Translate - Language

id Indonesian zh-CN Chinese (Simplified) nl Dutch en English tl Filipino fr French de German it Italian ja Japanese ko Korean ms Malay th Thai

Review Buku Matahari - Tere Liye

Published: Sunday, 23 July 2017 Written by Dipi

LOMBA RESENSI BUKU

 

Judul Buku : Matahari

Jenis Buku : Fiksi Fantasi

Pengarang : Tere Liye

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit beserta cetakannya : Juli 2016

Dimensi Buku : 13,5 cm x 20 cm

Jumlah Halaman : 404 halaman

Harga Buku : Rp. 88.000

 

Isi Cerita

Kisah petualangan tiga sahabat Ali, Raib, dan Seli terus berlanjut. Kali ini di buku Matahari mereka mengunjungi negeri Klan Bintang. Awalnya Raib dan Seli tidak menyukai ide Ali untuk pergi ke sana, namun akhirnya setelah Ali berhasil menciptakan teknologi transportasi canggih berbentuk kapsul yang dinamai ILY, Raib dan Seli akhirnya menyerah juga, apalagi dengan pergi ke klan bintang Raib bisa mencari keterangan tentang orangtua kandung serta asal-usulnya.

 

Perjalanan menyenangkan segera berubah menjadi petualangan berbahaya. Mereka tidak hanya harus berhadapan dengan ular- ular raksasa yang mampu membaca gerak teleportasi Raib, tapi juga kawanan kelelawar ganas yang cerdas di padang kristal dalam upaya menemukan lokasi negeri klan bintang. Belum lagi mereka terlibat pula politik dan intrik negeri Klan Bintang di bawah pimpinan Dewan Kota yang jahat di Zaramaraz.

 

Meskipun kekuatan Ali, Raib, dan Seli sudah jauh meningkat, tetap saja mereka tidak mampu melawan seluruh serangan yang ada. Ali kini sudah bisa bertransformasi menjadi beruang besar yang dapat mengeluarkan tameng kasat mata serta pukulan berdentum, Raib sudah mampu menghilang dan lolos dari deteksi mesin detektor canggih Klan Bintang, Raib juga mampu mentransfer energi seperti yang dilakukan Av dan Faar, selain itu ia juga telah memiliki kekuatan penyembuhan. Seli kini memiliki kekuatan petir yang makin hebat ditambah kekuatan kinetik. Namun apapun kekuatan yang mereka miliki tetap saja rupanya kalah di pertarungan melawan pasukan robot milik Dewan Kota. Hanya kecerdikan dan bantuan dari pihak lain lah yang mampu menolong mereka keluar dari situasi yang sulit.

 

Dari Faar, Kaar, Meer, dan Laar, tiga sahabat ini mendapatkan bantuan hingga akhirnya bisa meloloskan diri dan kembali ke permukaan. Tetapi kisah tentu tak berakhir disitu. Rencana jahat sudah tersusun. Empat klan terancam bahaya. Tiga sahabat ini harus segera melakukan sesuatu untuk mencegah perang dunia paralel.

 

Klan Bintang adalah klan yang memiliki teknologi yang sangat tinggi, jauh melebihi klan-klan lainnya. Meskipun negeri mereka terletak jauh di dalam bumi tapi di sana tetap ada cahaya selayaknya matahari bersinar yang bisa diatur pencahayaannya, bahkan hujan pun bisa dikustomisasi, makanan mereka semacam bubur yang rasanya bisa disesuaikan selera yang sedang mengkonsumsinya, rumah dan perabotan meskipun tampak sederhana namun sebenarnya sangat canggih.

