Translate - Language

id Indonesian zh-CN Chinese (Simplified) nl Dutch en English tl Filipino fr French de German it Italian ja Japanese ko Korean ms Malay th Thai

Meraih Kebahagiaan Sejati dengan Jalani Nikmati dan Syukuri - Review Buku Dwi Suwiknyo

Published: Wednesday, 24 January 2018 Written by Dipi

 

Judul : Jalani Nikmati Syukuri

Penulis : Dwi Suwiknyo

Jenis Buku : Non Fiksi (Agama dan Spiritual)

Penerbit : Noktah (DIVA Press)

Tahun Terbit : Cetakan pertama, 2018

Jumlah Halaman :  260 halaman

Dimensi Buku :  14 x 20 cm

Harga : Rp. 70.000

ISBN : 978 - 602 - 50754 - 5 - 2

Penulis Buku Best Seller Ubah Lelah Jadi Lillah

 

 

 

Apa artinya kesibukan, kalau tidak bisa kita nikmati?

Apa artinya pekerjaan bergengsi tapi bikin kita mudah stress?

Apa artinya kesuksesan kalau akhirnya membuat kita terkapar di rumah sakit?

Sepertinya, ada sesuatu yang tidak beres dan harus kita obrolkan di buku ini.

 

Sekelumit Tentang Isi

Kalimat-kalimat di atas merupakan pembuka dari buku Jalani Nikmati Syukuri yang ditulis oleh Dwi Suwiknyo. Sederhana tapi mengena kan ya? 😊. Mau tak mau kita teringat kembali pada kehidupan diri kita sendiri atau kisah kehidupan orang lain. Minimal kita jadi bertanya, "Kita begitu tidak ya?" tanya kita dalam hati. Dan meskipun jawabannya "tidak", tetap saja tidak mengurungkan keinginan kita untuk membaca isi buku ini lebih lanjut. Menurut saya, secara psikologis kalimat ini menarik dan mengena, dan secara penempatan kalimat ini tepat dan akurat.

Buku Jalani Nikmati Syukuri dibuka dengan suatu kisah nyata tentang seorang teman mas Dwi Suwiknyo yang jatuh sakit setelah bekerja dengan keras demi karirnya. Tentu ada hikmah yang dapat diambil pembaca dari cerita tersebut, salah satunya adalah tentang kebahagiaan. Pertanyaan terbesar selanjutnya memang berkutat pada satu titik yakni, "Sudahkah kita merasa bahagia selama menjalani kehidupan di dunia ini? Melalui gaya bahasanya yang santai dan mudah dicerna, mas Dwi Suwiknyo mengajak kita untuk merenungkan arti kebahagiaan. "Jangan lupa bahagia", kata beliau.

"Kita memang tidak bisa memilih bagaimana cara kita memulai hidup ini, tetapi kita masih diberi kesempatan untuk memikirkan bagaimana cara kita menikmati hidup ini, dan bagaimana cara kita menyikapi hasilnya."

Halaman 10.

"... jangan sampai semua kesibukan kita justru mengeraskan hati, mengeruhkan pikiran, dan harus diwaspadai bila sampai melemahkan iman."

Halaman 11.

 

Lalu, alih-alih langsung menjelaskannya lebih terperinci, penulis justru berhenti, memberi jeda kepada pembaca untuk melakukan refleksi diri. "Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh buku ini?" tanya beliau. "Untuk mendapatkan jawabannya, selamat membaca buku ini ya?" sambungnya lagi.

 

Nah, sampai sini mari kita intip ada bab-bab apa saja sih di dalam buku Nikmati Jalani Syukuri 😊

