Translate - Language

id Indonesian zh-CN Chinese (Simplified) nl Dutch en English tl Filipino fr French de German it Italian ja Japanese ko Korean ms Malay th Thai

Batik Kepret Motif Bunga dan Lingkaran

Published: Thursday, 08 March 2018 Written by Dipi

 

Sudah hampir satu bulan kayaknya sejak terakhir membatik. Kok rindu ya 😅. Kain mori sudah ready, malam dan pewarna juga masih cukup untuk satu batik lagi. Jadi kayaknya kondisi sudah mendukung banget untuk berkreasi lagi dengan batik kepret. Cuma tinggal nunggu hari yang pas aja, hari yang cocok dimana tidak ada begitu banyak kesibukan. Ngebatik kepret sebenarnya ga makan waktu lama sih, tapi tetap aja ga bisa juga membuatnya dengan terburu-buru. Khawatir malah jelek hasilnya.

Selagi menunggu hari yang pas datang, tiba-tiba saya ada ide buat bikin pola bunga pake cetakan puddingnya moonlight buat diterapin di batik kepret. Polanya dibuat di kertas bekas kalender. Pemanfaatan kertas bekas kalender ini ide Bu Akih juga sih. Batik kepret memang wadah kreatifitas dan daur ulang kayaknya, selagi ada barang bekas yang bisa dimanfaatkan ya gunakan saja 😘.

Pola bunga-bunga hasil ngejiplak dari cetakan puding saya bikin sekitar 100 buah. Lalu seperti biasa bunga-bunga tersebut disebar di seluruh bagian kain morinya. Malam dipanaskan di atas api kompor, dan setelah mencair lalu di kepret-kepretkan ke permukaan kain dengan bantuan sapu lidi. Gara-gara saya gagal menghidupkan kompor portabel, akhirnya saya gunakan kompor di dapur, sementara ngebatiknya dilakukan di halaman depan. Iiihh riweuh deh emak-emak ngebatik teh, jadi mondar-mandir manjah kayak setrikaan areng basah 😅.

Picture : pola bunga dan penerapannya di kain mori

Beres mengepret tentu tiba saatnya mewarnai. Kali ini saya mencoba bentuk lingkaran "kruwel-kruwel" dengan ekspektasi hasilnya indah mempesonah, eh ternyata pewarna tuh memang begitu ya. Rada liar ga bisa ditebak kemana larinya. Akhirnya setelah berkutat beberapa saat, terciptalah motif seperti yang tampak pada foto di bawah ini. Waktu saya posting di medsos ada yang bilang mirip galaksi milky ways, ada yang bilang seperti target panahan juga. Yang pasti pak haji yang kebetulan lewat depan rumah sepulang jumat-an langsung komen, "Bikiinn apaaa bu Aguuss? Ngelukis panahan yaa?". Pertanyaan tersebut saya jawab dengan, "Hehehehe." Rupanya sangking abstraknya motif ini, imajinasi orang-orang menjadi ikutan abstrak ya 😅.

Ditengah-tengah proses mewarna fokus saya sempat pecah. Mungkin karena saya agak terburu-buru ingin cepat selesai karena hari sudah mulai mendung. Kalau keburu hujan, proses mengeringkan kain tentu makin sulit akibat terbatasnya ruang ngebatik yang digunakan. Jangan sampai deh kain batik yang masih basah oleh zat warna terkena air hujan pula. Bisa-bisa warna jadi jelek, dan batik pun rusak. Gara-gara sempat hilang fokus, saya lupa bagian mana saja yang sudah saya lapis zat warnanya, lalu sempat tertukar botol isi zat pewarna juga, dari yang seharusnya biru malah keambil warna hijau 😅. Wah bikin batik ternyata bahaya juga ya kalo ga fokus. Akhirnya tahap mewarnai pun selesai. Hasilnya bisa dilihat seperti foto di bawah ini 🙌😘.

