Translate - Language

id Indonesian zh-CN Chinese (Simplified) nl Dutch en English tl Filipino fr French de German it Italian ja Japanese ko Korean ms Malay th Thai

Review Buku To All The Boys I've Loved Before

Category: Novel Terjemahan Published: Saturday, 02 September 2017 Written by Dipi Print Email

http://saglikvehayat.com/alliance/tussin-plyus-effekt.html

 

Judul : To All The Boys I've Loved Before

Penulis : Jenny Han

Jenis Buku : Young Adult

Penerbit : Penerbit Spring

Tahun Terbit : April 2015

Cetakan : Ketiga Juni 2017

Jumlah Halaman : 380 hlm

Dimensi Buku : 20 cm

ISBN : 978-602-6682-00-0

Penerjemah : Airin Kusumawardani

Ilustrasi Isi & Penata Sampul : @teguhra

Penyunting : Selsa Chyntia

Penyelaras Aksara : Yuli Yono

Edisi Terjemahan Bhs Indonesia

BOOK 1

 

Sekelumit Tentang Isi

Lara Jean menyimpan surat-surat cintanya di dalam kotak topi hadiah dari almarhumah ibunya. Surat cinta yang ia tulis itu bukan surat yang ia maksudkan untuk dikirim dan dibaca oleh cowo yang dia sukai. Di dalam surat itu ia curahkan seluruh perasaannya. Itu surat pribadi untuk dibaca oleh dirinya sendiri.

 

Entah bagaimaa surat-surat itu lalu ada yang mengirimkannya lewat pos. Total ada 5 surat untuk 5 cowo yang pernah Lara Jean sukai. Mulai saat itu kehidupannya menjadi berubah, yakni ketika surat itu sampai dan dibaca oleh cowo-cowo tersebut. Salah satu cowo yang menerima surat adalah pacar kakaknya sendiri, Josh. Lalu ada juga cowo paling populer di sekolah, Peter, dan 3 cowo lainnya.

 

Hidup Lara Jean jadi rumit setelahnya. Apalagi mantan pacar Peter yang bernama Genevieve selalu membayang-bayanginya. Intimidasi yang rada menakutkan. Tapi setidaknya cinta akhirnya menemukan jalan. Bagaimana bisa? Ah, teman-teman baca saja lah ya. Dijamin ga kecewa dan banyak senyumnya 😊.

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

 

Waktu pertama kali liat cover buku dalam versi aslinya saya sudah merasa suka. Sebab baik warna maupun pilihan konten gambarnya rasanya sesuai dengan judul dan isi cerita. Sweet begitu lah. Untunglah buku versi terjemahan yang diterbitkan oleh Penerbit Spring ternyata mempertahankan cover aslinya 😊.

 

Dimensi buku yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu tebal juga pas dengan isinya. Duh, jangan deh kisah semanis ini dipanjang-panjangin hinggal 400 halaman misalnya. Kategorinya sudah cocok sekali dengan "buku percintaan remaja yang segar, ringan, dan menghibur." Tolong, jangan jadi rumit dan bertele-tele. Kalau mau diperpanjang saya setuju ceritanya dilanjutkan ke buku kedua dan ketiga saja.

Lalu sebagai bonus, ada pula penanda buku yang imut berwarna lembut. Nice 😘. Ilustrasi gambar surat dan amplopnya juga banyak terdapat di beberapa halaman. Pas dengan isi cerita.

 

Tokoh dan Karakter

Sudah lama sejak saya membaca buku bergenre remaja seperti ini. Kisah cinta anak remaja sekolahan yang segar, ringan, dan sangat menghibur. Sedihnya, saya ingat buku genre remaja terakhir yang saya baca, saya anggap belum dapat memenuhi ekspektasi saya. Saya kecewa #nyusutaurmatadipojokan 😅.

 

Tapi tokoh Lara Jean beserta hiruk pikuk hidup percintaannya dengan Peter dan Josh serta lika-liku kisah keluarganya benar-benar membuat saya serasa ingin bertepuk tangan. "Nah, akhirnya ada juga yang sesuai ekspektasi" 😊. #keprok_tangan.

 

Saya suka semua tokoh penting yang ada dalam cerita, bukan karena saya suka karakternya, tapi lebih kepada "karena semua tokohnya JADI". Jadi apa? Ya jadi tokoh yang hidup, ga mengawang-awang, atau tampak ambigu. Ada Lara Jean, gadis remaja yang ceria, sedikit ceroboh, lucu, apa adanya, dan dengan caranya sendiri dia unik serta baik hati. Lalu Peter yang populer, Margot yang dewasa, Kitty yang keras kepala tapi sebenarnya peduli, Daddy yang berusaha kerasa menjadi single parent, Josh yang lembut, dan beberapa tokoh pendukung lainnya, membuat keseluruhan cerita menjadi menarik untuk disimak.