 

Sofa di ruang tamu bahkan bisa berbicara dan mendeteksi kesehatan orang yang sedang mendudukinya, pakaian penduduk Klan Bintang hanya seperti lembaran kulit yang menempel di tubuh namun ternyata bisa berubah model dan warnanya sesuai kehendak si pemakai, alat transportasi di kota Zaramaraz berupa kapsul terbang dan kereta terbang. Jika tersesat di kota Zamarazas cukup mendatangi alat pusat informasi kota yang bentuknya seperti ATM namun menampilkan data berbentuk proyeksi digital.

 

Di negeri Klan Bintang ternyata ada juga yang tidak memiliki kekuatan, namun justru mereka lah yang menguasai klan dan tinggal di pusat pemerintahan yakni kota Zaramaraz, orang-orang ini merupakan ilmuwan-ilmuwan hebat. Mereka mengembangkan pengetahuan dan teknologi untuk mengatasi kekuatan Klan Matahari dan Klan Bulan. Kaum yang memiliki kekuatan justru dikucilkan dan dianggap berbahaya.

 

Raib, Seli, dan Ali yang memiliki banyak kekuatan tentu saja dianggap mengancam keamanan negeri, sehingga Pasukan Dewan Kota memenjarakan mereka di area karantina. Namun di atas semua kesulitan yang dihadapi, persahabatan mereka semakin teruji, kemampuan mereka semakin terasah, dan justru ketika di penjara lah Raib berhasil memecahkan teka-teki segel Buku Kehidupan yang dimilikinya. Raib ternyata adalah Putri Klan Bulan dari garis keturunan murni.

 

Pesan Moral

Kisah pada buku Matahari sepenuhnya berisi kisah petualangan dan aksi di sana-sini. Senangnya, banyak pesan moral yang bisa diambil pembaca dengan menyimak kisah dan percakapan yang ada. Persahabatan, pentingnya berpikir positif setiap saat, dan semangat untuk hidup menjadi yang terbaik adalah pesan-pesan utama yang ingin disampaikan penulis.

 

"Ini memang menyebalkan Ra. Sangat menyebalkan malah. Tapi jangan berkecil hati, kita pasti bisa melewatinya. Sama seperti saat di Klan Bulan, atau Klan Matahari, akan selalu ada jalan keluar sepanjang kita terus berpikir positif...," demikian kutipan percakapan yang diucapkan oleh Ali kepada Raib saat berusaha menyemangati sahabatnya yang sedang putus asa karena mereka bertiga terkurung dalam penjara (halaman 338).

 

Kalimat ini memberikan banyak pelajaran pada kita bahwa kadang situasi hidup memang tidak selalu seperti yang diharapkan, kadang menyebalkan, dan membuat kita sedih, tapi selama kita terus berpikir positif, maka pasti akan ada solusi untuk bisa mengatasi masa-masa tersebut. Kenyataannya ini sangat dekat dan nyata dalam kehidupan kita yang sesungguhnya bukan?

 

"Hidup ini adalah petualangan, Ali. Semua orang memiliki petualangannya masing-masing, maka jadilah seorang petualangan yang melakukan hal terbaik," adalah kutipan percakapan antara ayah Ali kepada Ali yang ia ceritakan kepada Raib selagi mereka terpenjara di kota Zaramaraz (halaman 362).

 

Kalimat ini dalam maknanya hingga tidak heran menjadi quotes buku Matahari yang kerap ditulis oleh banyak reviewer buku. Kita adalah masing-masing, yang punya cerita hidup yang berbeda, kita menghadapi situasi yang berbeda dengan latar belakang kehidupan yang berbeda sehingga tidak bisa disamakan begitu saja satu sama lain. Tapi tiap orang harus dan bisa menjadi yang terbaik dalam versi kehidupannya masing-masing. Hidup di dunia sejatinya adalah kisah petualangan tiap manusia.

 

Tere Liye dalam buku Mataharinya juga mengajak kita untuk berpikir lebih dalam tentang arti kehidupan. Simak saja potongan percakapan Raib dan Ali di bawah ini.

