Translate - Language

id Indonesian zh-CN Chinese (Simplified) nl Dutch en English tl Filipino fr French de German it Italian ja Japanese ko Korean ms Malay th Thai

Review Buku Origin - Dan Brown

Published: Saturday, 23 December 2017 Written by Dipi

 

Judul : Origin

Penulis : Dan Brown

Jenis Buku : Novel

Penerbit : Doubleday Books

Tahun Terbit : 2017

Jumlah Halaman :  480 halaman

Dimensi Buku : 23.88 x 16.26 x 4.06 CM

Harga : Rp. 315.000

Edisi Hardcover - Bahasa Inggris

 

Available at Periplus Setiabudhi Bandung Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi)

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Profesor Langdon kali ini berduet bersama Ambra Vidal yang cantik untuk mengungkap penemuan apa yang disembunyikan oleh Edmond Krisch tentang asal usul manusia dan alam semesta. Tentu saja penemuan itu bukan sembarang teori, jika tidak tentu Edmond masih akan terus hidup sampai detik ini dan bukannya ditembak mati tepat ketika hendak mempublikasikan temuannya secara offline dan online disaksikan oleh orang-orang di seluruh dunia.

Pertanyaan paling mendasar diwakili oleh dua kalimat, "where do we come from?" dan "where are we going?". Selama berabad-abad ilmuwan dan tokoh agama terus memperdebatkan hal ini, yang satu berdasarkan kajian ilmiah, yang lainnya berpegang erat ada pemahaman agama, ada juga yang campuran antara keduanya, dan sisanya malah memilih untuk menjadi ateis. Tentu saja penemuan Edmond Krisch yang merupakan "a groundbreaking visionary for whom the normal rules did not apply", yang disebut-sebut sebagai dewanya sains dan teknologi, akan menjadi suatu hal yang dapat mengguncang dunia, membawa perspektif tiap orang kepada pemikirian paling berbahaya, apalagi jika bukan "manusia dan alam semesta tetap akan ada dengan atau tanpa campur tangan Tuhan".

Pembunuhan atas Edmond Krisch melibatkan konspirasi dunia nyata dan maya lewat situs-situs penyebar berita kontroversial serta campur tangan organisasi keagamaan, bahkan kerajaan Spanyol, dari Raja, Pangeran, orang-orang bidang humas, barisan penjaga elit kerajaan, dan Bishop Valdespino, tokoh agama Katolik yang disegani dan dekat dengan keluarga kerajaan.

Langdon menjadi tersangka pembunuhan Edmond Krisch dan pelaku penyanderaan Ambra Vidal yang sebenarnya adalah calon istri dari Pengeran Kerajaan Spanyol. Untuk mengungkap siapa pembunuh yang sebenarnya, dan untuk mengurai seluruh teka-teki yang ada termasuk penemuan Edmond tersebut, Langdon dan Ambra bekerjasama mencari kata kunci untuk mengaktifkan suatu sistem komputer yang dapat mengaktifkan video Edmond Krisch agar tersiar secara online di internet dan dapat diakses di seluruh bagian dunia. Dibantu oleh program canggih ciptaan Edmond Krisch yang bernama Winston, sebuah teknologi terbaru yang memiliki kemampuan belajar dan meniru cara berpikir dan emosi manusia, Langdon dan Ambra menyusuri berbagai tempat mulai dari Guggenheim Museum di Bilbao, apartemen Casa Mila, hingga lab futuristik milik Edmond.

Whatever the truth might be, Edmond had protected the details of his discovery with a formidable password - a single, forty-seven-letter line of poetry. If all went according to plan, Langdon and Ambra would soon uncover it inside Edmond's home in Barcelona. Page 189 

Sementara itu kisah cinta Ambra Vidal dengan pangeran juga tidak berjalan begitu baik. Disinyalir pihak kerajaan terlibat dalam pembunuhan Edmond Krisch . Benarkah demikian?

