Translate - Language

id Indonesian zh-CN Chinese (Simplified) nl Dutch en English tl Filipino fr French de German it Italian ja Japanese ko Korean ms Malay th Thai

Review Buku Sad Girls - Lang Leav

Published: Wednesday, 20 September 2017 Written by Dipi

 

Judul : Sad Girls

Penulis : Lang Leav

Jenis Buku : Fiksi - Novel

Penerbit : Andrews McMeel Publishing

Tahun Terbit : 2017

Jumlah Halaman : 368 halaman

Dimensi Buku : 22.61 x 14.99 x 2.54 CM

Harga : Rp. 220.000

Edisi Bahasa Inggris

International Bestselling Author

Available at Periplus Setiabudhi Bandung Bookstore

 

"Your first love is'nt the first person you give your heart to - it's the first one who breaks it."

Halaman 261 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Audrey berbohong pada dua sahabatnya hanya karena terdorong keinginan untuk mencari perhatian dan sensasi. Cerita bohong yang ia sampaikan tentang Ana harusnya hanya akan berakhir sebagai gosip di antara tiga sahabat tersebut. Hanya sayangnya berita itu bocor hingga menyebar luar tidak terkendali. Beberapa hari kemudian Ana ditemukan bunuh diri karena tertekan akan gosip jahat seputar dirinya. Kini Audrey harus menghabiskan hidupnya dengan rasa bersalah. Dusta yang ia sampaikan jelas membawa banyak kesedihan bagi banyak pihak. Akan kah ia mengakui bahwa gosip jahat itu berawal dari dirinya? Atau ia memilih diam hingga akhir.

 

Pada hari pemakaman Ana, Audrey bertemu dengan kekasih Ana. Rad begitu memesona dan membuatnya merasa nyaman. Perlahan namun pasti mereka saling jatuh cinta. Akan kah hubungan mereka bisa bertahan saat Rad mengetahui bahwa Audrey lah yang mengarang cerita bohong tentang Ana? Benarkah Ana meninggal karena bunuh diri atau justru mati dibunuh?

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

 

Buku galau disain covernya pun bertema galau. Menurut saya sudah sesuai sih.  Pilihan warnanya yang cenderung sendu dengan gambar seorang gadis berbaring menutupi sebagian kepalanya dengan lengan tampak sesuai dengan suasana kelabu di sepanjang cerita. Judul yang berwarna merah pun sesuai mengingat ini sebenarnya kisah sedih yang tragis. Yang agak berbeda dari buku ini adalah covernya yang berlipat itu. Tapi saya suka, baru kali ini menemukan novel dengan disain buku yang tidak seperti pada umumnya.

 

Tokoh dan Karakter

Melalui buku Sad Girls, Lang Leav menceritakan tokoh Audrey, gadis remaja menuju dewasa yang berbuat kebodohan dengan mengarang cerita bohong hingga menjadi gosip yang berbahaya. Namun Audrey kemudian diceritakan sebagai pribadi yang cerdas, pemikir, dan perlahan semakin bijak dengan bertambahnya usia.

Lalu ada Rad yang serius, keren, pintar, dan sedikit misterius. Dua tokoh utama ini diceritakan memiliki kemampuan menulis. Rad bahkan terkenal sebagai penulis muda yang berbakat. Susah payah Lang Leav membentuk karakter ini di sepanjang cerita terasa melalui narasi-narasinya yang mewakili jalan pikiran dan kisah tentang Audrey maupun Rad.

Lalu ada Lucy dan Candela, dua sahabat Audrey, yang cukup banyak mendapat bagian dalam cerita. Ibu Audrey, pacar pertama Audrey (Duck), dan beberapa tokoh pelengkap lainnya juga digambarkan dengan baik oleh Lang Leav.

 

Alur dan Latar

Jalan cerita yang beralur maju membuat saya dengan mudah menyimak cerita. Ya betul, efeknya memang kadang membuat saya menjadi cenderung lebih mudah bosan ya, rasanya persis seperti kita kalau sedang mengendarai mobil di jalur tol yang lurus. Namun saya yakin ada saja teman-teman yang suka dengan jenis alur cerita yang gamblang seperti buku ini.