 

Alur dan Latar

Tidak ada yg lebih menyenangkan ketika kita bisa menyimak sebuah cerita dengan alur yang meluncur. Tentu "meluncur" itu istilah saya saja 😊, untuk menggambarkan betapa luwes dan proporsionalnya sebuah cerita mengalir, tak peduli ia beralur maju atau mundur atau bahkan kombinasi keduanya. Nah, begitulah adanya dengan novel The Boys I've Loved Before Jenny Han. Plotnya rapih.

 

Saya kira itu salah satu sebab mengapa saya yang tadinya berniat hanya membaca satu dua bab saja untuk mencicil, tau-tau tak terasa sudah masuk bab pertengahan, kemudian saya enggan untuk berhenti membaca, seolah "takut kehilangan momen" akhirnya buku saya baca sampai habis tanpa jeda. Beat-beat nya itu loh, tiap adegan serasa selalu ada yang bikin penasaran dan atau deg-degan ikutan senang 😁. Lagipula siapa sih yang ga suka dengan tema cinderella (?), gadis yang tadinya biasa saja, sekarang jadi populer. Mana disukai pula oleh cowo terpopuler di sekolah. Ngedadak ingin jadi kayak Lara Jean deh #eh 😅

 

Deskripsi latar Jenny Han pun cukup baik. Penggambaran lokasi mencukupi. Mungkin ditunjang pula oleh banyaknya film remaja gaya anak SMA yang telah tayang baik di tv maupun bioskop sehingga latar sekolah, lorong dan loker, wisata ski, darmawisata, dan lingkungan perumahan bergaya Amerika terimajinasikan dengan baik dalam pikiran. Khusus di buku ini saya sangat menyukai latar rumah Lara Jean, terutama dapurnya 😁.

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Dulu sekali, waktu saya masih kecil, ada buku yang bikin saya keranjingan baca, tiap serinya saya tunggu dan habiskan dalam satu atau dua hari. Saya ingat betapa menikmatinya saya ketika membaca kalimat-kalimat tentang menu makan dan cemilan sang tokoh-tokoh utama dalam buku 😂. Membaca To All The Boys I've Loved Before mengingatkan saya pada hal tersebut. 

 

Aku memotong-motong wortel dan bawang bombay, lalu menumisnya dengan minyak wijen dan sedikit cuka. Kemudian aku mencampurnya dengan nasi sushi. Setelah matang, aku menyendokkannya ke dalam kulit tahu. Makanan ini seperti bola nasi di dalam kantong-kantong mungil. Aku tidak punya resep yang bisa kuikuti, tapi rasanya cukup enak.

Halaman 258

Daddy duduk tegak dan menangkupkan kedua tangannya. "Kita punya tiga rasa es krim berbeda untuk makanan penutup! Pralines & cream, Chunky Monkey, dan stoberi. Semua kesukaanmu, Margot. Bantu aku mengambilkan mangkuknya, Kittiy.

Halaman 316

 

Sepanjang cerita selalu ada narasi tentang menu makan siang atau makan malam atau cemilan baik yang dimakan Lara Jean, atau Peter, atau Lara Jean sekeluarga. Mulai dari menu western sampai Korea. Tak lupa terdapat catatan kaki di bagian bawah halaman buku tentang deskripsi makanan yang dimaksud. Buku ini membuat saya lapar 😂 dan juga belajar mengenal berbagai jenis makanan.

Hei, Jenny Han menyinggung-nyingung nama negara kita di salah satu percakapan tokohnya. Saya langsung tandai bagian ini 😊.

 

Membayangkan keluarga Lara Jean mendatangkan rasa hangat tersendiri pula di hati saya. Memang benar bahwa mereka tak selalu akur. Kadang Kitty dan Lara Jean bertengkar, bahkan Margot si kakak yang bijak pun pernah marah pada Lara Jean. Tapi cara mereka berbaikan, dan ilustrasi keakraban keluarga mereka tak pelak lagi bisa dijadikan contoh yang baik dalam kehidupan nyata. Ini bukan novel tentang percintaan remaja saja, tapi ada pesan moral yang baik di dalamnya. Salah satunya tentang keluarga. Saya senang mendapati adanya pesan ini, bukan buku yang cuma bisa bikin hepi tapi "kosong" isi.

