Translate - Language

id Indonesian zh-CN Chinese (Simplified) nl Dutch en English tl Filipino fr French de German it Italian ja Japanese ko Korean ms Malay th Thai

Review Buku Alang - Desi Puspitasari

Published: Thursday, 07 December 2017 Written by Dipi

get link

 

get link Judul : Alang

Бабаево купить иней Penulis : Desi Puspitasari

Jenis Buku : Novel

Penerbit : Republika

Tahun Terbit : Juli 2016

Jumlah Halaman : 289 halaman

Dimensi Buku : 135 mm x 205 mm

Harga : Rp. 55.000

 

Sekelumit Tentang Isi

Alang sangat mencintai dunia musik. Bermain gitar adalah panggilan jiwanya. Terlahir dari keluarga yang kurang mampu, Bapak bekerja sebagai tukang becak dan ibu perempuan sederhana yang mengurus rumah tangga, menjadikan Alang satu-satunya harapan yang akan menaikkan derajat keluarga mereka.

 

Ketidaksetujuan Bapak pada minat Alang di dunia seni membuat Alang berperang antara impiannya dengan keinginan untuk tetap menjadi anak yang dapat memenuhi harapan orangtuanya. Hingga jika akhirnya ia pergi meninggalkan rumah untuk menggapai cita-citanya, itu dilakukannya dengan berat hati.

 

Belum lagi cintanya yang tulus pada April membutuhkan pengorbanan yang besar dari hidupnya. April yang juga tidak direstui cita-citanya untuk menjadi penyair, membuat Alang merasa ingin menjadi pelindungnya sekuat tenaga.

 

Di tengah kemelut cinta dan cita ini, ada Mia dan Arif sahabatnya, yang setia bersamanya hingga akhir.

Bagaimanakah akhir kisah cinta Alang dan April? Dapatkan Alang mewujudkan impiannya di bidang musik? Akankah Bapak memaafkan anaknya dan berbaikan kembali?

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

Ditimbang dari sisi disain dan isi buku, tampak sekali kesesuaiannya 😁, bahkan gambar gitar di cover jelas sudah menunjukkan apa cita-cita si tokoh utama, jauh sebelum buku dibaca. Bagian terbaik dari cover yang saya sukai adalah perpaduan warnanya, cocok sekali dengan pakaian saya yang berwarna merah jambu saat saya berfoto dengan buku Alang ini di tangan #eh 😂.

Bukunya tidak tebal, ringan, dan menurut saya pas dibaca saat menjelang tidur atau ketika sedang dalam perjalanan, atau duduk mengantri di suatu lokasi. 

Ilustrasi bab yang ada juga sederhana dengan pilihan model huruf yang terkesan jaman lampau. Latar belakang kehidupan Alang yang dihabuskan di desa kecil di kota Madiun memang menjadikan sebagian cerita ini seperti terjadi di masa lalu yang penuh kebersahajaan.

Picture: Ilustrasi bab

Picture : Daftar isi novel Alang

 

Tokoh dan Karakter

Tokoh utama bernama Alang adalah laki-laki remaja yang berpendirian teguh, baik hati, semangat, pekerja keras, cerdas, namun sedikit naif. Arif sahabatnya justru lebih realistis dalam menjalani kehidupan meski kadang pikiran dan perkataannya mendatangkan kejengkelan, karena sifatnya yang malas, kadang memanfaatkan orang lain, agak culas, tapi dengan caranya sendiri Arif adalah sosok yang setia kawan.

Lalu April, gadis cantik yang pintar membuat puisi, terasa angkuh, naif, tidak konsisten, meski keberaniannya dalam berusaha dan mencoba patut dipuji. Sebaliknya Mia, sosok yang digambarkan sebagai gadis yang pencemburu, kekanak-kanakan, dan pemarah, ternyata punya sisi-sisi kebaikan. Lalu, ada tokoh Bapak, Ibu, Pak Gun, simbah Bisma, dan tokoh minor lainnya.

 

Alur dan Latar

Kisah Alang membawa kita pada latar pedesaan di Madiun. Di sanalah tokoh menghabiskan masa kecil hingga remajanya bersama sahabatnya, Arif. Ketika sudah lepas SMA, Alang tinggal di Jakarta dengan episode kehidupan yang jauh dari gemerlapnya ibu kota. Terminal, kampus, toko, dan kamar kontrakan menjadi latar yang sering muncul. Jika pun ada situasi pertunjukan seni, maka jumlahnya sangat sedikit. Apapun latarnya, saya cukup menikmati imajinasi yang dibawakan oleh Desi Puspitasari di dalam buku ini.

