Translate - Language

id Indonesian zh-CN Chinese (Simplified) nl Dutch en English tl Filipino fr French de German it Italian ja Japanese ko Korean ms Malay th Thai

Review Buku Magnus Chase and The Ship of The Dead #3 - Rick Riordan

Published: Monday, 26 February 2018 Written by Dipi

Judul : Magnus Chase and The Gods of Asgard - The Ship of The Dead

Penulis : Rick Riordan

Jenis Buku : Fiksi - Fantasi

Penerbit : Penguin Random House

Tahun Terbit : 2017

Jumlah Halaman :  432 halaman 

ISBN : 978-0-141-34259-7

Harga : Rp. 170.000

Edisi Bahasa Inggris

 

Available at Periplus Setiabudhi Bandung Bookstore

ig @Periplus_setiabudhi

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Magnus Chase bersama teman-temannya, Alex Fierro, Samirah, Halfborn Gunderson, Thomas Jefferson Jr., Mallory, Blitzen, dan Hearthstone berusaha mengalahkan Loki beserta pasukan raksasa dan zombienya, serta mencegah pertempuran Ragnarok terjadi. Meski Magnus Chase dan sebagian besar teman-temannya adalah einherji yang bisa hidup kembali, tapi misi mereka tidak hanya dilakukan di Valhalla, yang tentu saja itu berarti sekali kehilangan nyawa maka selamanya akan mati.

Petunjuk awal yang Chase peroleh dari catatan pamannya, Randolph, akhirnya membawanya pada serangkaian petualangan yang menegangkan dan mematikan. Raksasa, monster naga, serigala, monster kuda laut, hingga cuaca ekstrim harus mereka hadapi dalam pertarungan. Dari Valhalla, Niflheim, hingga Jotunheim, Chase dan teman-temannya berlayar demi menuntaskan misi mereka.

Untuk mengalahkan Loki mereka harus menemukan Kvasir's Mead. Tapi perlu whetstone untuk bisa mendapatkan Mead. Dan Chase harus menang dalam duel melawan Loki. Bukan dengan adu senjata tapi dengan kata-kata. Dan lebih daripada itu, Chase harus mengalahkan ketakutan dalam dirinya sendiri untuk menang dalam duel tersebut. Bagaimana cara Magnus Chase dan teman-temannya agar dapat memperoleh Kvasir's Mead tersebut? Dan bagaimana cara Chase agar bisa menang melawan Loki yang berlidah tajam serta penuh kelicikan?

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

Fisik buku ini terhitung besar untuk kategori novel paperback pada umumnya menurut saya. Sisi positifnya tentu saja sebagai pembaca saya sangat merasa nyaman dengan buku ini mengingat ukuran hurufnya yang jadi ikutan lebih besar dibanding ukuran huruf di buku paperback lainnya. Enak loh membaca dengan huruf-huruf yang berukuran cukup besar. Mata jadi tidak cepat lelah. Namun di sisi lain, buku ini jadi tidak praktis untuk dibawa-bawa. Minimal kita harus menggunakan tas yang cukup besar, selain itu buku pun jadi lumayan berat.

Soal cover, saya suka dengan cover buku yang saya baca ini. Versi UK nya entah kenapa menurut saya terasa kaku. Ilustrasi gambar kedua cover ini ternyata berbeda ya. Versi US nya mengambil ilustrasi gambar kapalnya Loki, sedangkan di cover UK saya duga itu pasti monster naga, jelmaan ayahnya Hearthstone yang terkena kutukan cincin. Kalau teman-teman bagaimana pendapatnya? Lebih suka cover yang mana?

 

Picture : Cover UK

 

Tokoh dan Karakter

Tokoh-tokoh yang ada di dalam buku cukup banyak. Tokoh intinya tentu saja Magnus Chase yang berduet dengan pedangnya yang bikin gemes itu, Jack The Summer Sword. Bagi yang membaca seri Magnus Chase secara terputus dan tidak berurutan seperti saya, bisa dibilang karakter tiap tokoh tetap terasa hidup. Chase sendiri digambarkan sebagai pribadi yang polos, lucu, setia kawan, agak ceroboh, dan mendadak suka cerdas :D. Pedangnya juga punya karakter yang khusus. Pada dasarnya Jack bersifat periang.

