Translate - Language

id Indonesian zh-CN Chinese (Simplified) nl Dutch en English tl Filipino fr French de German it Italian ja Japanese ko Korean ms Malay th Thai

Giggle Box Jatinangor - Alternatif Tempat yang Nyaman untuk Ngeblog, Nulis, dan Membaca Buku

Published: Wednesday, 11 October 2017 Written by Dipi
0
0
0
s2sdefault

 

Dulu sekali, tahun lalu tepatnya, saya pernah menulis tentang J.Co di Jatos. Waktu itu saya sedang hamil moonlight dan saat berkunjung ke sana saya cukup antusias untuk datang kembali mengingat tempatnya yang friendly buat para wifi hunter dan blogger seperti saya. Kali ini, saya hendak bercerita tentang tempat yang lain, masih di seputaran Jatinangor, dan merupakan salah satu tempat nongkrong favorit saya juga. Yeah, ini lah dia Giggle Box.

 

Baca juga : "J.CO Jatinangor Town Square : Duduk Menulis Ditemani Secangkir Teh Hot Chamomile"

Baca juga : "J.Co di Jatinangor Town Square"

 

Hari ini saya sengaja datang sambil membawa beberapa buku yang sedang dalam agenda baca saya di bulan ini. Tidak lupa saya bawa pula netbook jadul tapi historical kesayangan saya, si lenovo mungil. Rencananya sih saya mau melanjutkan menulis review beberapa buku lalu posting di medsos, syukur-syukur sempat mengambil beberapa foto dan melanjutkan tulisan buku yang sempat terbengkalai beberapa hari karena padatnya agenda.

 

Picture : Sofa di area non smoking tempat duduk yang saya pilih

 

Sudah hampir pukul 11 siang saat saya tiba di Giggle Box. Suasana cafe masih sepi. Sepertinya saya bahkan pengunjung kedua mereka. Mungkin karena ini hari kerja dan belum masuk waktu makan siang, makanya cafe cenderung sedikit pengunjung. Tapi setelah saya tanya kepada manajer yang bertugas, ternyata weekend di sini juga tak terlalu ramai, tak seheboh Giggle Box di kota Bandung. Namun, justru itu yang saya suka, setidaknya dari sudut kebutuhan saya, cafe yang tak terlalu ramai, sangat cocok untuk membaca, menulis, dan mencari inspirasi. Cafe buka dari pukul 10 pagi dan last order ditutup pukul 21.30 WIB.

 

Saya memilih area no smoking dan begitu duduk di sofa yang ada stop kontaknya (offcourse harus dekat stop kontak 👻😁) saya langsung memesan hot milo. Di Giggle Box ini banyak tersedia stop kontak yang tersebar di beberapa barisan dan sudut ruangan. Paling banyak memang ada di ruangan non smoking. Letak stop kontaknya di bagian tersembunyi, di bawah meja atau kursi, dan stop kontak dekat sofa yang saya duduki bahkan berada terjepit di antar ujung belakang sofa dan rak hiasan sehingga saya harus rada extra tenaga menyempil-nyempilkan tangan dan sebagian badan saya agar dapat mencolokkan kabel netbook ke dalamnya. What an effort 😂😁.

 

Picture : sofa-sofa di area non smoking

Picture : area non smoking

 

Tapi saya suka posisi sofa yang saya duduki karena terkena matahari dari samping sehingga terang namun tidak terasa panas, dan sofanya empuk, nyaman untuk duduk maupun selonjoran. Tak semua kursi berbentuk sofa di cafe ini. Ada juga yang kursi dari kayu dengan meja yang tinggi. Sofa yang saya duduki ukurannya besar dan berhadapan satu sama lain. Saya sempat ragu tidak diperbolehkan duduk di sana karena saya hanya datang sendirian, namun staff yang bertugas begitu ramah dan menyilahkan saya duduk di situ. Nice 😘.

 

Menu

Berbicara tentang hot milo yang tadi saya pesan, ternyata rasanya juga enak. Ini pertama kali saya pesan hot milo di sini. Ya sih, milo dimana-mana sudah terbaca ya rasanya 😁. Tapi pokoknya not bad, dan harganya pun lumayan saja alias tidak mahal. Di Giggle Box kita bisa pesan beragam menu, mulai dari steak, sampai nasi, dari air mineral, sampai kopi. Wow, I love coffee too. Biasanya kalau saya ke sini saya suka order coffee juga. Kopinya yang dihias-hias itu loh, hhhh... teman-teman pasti tahu lah ya 😁.