 

Nyatanya, dibanding latar pertunjukan seni yang mewah, atau cafe tempat Alang, Arif, dan April bertemu, saya jauh lebih terkesan pada nuansa desa tempat Alang menghabiskan masa remajanya. Kebun jagung, sawah, hutan, gubug reyot, wayang suket, dan Mbah Bisma menghadirkan memori tertentu dalam benak saya yang "desa banget".

 

Alur cerita bisa dibilang sebagian besar mundur. Alang ketika dewasa, lalu diteruskan dengan alur mundur yakni masa-masa Alang remaja, terjadi konflik, lalu ditutup penyelesaian di masa selanjutnya. Alur cerita ringan, konflik tidak rumit, tapi kemasan bahasanya yang baik membuat cerita ini tetap enak disimak. Belum lagi banyak muatan positif serta nilai-nilai ajaran Islam yang bisa dipetik di sepanjang jalan cerita.

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Oh, ini dia yang sangat saya sukai dari buku Alang 😁. Gara-gara wayang suket, buku ini langsung saya respon positif. Subjektifnya sih karena saya memang suka dan tertarik dengan semua hal yang berbau budaya Indonesia. Rasanya senang sekali bahwa ada penulis yang memasukkan pengetahuan dan latar budaya untuk dijadikan bagian dari cerita 😊.

Arif membantu mengupas ketela dan menyiapkan air rebusan sementara Alang pergi ke ladang. Di dekat pagar bambu, sederet wayang suket yang telah dianyam sedemikian rupa, siap diangkut. Wayang tersebut dibuat dari jalinan rumput liar dan berwarna hijau. Tangan cekatan simbah Bismalah yang menciptakan alat peraga dongeng tersebut. Menggunakan wayang-wayang suket itu, simbah Bisma nantinya akan mendalang di hadapan dua bocah beraroma keringat matahari. Halaman 20

Apalagi ada pengetahuan tambahan tentang perwayangan. I love it 😊. 

"Mengapa Cangik bertubuh kurus sementara anak perempuan memiliki jenis tubuh yang sebaliknya?"

...

"Cangik merupakan gambaran orang jujur, sederhana, dan tidak banyak tuntutan. Hidupnya hanya untuk mengabdi dan tidak mencari materi. Itulah mengapa tubuhnya menjadi kurus," jelas Simbah Bisma. "Sementara Limbuk merupakan gambaran perempuan muda yang masih hobi mengejar materi dan duniawi." Halaman 21

 

Meski konflik yang dimunculkan memang klasik, yakni orangtua yang mengatur hidup anaknya, atau orangtua yang berpikiran bahwa sukses itu yang kerja dikantoran atau jadi dokter, tapi permasalahan model begini tetap ada hingga kapanpun. Untungnya Desi bisa mengemas tema klasik ini dengan baik sehingga jalan ceritanya tetap asyik untuk disimak. Beberapa paragraf yang menyatakan topik ini juga terasa cukup blak-blakan sehingga dapat memancing emosi pembaca.

"Coba kau cerna dengan pikiranmu, Lang," kata Bapak. "Apa kau bisa dapat duit hanya dengan ongkang-ongkang kaki mendengarkan dongeng? Apa kau bisa dapat duit dari banyak membaca?"

Alang menggeleng.

"Tidak bisa!" tegas Bapak. "Hidup ini keras dan kejam. Kau mengira hanya dengan banyak membaca, menulis, dan mendengarkan cerita maka semua permasalahan hidupmu mudah teratasi? Ooh, tidak. Hal itu hanya akan terjadi di dunia mimpi - dunia khayalan. Halaman 25

 

"Hidup di dunia nyata mengajarkan bahwa yang dibutuhkan dalam hidup ini sesungguhnya hanya duit. Dan duit tak bisa kau dapatkan dengan bergelut di bidang seni. Seni itu omong-kosong. Seni itu tak bisa menghidupi, yang ada malah membuatmu mati lebih dini," terang Bapak berpanjang lebar. Halaman 26

 

Mama terdiam sejenak. Raut mukanya menunjukkan bahwa ia sedang berpikir serius dengan cepat. "Sungguh cita-cita yang menarik. Tapi, sayang, pekerjaan menulis itu tidak bisa membuatmu kaya dan pergi ke luar negeri seperti Mbak Kartika." Halaman 54

 

 # dan saya yang kebetulan hobinya membaca, menulis, dan bermain gitar, jadi merasa tergelitik saat membaca itu semua. Pas sekali dengan yang barusan disindir-sindir di dalam kalinat-kalimat di atas 😅.

