Translate - Language

id Indonesian zh-CN Chinese (Simplified) nl Dutch en English tl Filipino fr French de German it Italian ja Japanese ko Korean ms Malay th Thai

Review Buku Kumpulan Budak Setan

Published: Thursday, 08 June 2017 Written by Dipi

 

Judul : Kumpulan Budak Setan

Jenis Buku : Kumpulan Cerpen Horor

Pengarang : Eka Kurniawan, Intan Paramaditha, Ugoran Prasad

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Cetakan : Cetakan Kedua Agustus 2016

Dimensi Buku : 14 cm x 21 cm

Jumlah Halaman : 184 Halaman

Harga : Rp.  49.000

 

Dua belas cerita celaka, demikian saya pun menamakan kumpulan cerpen horor yang dikarang oleh Eka, Intan, dan Ugoran. Empat cerita pertama ditulis oleh Eka, empat cerita selanjutnya oleh Intan, dan sisanya ditulis oleh Ugoran. Betapa piawainya mereka membawakan kisah horor ini hingga meskipun tema horor adalah tema yang paling sulit untuk dibuat menjadi cerita menurutku, nyatanya ketiganya berhasil mengangkat kengerian, rasa jijik, bercampur penasaran dalam cerpen-cerpen mereka di buku Kumpulan Budak Setan.

 

Cerpen Eka Kurniawan

1. Penjaga Malam

Hantu berwujud bajang itu berkeliaran di desa, memangsa orang-orang terutama wanita-wanita yang sedang hamil. Sialnya dia kebagian ronda malam ini bersama Karmin, Miso, dan bocah Hamid, padahal istrinya yang sedang hamil sendirian di rumah dan ia tak bisa mengelak pada tugas giliran ronda. Tepat lewat tengah malam satu persatu teman rondanya menghilang, kengerian tak bisa dielakkan. Hantu bajang sedang mencari mangsa.

2. Taman Patah Hati 

Ajo Kawir mengajak Mia Mia ke sebuah Taman di Jepang hanya untuk mengucapkan kata putus. Dulu waktu Ajo Kawir masih muda, ia pergi ke Gunung Halimun untuk meminta kekayaan. Permintaannya terkabul dengan syarat ia tidak boleh membuat patah hati perempuan pertama yang datang dalam kehidupannya setelah itu. Lalu datanglah Mia Mia dalam hidupnya. Tapi Ajo Kawir tetap nekad memutuskan hubungannya dengan Mia Mia dan itu artinya membuatnya patah hati. Ajo Kawir melanggar pantangan.

3. Riwayat Kesendirian

Jatuh cinta dalam sekejapan pada Ina Mia. Dia kabur dari perjodohan yang diatur orangtuanya dan aku membantunya sembunyi di kamar kosku. Tapi Ina Mia akhirnya berhasil "tertangkap" dan kawin dengan laki-laki celaka itu. Ina Mia mati karena aku, kini arwahnya datang menghantuiku.

4. Jimat Sero

Kantung kecil ini katanya bisa bikin aku sakti dan kebal senjata tajam. Rohman yang berikan padaku. Ternyata dia tidak bohong, nyatanya si penjilat Nasrudin terkapar luka parah sedangkan aku baik-baik saja. Tapi setiap jimat meminta syarat. Syarat yang melibatkan istriku dan Rohman, dan aku sendiri sebagai penonton.

 

Cerpen Intan Paramaditha

1. Goyang Penasaran

Goyangan Salimah dengan lekuk-lekuk tubuh dan pakaiannya yang menggoda benar-benar bikin rontok iman laki-laki yang memandangnya. Salimah, penyanyi dangdut, hanya bergoyang, tidak menjual tubuhnya bahkan tidak mengijinkan laki-laki menyentuhnya. Sampai suatu ketika warga menemukan Salimah sedang bergoyang telanjang terakhir kalinya sambil memeluk potongan kepala penuh darah. Ia mati dianiaya massa. Tubuhnya kini tiada tapi tidak dengan arwahnya. Kenapa pula harus Haji Ahmad yang dibunuh?

2. Apel dan Pisau

Cik Juli yang cantik dan kontroversial. Jadi biang isu di keluarga besar. Kini terdengar kabar ia bercerai dengan suaminya karena kedapatan selingkuh dengan bujang muda yang tinggal di rumahnya sebagai pembantu. Terang saja ini menjadi bahan gunjingan tak berkesudahan, semua orang bebas mengatai Cik Juli sesuka hati. Lalu datanglah undangan itu, undangan untuk semua anggota keluarga untuk datang ke rumahnya. Silaturahmi katanya, tapi mengapa tiap orang diberikan sebuah apel dan pisau? Ruangan itu tak lama lagi akan penuh darah tampaknya.

3. Pintu

Bambang mati kehabisan nafas di dalam mobil Mercy Tiger kesayangannya dalam keadaan telanjang dan mata melotot. Istrinya tidak tampak sedih menerima kematian suaminya tersebut. Lalu Jamal, tukang kebun yang kemudian naik pangkat menjadi orang kesayangan Bambang juga mati dalam mobil Mercy yang sama. Pemuda yang penuh ambisi dan nafsu itu rela melayani istri Bambang dan Bambang di ranjang. Sungguh celaka. Mobil Mercy itu memang terkutuk.

