Translate - Language

id Indonesian zh-CN Chinese (Simplified) nl Dutch en English tl Filipino fr French de German it Italian ja Japanese ko Korean ms Malay th Thai

Review Buku Kisah Hidup A.J. Fikry (The Storied Life of A.J. Fikry - Gabrielle Zevin

Published: Wednesday, 27 December 2017 Written by Dipi

 

Judul : Kisah Hidup A.J. Fikry

Judul Asli : The Storied Life of A.J. Fikry

Penulis : Gabrielle Zevin

Jenis Buku : Novel

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : Cetakan Pertama 2017

Jumlah Halaman :  280 halaman

Dimensi Buku : 20 cm

Harga : Rp. 69.000

Edisi Terjemahan

New York Times Bestseller

  

Sekelumit Tentang Isi 

A.J.Fikry hidup sendiri di toko bukunya yang berada di sebuah pulau kecil bernama Pulau Alice. Ditinggal meninggal istri yang ia cintai membuat hidupnya kacau. Pergi mabuk-mabukan di malam hari sambil menghibur diri dengan buku langka koleksinya tampaknya makin sering ia lakukan. Hingga suatu ketika, di salah satu malam yang memabukkan itu, paginya A.J. bangun dengan mendapati dirinya sudah terbaring di ranjangnya, bekas minum sudah dirapihkan, tapi buku langka yang sangat berharga itu raib entah kemana.

Tentu saja A.J. melaporkan kasus pencurian itu kepada petugas kepolisian setempat yang meresponnya dengan tanpa antusias. A.J. juga pergi ke dokter untuk berkonsultasi masalah kesehatannya. Tampaknya sekarang ia sudah tidak bisa lagi pensiun dini karena rencana menjual buku langka dan menutup toko buku tentu sudah tak dapat lagi ia lakukan.

A.J. mulai berolahraga lari pagi kembali, demi kesehatan (tak bisa pensiun, harus bekerja berarti harus sehat). Memutuskan tak ada yang cukup berharga untuk dicuri di rumah yang merangkap toko buku itu, A.J. pergi jogging tanpa mengunci pintu. Dan ketika ia kembali ke rumah, ada bingkisan besar penuh kejutan untuknya entah dari siapa.

Seorang bayi perempuan yang cerdas, cantik dan bermata bening tampak nyaman berada di toko bukunya. Apa yang bisa A.J. lakukan dengan bayi itu (?), merawat diri dan rumahnya saja ia tak tampak kompeten. Tapi justru kehadiran bayi inilah yang merupakan awal kehidupan baru bagi A.J. Fikry, kehidupan percintaan, keluarga, persahabatan, dan bahkan usaha toko bukunya.

Sementara itu Amelia, agen buku dari kota datang ke toko buku Island milik A.J. untuk menawarkan buku-buku yang ada di katalognya. Pertemuannya yang pertama dengan A.J. jauh daripada mulus. Jelas A.J. tampak ketus dan tak menyukainya. Tapi Amelia adalah marketing yang cerdas dan tak kenal menyerah. Bagaimanapun juga ia akan berhasil menjual buku-buku pada pemilik toko buku Island yang aneh itu.

Apa yang A.J. lakukan pada bayi itu? Bagaimana cerita bergulir hingga A.J. bisa menemukan kembali kebahagiaannya yang hilang? Seperti apa akhir kisah ini? Berhasilkan Amelia menjalin hubungan kerjasama dengan A.J.? Apakah mereka akan menjadi pasangan? 

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

 

Sekalipun pilihan disain cover bukunya sangat berkesesuaian dengan isi ceritanya, namun tetap saja seandainya ada pilihan cover lain saya mungkin akan memilih disain yang lain saja. Disain yang ini perpaduan warna dan gambarnya begitu "abstrak". Toko buku A.J. tampak sempit, gelap, dan penuh ditumpuk buku-buku dengan sembarang penempatan. Pada dasarnya saya memang tipe yang mudah "sakit mata" jika melihat susunan barang yang kurang rapi atau perpaduan warna yang asal tabrak.

Akhirnya saya intiplah cover buku versi bahasa Inggrisnya. Nah, disain yang ini lebih saya suka. Tapi masalah disain memang akan kembali pada selera ya. Teman-teman mungkin akan sangat menyukai cover buku ini.