 

Picture : Beberapa menu di Giggle Box Jatinangor

 

 

Fasilitas Wifi

Berhubung pekerjaan saya membutuhkan akses internet, saya akhirnya bertanya pada staff yang bertugas apakah ada fasilitas wifi dan apa passwordnya. Passwordnya ternyata mudah "giggle.box", hanya sayangnya beberapa kali saya mencoba koneksi wifi ke netbook saya, hasilnya selalu gagal. Di akhir kunjungan saya akhirnya tahu dari manajernya bahwa jaringan wifi di Giggle Box sini memang kadang eror, terutama kalau cuaca mendung. Ah, sayang sekali ya, padahal semua hal sudah sangat menyenangkan di Giggle Box, hanya tinggal soal wifinya saja. Untung sekali saya membawa smartphone yang bisa teethering sehingga pekerjaan yang saya lakukan bisa selesai tepat waktu. Mudah-mudahan ke depannya fasilitas wifinya bisa lebih bagus lagi 😊.

 

Booking Acara

Sedari tadi saya berada di dalam cafe, ada dua orang pengunjung yang datang kemudian duduk di sofa seberang saya. Tampaknya mereka sedang merayakan ulang tahun. Dinding dekat sofa yang mereka duduki terdapat hiasan balon yang bertuliskan HBD. Mereka berdua pun tampak senang dan sesekali berfoto bersama mengabadikan momen tersebut. 

Saya tanya kepada manajer apakah booking untuk acara memang bisa dilakukan di Giggle Box. Ternyata memang bisa. Booking dilakukan sehari sebelumnya dengan tanpa minimal peserta. Booking berlaku selama 3 jam, lebih dari itu harus membayar Rp. 50rb/jam. Ruang no smoking maupun smoking area bisa dibooking. Tapi saran dari beliau baiknya di area non smoking saja karena lebih nyaman. Bagian ujung area non smoking bahkan bisa dipakai meeting yang memerlukan dinding untuk pantulan infokus. Kebetulan sudut itu memang rada redup sehingga cocok untuk memantulkan dan menampilkan layar projector. Kapasitas area non smoking kurang lebih 70-80 orang. 

Picture : area di sudut situ cocok untuk infokus

Picture : smoking area

 

Penawaran Khusus

Ketika saya tanya perihal menu saat acara, manajer menjawab itu bebas keinginan kita. Tapi sampai tanggal 15 Oktober 2017 ini ada penawaran menu khusus, plus ada undiannya. Paket yang ditawarkan terhitung murah. Sangat menarik. Teman-teman yang sedang mencari alternatif tempat meeting non formal, tempat ngumpul atau kopi darat komunitas, dan tempat untuk mengadakan acara ulang tahun, sepertinya bisa tuh mempertimbangkan Giggle Box Jatinangor.

 

Picture : Paket menu khusus yang ada undiannya

 

Musik

Oh ya, kalau ada yang sensitif pada jenis musik yang diputar selama berada di cafe, saya ceritakan sedikit ya tentang itu 😊. Selama saya berkunjung ke Giggle Box, musik yang diputar tidak terlalu keras, dan pilihan lagu-lagunya termasuk up to date, seperti lagu Ed Sheeran, Adele, Meghan Trainor, dan lagu-lagu pop barat. Sejauh ini belum pernah mendengar lagu bergenre jazz atau rock, atau Indonesia. 

 

Fasilitas Penunjang

Buat teman-teman yang menghabiskan waktu cukup lama di Giggle Box dan mungkin harus shalat juga tak usah khawatir. Di Giggle Box ada musholla yang berukuran sedang dengan mukena yang cukup jumlahnya (mukenanya lumayan bersih). Ada kaca dan wastafel besar. Kamar mandi cukup bersih, meski di toilet ladies ada satu bilik toilet yang macet (hati-hati terjebak 👻😂). Parkiran sebetulnya tidak luas, tapi karena pengunjung Giggle Box tak begitu padat, maka area parkir terasa mencukupi.

