Translate - Language

id Indonesian zh-CN Chinese (Simplified) nl Dutch en English tl Filipino fr French de German it Italian ja Japanese ko Korean ms Malay th Thai

Review Buku Rich People Problems - Kevin Kwan

Published: Friday, 29 September 2017 Written by Dipi

Judul : Rich People Problems

Penulis : Kevin Kwan

Jenis Buku : Fiksi - Novel

Penerbit : Random House USA Inc

Tahun Terbit : 2017

Jumlah Halaman :  384 halaman

Dimensi Buku : 15.60 x 23.20 x 3.40 CM

Harga : Rp. 248.000

Edisi Bahasa Inggris

Bestseller

Bestselling Author of Crazy Rich Asian

 

Available at Periplus Setiabudhi Bandung Bookstore

 

The only thing I like about rich people is their money

-Nancy Aston

 

Sekelumit Tentang Isi

Su Yi meninggal dunia dengan meninggalkan harta warisan yang besar. Ketika ia sedang terbaring lemah menunggu ajalnya tiba, Nicholas young segera pulang dan menemaninya. Tapi bukan cuma Nicholas yang berada di sana. Tampaknya hampir semua anggota keluarga berdatangan dengan berbagai tujuan, rasa sayang yang tulus pada Su Yi, maksud tersembunyi untuk memperoleh bagian warisan, atau yang datang untuk mencoba peruntungannya di saat-saat terakhir. Intrik dan konflik yang panas segera terjadi. Tentu saja Nicholas tak punya cara lain kecuali menghadapi itu semua. Sementara itu Astrid Leong menghadapi permasalahannya sendiri seputar kisah cintanya dengan Charlie Wu. Astrid harus berhadapan dengan mantan istri Charlie Wu yang selalu mengintimidasi serta mantan suaminya sendiri yang selalu berusaha merusak reputasi dan hubungannya dengan Charlie. Selagi gosip hangat terus berputar pada kehidupan Astrid Leong, Kitty Pong yang menikah dengan Jack Bing, orang terkaya kedua di Cina, harus berhadapan dengan anak tirinya, Colette Bing, yang seolah selalu membuatnya merasa kalah dan tidak berarti. Persaingan akan kasih sayang, kekuasaan, popularitas, dan kekayaan terus berlangsung antara dirinya dan Colette.

Kepada siapakah akhirnya Su Yi mewariskan Tyersall Park? Apakah Nicholas Young yang mendapatkannya? Bagaimana cara Nicholas menyelamatkan Tyersall Park dari penjualan kepada pihak swasta? Apakah kisah cinta Astrid Leong dan Charlie Wu berakhir bahagia? dan Kitty Pong akhirnya bisa mengalahkan ketenaran anak tirinya? Silahkan dibaca sendiri bukunya untuk mengetahui itu semua ya :)

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

Disain cover buku Kevin Kwan memang khas ya. Perhatikan saja buku pertama dan keduanya, Crazy Rich Asian dan China Rich Girlfriend. Tapi justru karena kekhasan inilah, saya sebagai pembaca jadi merasa terkoneksi antara satu buku dengan yang lainnya. Seolah-olah dalam satu kali pandang pun sudah tahu, oh ini bukunya Kevin Kwan. Lagipula disain covernya juga lucu, dengan gambar serupa kartun serta warna dominan hijau dan kuning yang mencolok. Begitupun dengan dua buku Kevin Kwan lainnya, selalu ada warna-warna cerah yang mendominasi cover.

Kalau ditimbang-timbang dari sudut isi cerita, disain cover awalnya seperti kurang sesuai, mengingat ini cerita tentang masalah-masalah orang kaya. Sekilas lebih cocok jika covernya bernuansa kelabu dengan gambar yang rumit. Tapi coba deh baca bukunya, Kevin Kwan ahlinya dalam mengemas topik masalah ke dalam bahasa humor yang sarkasme. Entah kenapa, kita jadi bisa melihat berbagai masalah "orang kaya" ini dari sudut humor, sehingga terasa lucu dan menyegarkan.

Belum lagi begitu dibuka ternyata beberapa bagian buku memiliki disain khusus yang eye-catching. Contohnya tipe huruf yang meliuk-liuk cantik seperti di bawah ini.

 

 

Hanya saja ukuran huruf cukup kecil. Hati-hati buat yang matanya cepat lelah nih, bacalah di ruangan yang cukup cahaya ya, agar tidak merusak mata.