# Jangan Lupa Bahagia

# Yang Penting Yakin

# Belajar Menerima

# Belajar Melepaskan

# Kembali Belajar Melepaskan

# Belajar Bahagia

# Kejutan dari Allah

# Nilai diri Kita

# Insentif Cari Muka

# Kontes Kesengsaraan

# Upaya Memberi Nilai

# Kaya Belum Tentu Enak

# Hidup Modal Dendam

# 7 Tanda Kebahagiaan

# Kesengsaraan itu Hanya Ilusi

# Ajaibnya Tiga Kata

# Jangan Gampang Protes

# Tersakiti Saat Berbagi?

# Selalu ada Pilihan?

# Diskusi, Bukan Debat

# Kebencian itu Mematikan

# Ketika Semua Serba Salah

# Seni Memaklumi

# Rumus 9 Barangkali

# Ketemu Jalan Buntu

# Ketika Kita Difitnah

# Kesuksesan yang Tertukar?

# Kesuksesan Kita Berbeda

# Ketika Hidup Terasa Menjenuhkan

# Apa Kamu Mudah Stress?

# Jangan Terlalu Serius

# Tampil Lebih Kreatif

# Hiduplah Hari ini

# Berdamai dengan Diri Sendiri

# Berani Ambil Resiko

# Kemudahan Belum Tentu Baik

# Awas Budaya Instan

# Bukan untuk Dipamerkan

# Ternyata Aku Salah

# Tidak Perlu Minder

# Ketika Salah Menjadi Sumber Tawa

# Jangan Gampang Baper

# Manjakan Diri Sendiri

# Haters itu Anugerah

# Siapa Sebenarnya Teman Kita?

# Allah Selalu Punya Rahasia

# Apa yang Sebenarnya Kita Miliki?

# Mencoba Tetap Bertahan

# Bersyukur Saat Diuji

# Allah Maha Baik

# Epilog : Jangan Tunda Kebahagiaan

 

Pilihan judul-judul tiap bab banyak yang menggelitik rasa keingintahuan saya. Harus diakui saya ingin tahu lebih rinci apa yang dimaksud oleh semua judul tersebut, terlebih topik bahasan tiap bab memang problema yang kerap kita rasakan dalam kehidupan. Membaca buku Nikmati Jalani Syukuri tak pelak lagi dapat menjadi salah satu "pemuas dahaga" atas rasa haus akan bacaan yang menentramkan hati, memberikan solusi, dan mendekatkan diri kita pada Ilahi Robbi.

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

Siapa yang suka warna-wana cerah? Oh saya suka itu. Makanya disain cover buku ini benar-benar mewakili warna-warna favorit saya. Kombinasi warnanya juga berhasil menonjolkan tulisan judul dengan baik. Secara keseluruhan disain covernya memberikan kesan adanya semangat, harapan, masa depan yang lebih bahagia, yang mana sesuai dengan isi dari buku ini. 

Pada cover buku sudah terlihat keunikan disainnya. Coba perhatikan sudut kiri bawah buku yang bertuliskan "Tempel Foto SENYUM KAMU di sini ya" 😁. Yuk segera foto lalu tempel 😁.

Picture : Tempel Foto SENYUM KAMU

 

Teman-teman tak perlu khawatir, buku ini tidak akan terasa berat dan kebanyakan halamannya. Meskipun babnya banyak, tapi satu babnya biasanya hanya terdiri dari tiga hingga empat halaman saja. Jarang ada satu bab yang mencapai lebih dari lima halaman lebih. Apalagi tiap halaman dipercantik dengan ilustrasi dan model layout tulisan yang beragam sehingga banyak bab-bab di dalam buku ini yang hanya berisi poin-poin penting atau tabel-tabel yang memudahkankan kita untuk memahami topik bahasan.

Banyaknya ilustrasi dan model layout yang beragam benar-benar memanjakan pembaca secara visual. Kita jadi tidak merasa bosan serta jauh dari rasa lelah saat menyimak isi buku. Sudah umum kan ya kalau buku berisi huruf melulu memang membutuhkan fokus dan energi yang lebih, akibatnya kadang membuat kita merasa cepat capek saat membaca. Tapi buku Jalani Nikmati Syukuri jelas buku yang tidak seperti itu.

  

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Bagian yang saya suka dari buku Jalani Nikmati Syukuri adalah gaya bahasanya yang sederhana, santai, namun tepat mengena. Banyak dari kalimat-kalimat mas Dwi Suwiknyo yang sangat persuasif serta meyakinkan, dan lebih banyak lagi dari kalimatnya yang mengandung kebenaran. Coba kita simak bersama satu paragraf yang meyakinkan di bawah ini 😊.

Teman saya itu butuh waktu sampai satu minggu sampai benar-benar pulih dan diizinkan dokter untuk pulang. Dokter berpesan kepadanya agar tidak memforsir tubuh untuk terus-terusan bekerja, dan jangan sampai pusing berat lantaran mikirin target kerja. Karena dedikasi pada pekerjaan tidak harus ditandai dengan cara membunuh diri secara perlahan.