Harus diakui alur cerita di bagian tengah terasa lamban. Sepertinya Lang Leav memang sedang berusaha membangun emosi pembaca di bagian ini. Lalu di bagian akhir terasa alur berubah menjadi cepat yang kemudian cerita pun usai. Teman-teman menyukai buku dengan alur yang seperti ini? Jika suka, kemungkinan besar kalian akan menyukai buku ini.

Latar yang dibawa dalam buku Sad Girls meliputi suasana kota tempat Audrey tinggal, tapi ada juga Alaska dan beberapa kota lainnya. Latar yang paling menarik bagi saya yaitu kota kecil tempat Audrey menetap sementara setelah putus dari Rad, kota tempat ia bertemu dengan Gabe. Deskripsi latarnya syahdu 😁. Ditambah pula Gabe di sini digambarkan sebagai laki-laki yang super tampan, jadi cocok dengan nuansa romantis kotanya.

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Quotes-quotes yang saya temukan di dalam buku Sad Girls memang tidak banyak. Tapi sekalinya ada saya langsung suka. Ini beberapa kalimat yang saya langsung catat sebagai quotes dari buku Sad Girls.

"Everyone grieves in their own way." Halaman 49

"... Life has a way of working itself out. You'll see." Halaman 97

 

Hal menarik yang saya temukan di buku Sad Girls adalah kehidupan tokoh utama yang ternyata adalah seorang penulis. Sehingga cukup banyak bagian dalam buku yang menjelaskan dan menceritakan lika liku hidup seorang penulis, mulai dari jalan pikiran dan perasaan seorang penulis hingga peluncuran buku dan award bagi penulis.

"Grief as such a potent thing," he continued. "That's what I've learned. It's like a hot iron; you can barely stand to hold it. But you don't have a choice. The only way you can set it down, even if it's temporary, is to refocus the energy elsewhere.  For only been able to do that through writing."

"It's amazing what people create using their pain. Work that is touched by melancholy has it's own unique beauty. Even the word "melancholy' is pretty, the way it rolls on you tongue. I think sadness adds something to literature that is unique. It's an ingredient like ... "I thought for a moment. "Like salt. Salt has that power to completely transform a dish. I think sadness has the same transformative effect in literature." Halaman 140

 

Lalu Lang Leav menyelipkan sebuah dongeng singkat di dalam bukunya. Cerita tentang seorang raja yang memiliki tiga putri. Dongeng ini terasa kontras dengan jalan cerita tapi juga membawa kejutan dan warna sendiri untuk saya sebagai pembaca. Semacam intermezo yang menyenangkan.

It's about this king who has three daughters. He was trying to work out whom he should leave his kingdom to, so he rounded them up and asked them to describe their love for him. The first daughter said she loved him like the way she loved her most precious jewels. The second described how much she loved him by referencing her most beautiful dresses, the third likened her love to salt, which pissed off the king because in comparison to fancy dresses and diamonds, salt is kind of underwhelming. So he sent her away. I don't really remember what happen next, but I think somehow she begins working for a neighboring kingdom, catches the eye of the prince, and, then, as luck.... Halaman 140

 

Karena Sad Girls bercerita tentang gadis-gadis yang sedih, otomatis jalan ceritanya memang cenderung sendu sekali. Jikapun ada keceriaan, pasti akan cepat bergulir kembali ke suasana kelabu. Audrey hidupnya sedih, Rad juga. Lalu dua orang sahabat Audrey pun akhirnya punya kisah yang sedih. Bahkan pernikahan ayah ibu Audrey tidak bahagia. Cocok sekali diberi judul Sad Girls 😑.

Lalu, gaya narasinya itu loh yang membuat saya kadang tidak kuat menyimak. Untuk ukuran saya yang sebenarnya mudah tersentuh emosinya, gaya bertutur Lang Leav di buku ini terasa berlebihan. It's too much. Efeknya malah kadang gagal menyentuh emosi saya, tapi kadang berhasil sesekali. Namun, saya cukup yakin pasti ada pembaca yang menyukai narasi model begitu. Di bawah ini contoh narasi yang saya maksud.