Dapatkan Langdon dan Ambra menemukan kata kunci tersebut dengan memecahkan makna berbagai simbol dan teka-teki yang ada? Seperti apakah isi video penemuan Edmond? Apakah benar Tuhan tidak ada campur tangannya dalam penciptaan manusia dan alam semesta? Seperti apakah akhir kisah cinta Ambra Vidal dan Pangeran? Seperti apakah akhir dari cerita tentang perdebatan Tuhan dan sains ini?

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

Edisi hardcover tentu saja kokoh. Dibawa ke sana ke mari tak perlu takut sampul bukunya tertekuk. Tapi berhubung sampul depannya bisa dilepas dari badan buku, saya justru jadi ekstra hati-hati. Sayang sekali bila sampul depan yang berdisain warna biru mentereng itu terlipat atau kotor terkena noda. Biasanya supaya aman buku hardcover diplastik rapih saja sekalian :D.

Disain cover buku Origin ternyata ada dua ya. Yang warna biru ini memang lebih eye-catching menurut saya daripada disain satunya lagi yang dominan warna lembut. Saya menyukai kedua disain ini sama besarnya.

 

Tokoh dan Karakter

Tokoh utama buku Dan Brown tentu teman-teman sudah tahu ya, siapa lagi kalau bukan sang ahli simbol Profesor Langdon yang karismatik, cerdas, bijaksana, cukup jago bela diri, dan punya pesona tersendiri terhadap para wanita. Kali ini di Origin, Profesor Langdon kembali menampilkan karakter-karakter khasnya tersebut. 

Lalu ada Ambra Vidal, tokoh utama kedua, seorang wanita cantik, cerdas, baik hati, dan berprinsip, tampaknya sangat cocok untuk berpasangan dengan Langdon dalam petualangan penuh teka-teki simbol. Sayangnya Ambra telah memiliki tunangan yang bukan sembarang orang. Pangeran Julian telah mengumumkan pertunangan mereka kepada publik. Pangeran tampan ini sedikit misterius bahkan sempat dimunculkan oleh Dan Brown sebagai tokoh yang sepertinya antagonis, meski di akhir akan terkuak jelas seperti apa perannya dalam alur cerita.

Ada karakter yang bukan manusia juga yang terlibat dalam cerita. Namanya winston, sebuah program komputer super cerdas, ciptaan Edmond Krisch. Edmond sendiri sebagai tokoh yang mati malah terasa hidup di sepanjang alur cerita akibat terpusatnya semua kejadian pada misteri penemuan tentang asal usul manusia dan semesta olehnya. Edmond adalah ilmuwan jenius terkemuka, dewa teknologi yang diakui dunia, penyuka seni, kutu buku, dan sayangnya ateis.

Beberapa tokoh agama juga terlibat dalam cerita, orang-orang di kerajaan Spanyol, dan sang pembunuh sendiri, admiral Luis Avila. Di buku karangan Dan Brown kita tidak akan menemukan perasaan janggal pada unsur tokoh dan karakter, meski jumlahnya banyak sekalipun, karena semua tokoh mendapatkan perannya masing-masing secara proporsional di dalam alur cerita.

 

Alur dan Latar

Dilihat dari sudut alur cerita, Dan Brown memang sedikit tipikalis tampaknya. Tak heran beberapa reviewer di goodreads menyebutkan Origin bukanlah buku terbaik Dan Brown meski tetap merupakan buku yang luar biasa menghibur. Ini lebih disebabkan karena alurnya yang memang sudah terpetakan, mulai dari konflik, ada misteri, Langdon berpasangan (biasanya) dengan seorang wanita, ada kejar-kejaran dan aksi, lalu antiklimas, dan penutup. Semua ini memberikan kesan tidak ada sesuatu yang baru atau lebih segar dari buku-buku Dan Brown yang lainnya.

