Translate - Language

id Indonesian zh-CN Chinese (Simplified) nl Dutch en English tl Filipino fr French de German it Italian ja Japanese ko Korean ms Malay th Thai

Review Buku Para Pendosa (Truly Madly Guilty) - Liane Moriarty

Published: Monday, 01 January 2018 Written by Dipi

Judul : Para Pendosa

Judul Asli : Truly Madly Guilty

Penulis : Liane Moriarty

Jenis Buku : Novel

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : November 2017

Jumlah Halaman :  600 halaman

Dimensi Buku :  13,5 x 20 cm

Harga : Rp. 122.000

Edisi Terjemahan

 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Semua tak sama lagi sejak kejadian di pesta barbeque itu. Clementine merasa Sam berubah menjadi dingin kepadanya. Persahabatannya dengan Erika kini sudah jauh dari pura-pura, bagaimanapun juga mereka mungkin memang tidak benar-benar saling mengasihi. Tiffany dan Vid juga menyimpan penyesalan yang tak sedikit, pesta barbekyu itu diadakan di rumah mereka. Putri mereka, Dakota, bahkan menyalahkan dirinya sendiri atas insiden yang terjadi saat itu. Lalu, Harry ditemukan mati. Harry mungkin memang bukan pribadi yang ramah, tapi tetap saja rasanya tak wajar menemukan tetangga sebelah rumahmu tewas dan baru ditemukan setelah berhari-hari lamanya.

Apa yang sebenarnya terjadi di pesta barbekyu hingga sangat mempengaruhi kehidupan orang-orang yang hadir setelahnya? Bagaimana nasib perkawinan Clementine dan Sam pada akhirnya? Apakah Erika dan suaminya, Oliver, bisa menemukan jalan untuk mendapatkan anak? Bagaimana pula nasib persahabatan Clementine dan Erika? Masa lalu apa yang disimpan Tiffany dari orang-orang? Apa kaitan kematian Harry dengan insiden di pesta barbekyu?

Ini kisah tentang kehidupan orang-orang yang dihantui oleh rasa bersalah. Ini tentang rahasia perasaan dan pikiran orang-orang, yang herannya yang terlihat paling jahat dan murahan justru sebenarnya paling mendekati kejujuran dan ketulusan.

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

 

Saya pikir butir-butiran hujan di cover buku tak pelak lagi menggambarkan insiden yang terjadi di pesta barbekyu yang ada hubungannya dengan air. Dan pada saat yang sama, itu juga mengingatkan saya pada banyak adegan sendu di buku, yang melibatkan hujan. Erika yang terjebak hujan, sempoyongan masuk ke dalam taxi, dan Sam yang tubuhnya basah kuyup sepulang dari dermaga dalam keadaan linglung dan terhuyung-huyung. Yah, kegembiraan di awal cerita cuma kamuflase, kita akan menikmati banyak episode yang kelabu di buku ini. Saya suka disain covernya, cocok untuk ceritanya.

 

Tokoh dan Karakter

Liane Moriarty bukan penulis pemula tentu saja. Tokoh-tokoh yang ia ciptakan di buku ini memiliki karakter yang kuat. Mulai dari Erika, yang pendiam, pandai mengendalikan diri, pintar, dan dapat diandalkan, hingga Barney, si anjing milik Vid yang lucu, nakal, dan menggemaskan :D. Clementine, sahabat Erika, adalah seorang ibu yang ceroboh, lebih emosional, agak egois, dan secara keseluruhan karakternya cenderung lemah. Sam, suaminya, digambarkan sebagai suami yang penyayang, peduli pada anak-anak, dapat diandalkan, dan selalu ingin menjadi yang sempurna sebagai ayah dan suami. Oliver, suami Erika, berpembawaan tenang dan logis seperti Erika. Meski pendiam, nyatanya ia orang yang sangat perasa. 