Selain Magnus Chase, ada juga tokoh Alex yang cenderung serius, Samirah yang religius dan dewasa pemikirannya, Mallory yang berapi-api dan rada temperamental, Thomas Jefferson yang bersemangat dan pemberani. Gunderson kurang lebih punya sifat yang agak sama dengan Mallory. Sama-sama temperamen tapi satu sama lain saling peduli. Dua sahabat sekaligus pelindung Chase, yakni Blitzen dan Hearthstone mengingatkan saya pada tokoh kurcaci dan elf di film Lord of The Ring. Memang Rick Riordan secara khusus menyebutkan Tolkien sebagai salah satu inspirasi terciptanya buku Magnus Chase seri, jadi tidak heran ada beberapa kesamaan yang akan kita rasakan saat membaca buku ini dengan buku atau film yang diangkat dari LOTR.

Selayaknya buku fantasi, hal yang paling ditunggu tentu saja imajinasi seputar tokoh. Bagaimana kostumnya, seperti apa fisiknya, dan hal-hal seputar itu. Pendeskripsian tokoh-tokoh dalam buku ini menurut saya cukup menunjang. Ada beberapa yang hanya disinggung singkat deskripsinya, tapi ada juga yang dibahas cukup panjang. Contohnya seperti yang saya kutipkan di bawah ini.

After living on the streets, I wasn't used to my face looking so clean. I definitely wasn't used to my haircut, which Blitz had first given me during our expedition into Jotunheim. Since then, every time it started to grow out, Alex hacked if off again, leaving my fringe just long enough to fall in my eyes, the back chopped to collar level. I was used to my hair being much wilder and more wiry, but Alex took such glee in murdering my blond locks it was impossible to tell him no.

Page 43

 

Emerging from the cave was a beast so hideous I couldn't comprehend it all at once.

First I focused on the ring glinting on its middle right foretoe - a tiny band of gold biting into the scaly flesh. It must have hurt badly, throbbing like tourniquet. The end of the toe had blackened and shrivelled.

The monster's four feet were each diameter of a trashcan lid. Its short thick legs dragged along a lizard-like body, maybe fifty feet from nose to tail, its spine ridged with spikes bigger than my sword.

The face I had seen in my dreams: glowing green eyes, a snub-nosed snout with slimy nostrils, a horrible maw with rows of triangular teeth. Its head was maned with green quills. The monster's mouth reminded me of Fenris Wolf's - too large and expressive for a beast, its lips too human. Worst of all: tufts of white clung to its forehead - the last remnants of Mr Alderman's once-impressive hair.

Page 213

 

Alur dan Latar

Alur cerita sepenuhnya maju. Meski tidak ada pengulangan sedikit pun tentang apa yang terjadi sebelumnya (di seri pertama dan kedua), saya tetap bisa menikmati alur cerita dengan baik. Memang sih ada satu dua hal yang membingungkan, seperti istilah-istilah atau tokoh-tokoh yang mendadak muncul. Tapi kalau kita terus fokus pada jalur, hal-hal tersebut bisa diabaikan. Sepertinya Rick Riordan memang cakap dalam membuat buku seri yang juga bisa dinikmati secara tunggal. Lagipula fantasi yang disajikan dan gaya penuturan ala Magnus Chase dan Jack yang lucu membuat saya terlarut begitu saja dalam cerita, sehingga bagian-bagian yang dirasa ganjil karena penjelasannya berada di buku sebelumnya tak begitu menjadi masalah.