 

Tokoh dan Karakter

Tokoh favorit saya Rachel, istri dari Nicholas. Nicholas sempat konflik dengan keluarga besarnya yang kaya raya karena memilih menikah dengan Rachel. Padahal Rachel seorang perempuan yang cerdas, ia seorang edukator dengan gelar yang tinggi. Secara karakter pun, Rachel digambarkan sebagai wanita dengan pikiran yang dewasa, open-minded, dan percaya diri.

Tokoh lainnya ada Astrid dan Michael Wu, lalu ada Kitty Pong, Collette Bing dan Jack Bing, dan beberapa tokoh pelengkap cerita. Kalau kalian mencari kelucuan sarkarme dari cerita, Kevin Kwan paling banyak menempatkannya pada tokoh-tokoh Bing ini. Mereka orang kaya yang senang mencari sensasi, perhatian, dan bangga pada keistimewaan yang melekat pada diri mereka sebagai orang kaya.

 

Alur dan Latar

Apakah Kevin Kwan hanya piawai dalam mengemas humor sarkasme saja? Oh tidak, narasi deskripsi latarnya juga aduhai. Rapih dan dapat diimajinasikan dengan jelas dalam pikiran, jika tidak malah membuat pembaca berimajinasi sendiri dalam versi pikirannya masing-masing. Kebetulan contoh narasi deskriptif di bawah ini adalah deskripsi latar yang paling saya suka. Pulau Palawan tampaknya tempat yang indah sekali ya.

Within a few moments, they emerged to the surface again. Charlie caught his breath and when  he ripped his mask off, what he was almost took his breath away again. he was in the middle of a calm lagoon completely encircled by towering limestone cliffs. the only entrance to this secret place was through the underwater cavern. The shallow, crystal-clear turquoise waters teemed with colorful fish, coral rock, and sea anemones, and along one side of the lagoon was the perfect hidden beach of sparkling white sand shaded by overhanging branches of palm trees.

Kisah beralur maju pada buku Rich People Problem sempat membuat saya kagum. Bayangkan buku setebal itu, dengan huruf-huruf yang kecil, tentu tak sembarang penulis mampu mengarang cerita dengan alur yang rapih. Curiga dipanjang-panjangkan. Tapi kedetailkan Kevin Kwan dalam bercerita memang menjadi salah satu penyebab kenapa buku ini jadi begitu tebal. Lalu alurnya bisa disebut rapih dan proporsional. Kecuali jika teman-teman termasuk pembaca yang tidak begitu menikmati detail, saya kira buku ini akan terasa agak lamban dan bertele-tele.

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Hampir-hampir tak dapat dipercaya bahwa saya bisa menikmati novel ini mengingat jumlah halamannya yang mencapai 400 halaman serta adanya tanda-tanda kerumitan sejak awal membuka halaman awal. Iya rumit, rasanya rumit gara-gara saya melihat ada gambar pohon keluarga di halaman awal buku Rich People Problem ini. Tentu saja saya jadi bertanya-tanya sendiri dalam hati, "Ini buku memang sebanyak ini kah tokoh yang diceritakan?" dan ,"bakal sukses tidak ya menyederhanakan isi ceritanya?" lalu ,"Membosankan tidak ya?", dan kesan lain yang juga terlintas saat itu adalah, "Luar biasa, penulisnya tampaknya detail dan kreatif sekali dalam mengemas cerita maupun ilustrasi bukunya."

 

 

Pada kenyataannya banyak komentar dan ulasan yang memang menyebutkan bahwa Kevin Kwan adalah penulis yang utama dalam hal detail cerita. Saya setuju dengan opini tersebut. Selain buku ini tetap mempertahankan bentuk bahasa asli tokoh-tokohnya, tak lupa Kevin Kwan menambahkan penjelasan bahasa tersebut di bagian bawah buku. Keterangan-keterangan yang ada di bagian footer ini bukan cuma tentang arti kalimat tertentu, tapi juga meliputi penjelasan tentang peristiwa, tokoh-tokoh tertentu, penjelasan tentang nama makanan daerah, atau yang dianggap Kevin penting untuk pembaca agar dapat lebih memahami jalan cerita.

Having strategically chosen a table closest to the buffet area, Daisy Foo sighed as she watched Araminta Lee standing in lie at the noodle station dishing out some mee siam. "Aisyah - that Araminta! Bein kar ani laau!"