Lalu ada Harry, bapak tua yang sering marah-marah dan suka mengeluhkan apa saja yang tidak berkenan di hatinya. Vid, pria paruh baya yang kaya, ramah, senang bersosialisasi, pintar memasak, dan gemar bicara, jelas tokoh yang sangat dominan di pesta-pesta. Dan diantara semuanya saya ternyata paling menyukai Tiffany, istri Vid yang seksi. Meski ia punya masa lalu kelam, dan orang-orang memandang negatif kepadanya, nyatanya ia tidak terpengaruh. Jelas, Tiffany lah yang paling merasa menyesal atas kelalaiannya di pesta barbekyu tersebut, paling merasa bersalah atas kematian Harry, dan yang lebih dulu mengambil langkah nyata untuk memperbaiki hubungan mereka semua setelah insiden di pesta barbekyu terjadi.

Sisanya, ada tokoh anak-anak, khas cerita Liane Moriarty yang selalu melibatkan anak-anak di dalamnya. Ada Holly, Ruby, dan Dakota.

 

Alur dan Latar

Membaca Truly Madly Guilty harus sabar. Plotnya berjalan santai dan lemah gemulai 😁, di satu sisi bisa membuat kita jadi gregretan dan terus membaca, tapi di sisi lain mungkin bisa membuat kita lelah menunggu dan akhirnya menyerah. Pasalnya alur ceritanya memang maju mundur dan cenderung lamban. Begitulah gaya Liane Moriarty jika membuat cerita, selalu unik dalam unsur alurnya. Jika dibandingkan dengan dua buku lainnya (Rahasia Sang Suami dan Dusta-Dusta Kecil), buku Para Pendosa memang terasa lebih monoton.

Tapi seperti buku Rahasia Sang Suami, buku ini juga menyimpan ending yang menyentuh. Epilognya manis, dan menutup kisah secara keseluruhan dengan baik. Nyatanya bagian terbaik buku ini memang berada di bab-bab terakhir berikut epilognya itu. Jadi, jika teman-teman memutuskan untuk membaca Truly Madly Guilty, lalu merasa bosan atau lelah di tengah jalan, cobalah untuk bertahan, karena bagian akhirnya mungkin akan kalian sukai.

 

Baca juga : "Review Buku Dusta-Dusta Kecil (Big Little Lies) - Liane Moriarty"

Baca juga : "Review Buku Rahasia Sang Suami (The Husband's Secret) - Liane Moriarty"

 

Penggambaran latar cerita sangat baik. Perumahan orang-orang kaya, rumah ibu Erika yang jorok dan kotor, rumah Clementine yang berantakan dan barang-barangnya sering hilang terselip entah dimana, atau rumah Erika yang super rapi dan cenderung dingin, adalah contoh dari beberapa latar yang melekat dalam ingatan saya.

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Keunikan buku-buku karangan Liane Moriarty salah satunya adalah permainan di unsur alur cerita. Sama seperti di dua buku karangan beliau yang telah saya baca sebelum ini, selalu ada lompatan-lompatan alur di bab-babnya. Kadang awab bab dibuka dengan cerita di "dua sebelum barbekyu", yang lalu dilanjutkan dengan cerita masa kini, tapi kemudian alur mundur kembali ke "satu hari sebelum barbekyu", hingga akhirnya kita berjumpa pada episode "hari pesta barbekyu" (yang mana membuat saya sangat penasaran gara-gara alur yang dibolak-balik dan dimainkan pelan-pelan seperti ini), yang baru setelah itu alur maju hingga akhir cerita. Buat teman-teman yang suka pusing dengan permainan alur seperti ini, siap-siap saja ya 😁, tapi buat yang memang suka alur kombinasi, kemungkinan kalian akan menemukan keasyikan tersendiri saat menyimaknya.