Picture : Proses mewarnai batik

Tak lama dari selesainya proses mewarnai, hujan pun turun. Padahal kain belum kering benar. Memang sih pewarnanya sudah ga netes-netes kalo kain diangkat, tapi alangkah baiknya kalo kain kering dalam posisi "dijembreng" seperti saat sedang diwarnai. Tapi karena hujan turun, akhirnya kain saya jemur di tempat jemuran besar. Curiganya sih bakal ada zat warna yang melipir ke bawah karena belum kering benar.

Dua hari kemudian cuaca masih mendung dan hujan. Kain batik akhirnya kering di hari ketiga. Saya langsung siapkan satu dandang berisi air mendidih yang telah dicampur dengan soda abu sesendok makan. Kain batik dilorod, dicelup-celupkan dalam air tadi. Lalu dibilas dan dikucek hingga bersih hingga warnanya tidak lagi meluntur ketika dibilas. Terakhir, kain direndam deterjen yang mengandung pelembut. Setelah itu baru dijemur. Kalau sudah kering kain disetrika rapih.

Picture : Proses melorod dan menjemur kain batik

 

Beres dilorod baru deh ketahuan seperti apa motif yang terbentuk pada kain batik. Fotonya ada di bawah ini. Cukup jauh berbeda ya dengan motif awalnya. Teman-teman suka ga dengan motif batik kepret buatan saya kali ini, abstrak banget ya 😂😂😂. Kalau saya sih suka. Ya sudah lah, kain batik ini mau saya bikin baju outer saya kalo begitu 😁😁.

Picture : Hasil akhir kain batik

 

Dari pembuatan batik kali ini saya mencatat beberapa hal penting untuk pembelajaran ngebatik kepret ke depannya.

  • Kalo kain diwarnai selebar 5 cm, warna akan melebar menjadi 7-10 cm.
  • Pewarna dilapis 2 kali, warna menjadi lebih gelap dan tebal.
  • Kuas dipake untuk berbagai warna, warna yang terbentuk pasti kombinasi.
  • Menjemur kain terlalu cepat di jemuran baju setelah diwarnai, pewarna meleber ke bawah.
  • Kurang soda abu saat melorod, ya tabah aja jika malam jadi sukar meluruh.
  • Bikin batik di musim hujan, itu banyak cobaannya.
  • Kualitas kain mori mempengaruhi kualitas batik pada akhirnya. Kain mori yang saya gunakan kali ini mutunya dibawah kain mori yang saya pakai sebelumnya. Ternyata malam sukar dilorod, menempel kuat di kain, dan kain juga terlihat buluk akibat dikucek-kucek terlama kuat atau lama dalam rangka menghilangkan malam.

Meski beberapa hal tidak memuaskan hati saya, terutama karena hasil akhir terlihat sekali kain batik tidak begitu bagus kualitasnya akibat penggunaan kain mori bermutu rendah, hati saya tetap senang. Yah begitulah kalo ngebatik kepret 😁, persis seperti filosofi shibori, batik kepret pun mengajarkan pada kita untuk menemukan keindahan dari ketidaksempurnaan.

Khusus perihal motif, saya juga mencatat beberapa hal dari pengerjaan batik kali ini. Motif bunga yang diharapkan muncul ternyata tidak begitu terlihat pada hasil akhir kan batik. Lain kali pola yang digunakan sebaiknya lebih jelas sudut-sudutnya dan dikepret lebih sering pas di pola tersebut agar motifnya terlihat di hasil akhir. Lalu motif lingkaran pewarna tampak terbentuk di hasil akhir, namun gara-gara proses pewarnaannya yang tidak merata ketebalannya dan sempat tertukar warna, jadi di hasil akhir terlihat ada bagian yang tebal warnanya dan ada juga yang tidak.