Picture : Cover buku edisi bahasa Inggris

 

Tokoh dan Karakter

Saya suka tokoh A.J. Fikry dan karakternya yang unik. Dia cerdas, kutu buku tulen, pada dasarnya ia juga orang yang cukup peduli serta penyayang. Lalu ada Amelia, gadis sederhana tapi berpembawaan menarik, serta balita mungil yang cerdas dan lebih dewasa dari usianya, namanya Maya. Polisi Lambaise yang digambarkan jauh dari tampan ternyata memiliki hati yang baik dan kelembutan yang tak terduga. Beberapa tokoh lainnya seperti ibunya Maya, kakak ipar A.J. serta suaminya yang suka selingkuh turut melengkapi alur cerita.

Tentu saja, A.J. Fikry adalah tokoh favorit saya di buku ini. Begitu mengena karena saya pun cinta buku, bercita-cita punya toko buku, dan A.J. kok ya cerdas banget orangnya, dan dia juga lucu dengan gaya bicaranya yang serius itu.

 

Alur dan Latar

Alur cerita rapi dan proporsional. Bisa dibilang ujungnya nyaris tidak tertebak. Buku ini serius tapi kocak, bikin ketawa tapi kok sedih, jadi bisa dibayangkan seperti apa alur ceritanya serta bagaimana permainan emosi yang ada dalam buku Kisah Hidup A.J.Fikry.

Dengan latar Pulau Alice yang manis namun sendu itu, kisah A.J. terasa begitu hidup. Toko buku sastranya A.J. yang unik, benar-benar tergambarkan dengan baik di sini. 

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Hal pertama yang menarik perhatian saya tentu saja sebuah tulisan singkat yang sepertinya membahas sebuah buku di tiap awal bab. Buat saya tulisan ini membingungkan, bukan hanya karena buku-buku yang dibicarakan sebagian besar tidak saya pahami tapi juga karena saya belum mengerti mengapa A.J. Fikry menuliskan itu semua, dan untuk siapa? Seperti biasa, hal-hal yang tidak saya pahami justru membuat saya merasa penasaran. Apakah dengan membaca terus halaman-demi halanan cerita A.J. Fiky akhirnya membuat saya paham? Ya, saya akhirnya mengerti, dan saya yakin teman-teman juga akan memahami maksud tulisan tersebut.

 

Humor-humor halus terselip di dalam cerita. Tentu saja tidak eksplisit, sangking halusnya bahkan mungkin tidak terasa seperti humor, tapi saya tersenyum gara-gara membaca paragraf ini.

Meski begitu, Amelia tidak membiarkan dirinya yakin sampai hidangan penutup, sewaktu ia menanyakan tentang buku yang paling berpengaruh dalam hidup Boyd, dan pria itu menjawab Prinsip-prinsip Akuntansi, Bagian II.

Dengan halus Amelia menolak, ia tidak ingin berkencan lagi.

Halaman 11

 

Toko buku milik A.J. Fikry memang unik ya, hanya menjual buku sastra katanya 😁. Bahkan di papan penanda tokonya, di bawah tulisan nama toko ada sebuah kalimat kutipan.

ISLAND BOOKS

Penyedia Ekslusif Konten Karya Sastra Unggulan

di Pulau Alice Sejak Tahun 1999

Manusia Tidak Bisa Hidup Sendiri

Setiap Buku Membuka Jendela Dunia

Halaman 13

 

Humor di bagian yang ini bahkan lebih menggelitik lagi.

A.J. memotongnya, "Buku ini tidak cocok untukku."

"Baiklah, kalau begitu akan kujelaskan tentang buku lain."

A.J. menarik napas dalam-dalam. "Kelihatannya kau wanita muda yang baik, tapi pendahulumu... Begini, Harvey tahu seleraku. Seleranya sama dengan seleraku."

Amelia meletakkan buku promosi itu di meja. "Aku ingin mendapatkan kesempatan untuk mengetahui seleramu, "katanya, merasa seperti tokoh di cerita porno.