Ide cerita beberapa terasa seperti bukan hal yang baru. Bertarung melawan monster, raksasa, memecahkan teka-teki untuk membuka pintu, dan lain-lain memang cukup klasik ada di buku-buku bergenre fantasi dan dongeng. Tapi karena pengemasannya yang baik, rasanya saya jadi lupa betapa klasiknya ide cerita yang disuguhkan. Toh teka-tekinya memang beda, toh monster-monsternya punya latar belakang yang beda juga, dan dengan hadirnya unsur dewa dewa di tengah-tengah beragam mahkluk fantasi tersebut, hasilnya malah jadi seperti kombinasi baru dunia fantasi. Apalagi Rick Riordan mengangkat pula ajaran Islam di dalam buku ini yang nota bene ada Tuhan dibalik semua makhluk yang ada. Nah, akhirnya ide ceritanya malah jadi terasa baru kan ya.

Anti klimaks diselesaikan dengan mulus. Saya suka cara penyelesaiannya. Buku ini jadi punya banyak pesan moral. Bukan cuma tentang persahabatan, kesetiaan, perjuangan, tapi juga kepercayaan. Meski pada akhirnya tentu semua akan kembali lagi pada perspektif pembaca masing-masing. Pendapat kita mungkin sama, tapi mungkin juga beda.

 

Apalah artinya karya fantasi jika penulisnya tidak dapat menggambarkan latar dengan baik. Untung saja Rick Riordan penulis kawakan. Tak usah khawatir soal itu, latar-latarnya bisa dibilang memanjakan imajinasi kita. Salah satunya yang saya kutipkan di bawah ini.

I struggle out of my sleeping bag. When I got to my feet and looked over the railing. I lost the ability to breathe.

On either side of the ship, so close I could almost touch them, sheer cliffs rose out of the water - thousand-foot-high walls of rock marbled with waterfalls. White rivulets of snowmelt coursed down the ridges, bursting into mist that fractured the sunlight into rainbows. The sky had been reduced to a jagged ravine of deep blue directly above. Around the hull, the water was so green it might have been algae puree.

In the shadow of those cliffs, I felt so small I could only think of one place we might be. "Jotunheim?"

T.J. laughed. "No, it's just Norway. Pretty, huh?"

Pretty didn't do it justice. I felt like we'd sailed into a world meant for much larger beings, a place where gods and monsters roamed freely. Of course, I knew gods and monsters roamed freely all over Midgard. Heimdall was fond of a certain bagel place near Fenway. Giants often strolled through the marshes in Longview. But Norway seemed like a proper stomping ground for them.

Page 253

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Bagian daftar isi buku ini mengingatkan saya pada buku Sirkus Pohon-nya Andrea Hirata yang terdiri dari banyak bab tapi tiap babnya hanya terdiri dari beberapa halaman saja. Begitu pun dengan buku Magnus Chase seri ketiga ini, total ada 48 bab. Cukup untuk menakut-nakuti pembaca yang tidak begitu suka buku berhalaman tebal, tapi tenang, nyatanya buku ini ga setebal itu kok. Fisik bukunya yang cenderung lebih besar dari rata-rata novel paperback diikuti pula oleh ukuran hurufnya yang lebih besar dari rata-rata buku fiksi umumnya. Judul-judul tiap bab menurut saya menarik, bahkan bisa dibilang aneh-aneh. Benar-benar terasa sekali fantasinya.

 

Seperti yang sudah saya singgung-singgung di atas, unsur yang paling saya suka dari Magnus Chase adalah gaya bahasanya yang santai, luwes, dan sarkasme habis :D. Gara-gara itu membaca buku Magnus Chase terasa menyegarkan dan tak terasa tahu-tahu cerita habis dibaca. Lelucon-lelucon dalam buku ini kadang memang ada yang tidak bisa dicerna dengan gamblang gara-gara gaya sarkasme tadi. Ada juga lelucon-lelucon sederhana yang polos tapi tetap saja lucu. Intinya, saya sangat menikmati semua lelucon yang ada di buku ini. Dibandingkan dengan gaya penulisan buku Percy Jackson yang cenderung serius, buku Magnus Chase memang terasa berbeda.

I scanned for major injuries. When you're einherji, you get pretty good at listening to your own pain. You can stagger around the battlefield in Valhalla, mortally wounded, gasping your last breath, and calmly think, Ok, so that's what a crushed ribcage feels like. Interesting!

This time I'd broken my left ankle for sure. The right one was only sprained.

Easy fix. I summoned the power of Frey.