"Aku menelan ludah, mengusap anak rambut di dahi. Jika begini semua orang bisa menjadi pemusik hebat, juga membuat masakan seenak apapun di klan ini. Jika kehidupan menjadi sangat mudah dengan pengetahuan, lantas dimana seninya?" Raib - Halaman 256.

"Dewan Kota mengendalikan kehidupan. mereka mengklaim melakukannya demi kebaikan penduduk Klan Bintang, terutama kota Zaramaraz, permata paling indah di perut bumi. Pertanyaannya, apakah penduduk Klan Bintang sungguh bahagia?" Ali - Halaman 261.

Hidup dengan teknologi yang begitu memudahkan banyak hal benarkah meningkatkan kualitas kehidupan kita yang sesungguhnya? Banyaknya aturan-aturan yang dikeluarkan oleh penguasa atas nama masyarakat sehingga tercipta kehidupan yang teratur dan aman, benarkah membuat masyarakat bahagia ?

 

Alur dan Ide dalam Cerita

Menuliskan kisah fiksi fantasi banyak tantangannya karena penulis diharapkan untuk bisa menghadirkan suatu cerita imajinasi yang benar-benar segar, mulai dari latar cerita, sampai hal-hal kecil seperti nama-nama karakternya. Apalagi Tere Liye adalah pengarang terkenal sehingga saya yakin banyak sekali pembaca yang berharap banyak dari hasil-hasil karyanya. Pembaca buku fiksi imajinasi jelas akan membandingkan buku ini dengan berbagai buku tersohor lainnya, seperti halnya saya yang ketika membaca Bumi, Bulan, dan Matahari selalu dibayang-bayangi kisah brilian Harry Potter, Hermione Granger, dan Ron Weasley.

 

"Tidakkah bagian cerita yang ini agak sedikit mirip dengan yang terdapat pada buku Harry Potter,", "Sepertinya yang bagian ini sama persis idenya dengan ide di buku Harry Potter," pikir saya berulang kali. Kisah persahabatan, ide berpindah dengan menggunakan bubuk melalui perapian, dunia paralel, dan kereta terbang nyatanya memang mirip dengan yang terdapat pada cerita Harry Potter.

 

Tidak hanya mengingatkan pada buku Harry Potter, ide cerita negeri Klan Bintang dimana orang yang tidak memiliki kekuatan justru "menguasai" pemerintahan sedangkan yang memiliki kekuatan diburu dan dipenjarakan sekilas mirip ide film X-Man. Sepertinya pada buku keempat Tere Liye yang berjudul Bintang, penulis harus bekerja lebih keras untuk mencari ide cerita yang berbeda dari film atau buku-buku fiksi fantasi lain yang sudah pernah ada terutama buku-buku yang sudah terkenal.

 

Terus terang, awalnya saya agak ganjil membaca nama-nama para penduduk Klan Bintang, seperti Faarazaraaf, Laarataraal, Kaareteraak sang Hantu, Meeraxareem, rasanya seperti terlalu dibuat-buat. Namun seiring dengan makin lamanya saya membaca buku sampai pada bab pertengahan dan akhir, rupanya Tere Liye sengaja menciptakan nama-nama seperti itu, semacam pengulangan huruf, sebagai khas dari nama-nama penduduk Klan Bintang. Ini cerdas.

 

Keganjilan lain yang saya temukan di awal cerita tentang Ali yang tiba-tiba ahli bermain basket pun terjawab di bab akhir (halaman 340-341), tadinya saya merasa tidak puas karena tidak ada penjelasan logis atau sekadar kelanjutan untuk sub cerita tersebut, namun rupanya Tere Liye memang menyimpannya di akhir cerita di alur yang tepat sehingga cerita secara keseluruhan malah terasa luwes dan tidak dibuat-buat.