Air mata mengalir di pipiku. "Aku tahu. Kau tidak usah memberitahuku, Gogo. Aku tahu seberapa banyak yang telah kau lakukan untuk kami."

"Tapi setelah aku pergi, ternyata kalian tidak membutuhkanku sebesar yang kukira." Suara Margot terdengar serak. "Kalian baik-baik saja tanpaku."

"Itu hanya karena kau telah mengajariku tentang segalanya," seruku.

Raut wajah Margot remuk redam.

"Maafkan aku," kataku sambil menangis. "Sungguh, maafkan aku."

"Aku membutuhkanmu, Lara Jean."

Margot maju satu langkah mendekatiku dan aku juga maju satu langkah mendekatinya, lalu kami berpelukan, menangis. Lega yang kurasakan sulit diungkapkan dengan kata-kata. Kami adalah kakak-beradik, dan tidak ada satu kata pun yang aku atau Margot ucapkan bisa mengubahnya.

Halaman 368

 

Kemampuan Jenny Han mengaduk-aduk emosi pembaca juga mumpuni. Setidaknya saya merasa banyak terlarut dalam cerita. Bahkan turut sedih ketika Lara Jean mengucapkan isi hatinya tentang Josh, isi hati yang tak bisa diungkapkannya dalam kehidupan nyata, karena Josh adalah pacar kakaknya.

Josh memandangku dan aku bisa merasakan semuanya, setiap kenangan, setiap waktu yang kami habiskan bersama. Setelah itu dia memelukku erat, hanya sebentar, lalu menghilang di kegelapan malam

Aku berdiri di ambang pintu yang terbuka dan sebuah pikiran berkelebat di kepalaku, begitu cepat, begitu tak terduga. Aku pun tidak bisa menghentikan diriku untuk tidak memikirkannya: Kalau kau milikku, aku tidak akan pernah putus denganmu, sampai kapan pun.

Halaman 64.

 

Selain ikut merasa sedih, kadang saya banyak senyumnya 😂. Soalnya narasi Lara Jean lucu sih. 

Untuk halaman ini aku menggunakan kertas bermotif bunga-bunga sebagai latar belakangnya dan kutempelkan foto lama kami bertiga. Mommy yang mengambil foto itu. Kami memakai pakaian gereja dan sedang berdiri di depan pohon ek tua di halaman rumah. Kami bertiga mengenakan gaun putih dengan pita merah muda yang sama di rambut kami. Hal yang paling hebat dari foto ini adalah bahwa Margot dan aku sama-sama tersenyum manis sedangkan Kitty sedang mngupil.

Aku tersenyum sendiri. Kitty pasti akan kesal sekali waktu melihat halaman ini. Aku tak sabar melihat reaksinya.

Halaman 54.

Jadi ngikik ngebayangin Kitty yang lagi ngupil trus difoto. Oh Tuhan! Saya punya foto yang serupa itu 😅👻👻.

 

Terjemahan

Kisah Lara Jean yang begitu menarik untuk disimak tentu karena dukungan kualitas terjemahannya pula yang bagus. Tepuk tangan deh buat Penerbit Spring yang sudah menerjemahkan buku ini dengan tepat sehingga emosi serta pesan dapat tersampaikan dengan baik oleh kami para pembaca.

 

Lain-lain

Teman-teman pasti sudah tahu ya kalau buku To All The Boys I've Loved Before adalah buku pertama dari total 3 buku serinya. Ini trilogi. Lanjutan kisah Lara Jean bersama Peter nanti dapat disimak di buku kedua yang berjudul PS. I Still Love You dan buku ketiga Always and Forever, Lara Jean.

 

To All The Boys I've Loved Before disambut sangat baik oleh pembaca di berbagai negara hingga akhirnya sebuah rumah produksi memutuskan untuk mengangkatnya ke dalam film di tahun 2017 😊. Awesome!. Saya sudah tak sabar ingin menonton film ini.

 

Buku kedua PS. I Still Love You memenangkan The Young Adult 2015–2016 Asian/Pacific American Award for Literature, dan buku terakhir Always and Forever, Lara Jean diterbitkan tahun ini. Kita tunggu Penerbit Spring mempublikasikannya dalam versi terjemahan ya 😘😘.

 

Siapa Jenny Han?

