Translate - Language

id Indonesian zh-CN Chinese (Simplified) nl Dutch en English tl Filipino fr French de German it Italian ja Japanese ko Korean ms Malay th Thai

Review Buku Gentayangan - Intan Paramadhita

Published: Thursday, 29 March 2018 Written by Dipi

Judul : Gentayangan

Penulis : Intan Paramadhita

Jenis Buku : Novel

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : Oktober 2017

Jumlah Halaman :  512 halaman

Harga : Rp. 125.000

ISBN : 978-602-03-7772-8

Edisi Soft Cover

Karya sastra bidang prosa terbaik pilihan Tempo 2017

  

Sekelumit Tentang Isi

Akibat bosan setengah mati pada kehidupanmu, akhirnya kau tergoda berkekasihkan seorang iblis. Untuk pembuktian cinta lantas kau minta hadiah. Kau ingin petualangan ke New York, bukan ke negeri tetangga yang jarak dan biayanya tak beda jauh dengan pergi ke Jogja. Satu tiket pergi tanpa pulang yakinmu lagi. Dan iblis kekasih menghadiahimu sepatu merah cantik itu, berikut bonus kutukannya.


Kau terkutuk untuk bertualang, atau lebih tepatnya, gentayangan. Bernaung, tapi tak berumah. Akibat memakai sepatu itu, kau jadi gentayangan di New York kota tikus, perbatasan Tijuana, gereja di Haarlem, hingga masjid di Jakarta, tentunya tergantung jalan mana yang kau pilih. Kadang kau tempuh perjalanan di dalam taksi pengap, kereta yang tak mau berhenti, atau pesawat bersama seorang laki-laki. Gara-gara gentayangan pula kau jadi tahu cerita para turis, migran, dan orang-orang. Kisah-kisah yang tak selamanya romantis tentu saja.

Cewek baik masuk surga, cewek bandel gentayangan. Selamat berpetualang.

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

Ga banyak komentar soal disain cover kecuali SUKA banget 😂. Sepatu merahnya cantik sekali ya, sekaligus terlalu cantik untuk dipakai berpetualang. High heels bagi saya ga pernah nyaman dipakai lama soalnya. Meski begitu pilihan warna dan model sepatu memang jadi kontras sekali dengan latar salju di negeri sana. Saya pikir baik cover maupun ide cerita masih tetap sama dengan beberapa karya Intan Paramadhita lainnya yang bernuansa feminis itu. Buat pembaca laki-laki, saya kurang tahu, mungkin tidak akan begitu suka dengan disain ini karena katanya "terlalu cewek".

Bukunya tebal, 500 halaman lebih, ukuran hurufnya standar. Memang butuh waktu yang cukup lama untuk menamatkan petualangan sepatu merah disebabkan jumlah halamannya yang banyak, atau bisa juga karena kita sepenuhnya tersesat di dalam cerita-ceritanya.

 

Tokoh dan Karakter

Tokoh utama di dalam cerita ya "kamu" yang juga berarti "aku - kita yang sedang membaca". "Kamu" adalah perempuan dewasa yang ingin tantangan dan petualangan. "Kamu" jelas tipe perempuan nekad sebab rela bercinta dengan iblis dan jadi kekasihnya. Meski begitu "kamu" tidak bodoh-bodoh amat, kadang realistis dan logis. Karakter "kamu" pada akhirnya akan tergantung pada "jalan cerita mana yang dipilih" di dalam buku ini.

Iblis sang kekasih jelas iblis sejati. Licik, suka memperdaya, dan pamrih. Tentu pula ia seorang penggoda.

Tokoh-tokoh pendukung lainnya cukup banyak, dan berbeda-beda tergantung jalan petualangan mana yang dipilih. Meski begitu ada satu tokoh lagi yang hampir selalu disebut di tiap petualangan yang ada. Yakni si penyihir pemilik sepatu merah yang dijadikan hadiah cinta dari iblis untukmu.

Deskripsi tokoh mencukupi, bagaimana pun juga ini cerita yang butuh imajinasi. Intan memberikan keterangan yang cukup detail sehingga kita bisa membayangkan tokoh-tokoh yang terlibat dengan baik. Contohnya seperti yang saya kutipkan di bawah ini.