Picture : Awal bab yang dimulai dengan cerita "hari pesta barbekyu"

 

Bagian ini saya tandai gara-gara terbaca oleh saya nama award buat penulis buku yang di dunia nyata memang memiliki gengsi tersendiri. Man Booker Prize baru-baru ini mempublikasikan beberapa judul buku yang masuk finalis dan yang menjadi juara tahun 2017. Jadi narasi ini terasa menarik karena versi nyatanya memang benar adanya. Buku-buku yang masuk list Man Booker jelas novel-novel yang tepat.

Kami berolahraga secara rutin, kami menonton pertunjukan teater, kami membaca novel-novel yang tepat, bukan hanya yang termasuk dalam daftar pendek Man Booker, tetapi dalam daftar panjang Man Booker, kami mengunjungi pameran dan kami sungguh-sungguh tertarik pada politik internasional, masalah-masalah sosial dan anak-anak manis dari teman-teman kami.

Halaman 58

 

Buku apa sih yang disinggung di dalam buku orang lain (?). Saya suka penasaran sendiri soal itu. Makanya saya rajin mengamati judul-judul buku yang muncul untuk melengkapi latar cerita berbagai novel. Seringnya saya menemukan buku-buku Harry Potter yang disebut-sebut, tapi kali ini di buku Truly Madly Guilty justru buku Hunger Games rupanya yang muncul.

Ia merasakan sensasi yang menyenangkan secara fisik, seolah-olah ia sungguh sedang terjatuh, terjun ke dalam dunia The Hunger Games, di mana Dakota adalah Katniss dan ia kuat, hebat dan ahli, tetapi juga cantik.

Halaman 104.

 

Kisah-kisah yang ditulis oleh Liane Moriarty sejak awal memang selalu sarat dengan topik-topik sederhana, keseharian, dan kehidupan sosial masyarakat umumnya, yang selalu membawa banyak pesan untuk direnungkan oleh pembacanya.

Tidak seorang pun memperingatkanmu bahwa memiliki anak akan membuatmu berubah kecil, sepele dan primitif, di mana bakat, pendidikan dan pencapaianmu sama sekali tidak berarti.

Halaman 75

#Fenomena dilema hidup Clementine rasanya dialami oleh banyak ibu muda di dunia nyata, yakni ketika para ibu masih ingin mengejar karir tapi anak keburu lahir.

 

Untunglah ia tidak memiliki pekerjaan seperti Clementine, di mana kau harus terus menggali emosimu sendiri. Pekerjaan seharusnya bebas emosi. Itulah kenikmatan dari pekerjaan.

Halaman 94

#Ah, bagian ini saya sangat setuju. Kadang ketika pikiran saya sangat lelah karena urusan kantor atau bisnis, saya sangat menikmati pekerjaan-pekerjaan yang tidak melibatkan emosi dan pikiran sama sekali. Jangan-jangan saya memang lebih cocok jadi tukang panggang kukis ketimbang duduk di posisi manajerial sebuah perusahaan 😊..

 

Besar harapan saya, buku cetakan kedua untuk Truly Madly Guilty nantinya bebas dari typo. Meski salah ketik ini adalah hal yang sepele dan tidak mengubah arti cerita, tapi tetap saja akan lebih baik jika tak ada typo dari awal hingga akhir.

Picture : Salah satu typo

 

Kenyataan yang ironis juga saya rasakan saat membaca bagian ini. Eh, tapi itu betul lho 😊.

"Astaga!" Seorang wanita berusia setengah baya dengan rambut keriting gelap duduk di samping Tiffany dan menunjuk rok sutra Stella McCartney mereka yang sama. Wanita itu mengenakan kardigan putih yang persis seperti yang dicari-cari Tiffany di laci Dakota.

"Aku membeli punyaku saat diskon." Wanita itu mencondongan tubuh ke depan dan menangkupkan tangan di mulut. "Diskon empat puluh persen."

"Lima puluh persen," Tiffany balas berbisik. Ia bohong. Ia membelinya dengan harga penuh, tetapi hidup adalah kompetisi dan ia tahu para istri dari pria-pria kaya suka berbicara tentang cara mereka berhemat ketika membeli pakaian perancang yang didiskon. Itu adalah kontribusi mereka untuk keuangan rumah tangga. 

