EMail: dianafitridipi@gmail.com

 

Saya masih teringat pada satu lirik lagu yang nge-hits sekali di jamannya, yakni "persahabatan bagai kepompong, mengubah ulat menjadi kupu-kupu." Lirik ini banyak disetujui orang-orang karena kebenarannya, dan saya akui juga memang demikian lah adanya. Salah satu episode persahabatan saya yang positif yang selalu bisa mengubah ulat dalam diri saya menjadi kupu-kupu, meski entah kupu-kupu jenis apa, adalah persahabatan saya dengan Mama Ori. Wanita paruh baya yang awet muda, cerdas, berwawasan, tangguh, supermom sejati, dan berpengalaman dalam dunia emak-emak ini banyak memberikan pengaruh dalam cara saya memandang kehidupan.

 

Maka, pertemuan dengan beliau memang selalu saya nanti-nantikan. Apalagi kami memang sudah agak lama tidak bertemu, mungkin mencapai satu tahun lamanya. Iya dong segitu itu terasa lama, mestinya saya paling tidak bertemu dengannya sebulan sekali soalnya, makin sering makin baik :D. Untung sekali hari Selasa lalu jadwal kami sama-sama klop, bisa diatur, dan fleksibel. Janjian kali ini tampaknya akan berhasil, tidak seperti janji-janji bertemu yang dulu-dulu itu, yang selalu berakhir dengan kegagalan.

 

Lokasi pertemuan kami sepakati di McD Cibiru. Sebuah lokasi yang saya anggap cukup strategis dan berada di tengah-tengah jarak tempuh rumah kami. Jadi adil kan ya. Meski usulan saya untuk bertemu di sana sempat dikecam beliau. Tapi dengan alasan saya "ngidam" ayam McD, akhirnya lokasi pun disetujui. For your infomation, McD Cibiru tampaknya tempat ngongkrong-nongkrong para mahasiswa dan remaja. Muka kami berdua jelas tampak kurang ngepas begitu disandingkan dengan kawula muda yang sedang nongkrong di sana. Mungkin karena itulah mama Ori memilih duduk di kursi barisan tersudut yang jauh dari pandangan mata customer lainnya. # asumsi pribadi ?.

 

Di sini saya makan ayam dan nasi dengan lahap, biar tampak.meyakinkan ngidamnya. Kami ngobrol ngalor ngidul, mulai dari topik rumah tangga (seputar anak) hingga gosip positif orang-orang yang kami kenal. Saya paling ingat, di sinilah kami menggosipkan salah satu kenalan kami yang jago sekali marketingnya. Beliau "pedagang" properti yang sukses. Seorang ibu pekerja keras, yang bahasa dan gayanya berubah-ubah mengikuti gaya dan bahasa lawan bicara prospekannya. Sungguh hebat ibu tersebut dalam melakukan trik dagangnya. Kami menggosipkan kelihaian beliau ini dengan air liur yang menetes-netes sanking inginnya kami bisa seperti itu. Sslllrrrrppp... aakkhhhh. Hebat kali kau buk!.

 

Karena list topik gosip masih panjang dan tampaknya kami sudah kelamaan berada di sana, maka diputuskanlah pindah lokasi. But where? Pikir punya pikir, renung dan merenung, akhirnya kami ke Transmart Cipadung. Kenapa ke sana? Alasannya klise, saya pengen duduk depan kolam ikan yang ada di Tansmart. Kasihan, di rumah ga ada yang begituan, paling jauh yang ada cuma pemandangan tanaman cikur yang tumbuh subur di pekarangan depan.

 

Setibanya di sana, mushalla adalah lokasi pertama yang kami tuju. Saya baru tahu kalau transmart punya mushalla yang terhitung bersih dan nyaman. "Nah begini dong, mushallanya ga di basement," komentar saya begitu lihat mushalla di sana. Mukena yang ada di sana juga cukup banyak dan bersih kondisinya. Nice banget lah pokoknya.

 

Selepas shalat mama Ori mengarahkan saya untuk makan di Wendy's. Pilihan lainnya ada Coffee Bean di sana. Tapi saya sudah pernah ngopi di Coffee Bean itu. Jadi Wendy's tampaknya ide yg paling bagus. Tak perlu antri, Wendy's sepi hari itu (Selasa siang). Kami sempat menjadi satu-satunya costumer yang memilih menu. Terus terang ini kali pertama saya makan di Wendy's. Idih sedih ya, hari gini baru tau Wendy's. Nah, salahkan McD dan Kfc yang rajin buka cabang di sepanjang Cibiru hingga Jatinangor. Jadi pikiran saya sudah terhipnotis sama merek mereka dari dulu. Semoga ada owner atau manajer Wendy's yang baca tulisan ini ya. "Please, Pak, Bu, buka cabang dong di area segitiga Cibiru, Cielunyi, Jatinangor. Dijamin bisnisnya ramai. Ini lokasi terstrategis di Kabupaten Bandung loh." # lagi-lagi asumsi pribadi ?