I completely broke down then, sobbing and clutching at his shirt. My heat was clenching like a fist in my chest. I had no idea it would hurt this much. My mind went back through the years like a person dying, I thought of Duck waving to me from his deck, summers at his parents' lake house, jumping into the water dorm the pier, out laughter ringing through the air. Sitting for hours on the lawn, the sun on our faces. Chasing the ice cream truck down our street. The first time we mad love, when I was certain this was the person I would spend my whole life with. I looked back on all of that with new tenderness as it was disintegrating before me. Halaman 188

#ini berhasil nih menyentuh emosi, saya bisa membayangkan rasanya mengingat berbagai momen bersama orang yang dulu sangat berarti dalam hidup kita namun yang kini telah tidak kita cintai lagi. Memutuskan hubungan kadang bisa sesulit ini.

 

Al of a sudden, I felt an eerie calm settle over me. It was as though I was standing in the eye of the storm and everything had stopped. In that moment of clarity, I new I was just capable as Rad. I knew there was blood in my hands too. We had become caricatures of ourselves, trapped in his nightmare; the entry ticket for this grotesque carnival, my lie. I had cursed us from the moment the evil spilled from my lips.

...

I sobbed violently, my shoulders heaving from the effort. I cried in a way I never had before. I felt everything I lost compound into this cruel, unforgiving moment. Rad put his arms around me, and I pushed back as hard as I could, thrashing wildly at his hands, his face tearing at his hair. With all my strength, I pounded his chest with fists, but still, he would'nt go. After a while, my arms grew limp, and I let him hold me. Halaman 356

#maaf, ini too much buat saya. Tapi buat yang senang narasi model begini, tentu akan suka.

 

Berhubung saya suka dunia kepenulisan dan di dalam buku banyak menceritakan tentang dunia itu, begitu ketemu dengan kalimat yang saya pikir cocok dijadikan quotes khusus kepenulisan, langsung saya catat 🙌.

"... writing is the consolation prize you are given when you don't get the thing you want the most." Halaman 246

 

Ya betul, buku ini banyak sedihnya. Tapi Lang Leav terlihat berusaha memunculkan sisi motivasi dan kalimat-kalimat yang positif dari situasi tersebut. Seperti ini contohnya.

"We all need to follow our intuition, even if it takes us down the wrong path. Otherwise, you'll always be second-guessing yourself." Halaman 261

 

Teman-teman sudah mengenal Lang Leav kan ya? Ia populer karena buku-buku puisinya. Rupanya kecakapannya dalam menulis puisi terbawa juga di buku Sad Girls. Ternyata ada puisi di dalam buku ini. Tokoh manakah yang menulis puisi ini? Untuk siapa? Mengapa? Nah, silakan teman-teman baca sendiri bukunya untuk mengetahui itu ya.

her name was Aphrodite

she, my sage, my aversion

to the razor blade

She was life itself hung

on a hook and from me

took, the shock of day

where breath expelled

from earthly gaze

and heavenward

in hands she held

I will see her when

the harps command,

a tune, a dance,

a book, her arms.

Halaman 241

 

Pada dasarnya Lang Leav memang tipe penulis yang suka berkontemplasi. Yang hebat mengarang puisi biasanya memang suka merenung. Salah satu bagian dari cerita yang terasa sekali nuansa renungannya adalah kalimat dalam surat Ana berikut ini. Sebuah makna cinta atau bisa juga kita sebut definisi cinta.