 

Tentu saja muatan religi adalah salah satu poin unggul yang bisa kita peroleh melalui buku Alang.

"Supaya hatinya tenang."

Supaya hatinya tenang? Bapak mendengus. Sewaktu masih rajin shalat, hidup, pikiran, dan hatinya tak pernah tenang. Setelah Alang lahir, bukannya berkurang tapi masalah semakin bertambah. Bila memang benar shalat membuat hati tenang, semestinya tidak ada lagi cerita mengenai dirinya yang pusing karena berpikir besok hendak makan apa dengan penghasilan serba terbatas. Baginya, tenang itu punya cukup uang, syukur-syukur berlimpah. Hal itu tidak bisa didapat hanya dengan rajin shalat tepat waktu. Halaman 27

 

"Sudahlah Pak," sahut Ibu cepat. "Anaknya Jimin sudah tidak lagi kelihatan, kok kejelekannya masih saja terus dibicarakan."

...

"Aku kan hanya mengingatkan Bapak, bahwa membicarakan keburukan orang lain padahal sosoknya sudah tak terlihat itu tidak baik." Halaman 46

# sangat menarik untuk menerka-nerka dengan cara apa Bapak akhirnya menemukan hidayah.

 

Karena saya suka buku, seringkali judul buku-buku yang disinggung-singgung dalam sebuah cerita menarik minat saya. Kali ini saya menemukan satu judul buku yang saya kenal. Buku itu memang suatu karya yang isinya penuh bahan perenungan. Tapi banyak pembaca yang suka. Buku Dunia Shopie dicetak ulang oleh salah satu penerbit beberapa waktu yang lalu.

Tubuh ceking April bangkit dari kasur. Ia meraih buku tebal berwarna merah dari rak buku. Bagian depan buku itu bergambar anak perempuan dengan tubuh seperti wayang. Dunia Sophie.

Halaman 43.

 

Dan tentu saja, kalimat-kalimat yang penuh makna selalu tepat untuk dijadikan bahan kontemplasi dan dicatat sebagai quotes.

Membaca adalah salah satu caranya melupakan kesedihan sekaligus kemarahan. Halaman 43

"Aku juga senang main gitar," sahut Alang. "Asyik ya bila kita memiliki kesenangan yang bisa ditekuni dan kerjakan dengan sungguh-sungguh." Halaman 74

Omongan seringkali tidak dapat dipegang, tindakan adalah solusi pembuktiannya. Halaman 212

 

Sedikit salah ketik terdapat di dalam buku ini, termasuk pada judulnya. Tapi kesalahan tersebut tidak fatal dan kata yang dimaksud bisa kita tangkap dengan mudah.

Picture : Pemanang di sini pasti maksudnya adalah Pemenang

 

Siapa Desi Puspitasari

Desi Puspitasari adalah novelis dan cerpenis yang karyanya telah diangkat ke layar kaca serta layar lebar. Terlahir di Madiun pada 7 November 1973, ia tinggal di Yogyakarta sejak menempuh pendidikan tinggi hingga saat ini.

Karya-karyanya antara lain : Kutemukan Engkau di Setiap Tahajudku, 2007 (terbit di Malaysia 2008, diadaptasi ke FTV Religi oleh Starvision 2010). Di Bawah Naungan Cahaya-Mu, 2008 (terbit di Malaysia, 2009), Girl-ism (Gramedia, 2009), On a Journey (Bentang Pustaka, 2013, diadaptasi ke layar lebar oleh Starvision, 2014), dan Jogja Jelang Senja ( Grasindo, 2016). Cerpen dan cerita bersambungnya telah dimuat di Koran Tempo, Jawa POs, Majalah Femina, Media Indonesia, Suara Karya, Suara NTB, Jakarta Beat Majalah Kawanku, Majalah Kartini, dan Majalah Horison.

Buku Alang memperoleh poin 3,25 di Goodreads.

 

Rekomendasi

Novel ini saya rekomendasikan untuk pembaca remaja dan dewasa yang menyukai novel yang memiliki muatan pesan religi, ajaran Islam, hikmah kehidupan, dengan tema dan tokoh berusia remaja dan dewasa. Novel yang mengangkat topik dan konflik keluarga, persahabatan, dan cinta. Alur cerita dan bahasa yang ringan juga bisa dijadikan pertimbangan untuk memilih novel ini sebagai bacaan. Ada unsur seni dan budaya yang disinggung dalam cerita, serta suasana desa yang khas dengan konflik kehidupannya yang sederhana tapi memikat. 