Sebenarnya saya baru tahu Jenny Han akhir-akhir ini. Duh kemana aja ya saya 😂. Ternyata penulis buku young adult yang satu ini sudah pernah menorehkan prestasi juga di buku sebelum trilogi Lara Jean. Tiga novel trilogi The Summer I Turned Pretty yang iya tulis juga merupakan buku New York Times Best Seller. Pantesan To All The Boys I've Loved Before bisa serenyah itu, penulisnya kawakan 😂😂. Intip punya intip di Goodreads, buku ketiga Always and Forever, Lara Jean mendapat predikat bintang 4,5. Oh God!. Buku bagus, yeahhh!. Pengen baca... Huhuhu. 😢

 

Rekomendasi

Saya ingin rekomendasikan buku ini kepada pembaca remaja +20 tahun yang menyukai tema percintaan remaja yang segar, renyah, ringan, lucu, menghibur, dan bisa dijadikan teman ngemil keripik atau nyeruput kopi, teh, susu, serta coklat hangat.

Why +20, sebab saya pikirannya kolot 😂. Di buku ini ada kiss dan sedikit menyinggung tentang seks sebelum pernikahan. Jadi pembacanya baiknya sudah dewasa aja lah ya. Kalaupun masih remaja, pastikan cara berpikirnya sudah dewasa atau diskusikan topik itu dengan orang dewasa lainnya.

 

Give away

Selama periode 26 Agustus hingga 4 September 2017, teman-teman bisa mengikuti rangkaian Blogtour dua novel karya Jenny Han di blog teman-teman host lain yang tercantum di banner di bawah ini ya. Di akhir periode Blogtour, kamu juga bisa ikut Giveaway buku gratis di fanpage Penerbit Spring yang berbentuk teka-teki silang. 

Cara menjawabnya adalah dengan mengumpulkan jawaban pertanyaan dari masing-masing ulasan host blog tour.

Nah, ini pertanyaan di blog saya,
"Siapa nama mantan pacar Peter?"

Sudah tahu jawabannya? Simpan dan gunakan nanti saat mengisi teka-teki silangnya 😊.
Semoga teman-teman berhasil! 🙌😁

 

Hits: 2553
0
0
0
s2sdefault

Comments   

0 #7 Mei Wulandari 2017-09-10 13:48
Genevieve nama mantannya. Tapi jawabnya bukan disini yak hahaha
Kak Dippi selalu keren kalau ngulas buku cerita.
Btw ceritanya kirim2an surat gitu ya? Sampai si pacar kakak jg dikirimi. Akh aku jd ingat masa2 surat2an wkwkkw
Quote
0 #6 Nadella 2017-09-09 03:05
Kalau saya malah senang jika semua bisa dalam satu buku, ya satu buku aja. Asalkan gak bertele-tele juga. Anaknya gak bisa penasaran sih. Nanti kalau penulis terpikir bikin chapter selanjutnya, ya bagus. Hehe.

Sayabaru tahu To All The Boys I've Loved Before itu buku pertama dari trilogi, dan buku keduanya adalah PS. I Love You. Saya belum pernah baca, tapi sering denger judul buku kedua itu ^^

Sekarang udah 9 sept, saya udah telat ikutan ngejawab buat giweawaynya, soalnya baru mampir ke sini. hehehe
Quote
0 #5 Ilham Kape 2017-09-09 01:46
Wah, kayaknya menarik juga, ya kalo ceritanya kayak gini. Apalagi ditambah setiap makan ada menu-menunya. Pasti setiap baca jadinya laper. :D

Review-nya menurut gue keren. Maklum, udah biasa nge-review kali, ya. :D Pengen baca bukunya, deh, atau gak nonton film-nya aja. Menarik ceritanya. Kayak secret admirer gitu kan jadinya si Lara Jean?
Quote
0 #4 Meykke Santoso 2017-09-06 06:42
HAI KAK DIPI!!

Setiap kali gue baca ulasan kak Dipi kayak pingin cepet cepet beli bukunya. Gaya penuturan plus cuplikan cuplikan dialognya itu bikin reviewnya sendiri juga hidup begitu. hehehe..

Beli lah habis ini bukunya. Buku macam begini gue banget karena gue suka romance romance. Hahaha..
Quote
0 #3 Akarui Cha 2017-09-05 04:31
Kemarin waktu ke toko buku, nemu buku ini dan tergoda dsama cover-nya. Trus tiba tiba aku nemu review dan giveaway-nya juga nih. Baiklah, kuingin coba ikutan jawab pertanyaan dari mba Dipi kalo gitu.

Jawaban :
Mantan pacar Peter adalah Genevieve .

Semoga sukses giveaway-nya ya mba Dipi.