Halaman 17

 

Mungkin karena saya adalah seorang penggemar buku-buku, jadi mau tak mau setiap percakapannya memang terasa personal. Banyak judul-judul buku yang disebutkan di sepanjang cerita, dan pendapat A.J. Fikry yang notabene sebenarnya hanyalah seorang tokoh di dalam cerita tetap saja masuk ke dalam pikiran saya seperti pendapat seseorang  yang saya kenal di dunia nyata. Betapa menariknya percakapan soal buku-buku ini, meski saya khawatir untuk yang tidak begitu mengikuti buku atau mencintai buku bagian percakapan seperti ini akan gagal dipersepsikan dengan benar.

"Orang suka berkata seperti itu," jawab A.J "Tapi itu kesalahan seseorang. Itu kesalahannya. Tindakannya itu bodoh. Yang dilakukannya itu tindakan melodramatis bodoh. Seperti cerita Danielle Stell saja. Nik! Seadainya ini novel, aku tentu akan berhenti membaca sekarang. Akan kulempar novel itu ke seberang ruangan."

Halaman 26

Si polisi (yang jarang membaca, kecuali novel paperback cetakan masal karya Jeffery Deaver, saat sedang berlibur) mencoba mengalihkan pembicaraan kembali ke realitas. "Itu benar. Kau punya toko buku".

Halaman 26

 

Setelah saya pikir-pikir, kekuatan buku ini memang terletak di percakapannya. Pilihan bahasanya, susunan kalimatnya, dan cara Gabrielle Zebin mengolah tiap paragraf sehingga bisa mengajak emosi pembaca larut pada alur cerita. Hal ini mengingatkan saya pada sebuah film yang saya tonton dulu kala. Topik film tersebut sebenarnya sangat sederhana, tentang seorang laki-laki yang jatuh cinta ada seorang wanita yang ditemuinya di perjalanan. Bisa dibayangkan ya betapa bakal monotonnya film ini. Tapi setelah saya menyimak percakapan-percakapannya yang cerdas dan lucu, tak terasa tahu-tahu saya sudah menonton hingga film itu usai. Begitupun dengan buku ini, percakapannya lah yang menurut saya yang menjadi salah satu kekuatannya.

Dulu aku pelari jarak jauh, tapi sekarang aku tidak berolahraga sama sekali. Aku tinggal sendirian dan tidak memiliki hubangan pribadi yang bermakna. Sejak istriku meninggal, aku juga membenci pekerjaanku."

"Oh, begitu ya? tanya si dokter. "Kau masih muda, Mr. Fikry, tapi tubuhmu hanya bisa menanggung beban sampai batas tertentu. Jika kau mencoba bunuh diri, aku bisa memikirkan cara-cara yang lebih cepat dan mudah untuk melakukannya. Apakah kau ingin mati?"

Halaman 39

 

Bahkan paragraf yang tidak berbentuk percakapan pun tetap terasa asyik untuk disimak, begitu menggelitik 😁.

Karena tidak mungkin lagi pensiun dalam waktu dekat, A.J. membaca buku contoh, membalas e-mail, menjawab telepon, bahkan menulis satu-dua kartu promosi untuk diletakkan di rak Pada malam hari, setelah toko tutup, ia mulai berlari lagi. Ada banyak tantangan untuk lari jarak jauh, tapi salah satu tantangan terbesarnya adalah pertanyaan harus disimpan di manakah kunci rumahnya.

Halaman 44

 

Beberapa kalimat langsung saya catat sebagai quote.

"... masalah orang akan terselesaikan seandainya mereka mau memberi kesempatan bagi lebih banyak hal".

Halaman 17

 A.J.Fikry seolah mewakili hati dan pikiran setiap pecinta buku, yang tiap sel-sel dalam tubuhnya seolah-olah membuktikan hal tersebut. Bahkan, A.J. mengumpamakan orang dengan suatu buku sebagai pembandingnya. 😅. 

 

Siapa Gabrielle Zebin

Gabrielle Zevin adalah penulis terlaris internasional yang buku-bukunya sudah diterjemahkan ke dalam 30 bahasa. Novel ke delapannya yang berjudul The Storied of A.J. Fikry (2014) menduduki list di New York Times Best Seller selama berbulan-bulan, serta mendapatkan predikat #1 di National Indie Best Seller List.