Bab 2

 

 

 

Betapa anehnya permasalahan-permasalahan sebagian orang kaya ya ternyata, urusan meja restoran saja bisa jadi masalah besar buat mereka. Mungkin karena orang kaya memiliki kekuasaan sehingga begitu harus menunggu atau diabaikan, rasanya seperti mendapatkan masalah saja. Ini sarkasme tentu saja. Humor yang saya nikmati sejak awal saya membaca buku Rich People Problems. Pemilihan gaya penulisan seperti ini menurut saya cerdas, untuk buku berhalaman 400, kesan pertama tentu sangat penting. Begitu awal terasa membosankan, ya sudahlah, pasti kita cenderung enggan untuk membacanya sampai selesai.

PROBLEM NO.1

Your regular table at the fabulous restaurant on the exclusive island where you own a beach house is unavailable.

PROBLEM NO. 2

The twenty-four-hour on-call personal physician that you have on a million-dollar annual retainer is busy attending to another patient.

Halaman 3.

 

Lagi-lagi inilah contoh "kelucuan" buku-bukunya Kevin Kwan, termasuk buku Rich People Problem. Humor yang terselip dalam cerita yang mungkin buat sebagian pembaca memang tak terbaca, tapi bagi yang suka tipe humor satire, sarkasme, dan yang serupa itu, pasti bisa memami letak kelucuan adegan di bawah ini.

"Oy--Charlie!" Eddie yelled, a littke too loudly, as he rushed over toward Chalie. Wait til he sees my official delegated badge!

Charlie beamed at him in recognition. "Eddie Cheng! Did you just get in from Hong Kong?"

"I came from Milan, actually. I was at the men's fall fashion shows-front-row seat at Etro."

"Wow, I guess being one of Hong Kong Tattle's Best Dressed Men is serious work, isn't it?" Charlie quipped.

"Actually, I made it into the bEst Dressed Hall of Fame last year." Eddie replied earnestly. He gave Charly a quick once-over, noticing that he was wearing khaki pants with cargo pockets and a navy blue pullover under his bright orange parka. What a pity-he used to be so fashionable when he was younger, and now he's dressed like every other tech-geek nobody. "Where's your badge, Charlie?" Eddie asked, flashing his own proudly.

"Oh yes, we're suppposed to wear them a all times, aren't we? Thank's for remindeng me - it's somewhere buried in my messenger bag." Charlie dug around for a few seconds before fishing out his badge, and Eddie glanced at it, his curiosity morphing into shocked dismay. Charlie was holding an all-white badge affixed with a shiny holographic sticker. Fucky fuck, this was the most coveted badge! The one they only gave to world leaders! The only other person he had seen so far wearing that badge was Bill Clinton! How the fuck did Charlie get one?

Halaman 13.

 

Bentuk-bentuk percakapan text di ponsel juga terdapat di dalam cerita, sehingga terasa sekali bahwa kisah Rich People Problems terjadi di masa kini. Email, sms, internet, dan lain sebagainya juga menjadi pelengkap dalam cerita.

She was about to switch off her phone when his next message popped up.

MT : Anyway, this will be over soon. I'm getting full custody of Cassian.

AL : You're delusional.

MT : No, yur a lying cheating whore.

 

MT : No judge is going to give u custody now

AL : This photo proves nothing. Charlie was only consoling me after you left.

 

 

Siapa Kevin Kwan

Penulis asal Singapura ini segera menjadi penulis populer yang novel-novelnya terkenal karena kaya dengan humor satirenya. Nama Kwan juga disebut-sebut sebagai Most Powerful Author versi The Hollywood Reporter.

Buku Rich People Problem merupakan buku terakhir dari trilogi Crazy Rich yang diterbitkan di tahun 2017. Goodreads mencatat banyak review positif atas karya terakhir dan buku triloginya ini, bintang 4 dengan poin 3,94, merupakan prestasi yang luar biasa.

Buku pertama trilogi yang berjudul Crazy Rich Asians bahkan diangkat menjadi sebuah film yang dipayungi brand Warner Bros.

Picture : para pemeran film

 

Rekomendasi

Saya rekomendasikan buku Rich People Problems pada teman-teman yang menyukai novel tebal, detail, bergaya satire (humor sindiran), sarkasme, bertopik kehidupan orang-orang kaya. Ada rasa seolah sedang menyimak drama korea saat membaca buku ini.

Catatan : Pembaca usia dewasa. Tidak ada adegan yang vulgar, hanya topik tentang kekuasaan, kepopuleran, saling sikut, tentu bukan topik untuk pembaca anak-anak dan remaja.