 

How to Get Here

 

 

Giggle Box terletak di lantai dua sedangkan lantai satunya tempat Jonas Studio Photo berada. Lokasi di Jatinangor tak jauh dari area pintu Tol Cileunyi. Cari lokasinya di google map dengan kata kunci "Giggle Box Jatinangor".

Tak sulit mengenali tempat ini karena gedungnya memiliki papan nama berjudul Giggle Box yang hurufnya berukuran besar. Untuk mencapai Giggle Box, teman-teman juga bisa menggunakan angkutan umum angkot Gedebage-Sayang dan angkot Cileunyi-Tj.Sari atau bisa juga menggunakan bis Damri.

 

Oke, pekerjaan saya sudah selesai 😊. Saatnya pulang, moonlight tercinta sudah menunggu mamanya untuk minta dimanja 😘. Nah, teman-teman, saya rekomendasikan ya tempat ini buat kalian yang mencari cafe yang tenang, menu yang harganya tidak terlalu mahal, ada fasilitas wifi (tapi jaga-jaga bawa smartphone yang bisa teethering), staffnya ramah, dan ada sofa-sofa yang nyaman. Di sana kalian bisa baca buku, menulis, bekerja, bercengkrama, bahkan mengadakan acara. Saya jadi terpikirkan untuk membuat acara kopi darat bookblogger Bandung di sini 😁. Sampai ketemu lagi di cerita saya yang lainnya 😊. Salam, dipi.

 

 

0
0
0
s2sdefault

J.CO Jatinangor Town Square : Duduk Menulis Ditemani Secangkir Teh Hot Chamomile

Published: Wednesday, 11 October 2017 Written by Dipi
0
0
0
s2sdefault

 

Book blogger juga manusia, yang terkadang tidak ada ide menulis, hilang fokus, pikiran lelah, serta kurang nafsu makan (padahal tadi sarapan sebakul 😅). Teman-teman pernah merasakan keadaan yang seperti itu tidak? Saya pernah, hari ini malah. Makanya dalam rangka menyegarkan pikiran kembali, biasanya ada dua cara yang saya lakukan, pergi memanah, atau nongkrong di cafe-cafe berfasilitas wifi. Biasalah, saya anggota wifi hunter club 😅😂, yang order secangkir teh atau kopi, tapi duduk di cafenya berjam-jam. Yuk menghela nafas sama-sama #helaaaanafaaaassss.

 

Jadi pergilah saya tadi ke JCO di Jatinangor Town Square. Saya sudah pernah ke sana sebelumnya, bahkan cukup sering berkunjung ke sana. Cafe JCO di Jatos memang salah satu tempat favorit saya kalau sedang butuh inspirasi menulis atau jenuh bekerja dari rumah. Saya bahkan sudah pernah membuat tulisan tentang JCO di Jatos tahun lalu.

 

Baca juga : "JCo di Jatos"

 

Cukup lama saya berdiri di depan etalase donat itu pastinya, karena staff JCO yang bertugas mulai gelisah dan akhirnya memberanikan diri menawarkan berbagai menu pada saya. "Donatnya kak, atau kopinya mungkin". "Teh nya juga bisa." Dan semua tawaran itu saya sambut gembira dan antusias, meski tentu saja akhirnya menu pilihan tetap berakhir pada secangkir teh atau kopi polos. # sedih 😁.

 

Picture : etalase dan papan menu yang sering membuat galau

 

Hari ini pilihan saya jatuh pada teh chamomille buatan pabrik yang ada di London. Darimana coba saya tahu? Dari staff yang melayani saya langsung. Karena saya tampak begitu galau dan menyedihkan, Anggi, nama staff JCo itu, langsung menunjukkan tiga kotak teh di depan saya untuk saya pilih. Jenis chamomile, green tea, dan yang satu lagi saya lupa (efek usia bukan ya?). Di kotak teh chamomile ada tulisan London, juga teh satu lagi yang saya tidak ingat namanya itu, sedangkan green tea bertuliskan Japan. Hmmm... saya mau ke London atau Jepang ya (?) Imajinasi saya terbang terlalu jauh seolah sedang memilih tiket liburan 😅. Oke, karena antrian di belakang tampak mulai gelisah, akhirnya setelah hitung kancing terpilihlah teh chamomile sebagai pemenangnya. Yeah!