 

0
0
0
s2sdefault

Comments   

0 #1 Tatiek Purwanti 2018-01-04 16:34
Ini buku yang membuat Teh Dipi jadi salah satu pemenang review kemarin kan, ya. Saya baru tahu ada buku ini :P padahal udah setahun terbit. Sip nih, reviewnya. Lengkap. Boleh juga nih masuk daftar bacaan
REPLY
Halo mba-ku Tatiek.. :*. Iya ini buku yang saya ikutkan lomba video review buku di Penerbit Republika bulan Desember lalu :D. Banyak sekali buku-buku yang terbit dalam waktu yang bersamaan ya mba, saya juga ga semuanya baca atau langsung tahu kok :D. Terimakasih sudah mampir dan membaca review yang saya tulis ya mbaaa :**
Quote

Add comment


Security code
Refresh

Sponsored Post, Job Review, Special Request, Postingan Lomba

Review Buku The Productivity Project - C…

01-04-2018 Hits:440 Features Dipi - avatar Dipi

Judul : The Productivity Project – Accomplishing More by Managing Your Time, Attention, and Energy Penulis : Chris Bailey Jenis Buku : Non Fiksi – Self Improvement Penerbit : Crown Business Tahun Terbit : Agustus 2017 Jumlah...

Read more

Review Buku The Silent Corner - Dean Koo…

30-03-2018 Hits:521 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Silent Corner Penulis : Dean Koontz Jenis Buku : Novel Suspense Penerbit : Random House Tahun Terbit : Oktober 2017 Jumlah Halaman :  576 halaman Harga : Rp. 143.000 ISBN : 978-0-345-54679-1 Mass Market Paperbound Edisi Bahasa Inggris New York...

Read more

Review Buku Magnus Chase and The Sword o…

29-03-2018 Hits:588 Features Dipi - avatar Dipi

Judul : Magnus Chase and The God of Asgard - The Sword of Summer Penulis : Rick Riordan Jenis Buku : Novel Fantasy Penerbit : Disney Book Group Tahun Terbit : 2015 Jumlah Halaman :  499 halaman Dimensi Buku...

Read more

Review Buku

Review Buku Into The Water - Paula Hawki…

06-04-2018 Hits:219 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Into The Water Penulis : Paula Hawkins Jenis Buku : Novel Suspense Penerbit : Noura Books Publishing Tahun Terbit : September 2017 Jumlah Halaman :  480 halaman Harga : Rp. 89.000 ISBN : 9786023853366 Edisi Terjemahan Penulis Terlaris #1 New...

Read more

Review Buku Gentayangan - Intan Paramadh…

29-03-2018 Hits:631 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Gentayangan Penulis : Intan Paramadhita Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Oktober 2017 Jumlah Halaman :  512 halaman Harga : Rp. 125.000 ISBN : 978-602-03-7772-8 Edisi Soft Cover Karya sastra bidang prosa terbaik pilihan...

Read more

Review Buku The Girl Who Drank the Moon …

20-03-2018 Hits:824 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : The Girl Who Drank The Moon Penulis : Kelly Barnhill  Jenis Buku : Novel Fantasi Penerbit : Bhuana Ilmu Populer Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman :  420 halaman Harga : Rp. 115.000 ISBN : 978-602-394-731-7 Edisi...

Read more

Cerita Dipidiff

Bubur Kacang Ijo untuk Moonlight

10-03-2018 Hits:1229 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Usia Moonlight sudah 12 bulan sekarang. Sebagai emak-emak pada umumnya, hati saya pun gembira sekali melihat perkembangan anak. Moonlight sudah cukup lancar jalannya, dia sehat, aktif bermain, makannya bagus, dan...

Read more

Batik Kepret Motif Bunga dan Lingkaran

08-03-2018 Hits:1414 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Sudah hampir satu bulan kayaknya sejak terakhir membatik. Kok rindu ya 😅. Kain mori sudah ready, malam dan pewarna juga masih cukup untuk satu batik lagi. Jadi kayaknya kondisi sudah...

Read more

Membuat Shibori

27-02-2018 Hits:1868 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Me time ya shibori time 😁🙌, pasti begitu kata para pecinta shibori. Teman-teman sudah pernah dengarkah tentang shibori? Jujur saja usia saya tahun ini 37, dan saya baru saja mendengar...

Read more