Tapi bukan kunang-kunang yang ia temukan, melainkan Jaja, kuncen kuburan. Ia bertubuh kerdil, hanya setinggi perut Maimunah, berkulit hitam, berkepala botak licin, dan berkumis kelewat tebal. Tangan-tangannya pendek dipenuhi bulu. Tubuhnya yang kecil bergerak lincah, mirip tikus, hingga anak-anak desa menjulukinya tikus raksasa. Raja Tikus.

Halaman 41

 

Alur dan Latar

Bagi saya alur cerita buku Gentayangan sebenarnya cukup sederhana, polanya maju. Cuma alur ini bisa jadi cukup rumit kalau teman-teman bertipe pembaca yang penasaran hingga ingin membaca semua rangkaian cerita dengan pilihan yang berbeda-beda tersebut. Kita jadi sibuk membolak-balik halaman karenanya 😅, dan di tengah-tengah petualangan selalu ada kemungkinan kita lupa tadi itu sudah lewat "jalan" yang ini atau justru yang itu, lalu bisa jadi akhirnya kita merasa lelah.

Khusus untuk teman-teman yang demikian, saya sudah buatkan peta petualangan buku ini ya. Jadi jangan khawatir untuk tersesat lagi. Tinggal baca petanya yang saya tuliskan dalam nomor-nomor halaman itu, dan nikmati dengan santai hingga tiap petualangannya selesai.

Klik di sini untuk mendapatkan petanya.

 

Petualangan "kamu" dan sepatu merah berlatarkan lokasi kota New York, apartemen, musim dingin, restoran, stasiun, bandara, dan masih banyak lagi. Beberapa petualangan akan membawamu pula pada latar cerita dongeng dan hikayat, hingga tempat-tempat tak terbayangkan sebelumnya. Deskripsi lokasinya cukup detail.

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Komentar-komentar pada halaman pujian yang saya temukan di halaman pertama buku benar-benar membuat saya penasaran sekaligus kagum. Coba teman-teman simak sendiri salah satu pujian yang ditulis Eka Kurniawan untuk buku Gentayangan.

Intan selalu piawai mendifenisikan ulang kisah-kisah lama, tapi novel ini lebih dari itu. Gentayangan penuh dengan sarkasme tingkat tinggi untuk berbagai tradisi kesusastraan dari kontrak dengan iblis ala Faust, memilih sendiri petualnganmu gaya bacaan di masa remaja, petualangan (gentayangan) Alice yang fantastis, bahkan hingga novel motivasional urban Jakarta. Sebuah lompatan yang sangat segar dalam kesusastraan kita.

Eka Kurniawan (penulis)

 

Prolog buku juga benar-benar menggelitik rasa keingintahuan saya. Bahasanya cerdas, sentilannya pas, dan sarkasme luar biasa. Persis seperti yang Eka Kurniawan sampaikan di halaman pujian tadi. Prolog ini termasuk salah satu prolog terbaik yang saya temukan pada novel-novel yang saya baca.

Prolog

IBLIS KEKASIH

Jangan sembarang menerima pemberian demikian nasihat orang-orang tua dulu, tapi kau telanjur meminta paket itu: hadiah sekaligus kutukan. Iblis Kekasih telah memberimu sepasang sepatu merah.

Klik di sini untuk membaca bagian lengkap Prolog.

 

Celetukan-celetukan tajam yang ada di buku ini juga mengundang senyum.

Kau mulai menyebutnya Iblis Kekasih.

Ia bersikap seperti kekasih zaman dahulu, menghadiahimu mawar dan cokelat. Tak berguna tapi manis, pikirmu, sebab kau sedang kecanduan bercinta. Ia sudah sangat tua dan, dengan demikian, punya banyak cerita. Tentu saja sebagian besar cerita sudah pernah kau dengar, namun ia masih menepuk dada saat kau bertanya perannya dalam pembunuhan Habil hingga perang dunia. Tentang bagaimana istri pembesar Mesir menggoda Yusuf, ia menolah dianggap terlibat. Maaf, tapi sejak awal perempuan memang setan, ucapnya bijak.