"Sialan!" Wanita itu tertawa ramah yang membuat Tiffany berharap ia mengatakan yang sebenarnya.

Halaman 239

# Orang-orang kaya cenderung malu terlihat menghambur-hamburkan uangnya. Yang sombong dan pamer biasanya justru yang pura-pura kaya atau yang baru saja jadi orang kaya. #katanya

 

Seperti biasa narasi Liane Moriarty selalu luwes dan enak dibaca. Di buku-buku sebelumnya saya sudah mengamati betapa piawainya ia dalam mendeskripsikan tingkah laku tokoh anak-anak, narasinya begitu hidup dan menggemaskan. Tapi ternyata di buku ini bahkan bukan cuma anak-anak saja yang mampu dinarasikan Liane Moriarty dengan begitu baiknya. Barney si anjing terlihat begitu lucu dan hidup, meski ia hanya tokoh pelengkap yang bahkan bukan manusia sekalipun.

Anak-anak itu meringkuk di kedua sisi Dakota seperti adik-adik kecil impian yang tidak pernah Dakota miliki (kesepakatan harus dihargai, tetapi bagaimana mungkin kau tidak merasakan sekelebat penyesalan ketika melihat itu?) dan terpesona pada apa pun yang sedang ditunjukkan Dakota kepada mereka. Semoga saja tidak melibatkan kepala yang meledak. Barney sedang berada di sudut halaman, sibuk ddengan operasi penggalian tanah yang berusaha diabaikan Tiffany. Kadang-kadang Barney menoleh ke belakang untuk memastkan dirinya tidak tertangkap basah.

Halaman 242

# aduh lucunya anjing ini 😁

 

Menurut guru TK Holly yang menggemaskan dan agak bodoh, Miss Trent, Holly mengalami "kesulitan dengan kendali" di sekolah, dan akibatnya Holly tidak selalu membuat "keputusan yang benar". Tentu saja sikapnya di rumah juga tidak baik. Ia sedang melewati tahap nakal dan merajuk, dan akhir-akhir ini berhasil menyempurnakan pekikan mirip burung camar yang digunakannya sebagai ganti kata "tidak".

Halaman 283

# pembaca yang sudah memiliki anak pasti paham maksud dari "pekikan mirip burung camar yang digunakan sebagai ganti kata tidak 😅.

 

Tidak ada yang bersikap normal pada Ruby, yang jelas-jelas tidak mau diusik. Ia tidak mau tidur di ranjang besar bersama kedua orangtuanya. Ia ingin tidur di ranjangnya sendiri. Dan ia tidak mau orangtuanya tidur di lantai di kamar tidurnya. Ia akan berdiri dengan terhuyung di ranjangnya, sambil mengisap ibu jari, mengacungkan Pengocok ke arah orangtuanya yang mengganggu: "Pergi!" katanya. Mereka pun pergi. Ruby sepertinya bisa merasakan apabila seseorang terlalu menempel padanya atau terlalu cengeng. Clementine kadang-kadang memeluknya, menangis diam-diam, dan apabila Ruby menyadarinya, ia aka mendongak marah dan berkata, "Hentikan." Ia tidak mau dimanja, terima kasih banyak, kecuali apabila melibatkan biskuit tambahan.

Halaman 426

# Oke. Balita yang mengacungkan pengocok dari dalam box tempat tidurnya jelas tidak terlihat menyeramkan, justru sangat menggemaskan

 

Sisi-sisi emosional lah yang juga menjadi pokok perhatian saya di buku ini. Berhasilkan kisah ini memainkan emosi saya mengingat alurnya yang diatur sedemikian rupa oleh penulis? Jawabannya ya. Ada bagian-bagian yang terasa sangat menyentuh. Meski harus diakui bisa saja ini hanya berhasil jika pembacanya kebetulan adalah seorang yang telah berkeluarga. Untuk pembaca dewasa yang masih single, mungkin akan agak sedikit mengawang-awang karena belum berhadapan dengan situasi nyata dalam kehidupannya. 