 

Teman-teman yang berminat untuk memiliki buku ini bisa mengontak instagram @Periplus_setiabudhi

 

 

0
0
0
s2sdefault

Comments   

0 #2 Ngurah Dimas 2017-10-01 14:31
Saya sekali pandang juga tau kok kalo itu bukunya Kevin Kwan. Kan ada namanya ditulis besar-besar :P

Wuih, udah jadi penulis best seller. Bukunya bahkan difilmkan sama warner bros.

Pengen baca, soalnya emang suka komedi yang nyindir-nyindir gitu. Tapi kayaknya aku masih gak doyan baca buku yang tebal-tebal.
Quote
0 #1 Rifqi Banyol 2017-10-01 02:56
Kevin kwan ternyata dari negara tetangga. Hmm.. bukunya lumayan tebal, ah sangat tebal sih. Tapi dari ulasan kak dipi isinya begitu menarik, apalagi humor sindiran, entah kenapa suka aja gitu dengan hal kek gitu.

REPLY
Lha,... ini kan sesuai dengan gaya mu Qi :D. Seandainya saja kau suka baca, kurasa buku ini bakal pas dibahas di blog mu yang unik dan berniche humor itu :)
Quote

Add comment


Security code
Refresh

Sponsored Post, Job Review, Special Request, Postingan Lomba

Kenangan Dongeng Tempo Dulu - Indonesia …

18-11-2017 Hits:88 Features Dipi - avatar Dipi

  Halo teman-teman, apa kabar semuanya? Semoga pada sehat wal afiat ya. Yang mau kerja besok, hari ini bersantai dulu lah sejenak, mengumpulkan energi buat seminggu, biar semangatnya membara dan mudah-mudahan...

Read more

Review Buku The Sun and Her Flowers - Ru…

15-11-2017 Hits:125 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Sun and Her Flowers Penulis : Rupi Kaur Jenis Buku : Puisi Penerbit : Andrews McMeel Publishing   Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman : 256 halaman Dimensi Buku : 19.56 x 12.45 x 2.03 CM Harga : Rp...

Read more

Review Buku The Four Tendencies - Gretch…

02-11-2017 Hits:224 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Four Tendencies The Indispensable Personality Profiles That Reveal How to Make Your Life Better (and Other People's Better, too) Penulis : Gretchen Rubin Jenis Buku : Non Fiksi - Humaniora Penerbit...

Read more

Review Buku

Review Buku Satu Pembohong (One of Us is…

10-11-2017 Hits:267 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Satu Pembohong Judul Asli : One of Us is Lying Penulis : Karen McManus Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman : 408 halaman Dimensi Buku : 20 cm Harga :...

Read more

Review Buku Rahasia Sang Suami (The Husb…

13-10-2017 Hits:388 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Rahasia Sang Suami Judul Asli : The Husband's Secret Penulis : Liane Moriarty Jenis Buku : Fiksi - Novel Terjemahan Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2016 Jumlah Halaman : 496 halaman Dimensi...

Read more

Review Buku Sihir Perempuan - Intan Para…

05-10-2017 Hits:461 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Sihir Perempuan Penulis : Intan Paramaditha Jenis Buku : Kumpulan Cerpen Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : April 2017 (Pernah diterbitkan oleh Kata Kita pada 2005) Jumlah Halaman : 366 halaman Harga...

Read more

Cerita Dipidiff

J.CO Jatinangor Town Square : Duduk Menu…

11-10-2017 Hits:366 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Book blogger juga manusia, yang terkadang tidak ada ide menulis, hilang fokus, pikiran lelah, serta kurang nafsu makan (padahal tadi sarapan sebakul 😅). Teman-teman pernah merasakan keadaan yang seperti itu...

Read more

Giggle Box Jatinangor - Alternatif Tempa…

11-10-2017 Hits:390 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Dulu sekali, tahun lalu tepatnya, saya pernah menulis tentang J.Co di Jatos. Waktu itu saya sedang hamil moonlight dan saat berkunjung ke sana saya cukup antusias untuk datang kembali mengingat...

Read more

Sudut Buku di Transmart Carrefour Cipadu…

08-10-2017 Hits:446 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Mungkin tidak semua orang seperti saya, yang setiap berkunjung ke mall atau supermarket pasti langsung mencari book corner. Tentu saya paling bahagia kalau di sana ada toko bukunya. Tapi jika...

Read more