Gabrielle Zevin juga menulis buku-buku young adult, salah satunya yaitu buku yang berjudul Elsewhere. Pengalaman menulisnya sangat banyak, termasuk menulis untuk New York Times Book Review. Tak terlalu mengherankan juga karena Gabrielle Zevin sebenarnya adalah lulusan Harvard University dan memiiliki gelar di bidang English & American Literature. 

The Storied Life of A.J. Fikry mendapatkan poin 4,4 di Amazon, dan 3,98 di Goodreads.

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan pada pembaca usia dewasa yang menyukai novel tentang kisah hidup seseorang, tentang pecinta buku tulen, kisah cinta, keluarga, persahabatan, dan lagi-lagi banyak sekali tentang buku dan buku. Alurnya rapi dengan ending yang manis dan menyentuh. Bahasanya luwes dan cerdas, kualitas terjemahannya baik. Kalau kalian pecinta buku dan hobi membaca serta mengoleksinya, kemungkinan besar kalian akan menyukai buku ini.

Catatan : Hanya untuk pembaca dewasa. Terdapat percakapan-percakapan orang dewasa yang menjurus ke arah topik seksual.

 

 

 

 

0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh

Sponsored Post, Job Review, Special Request, Postingan Lomba

Review Buku First They Killed My Father …

17-01-2018 Hits:95 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : First They Killed My Father Penulis : Loung Ung Jenis Buku : Novel based on true story Penerbit : Harper Perennial Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman :  288 halaman Dimensi Buku :  20.32...

Read more

Review Buku Lincoln in The Bardo - Georg…

16-01-2018 Hits:101 Features Dipi - avatar Dipi

Judul : Lincoln in The Bardo Penulis : George Saunders Jenis Buku : Novel Penerbit : Random House Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman :  368 halaman Harga : Rp. 140.000 Edisi Bahasa Inggris Man Booker Prize Winner Available at...

Read more

Review Buku Rumah Tanpa Jendela - Asma N…

12-01-2018 Hits:189 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : Rumah Tanpa Jendela Penulis : Asma Nadia Jenis Buku : Novel Penerbit : Republika Jumlah Halaman :  221 halaman Dimensi Buku : 13.5 cm x 20.5 cm Harga : Rp. 57.000     Sekelumit Tentang Isi Rara ingin...

Read more

Review Buku

Review Buku Revan & Reina - Christa …

15-01-2018 Hits:67 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Revan & Reina "Look, don't leave" Penulis : Christa Bella Jenis Buku : Novel Remaja Penerbit : Penerbit Ikon Tahun Terbit : Juni 2016 Jumlah Halaman :  halaman Dimensi Buku :  130 x 190 mm Harga...

Read more

Review Buku Para Pendosa (Truly Madly Gu…

01-01-2018 Hits:153 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Para Pendosa Judul Asli : Truly Madly Guilty Penulis : Liane Moriarty Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2017 Jumlah Halaman :  600 halaman Dimensi Buku :  13,5...

Read more

Review Buku Kisah Hidup A.J. Fikry (The …

27-12-2017 Hits:306 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Kisah Hidup A.J. Fikry Judul Asli : The Storied Life of A.J. Fikry Penulis : Gabrielle Zevin Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Cetakan Pertama 2017 Jumlah Halaman :  280 halaman Dimensi Buku :...

Read more

Cerita Dipidiff

J.CO Jatinangor Town Square : Duduk Menu…

11-10-2017 Hits:846 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Book blogger juga manusia, yang terkadang tidak ada ide menulis, hilang fokus, pikiran lelah, serta kurang nafsu makan (padahal tadi sarapan sebakul 😅). Teman-teman pernah merasakan keadaan yang seperti itu...

Read more

Giggle Box Jatinangor - Alternatif Tempa…

11-10-2017 Hits:993 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Dulu sekali, tahun lalu tepatnya, saya pernah menulis tentang J.Co di Jatos. Waktu itu saya sedang hamil moonlight dan saat berkunjung ke sana saya cukup antusias untuk datang kembali mengingat...

Read more

Sudut Buku di Transmart Carrefour Cipadu…

08-10-2017 Hits:1066 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Mungkin tidak semua orang seperti saya, yang setiap berkunjung ke mall atau supermarket pasti langsung mencari book corner. Tentu saya paling bahagia kalau di sana ada toko bukunya. Tapi jika...

Read more