 

Picture : menu pilihan hari ini

 

Begitu hendak mengambil order, saya melihat ada sebuah donat yang duduk manis bersama teh yang saya pesan. Wow, salah order mungkin ya, pikir saya. Tapi ternyata itu memang order saya. Rupanya tiap pembelian minuman apapun di sini akan mendapatkan free donat polosnya JCO. Lumayan sekali ya. Waktu dulu saat saya ke JCO juga begitu sih, cuma saya lupa lagi (ini efek usia bukan sih?).

 

Pilih memilih lokasi duduk di dalam cafe JCO sebenarnya gampang, soalnya semua tempat tampak nyaman. Jenis kursi dan meja yang tersedia memang berbeda-beda. Ada sofa empuk yang cocok untuk pengunjung yang ingin makan dan ngobrol dengan tenang. Lalu ada kursi beserta meja tinggi di tengah ruangan berfasilitas stop kontak yang banyak, ini pasti untuk wifi hunter seperti saya. Ada juga beberapa kursi yang berada agak di sudut dengan tingkat keremangan yang lumayan, itu untuk pasangan barangkali ya. Biar suasananya lebih romantis mungkin. Tapi saya akhirnya memilih kursi yang menghadap ke luar cafe yang berpemandangan suasana di dalam mall Jatos. Pertimbangannya diambil berdasarkan adanya stop kontak di tiap kursi tapi jarak antar satu kursi dengan yang lainnya tidak terlalu berdekatan. Pandangan mata saya juga tidak terhalang orang lain, jika jenuh saya bisa memandang keluar kaca dan menikmati suasana lalu lalang orang di dalam mall.

 

Picture : kursi pilihan saya hari ini

Picture : meja dengan stop kontak yang banyak jumlahnya 😘

Picture : kursi di sudut sana juga nyaman dan penerangannya redup

Picture : buat yang suka duduk dekat jendela kaca dan disinari cahaya matahari

 

Menu

Rasanya hampir semua tahu menu JCO ya. Tapi saya ceritakan sedikit menu-menu JCO yang ada di Jatos, hanya sebagai informasi saja. Di JCO ini ada varian donat dan ada juga berbagai jenis kue. Kunjungan sebelumnya saya memesan Red Velvet, rasanya aduhai sekali, nikmat. Di kunjungan saya hari ini saya makan donat polos. Lalu ada juga varian kopi dan teh. untuk lengkapnya teman-teman bisa lihat-lihat sendiri di website mereka jcodonuts.com.

 

Harga

Teh chamomile yang saya order harganya Rp.19.000. Mungkin lidah saya yang keseleo, kebiasaan minum teh tradisional di rumah, jadi rasa teh impor London ini agak aneh di lidah (cuma habis seperempat cup jadinya). Untuk kategori harga, JCO termasuk sedang saja, masih di bawah harga-harga di Coffee Bean. Sebenarnya harga sangat relatif. Untuk ukuran cafe yang bagus, terstandar, bermerek, serta berada di dalam mall, harga-harga yang ditawarkan JCO terhitung normal.

 

Wifi

Inilah yang paling saya sukai dari JCO di Jatos. Wifi nya lancar dan stop kontaknya banyak. Cukup koneksikan perangkat laptop kita ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it., maka internet otomatis dapat kita nikmati. Saya sudah mencoba ini dan berhasil. Kecepatannya juga bagus. Saya bisa menulis, dan mengunggah foto-foto dengan lancar ke dalam blog saya. Di sini cukup banyak orang-orang muda yang menikmati wifi dan secangkir minuman (ditambah free donat) seperti saya. Mereka tampak asyik di depan laptopnya masing-masing. Saya menduga mereka mahasiswa yang kuliah di kampus yang lokasinya berdekatan dengan mall Jatos. Mungkin UNPAD, IPDN, IKOPIN, UNWIM, atau ITB. Staff JCO sepertinya juga sudah maklum dengan pengunjung seperti kami. Mereka tetap melayani dengan ramah meski kami duduk berjam-jam di sana.

 

Ada kalanya cafe ini sepi dan kadang ada kalanya juga ramai sekali. Biasanya weekend cenderung lebih penuh dengan pengunjung. Kalau teman-teman memiliki waktu yang lebih luang dan ingin menulis atau membaca di sana, saya sarankan untuk datang di hari kerja saja, karena cenderung sedikit pengunjung sehingga terasa lebih nyaman.