Halaman 4

# oh oke, kalimat "sejak awal perempuan memang setan" memang kasar dan tajam terasa. Tapi juga lucu dan ada benarnya.

 

Tentu saja berkat menjamurnya maskapai penerbangan bertarif rendah, kini siapa pun bisa pergi ke Singapura, Kuala Lumpur, atau ke Manila bila mau menabung sedikit. Tapi kota-kota itu terlalu dekat, tak jauh beda dengan pergi ke Jogja.

Halaman 5

# memang betul sekali karena ada tarif murah itu banyak orang jadi bisa ke luar negeri, ke negeri yang jaraknya tak jauh beda dengan Jogja. Termasuk juga saya, pernah demikian 😅.

 

“Bagaimana aku bisa mencapaimu dalam perjalanan?” tanya Iblis dengan wajah melankolis.

Kau menatapnya heran.

“Astaga, jangan cengeng. Iblis tak butuh visa.”

Halaman 6

 

Kadang dengan beraninya bahkan menyentil hal-hal yang berkaitan dengan agama. 

Saat mengatakan ini kau merasa heran mengapa Iblis bisa begitu rendah diri. Tapi bukankah ia selalu begitu sejak awal penciptaan? Ia mati-matian menutupinya dengan kesombongan. Rendah diri, penyebab iri dengki, adalah akar kejahatan di dunia.

Halaman 6

 

Lewat pengeras suara masjid yang cempreng kau dengar rekaman pembacaan Al Quran. Ini hari Jumat, maka bisa dipastikan rekaman itu akan diputar terus-terusan sampai sholat Jumat siang nanti, entah mana awal mana akhir.

Halaman 10

 

“Aku sekarang terkenal. Hebat, kan?”

“Bangsat. Kenapa kamu pura-pura beragama?”

“Pura-pura?” Iblis berdecak. “Iblis justru dekat dengan orang-orang beragama.”

Halaman 442

 

Caranya mengangkat fakta-fakta sepele tingkah laku manusia juga gamblang, malah akhirnya terasa lucu.

Di dalam amplop itu terselip secarik kertas yang lain. Deretan tulisan kecil, nyaris tak terbaca, tertera di sana. Tentu saja kau tidak membacanya sebagaimana tidak ada orang yang membaca bagian syarat dan persetujuan saat membuat akun email atau mengakses sebuah situs di internet. Kau bahkan tak yakin apakah kontrak itu ditulis dalam bahasa Indonesia, Inggris, atau Ibrani.

Halaman 8

# betul sekali. Saya juga tidak pernah membaca syarat dan persetujuan semacam itu 😁

 

Kau tak tahu apa keinginanmu, tapi bisa dipastikan kau tak mau menjadi dirimu sekarang. Kau tak mau hidup seperti teman-temanmu, bosmu, atau kakakmu. Tertama kakakmu. Setelah lulus dari Teknik Mesin ia segera menikah dengan sesama alumni ITB dan kemudian sibuk dengan bisnis busana muslimah (selamat tinggal Teknik Mesin!). Barangkali tidak ada yang salah dengan kakakmu. Suaminya cukup mapan sebagai pegawai perusahaan otomotif multinasional, dan mereka punya cicilan rumah beserta mobil, juga sepasang anak yang manis-manis. Yang sulung, perempuan bernama , Nazwa Salsabila Azzahra. Kau lupa nama anak lelakinya. Mungkin Naufal. Atau Raihan? Yang jelas, kau selalu ingat nama Nazwa. Mungkin seharusnya Nazwa Fatima Zakiyya. Atau Nazwa Syifa Arrahma. Entahlah. Pokoknya begitulah nama anak Indonesia kontemporer.

Halaman 18

# oke. Ini fenomena real.

 

Tapi sial. Dalam mimpi pun kau tidak berbahsa Inggris. Saat menjadi guru bahasa Inggris di EGW, kau pernah berkata pada murid-muridmu: Teruslah berlatih bicara dan mendengar. Semakin sering semakin baik hingga satu saat kau pun bermimpi dalam bahasa Inggris. Tentu saja kau membual. Kau tak pernah bermimpi dalam bahasa selain bahasa ibumu.

