Translate - Language

id Indonesian zh-CN Chinese (Simplified) nl Dutch en English tl Filipino fr French de German it Italian ja Japanese ko Korean ms Malay th Thai

Review Buku Why The Rich are Getting Richer - Robert T. Kiyosaki

Published: Tuesday, 05 September 2017 Written by Dipi

 

Judul : Why The Rich are Getting Richer, What is Financial Education... Really?

Jenis Buku : Non Fiksi

Penulis : Robert T. Kiyosaki

Penerbit : Plata Publishing

Jumlah Halaman : 292 halaman

Dimensi Buku : 22.61 x 15.24 x 2.29 CM

Harga : Rp. 255.000

ISBN : 978-1-61268-088-0

Author of The International Bestseller Rich Dad Poor Dad

The book is available at Periplus Setiabudhi Bandung Bookstore

 

OBSOLETE ADVICE

"Go to school, get a job, save money, get out of debt, and invest for the long-term in the stock market."

# Rich Dad bilang itu bukan cara untuk menjadi the rich

 

Sekelumit Tentang Isi Buku

Rasanya hampir semua orang pernah mendengar nama Robert T. Kiyosaki. Bukunya Rich Dad Poor Dad memang sempat booming sekali di jamannya. Bahkan gara-gara buku itu jugalah Kiyosaki sampai diundang ke show Oprah, yang justru membuatnya menjadi makin terkenal. Kiyosaki tidak hanya penulis buku, ia adalah praktisi, dan ia sendiri adalah the rich. 

 

Dalam buku Why The Rich are Getting Richer, Kiyosaki berulangkali menyebutkan bahwa maksud ia menulis buku dan membuka kelas financial education adalah untuk membantu sebanyak mungkin orang agar terhindar dari jebakan kemiskinan.

 

Buku ini tidak hanya mengungkapkan banyak fakta dan prediksi ekonomi serta keuangan dunia, Amerika khususnya, tapi juga berisi nasihat dan cara-cara agar kita bisa menjadi bagian dari kelompok the rich yang sesungguhnya di tahun 2016 dan ke depannya. Bagaimana dengan buku Rich Dad Poor Dad? Buku itu sudah tidak relevan lagi dengan masa kini kata Kiyosaki, namun kita yang benar-benar ingin mendapatkan financial education yang terdapat dalam buku Why The Rich are Getting Richer, sebaiknya telah membaca buku-buku Kiyosaki sebelumnya, karena ini adalah buku lanjutan.

 

Apa saja sih yang terdapat dalam buku ini? Yuk kita intip daftar isinya 😊.

Preface : A Crash Course in Getting Rich by Tom Wheelwright, CPA.

Introduction

Part One : Why The Rich are Getting Richer

Chapter 1 What Should I Do with My Money?

Chapter 2 Why Savers are Losers

Chapter 3 Why Taxes Make The Rich Richer... Legally

Chapter 4 Why Mistakes Make The Rich Richer

Chapter 5 Why Crashes Make The Rich Richer

Chapter 6 Why Debt Make The Rich Richer

Part Two : A Tale of Two Teachers

Chapter 7 What Financial Education is Not

Chapter 8 Are You Financially Illiterate?

Part Three : What is Real Financial Education?

Chapter 9 Why the Rich Play Monopoly

Chapter 10 Phantom Income : Income of The Rich

Chapter 11 I Quadrant : Masters of Money

Chapter 12 Do You Have a Plan B?

Chapter 13 How to End Poverty : Students Teaching Students

Part Four : No Fun Economics

Chapter 14 How a Porsche Can Make You Richer

Final Words

Afterword

Bonus Sections

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

 

Hadeuhhh... Awal lihat buku ini rasanya kok tebal dan lumayan besar. Mumet ga ya baca buku keuangan yang model begini (tapi ternyata ngga pusing kok). 👍😊

Disain cover datar, putih abu, lalu ada judul dan nama pengarang. Yang bikin menarik jelas nama Kiyosakinya yang dicetak mentereng di sampul depan.