Tapi, saya lebih cenderung menimbang karya Dan Brown dari sudut yang lain. Misalnya saja ide cerita dan kedalaman penggalian fakta dan emosi terhadap unsur tersebut. Origin jelas mengangkat topik yang mendasar, sensitif, sekaligus nyata. Membaca buku Origin berarti kita akan tenggelam dalam perdebatan akan keberadaan Tuhan, keragaman agama dan kepercayaan, keraguan pada masa depan, pergesekan sains dan teknologi dalam kehidupan manusia, hingga ketakutan akan kemusnahan umat manusia di akhir jaman. Tidak sembarang novel mampu mengangkat ide cerita ini dan mengemasnya dengan begitu baik seperti Origin.

I realize acts of religious terrorism seem unforgiveable," the nun continued. "And yet, it may be helpful to remember that our own faith waged a centuries-long Inquisition in the name of our God. We killed innocent women and children in the name of our beliefs. For this, we have had to ask forgiveness from the world, and from ourselves. And through time, we have healed."

Page 164

 

Lalu, tidak ada yang perlu diragukan dari deskripsi latar dalam buku-bukunya Dan Brown. Bahkan bisa dikatakan, deskripsi latar yang diberikan sangat memuaskan, detail dan seringkali diserta fakta nyata. Mulai dari Gunggeheim Museum,  Bilbao's La Salve Bridge (yang dijelaskan mengapa dinamakan La Salve), Casa Mila, dan masih banyak lagi tempat-tempat eksotis lainnya.

The Guggenheim Museum in Bilbao, Spain, looked like something out of an alien hallucination - a swirling college of warped metallic forms that appeared to have been propped up against one another in an almost random way. Stretching into the distance, the chaotic mass of shapes was draped in more that thirty thousand titanium tiles that glinted like fish scales and gave the structure a simultaneously organic and extraterrestrial feel, as if some futuristic leviathan had crawled out of the water to sun herself on the riverbank.

Page 15

As Langdon approached, the tiled facade seemed to morph with each step, offering a fresh personality from every angle. The museum's most dramatic illusion now became visible. Incredibly, from this perspective, the colossal structure appeared to be quite literally floating on water, adrift on a vast "invinity" lagoon that lapped against the museum's outer walls.

Page 16

Bukan hanya latar musium dan lokasi-lokasi bersejarah, kita pun disuguhkan pada latar laboratorium canggih "a supercomputing man cave", demikian disebutnya di dalam buku ini.

Edmond's lab was a transparant rectangle dominated by the metallic blue-gray cube he had seen earlier, its glossy surface reflecting everything around it. To the right of the cube, at one end of the room, was an ultra sleek office space with a semicircular desk, three giant LCD screens, and assorted keyboards recessed into the granite work surface.

Page 370

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Apa sih yang terbayang saat pertama kali hendak membaca buku Origin? Kalau saya tentu saja teringat banyaknya detail sejarah, bangunan, dan latar belakang ilmiah pendukung alur cerita. Untuk bisa menulis novel dengan halaman yang nyaris berjumlah 500 halaman itu, tentu tak sembarang penulis memiliki kemampuan tersebut. Dugaan sekilas yang ada mungkin detail yang diberikan sama fiksinya dengan alur ceritanya. Tapi tentu tidak dengan karya yang satu ini. Lihat 😊, bahkan sebelum kita masuk ke dalam prolog pun, halaman pertama yang akan kita temui salah satunya adalah ini.

Picture : Rupanya semua fakta tentang seni, arsitektur, lokasi, sains,

dan organisasi keagamaan di dalam buku adalah nyata.

 

Narasi yang menyangkut tentang perpustakaan atau buku-buku dari dulu memang selalu menarik minat saya. Oleh karena itu ketika menemui deskripsi latar ini, saya segera mencatatnya 😁. Fakta tentang perpustakaan Montserrat sendiri dapat kita cari dengan mudah di google. Foto asli yang saya temukan di website perpustakaan tersebut benar-benar membuat saya terpesona. Koleksi buku-bukunya juga eksklusif. Luar biasa.