The truth is, everyone wants to believe they are in love but no one really is. So to all the girls out there who are stuck between two minds about some stupid crash, I have news for you. If you have to wonder, if you have to question what you feel then deep down you actually don't give a shit. As for the rest of you who do get it, welcome to the club. If you know what it's like to want someone so much would kill for them. If you know what it's like to feel someone so deep under our skin you would sacrifice everything to protect them - even if it screws up your own moral compass so you can't see right from wrong. If you're like me, then let me leave you with this; That's what love is. Don't let them tell you any different. Don't tell yourself otherwise. Halaman 362

 

Siapa Lang Leav

Penulis Lang Leav mencuat namanya setelah ia memenangkan penghargaan Qantas Spirit of Youth Award. Buku puisinya yang berjudul Lullabies meraih juara dalam Goodreads Choice award untuk kategori puisi. Kepopulerannya terutama memang karena puisi-puisinya yang banyak disukai pembaca. Untuk novel, Sad Girls adalah karya pertama yang ia tulis. Sebagai salah satu penulis International Bestselling Author, buku Sad Girls tentu langsung menjadi pusat perhatian ketika diterbitkan.

 

Rating Goodreads untuk buku Sad Girls nyatanya memang lebih rendah dari buku-buku puisinya. Sad Girls mendapat 3,75 poin dengan bintang yang tak mencapai empat. Beberapa komentar bernada kecewa mewarnai kolom komen di goodreas, meski beberapa pembaca nyata-nyata menulis apresiasi positif untuk novel pertama Lang Leav ini. 

 

Saya secara pribadi memang merasa Lang Leav seharusnya bisa menulis novel lebih baik dari Sad Girls, tapi mungkin kecakapannya memang lebih cocok untuk buku puisi. Tak perlu selalu ahli dalam semua jenis buku kan ya. Juara sebagai penulis puisi saja sudah sangat keren menurut saya.

 

Berikut adalah karya-karya Lang Leav yang telah dipublikasikan :

Love & Misadventure

Lullabies

Memories

The Universe of Us

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan untuk pembaca dewasa yang menyukai novel dengan jalan cerita yang sedih dan lumayan tragis. Novel yang mengisahkan cinta berbumbu misteri serta kesetiaan persahabatan sebagai pelengkapnya. Latar belakang kekerasan, kegalauan remaja, narkoba, seks bebas juga terdapat pada cerita. Hati-hati ini bukan jenis bacaan yang akan membuat hatimu riang meskipun ending bisa dibilang happy. Alurnya yang lamban di tengah juga jadi pertimbangan. Just in case you don't like sort of plot.

 

Catatan : ada banyak konten dewasa, adegan seksual yang lumayan detail, beberapa topik kekerasan dan keabsurdan pola pikir. Buku ini jangan sampai dibaca oleh anak-anak dan remaja.

 

Teman-teman yang berminat memiliki buku ini bisa mengontak instagram @Periplus_setiabudhi

0
0
0
s2sdefault

Comments   

0 #14 Rifqi Banyol 2017-09-28 15:34
Hmm.. belum pernah baca sampe selesai buku novel inggris ataupun terjemahan. Entah, emang jarang baca plus gak masuk aja dihati. Mungkin belum nemu yang pas n bagus aja kali ya. Hehe

Untuk novel bahasa inggris sih, harus didampingi kamus, tapi ya gitu, bisa nambah kosa kata baru. Heheh

Klo dari kualitas penulis sih gak diragukan lagi ya kak? udah dapet penghargaan juga. Mungkin dengan novel pertamanya ini bisa menelurkan karya2 yg luar biasa lagi. :)

REPLY
Banyak yang berharap novel pertamanya ini bisa sesukses buku-buku puisinya Qi. Tapi sayangnya banyak yang berpendapat buku puisinya jauh lebih baik. Mudah-mudahan novel keduanya bisa jauh lebih bagus lagi.
Quote
0 #13 Rahul Syarif 2017-09-24 11:48
Dari temanya udah bikin gatel pengen baca, mirip2 13 Reasons Why. Seorang teman juga pernah ngetwit, ingin membeli tapi terlalu mahal. 200rb lebih kalo ngga salah. Tunggu terjamahannnya aja deh..

REPLY
Nah, itu salah satu solusi dan keputusan yang baik juga kok. Biasanya kalau buku bagus, penerbit kita pasti akan melirik untuk menerbitkan versi terjemahannya. Mudah-mudahan tak lama ya
Quote
0 #12 Nurul Prayoga A 2017-09-24 07:53
eduun edun. buku sendu dipadukan dengan suasana sedih dan disisipkan kepuitisan serta kehidupan seorang penulis, Om Lang Leav emang keren!