# Ada banyak cara untuk menunjukkan dedikasi kita dalam karir, dan yang pasti bukan dengan cara bekerja hingga jatuh sakit.

 

Beberapa bagian bahkan menggunakan bahasa yang apa adanya, lebih mirip bahasa lisan daripada tulisan. Sesekali mas Dwi selipkan guyonan-guyonan, diduga agar pembaca merasa bahagia saat membaca bukunya. Kan kata beliau "jangan lupa bahagia" 😁.

Begitulah. Memang sudah seharusnya hidup kita ini ada pahit-pahitnya. Latihan. Anggap saja kenyataan pahit itu seperti penyedap rasa dalam hidup kita. Lha, kalau hidup isinya cuma manis, ya bahaya itu. Bisa kena diabetes. Hehehe... canda.

Halaman 70.

 

Buku Jalani Nikmati Syukuri tidak hanya berusaha menyampaikan pesan-pesannya lewat kalimat, namun juga dengan berbagai pendekatan lainnya, kadang melalui pemaparan berbentuk daftar atau tabel, bahkan dengan cerita bergambar. Apakah teman-teman ada yang merasa lebih mudah menyimak cerita dengan gambar? Nah ini dia, di sini ada disediakan halaman khusus untuk itu. Luar biasa 😊.

Picture : Halaman cerita bergambar

 

Masalah-masalah yang dibahas oleh mas Dwi juga terasa "kekinian", sehingga baik pemaparan sudut pandang masalah maupun solusinya terasa nyata, penting, dan lagi-lagi "mengena". Salah satunya saya kutipkan di bawah ini.

Bisa jadi, kita pun telah terjebak dalam pusaran arus modern yang selalu menuntut untuk tampil sempurna. Punya pekerjaan bergengsi, berpenghasilan besar, pendidikan tinggi dengan nilai terbaik, harus punya barang-barang bagus meski terpaksa kredit, dan begitu banyak tekanan dari perkembangan zaman yang akhirnya semakin mengerdilkan jiwa kita.

Selain itu, muncul juga fakta yang unik, yakni ingin tampil memesona di hadapan orang lain, tetapi sejatinya kondisinya tidak sebagus yang terlihat. Kita pun sering menyembunyikan rasa sedih itu (menutupinya dengan topeng). Kita tidak lagi menjadi manusia yang jujur. Segala hal dilakukan agar tetap hebat, tangguh, kuat, padahal sebenarnya lemah dan rapuh. Karena kita lebih pusing memikirkan omongan orang lain ketimbang mensyukuri apa pun yang telah Allah amanahkan dalam diri kita. Akhirnya, kita merasa kalah bila tidak dipandang wah oleh orang lain.

Halaman 9-10.

 

Cara penulis membukakan pikiran kita terhadap suatu topik atau masalah terasa luwes, tidak menghakimi, dan selalu bernada memotivasi.

Betul bahwa kita berhak dan berkuasa atas diri kita, bisa menentukan impian, bisa membuat cita-cita setinggi langit, bisa saling bekerjasama dengan orang lain, tapi toh akhirnya Allah juga yang memutuskan bagaimana takdir hidup kita. Bisa saja kita berpikir, kalau semuanya sudah diatur sama Allah, kenapa kita capek-capek berikhtiar?

Di situlah Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk menunjukkan keseriusan, menunjukkan ikhtiar yang terbaik, dan diberi kesempatan untuk menjalankan setiap niatan baik. Itu justru peluang kita untuk show dan 'pamer' kebolehan kepada Allah. Sekaligus Allah akan melihat seberapa besarnya ketergantungan kita kepada-Nya.

Halaman 33.

 

Solusi-solusinya pun gamblang, mudah dipahami oleh kita, dengan pendekatan sisi rohani serta religi. Salah satunya saya kutipkan di bawah ini.

Lalu, apa yang seharusnya kita lakukan agar kita bisa menguatkan iman kembali dan tidak terjebak dalam keburukan prasangka kepada Allah? Allah telah memberikan panduan kepada kita dalam surat al- A'laa terutama pada ayat 14 dan 15.