Warmth like summer sunlight spread from my chest into my limbs. The pain subsided. I wasn't as good at healing myself as I was at healing others, but I felt my ankles beginning to mend - as if a swarm of friendly wasps crawling around inside my flesh, mud-daubing the fractures, reknitting the ligaments.

Ah better, I thought, as I floated through the cold darkness. Now, there's something else I should be doing ... Oh, right. Breathing.

Page 4-5

 

Tentu saja penyumbang kedua terbesar dari segarnya jalan cerita adalah Jack The Summer Sword yang bisa bicara itu. Tingkah dan perkataannya menggemaskan sekali. Pedang mana sih yang bisa bertarung sambil bernyanyi, dan bisa ngambeg serta patah hati juga.

"Anyway!" Jack interupted. "The important thing is Riptide's here now, she's beautiful, and she's met me! Maybe the two of us can ... you know... have some private time to talk about, er, sword stuff?"

Page 8

 

Riptide and Jack stood propped nearby in a coil of rope, their hilts leaning against the gunnery rail. Riptide acted like your typical inanimated object, but Jack kept inching closer, chatting her up, his blade glowing the same dark bronze as hers. Fortunately, Jack was used to holding one-sided conversations. He joked. He flattered. He name-dropped like a maniac. "You know, Thor and Odin and I were at this tavern one time..."

If Riptide was impressed, she didn't show it.

Page 10-11

 

We had to find a way to get on our boat and get out of here, back to the surface and far away. For that, we would need a distraction, so I called on the most distracting being I knew.

I pulled the runestone from my neck chain.

Jack sprang into sword form. 'Hey, senor! You know, I was thinking about that Riptide girl. Who needs her, right? There are plenty of other swords in the armoury and - WHOA! Aegir's palace? Awesome! What mead is he serving today?'

'Help!' I yelled as Blod rose in front of me, her face reattached, her talons dripping blood.

'Sure!' Jack said amiably. 'But, man, Aegir's Oktoberfest Pumpkin Spice Mead is to die for!'

He zipped over to Blood-Red Hair, placing himself between my assailant and me.

'Hey, lady!' Jack said. "Wanna dance?'

'No!' Blod snarled

Page 101

 

I yanked the runestone from my neck chain and summoned Sumarbrander.

'Jack!' I yelled

'What?' he yelled back.

'Defend Alex!'

'What?'

'But do it without actually fighting!'

'What?'

'Just keep that clay giant off her!'

'What?'

'Distract him. GO!'

I was glad he didnt say what again, or I would've worried that my sword was going deaf.

Page183

 

Kemunculan tokoh Samirah yang beragama Islam juga menarik perhatian saya. Sama seperti waktu Daniel Lagercrantz memunculkan topik Islam juga di dalam buku The Girl Who Takes an Eye for an Eye yang menurut saya sekaliber dengan karya Rick Riordan ini. Kedua buku ini beredar internasional dan punya penggemar yang banyak sekali. Saya penasaran persepsi apakah yang hendak Rick Riordan lekatkan pada topik ini. Saya kutipkan di bawah ini beberapa tentang Islam yang dimunculkan Rick Riordan dalam buku The Ship of The Dead. Apakah kesan ini akan terus sama hingga akhir buku, itu harus teman-teman cari tahu sendiri dengan membaca bukunya ya :).

I didn't know much about Ramadan, but I knew a lot about going hungry. It can seriously mess up your concentration.

"So, uh, what are the rules about that?" I asked.

"It will not affect me on this quest," Sam promised. "I didn't want to say anything, because I didn't want anyone worrying. It's just no drinking or eating during daylight hours."

Page 64

 

"What about you?" I asked. "Any visions?"

She tilted her head. "No, which is interesting. Ramadan tends to focus the mind and strengthen the will. That could be why Loki hasn't been inside my head. I'm hoping..."

Page 68-69 

# Kesan yang positif tentang Islam

 

Sam swatted her arm. 'You have to admit, Fierro. I was more focused today. Ramadan helps.'