REPLY
Aamiin. Iihhh kmana aja? Lama ga liat promo wall. Ayo atuh ramaikan terus BE nya hehe. Mkasih ya sdh ikut jawab pertanyaan. Betul itu jawabannya. Untuk bs ikutan give awaynya tapi bukan di sini. Adanya di fp Penerbit Spring ?
Quote
0 #2 Andi Nugraha 2017-09-04 06:06
Biasanya suka ganti pdha ya kalau di terbitkan versi terjemahnya. Tapi ini gak, jadi tetap sama seperti buku aslinya. Buku ini bikin ku penasaran pengen baca, Teh.

Teh, kalau buku semacam ini belinya ofline atau online?
Aku penasaran, Teh, sama filnya nih.he
Quote
0 #1 Rahul Syarif 2017-09-04 04:34
Jadi pengen baca , ngiler, udah baca beberapa review ttg buku ini. Pengen juga deh ikut jadi blogtour kyk gini. Tema ceritanya unik, segar, cocok banget buat bacaan ringan. Duh. Satu dong..

REPLY
Follow ig penerbit :), nanti klo ada info blogtour nyoba daftar aja. Ayo baca bukunya... Renyah bgt ceritanya :)
Quote

Add comment


Security code
Refresh

Sponsored Post, Job Review, Special Request, Postingan Lomba

Review Buku The Productivity Project - C…

01-04-2018 Hits:444 Features Dipi - avatar Dipi

Judul : The Productivity Project – Accomplishing More by Managing Your Time, Attention, and Energy Penulis : Chris Bailey Jenis Buku : Non Fiksi – Self Improvement Penerbit : Crown Business Tahun Terbit : Agustus 2017 Jumlah...

Read more

Review Buku The Silent Corner - Dean Koo…

30-03-2018 Hits:523 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Silent Corner Penulis : Dean Koontz Jenis Buku : Novel Suspense Penerbit : Random House Tahun Terbit : Oktober 2017 Jumlah Halaman :  576 halaman Harga : Rp. 143.000 ISBN : 978-0-345-54679-1 Mass Market Paperbound Edisi Bahasa Inggris New York...

Read more

Review Buku Magnus Chase and The Sword o…

29-03-2018 Hits:590 Features Dipi - avatar Dipi

Judul : Magnus Chase and The God of Asgard - The Sword of Summer Penulis : Rick Riordan Jenis Buku : Novel Fantasy Penerbit : Disney Book Group Tahun Terbit : 2015 Jumlah Halaman :  499 halaman Dimensi Buku...

Read more

Review Buku

Review Buku Into The Water - Paula Hawki…

06-04-2018 Hits:221 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Into The Water Penulis : Paula Hawkins Jenis Buku : Novel Suspense Penerbit : Noura Books Publishing Tahun Terbit : September 2017 Jumlah Halaman :  480 halaman Harga : Rp. 89.000 ISBN : 9786023853366 Edisi Terjemahan Penulis Terlaris #1 New...

Read more

Review Buku Gentayangan - Intan Paramadh…

29-03-2018 Hits:635 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Gentayangan Penulis : Intan Paramadhita Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Oktober 2017 Jumlah Halaman :  512 halaman Harga : Rp. 125.000 ISBN : 978-602-03-7772-8 Edisi Soft Cover Karya sastra bidang prosa terbaik pilihan...

Read more

Review Buku The Girl Who Drank the Moon …

20-03-2018 Hits:826 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : The Girl Who Drank The Moon Penulis : Kelly Barnhill  Jenis Buku : Novel Fantasi Penerbit : Bhuana Ilmu Populer Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman :  420 halaman Harga : Rp. 115.000 ISBN : 978-602-394-731-7 Edisi...

Read more

Cerita Dipidiff

Bubur Kacang Ijo untuk Moonlight

10-03-2018 Hits:1232 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Usia Moonlight sudah 12 bulan sekarang. Sebagai emak-emak pada umumnya, hati saya pun gembira sekali melihat perkembangan anak. Moonlight sudah cukup lancar jalannya, dia sehat, aktif bermain, makannya bagus, dan...

Read more

Batik Kepret Motif Bunga dan Lingkaran

08-03-2018 Hits:1416 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Sudah hampir satu bulan kayaknya sejak terakhir membatik. Kok rindu ya 😅. Kain mori sudah ready, malam dan pewarna juga masih cukup untuk satu batik lagi. Jadi kayaknya kondisi sudah...

Read more

Membuat Shibori

27-02-2018 Hits:1870 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Me time ya shibori time 😁🙌, pasti begitu kata para pecinta shibori. Teman-teman sudah pernah dengarkah tentang shibori? Jujur saja usia saya tahun ini 37, dan saya baru saja mendengar...

Read more