"Sesungguhnya, beruntunglah orang yang membersihkan diri, dan dia ingat nama Tuhannya lalu dia shalat."

Keberuntungan itu hadir setelah kita membersihkan diri, yakni dengan berlapang dada (mau menerima) dengan sabar atas apa pun yang Allah kehendaki. Selain itu beristighfar. 

...

Halaman 36

 

Selain mengingatkan kita pada ayat-ayat suci Al-Qur'an, hadist, dan kisah sahabat nabi, banyak solusi dan tips yang diberikan mas Dwi yang mengupas dari sudut bahasan yang umum, misalnya tips belajar bahagia dan 7 tanda kebahagiaan. Pemaparannya argumentatif dan persuasif. Terasa aplikatif dan cukup mudah untuk dilakukan saat itu juga 😊.

 

Tak lupa jika ada istilah yang dirasa tidak umum dipahami oleh orang awam, maka ada catatan kaki yang memberikan penjelasan lebih detail terkait istilah tersebut. Buku ini memang dimaksudkan untuk dapat dibaca dan dipahami oleh semua segmen pembaca.

Picture : Catatan kaki berisi keterangan istilah tertentu

 

Contoh-contoh kasus yang diberikan dalam buku ini diambil dari kisah nyata saat ini (dari teman dan saudara misalnya), dari kisah sahabat nabi, dan dari cerita kehidupan mas Dwi pribadi. Kadang diperkuat pula dengan cerita dan quotes tokoh-tokoh sukses di dunia masa kini. Pendekatannya yang sederhana dan penuh kerendahatian tak pelak lagi memunculkan rasa simpati di hati saya selaku pembaca, dan menginspirasi banyak hal yang tak terpikirkan oleh saya sebelumnya.

Ketemu Jalan Buntu

Ini kisah nyata. Seorang ibu bekerja sebagai tukang jahit. Beliau menjahit daster-daster di rumah. Sayangnya, beliau hanya menjahitkan . Jadi bahan daster dari sang pemberi proyek, lalu beliau jahit dan hasil jahitan dasternya diberikan kepada sang pemberi proyek tersebut. Untuk setiap daster, beliau mendapat upah Rp.3.000,00 saja.

Melihat sang ibu bekerja keras, anaknya (perempuan) memutar otak. Ia bekerja di sebuah minimarket dari pagi hingga sore. Kemudian, dari sore sampai malam, ia membuat pola.

....

Halaman 141

# kisah nyata

 

Nah, tentang konsep harta yang kita miliki ialah harta yang sudah kita nikmati dan apa yang sudah kita sedekahkan, ini ada satu kisah nyata yang sangat populer di dunia.

Dulu, di kota Madinah terjadi panceklik, kekeringan, dan kekurangan air. Padahal, para sahabat Muhajirin terbiasa meminum air yang jernih (air zamzam) ketika di Makkah. Saat itu di Madinah ada sumber air, tetapi milik warna Yahudi, sumur Raumah namanya. Rasa airnya pun mirip dengan air zamzam. Maka demi mendapatkan air tersebut, warga kota termasuk kaum muslimin pun rela antre untuk membeli air dari sumur tersebut klepada orang Yahudi itu.

.....

Halaman 81

# kisah sahabat Nabi

 

Sesederhana itu. Itulah obat pusing untuk orang kaya. Prinsip itu bukan memperkaya diri ini pun dinasihatkan oleh Mark Markkula Jr. - investor Apple - saat kali pertama memberi dananya kepada Steve Job.

Halaman 80

# cerita dari tokoh ternama masa kini

 

Nah teman-teman, mudah-mudahan sudah mendapatkan gambaran ya tentang buku Jalani Nikmati Syukuri 😊. Sepertinya kini sudah tiba saatnya bagi teman-teman untuk membaca sendiri buku ini agar segera mendapatkan banyak poin-poin positif darinya. Seperti kata Dwi Suwiknyo di akhir buku,

"Jangan Tunda Kebahagiaan"

"Kebahagiaan adalah anugerah dari-Nya yang hanya bisa dirasakan oleh hati yang sehat".

Epilog

 

Dengan membaca buku ini pikiran jadi terbuka, hati menjadi lebih sehat, tumbuh motivasi baru dalam menjalani hidup, dan semoga kebahagiaan yang lebih dari sebelumnya dapat menjadi milik kita bersama segera.