4. Si Manis dan Lelaki Ketujuh

Tugasnya adalah memuaskan nafsu kapanpun dan dengan cara apapun yang si manis mau. Untuk itu ia dibayar mahal. Gosipnya keenam laki-laki terdahulu yang bekerja sepertinya menyerah. Dia lah sang lelaki ketujuh. Ini tidak mudah, sebab bercinta dengan si manis yang nyatanya bermuka rusak dan bermental sakit membuatnya ikutan berpenyakit pula. Dia mau berhenti, ini untuk yang terakhir kali katanya. Si Manis tersenyum kejam mengiyakan, matanya mengancam. Seketika ia sadar, ia sudah terjerat oleh setan berwujud wanita bermuka rusak. Dapatkah ia menyelamatkan diri?

 

Cerpen Ugoran Prasad

1. Penjaga Bioskop

Bioskop berhantu yang penuh burung-burung gereja. Dulu waktu Rusdi muda ia bertemu untuk pertama dan terakhir kalinya dengan Maria di sana, di malam pembukaan bioskop. Rusdi jatuh cinta, tapi Maria tak pernah datang lagi. Hari terakhir bioskop beroperasi, Rusdi ditemukan mati. Bunuh diri atau dibunuhkah? Bioskop itu memang berhantu.

2. Hantu Nancy

Satu per satu pembunuh Nancy, pemilik salon, terbunuh dengan mata melotot dan mulut tersumpal rambut. Arwah Nancy menuntut balas. Orang-orang ketakutan. Benarkah hantu Nancy yang membunuh mereka semua karena balas dendam? 

3. Topeng Darah

Iklan yang menggoda tentang topeng yang bisa membuat pemakainya mewujudkan mimpinya. Iskandar benar-benar tergoda untuk memiliki topeng tersebut meski ia harus membunuh sang perantara dan pemilik topeng celaka tersebut. Topeng terkutuk, membawanya pada nafsu bejat dan mengubahnya menjadi binatang buas. Perempuan-perempuan korbannya ditemukan diperkosa, dimakan hidup-hidup, dan dimutilasi. Apa yang membuat Iskandar menjadi sesesat itu? Apa yang ia alami ketika topeng terpasang di wajahnya?

4. Hidung Iblis

Pembunuhan karena wanita, karena cemburu, karena nafsu, karena gila. Impoten celaka, padahal istrinya luar biasa cantik, dan lelaki hidung belang dimana-mana siap menyantap istrinya yang cantik itu. Lebih baik mereka semua ia bunuh. Namun satu yang ia tak pernah sadari, benarkah istrinya sepolos itu?

 

Sudah lama rasanya sejak saya membaca cerita horor yang "baik dan benar". Kebanyakan yang saya temukan adalah cerita yang nyatanya tidak horor sama sekali, menjemukan, terlalu vulgar, gagal bikin penasaran, atau semacam horor picisan. Tapi harus saya akui ini tidak terjadi pada buku Kumpulan Budak Setan. Bagai orang yang haus di tengah siang yang panasnya luar biasa, saya menenggak halaman demi halaman buku ini tanpa jeda, haus pada tiap kalimat yang ada, lalu menghela nafas lega khas orang yang sudah terpuaskan dahaganya. Bahkan, kalau boleh jujur, ada harapan untuk bisa nambah baca jika saja buku ini ada sambungannya.

 

Cover bukunya yang didominasi gambar wanita berambut panjang sambil pegang apel berdarah tak pelak lagi menggiring asumsiku pada jenis buku apa Kumpulan Budak Setan ini. Ya buku hororlah, tidak mungkin novel percintaan. Pilihan judul "Kumpulan Budak Setan" pun menurut saya pas karena tema-tema cerpen di dalamnya yang celaka itu memang tentang manusia yang hidupnya tersesat karena nafsu dan syahwat diperbudak oleh setan.

 

Jika saja kalian merasakan adanya kesamaan cerpen-cerpennya dengan tema yang sering ada pada buku horor Abdullah Harapap, maka tak usah heran, sebab dari awal pembukaan sudah disebutkan bahwa buku Kumpulan Budak Setan memang semacam buku "tribute to" Abdullah Harahap, seorang pengarang novel horor populer dan produktif di tahun 70-80an. Trio penulis kumcer horor ini menyebut buku Kumpulan Budak Setan sebagai proyek membaca ulang karya Abdullah Harahap.

 

Yang mengejutkan saya adalah salah satu penulis, Intan Paramaditha, yang waktu mengarang cerpen-cerpen horor ini sedang berada di New York, ternyata menggali informasi tentang karya-karya Abdullah Harahap dari koleksi perpustakaan di Amerika sana. Ini agak tak terduga karena terus terang saja karya Abdullah Harahap jauh dari jenis karya sastra dan atau buku intelektual lainnya melainkan horor picisan dengan bahasa yang sederhana dan vulgar penuh cerita seks yang bikin cerita horornya malah kalah dominan daripada urusan ranjang yang diceritakan hampir sebagian besar dalam buku. Tapi kalau perpusatakaan nun jauh di sana mengoleksinya, jika diingat kembali, era 70-80an memang eranya Abdullah Harahap. Beliaulah sang penguasa dan pembangkit buku-buku bergenre horor pada masa itu, karena itu layak untuk dikoleksi dan dijadikan bahan studi.