 

Musik

Ada musik tidak ya di dalam cafe (?), saya tidak begitu mengamati. Memang terdengar lagu-lagu, tapi saya cenderung mengasumsikan itu berasal dari mall bukan dari cafe JCO. Tapi pada intinya, musik yang terdengar cukup enak dan tidak mengganggu konsentrasi kita.

 

Menu Baru

Hampir saja saya lupa cerita bahwa di kedatangan saya kali ini di JCO rupanya sedang ada menu baru ya. Teman-teman mungkin sudah tahu, nama menunya AFFOGATO. Saya ditawari tadi saat sedang memilih menu. Sayang sekali affogato itu berupa minuman yang mengandung es. Saya sedang tidak bisa minum minuman dingin, khawatir terkena flu dan radang tenggorokan. Tapi menu minuman baru ini tampaknya lejat, sebab ada toping ice cream di atasnya.

 

Picture : menu baru "affogato"

 

How to Get Here

Picture : Gedung mall Jatos, tampak JCO berada di bagian depan lobby atas mall

 

Mudah sekali untuk menemukan lokasi JCO. Silakan teman-teman mencari Jatinangor Town Square di google map. Lalu cari JCO di lantai tiga dekat pintu lobby atas, cafenya ada di sebelah kanan dan etalase JCO ada di bagian tengah.

 

Picture : JCO di Jatos

 

Angkutan umum yang lewat di depan Jatos banyak berseliweran, ada angkot coklat jurusan Cileunyi Tj Sari, ada angkot hijau merah jurusan Sayang -Gede Bage, dan ada bis damri juga. JCO di Jatos buka setiap hari dengan mengikuti jam buka dan tutup mall Jatos, umumnya pukul 10.00 - 10.00 malam.

 

Sudah hampir sore, azan ashar sudah terdengar. Saya mulai membereskan buku-buku serta laptop untuk segera pulang. Sekarang pikiran sudah mulai cerah kembali. Nanti malam saya pasti bisa menemukan banyak ide untuk tulisan di buku saya. Semoga semuanya lancar ya. Terimakasih teman-teman sudah menyimak cerita saya hari ini. Sampai ketemu lagi saya di cerita saya yang lainnya ya 😊.

 

0
0
0
s2sdefault

Sudut Buku di Transmart Carrefour Cipadung Bandung

Published: Sunday, 08 October 2017 Written by Dipi
0
0
0
s2sdefault

 

Mungkin tidak semua orang seperti saya, yang setiap berkunjung ke mall atau supermarket pasti langsung mencari book corner. Tentu saya paling bahagia kalau di sana ada toko bukunya. Tapi jika pun tidak, maka sekadar gerobak berisi buku-buku lama yang di diskon mati-matian pun sudah cukup. Please, ini sakit jiwa tidak sih? :D. Padahal seringkali saya tidak membeli buku juga, saya hanya melihat-lihat buku, membolak-balikkannya, membaca sinopsisnya, memeriksa tahun terbit dan penerbitnya, lalu menceracau sendiri di sana. Kalau-kalau teman-teman menemukan saya dalam kondisi seperti itu di suatu toko buku atau gerobak diskon book corner manapun, tolong jangan dibanjur air kembang ya, saya tidak sedang dalam keadaan kerasukan. Ah, buku sedari dulu memang memberikan efek seperti itu pada saya. Seperti menyedot sukma masuk ke dalam alam yang berbeda #tsaaahhhh.

 

Picture : Hore, ada diskon 70% di Transmart.

 

Picture : Beberapa buku yang didiskon 70%

 

Begitupun saat bulan lalu saya ke sana (iya benar, ini late post, maaf baru sempat menuliskannya hari ini), saat saya jalan-jalan bersama moonlight dan ayahnya, sebenarnya tujuan kami ingin mencari baju tidur yang nyaman buat moonlight, tapi lagi-lagi saya nyangkut di book corner. Ini kunjungan kedua kali saya ke sana. Hari itu ada diskon buku segerobak. Buku-bukunya memang terbatas jenis dan judulnya, serta tentu bukan tahun terbitan terbaru. Harga diskonnya Rp. 10.000 hingga Rp. 20.000 tergantung jenis buku, semua buku yang ada di dalam gerobak didiskon 70%. Kebetulan saya memang sedang mencari beberapa contoh buku traveling, jadi cocok sekali ketika melihat ada beberapa buku traveling yang didiskon di dalam gerobak tersebut. 