 

Setelah berbulan-bulan list buku bacaan saya mayoritas diisi novel-novel dari berbagai genre, membaca buku Dwi Suwiknyo sungguh terasa bagai oase di padang pasir. Ademmm banget di hati, mengisi ruhani. Banyak kalimat-kalimat beliau yang penuh hikmah, mengingatkan saya kembali pada eksistensi seorang hamba yang pada dasarnya "lemah tak berdaya tanpa pertolongan dan kasih Allah SWT".

 

Siapa Dwi Suwiknyo

Dwi Suwiknyo lahir di Weleri, Kendal, Jawa Tengah, dan tinggal di Yogyakarta. Ayah dari tiga anak ini menyukai dunia kepenulisan sejak belajar di Pondok Pesantren Modern Selamat, Kendal. Hobinya tersebut makin ditekuninya selama kuliah strata dua (S2) di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Buku-bukunya telah tersebar di toko buku Gramedia. Ia pun menjadi trainer pelatihan kepenulisan sekaligus mengelola Pesantren Penulis (Trenlis).

Telah banyak buku-buku yang ditulis olehnya antara lain Ubah Lelah Jadi Lillah, Google is My Office, Menjadi Pribadi yang Selalu Beruntung, Jokowi : Pemimpin yang Rendah Hati, dan buku-buku yang ditulis bersama penulis lainnya seperti Menulis : Tradisi Intelektual Muslim, Ya Allah Izinkan Kami Menikah, Muslimah Anti Baper, dan Hanya Tuhan yang Tak Bisa Dikalahkan.

Buku Nikmati Jalani Syukuri adalah buku terbarunya, terbit di tahun 2018 dan dipublikasikan oleh Penerbit Noktah (DIVA Press).

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan kepada semua segmen pembaca dari berbagai range usia, terutama pada mereka yang mencari buku bacaan berkualitas tentang pengembangan diri, non fiksi, spiritual dan keagaaman, dengan topik kebahagiaan dalam hidup, yang dibahas dalam sudut pandang rohani dan religi. Bahasanya yang ringan dan sederhana sangat mudah dicerna oleh pembaca. Banyak terdapat gambar dan ilustrasi yang bagus di dalam buku ini, membuat kita jauh dari rasa lelah saat membaca, dan memudahkan kita untuk memahami topik yang tengah disampaikan. Topik bahasan dilengkapi contoh-contoh cerita yang mencakup kisah nyata, pengalaman pribadi, dan cerita penuh hikmah para sahabat nabi. Solusi dan tipsnya yang aplikatif diberikan dalam bentuk poin-poin bahkan terkadang tabel yang dilengkapi dengan gambar yang menarik. Secara keseluruhan buku ini mengupas sisi problematika kehidupan masa kini dengan cara yang sangat mengena.

 

# Tulisan review buku ini disertakan dalam lomba Blog Review Buku Baru, "Jalani Nikmati Syukuri" yang diselenggarakan oleh Penerbit Noktah dan DIVA Press

 

 

0
0
0
s2sdefault

Comments   

0 #13 Tatiek Purwanti 2018-02-07 23:39
Review-nya keren dan lengkap. Semoga jadi salah satu kandidat winner, ya. Aamiin. Setelah baca review ini, saya jadi inget bahwa harus me-review juga hehe. Gara2 Januari ngikut challenge yang lain, nulis review buku ini malah belakangan. Nyicil, ahh. Tengkiu, Teteh :-)
Quote
0 #12 Aninda Resta 2018-02-02 15:56
merasa tertampar baca yg point ini , pas bangat dengan kondisi hati saat ini.

"Ada banyak cara untuk menunjukkan dedikasi kita dalam karir, dan yang pasti bukan dengan cara bekerja hingga jatuh sakit."