Page136

 

Selain menyimpan pesan moral yang bagus tentang persahabatan, kesetiakawanan, keberanian, hati yang baik, dan lain sebagainya, di dalam buku The Ship of The Dead saya juga menemukan beberapa kalimat yang bermakna.

"Words can be more lethal than blades, Magnus."

Page 116

 

Sometimes you lie to deceive people. Sometimes you lie because you need the lie to become the truth.

Page 215

 

Khusus di edisi bahasa Inggris (saya tidak tahu apakah di buku terjemahan ada juga sama), ada beberapa bab khususnya. Ada glossary, ada petunjuk pengucapan berhubung banyak kata-kata yang asing, ada keterangan tentang nine world, dan informasi tentang runes yang dipakai di cerita ini, serta bonus halaman tentang buku selanjutnya, Percy Jackson and The Staff of Hermess. Buat penggemar Rick Riordan khususnya seri Percy, pasti akan senang sekali bisa mengintip sedikit (satu bab) buku yang bakal diterbitkan "coming soon" itu.

Picture : Bab-bab khusus di bagian akhir buku

Picture : Bonus halaman, satu bab buku Percy Jackson and The Staff of Hermess

 

Khusus untuk buku ini, karena saya tidak memiliki ketertarikan lebih tentang dewa-dewa dari mitologi Nordik serta tidak punya pengetahuan pula tentang hal tersebut, saya tidak mengecek kembali apakah dewa-dewa yang ada di buku sama dengan dewa-dewa yang ada dalam mitologi Nordik sesungguhnya. Seperti kebiasaan saya saat menyimak buku genre fantasi atau dongeng, pikiran saya fokus pada proses menikmati bacaan :D.

Namun, sampai saat ini saya masih penasaran dengan kapal Magnus Chase yang warnanya seperti pisang itu. Kenapa ya harus berwarna kuning cerah dengan model yang mencolok. Apa alasannya? Apakah itu ada kaitannya dengan karakter ayahnya Magnus? Rasanya hingga akhir saya tidak menemukan penjelasan tentang hal tersebut. Sepele ya :D. Mudah-mudahan teman-teman tidak seperti saya yang penasaran tentang hal itu. Atau justru malah menemukan penjelasan tentang warna dan model kapal Magnus Chase.

 

Siapa Rick Riordan

Richard Russel Riordan Jr. yang lebih dikenal dengan nama pena Rick Riordan adalah penulis Amerika yang sangat terkenal. Karyanya yang populer meliputi buku seri Percy Jackson, diterjemahkan ke dalam 42 bahasa dan laku lebih dari 30 juta copy di Inggris. Dua bukunya telah pula diangkat menjadi film oleh rumah produksi terkenal, 20th Century Fox. Buku terbaru yang ia publikasikan adala seri Magnus Chase yang didasarkan atas mitologi viking.

Ide cerita Percy Jackson didapatkan Rick Riordan dari momen-momen dimana ia sering mendongengan putranya tentang mitologi Yunani berikut dewa-dewanya. 

Banyak sekali buku yang telah ditulis oleh Rick Riordan, jauh sebelum Percy Jackson menjadi bestseller. Genre yang ia tulis pun ternyata tidak hanya melulu fantasi.

Tres Navarre Series

  1. Big Red Tequile (1997)
  2. The Widower's Two-Step (1998)
  3. The Last King of Texas (2001)
  4. The Devil Went Down to Austin (2002)
  5. Southtown (2004)
  6. Mission Road (2005)
  7. Rebel Island (2008)

Percy Jackson & The Olympians

  1. The Lightning Thief (2005)
  2. The Sea of Monsters (2006)
  3. The Titan's Curse (2007)
  4. The Battle of the Labyrinth (2008)
  5. The Last Olympian (2009)

The Heroes of Olympus

  1. The Lost Hero (2010)
  2. The Son of Neptune (2011)
  3. The Mark of Athena (2012)
  4. The House of Hades (2013)
  5. The Blood of Olympus (2014)