Bagian terbaik dari buku yang diprediksi bakal bikin pusing saat baca ini adalah ukuran, jenis, dan model huruf yang ada bedanya di tiap penekanan topik. Entah kenapa hal ini membuat saya tidak mudah lelah saat membaca teori-teori yang disampaikan, juga membantu saya untuk memetakan informasi yang diperoleh selama membaca. Lalu ada pula gambar tabel, diagram, dan grafik yang menyelamatkan saya dari rasa jenuh akibat membaca tulisan terlalu lama misalnya.

 

Opini

Saya bukan orang yang ahli dalam bidang keuangan, bukan pula pebisnis besar, dan jelas tak banyak paham tentang pajak serta pengoptimalisasian hutang. Jadi, dari sudut pandang orang awam lah saya akan mengulas buku ini.

 

Sudah lama sejak saya mendengar dan melihat buku fenomenal Rich Dad Poor Dad. Buku bestseller yang nangkring di jajaran depan display toko buku tentu mau tak mau bikin nerap di memori walau sudah beberapa tahun yang lalu terjadinya. Katanya sih, buku itu banyak memberikan tips tentang bisnis property. 

 

Kecakapan Kiyosaki dalam menulis sebuah buku terlihat dari bab-babnya yang sistematis. Di part one pembaca diajak untuk memahami mengapa financial education itu penting dan mengapa orang kaya bisa makin kaya dengan pajak, dengan belajar dari kegagalan, dan dengan hutang.

Lalu di part two Kiyosaki menjelaskan apa saja yang sebenarnya bukan financial education, termasuk ilmu ekonomi yang kita pelajari di sekolah. Baru di part three Kiyosaki menjelaskan financial education yang sesungguhnya. Di bab 3 ini ada bab khusus yang membahas tentang Phantom Income, cara menjadi master of money, dan mendapatkan kebebasan finansial sesegera mungkin. Menarik ya 😊.

 

Yang saya suka dari buku ini adalah bahasanya yang terhitung mudah dicerna, sederhana, sehingga orang awam seperti saya bisa cukup mudah menangkap pesan yang disampaikan Kiyosaki. Gaya penulisannya yang persuasif serta argumentatif terus terang membuat apa yang disampaikan jadi terasa sangat meyakinkan.

"He who has the gold makes the rules." Rich dad taught me to play by the rules of the rich. If you want to learn more about the rules of money the rich play by, read on." (Halaman 35).

 

Kadang-kadang saya bahkan sempat berpikir, mungkin Kiyosaki sengaja menuliskan beberapa hal berulang-ulang agar mendapatkan efek serupa "doktrin", karena rasanya memang sedikit seperti itu. 

 

Berikut contoh paragraf yang saya anggap cukup sederhana kalimatnya sehingga mudah dipahami. Paragraf ini sedang menjelaskan tentang hutang. Hutang yang bagi orang kaya bisa membuat dia menjadi kaya, namun bagi yang tidak memiliki pendidikan keuangan justru dapat membuatnya menjadi miskin.

This is a very big reason why the rich are getting richer.

Q : Isn't using your credit card, debt, for your down payment risky?

A: Yes, but much less risky than buying $1,800 worth of shoes. real estate generally holds its value. Shoes loss 90% to 100% of their value the moment you wear them. Who wants to rent shoes? many peoople love renting a nice condo on a white-sand beach in hawaii. Hal 93

Rupanya orang kaya menggunakan hutang untuk membeli asset, sedangkan orang yang tidak mempunyai financial education akan menggunakan hutangnya (kredit) untuk pembelian barang-barang seperti tas, baju, ponsel, dan sepatu mahal.

 

Namun sejelas-jelasnya bahasa Kiyosaki, tetap saja orang awam seperti saya akan sesekali mengalami kebingungan, terutama jika sudah menyangkut bahasa-bahasa khusus keuangan.

I will use credit card as an example to illustrate this. Let's say you receive a new credit card. There is no money in that credit card. All you have is credit. You go shopping and buy a new pair of shoes that cost $100. You use your new credit card and - like magic - $100 of "money" has been created. At the same time $100 in debt has also been created. The $100 flows into the economy and people are happy. The problem is, you now have to work and pay off that $100 in debt.