"Kalau begitu," kata ibu Clementine, nafasnya berat. Apakah ia mengalami serangan jantung? Tiba-tiba saja ia mengambur ke arah Clementine. "Kenapa kau tidak mengawasinya?" Ia begitu dekat dengan Clementine sampai Clementine bisa mencium aroma tajam makanan yang dimakan saat makan malam dalam napas ibunya.

...

"Kau lebih pintar daripada itu. Seharusnya kau tahu?" lanjut Pam, matanya terpaku pada Clementine dengan begitu tajam seolah-olah Clementine adalah orang asing baginya, seolah-olah ia mencoba mencari tahu siapa orang ini yang telah melukai cucunya. "Apakah kau mabuk? Bagaimana bisa? Bagaimana kau bisa sebodoh itu?" Wajahnya memberengut dan ia menutup wajah dengan tangan.

Halaman 417

# Hal yang umum jika terjadi suatu kecelakaan terhadap anak-anak, maka orang-orang terdekat menyalahkan orangtua si anak, memperberat situasi yang ada.

 

Beberapa bagian dari cerita ini terasa sedih untuk disimak. Bukan cuma karena narasi penulisnya yang bagus untuk menggambarkan situasi tersebut, tapi karena jika situasi itu direfleksikan dalam kehidupan nyata, tak ada lagi yang bisa diperdebatkan. Itu jelas-jelas menyedihkan.

Sepanjang jalan pulang, Clementine menangis: untuk anak kecil itu, untuk nenek yang menelepon, untuk kakek yang berbagi cerita, untuk si orangtua, karena perkawinan mereka tidak bisa bertahan, dan karena sepertinya perkawinan Clementine juga tidak akan bisa bertahan.

Halaman 445

 

Siapa Liane Moriarty

Liane Moriarty adalah penulis asal Australia yang buku-bukunya sudah terjual lebih dari enam juta eksemplar di seluruh dunia dan diterjemahkan ke dalam 39 bahasa. Buku The Husband's Secret juga mendapat predikat #1 New York Times Bestseller, bahkan #1 UK Bestseller. Buku ini kemudian diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama dalam edisi terjemahannya dengan judul Rahasia Sang Suami.

Keenam buku yang dikarang Liane Morarty juga mendapatkan predikat international best-selling novel. Keenam buku tersebut adalah Three Wishes, The Last Anniversary, What Alice Forgot, The Hypnotist's Love Story, The Husband's Secret, dan Big Little Lies. Dua judul terakhir bahkan merupakan 1 New York Times Bestsellers. Buku The Husband's Secret (Rahasa Sang Suami) diangkat menjadi film dan Big Little Lies menjadi film seri HBO dengan Nicole Kidman dan Reese Witherspoon sebagai bintangnya.

Buku The Husband's Secret terjual lebih dari tiga juta kopi di seluruh dunia. Buku ini mendapatkan predikat #1 UK Bestseller, dan Amazon Best Book of 2013 serta telah diterjemahkan ke dalam 40 bahasa. Selama setahun New York Times memasukkan buku ini ke dalam bestseller list mereka.

Berikut adalah buku-buku karya Liane Moriarty lainnya :

Dewasa

  • Three Wishes (2004)
  • The Last Anniversary (2006)
  • What Alice Forgot (2010)
  • The Hypnotist's Love Story (2011)
  • The Husband's Secret (2013)
  • Big Little Lies (2014)
  • Truly Madly Guilty (2016)

Anak-anak

  • The Petrifying Problem with Princess Petronella (2009)
  • The Shocking Trouble on the Planet of Shobble (2009)
  • The Wicked War on the Planet of Whimsy (2010)

Truly Madly Guilty mendapatkan rating 3,7 di Amazon dan 3,55 di Goodreads. Poin tersebut memang lebih rendah dari dua buku sebelumnya. 