 

Berhubung belum pernah makan sekalipun di Wendy's, proses memesan menu bisa jadi proses tersulit, bagaikan membeli kucing dalam karung istilahnya, rada tebak-tebakan menu itu enak atau tidak. Untung selama kegiatan ini mama Ori setia mendampingi, memberikan advice, overview, dan review-review menu-menu yang ada. Kami sempat membahas menu baked potato cukup lama dan mendalam. Hingga akhirnya saya begitu terkesan dengan segala ulasan tentang baked potato yang super lejat tiada duanya itu, dan kemudian memutuskan memesan spageti chili sauce yang ga dibahas sama sekali. Yah, you know lah... wanitah makhluk yang tak dapat ditebak kan yahhh.

 

Maka duduklah kami di kursi-kursi yang menghadap kolam ikan hias itu. Wow, suasana begitu santai dan memabukkan. Mabuk kebahagiaan. Yang paling berbahaya dari situasi model begini cuma dua. Satu, sesi ngobrol makin hangat hingga enggan pulang. Dua, karena lama nongkrong akhirnya pesan menu berulang. Pulang-pulang isi dompet kosong ?. Spageti chili yang saya pesan ternyata enak, saya juga mencicipi menu wafel kejunya Mama Ori yang ternyata ga kalah enaknya. Gosipnya sih baked potato primadona menu di Wendy's. Yah next time lah ke sini lagi dan nyoba menu lainnya.

 

 

Sekilas review saya untuk resto fastfood Wendy's di Cipadung saya ringkas sebagai berikut :

  1. Makanan enak. Menu cukup variatif, bahkan ada beberapa menu andalan yang tidak ditemukan di resto fastfoid lainnya.
  2. Harga makanan standar resto fastfood. Tidak mahal.
  3. Suasana nyaman. Bisa pilih duduk di dalam kalau ingin tempat yang adem dan tidak berangin, atau duduk di luar menghadap kolam ikan. Di luar mungkin akan sedikit panas atau berangin, tergantung cuaca, tapi tentu terasa lebih segar.
  4. Ada musik tapi suaranya tidak begitu keras. Rasanya itu terdengar dari mall bukan dari Wendys nya
  5. Staff ramah, pelayanan cukup cepat.
  6. Saya tidak tahu soal wifinya. Tidak sempat bertanya karena sudah asyik ngobrol dengan Mama Ori.

 

Sambil menikmati makanan obrolan kami berlanjut kembali pada topik kehidupan pribadi saya. Dilema khas emak-emak ya salah satunya kegalauan tentang kembali ngantor atau fokus di rumah mengurus anak. Di satu sisi saya butuh membuat otak saya bekerja supaya tidak jenuh dan melantur ga jelas arah. Pendapatan dari ngantor juga bisa ditabung untuk kebutuhan si kecil dan lainnya. Tapi saya tidak nyaman meninggalkan anak dari pagi hingga sore hari, apalagi usianya masib sangat kecil. Dari mama Ori saya banyak mendapat masukan tentang hal ini. Well yah, saya anggap periode kerja kantoran saya memang sudah usai sih sebenarnya, fokus saya memang pada pertumbuhan anak untuk saat ini dan ke depannya. Dan soal otak tadi, jelas saya pilih aktivitas yang lebih fleksibel waktunya. Teman-teman mungkin ada juga yang mengalami periode kegalauan seperti yang saya rasakan ini ya. 

 

 

Tentu saja mumpung lagi bertemu kami juga bahas buku. Kami sama-sama hobi baca buku. Dan mumpung sedang bersama mama Ori juga, saya jadi minta tolong pada beliau untuk foto saya saat sedang pose membaca. Sebenarnya sih waktu itu memang saya ga sedang baca bukunya di sana, tapi saya seringkali baca buku di cafe atau tempat-tempat makan yang nyaman sambil ngemil dan ngopi. Tak lupa kami menggaet staff Wendy'syang baik dan ramah untuk jadi tim pengambilan foto dadakan ini, agar foto berdua kami tampak natural dan ga wefie mode on ?.

 

 

Hari sudah petang, sudah waktunya pulang. Ini hari yang menyenangkan buat saya. Bersama sahabat memang selalu demikian ya. Beruntung sekali jika kita memiliiki banyak sahabat yang memberikan pengaruh positif dalam hidup kita. Saya pikir ini salah satu hal yang ga bisa dibeli dengan uang, yakni sahabat.

Dari pertemuan dengan mama Ori saya jadi bisa menyimpulkan beberapa hal sederhana tentang persahabatan.