Q : So my ability to pay the $100 debt created the $100?

My IOU, my promise, created the $100?

A : Yes

Q : So the $100 is debt? A promise? Nothing more than an IOU from me?

A : Yes

Q : Did i create that money out of nothing?

A : Yes, in theory

Q: Is that why credit card companies are always offering me more and more credit cards?

A: Exactly.

Q : Why?

A: There are many reason

Halaman 87

Apa itu IOU? Wah saya tak paham. Selain paragraf ini, ada cukup banyak paragraf lain dengan istilah-istilàh keuangan. Tapi di bagian belakang buku, ada bab khusus yang membahas istilah-istilah tersebut. Cukup membantu 😊.

 

Pada intinya buku ini mengajak kita untuk menjadi entrepreuneur. Dari pebisnis kecil kemudian jadi pebisnis besar. Lalu akhirnya jadi investor. The Rich yang Kiyosaki maksud adalah investor besar yang punya kebebasan finansial. Pada buku disebutkan berulang kali mengenai 4 kelompok besar masyarakat. E yakni employee (pekerja), S self-employee pengusaha kecil-kecilan, B pemilik bisnis besar, dan I investor. Mau jadi The Real Rich? Jadilah kelompok I. Jangan terus berada di kelompok S apalagi E.

 

Gaya penulisan Kiyosaki yang unik juga menarik perhatian saya. Di tiap babnya selalu ada percakapan. Question and Answer. Tapi dengan begitu justru teori-teori yang ia sampaikan jadi meyakinkan. Karena bentuk question nya itu memang seperti pertanyaan orang-orang yang meragukan dan atau meminta informasi lebih detail tentang topik yang sedang dia bicarakan.

 

Nasihat-nasihat keuangan juga bertebaran di sepanjang halaman. Sebagian besar tentang optimalisasi pajak dan hutang. Juga pola pikir terhadap kejatuhan pasar bisnis.

The difference is the mindset, skillsets, and financial education. If you want to live your life in the B and I quadrants, you must know how to use debt and taxes to get richer. Halaman 49.

In order to become a real investor in the I quadrant, you must learn to "cherry pick." You must learn to see what the financially blind cannot see. Halaman 83

Debt is double-edged sword. Debt can make you rich and then, suddenly, something changes and that same debt is making you poor, very poor. Halaman 89

 

Menurut Kiyosaki, untuk bisa mengubah nasib si miskin menjadi si kaya, ada 4 kecerdasan yang harus dimiliki dan diasah, yakni kecerdasan spiritual, mental, emosi, dan fisik.

Changing quadrants requires four things:

1. Spiritual Intelligence

2. Mental intelligence

3. Emotional intelligence

4. Physical intelligence

If you can engage all four of your intelligences, you will win- no matter what happens in the economy. If you can do it everyday, no matter what happens, you will become a strong and great person, greater than you are today. Halaman 68

 

Keistimewaan buku ini juga terlihat dari luasnya latar belakang ekonomi, fakta, dan wawasan yang disampaikan Kiyosaki kepada kita. Beberapa di antaranya isu konspirasi minyak bumi dan perang dunia. Kadang sedih mengetahui betapa primitifnya spiritual umat manusia dari jaman ke jaman. Kekuasaan dan kekayaan bisa begitu membutakan rasa kemanusiaan.

 

Sudah pernah dengar kan tentang cashflow nya Kiyosaki. Itu adalah game dan ada bukunya juga. Cashflow adalah game financial education. Lalu Kiyosaki ingin mmbuat brosur cara bermain game itu. Tapi ketika menulis materi untuk brosur, tak terasa yang ditulis jadi berlembar-lembar halaman. Akhirnya Kiyosaki memutuskan materi tersebut untuk dipublikasikan sebagai buku.

 

Ini buku Teori atau Praktik

Bagi saya buku ini terasa seperti di antaranya. Tidak cuma teori, tapi tidak cukup detail juga untuk bisa disebut buku pedoman praktik. Contohnya tentang pajak ini.