Lo kok suka novel inggris gini sih?

gue sendiri belum bisa ngerti banget tiap kata dalam novel inggris. hahaha. sebagai guru bahasa inggris gue merasa kurang terlihat cerdas jadinya.

REPLY
Kebetulan Lang Leav berjenis kelamin perempuan :D. Bukan om om.
Saya suka novel apapun, baik yang terjemahan, yang impor, maupun yang Indonesia. Asalkan bagus jalan ceritanya.
Ah, kadang-kadang saya masih buka kamus juga kok :D. Dinikmati saja. Ga baca buku impor meski guru bahasa inggris ga berarti kurang cerdas kok... balik lagi ke hobi sih kayaknya :)
Quote
0 #11 Naufal 2017-09-23 06:39
gue bisa bilang klo dengan baca novel berbahasa inggris bisa sekalian nyari ilmu, krn selain nikmatin ceritanya,juga bisa nambah kosakata baru, jadi sambil menyelam makan mie *eh maksudnya minum air.

what a nice review,keep going on^^.

REPLY
Makan mie juga ga apa2 biar sekalian kenyang :D. Betul itu, nambah banyak banget kosakata baru, sampe pernah saya lelah baca bukunya sangking banyaknya kata yang saya ga tau artinya :D. Tapi lama2 juga akhirnya bisa
Quote
0 #10 Naufal 2017-09-23 06:35
gue bisa bilang klo dengan baca novel berbahasa inggris bisa sekalian nyari ilmu, krn selain nikmatin ceritanya,juga bisa nambah kosakata baru, jadi sambil menyelam makan mie *eh maksudnya minum air.

what a nice review,keep going on^^
Quote
0 #9 Naufal 2017-09-23 06:32
wah novel bahasa inggris, gue honestly bisa bilang dengan baca novel impor bisa nambah kosa kata baru bahasa inggris di otak, selain nikmatin alurnya, juga bisa nambah ilmu.

what a nice review,keep going^^

REPLY
Thank youuuu :)
Quote
0 #8 Santoz Ahmad 2017-09-23 05:43
Mbk Dipi ini gimana sih, katanya suruh baca sendiri tapi pesen jangan sampai dibaca oleh anak-anak dan remaja, lha aku ini udah remaja lho mbk hmmmb

Pesenku buat mbk Dipi jangan suka ngegosip, apalagi pas kumpul nganterin anak kan biasanya banyak ibu-ibu tuh, nah jagan sampai tergoda untuk ikutan ngomongin aku lho, hahaha

aku suka pada kata-kata "Your first love is'nt the first person you give your heart to - it's the first one who breaks it."

sepertinya kata-kata itu ada benernya

REPLY
Itu aku sedang berbicara pada orang dewasa... lha Santo sudah dewasa apa masih kanak-kanak hayo :D.
Iya aku juga suka kalimat itu, makanya dicatat sebagai quotes :)
Quote
0 #7 Adityar 2017-09-23 05:00
Halo, Kak Dipi. Kunjungan pertama nih, salam kenal 8)

Awalnya saya kira ini bukunya macam teenlit-teenlit gitu deh, ternyata agak ngeri-ngeri misteri gitu ya :eek:

Btw bukunya tebal juga ya, bahasa Inggris pula. Kalo saya sih, lebih suka buku bahasa Indonesia (bukan terjemahan juga). Selain karena bahasa Inggrisku pas-pasan, juga suka prosa yang bermajas-majas begitu deh. Tapi itu selera ya, suatu hari nanti deh saya putuskan untuk baca buku asing, dan mungkin saja buku Sad Girls ini hihi.