Halaman 102

# saya juga belum pernah mimpi seperti itu 😅.

 

Pilihan-pilihan jalan cerita dibawakan dengan bahasa yang bagus. Bahkan beberapa sangat interaktif dengan pembacanya.

Kau merasa lemah, berupaya mengingat di mana kau tinggalkan sepatu itu.

Apakah kau ingin mencari tahu di mana sepatu itu tertinggal dan apa yang terjadi padamu di New York? Mungkin kau harus membatalkan tiketmu dan kembali ke kota (New York, bukan Jakarta), demi mengetahui titik berangkatmu. Mungkin sebelum itu kau harus pergi ke kantor polisi dan melaporkan kehilangan sebab, siapa tahu, sepatumu tertinggal di taksi dan si sopir akan berbaik hati menyerahkannya pada polisi. Atau mungkin kau harus menerima bahwa Iblis Kekasih berkata benar. Kadang kita lupa bagaimana kita sampai di suatu titik, suatu tempat. Barangkali kau harus terus berjalan dengan sepatu yang tinggal sebelah. Tak perlu terlalu menyesal. Kau bisa membeli sepasang yang baru di toko bebas bea.

Jika kau ingin membatalkan perjalananmu dan kembali ke rumahmu di New York (di mana pun itu), buka halaman selanjutnya.

Jika kau ingin melaporkan kehilanganmu ke kantor polisi, buka halaman 29.

Jika kau ingin meneruskan perjalananmu ke Berlin, buka halaman 33.

Halaman 20

 

Jika kau ingin membaca (atau membaca ulang) tentang The Wizard of Oz, buka halaman 25. Setelah itu, kembalilah kemari.

....

Apakah kau baru saja kembali dari halaman 25?

Halaman 58

 

Jika kau ingin mendengar (lagi) kisah Malin Kundang, buka halaman 27.

...

Kau telah kembali dari halaman 27 (atau kau tak pernah membukanya?).

Halaman 284

 

Jika kau tidak menginginkan cermin itu di apartemenmu, buka halaman 127. Jika kau ingin mengetahui siapa dirimu dan rela bereksperimen, buka halaman 166.

Halaman 104

 

Apalagi sekarang?

Kau tak suka akhir cerita yang bahagia?

Seharusnya kau belajar bertanggung jawab atas pilihanmu. Oke, baiklah. Buka halaman berikutnya.

Halaman 333

 

Tulisan yang ada juga mencirikan wawasan penulisnya yang luas.

“And you all know

Security is mortals’ chiefest enemy.”

Macbeth III.5

Halaman 50

# tentang  karya William Shakespeare

 

Helga tak percaya, lalu Oma memberinya sebuah bola kristal salju. Mata Helga berbinar. Ia melihat salju turun menimpa sebuah rumah mungil cantik yang mengingatkannya pada rumah roti Hansel dan Gretel.

Halaman 52

# Tentang dongeng Hansel dan Gretel

 

“Cilantro juga suka jalan-jalan. Kau menemukannya di taco. Juga tom yam.”

# tentang bumbu-bumbu dan masakannya.

 

Dan pilihan katanya yang cerdas kadang tak terduga benar-benar membuat suasana hati jadi geli. Intan memang penulis kawakan.

Malam itu tak ada suara berisik menembus dinding kamarmu. Vijay pasti telah bercerita tentang perjumpaannya denganmu serta tak lupa mengingatkan kekasihnya untuk bercinta dengan santun.

Halaman 186

# baru kali ini saya tahu kalau ada istilah bercinta dengan santun 😅

 

Mendengar kalimatnya yang terakhir, kau merasa wajahmu sedikit memerah. Kau teringat lagi lenguhan dan teriakan yang telah membuat musim dinginmu terasa panas. Kini kau mulai paham bagaimana menghubungkan si tukang masak dan si perempuan binal. Di dapur dan ranjang, ia meracik bumbu masala. Gurih dan pedas.