 

Kiyosaki dengan bijak mengajak kita untuk memahami lebih dahulu dasar pola pikir sebelum masuk ke dalam inti permasalahan. Dan Kiyosaki memang menjelaskan caranya, bahkan secara khusus ia pun menambahkan kolom ahli pajaknya beserta tips pajak atau tema lain yang tengah dibahas. Hanya, tetap saja untuk memahami lebih lanjut bahkan Kiyosaki pun mencontohkan kita untuk berinvestasi awal pada pendidikan finansial, alias mengikuti training finansial seperti investasi, dan lain-lain. Artinya detail praktik tak ada di dalam buku ini.

If you want to grow richer, invest your financial education before you practise using debt as money. Learning to use debt to make you rich gives you unbelievable power, a power very few will ever experience. Halaman 98

 

Terimakasih, Kiyosaki adalah penulis buku keuangan yang sangat pengertian, mengerti kalau bakal ada pembaca awam yang lamban paham seperti saya 😂. Rasa syukur ini disebabkan karena ternyata selalu ada bab kesimpulan di tiap akhir bagian buku. Di bab kesimpulan ini Kiyosaki mengulang secara singkat apa yang ia sampaikan di berpuluh lembar teori serta narasi bercampur argumentasi yang ada di bab-bab dalam part yang bersangkutan. Ini persis rasanya seperti mengerucutkan dan menyimpulkan bahasan yang mulai melebar.

 

Rasanya menjadi lebih jelas dan terkerangkakan dalam pikiran setelah usai membaca bab kesimpulan. So, dont worry be happy, kalian yang setipe dengan saya akan banyak tertolong di bab kesimpulan untuk memahami pesan dalam buku. Ssstt... Di akhir buku pun ada bab ringkasan buku yang ditulis Kiyosaki untuk memudahkan pembacanya dalam mengingat isi buku sekaligus menambah pemahaman terhadap konten yang disampaikan. Nice 😊👍.

 

Coba deh baca bab How a Porsche Can Make You Richer. Di sana Kiyosaki menceritakan kisahnya yang ingin punya mobil porsche yang limited edition dan muahalnya minta ampun. Tapi ia tidak mau mengeluarkan uang, dan kalau bisa malah membeli mobil itu untuk bisa menambah pendapatannya. Di bab istimewa ini saya temukan Kiyosaki menjelaskan cara yang ia tempuh dengan cukup detail, beserta ilustrasi keuangannya.

 

Selain itu, teman-teman harus baca juga bab Phantom Income. Pendapatan bagai hantu, alias kita tidak perlu mengerjakan apapun tapi uang mengalir terus ke saku. Mantap jiwa ya 😂. 

 

Ada dua sub bab yang saya suka di akhir buku. Sub bab ini isinya cuma sedikit, semacam pesan untuk kita yang lahir di jaman milenium dan yang ingin meraih kekayaan.

AFTERWORD

So.. How do we change the world?

Rich dad often said: "If you want to change the world, start by changing yourself."

Whenever I was complaining or whining about something, he would have me repeat to myself.

"For things to change... first I must change."

He wanted me to think about how I could change. I would report back to him when i had new ideas. I was always suprised how things changed, once I made changes.

Halaman 249.

 

A MESSAGE TO MILLENIALS

The Baby Boomers have had a very easy life.

They are not your best best financial advisors.

More than half of all baby boomers will retire in poverty. It's likely many will live with their kids... and grandkids.

You have two choices

either the goverment will take care of you...

or you can take care of youself.

You can fish... or be given fish.

The choice is yours

Halaman 251

 

Lain-lain Tentang Kiyosaki

Kiyosaki adalah penulis kelahiran Hawaii, berdarah Jepang dan Amerika. Ia jelas seorang penulis buku yang sangat produktif. Tiga dari bukunya yaitu Rich Dad Poor Dad, Rich Dad's CASHFLOW Quadrant, dan Rich Dad's Guide to Investing, telah menjadi 10 buku terlaris secara berkesinambungan di The Wall Street Journal, USA Today serta New York Times.