Reviewnya bagus banget, kak. Lengkap banget.
Quote
0 #6 Muhammad Rifqi Saifu 2017-09-23 02:03
Hm... jujur aku sendiri gak terlalu suka dengan novel yang genrenya sendu sendu gitu, hidupku udah terlalu sendu jadi biasanya nyari novel yang energik kayak action atau sci-fi gitu. Kalau hidupku yang udah sendu ini ditambah baca novel yang sendu, haduh langsung bunuh diri aku *eh xD.

Tapi kayaknya bagi pecinta Lang Leav, novel ini bisa jadi pertimbangan sih.
Quote
0 #5 Mei Wulandari 2017-09-23 02:01
Hai kak dippi. Btw aku baru denger Lang Leav si pengarang Sad girls ini. Maklum jarang baca wkwkwkkw
Wah kalau kontennya dewasa aku malah suka karena bisa berfantasi wkwkkw
Btw kasihan Ana ya gara2 audrey nyebar gosip kematiannya kadi misterius. Cocok ini sepertinya aku baca. Mungkinkah pacar Ana nanti tau ya kelakakuan audrey
Quote

Add comment


Security code
Refresh

Sponsored Post, Job Review, Special Request, Postingan Lomba

Kenangan Dongeng Tempo Dulu - Indonesia …

18-11-2017 Hits:92 Features Dipi - avatar Dipi

  Halo teman-teman, apa kabar semuanya? Semoga pada sehat wal afiat ya. Yang mau kerja besok, hari ini bersantai dulu lah sejenak, mengumpulkan energi buat seminggu, biar semangatnya membara dan mudah-mudahan...

Read more

Review Buku The Sun and Her Flowers - Ru…

15-11-2017 Hits:125 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Sun and Her Flowers Penulis : Rupi Kaur Jenis Buku : Puisi Penerbit : Andrews McMeel Publishing   Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman : 256 halaman Dimensi Buku : 19.56 x 12.45 x 2.03 CM Harga : Rp...

Read more

Review Buku The Four Tendencies - Gretch…

02-11-2017 Hits:231 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Four Tendencies The Indispensable Personality Profiles That Reveal How to Make Your Life Better (and Other People's Better, too) Penulis : Gretchen Rubin Jenis Buku : Non Fiksi - Humaniora Penerbit...

Read more

Review Buku

Review Buku Satu Pembohong (One of Us is…

10-11-2017 Hits:275 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Satu Pembohong Judul Asli : One of Us is Lying Penulis : Karen McManus Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman : 408 halaman Dimensi Buku : 20 cm Harga :...

Read more

Review Buku Rahasia Sang Suami (The Husb…

13-10-2017 Hits:394 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Rahasia Sang Suami Judul Asli : The Husband's Secret Penulis : Liane Moriarty Jenis Buku : Fiksi - Novel Terjemahan Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2016 Jumlah Halaman : 496 halaman Dimensi...

Read more

Review Buku Sihir Perempuan - Intan Para…

05-10-2017 Hits:470 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Sihir Perempuan Penulis : Intan Paramaditha Jenis Buku : Kumpulan Cerpen Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : April 2017 (Pernah diterbitkan oleh Kata Kita pada 2005) Jumlah Halaman : 366 halaman Harga...

Read more

Cerita Dipidiff

J.CO Jatinangor Town Square : Duduk Menu…

11-10-2017 Hits:370 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Book blogger juga manusia, yang terkadang tidak ada ide menulis, hilang fokus, pikiran lelah, serta kurang nafsu makan (padahal tadi sarapan sebakul 😅). Teman-teman pernah merasakan keadaan yang seperti itu...

Read more

Giggle Box Jatinangor - Alternatif Tempa…

11-10-2017 Hits:394 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Dulu sekali, tahun lalu tepatnya, saya pernah menulis tentang J.Co di Jatos. Waktu itu saya sedang hamil moonlight dan saat berkunjung ke sana saya cukup antusias untuk datang kembali mengingat...

Read more

Sudut Buku di Transmart Carrefour Cipadu…

08-10-2017 Hits:454 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Mungkin tidak semua orang seperti saya, yang setiap berkunjung ke mall atau supermarket pasti langsung mencari book corner. Tentu saya paling bahagia kalau di sana ada toko bukunya. Tapi jika...

Read more