Halaman 195

# Yeah, gurih dan pedas katanya. Bisa begitu ya 😅

 

Di akhir bulan April cuaca masih cukup sejuk, namun keringat menetes di dahi Vijay saat ia menikmati masakan Meena yang pedas. Sesekali ia berdesah. Rambut Meena sedikit berantakan dan wajahnya memerah. Kau menahan senyum melihat pemandangan di depanmu. Makan malam tak pernah terasa demikian porno.

Halaman 251

# nanti saya ingat-ingat, siapa tahu suatu saat ada juga menemukan situasi yang sama, ketika "makan malam tak pernah terasa demikian porno" 😂

 

Buat yang suka masak memasak pasti suka adegan ini.

Meena memindahkan ayam masala yang telah masak ke dalam piring besar. Kau membantunya menyiapkan peralatan makan. Nasi Basmati telah terhidang di atas meja. Meena kemudian menawarkan minum jus. Ia mengambil gelas dan mengeluarkan sebotol jus jeruk dari kulkas. Sebelum menuangkan jus ia memeriksa label pada botol.

Kau mulai menyendoki ayam masala. Rasa hangat menjalari mulutmu. Kau dikejutkan oleh rasa gurih dan pedas yang membuat lidahmu terus menuntut.

Hlaman 194

 

Meena membuka lemari dapurnya lebar-lebar, dan kau berdecak kagum. Deretan botol, dalam berbagai ukuran dan warna , memenuhi lemari itu. Isi botol itu bermacam-macam: bubuk, biji-bijian, dedaunan. Ia menunjuk sebuah botol.

“Itu, bumbu Italia,” katanya. “Basil, oregano, rosemary, thyme.”

Halaman 193A

Ada beberapa adegan lainnya yang juga membahas tentang makanan.

 

Kadang-kadang ada juga kalimat yang cukup “normal” sehingga bisa dijadikan quotes 😁.

Tapi mungkin, bila kau bersabar, akan ada hal yang tak terduga di ujung sana.

Halaman 196

 

Kau menghela nafas. Begitulah, petualangan tak selalu menjanjikan banyak pilihan.

Halaman 186

 

Perubahan tak selalu bikin bahagia

Halaman 404

 

Hidup terasa tak pasti, juga tak akan jadi lebih mudah, tapi mungkin karena itulah kau merasa berbahagia.

Halaman 463

 

Siapa Intan Paramadhita

Intan Paramadhita lahir di Bandung tahun 1979. Ia seorang pengarang yang juga akademisi. Sihir Perempuan ia terbitkan pada usia 25 tahun, sebelum pergi ke Amerika Serikat untuk melanjutkan sekolahnya. Hingga kini Intan masih di sana, setelah mendapat gelar doktor dari New York University, ia bekerja sebagai dosen kajian media dan film di Macquarie University, Sidney.

Karyanya yang lain adalah kumpulan cerpen horor Kumpulan Budak Setan yang ditulis bersana Eka Kurniawan dan Ugoran Prasad, serta naskah drama Goyang Penasaran. Novel pertamanya yang berjudul Gentayangan baru saja diterbitkan oleh Gramedia di bulan ini (Oktober 2017).

Intan mendapatkan penghargaan Cerpen Terbaik Kompas 2013 untuk karyanya "Klub Solidaritas Suami Hilang". Setelah beberapa cerpennya diterjemahkan dalam bahasa Inggris dan Jerman dalam Spinner of Darkness & Other Tales (2015), kumpulan cerpennya dalam bahasa Inggris akan segera beredar.

Pada tahun 2017 ia menerbitkan Gentayangan: Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu, novel dengan alur beragam yang terpilih sebagai karya sastra bidang prosa terbaik pilihan Tempo 2017.

Buku Gentayangan mendapatkan rating 3,92 di situs Goodreads.