 

Sempat ada kekhawatiran cerpen-cerpen dalam Kumpulan Budak Setan akan sepicis dan sevulgar ceritanya Abdullah Harahap. Tolonglah, saya ingin menikmati kengerian kisah horor, bukan kepornoan seks berserta segala penyimpangannya. Namun seperti yang telah saya tuliskan sebelumnya di paragraf di atas, saya tidak kecewa akan harapan ini. Pandainya mereka sang penulis, unsur seks memang masih ada, tapi tidak mendominasi, tapi tidak vulgar, tapi tidak picisan, porsinya pas. Lalu, dipadu dengan kecakapan mereka dalam membuat alur dan menyusun kalimat, cerpen-cerpen dalam buku Kumpulan Budak Setan saya anggap sukses memancing rasa penasaran saya sampai ke ubun-ubun. 

 

Saya ngeri dan jijik dengan cerita-ceritanya, tapi juga terkesima dan kagum. Dunia dan manusia bisa begitu celaka diperbudak setan. Cerita-cerita dalam buku ini perlahan menjadi seperi nyata dan tidak nyata. Seperti saat kita mencemooh semua hal-hal yang berbau metafisika, lalu besoknya ustad bilang dunia lain itu ada, jin dan setan itu ada, dan jelas tertulis pada kitab suci kita.

 

Rating : Lima Bintang dari Lima Bintang

Rekomendasi : Hanya dibaca untuk yang sudah dewasa. Larangan keras untuk pembaca anak-anak bahkan remaja.

 

 

0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh

Sponsored Post, Job Review, Special Request, Postingan Lomba

Review Buku Something in Between - Melis…

15-10-2017 Hits:73 Features Dipi - avatar Dipi

    Judul : Something in Between Penulis : Melissa de la Cruz Jenis Buku : Novel Penerbit : Harlequin Teen Tahun Terbit : 2016 Jumlah Halaman : 432 halaman Dimensi Buku : 20.07 x 13.21 x 3.05 CM Harga...

Read more

Buku To All The Boys I've Loved Before E…

02-10-2017 Hits:168 Features Dipi - avatar Dipi

  Bulan September lalu kebetulan saya mendapatkan kesempatan yang langka untuk bisa membaca buku yang sama namun dengan edisi yang berbeda. Bukunya tidak lain adalah buku To All The Boys I've...

Read more

Review Buku Rich People Problems - Kevin…

29-09-2017 Hits:281 Features Dipi - avatar Dipi

Judul : Rich People Problems Penulis : Kevin Kwan Jenis Buku : Fiksi - Novel Penerbit : Random House USA Inc Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman :  384 halaman Dimensi Buku : 15.60 x 23.20...

Read more

Review Buku

Review Buku Rahasia Sang Suami (The Husb…

13-10-2017 Hits:101 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Rahasia Sang Suami Judul Asli : The Husband's Secret Penulis : Liane Moriarty Jenis Buku : Fiksi - Novel Terjemahan Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2016 Jumlah Halaman : 496 halaman Dimensi...

Read more

Review Buku Sihir Perempuan - Intan Para…

05-10-2017 Hits:166 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Sihir Perempuan Penulis : Intan Paramaditha Jenis Buku : Kumpulan Cerpen Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : April 2017 (Pernah diterbitkan oleh Kata Kita pada 2005) Jumlah Halaman : 366 halaman Harga...

Read more

Review Buku Dusta-Dusta Kecil - Big Litt…

02-10-2017 Hits:170 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Dusta-Dusta Kecil Judul Asli : Big Little Lies Penulis : Liane Moriarty Jenis Buku : Fiksi - Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Cetakan Kedua Mei 2017 Jumlah Halaman : 512...

Read more

Cerita Dipidiff

J.CO Jatinangor Town Square : Duduk Menu…

11-10-2017 Hits:105 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Book blogger juga manusia, yang terkadang tidak ada ide menulis, hilang fokus, pikiran lelah, serta kurang nafsu makan (padahal tadi sarapan sebakul 😅). Teman-teman pernah merasakan keadaan yang seperti itu...

Read more

Giggle Box Jatinangor - Alternatif Tempa…

11-10-2017 Hits:98 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Dulu sekali, tahun lalu tepatnya, saya pernah menulis tentang J.Co di Jatos. Waktu itu saya sedang hamil moonlight dan saat berkunjung ke sana saya cukup antusias untuk datang kembali mengingat...

Read more

Sudut Buku di Transmart Carrefour Cipadu…

08-10-2017 Hits:120 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Mungkin tidak semua orang seperti saya, yang setiap berkunjung ke mall atau supermarket pasti langsung mencari book corner. Tentu saya paling bahagia kalau di sana ada toko bukunya. Tapi jika...

Read more