Kiyosaki terkenal karena bukunya Rich Dad, Poor Dad yang merupakan # 1New York Times bestseller. Diikuti dengan Kiyosaki Rich Dad's CASHFLOW Quadrant dan Rich Dad's Guide to Investing. Ia sekarang memiliki setidaknya selusin buku yang telah diterbitkan dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.

 

Kesimpulan

Menurut saya untuk detail dan untuk yang memang ingin mendalami, sebaiknya membaca buku yang sebelum Why The Rich are Getting Richer. Semuanya bahkan. Tapi yang membaca hanya untuk menambah wawasan, maka buku ini bisa dibaca single kok. Soalnya Kiyosaki mengulas juga sedikit-sedikit tentang buku-bukunya yang dulu. Jadi pembaca baru, bisa memiliki gambaran isi buku-buku terdahulu.

 

Rekomendasi

Saya rekomendasikan buku ini untuk pembaca yang menyukai buku non fiksi tentang keuangan, bisnis, serta pencapaiannya, tapi ingin topik tersebut dibawakan dengan bahasa yang luwes, sederhana, mudah dipahami, kaya akan wawasan dan fakta logika, serta disertai tips trik dan sedikit tuntunan praktik. Juga bagi pembaca yang mencari referensi tentang "how to be rich", atau ingin mengetahui seberapa jauh pajak dan hutang bisa dioptimalkan menjadi suatu modal untuk menambah kekayaan secara legal. 

 

Teman-teman yang ingin membeli buku ini, bisa mendapatkannya di Toko Buku Periplus Setiabudhi Bandung atau kontak saja instagram @Periplus_setiabudhi

 

0
0
0
s2sdefault

Comments   

0 #8 Jefferson laay 2017-09-13 11:22
yap, kiyosoki memang salah satu legenda. Sering denger orang sukses yang terinspirasi sama doi. Tapi untuk bukunya, tak ada terjemahan ke Indo kah.. ngeliat buku2 kuliahan yang pake bahasa inggris semua aja gue nggak pernah baca..
Quote
0 #7 Meykke Santoso 2017-09-12 08:18
HAI KAK DIPI!

Wow wow wow, bacannya super berat nih mba..hahaha..tapi emang keren sih ya,.,kalau mau anti-mainstream emang harus mau go out of the box begitu. Iya khan? Coba sekali kali bikin postingan pake bahasa Inggris mba biar vocabulary yang didapat juga bisa dipakai dan bertambah. Duh, mentang mentang guru saya ya jadi bawaannya pelajaran mulu. hahaha

Rupanya orang kaya menggunakan hutang untuk membeli asset, sedangkan orang yang tidak mempunyai financial education akan menggunakan hutangnya (kredit) untuk pembelian barang-barang seperti tas, baju, ponsel, dan sepatu mahal.

Oke sip besok misal utang saya mau buat dagang aja. Biar uang muter dan bia beli sepatu dan tas dan juga mobil :D
Quote
0 #6 PIPIT 2017-09-12 03:20
Teh Dipi beuh..
Bacaannya bener-bener yak. Nggaj cuman novel atau yang ringan-ringan, kayak gini juga dibaca, super sekali Teh Dipi.
Duh, pas dibagian utang saya jadi minder teh, sempet ngutang buat beli laptop baru, soalnya laptop yang lama udah nggak mumpuni buat kerja. Jadi termasuk orang-orang yang gimana nih..??? hahaha :lol: :lol: :lol:
Quote
0 #5 Rahul Syarif 2017-09-12 00:23
Pas sebelumnya baca ini, belum tau siapa Kiyosaki. Pas kemarin, nemu kedai buku online. Bukunya di jual, pengen banget beli pas baca ulasan mba Dipi. Segar, karena selama baca buku, selalunya cuma baca novel, jadi ingin nyobain baca~
Quote
0 #4 Keven 2017-09-11 11:15
Pernah baca yang Rich Dad Poor Dad, tapi agak pusing, bingung bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin gua harus baca yang Rich Dad Poor Dad For Teens kali ya, biar ga bingung hahaha.
Quote
0 #3 Rahul Syarif 2017-09-10 22:12
Setelah kemarin review novel, sekarang review buku keuangan gini. Merasa awam banget, soalnya baca novel mulu. :(
Quote
0 #2 Ila Rizky 2017-09-10 02:48
Aku pernah baca bukunya, tapi lupa judul yg mana. Hehe. Buku kiyosaki harus dibaca pelan-pelan biar paham karena banyak ilmu finansial yang dia jabarkan.
Quote
0 #1 putu ayu 2017-09-10 02:28
keren banget deh bapak yg satu ini. cerdas dan pintar membagikan idenya dalam buku ^^
Quote