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan pada pembaca dewasa yang ingin bernostalgia membaca novel yang bisa dipilih sendiri jalan ceritanya seperti model novel yang pernah ada tempo dulu. Petualangan bertokohkan seorang wanita di latar New York dan tempat-tempat di luar negeri sana juga bisa dinikmati di buku ini. Bahasanya yang luwes, padat berisi, berwawasan, cerdas menggelitik, segar serta lucu, dan tajam sentilannya, menjadi faktor-faktor pendukung yang membuat buku Gentayangan menjadi karya yang luar biasa.

Catatan : baca novel ini dengan santai agar tidak lelah di jalan dan gunakan peta petualangan yang saya berikan agar tidak tersesat. By the way, ini buku bacaan dewasa ya, sebab ada soal bercinta dan lain sebagainya meski tidak porno cara pengungkapannya.

 

My Rating 4/5

0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh

Sponsored Post, Job Review, Special Request, Postingan Lomba

Review Buku The Productivity Project - C…

01-04-2018 Hits:437 Features Dipi - avatar Dipi

Judul : The Productivity Project – Accomplishing More by Managing Your Time, Attention, and Energy Penulis : Chris Bailey Jenis Buku : Non Fiksi – Self Improvement Penerbit : Crown Business Tahun Terbit : Agustus 2017 Jumlah...

Read more

Review Buku The Silent Corner - Dean Koo…

30-03-2018 Hits:518 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Silent Corner Penulis : Dean Koontz Jenis Buku : Novel Suspense Penerbit : Random House Tahun Terbit : Oktober 2017 Jumlah Halaman :  576 halaman Harga : Rp. 143.000 ISBN : 978-0-345-54679-1 Mass Market Paperbound Edisi Bahasa Inggris New York...

Read more

Review Buku Magnus Chase and The Sword o…

29-03-2018 Hits:585 Features Dipi - avatar Dipi

Judul : Magnus Chase and The God of Asgard - The Sword of Summer Penulis : Rick Riordan Jenis Buku : Novel Fantasy Penerbit : Disney Book Group Tahun Terbit : 2015 Jumlah Halaman :  499 halaman Dimensi Buku...

Read more

Review Buku

Review Buku Into The Water - Paula Hawki…

06-04-2018 Hits:216 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Into The Water Penulis : Paula Hawkins Jenis Buku : Novel Suspense Penerbit : Noura Books Publishing Tahun Terbit : September 2017 Jumlah Halaman :  480 halaman Harga : Rp. 89.000 ISBN : 9786023853366 Edisi Terjemahan Penulis Terlaris #1 New...

Read more

Review Buku Gentayangan - Intan Paramadh…

29-03-2018 Hits:628 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Gentayangan Penulis : Intan Paramadhita Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Oktober 2017 Jumlah Halaman :  512 halaman Harga : Rp. 125.000 ISBN : 978-602-03-7772-8 Edisi Soft Cover Karya sastra bidang prosa terbaik pilihan...

Read more

Review Buku The Girl Who Drank the Moon …

20-03-2018 Hits:820 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : The Girl Who Drank The Moon Penulis : Kelly Barnhill  Jenis Buku : Novel Fantasi Penerbit : Bhuana Ilmu Populer Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman :  420 halaman Harga : Rp. 115.000 ISBN : 978-602-394-731-7 Edisi...

Read more

Cerita Dipidiff

Bubur Kacang Ijo untuk Moonlight

10-03-2018 Hits:1226 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Usia Moonlight sudah 12 bulan sekarang. Sebagai emak-emak pada umumnya, hati saya pun gembira sekali melihat perkembangan anak. Moonlight sudah cukup lancar jalannya, dia sehat, aktif bermain, makannya bagus, dan...

Read more

Batik Kepret Motif Bunga dan Lingkaran

08-03-2018 Hits:1412 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Sudah hampir satu bulan kayaknya sejak terakhir membatik. Kok rindu ya 😅. Kain mori sudah ready, malam dan pewarna juga masih cukup untuk satu batik lagi. Jadi kayaknya kondisi sudah...

Read more

Membuat Shibori

27-02-2018 Hits:1867 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Me time ya shibori time 😁🙌, pasti begitu kata para pecinta shibori. Teman-teman sudah pernah dengarkah tentang shibori? Jujur saja usia saya tahun ini 37, dan saya baru saja mendengar...

Read more