 

Awalnya saya sempat meragukan bahwa di supermarket ini terdapat sudut buku. Untung saja jiwa berkelana menyisir rak demi rak serta display demi display produk tak padam hari itu. Hingga ketika menemukan lorong rak buku-buku, hati terasa begitu gembira. Lihatlah warna-warni cover buku memeriahkan suasana, bentuk fisik buku yang beragam membuat mata tak bosan memandang, lima menit saja saya ada di sana, mungkin saya akan menciptakan sebuah puisi cinta hanya karena melankolia yang melanda. Buku, oh buku.

 

Picture : Lorong sudut buku di Transmart Carrefour Cipadung Bandung

 

Macam Buku

Buku apa saja ya yang ada di sana? ternyata buku-buku yang ada lumayan bervariasi. Memang tidak banyak jumlahnya, tapi jenisnya bisa mewakili kategori yang umum dicari orang-orang. Ada buku non fiksi seperti motivasi, keuangan, dan parenting. Kemudian ada buku novel-novel, buku anak-anak, buku pelajaran, dan komik. Jangan berharap ada buku new release selengkap toko buku gramedia tentunya. Tapi beberapa buku bestseller terlihat nongkrong di display terdepan dengan nyaman. 

 

Picture : Barisan buku-buku novel

 

Picture : Warna-warninya memeriahkan suasana :D

 

Picture : Dislay buku fiksi dan buku anak-anak (sebelah atas)

 

Picture : display buku non fiksi dan komputer

 

 Picture : Display buku-buku novel dari beberapa penerbit

 

 

Harga

Harga yang dibandrol sama saja dengan kalau kita membeli di toko buku lain yang menjual dengan harga normal. Di sini tak bisa berharap mendapatkan buku bestseller atau buku yang terhitung baru terbit dengan harga diskon. Buku diskon hanya ada di gerobak yang tadi saya ceritakan. Menimbang situasi ini, saya berpikir, orang-orang yang membeli buku di sini lebih disebabkan karena ketiadaan waktu untuk membeli buku di toko buku yang lebih lengkap, atau tak sengaja menemukan buku yang diidamkan lantas langsung berniat membeli saat itu juga, atau mereka yang sedang kambuh hobi belanja bukunya.

Pernah suatu ketika seorang teman saya bercerita tentang busur yang baru saja ia beli tapi kemudian rusak. Waktu itu dia berkata pada saya, "Sebenarnya aku sudah tahu sih kalau busur itu ada kemungkinan cepat rusak. Tapi waktu di toko, aku memang lagi ingin belanja. Pokoknya harus belanja. Jadi aku beli busur itu." Nah, ada juga ya ternyata yang seperti itu, tukang belanja kambuhan :D. Dengan mengenyampingkan cerita tadi, tentu saja saya tidak bermaksud menyamakan kondisi busur teman saya dengan buku-buku di sudut buku ini. Di sini banyak buku yang terhitung bagus, tinggal nanti kembali pada selera pembaca masing-masing.

 

Display Al Quran

Bergeser sedikit dari sudut buku yang sudah saya ceritakan di atas, ternyata ada rak lain yang menarik perhatian saya. Satu rak husus ini berisi Al Quran yang cantik-cantik sekali di pandang mata. Terbayang oleh saya Al Quran ini cocok untuk dijadikan hadiah atau seserahan pernikahan. Coba deh teman-teman lihat sendiri fotonya di bawah ini.