He found himself in a rectangular chamber wose high walls burgeoned with ancient leather-bound tomes. Additional freestanding bookshelves jutted out of the walls like ribs, interspersed with castoron radiators that changed and hissed, giving the room the eerie sense that it was alive. Kirsch raised his eyes to the ornately balustraded walkwat that encircled the second story and knew without a doubt where he was.

The famed library of Montserrat, he realized, startled to have been admitted. This sacred room was rumoured to contain uniquely rare texts accessible only to those monks who had devoted their lives to God and who were sequestered here on this mountain.

Page 8

 

Sudah pasti orang-orang jenius itu memang gemar baca buku-buku yang berkualitas. Tak terkecuali tokoh fiksi di dalam buku Origin, sang milyader, jenius, namun nyentrik, Edmond Krisch. Di dalam buku ia digambarkan sebagai seseorang yang tidak hanya gemar membaca buku tapi juga mengoleksinya. Bibliophile-reading.

Langdon suspected that Edmond's eerie knack for prognostication stemmed from his astoundingly broad knowledge of the world around him. For as long as Langdon could remember, Edmond had been an insatiable bibliophile-reading everything in sight.

Page 13

 

Sisi menghibur karya-karya Dan Brown sudah kita ketahui bersama terletak pada banyaknya kalimat-kalimat tentang perkembangan teknologi yang terbaru berikut penjelasannya yang sangat logis sehingga bisa kita terima dengan baik dalam pikiran dan imajinasi kita. Dan mengingat di awal buku telah disebutkan bahwa latar sains yang ada di dalam cerita merupakan fakta, itu bahkan membuat buku Origin menjadi lebih istimewa. Terkadang Dan Brown bahkan menyelipkan kalimat ironi yang cocok sekali sehingga malah terasa seperti humor satire. Contohnya seperti di bawah ini.

"These are quite new," she said, helping him done the device. "The transducer pads don't go inside your ears, but rather rest on your face." She placed the loop behind his head and positioned the pads so that they gently clamped onto his face, just above the jawbone and below the temple.

"But how-"

"Bone conduction technology. The transducer drive sound directly into the bones of your jaw, allowing sound  to reach your cochlea directly. I tried it earlier, and it's really quite amazing - like having a voice inside your head. What's more, it leaves your ears free to have outside conversations."

"Very clever."

"The technology was invented by Mr. Kirsch more than a decade ago. It's now available in many brands of consumer headphones."

I hope Ludwig van Beethoven gets his cut, Langdon thought, fairly certain that the original investor of bone conduction technology was the eighteenth-century computer composer who, upon going deaf,  discovered he could affix a metal rod to his piano and bite, down on it while he played, enabling him to hear perfectly through vibrations in his jawbone.

Page 25

 

Buku-buku Dan Brown memang tak banyak humornya. Kalau pun ada, maka seringkali sangat tersembunyi. Paling banyak adegan tersebut membuat kita tersenyum bukan terpingkal-pingkal. Bagaimana pun juga kalimat yang ditawarkan memang sangat luwes dan percakapan humor yang ada dikemas dengan kalimat yang cerdas. Buat pembaca yang sudah pernah membaca kisah Langdon atau menonton filmnya, kesan humor tentu akan mudah ditanggap akibat sudah pahamnya kita pada latar belakang dan karakter tokoh. Tapi untuk yang baru pertama kali menyimak, ada kemungkinan bagian-bagian lucu ini terlepas begitu saja, meski tetap saja terasa menghibur.

"I do realize, sir," the voice added, "that as a professor of art, you are one of our savvy guests, and so perhaps you will have a little need of my input. Worse yet, it is possible you will wholly disagree with my analysis of certain pieces!" The voice gave an awkward chuckle.

Page 26

 

One of Langdon's Harvard colleagues - a solemn physics professor-had become so fed up with philosophy majors attending his Origins of the Universe seminar that he finallu posted a sign on his classroom door.

in my classroom, T>0.

For all inquiries where T=0,

please visit the Religion Department.