Graphic Novels

  1. The Lightning Thief Graphic Novel (2010, in collaboration with Robert Venditti, Nate Powell, and Jose Villarrubia)
  2. The Red Pyramid Graphic Novel (2012, adapted by Orpheus Collar)
  3. The Sea of Monsters Graphic Novel (2013, in collaboration with Robert Venditti, Attila Futaki, and Tamas Gaspar)
  4. The Titan's Curse Graphic Novel (2013, in collaboration with Robert Venditti, Attila Futaki, and Gregory Guilhaumond)
  5. The Lost Hero Graphic Novel (2014, in collaboration with Robert Venditti, Nate Powell, and Orpheus Collar)
  6. The Throne of Fire Graphic Novel (2015, adapted by Orpheus Collar)
  7. The Son of Neptune Graphic Novel (2017, in collaboration with Robert Venditti, Antoine Dode, and Orpheus Collar)
  8. The Serpent's Shadow Graphic Novel (2017, adapted by Orpheus Collar)

The Kane Cronicles

  1. The Red Pyramid (2010)
  2. The Throne of Fire (2011)
  3. The Serpent's Shadow (2012)

The 39 Clues Series

  1. The Maze of Bones (2008)
  2. Introduction to The 39 Clues: The Black Book of Buried Secrets (2010)
  3. Vespers Rising (2011)

Stand Alone Novels

  1. Cold Springs (2004)

Demigods and Magicians crossover collection

  1. The Son of Sobek (2013)
  2. The Staff of Serapis (2014)
  3. The Crown of Ptolemy (2015)

Magnus Chase and the Gods of Asgard

  1. The Sword of Summer (2015)
  2. The Hammer of Thor (2016)
  3. The Ship of the Dead (2017)

The Trials of Apollo

  1. The Hidden Oracle (2016)
  2. The Dark Prophecy (2017)
  3. The Burning Maze (Scheduled for May 1, 2018)

Lainnya

  1. Introduction to the anthology Tales of the Greek Heroes, Roger Lancelyn Green (2009)
  2. Introduction to the essay collection Demigods and Monsters (2009, 2013)

 

Mengingat banyak sekali karya yang sudah ia hasilkan, Rick Riordan tak pelak lagi termasuk ke jajaran penulis yang produktif. Penghargaan yang telah ia terima juga luar biasa.

  • 1998 Shamus Award for Best First PI Novel and Anthony Award for Best Paperback Original for Big Red Tequilla
  • 1999 Edgar Award for Best Paperback Original for The Widower's Two-Step
  • 2008 Mark Twain Award for The Lightnigh Thief 
  • 2009 Mark Twain Award for The Sea of Monsters
  • 2009 Rebecca Caudill Award for The Lightning Thief
  • 2010 School Library Journal's Best Book for The Red Pyramid
  • 2011 Children's Choice Book Awards: Author of the Year
  • 2011 Children's Choice Book Awards: Fifth Grade to Sixth Grade Book of the Year for The Red Pyramid
  • 2011 Wyoming Soaring Eagle Book Award for The Last Olympian
  • 2011 Milner Award for Percy Jackson and the Olympians series
  • 2012 Indian Paintbrush Award for The Red Pyramid
  • 2013 Best Fiction Book for Children in Bulgaria for The Mark of Athena
  • 2017 Stonewall Book Award for Children's literature for The Hammer of Thor

 

Buku The Ship of The Dead #3 seri Magnus Chase mendapatkan rating 4,39 di Goodreads dan 4,6 di situs Amazon. Sebuah pencapaian yang luar biasa dari para pembaca di seluruh dunia. Goodreads 4,39.

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan kepada pembaca usia remaja dan dewasa yang menyukai genre fantasi yang tokoh-tokohnya meliputi manusia, kurcaci, elf, raksasa, zombie, dewa-dewa, dan monster. Kisah petualangan bersama sahabat yang memiliki pesan moral bisa kita dapatkan dari membaca buku ini. Gaya bahasanya yang luwes, tokohnya yang lucu, dengan leluconnya yang polos dan terkadang sarkasme membuat buku ini terasa segar dan tidak membosankan (seri Percy rasanya lebih serius ketimbang Magnus). Sisi menarik lainnya adalah adanya Samirah yang seorang muslimah, terlibat dalam petualangan Magnus Chase. Petualangan itu sendiri berlangsung selama bulan Ramadan. Mungkin secara ide cerita, sekilas tak ada yang baru. Tapi dengan kepiawaian Rick Riordan mengemas cerita, The Ship of The Dead menjadi cerita fantasi yang luar biasa. Jika teman-teman menyukai buku-buku karangan J.R.R. Tolkien - The Lord of The Ring dan buku-buku fantasi berlatar dewa-dewa mitologi Nordik, maka jangan lewatkan buku Rick Riordan yang satu ini.