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan kepada pembaca dewasa yang menyukai novel dengan topik keluarga, rumah tangga, dan persahabatan yang dekat dengan realita kehidupan. Alurnya yang maju mundur dan cenderung lamban memang menuntut kesabaran pembaca, tapi seperti biasa karya Liane Moriarty selalu punya ending yang menyentuh dan sarat makna. Gaya bahasa yang luwes serta kualitas terjemahan yang baik membuat buku ini nyaman untuk dibaca.

Catatan : hanya untuk pembaca dewasa mengingat di beberapa bagian terdapat percakapan bertopik seksual.

 

My Rating : 4/5

 

0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh

Sponsored Post, Job Review, Special Request, Postingan Lomba

Review Buku First They Killed My Father …

17-01-2018 Hits:95 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : First They Killed My Father Penulis : Loung Ung Jenis Buku : Novel based on true story Penerbit : Harper Perennial Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman :  288 halaman Dimensi Buku :  20.32...

Read more

Review Buku Lincoln in The Bardo - Georg…

16-01-2018 Hits:101 Features Dipi - avatar Dipi

Judul : Lincoln in The Bardo Penulis : George Saunders Jenis Buku : Novel Penerbit : Random House Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman :  368 halaman Harga : Rp. 140.000 Edisi Bahasa Inggris Man Booker Prize Winner Available at...

Read more

Review Buku Rumah Tanpa Jendela - Asma N…

12-01-2018 Hits:189 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : Rumah Tanpa Jendela Penulis : Asma Nadia Jenis Buku : Novel Penerbit : Republika Jumlah Halaman :  221 halaman Dimensi Buku : 13.5 cm x 20.5 cm Harga : Rp. 57.000     Sekelumit Tentang Isi Rara ingin...

Read more

Review Buku

Review Buku Revan & Reina - Christa …

15-01-2018 Hits:67 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Revan & Reina "Look, don't leave" Penulis : Christa Bella Jenis Buku : Novel Remaja Penerbit : Penerbit Ikon Tahun Terbit : Juni 2016 Jumlah Halaman :  halaman Dimensi Buku :  130 x 190 mm Harga...

Read more

Review Buku Para Pendosa (Truly Madly Gu…

01-01-2018 Hits:154 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Para Pendosa Judul Asli : Truly Madly Guilty Penulis : Liane Moriarty Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2017 Jumlah Halaman :  600 halaman Dimensi Buku :  13,5...

Read more

Review Buku Kisah Hidup A.J. Fikry (The …

27-12-2017 Hits:306 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Kisah Hidup A.J. Fikry Judul Asli : The Storied Life of A.J. Fikry Penulis : Gabrielle Zevin Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Cetakan Pertama 2017 Jumlah Halaman :  280 halaman Dimensi Buku :...

Read more

Cerita Dipidiff

J.CO Jatinangor Town Square : Duduk Menu…

11-10-2017 Hits:846 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Book blogger juga manusia, yang terkadang tidak ada ide menulis, hilang fokus, pikiran lelah, serta kurang nafsu makan (padahal tadi sarapan sebakul 😅). Teman-teman pernah merasakan keadaan yang seperti itu...

Read more

Giggle Box Jatinangor - Alternatif Tempa…

11-10-2017 Hits:993 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Dulu sekali, tahun lalu tepatnya, saya pernah menulis tentang J.Co di Jatos. Waktu itu saya sedang hamil moonlight dan saat berkunjung ke sana saya cukup antusias untuk datang kembali mengingat...

Read more

Sudut Buku di Transmart Carrefour Cipadu…

08-10-2017 Hits:1066 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Mungkin tidak semua orang seperti saya, yang setiap berkunjung ke mall atau supermarket pasti langsung mencari book corner. Tentu saya paling bahagia kalau di sana ada toko bukunya. Tapi jika...

Read more