Page 188

 

Bagian-bagian dimana Dan Brown mendeskripsikan latar merupakan salah satu bagian terbaik dari semua buku-bukunya. Detail dan kaya informasi. Apalagi kita memang juga terbantu dengan imajinasi yang sudah terbentuk salah satunya dari film Dan Brown yang kita tonton misalnya. Kedetailan ini menurut saya belum ada yang bisa menyamai. Dan Brown masih satu-satunya penulis novel internasional dengan keunggulan yang demikian. Sekali lagi saya teringat, bahwa semua informasi yang dikemukakan dalam buku Origin tentang latarnya adalah fakta. Di Origin kita juga akan menjumpai cukup banyak informasi tentang karya-karya modern art, sangat mengesankan. Salah satunya yang saya kutipkan di bawah ini. The Swimming Pool karya Yves Klein memang nyata ada di museum Guggenheim. Untuk menikmati karya The Swimming Pool ini kita harus melihat ke awah dan bukan ke arah lainnya.

Langdon gazed across the museum's atrium but saw nothing except a wall of glass that looked out over the lagoon. "I'm sorry, I think I may be in the majority here. I don't see a painting."

"Well, it is displayed rather unconventionally," Winston said with a laugh. "The canvas is mounted not on the wall, but rather on the floor."

I should have guessed, Langdon thought, lowering his gaze and moving forward until he saw the sprawling rectangular canvas stretched out across the stone at his feet.

The enormous painting consisted of single color - a monochrome field of deep blue - and viewers stood around its perimeter, staring down at it as if peering into a small pound.

"This painting is nearly six thousand square feet," Winston offered.

Langdon realized it was ten times the size of his first Cambridge apartment.

"It is by Yves Klein and has become affectionately known as The Swimming Pool."

 Page 36

 

Meski secara isi kisah Origin terasa cukup berat karena dipenuhi informasi, fakta ilmiah, deskripsi latar dan lain sebagainya, tapi Origin juga menyimpan banyak bagian yang mengajak kita untuk merenung dan mengambil pelajaran dari kisah yang disajikan. Topiknya ada yang tentang seni, tentang agama, tentang sains, dan lain-lain.

In modern art, however, masterpieces are often more about the idea than the execution. For example, anyone could easily compose a forty-minutes symphony consisting of nothing but one chord and silence, but it was Yves Klein who had the idea."

Page 37

 

The roads to salvation are many.

Forgiveness is not the only path.

Page 167

 

"The question is not: Is the ball bouncing? Because clearly, the ball is bouncing. We can observed it. The question is: Why is it bouncing? How did it start bouncing?Are the laws of physics in this hallway such that the ball has no choice but to bounce forever?"

"Gould's point being," Winston concluded, "That just as with evolution, we cannot see far enough into the past to know how the process began."

Page 188

 

"When evil rears its head in the world, God works through each of us in a different way, to exert His will on earth. Forgiveness is not the only path so salvation."

Page 263

 

"... there has never been an intellectual advancement that has not included God."

With that, Father Bena gave them both a reassuring smile and headed down the stairs.

Page 342 

 

"Sometimes truth is stranger than fiction."

Page 352

 

Perenungan ini bahkan terus berlanjut karena Origin jelas-jelas memuat banyak paragraf tentang teknologi saat ini dan prediksi di masa depan yang sebagian kita tahu benar adanya, dan sebagian lagi mungkin sedang kita tunggu kedatangannya dengan sedikit was-was. Masa dimana fiksi menyampaikan bahwa teknologi bahkan bisa memiliki emosi dan kemampuan belajar seperti manusia.

"E-wave," WInston announced. "A quantum leap - if you'll pardon the pun - beyond NASA/Google's D-Wave."

Winston quickly explained that D-Wave - the world's first rudimentary 'quantum computer' - had unlocked a brave new world of computational power that scientists were still struggling to comprehend. Quantum computing, rather than using a binary method of storing information, made use of the quantum states of subatomic particles, resulting in an exponential leap in speed, power, and flexibility.