Add comment


Security code
Refresh

Sponsored Post, Job Review, Special Request, Postingan Lomba

Review Buku The Language of Thorns -Midn…

30-11-2017 Hits:160 Features Dipi - avatar Dipi

Judul : The Language of Thorns Midnight Tales and Dangerous Magic Penulis : Leigh Bardugo Ilustrator : Sara Kipin Jenis Buku : Non Fiksi - Dongeng Penerbit : Imprint        Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman : ...

Read more

Review Buku Unfuck Yourself - Gary John …

29-11-2017 Hits:313 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : Unfuck Yourself Get Out of Your Head and Into Your Life Penulis : Gary John Bishop Jenis Buku : Non Fiksi - Pengembangan Diri Penerbit : HarperOne Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman :  224 halaman Dimensi...

Read more

Review Buku The Girl Who Takes an Eye fo…

23-11-2017 Hits:314 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Girl Who Takes an Eye for an Eye Penulis : David Lagercrantz Jenis Buku : Novel Penerbit : Quercus Publishing Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman :  368 halaman Dimensi Buku : 15.50 x 23.50 x...

Read more

Review Buku

Review Buku Alang - Desi Puspitasari

07-12-2017 Hits:56 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Alang Penulis : Desi Puspitasari Jenis Buku : Novel Penerbit : Republika Tahun Terbit : Juli 2016 Jumlah Halaman : 289 halaman Dimensi Buku : 135 mm x 205 mm Harga : Rp. 55.000   Sekelumit Tentang Isi Alang sangat mencintai dunia...

Read more

Review Buku Sirkus Pohon - Andrea Hirata

07-12-2017 Hits:50 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Sirkus Pohon Penulis : Andrea Hirata Jenis Buku : Novel Penerbit : Bentang Tahun Terbit : Cetakan Pertama Agustus 2017 Jumlah Halaman :  410 halaman Dimensi Buku : 20,5 cm Harga : Rp. 87.000    Winner General Fiction New York...

Read more

Review Buku Satu Pembohong (One of Us is…

10-11-2017 Hits:584 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Satu Pembohong Judul Asli : One of Us is Lying Penulis : Karen McManus Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman : 408 halaman Dimensi Buku : 20 cm Harga :...

Read more

Cerita Dipidiff

J.CO Jatinangor Town Square : Duduk Menu…

11-10-2017 Hits:613 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Book blogger juga manusia, yang terkadang tidak ada ide menulis, hilang fokus, pikiran lelah, serta kurang nafsu makan (padahal tadi sarapan sebakul 😅). Teman-teman pernah merasakan keadaan yang seperti itu...

Read more

Giggle Box Jatinangor - Alternatif Tempa…

11-10-2017 Hits:615 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Dulu sekali, tahun lalu tepatnya, saya pernah menulis tentang J.Co di Jatos. Waktu itu saya sedang hamil moonlight dan saat berkunjung ke sana saya cukup antusias untuk datang kembali mengingat...

Read more

Sudut Buku di Transmart Carrefour Cipadu…

08-10-2017 Hits:703 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Mungkin tidak semua orang seperti saya, yang setiap berkunjung ke mall atau supermarket pasti langsung mencari book corner. Tentu saya paling bahagia kalau di sana ada toko bukunya. Tapi jika...

Read more