Alhamdulillah dpt nilai spritual ddari review ini walaupun belum punya bukunya.
Quote
0 #11 Naufal F 2018-02-02 13:34
mantap betul ulasannya...
.
bukunya keren ya, diselingi komik pulak, jadi ga monoton dan bisa cuci mata, ga liat teks mulu (saya suka jenis buku yang kayak gini)
.
memang benar kita itu sebagai manusia haruslah jadi insan yang pandai bersyukur.
.
nice review :)
Quote
0 #10 Lya Amalia 2018-01-31 01:12
wahhh bukunya bagus yaa mbak, kayaknya kalau diterapkan buat kehidupan sehari - hari bagus juga, cuma mesti kadang sering banget terkendala. hehe

REPLY
Duh, bener tuh. Namanya juga manusia, kita udah dapet cara-cara atau tips yang bagus buat diaplikasikan di kehidupan, tapi giliran nerapinnya memang butuh perjuangan keras. Cuman, kita tetap semangat ajalah. Mulai dari yang kecil, yang paling sederhana, yang bisa kita lakukan.
Quote
0 #9 Zakia Maharani 2018-01-29 17:14
Kak Dipiiiiii.. ❤️❤️❤️❤️
Selalu ngasih review yg detail dan ceritanya bikin pembaca makin paham isi buku.

Terima kasih udah nyeritain dari bab awal dan beberapa kwot bagus buat ditempel di sticky notes. Ehehe

Kalo diliat2 emang bukunya tampak adhem, ternyaya bener. Yang dibahas di dalamnya nggak jauh2 dari mempererat dan lebih mendekatkan diri kepada Allah. Selama ini pun saya sering lupa bersyukur dan menjalani hidup dengan ikhlas.

Makasih kak Dipi. Saya rasanya seperti diingatkan sekali lagi.

REPLY
Iya adiiikkk, buku ini juga mengingatkan saya kembali pada banyak hal positif. Bukunya memang bagus ya. Saya bahkan jadikan buku ini untuk kado kakak saya di Semarang.
Terimakasih sudah membaca review yang saya tulis yaaaa... :*
Quote
0 #8 Vindy Putri 2018-01-29 11:05
Quoting Vindy Putri:
Wah, ulasannya lengkap sekali...
Btw, bukunya ini bagus soalnya bahasnya yang kayanya mudah diucapin tapi susah dilakuin. Kok kayanya pengen punya juga ya...
goodluck yaa

REPLY
hahaha... iya, banyak yang ingin punya buku ini. Untuk ngademin hati dan pikiran kita. Menginspirasi :)


Tapi memang bukunya Dwi Suwiknyo bagus-bagus kok. Emang penulis top :)
REPLY
Betul, beliau penulis bestseller.. bukunya yang Ubah Lelah Jadi Lillah itu terjual laris sekali. dan baru kemarin saya ke Gramedia pusat di Bandung, buku ini nongkrong di display juga.
Quote
0 #7 Siska Dwyta 2018-01-29 05:48
Pembukaan yang menarik. Ngena banget, iya yaa jadi mikir ngapain kita kerja keras tapi nggak membuahkan apa-apa. Seolah-olah hidup cuma mengejar materi di dunia saja tapi pas mati juga nggak ada satu pun hasil keringat kita yang bakal di bawa menemani kita di kuburan.

Belakangan ini saya juga suka baca non fiksi yang gaya tulisannya ringan, penuh ilustrasi dan berwarna. Jadi nggak bosan aja ngebacanya buku2 dengan model kayak gitu. Termaksud buku yang satu ini yang dari ulasan mbak Dipi berasa banget full motivasinya. Bolehlah masuk di list buku yang kudu saya baca tahun ini.

REPLY
Iya, ilustrasinya itu bikin kita tetep melek baca buku ini, selain memang kontennya menarik. Saya suka beliau memberikan tips-tipsnya dalam variasi poin-poin, jadi otak lebih mudah memetakannya. Ga lelah.
Siipp, semoga cepat kesampaian untuk membaca buku ini ya :)
Quote
0 #6 Siska Dwyta 2018-01-29 05:45
Pembukaan yang menarik. Ngena banget, iya yaa jadi mikir ngapain kita kerja keras tapi nggak membuahkan apa-apa. Seolah-olah hidup cuma mengejar materi di dunia saja tapi pas mati juga nggak ada satu pun hasil keringat kita yang bakal di bawa menemani kita di kuburan.

Belakangan ini saya juga suka baca non fiksi yang gaya tulisannya ringan, penuh ilustrasi dan berwarna. Jadi nggak bosan aja ngebacanya buku2 dengan model kayak gitu. Termaksud buku yang satu ini yang dari ulasan mbak Dipi berasa banget full motivasinya. Bolehlah masuk di list buku yang kudu saya baca tahun ini.
Quote
0 #5 Rita Asmaraningsih 2018-01-28 03:31
Tiga kata tersebut sudah cukup mewakili untuk meraih hidup bahagia ya Mba..