Page 372

 

... dan ditengah-tengah padatnya perenungan tentang segala teori sains tersebut, terselip kisah tentang cinta.

Love is from another realm. We cannot manufacture it on demand. Nor can we subdue it when it appears. Love is not our choice to make.

Page 427

 

Love is not a finite emotion.

We dont have only so much to share

Our hearts create love as we need it

Love truly is not a finite emotion

It can be generated spontaneusly out of nothing at all

Page 438

 

Sekali lagi saya terpesona pada tokoh yang jenius ini. Rasanya ikut kagum pada kepiawaiannya dalam menerjemahkan simbol-simbol. Saya menyukai bagian cerita yang ini karena menonjolkan kecakapan Profesor Langdon sedemikan rupa sehingga terlihat sisi dirinya yang kharismatik 😊.

"It's actually quite clever," he interrupted. "So far it's my favorite piece in the entire museum."

The woman spun, eyeing him with more than a hint of disdain. "Oh really? Then do enlighten me."

I'd be happy too. Langdon walked over to the series of markings etched coarsely into the clay surface.

"Well, first of all," Langdon said, "Edmond inscribed this piece in clay as an homage to mankind's earliest written language, cuneiform."

The woman blinked, looking uncertain.

"The three heavy markings in the middle," Langdon continued, "spell the word 'fish' in Assyrian. It's called a pictogram. If you look carefully, you can imagine the fish's open mouth facing right, as well as the triangular scales on his body."

The assembled group all cocked their heads, studying the work again. 

"And if you look over here," Langdon said, pointing to the series of depressions to the left of the fish, "you can see that Edmond made foot prints in the mud behind the fish, to represent the fish's historic evolution step onto land."

Heads began to nod appreciatively.

"And finally," Langdon said, "the asymmetrical asterisk on the right-the symbol that the fish appears to be consuming-is one oh history's oldest symbols for God."

Page 39

 

Ambra eyed him strangely and then shook her head. "Robert, if we substitute the word 'and' ... then the line has forty-eight letters. Too many."

Not true. Langdon smiled. It's a code within a code.

...

The ampersand code, Langdon thought. Edmond remembered it.

The origin of the ampersand was always one of the first things Langdon taught his symbology classes. The symbol "&" was a logogram - literally a picture representing a word. While many people assumed the symbol derived from the English word "and", it actually derived from the Latin word et. The ampersand's unusual design "&" was a typographical fusion ...

Page 325

 

Ayo adakah di antara teman-teman yang juga suka karakter Elsa? Mungkin kalian akan suka begitu mengetahui karakter tersebut disebut-sebut dalam buku Origin meski cuma sekilas :D. Karakter apa lagi yang disebutkan selain Elsa? Silakan mencari tahu sendiri 😊. 

"Robert," Ambra whispered, "just remember the wise words of Disney's Princess Elsa."

Langdon turned. "I'm sorry?"

Ambra smiled softly. "Let it go."

Page 162

 

Ada bagian dalam cerita yang juga membuat saya penasaran mencoba untuk menebak. Sesuatu tentang makna simbol, sebuah logo yang tak asing buat kita semua. Apakah teman-teman ada yang tahu jawabannya?

"Speaking of glimpsing a hidden truth," Langdon said, looking suddenly amused. "You're in luck. There's secret symbol hiding right over there." He pointed. "On the side of that truck."

Ambra glanced up and saw a FedEx truck idling at the red light on Avenue of Pedralbes.

Secret symbol? All Ambra could see was the company's ubiquitous logo.

"Their name is a coded," Langdon told her. "It contains a second level of meaning - a hidden symbol that reflects the company's forward motion."

Ambra stared. "It's just letters."

"Trust me, there's a very common symbol in the FedEx logo - and it happens to be pointing the way forward."

"Pointing? You mean like ... an arrow?"

"Exactly," Langdon grinned. "You're a curator - think negative space."

Ambra stared at the logo but saw nothing. When truck drove off, she wheeled to Langdon. "Tell me!"

