prosa terbaik pilihan...

Read more

Review Buku The Girl Who Drank the Moon …

20-03-2018 Hits:807 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : The Girl Who Drank The Moon Penulis : Kelly Barnhill  Jenis Buku : Novel Fantasi Penerbit : Bhuana Ilmu Populer Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman :  420 halaman Harga : Rp. 115.000 ISBN : 978-602-394-731-7 Edisi...

Read more

Cerita Dipidiff

Bubur Kacang Ijo untuk Moonlight

10-03-2018 Hits:1216 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Usia Moonlight sudah 12 bulan sekarang. Sebagai emak-emak pada umumnya, hati saya pun gembira sekali melihat perkembangan anak. Moonlight sudah cukup lancar jalannya, dia sehat, aktif bermain, makannya bagus, dan...

Read more

Batik Kepret Motif Bunga dan Lingkaran

08-03-2018 Hits:1409 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Sudah hampir satu bulan kayaknya sejak terakhir membatik. Kok rindu ya 😅. Kain mori sudah ready, malam dan pewarna juga masih cukup untuk satu batik lagi. Jadi kayaknya kondisi sudah...

Read more

Membuat Shibori

27-02-2018 Hits:1864 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Me time ya shibori time 😁🙌, pasti begitu kata para pecinta shibori. Teman-teman sudah pernah dengarkah tentang shibori? Jujur saja usia saya tahun ini 37, dan saya baru saja mendengar...

Read more