 

Hanya saja sayangnya poin dimana Raib begitu ingin pergi ke Klan Bintang untuk mengetahui asal-usul keturunannya tampak tidak sesuai dengan alur, karena ketika Raib, Seli, dan Ali tiba disana poin ini malah terlupakan. Diketahuinya Raib sebagai Putri Klan Bintang pun seolah-olah terjadi karena ketidaksengajaan. Rasanya misi utama Raib yang begitu "digembar-gemborkan" penulis di awal perjalanan menjadi tidak utama lagi bagi penulis ketika tiba pada bab yang menceritakan tibanya mereka di Klan Bintang.

 

Hal-hal menarik lainnya yang bisa disimak dalam kisah adalah ide-ide apa yang Tere Liye siapkan untuk pembaca ketika konflik terjadi pada tokoh-tokoh utama, misalnya apa ide Raib, Ali, dan Seli agar bisa lepas dari amukan ular-ular raksana dan kawanan kelelawar, bagaimana cara Raib membebaskan dirinya dari penjara dan membantu tiga orang temannya, apa cara yang tepat untuk bisa melarikan diri dari pesawat induk Pasukan Dewan Kota, bagaimana cara berkomunikasi dengan penduduk Klan Bintang yang memiliki bahasa yang berbeda, dan masih banyak lagi. Bagian-bagian cerita yang demikian membuat kita merasa penasaran dan ingin terus membaca buku sampai akhir.

 

Buku Matahari memiliki alur maju dan mundur, Bab 1 menceritakan masa kini, lalu di bab 2 Tere Liye tiba-tiba menulis kembali masa dimana Raib, Ali, dan Seli baru saja menyelesaikan misinya di Klan Matahari, dimana Ily sahabat mereka meninggal dalam pertempuran, lalu mereka mengantarkan jenazah Ily kembali kepada keluarganya. Secara singkat diceritakan pula petualangan-petualangan mereka di buku sebelumnya, lengkap dengan tokoh-tokoh utamanya. Baru kemudian di Bab 3 sampai akhir, kisah sepenuhnya beralur maju.

 

Mungkin bagi sebagian pembaca merasa aneh, mungkin juga tidak. Tapi bagi saya, dengan menulis alur cerita seperti itu, Tere Liye memberikan kesempatan kepada pembaca untuk mengingat kembali seperti apa kisah Ali, Raib, dan Seli sebelum melanjutkan menyimak kisah di buku Matahari. Selain itu, Tere Liye juga memberikan "bekal" kepada pembaca yang baru saja membaca bukunya (tidak mengikuti seri Bumi, dan Bulan, tapi langsung membaca buku Matahari, atau membaca buku tidak berurutan) untuk tetap bisa menikmati kisah pada buku tanpa merasa bingung.

 

Cukup aneh juga ketika saya memikirkan mengapa judulnya Matahari padahal isinya menceritakan Klan Bulan. Bahkan Seli yang keturunan Klan Matahari juga tidak mendapat porsi utama dalam cerita, sehingga rasanya makin tidak berkesesuaian antara judul dengan isi. Beberapa reviewer buku dan resensi yang saya baca juga menyebutkan keanehan ini. Tapi bukankah Tere Liye memang begitu ya, senangnya membuat kita yang membaca bertanya-tanya dan keheranan. Tapi kalau kita melihat pola judul dan isi buku, tampaknya hal ini sangat masuk akal dan mudah dipahami.

 

Buku pertama yang berjudul Bumi menceritakan petulangan Raib, Ali, dan Seli yang tinggal di Bumi ke negeri Klan Bulan. Buku kedua makanya berjudul Bulan, karena titik akhir petualangan terakhir di buku sebelumnya adalah tentang Negeri Klan Bulan. Di buku Bulan diceritakan petualangan Ali, Raib, dan Seli ke negeri Klan Matahari. Sehingga buku ketiga berjudul Matahari. Buku Matahari menceritakan petualangan mereka ke negeri Klan Bintang, dan memang di buku keempat nanti, judul bukunya adalah Bintang.