My Rating : 5/5

 

 

 

0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh

Sponsored Post, Job Review, Special Request, Postingan Lomba

Review Buku The Productivity Project - C…

01-04-2018 Hits:418 Features Dipi - avatar Dipi

Judul : The Productivity Project – Accomplishing More by Managing Your Time, Attention, and Energy Penulis : Chris Bailey Jenis Buku : Non Fiksi – Self Improvement Penerbit : Crown Business Tahun Terbit : Agustus 2017 Jumlah...

Read more

Review Buku The Silent Corner - Dean Koo…

30-03-2018 Hits:500 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Silent Corner Penulis : Dean Koontz Jenis Buku : Novel Suspense Penerbit : Random House Tahun Terbit : Oktober 2017 Jumlah Halaman :  576 halaman Harga : Rp. 143.000 ISBN : 978-0-345-54679-1 Mass Market Paperbound Edisi Bahasa Inggris New York...

Read more

Review Buku Magnus Chase and The Sword o…

29-03-2018 Hits:568 Features Dipi - avatar Dipi

Judul : Magnus Chase and The God of Asgard - The Sword of Summer Penulis : Rick Riordan Jenis Buku : Novel Fantasy Penerbit : Disney Book Group Tahun Terbit : 2015 Jumlah Halaman :  499 halaman Dimensi Buku...

Read more

Review Buku

Review Buku Into The Water - Paula Hawki…

06-04-2018 Hits:199 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Into The Water Penulis : Paula Hawkins Jenis Buku : Novel Suspense Penerbit : Noura Books Publishing Tahun Terbit : September 2017 Jumlah Halaman :  480 halaman Harga : Rp. 89.000 ISBN : 9786023853366 Edisi Terjemahan Penulis Terlaris #1 New...

Read more

Review Buku Gentayangan - Intan Paramadh…

29-03-2018 Hits:612 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Gentayangan Penulis : Intan Paramadhita Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Oktober 2017 Jumlah Halaman :  512 halaman Harga : Rp. 125.000 ISBN : 978-602-03-7772-8 Edisi Soft Cover Karya sastra bidang prosa terbaik pilihan...

Read more

Review Buku The Girl Who Drank the Moon …

20-03-2018 Hits:804 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : The Girl Who Drank The Moon Penulis : Kelly Barnhill  Jenis Buku : Novel Fantasi Penerbit : Bhuana Ilmu Populer Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman :  420 halaman Harga : Rp. 115.000 ISBN : 978-602-394-731-7 Edisi...

Read more

Cerita Dipidiff

Bubur Kacang Ijo untuk Moonlight

10-03-2018 Hits:1212 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Usia Moonlight sudah 12 bulan sekarang. Sebagai emak-emak pada umumnya, hati saya pun gembira sekali melihat perkembangan anak. Moonlight sudah cukup lancar jalannya, dia sehat, aktif bermain, makannya bagus, dan...

Read more

Batik Kepret Motif Bunga dan Lingkaran

08-03-2018 Hits:1394 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Sudah hampir satu bulan kayaknya sejak terakhir membatik. Kok rindu ya 😅. Kain mori sudah ready, malam dan pewarna juga masih cukup untuk satu batik lagi. Jadi kayaknya kondisi sudah...

Read more

Membuat Shibori

27-02-2018 Hits:1849 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Me time ya shibori time 😁🙌, pasti begitu kata para pecinta shibori. Teman-teman sudah pernah dengarkah tentang shibori? Jujur saja usia saya tahun ini 37, dan saya baru saja mendengar...

Read more