REPLY
Iya mba, betul sekali :). Terimakasih sudah berkunjung ke sini ya
Quote
0 #4 Andi Nugraha 2018-01-27 16:56
Teh biasanya kalau baca buku itu ada waktu tertentu sendiri atau gimana untuk melahap satu bukunya.. Penasaran pengen deh di kasih tips membaca bukunya untuk terus istiqomah, walaupaun kesibukan menerpa..hehe

REPLY
Oke adiikk.. nanti aku coba bikinkan tulisan khusus untuk tips baca buku itu yaaaa.. :)
Quote

Add comment


Security code
Refresh

Sponsored Post, Job Review, Special Request, Postingan Lomba

Review Buku Finding Audrey - Sophie Kins…

31-01-2018 Hits:324 Features Dipi - avatar Dipi

Judul : Finding Audrey Penulis : Sophie Kinsella Jenis Buku : Novel Remaja (Young Adult) Penerbit : Ember Tahun Terbit : 2015 Jumlah Halaman :  304 halaman Dimensi Buku :  20.83 x 13.97 x 1.52 cm Harga...

Read more

Meraih Kebahagiaan Sejati dengan Jalani …

24-01-2018 Hits:507 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : Jalani Nikmati Syukuri Penulis : Dwi Suwiknyo Jenis Buku : Non Fiksi (Agama dan Spiritual) Penerbit : Noktah (DIVA Press) Tahun Terbit : Cetakan pertama, 2018 Jumlah Halaman :  260 halaman Dimensi Buku : ...

Read more

Review Buku Lincoln in The Bardo - Georg…

16-01-2018 Hits:414 Features Dipi - avatar Dipi

Judul : Lincoln in The Bardo Penulis : George Saunders Jenis Buku : Novel Penerbit : Random House Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman :  368 halaman Harga : Rp. 140.000 Edisi Bahasa Inggris Man Booker Prize Winner Available at...

Read more

Review Buku

Review Buku Revan & Reina - Christa …

15-01-2018 Hits:541 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Revan & Reina "Look, don't leave" Penulis : Christa Bella Jenis Buku : Novel Remaja Penerbit : Penerbit Ikon Tahun Terbit : Juni 2016 Jumlah Halaman :  halaman Dimensi Buku :  130 x 190 mm Harga...

Read more

Review Buku Para Pendosa (Truly Madly Gu…

01-01-2018 Hits:448 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Para Pendosa Judul Asli : Truly Madly Guilty Penulis : Liane Moriarty Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2017 Jumlah Halaman :  600 halaman Dimensi Buku :  13,5...

Read more

Review Buku Kisah Hidup A.J. Fikry (The …

27-12-2017 Hits:601 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Kisah Hidup A.J. Fikry Judul Asli : The Storied Life of A.J. Fikry Penulis : Gabrielle Zevin Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Cetakan Pertama 2017 Jumlah Halaman :  280 halaman Dimensi Buku :...

Read more

Cerita Dipidiff

Yuk Yoga dan ngeGym biar "Kencang…

02-02-2018 Hits:232 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Upppsss... apanya ya yang kencang ya? Hahaha. Yah apalagi kalo bukan otot, kulit, lingkar perut, lingkar pinggul, dan bagian-bagian lain yang rentan menggelambir. Maklum lah, habis lahiran wanita pada umumnya...

Read more

Suatu Siang di Wendy's bersama Sahabat

29-01-2018 Hits:262 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Saya masih teringat pada satu lirik lagu yang nge-hits sekali di jamannya, yakni "persahabatan bagai kepompong, mengubah ulat menjadi kupu-kupu." Lirik ini banyak disetujui orang-orang karena kebenarannya, dan saya akui...

Read more

J.CO Jatinangor Town Square : Duduk Menu…

11-10-2017 Hits:1143 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Book blogger juga manusia, yang terkadang tidak ada ide menulis, hilang fokus, pikiran lelah, serta kurang nafsu makan (padahal tadi sarapan sebakul 😅). Teman-teman pernah merasakan keadaan yang seperti itu...

Read more