 

Karakter Tokoh-Tokoh

Sebagian besar isi buku menonjolkan karakter Ali, Ali yang tiba-tiba pintar bermain basket dan ikut kejuaraan, Ali yang jenius menciptakan kapsul terbang, dan Ali yang memiliki ide untuk bisa pergi ke Klan Bintang, namun di pertengahan cerita tampaknya peran utama Ali diganti oleh Raib dengan Seli sebagai pelengkap. Pergantian tokoh utama ini dibawakan dengan luwes, dari awal memang kisah Matahari menggunakan kata ganti aku yakni Raib yang sedang bercerita. Saya menyukai ide Tere Liye yang menonjolkan tokoh Ali di awal kisah meskipun memang inti cerita buku Matahari terletak pada kisah Raib yang ternyata adalah Putri Klan Bulan. Banyak "kesaktian" baru yang dimiliki Raib diceritakan di buku ini.

 

Bagi saya, Tere Liye seolah-olah sengaja melakukan itu untuk memberikan warna pada bukunya agar kita tidak bosan pada cerita yang hanya berpusat pada satu tokoh utama dari awal sampai akhir (yang mana ini banyak terjadi pada penulis-penulis lainnya). Saya kira pasti ada beberapa pembaca yang sempat tertipu mengira buku Matahari akan mengisahkan Ali dan Ali lagi dari awal sampai akhir. Kemampuan Tere Liye dalam membangun karakter tokoh lainnya seperti Faar, Kaar, Laar, Meer, dan Sekretaris Dewan Kota juga mencukupi. Setidaknya saya bisa mengambil kesimpulan seperti apa sifat Faar, Laar, Kaar, Meer, dan Sekretaris Dewan Kota setelah menyimak bacaan, padahal buku Matahari hanya berjumlah 390 halaman saja.

 

Latar Cerita

Saya menyukai latar negeri Klan Bintang yang diberikan oleh Tere Liye. Meskipun sebagian besar penggambaran seperti lembah hijau, matahari dan hujan yang bisa diatur, kota yang berteknologi tinggi, kendaraan terbang, pusat data digital, dan kota di dalam perut bumi, memang bukan hal yang pertama kali saya pernah baca atau dengar, namun kemampuan Tere Liye dalam bernarasi membuatnya terasa hidup dalam imajinasi. Keganjilan di sana-sini diupayakan untuk dijelaskan secara logika dalam percakapan luwes di antara para tokoh cerita sehingga pembaca bisa menerima fakta dalam buku seolah-olah kejadian yang biasa saja dalam kehidupan nyata di dunia. 

 

Rekomendasi

Pada dasarnya buku Matahari dapat dibaca oleh semua umur. Anak-anak dapat memperoleh beberapa pesan moral yang baik dalam kisah dan buku ini bisa digunakan untuk fase transisi antara buku anak ke buku remaja jika dilihat dari tebal buku dan bahasa yang digunakan. Pada usia anak, buku yang dibaca cenderung lebih ringan, tipis, dengan kalimat yang tidak terlalu panjang.

 

Namun seiring dengan berjalannya waktu, buku sejenis itu akan mulai membuat bosan anak, sehingga anak mencari buku bacaan lainnya yang lebih tebal, imajinatif, dengan kalimat yang lebih panjang. Bisa juga orangtua ingin melatih kemampuan membaca anak ke level berikutnya agar kosakatanya bertambah, atau memperbanyak pengalamannya membaca anak. Buku Matahari dapat digunakan untuk tujuan tersebut. Tentu saja remaja dan dewasa tepat untuk membaca buku ini. Terutama bagi kamu yang menyukai kisah petualangan, fantasi, fiksi, yang penuh imajinasi.