Picture : motif bunga jadi terlihat seperti bentuk lingkaran kecil biasa. Pewarnaan yang tidak merata membuat bagian tersebut tampak tidak tebal warnanya

Picture : pewarna meleber ke bawah karena kain dijemur dalam kondisi yang belum kering benar

 

Begitu ya ternyata. Banyak pengalaman yang saya dapat dari membuat batik kali ini. Sementara ini saya masih punya satu kain mori lagi yang berukuran 2 meter. Rencananya kain itu akan saya buat shibori dulu mengingat malam dan naftol untuk ngebatik kepret sudah habis. Lain kali saya mau mencoba ngebatik kepret dengan kain mori yang bermutu bagus atau mungkin juga malah gunakan kain mori jenis yang berbeda biar nanti tahu hasil akhirnya seperti apa bedanya. Terimakasih ya teman-teman sudah menyimak tulisan ini 😊. Semoga bisa jadi tulisan yang bermanfaat. Sampai ketemu lagi di tulisan saya yang lainnya 😘🙌.

 

 

0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh

Sponsored Post, Job Review, Special Request, Postingan Lomba

Review Buku The Productivity Project - C…

01-04-2018 Hits:422 Features Dipi - avatar Dipi

Judul : The Productivity Project – Accomplishing More by Managing Your Time, Attention, and Energy Penulis : Chris Bailey Jenis Buku : Non Fiksi – Self Improvement Penerbit : Crown Business Tahun Terbit : Agustus 2017 Jumlah...

Read more

Review Buku The Silent Corner - Dean Koo…

30-03-2018 Hits:504 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Silent Corner Penulis : Dean Koontz Jenis Buku : Novel Suspense Penerbit : Random House Tahun Terbit : Oktober 2017 Jumlah Halaman :  576 halaman Harga : Rp. 143.000 ISBN : 978-0-345-54679-1 Mass Market Paperbound Edisi Bahasa Inggris New York...

Read more

Review Buku Magnus Chase and The Sword o…

29-03-2018 Hits:572 Features Dipi - avatar Dipi

Judul : Magnus Chase and The God of Asgard - The Sword of Summer Penulis : Rick Riordan Jenis Buku : Novel Fantasy Penerbit : Disney Book Group Tahun Terbit : 2015 Jumlah Halaman :  499 halaman Dimensi Buku...

Read more

Review Buku

Review Buku Into The Water - Paula Hawki…

06-04-2018 Hits:203 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Into The Water Penulis : Paula Hawkins Jenis Buku : Novel Suspense Penerbit : Noura Books Publishing Tahun Terbit : September 2017 Jumlah Halaman :  480 halaman Harga : Rp. 89.000 ISBN : 9786023853366 Edisi Terjemahan Penulis Terlaris #1 New...

Read more

Review Buku Gentayangan - Intan Paramadh…

29-03-2018 Hits:615 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Gentayangan Penulis : Intan Paramadhita Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Oktober 2017 Jumlah Halaman :  512 halaman Harga : Rp. 125.000 ISBN : 978-602-03-7772-8 Edisi Soft Cover Karya sastra bidang prosa terbaik pilihan...

Read more

Review Buku The Girl Who Drank the Moon …

20-03-2018 Hits:807 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : The Girl Who Drank The Moon Penulis : Kelly Barnhill  Jenis Buku : Novel Fantasi Penerbit : Bhuana Ilmu Populer Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman :  420 halaman Harga : Rp. 115.000 ISBN : 978-602-394-731-7 Edisi...

Read more

Cerita Dipidiff

Bubur Kacang Ijo untuk Moonlight

10-03-2018 Hits:1216 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Usia Moonlight sudah 12 bulan sekarang. Sebagai emak-emak pada umumnya, hati saya pun gembira sekali melihat perkembangan anak. Moonlight sudah cukup lancar jalannya, dia sehat, aktif bermain, makannya bagus, dan...

Read more

Batik Kepret Motif Bunga dan Lingkaran

08-03-2018 Hits:1411 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Sudah hampir satu bulan kayaknya sejak terakhir membatik. Kok rindu ya 😅. Kain mori sudah ready, malam dan pewarna juga masih cukup untuk satu batik lagi. Jadi kayaknya kondisi sudah...

Read more

Membuat Shibori

27-02-2018 Hits:1866 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Me time ya shibori time 😁🙌, pasti begitu kata para pecinta shibori. Teman-teman sudah pernah dengarkah tentang shibori? Jujur saja usia saya tahun ini 37, dan saya baru saja mendengar...

Read more