 

 

 

Lokasi

 

Picture : Gedung Transmart Carrefour Cipadung Bandung tampak depan

 

Transmart yang saya kunjungi berlokasi di Cipadung Bandung. Bangunannya megah dengan parkir yang luas. Ada coffee shop di sana dan beberapa cafe lainnya. Cafe-cafe tersebut bisa kita kunjungi untuk menikmati suasananya yang nyaman dan menunya yang nikmat sambil membaca buku yang kita beli di book corner tadi. Untuk mencapai Transmart bisa mencari lokasinya di google search atau applikasi waze dengan kata kunci Transmart Cipadung Bandung. Jika menggunakan kendaraan umum, teman-teman juga tak perlu susah hati, karena ada angkutan umum yang cukup ramai dan banyak jumlahnya yang melewati tepat di depan Transmart. Angkot jurusan terminal Cicaheum - Cileunyi adalah salah satu kendaraan umum yang tersedia. Selain itu tentu saja ojeg online dan taxi online akan sangat mengenali lokasi Transmart dalam sekali order. Di bawah ini saya sertakan screenshot lokasi Transmart ya.

 

Picture : Sisi jalan raya depan Transmart Cipadung.

 

Moonlight sudah dapat baju tidurnya, jadi saya dan suami mau pulang. Buku-buku yang saya inginkan pun sudah rapi tersimpan di kantong belanjaan. Benar-benar jalan-jalan yang menyenangkan, soalnya dilakukan bersama keluarga dan dapat buku-buku pula :D. Terimakasih sudah menyimak cerita saya ya, sampai bertemu lagi di postingan lainnya. Salam.

 

 

0
0
0
s2sdefault

Sponsored Post, Job Review, Special Request, Postingan Lomba

Kenangan Dongeng Tempo Dulu - Indonesia …

18-11-2017 Hits:92 Features Dipi - avatar Dipi

  Halo teman-teman, apa kabar semuanya? Semoga pada sehat wal afiat ya. Yang mau kerja besok, hari ini bersantai dulu lah sejenak, mengumpulkan energi buat seminggu, biar semangatnya membara dan mudah-mudahan...

Read more

Review Buku The Sun and Her Flowers - Ru…

15-11-2017 Hits:125 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Sun and Her Flowers Penulis : Rupi Kaur Jenis Buku : Puisi Penerbit : Andrews McMeel Publishing   Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman : 256 halaman Dimensi Buku : 19.56 x 12.45 x 2.03 CM Harga : Rp...

Read more

Review Buku The Four Tendencies - Gretch…

02-11-2017 Hits:231 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Four Tendencies The Indispensable Personality Profiles That Reveal How to Make Your Life Better (and Other People's Better, too) Penulis : Gretchen Rubin Jenis Buku : Non Fiksi - Humaniora Penerbit...

Read more

Review Buku

Review Buku Satu Pembohong (One of Us is…

10-11-2017 Hits:275 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Satu Pembohong Judul Asli : One of Us is Lying Penulis : Karen McManus Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman : 408 halaman Dimensi Buku : 20 cm Harga :...

Read more

Review Buku Rahasia Sang Suami (The Husb…

13-10-2017 Hits:394 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Rahasia Sang Suami Judul Asli : The Husband's Secret Penulis : Liane Moriarty Jenis Buku : Fiksi - Novel Terjemahan Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2016 Jumlah Halaman : 496 halaman Dimensi...

Read more

Review Buku Sihir Perempuan - Intan Para…

05-10-2017 Hits:465 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Sihir Perempuan Penulis : Intan Paramaditha Jenis Buku : Kumpulan Cerpen Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : April 2017 (Pernah diterbitkan oleh Kata Kita pada 2005) Jumlah Halaman : 366 halaman Harga...

Read more

Cerita Dipidiff

J.CO Jatinangor Town Square : Duduk Menu…

11-10-2017 Hits:370 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Book blogger juga manusia, yang terkadang tidak ada ide menulis, hilang fokus, pikiran lelah, serta kurang nafsu makan (padahal tadi sarapan sebakul 😅). Teman-teman pernah merasakan keadaan yang seperti itu...

Read more

Giggle Box Jatinangor - Alternatif Tempa…

11-10-2017 Hits:394 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Dulu sekali, tahun lalu tepatnya, saya pernah menulis tentang J.Co di Jatos. Waktu itu saya sedang hamil moonlight dan saat berkunjung ke sana saya cukup antusias untuk datang kembali mengingat...

Read more

Sudut Buku di Transmart Carrefour Cipadu…

08-10-2017 Hits:450 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Mungkin tidak semua orang seperti saya, yang setiap berkunjung ke mall atau supermarket pasti langsung mencari book corner. Tentu saya paling bahagia kalau di sana ada toko bukunya. Tapi jika...

Read more