He laughed. "No, someday you'll see it. And when you do ... good luck un-seeing in."

Page 437

# mungkin ini satu-satunya hal yang menyisakan tanda tanya bagi saya di buku Origin ini, sesuatu yang bukan bagian besar dari alur cerita, karena semua hal tampak jelas terjawab di akhir cerita. Hal yang kecil ini, yang disinggung sekilas, ternyata bisa memancing rasa penasaran, ingin ikut menebak-nebak apa arti logo tersebut 😂.

 

Betapapun cukup beratnya topik tentang Tuhan dan asal usul manusia berikut alam semesta dimunculkan disepanjang jalan cerita, akan ada cukup panjang bab penyelesaian yang bisa kita gunakan untuk menyimpulkan maksud cerita berdasarkan perspektif diri pembaca masing-masing. Teman-teman tidak akan merasa dipotong alur pikirannya, karena Dan Brown piawai dalam hal ini. Semua sudut pandang akan dikemukakan satu persatu, baik dari sisi agama, maupun sains, bahasan seni hingga ke alam. Dari sana juga lah saya sebagai pembaca dapat mengambil banyak pesan yang bagus tentang kemanusiaan, agama, serta alam semesta.

 

Bagian terakhir yang saya temui dari buku ini ternyata bukan bab-bab penutup ternyata. Tetapi sebuah halaman khusus yang berjudul "Illustration Credits". Di halaman ini saya menemuukan asal code-code yang bertebaran di buku Origin. Sebagian ternyata ada yang bukan milik Dan Brown sendiri, tapi juga hak cipta dari beberapa nama terkenal atau dari salah satu situs populer tempat kita biasa membeli gambar atau foto di internet. Ingin tahu lebih banyak tentang ini? Teman-teman silakan baca sendiri bukunya ya 😊.

 

Siapa Dan Brown

Dan Brown adalah penulis dari banyak buku #1 International Bestseller, di antaranya adalah The Da Vinci Code, Inferno, The Lost Symbol, Angle & Demons, Deception Point, dan Digital Fortress.

Hampir semua bukunya diangkat menjadi film yang juga menjadi film box office.

Origin mendapatkan poin 4,1 di Amazon dengan 53% dari 3.375 review memberikan 5 bintang, serta poin 3,84 di Goodreads dengan 47.360 review. 

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan kepada pembaca dewasa dan remaja yang menyukai novel suspense, petualangan, misteri, yang sangat kaya dengan deskripsi latar, banyak pemaparan fakta-fakta ilmiah sebagai penunjang, yang poin istimewa ceritanya bukan terletak pada alur tapi lebih kepada pesan-pesan yang bisa diambil dibalik kisah, yang bertopik berani tentang Tuhan dan keberadaannya, masa depan umat manusia dan kehancurannya. Ada kisah cinta sedikit, aksi heroik dan adegan baku hantam sebagai pelengkap.

Dengan alur cerita yang detail, berisi, penuh teka-teki, namun tetap bisa membangkitkan emosi pembaca, kali ini Dan Brown kembali berhasil menghadirkan karya yang tak hanya menghibur tapi juga mengedukasi. Selalu ada pengetahuan baru yang kita peroleh dengan membaca buku-buku Dan Brown, termasuk buku Origin. Belum lagi suguhan deskripsi latarnya yang mengagumkan tentang museum, tempat-tempat bersejarah, istana, perpustakaan rahasia, gereja yang eksotis, apartemen dengan dekorasi modern art, hingga lab futuristik si ilmuwan, sangat memanjakan imajinasi para pembaca.

Dan lebih daripada itu, tidak ada novel selain Origin, yang dapat memutar-pilinkan pikiran kita tentang perspektif atas sains dan agama, keberadaan Tuhan, kemanusiaan, masa depan, serta yang dapat membukakan kita pada banyak sudut pandang hingga kita bisa menarik kesimpulan sendiri sebijaksana mungkin, yang lalu menutup cerita tanpa menyisakan pertanyaan satu pun bagi pembacanya.