  1. Menjalin persahabatan yang positif dengan seseorang membuat hidup kita lebih bahagia dan menyehatkan pikiran kita
  2. Persahabatan tidak harus satu range usia. Usia saya dan mama Ori tidak sama, mama Ori agak jauh usianya di atas saya
  3. Bertemu dengan sahabat adalah momen yang tepat untuk membahas ide dan mencari solusi dari masalah-masalah tertentu.
  4. Bersahabatlah dengan orang-orang yang bisa menularkan energi positif dalam kehidupan kita.

 

Teman-teman juga punya sahabat kah seperti saya? Pasti punya ya. Semoga persahabatannya langgeng dan bisa membahagiakan satu sama lain. Pertemuan saya dengan mama Ori berakhir di sini. Saya sangat berharap bisa berjumpa lagi dengan beliau dalam waktu dekat. Mudah-mudahan nanti ada waktu yang klop lagi bagi kami untuk bertemu. Kali lain mau kemana ya kami? Ke Wendy's lagi kah? Atau teman-teman ada ide untuk tempat kami bisa duduk ngobrol sambil makan enak? ?

 

Review Buku Rainbirds - Clarissa Goenawa…

16-08-2018 Hits:51 Review Dipi - avatar Dipi

Judul : Rainbirds Penulis : Clarissa Goenawan Jenis Buku : Novel - Fiksi Sastra Penerbit : Gramedia Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman :  400 halaman Dimensi Buku :  20 cm Harga : Rp. 89.000 ISBN : 9786020379197 Edisi...

Read more

Review Buku With The End in Mind - Kathr…

14-08-2018 Hits:60 Review Dipi - avatar Dipi

  Judul : With The End in Mind – Dying, Death, and Wisdom in an Age of Denial Penulis : Kathryin Mannix Jenis Buku : Non Fiksi Penerbit : Harper Collins Publisher Tahun Terbit : 2017 Jumlah...

Read more

Review Buku Mengajar Seperti Finlandia (…

11-08-2018 Hits:72 Review Dipi - avatar Dipi

Judul : Mengajar Seperti Finlandia (Teach Like Finland) Penulis : Timothy D. Walker Jenis Buku : Non Fiksi - Edukasi Penerbit : Gramedia Widiasarana Indonesia Tahun Terbit : Juli 2017 Jumlah Halaman :  270 halaman Harga : Rp. 70.000 ISBN...

Read more

Review Buku Saint Anything - Sarah Desse…

07-08-2018 Hits:130 Review Dipi - avatar Dipi

  Judul :  Saint Anything Penulis : Sarah Dessen Jenis Buku : Novel Romance Penerbit : Elex Media Computindo Tahun Terbit : Oktober 2017 Jumlah Halaman :  364 halaman Harga : Rp. 69.800 Edisi Terjemahan Penulis Terlaris #1 New...

Read more

Purebaby Laundry Liquid dan Moonlight (R…

25-07-2018 Hits:214 Review Dipi - avatar Dipi

  My baby Moonlight :*   Entah ini karena cuaca atau bukan, tapi sudah sekitar dua atau tiga minggu ini Moonlight ada ruam-ruam gitu di leher dan lengannya. Karena lokasi ruamnya yang ga...

Read more

Review Buku Aroma Karsa - Dee Lestari

08-07-2018 Hits:271 Review Dipi - avatar Dipi

Judul : Aroma Karsa Penulis : Dee Lestari Jenis Buku : Fiksi Penerbit : Bentang Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman :  710 halaman Dimensi Buku :  13,5 x 20 cm Harga : Rp. 125.000 ISBN : 978-602-291-463-1 Soft Cover                                                                                       ...

Read more

Review Buku A Sweet Mistake - Vevina Ais…

24-05-2018 Hits:265 Review Dipi - avatar Dipi

  Judul : A Sweet Mistake Penulis : Vevina Aisyahra Jenis Buku : Novel Young Adult Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Desember 2017 Jumlah Halaman : 248 halaman Dimensi Buku :  13,5 x 20 cm Harga : Rp. 59.000 ISBN...

Read more

Review Buku The Productivity Project - C…

01-04-2018 Hits:939 Review Dipi - avatar Dipi

Judul : The Productivity Project – Accomplishing More by Managing Your Time, Attention, and Energy Penulis : Chris Bailey Jenis Buku : Non Fiksi – Self Improvement Penerbit : Crown Business Tahun Terbit : Agustus 2017 Jumlah...

Read more

Review Buku The Silent Corner - Dean Koo…

30-03-2018 Hits:958 Review Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Silent Corner Penulis : Dean Koontz Jenis Buku : Novel Suspense Penerbit : Random House Tahun Terbit : Oktober 2017 Jumlah Halaman :  576 halaman Harga : Rp. 143.000 ISBN : 978-0-345-54679-1 Mass Market Paperbound Edisi Bahasa Inggris New York...

Read more