 

Saya berharap buku Bintang akan dipenuhi ide-ide cerita yang lebih asli, pesan moral yang lebih banyak, dan kualitas tulisan yang lebih baik. Pada buku Matahari nyatanya saya menemukan ada beberapa kata yang salah ketik, yang sangat disayangkan untuk sebuah buku karya penulis sekaliber Tere Liye.

 

Membaca bukan cuma mengetahui kisahnya seperti apa, membaca dapat membuat kita menjadi lebih cerdas dan bijak jika kita bisa mengambil sari bacaan, merefleksikannya dalam kehidupan sehari-hari untuk pengembangan diri pribadi kita. Membaca harus sesuai umur agar kita bisa mengambil manfaat sebanyak-banyaknya dari buku yang kita baca.

0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh

Sponsored Post, Job Review, Special Request, Postingan Lomba

Review Buku The Language of Thorns -Midn…

30-11-2017 Hits:160 Features Dipi - avatar Dipi

Judul : The Language of Thorns Midnight Tales and Dangerous Magic Penulis : Leigh Bardugo Ilustrator : Sara Kipin Jenis Buku : Non Fiksi - Dongeng Penerbit : Imprint        Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman : ...

Read more

Review Buku Unfuck Yourself - Gary John …

29-11-2017 Hits:313 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : Unfuck Yourself Get Out of Your Head and Into Your Life Penulis : Gary John Bishop Jenis Buku : Non Fiksi - Pengembangan Diri Penerbit : HarperOne Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman :  224 halaman Dimensi...

Read more

Review Buku The Girl Who Takes an Eye fo…

23-11-2017 Hits:314 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Girl Who Takes an Eye for an Eye Penulis : David Lagercrantz Jenis Buku : Novel Penerbit : Quercus Publishing Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman :  368 halaman Dimensi Buku : 15.50 x 23.50 x...

Read more

Review Buku

Review Buku Alang - Desi Puspitasari

07-12-2017 Hits:56 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Alang Penulis : Desi Puspitasari Jenis Buku : Novel Penerbit : Republika Tahun Terbit : Juli 2016 Jumlah Halaman : 289 halaman Dimensi Buku : 135 mm x 205 mm Harga : Rp. 55.000   Sekelumit Tentang Isi Alang sangat mencintai dunia...

Read more

Review Buku Sirkus Pohon - Andrea Hirata

07-12-2017 Hits:50 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Sirkus Pohon Penulis : Andrea Hirata Jenis Buku : Novel Penerbit : Bentang Tahun Terbit : Cetakan Pertama Agustus 2017 Jumlah Halaman :  410 halaman Dimensi Buku : 20,5 cm Harga : Rp. 87.000    Winner General Fiction New York...

Read more

Review Buku Satu Pembohong (One of Us is…

10-11-2017 Hits:583 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Satu Pembohong Judul Asli : One of Us is Lying Penulis : Karen McManus Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman : 408 halaman Dimensi Buku : 20 cm Harga :...

Read more

Cerita Dipidiff

J.CO Jatinangor Town Square : Duduk Menu…

11-10-2017 Hits:610 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Book blogger juga manusia, yang terkadang tidak ada ide menulis, hilang fokus, pikiran lelah, serta kurang nafsu makan (padahal tadi sarapan sebakul 😅). Teman-teman pernah merasakan keadaan yang seperti itu...

Read more

Giggle Box Jatinangor - Alternatif Tempa…

11-10-2017 Hits:614 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Dulu sekali, tahun lalu tepatnya, saya pernah menulis tentang J.Co di Jatos. Waktu itu saya sedang hamil moonlight dan saat berkunjung ke sana saya cukup antusias untuk datang kembali mengingat...

Read more

Sudut Buku di Transmart Carrefour Cipadu…

08-10-2017 Hits:702 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Mungkin tidak semua orang seperti saya, yang setiap berkunjung ke mall atau supermarket pasti langsung mencari book corner. Tentu saya paling bahagia kalau di sana ada toko bukunya. Tapi jika...

Read more