 

 

0
0
0
s2sdefault

Comments   

0 #1 iMan 2018-01-16 03:55
Wow review yang komplit dan menarik. Saya suka sekali kutipan-kutipannya. Sayangnya Bahasa Inggris saya pas-pasan, jadi saya lebih memilih versi terjemahan aja hehehe. Minggu lalu sepertinya sudah ada versi terjemahan di Gramedia. Thanks ya reviewnya, jadi kepingin buru-buru beli buku ini.
Quote

Add comment


Security code
Refresh

Sponsored Post, Job Review, Special Request, Postingan Lomba

Review Buku Finding Audrey - Sophie Kins…

31-01-2018 Hits:281 Features Dipi - avatar Dipi

Judul : Finding Audrey Penulis : Sophie Kinsella Jenis Buku : Novel Remaja (Young Adult) Penerbit : Ember Tahun Terbit : 2015 Jumlah Halaman :  304 halaman Dimensi Buku :  20.83 x 13.97 x 1.52 cm Harga...

Read more

Meraih Kebahagiaan Sejati dengan Jalani …

24-01-2018 Hits:455 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : Jalani Nikmati Syukuri Penulis : Dwi Suwiknyo Jenis Buku : Non Fiksi (Agama dan Spiritual) Penerbit : Noktah (DIVA Press) Tahun Terbit : Cetakan pertama, 2018 Jumlah Halaman :  260 halaman Dimensi Buku : ...

Read more

Review Buku Lincoln in The Bardo - Georg…

16-01-2018 Hits:384 Features Dipi - avatar Dipi

Judul : Lincoln in The Bardo Penulis : George Saunders Jenis Buku : Novel Penerbit : Random House Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman :  368 halaman Harga : Rp. 140.000 Edisi Bahasa Inggris Man Booker Prize Winner Available at...

Read more

Review Buku

Review Buku Revan & Reina - Christa …

15-01-2018 Hits:466 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Revan & Reina "Look, don't leave" Penulis : Christa Bella Jenis Buku : Novel Remaja Penerbit : Penerbit Ikon Tahun Terbit : Juni 2016 Jumlah Halaman :  halaman Dimensi Buku :  130 x 190 mm Harga...

Read more

Review Buku Para Pendosa (Truly Madly Gu…

01-01-2018 Hits:410 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Para Pendosa Judul Asli : Truly Madly Guilty Penulis : Liane Moriarty Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2017 Jumlah Halaman :  600 halaman Dimensi Buku :  13,5...

Read more

Review Buku Kisah Hidup A.J. Fikry (The …

27-12-2017 Hits:576 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Kisah Hidup A.J. Fikry Judul Asli : The Storied Life of A.J. Fikry Penulis : Gabrielle Zevin Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Cetakan Pertama 2017 Jumlah Halaman :  280 halaman Dimensi Buku :...

Read more

Cerita Dipidiff

Yuk Yoga dan ngeGym biar "Kencang…

02-02-2018 Hits:194 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Upppsss... apanya ya yang kencang ya? Hahaha. Yah apalagi kalo bukan otot, kulit, lingkar perut, lingkar pinggul, dan bagian-bagian lain yang rentan menggelambir. Maklum lah, habis lahiran wanita pada umumnya...

Read more

Suatu Siang di Wendy's bersama Sahabat

29-01-2018 Hits:224 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Saya masih teringat pada satu lirik lagu yang nge-hits sekali di jamannya, yakni "persahabatan bagai kepompong, mengubah ulat menjadi kupu-kupu." Lirik ini banyak disetujui orang-orang karena kebenarannya, dan saya akui...

Read more

J.CO Jatinangor Town Square : Duduk Menu…

11-10-2017 Hits:1107 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Book blogger juga manusia, yang terkadang tidak ada ide menulis, hilang fokus, pikiran lelah, serta kurang nafsu makan (padahal tadi sarapan sebakul 😅). Teman-teman pernah merasakan keadaan yang seperti itu...

Read more